Sebuah halaman dari Skandapurana, ditulis dengan aksara Dewanagari, dalam bahasa Sanskerta.

Skandapurana (Dewanagari: เคธเฅเค•เคจเฅเคฆเคชเฅเคฐเคพเคฃ;ย ,IAST:ย Skandapurฤแน‡a, เคธเฅเค•เคจเฅเคฆเคชเฅเคฐเคพเคฃ) adalah kitab yang terbesar di antara 18 Mahapurana, suatu kelompok kitab suci Hindu.[1] Kitab tersebut mengandung lebih dari 81.000 sloka, dan tergolong sastra Saiwa (mengagungkan Siwa),[2] judulnya berasal dari nama Skanda, putra Dewa Siwa dan Dewi Parwati (yang juga dikenal dengan nama Murugan dalam kebudayaan Tamil).[3] Meskipun berjudul Skanda, tetapi penyebutannya hanya beberapa kali saja dan lebih sedikit dibandingkan Purana-Purana lain yang mengagungkan Siwa.[3] Kitab tersebut menjadi catatan historis penting serta memengaruhi tradisi dan ritual Hindu yang berkaitan dengan Skanda.[3][4]

Referensi

sunting
  1. ^ Ganesh Vasudeo Tagare (1996). Studies in Skanda Purฤแน‡a. Published by Motilal Banarsidass, ISBN 81-208-1260-3
  2. ^ Bakker 2014, hlm.ย 4-6.
  3. ^ a b c Rocher 1986, hlm.ย 114, 229-238.
  4. ^ KK Kurukkal (1961), A Study of the Karttikeya Cult as reflected in the Epics and the Puranas, University of Ceylon Review, Vol. 19, pages 131-138

Pranala luar

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Pasupati

dijelaskan dalam sastra kuno seperti Nepala Mahatmya, yang ditemukan dalam Skandapurana versi lokal. Paล›upati merupakan kata majemuk dalam bahasa Sanskerta yang

Purana

Wayupurana Agnipurana Naradapurana Garudapurana Linggapurana Padmapurana Skandapurana Bhawisyapurana Brahmapurana Brahmandapurana Brahmawaiwartapurana Kurmapurana

Uparicarabasu

membuatnya mampu berkelana (cara) melampaui (upari) penghuni Bumi. Kitab Skandapurana dan Bayupurana mengisahkan bahwa Uparicarabasu merupakan seorang raja

Sandili

Hindu. Kisahnya tercatat dalam kitab Garudapurana, Markandeyapurana, Skandapurana, dan wiracarita Mahabharata. Legenda Hindu menyebutnya sebagai wanita

Kaumaram

sebagai Kumara atau Kartikeya) sebagai Tuhan Yang Mahakuasa. Menurut Skandapurana, Murugan merupakan putra bungsu Siwa dan Parwati, sedangkan Ganesa adalah

Nara dan Narayana

menafsirkan Visvaksena Samhita, bagian ke-11 kitab Brahmapurana, seperti kitab Skandapurana yang memberikan referensi langsung tentang Narayana yang menjelma ke

Nahusa

satu keluarga. Nahusa diangkat menjadi raja setelah Ayu pensiun. Kitab Skandapurana juga memiliki catatan riwayat Raja Nahusa. Diceritakan bahwa pada suatu

Kirtimuka

sebagai ragam hias pada bangunan, yang memiliki mitos asal mula di kitab Skandapurana dan Siwapurana. Dalam mitologi Hindu, kisah Kirtimuka bermula dari perseteruan