📑 Table of Contents
Cara artikulasi
Hambatan
Decakan
Letupan
Semburan
Letupan-balik
Gesekan
Desis
Desis alur
Konsonan lepas
Sengauan
Kepakan
Getaran
Hampiran
Geseran
Vokal
Semivokal
Sisi lidah

Dalam ilmu fonetik, hambatan atau obstruen adalah bunyi tuturan misal [k], [dอกส’], atau [f] yang dibentuk dengan menghambat aliran udara. Hambatan berbeda dengan sonoran, yang tak ada penghambatan demikian dan sehingga menggaung.[1] Semua hambatan adalah konsonan, tetapi sonoran meliputi konsonan dan juga vokal.

Subkelas

sunting

Hambatan dapat dibagi menjadi:

  • letupan (hentian mulut), misal [p, t, k, b, d, ษก], dengan halangan penuh pada saluran suara;
  • geseran, misal [f, ษธ, ฮธ, s, สƒ, x, v, ฮฒ, z, ส’, ษฃ], dengan penutupan terbatas, sehingga tak menghentikan aliran udara tetapi membuatnya bergolak;
  • gesekan, yang bermula dengan halangan penuh tetapi dilepas menjadi lepasan yang menyerupai geseran, misal [tอกสƒ] and [dอกส’].[2]

Penyuaraan

sunting

Hambatan sering kali bersifat nirsuara dalam purwarupanya, tetapi hambatan bersuara juga umum. Ini membedakannya dengan sonoran, yang dalam purwarupanya bersuara dan jarang sekali bersifat nirsuara secara fonemik.[3]

Rujukan

sunting
  1. ^ Gussenhoven, Carlos; Haike, Jacobs. Understanding Phonology, Fourth Edition, Routledge, 2017
  2. ^ Zsiga, Elizabeth. The Sounds of Language: An Introduction to Phonetics and Phonology. Wiley-Blackwell, 2013.
  3. ^ Blevins, Juliette (2018). "Evolutionary phonology and the life cycle of voiceless sonorants". Typological Studies in Language. 121: 31โ€“58. doi:10.1075/tsl.121.01ble.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Alfabet Fonetik Internasional

membatasi penggunaan diakritik ini untuk sonoran, dan mentranskripsikan obstruen dengan โŸจbสฑโŸฉ. ^l Huruf yang memakai diakritik ini cenderung relatif terhadap

Konsonan decak

langkah kaki kuda. Secara anatomis, Konsonan decak merupakan konsonan obstruen yang diartikulasikan dengan dua penutupan aliran udara (titik kontak) fi

Aksara Meroi

antara vokal, dan tidak memengaruhi vokal a seperti yang dilakukan huruf obstruen alveolar lain seperti t n s. Membandingkan dokumen baru dan lama, jelas

Daftar istilah linguistik

โ€“ netralisasi โ€“ nomen โ€“ nominalisasi - nominativus โ€“ nul morfem - nosi obstruen โ€“ objek โ€“ oklusif โ€“ onomatope โ€“ oronasal - oposisi โ€“ optatif โ€“ oral - oksimoron

Hukum Grimm

terdapat sepasang obstruen, maka hanya bunyi pertama yang akan mengalami pergeseran (apabila mungkin), dan tidak ada pergeseran obstruen yang kedua. Apabila

Fonologi bahasa Melayu

Prefiks ini mengalami peluruhan sebelum dan berasimilasi dengan konsonan obstruen: dwibibir /m/ sebelum /p, b/, konsonan rongga-gigi /n/ sebelum /t, d/,

Bahasa Foau

tersengaukan, bahkan sampai bentuk alofoninya. Bahasa Foau memiliki 16 konsonan obstruen yang terdiri atas 8 konsonan murni dan 8 konsonan terbibirkan, serta 1

Akar kata bahasa Proto-Indo-Eropa

*m, dilambangkan sebagai *M. Obstruen menempati urutan paling bawah dan dilambangkan sebagai *C. Selain itu, obstruen dapat dikategorikan lagi menjadi