| Okuribito | |
|---|---|
Poster rilis Jepang | |
| Sutradara | Yลjirล Takita |
| Produser | Yasuhiro Mase Toshiaki Nakazawa |
| Ditulis oleh | Kundล Koyama |
| Pemeran | |
| Penata musik | Joe Hisaishi |
| Sinematografer | Takeshi Hamada |
| Editor | Akimasa Kawashima |
Perusahaan produksi | |
| Distributor | Shochiku |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 130 menit |
| Negara | Jepang |
| Bahasa | Bahasa Jepang |
Pendapatan kotor | $70 juta[1] |
Okuribito (Jepang: ใใใใณใจ, Hepburn: Okuribito, "orang yang mengantar") adalah film drama Jepang tahun 2008 yang disutradarai oleh Yลjirล Takita dan dibintangi oleh Masahiro Motoki, Ryลko Hirosue, serta Tsutomu Yamazaki. Film ini bercerita mengenai seorang pria muda yang kembali ke kampung halamannya setelah gagal berkarier sebagai pemain selo dan akhirnya tersandung ke dalam pekerjaan sebagai nลkanshiโpengurus ritual pemakaman tradisional Jepang. Ia menjadi sasaran prasangka dari orang-orang di sekitarnya, termasuk dari istrinya, karena tabu sosial yang kuat terhadap orang-orang yang berurusan dengan kematian. Akhirnya ia memperbaiki hubungan antarpribadi tersebut melalui keindahan dan kemuliaan dari pekerjaannya.
Ide untuk menggarap Okuribito muncul setelah Motoki, yang terpengaruh dengan upacara pemakaman yang dilihatnya di sepanjang sungai Gangga ketika berkunjung ke India, mulai membaca secara luas mengenai topik kematian dan menemukan sebuah buku berjudul Coffinman. Ia merasa bahwa cerita ini dapat diadaptasi ke dalam sebuah film, dan pengerjaan Okuribito dapat diselesaikan satu dekade kemudian. Karena adanya prasangka oleh orang Jepang terhadap mereka yang menangani pemakaman, distributor enggan untuk merilisnyaโhingga film tersebut memenangkan nominasi utama yang mengejutkan di Festival Film Dunia Montreal pada Agustus 2008. Film tersebut dirilis di Jepang pada bulan berikutnya, yang kemudian memenangkan Penghargaan Akademi untuk Film Tahun Ini dan menjadi film domestik terlaris pada tahun itu. Kesuksesan terus berlanjut hingga puncaknya pada tahun 2009, ketika film ini menjadi film Jepang pertama yang memenangkan Penghargaan Akademi untuk Film Internasional Terbaik.[a]
Okuribito mendapatkan ulasan positif, dengan situs web Rotten Tomatoes menampilkan peringkat penerimaan sebesar 80% dari 108 ulasan untuk film ini. Para kritikus memuji humor film tersebut, keindahan upacara pemakaman, dan kualitas akting, tetapi beberapa orang mempermasalahkan prediktabilitas dan sentimentalitas yang terang-terangan. Para pengulas menyoroti berbagai aspek, terutama pada hadirnya kemanusiaan yang dibawa oleh kematian dan bagaimana hal tersebut dapat memperkuat ikatan keluarga. Kesuksesan Okuribito menyebabkan pembangunan tempat-tempat wisata di lokasi yang berhubungan dengan film tersebut dan peningkatan minat pada upacara pemakaman, serta adaptasi cerita dalam berbagai media, termasuk manga dan drama panggung.
Sinopsis
suntingDaigo Kobayashi (Masahiro Motoki) kehilangan pekerjaannya sebagai pemain selo ketika orkestra tempat ia bekerja ditutup. Ia dan istrinya Mika (Ryลko Hirosue) kemudian memutuskan untuk pindah dari Tokyo ke kampung halamannya di Yamagata, mereka tinggal di rumah masa kecilnya yang ditinggalkan ketika ibunya meninggal dua tahun sebelumnya. Rumah tersebut memiliki bagian depan berupa kedai kopi yang dahulu dijalankan oleh ayah Daigo, sebelum ia melarikan diri bersama dengan seorang pramusaji ketika Daigo berusia enam tahun. Sejak saat itu keduanya tidak pernah berhubungan lagi. Daigo membenci ayahnya dan merasa bersalah karena tidak dapat merawat ibunya dengan baik. Ia masih menyimpan "batu bertulis"โbatu yang konon menyampaikan makna melalui teksturnyaโyang diberikan ayahnya bertahun-tahun sebelumnya.
Daigo menemukan lowongan pekerjaan untuk "membantu keberangkatan". Ia mengira jika pekerjaan tersebut pasti berhubungan dengan agen perjalanan, sehingga ia langsung pergi ke kantor Agen NK untuk melakukan wawancara. Daigo mendapat penjelasan dari sekretaris kantor, Yuriko Kamimura (Kimiko Yo), bahwa ia akan bertugas mempersiapkan jenazah untuk dikremasi dalam upacara yang dikenal sebagai pemakaman. Meskipun enggan, Daigo langsung dipekerjakan dan menerima uang muka dari bos barunya, Sasaki (Tsutomu Yamazaki). Daigo merahasiakan tugas sebenarnya dari pekerjaannya itu dari Mika.
Tugas pertamanya adalah membantu pemakaman seorang wanita yang meninggal di rumah dan tidak ditemukan selama dua minggu. Ia dilanda mual dan kemudian dipermalukan oleh orang-orang di dalam bus ketika pulang kerja karena mencium aroma yang tidak sedap pada dirinya. Untuk membersihkan dirinya, ia mengunjungi pemandian umum yang sering ia kunjungi ketika masih kecil. Pemandian umum tersebut dimiliki oleh Tsuyako Yamashita (Kazuko Yoshiyuki), ibu dari salah satu teman sekelas Daigo semasa sekolah dahulu.
Seiring berjalannya waktu, Daigo mulai merasa nyaman dengan profesinya ketika ia menyelesaikan sejumlah tugas dan mendapatkan rasa terima kasih dari keluarga almarhum. Meskipun ia menghadapi pengucilan sosial, Daigo menolak untuk berhenti, bahkan setelah Mika memutuskan untuk meninggalkannya kembali ke rumah orang tuanya di Tokyo karena menemukan DVD pelatihan yang menunjukkan tugas Daigo. Teman sekelas Daigo semasa sekolah sekaligus anak dari pemilik pemandian umum, Yamashita (Tetta Sugimoto) bersikeras agar ia mencari pekerjaan yang lebih baik dan sejak saat itu, Yamashita menghindari Daigo dan keluarganya.
Setelah beberapa bulan, Mika kembali dan memberitahukan bahwa ia hamil. Ia bersikeras agar Daigo menemukan pekerjaan yang bisa dibanggakan oleh anak mereka kelak nanti. Selama perdebatan dengan istrinya, Daigo menerima panggilan untuk memakamkan Nyonya Yamashita. Daigo mempersiapkan jenazahnya di depan keluarga Yamashita dan Mika, yang mengenal pemilik pemandian umum tersebut. Upacara tersebut membuatnya dihormati oleh semua orang yang hadir, dan Mika berhenti untuk bersikeras agar Daigo mengganti pekerjaannya.
Beberapa waktu kemudian, Daigo diberitahukan soal kematian ayahnya. Daigo mengalami perasaan amarah yang hebat dan memberi tahu yang lain di kantor NK bahwa ia menolak untuk berurusan dengan tubuh ayahnya. Ayah Daigo merasa malu karena telah lama meninggalkan putranya sendiri, Yuriko menceritakan hal tersebut kepada Daigo agar dapat mengubah pikirannya. Daigo mencaci maki Yuriko dan bergegas keluar hingga menenangkan diri dan berbalik. Ia pergi bersama Mika untuk melihat jenazah ayahnya. Daigo tidak dapat mengenalinya pada awalnya, hingga merupakan merasa kesal ketika pengurus pemakaman setempat ceroboh dengan jenazahnya. Ia bersikeras untuk mendandaninya sendiri, dan ketika melakukannya ia menemukan batu bertulis yang ia berikan kepada ayahnya, dipegang erat-erat pada tangan jenazah ayahnya itu. Kenangan masa kecil mengenai wajah ayahnya kembali kepadanya, dan setelah ia menyelesaikan upacara, Daigo dengan lembut menekan batu bertulis tersebut di perut Mika yang sedang hamil.
Produksi
suntingLatar belakang budaya
suntingPemakaman Jepang umumnya dilakukan dalam tata cara ritual agama Buddha.[2] Saat mempersiapkan pemakaman, tubuh jenazah dibasuh dan rongga-rongga tubuh ditutupi dengan kapas atau kain kasa. Ritual pemakaman (disebut nลkan, bermakna keberangkatan), seperti yang digambarkan Okuribito jarang dilakukan, dan hanya dilakukan di daerah pinggiran.[3] Upacara ini tidak memiliki aturan baku, tetapi umumnya melibatkan ahli pemakaman profesional (disebut nลkanshi),[b] yang mempersiapkan tubuh jenazah, memakaikan pakaian putih, dan kadang kala memakaikan riasan wajah. Lalu jenazah diletakkan di atas es kering dalam peti mati, bersama dengan barang pribadi yang diperlukan dalam perjalanan menuju akhirat.[4]
Terlepas dari pentingnya ritual kematian, orang yang sudah meninggal dianggap tidak suci dalam budaya tradisional Jepang karena segala sesuatu yang berhubungan dengan kematian dianggap menjadi sumber kegare (kotoran). Setelah bersentuhan dengan jenazah, seseorang harus menyucikan diri melalui ritual penyucian.[5] Orang-orang yang bekerja dekat dengan jenazah, seperti pengurus pemakaman, dianggap tidak suci, dan selama zaman feodal mereka yang pekerjaannya berhubungan dengan kematian menjadi burakumin (orang yang tidak tersentuh), dan dipaksa untuk tinggal di dusun mereka sendiri dan didiskriminasikan oleh masyarakat luas. Meskipun terjadi pergeseran budaya sejak Restorasi Meiji pada tahun 1868, stigma kematian masih memiliki kekuatan yang cukup besar dalam masyarakat Jepang, dan diskriminasi terhadap mereka yang tidak tersentuh terus berlanjut.[c][6]
Hingga tahun 1972, sebagian besar kematian ditangani oleh keluarga, rumah duka, atau nลkanshi. Pada tahun 2014, sekitar 80% kematian terjadi di rumah sakit, dan persiapan jenazah sering dilakukan oleh staf rumah sakit; dalam kasus tersebut, keluarga sering tidak melihat jenazah sampai dimakamkan.[7] Sebuah survei pada tahun 1998 menemukan bahwa 29,5% dari penduduk Jepang percaya adanya kehidupan setelah kematian, dan 40% lainnya penasaran akan hal itu; kalangan yang paling banyak mempercayainya berasal dari kaum muda. Kepercayaan akan adanya jiwa (54%) dan hubungan antara dunia yang hidup dan yang mati (64,9%) juga sesuatu yang umum.[8]
Konsep dan praproduksi
suntingPada awal tahun 1990-an, Motoki yang berusia 27 tahun dan temannya berkunjung ke India; sebelum berangkat, ia membaca buku Momento Mori karya Shin'ya Fujiwara (bahasa Latin untuk "ingatlah bahwa engkau akan mati").[9] Ketika berada di India, ia mengunjungi Varanasi, di mana ia melihat sebuah upacara di mana jenazah dikremasi dan abunya diapungkan di Sungai Gangga.[10] Menyaksikan upacara kematian tersebut dengan berlatar kerumunan orang yang sibuk menjalani hidup mereka sangat memengaruhi Motoki.[9] Ketika ia kembali ke Jepang, ia membaca banyak buku mengenai kematian, dan pada tahun 1993, ia menulis sebuah buku mengenai hubungan antara hidup dan mati: Tenkuu SeizaโHill Heaven.[d][11] Salah satu buku yang ia baca adalah Coffinman: The Journal of a Buddhist Mortician yang merupakan otobiografi dari Shinman Aoki. Motoki mengatakan bahwa ia merasakan misteri dan kedekatan erotisisme dengan profesi yang ia rasa memiliki persamaan dengan dunia perfilman.[e][12]
Pendanaan untuk proyek film ini sulit diperoleh karena adanya tabu terhadap kematian, dan tim produksi mencoba untuk mendekati beberapa perusahaan sebelum Okuribito akhirnya disetujui oleh Toshiaki Nakazawa dan Yasuhiro Mase.[13] Menurut sutradara film, Yojiro Takita, pertimbangan dalam mengambil tema kematian untuk film ini adalah usia para kru: "kita sampai pada titik tertentu dalam hidup kita di mana kematian merayap menjadi unsur di sekitar kita".[14] Kundล Koyama diminta untuk menulis naskahnya, menjadi pengalaman pertamanya untuk menulis naskah layar lebar; sebelumnya ia hanya menulis naskah untuk televisi dan pertunjukan panggung.[15] Takita, yang memulai kariernya dalam genre film merah muda sebelum memasuki dunia perfilman arus utama pada tahun 1986 dengan Comic Magazine,[f] mengambil peran sebagai sutradara pada tahun 2006, setelah produser Toshiaki Nakazawa memberi draf pertama naskah kepadanya.[16] Dalam wawancara selanjutnya, ia menyatakan, "Saya ingin membuat film dari sudut pandang seseorang yang berurusan dengan sesuatu yang begitu universal tetapi dipandang rendah, dan bahkan didiskriminasi."[17] Meskipun ia mengetahui mengenai upacara pemakaman, ia sama sekali belum pernah melihat prosesinya.[3]
Produksi Okuribito memakan waktu selama sepuluh tahun, dan karya tersebut akhirnya hanya diadaptasi secara tidak sempit dari Coffinman;[18] revisi naskah selanjutnya dikerjakan secara kolaboratif oleh para pemain dan tim produksi.[19] Meskipun aspek keagamaan dari pemakaman penting di karya sumbernya (Coffinman), film tersebut tidak memasukkannya. Hal tersebut dikarenakan pembuatan film diselesaikan di Yamagata dan bukan di prefektur Toyama, rumah Aoki, yang menyebabkan ketegangan antara staf produksi dan penulis. Aoki menyatakan keprihatinannya bahwa film tersebut tidak dapat membahas "nasib akhir orang yang meninggal".[20] Edisi pertama buku Coffinman dibagi menjadi tiga bagian; yang ketiga, "Cahaya dan Kehidupan", adalah renungan Buddhis yang berbentuk seperti esai mengenai hidup dan mati, mengenai "cahaya" yang terlihat ketika seseorang merasakan pembauran hidup dan mati. Bagian ini tidak dimasukkan dalam film tersebut.[21] Aoki percaya bahwa pendekatan humanistik film tersebut menghilangkan aspek-aspek keagamaan yang menjadi inti dari buku Coffinmanโpenekanan pada pemeliharaan hubungan antara yang hidup dan yang mati yang ia rasa hanya bisa diberikan oleh agamaโdan menolak untuk mengizinkan nama dan bukunya digunakan.[22] Untuk judul baru, Koyama menciptakan istilah okuribito sebagai eufemisme untuk nลkanshi, yang berasal dari kata okuru ("mengirim") dan hito ("orang").[23]
Meskipun buku dan film tersebut memiliki dasar pemikiran yang sama, detail dalam keduanya sangat berbeda; Aoki menghubungkan perubahan ini dengan studio yang membuat cerita tersebut menjadi lebih komersial.[24] Keduanya menampilkan protagonis yang menanggung kegelisahan dan prasangka karena pekerjaannya sebagai nลkanshi,[22] mengalami pertumbuhan pribadi sebagai hasil dari pengalamannya, dan menemukan makna baru dalam hidup ketika dihadapkan dengan kematian.[25] Dalam buku dan film tersebut, karakter utama berurusan dengan prasangka masyarakat dan kesalahpahaman atas profesinya.[26] Dalam Coffinman, protagonisnya merupakan pemilik kafe pub yang gulung tikar; istrinya melemparkan koran padanya selama pertengkaran rumah tangga, di mana ia menemukan lowongan untuk pekerjaan nลkanshi.[27] Ia menemukan kebanggaan terhadap pekerjaannya untuk pertama kalinya ketika berhadapan dengan tubuh mantan pacarnya.[26] Koyama mengubah protagonis dari pemilik bar menjadi pemain selo karena dia menginginkan tema orkestrasi selo masuk ke dalam film tersebut.[28] Perbedaan lainnya diantaranya memindahkan latar tempat dari Toyoma ke Yamagata untuk kenyamanan pembuatan film, membuat "batu bertulis" menjadi bagian besar dari alur cerita,[29] dan menghindari adegan yang berat, seperti adegan religius dan adegan ketika Aoki berbicara mengenai melihat "cahaya" dalam segerombolan belatung.[22] Koyama juga menambahkan subalur ketika Daigo dapat memaafkan mendiang ayahnya; diambil dari novel yang ditulisnya, dimaksudkan untuk menutup cerita dengan "beberapa rasa kebahagiaan".[30]
Pemilihan pemeran
sunting
Motoki, yang saat itu berusia 40-an tahun dan sedang membangun reputasi sebagai seorang realis, berperan sebagai Daigo.[g][31] Aktor kawakan Tsutomu Yamazaki terpilih untuk memerankan Sasaki;[32] Takita pernah bekerja sama dengan Yamazaki dalam We Are Not Alone (1993).[33] Meskipun karakter Mika pada awalnya direncanakan memiliki usia yang sama seperti Daigo, peran itu kemudian diberikan kepada seorang penyanyi pop Ryoko Hirosue, yang sebelumnya berperan dalam film Takita berjudul Himitsu pada tahun 1999.[h] Takita beralasan bahwa aktris yang lebih muda akan lebih mewakili pertumbuhan pasangan utama dari kenaifan.[32] Dalam wawancara pada tahun 2009, Takita menyatakan bahwa ia telah memilih "semua orang yang ada dalam daftar keinginannya" untuk bermain di filmnya.[34]
Motoki mempelajari seni pemakaman secara langsung dari seorang pengurus pemakaman, dan mencoba membantu dalam sebuah upacara pemakaman yang sebenarnya; ia kemudian menyatakan bahwa pengalaman itu memberinya "rasa misi...untuk mencoba menggunakan kehangatan manusia sebanyak yang saya bisa untuk mengembalikan [almarhum] pada sosok hidupnya untuk ditunjukkan kepada keluarganya".[35] Motoki kemudian melatih dirinya dengan berlatih pada manajer bakatnya sampai dia merasa menguasai prosedurnya, yang gerakannya lebih rumit dan halus dibandingkan dengan upacara minum teh Jepang.[36] Takita menghadiri upacara pemakaman untuk memahami perasaan keluarga yang ditinggalkan, sementara Yamazaki tidak pernah berpartisipasi dalam pelatihan pemakaman.[37] Motoki juga mempelajari cara memainkan selo untuk bagian awal film.[38]
Untuk memberikan tubuh yang realistis sekaligus mencegah jenazah bergerak, kru memilih figuran yang bisa berbaring setenang mungkin setelah proses pemilihan pemeran yang panjang. Bagi pemilik pemandian Tsuyako Yamashita, hal tersebut tidak mungkin karena perlu untuk melihat gerakannya terlebih dahulu, dan pencarian tubuh ganda tidak membuahkan hasil. Pada akhirnya, kru menggunakan efek digital untuk mentransplantasikan gambar diam aktor selama adegan pemakaman karakter, memungkinkan efek yang realistis.[34]
Pembuatan film dan pascaproduksi
suntingOrganisasi nirlaba Sakata Location Box dibentuk pada Desember 2007 untuk menangani masalah di lokasi seperti mengatur perekrutan tambahan dan menegosiasikan lokasi. Setelah memutuskan untuk melakukan perekaman film di Sakata, staf Location Box memiliki waktu selama dua bulan untuk mempersiapkan delapan puluh anggota kru film.[39] Negosiasi berjalan lambat, karena banyak pemilik properti lokal yang kehilangan minat setelah mengetahui bahwa pembuatan film akan melibatkan adegan pemakaman; mereka yang setuju bersikeras agar proses perekaman film dilakukan di luar jam kerja.[40]

Toyama merupakan latar dari Coffinman dan prefektur asal Takita, tetapi perekaman dilakukan di Yamagata; hal ini sebagian besar dikarenakan Asosiasi Nลkan nasional, yang berkantor pusat di Hokkaido, memiliki kantor cabang di Sakata.[41] Beberapa adegan awal berlatar pemandangan bersalju diambil pada tahun 2007, dan pembuatan film utama dimulai pada April 2008, berlangsung selama 40 hari.[42] Lokasi pembuatan film termasuk Kaminoyama, Sakata, Tsuruoka, Yuza, dan Amarume.[43] Kantor Agen NK direkam di gedung tiga lantai bergaya Barat di Sakata yang dibangun antara pertengahan Zaman Meiji dan Taishล (1880-an-1920-an). Awalnya merupakan sebuah restoran bernama Kappo Obata, yang gulung tikar pada tahun 1998.[44] Kafe keluarga Kobayashi, yang disebut Concerto dalam film tersebut, terletak di Kaminoyama di bekas salon kecantikan. Dari seratus kandidat, Takita memilihnya karena suasananya sebagai bangunan tua dengan pemandangan yang jelas dari sungai terdekat dan pegunungan di sekitarnya.[45] Adegan rekaman DVD pelatihan dilakukan di Sakata Minato-za, bioskop pertama Yamagata, yang ditutup sejak 2002.[46]
Lagu tema untuk Okuribito dibuat oleh Joe Hisaishi, seorang komposer yang telah mendapatkan pengakuan internasional untuk karyanya dengan Hayao Miyazaki dan Studio Ghibli. Sebelum perekaman film dimulai, Takita memintanya untuk menyiapkan sebuah lagu tema yang akan mewakili perpisahan antara Daigo dan ayahnya, serta cinta seorang petugas pemakaman untuk istrinya.[47] Karena pentingnya selo dalam narasinya, Hisaishi menekankan instrumen tersebut dalam lagu temanya;[48] ia menggambarkan tantangan untuk memusatkan skor pada selo sebagai salah satu hal tersulit yang pernah ia lakukan.[49] Skor tersebut dimainkan selama perekaman film, yang menurut Takita "memungkinkan [para kru] untuk memvisualisasikan banyak emosi dalam film tersebut" dan dengan demikian berkontribusi pada kualitas karya yang diselesaikan.[50]
Gaya
suntingSebagai "bagian dramatis utama", upacara pemakaman dalam Okuribito menerima berbagai macam komentar.[51] Mike Scott, dalam The Times-Picayune, mengatakan bahwa adegan tersebut indah dan memilukan. Nicholas Barber dalam The Independent mendeskripsikannya sebagai adegan yang "elegan serta bermartabat".[52] James Adams dalam The Globe and Mail menyatakan bahwa upacara tersebut merupakan ritual dari ketenangan, anugerah yang dapat menghipnosis, dengan kemahiran yang dapat menyihir."[53] Seiring berlalunya film tersebut, Paul Byrnes dari The Sydney Morning Herald berpendapat bahwa penonton dapat memperoleh pengetahuan serta pentingnya upacara tersebut.[51] Penonton melihat bahwa upacara tersebut bukan hanya tentang bagaimana mempersiapkan jenazah, tetapi juga tentang "membawa kemuliaan pada kematian, penghormatan kepada orang yang meninggal dan penghibur bagi mereka yang berduka", jenazah dapat membantu dalam memperbaiki ikatan keluarga yang rusak dan menyembuhkan kerusakan yang terjadi pada mereka yang ditinggalkan.[54]
Terdapat idealisasi nลkanshi seperti yang disajikan dalam film. Orang yang meninggal dalam film ini masih muda atau sudah disiapkan, sehingga "penonton dapat dengan mudah mentoleransi gambar-gambar ini di layar".[55] Jenazah yang tidak ditemukan selama beberapa hari tidak pernah ditampilkan di film.[55] Tidak ada jenazah yang menunjukkan sosok kurus dari orang yang meninggal dikarenakan sakit berkepanjangan, atau luka dan memar korban kecelakaan.[56] Ahli Jepang, Mark R. Mullins, menulis bahwa rasa syukur yang ditampilkan dalam Okuribito mungkin tidak akan terjadi dalam kehidupan nyata; menurut Coffinman, "tidak ada strata yang paling rendah daripada pengurus pemakaman, dan kebenarannya adalah bahwa [orang-orang Jepang] takut pada peti mati dan kremator seperti halnya kematian dan mayat".[57]

Dalam sebuah montase, adegan Daigo memainkan selo masa kecilnya sambil duduk di luar ruangan diselingi dengan adegan upacara pemakaman. Byrnes percaya bahwa adegan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan muatan emosional film,[51] dan Roger Ebert, dari Chicago Sun-Times menganggapnya sebagai "adegan fantasi yang indah" ketika kamera "diberikan kebebasan mendadak" dari standar perekaman film pada umumnya.[58] Yoshiko Okuyama dari Universitas Hawaii di Hilo menemukan bahwa gerakan cekatan Daigo dalam memainkan selo mencerminkan profesionalisme tingkat tinggi yang dicapainya.[59] Beberapa pengulas, seperti Leigh Paatsch dari Herald Sun, mempertanyakan perlunya adegan tersebut.[60] Sepanjang lagu tema film, musik selo tetap dominan.[53] Takita menarik kesejajaran antara instrumen selo dan upacara pemakaman, menyatakan bahwa
... ironisnya, terdapat kesamaan antara proses pemakaman dan tindakan memainkan selo. Ketika Anda memainkan selo, instrumen tersebut memiliki badan, bagian yang berbentuk lekukan. Pemain selo merangkul badan saat memainkan instrumen tersebut, dengan cinta, dan penuh kasih sayang. Hal tersebut sangat mirip, secara fisik, dengan tindakan pengurus pemakaman, membuai badan tersebut, dengan halus dan lembut.[61]
Byrnes menemukan bahwa Okuribito menggunakan simbol sakura, bunga yang mekar setelah musim dingin hanya untuk melayukan dirinya setelah itu, untuk menggambarkan kefanaan kehidupan; melalui pemahaman ini, tulisnya, orang Jepang berusaha mendefinisikan keberadaan mereka sendiri. Simbol-simbol alam selanjutnya disajikan melalui perubahan musim, yang "menunjukkan perubahan emosional yang halus" dalam karakter tersebut,[51] serta batu bertulis, yang mewakili "cinta, komunikasi, [dan] tongkat estafet yang diturunkan dari generasi ke generasi".[62] Latar film ini digunakan untuk menyampaikan sensasi berbeda, termasuk kesunyian pedesaan dan keintiman pemandian umum.[63] Warna putih, yang dimanifestasikan melalui salju, krisan, dan objek lainnya, terlihat jelas dalam film tersebut; Okuyama menunjukkan bahwa hal ini, bersama dengan musik klasik dan gerakan tangan yang diritualkan, mewakili kesucian dan kemurnian dari upacara kematian.[64]
Okuribito menggabungkan aspek humor, pelengkap "tidak terduga" untuk tema kematian yang disugestikan Ebert dapat digunakan untuk menutupi ketakutan penonton.[65] Betsy Sharkey, dari Los Angeles Times, berpendapat bahwa, melalui penggunaan humor ini, film tersebut menjadi tidak terlalu gelap dan malah bertindak sebagai "perpaduan hangat" antara imajinasi dan ironi.[54] Humor ini bermanifestasi dalam berbagai cara, seperti adegan ketika "Daigo yang malu-malu, hanya mengenakan sebuah popok dewasa, membuatnya merasa enggan sebagai model" untuk video pelatihan mengenai proses pemakaman, serta adegan ketika Daigo menyadari bahwa orang yang ia persiapkan adalah seorang transwanita.[i][66] Takita menyatakan bahwa penambahan unsur humor merupakan hal yang disengaja karena manusia pada dasarnya jenaka, dan humor tersebut tidak bertentangan dengan unsur gelap film tersebut.[17]
Tema
suntingBeberapa kritikus membahas tema kematian yang digunakan dalam Okuribito. Scott menyoroti perbedaan antara tabu kematian dan nilai-nilai pekerjaan yang terkait dengannya. Ia juga menandai peran dari pengurus pemakaman dalam menunjukkan "tindakan belas kasih terakhir" untuk orang yang meninggal dengan cara memelihara kenangan yang membanggakan dalam hidup mereka.[67] Pada awalnya, Daigo dan keluarganya tidak dapat mengatasi tabu dan rasa mual saat berhadapan dengan kematian. Daigo diasingkan dari istrinya dan teman-temannya karena nilai-nilai tradisional.[63] Pada akhirnya, melalui pekerjaannya dengan kematian, Daigo menemukan penyelesaian, dan, seperti yang disimpulkan oleh Peter Howell dari Toronto Star, penonton menyadari bahwa "kematian mungkin merupakan akhir dari kehidupan, tetapi itu bukan akhir dari kemanusiaan".[63] Okuyama menulis bahwa, pada akhirnya, film ini (dan buku yang mendasarinya) berfungsi sebagai "protes yang tenang tetapi gigih" terhadap diskriminasi terus-menerus terhadap orang-orang yang berurusan dengan kematian di Jepang era modern: kematian adalah bagian yang normal dalam kehidupan, bukan sesuatu yang menjijikkan.[68]
Seiring dengan tema kematian ini, Takita percaya bahwa Okuribito merupakan cerita mengenai kehidupan, mengenai ditemukannya perasaan manusia yang hilang;[27] Daigo memperoleh perspektif yang lebih besar mengenai kehidupan dan menyadari keragaman kehidupan manusia hanya setelah mempertemukan mereka dengan kematian.[69] Kehidupan ini termasuk ikatan kekeluargaan: Daigo berdamai dengan ayahnya merupakan motif utama, adegan pemakaman berfokus pada anggota keluarga yang masih hidup daripada yang sudah meninggal, dan bahkan di kantor Agen NK, percakapan sering kali berkisar pada masalah keluarga. Kehamilan Mika merupakan katalis untuk rekonsiliasinya dengan Daigo.[22]
Ebert menulis bahwa, sama seperti film Jepang lainnya seperti Tokyo Story (1953) dan The Funeral (1984), Okuribito berfokus pada efek kematian pada orang yang selamat; kehidupan setelah kematian tidak banyak dibicarakan.[70] Ia menganggap hal tersebut merupakan indikasi dari "penerimaan kematian yang dalam dan tidak sensasional" dalam budaya Jepang, yang tidak harus dihadapi dengan kesedihan yang ekstrem, tetapi dengan kontemplasi.[71] Takita menyatakan bahwa ia bermaksud untuk fokus pada "dialog antara orang yang meninggal dan keluarga yang ditinggalkannya".[17] Film ini menimbulkan pertanyaan mengenai kehidupan setelah kematian: kremasi menyamakan kematian dengan "pintu gerbang", dan Okuyama menulis bahwa dalam pengertian ini kremator adalah penjaga gerbang dan pengurus pemakaman adalah pemandu.[23]
Byrnes menemukan bahwa Okuribito menyebabkan orang-orang bertanya sejauh mana pengaruh modernitas terhadap budaya Jepang, dengan memperhatikan arus bawah dari "sikap dan nilai-nilai tradisional" yang meresapi film tersebut. Meskipun upacara pemakaman secara tradisional diselesaikan oleh keluarga almarhum, penurunan minat untuk mengurus upacara pemakaman membuka "peluang pasar" untuk pekerjaan pengurus pemakaman profesional.[51] Okuyama menulis bahwa, melalui film ini, Takita mengisi "kekosongan spiritual" yang disebabkan oleh penyimpangan tradisi dalam Jepang modern.[72] Tadao Sato menghubungkan tema modernisasi ini dengan tema kematian, menjelaskan bahwa perlakuan tidak pahit yang luar biasa dari film ini terhadap kematian menunjukkan sebuah evolusi dalam perasaan orang Jepang mengenai hidup dan mati. Ia menganggap film tersebut memperlakukan nลkan sebagai nilai seni daripada upacara keagamaan untuk merefleksikan sikap agnostik dalam Jepang modern.[22]
Perilisan
suntingTopik yang tabu dari Okuribito membuat para calon distributor ragu untuk mengambil film tersebut.[73] Survei yang dilakukan saat pemutaran pra-rilis menempatkannya pada bagian bawah daftar film yang ingin ditonton penonton.[73] Debut film ini di Festival Film Dunia Montreal pada Agustus 2008 yang memenangkan penghargaan utama memberikan tambahan kepercayaan bagi distributor untuk memilih Okuribito; hal tersebut akhirnya membuat film ini dirilis secara domestik di Jepang pada 13 September 2008.[74] Bahkan kemudian, karena tabu yang kuat terhadap kematian, Takita khawatir mengenai penerimaan film dan tidak berharap jika film ini sukses secara komersial, dan yang lain menyatakan keprihatinan bahwa film ini tidak memiliki target penonton yang jelas.[75]
Kekhawatiran tersebut kemudian sirna; Okuribito yang melakukan debut di Jepang menempati posisi kelima, dan selama minggu kelima penayangannya, film tersebut mencapai posisi puncak di posisi ketiga.[73] Film ini berhasil menjual 2,6 juta tiket di Jepang dan menghasilkan pendapatan box office sebesar 3,2 miliar yen ($32 juta) dalam lima bulan setelah debutnya.[76] Film ini masih ditayangkan di 31 bioskop ketika kesuksesannya di Academy Awards pada Februari 2009 kembali diminati; jumlah bioskop yang menayangkannya meningkat menjadi 188 bioskop dan film ini kembali menghasilkan ยฅ2.8 miliar ($28 juta), dengan total pendapatan sebesar ยฅ6 miliar ($60 juta). Hal ini membuat Okuribito menjadi film domestik dengan pendapatan kotor tertinggi dan film terlaris ke-15 secara keseluruhan pada tahun 2008.[77] Produser eksekutif Yasuhiro Mase menyatakan kesuksesan tersebut merupakan dampak dari Resesi Besar di Jepang: para penonton mulai mencari pekerjaan setelah berempati dengan Daigo.[78]
Sejak awal, film tersebut dimaksudkan untuk dirilis secara internasional; karena bahasa Inggris dianggap sebagai bahasa utama dalam festival film internasional, teks bahasa Inggris disiapkan. Terjemahannya dikerjakan oleh Ian MacDougall.[79] Ia percaya cara kerja dari dunia pengurus pemakaman jauh dari pengalaman sebagian besar orang Jepang seperti halnya penonton non-Jepang. Oleh karena itu, ia merasa terjemahan yang tepat adalah yang terbaik, tanpa mengkhawatirkan unsur lintas-budaya yang tidak dimengerti oleh para penonton luar negeri.[80]
Pada September 2008, ContentFilm mengakuisisi hak internasional untuk Okuribito, yang pada saat itu telah dilisensikan untuk pemutaran di negara-negara seperti Yunani, Australia, dan Malaysia; film tersebut akhirnya diputar di 36 negara.[81] Distribusi Amerika Utara ditangani oleh Regent Releasing, dan Okuribito menerima perilisan terbatas di sembilan bioskop mulai 29 Mei 2009. Secara keseluruhan, film tersebut menghasilkan hampir $1,5 juta selama penayangannya di Amerika Utara sebelum ditutup pada 24 Juni 2010.[82] Di Britania Raya, Okuribito tayang perdana pada 4 Desember 2009 dan didistribusikan oleh Arrow Film Distributors.[83] Film tersebut memperoleh pendapatan kotor di seluruh dunia hampir $70 juta.[84]
Adaptasi dan media lainnya
suntingSebelum Okuribito ditayangkan perdana, sebuah adaptasi manga oleh Akira Sasล diserialisasikan dalam dua belas bab pada majalah dwi-mingguan Big Comic Superior, dari Februari hingga Agustus 2008. Sasล sepakat untuk mengadaptasikannya karena ia terkesan dengan naskahnya. Ia diberi kesempatan untuk menonton film tersebut sebelum memulai adaptasi, dan merasa bahwa adaptasi yang terlalu literal tidak akan sesuai. Ia membuat perubahan pada latar dan penampilan fisik karakter, dan meningkatkan fokus pada peran musik dalam cerita tersebut.[85] Kemudian pada tahun 2008, serial tersebut dikompilasikan dalam volume dengan 280 halaman yang dirilis oleh Shogakukan.[86]
Pada 10 September 2008, tiga hari sebelum penayangan perdana Okuribito di Jepang, sebuah album lagu tema untuk film tersebutโberisi sembilan belas lagu dari film tersebut dan menampilkan penampilan orkestra oleh anggota Orkestra Simfoni Metropolitan Tokyo dan NHK dirilis oleh Universal Music Japan.[87] Penyanyi pop Ai menyediakan lirik dengan musik oleh Hisaishi untuk image song "Okuribito/So Special"; dibawakan oleh Ai dengan aransemen selo dan orkestra, singel tersebut dirilis oleh Universal Sigma pada 10 September 2008 bersama dengan video promosi.[88] Lembaran musik untuk jalur suara film tersebut diterbitkan oleh KMP pada tahun 2008 (untuk selo dan piano) dan Onkyล pada tahun 2009 (untuk selo, biola, dan piano).[89]
Shinobu Momose, seorang penulis yang berspesialisasi dalam novelisasi, mengadaptasi Okuribito sebagai sebuah novel. Novel tersebut diterbitkan oleh Shogakukan pada tahun 2008. Pada tahun tersebut, perusahaan tersebut juga merilis Ishibumi[j] (batu bertulis), sebuah buku bergambar mengenai tema film yang diceritakan dari sudut pandang sebuah batu bersurat; buku tersebut ditulis oleh Koyama dan diilustrasikan oleh Seitarล Kurota.[90] Pada tahun berikutnya, Shogakukan menerbitkan edisi draf pertama skenario Koyama.[91] Sebuah versi drama panggung dari film tersebut, yang juga berjudul Okuribito, ditulis oleh Koyama dan disutradarai oleh Takita. Drama panggung tersebut melakukan debut di Akasaka ACT Theater pada 29 Mei 2010, yang menampilkan aktor kabuki Nakamura Kankurล sebagai Daigo dan Rena Tanaka sebagai Mika.[92] Drama panggung tersebut, menyangkut ketidakamanan putra pasangan tersebut atas profesi Daigo.[93]
Rilisan video rumahan
suntingPerilisan DVD dual-layer, dengan fitur khusus termasuk cuplikan film, dokumentasi pembuatan film, dan rekaman upacara pemakaman, dirilis di Jepang pada 18 Maret 2009.[94] Edisi DVD Amerika Utara dari Okuribito, mencakup wawancara dengan sutradara, dirilis oleh Koch Vision pada 12 Januari 2010; film tersebut tidak disulihsuarakan ke dalam bahasa Inggris, melainkan disajikan dengan audio dalam bahasa Jepang dan takarir dalam bahasa Inggris. Edisi Blu-ray menyusul pada Mei 2010.[95] Rilisan video rumahan ini menerima ulasan yang beragam. Franck Tabouring dari DVD Verdict sangat memuji film dan transfer digital tersebut, visual yang bersih dan tajam serta audio (terutama musiknya) "menyenangkan untuk didengarkan".[96] Thomas Spurlin, yang menulis untuk DVD Talk, menilai rilisan tersebut sebagai "sangat direkomendasikan", dengan fokus pada "kekuatan yang tidak terduga" dari kualitas film tersebut.[97] Penulis lain dari situs web tersebut, Jeremy Mathews, menyarankan pembaca untuk "lewati saja", karena DVD tersebut merupakan presentasi yang sesuai dari materi sumberโyang ia anggap "dengan sendirinya mengurangi canggung, mencoba mengisi cangkir pada keanehan dan komedi yang kuat, adegan pemedih mata yang berulang-ulang".[98] Kedua pengulas DVD Talk tersebut setuju bahwa kualitas audio dan visual kurang dari sempurna, dan bahwa konten tambahan DVD tersebut buruk; Mathews menggambarkan wawancara itu sebagai sutradara yang menjawab "pertanyaan membosankan dengan cara yang membosankan".[99]
Sambutan
suntingUlasan
suntingOkuribito umumnya mendapat ulasan positif dari para kritikus. Pengumpul ulasan Rotten Tomatoes mengambil sampel dari 108 pengulas dan menilai peringkat persetujuan sebesar 80%, dengan skor rata-rata 7,06 dari 10. Konsensus kritikal situs web tersebut menyatakan, "Jika lambat dan dapat diprediksi, Okuribito merupakan kisah yang tenang dan menguatkan kehidupan".[100] Agregator Metacritic memberikan skor pada film tersebut sebesar 68 dari 100, berdasarkan 27 ulasan.[101]
Ulasan domestik
suntingUlasan-ulasan awal di Jepang cenderung positif. Dalam Kinema Junpo, Tokitoshi Shioda memuji Okuribito sebagai titik balik dalam karier Takita, sebuah drama yang menangkap tawa dan air mata,[102] sementara dalam publikasi yang sama, Masaaki Nomura menggambarkan film tersebut sebagai karya yang luwes dan mendalam yang mungkin mengindikasikan perubahan dalam periode kedewasaan Takita, memuji sutradara karena menangkap perasaan manusia dari penampilan Motoki sebagai pengurus pemakaman yang bersungguh-sungguh.[103] Dalam tulisannya pada Yomiuri Shimbun, Seichi Fukunaga memuji Takita karena menggunakan cerita yang menyentuh dan emosional yang sarat dengan humor untuk membalikkan prasangka terhadap topik yang tabu. Ia memuji penampilan Motoki dan Yamazaki, terutama saat mereka memerankan Daigo yang serius melawan Sasaki yang kebingungan.[104]
Dalam Asahi Shimbun, Sadao Yamane berpendapat bahwa film tersebut dibuat dengan mengagumkan dan memuji penampilan para aktornya. Yamane sangat terkesan dengan gerakan tangan yang halus yang ditunjukkan oleh Motoki ketika ia melakukan upacara pemakaman.[105] Tomomi Katsuta dalam Mainichi Shimbun menyatakan bahwa Okuribito merupakan sebuah cerita penuh makna yang membuat penontonnya berpikir mengenai ragam kehidupan yang dijalani orang-orang dan memaknai orang yang sekarat. Dalam surat kabar yang sama, Takashi Suzuki menganggap film ini berkesan tetapi dapat diprediksi, dan Yลซji Takahashi berpendapat bahwa kemampuan film tersebut untuk menemukan kebaikan dalam subjek yang penuh prasangka merupakan pencapaian yang sangat baik.[106] Shลko Watanabe memberi empat dari lima bintang untuk Okuribito dalam surat kabar The Nikkei serta memuji penampilan para aktor yang terkesan alami.[107]
Setelah kesuksesan Okuribito di Academy Awards, kritikus Saburล Kawamoto menyatakan bahwa film tersebut menunjukkan Jepang yang dapat dipahami oleh orang Jepang, karena di negara yang sangat menjunjung kebiasaan kunjungan ke makam leluhur,[k] kematian selalu menjadi urusan keluarga. Ia percaya bahwa film tersebut memiliki "keindahan samurai" di dalamnya dengan beberapa adegan keluarga yang duduk dengan gaya seiza.[22] Kritikus Yลซichi Maeda memberikan nilai 90% untuk film tersebut dan memuji penampilan dari dua pemeran utama untuk sebagian besar kesuksesan film tersebut. Ia memuji dampak emosional serta keseimbangan dari keseriusan dan humor, tetapi lebih kritis terhadap hubungan ayah-anak, yang dianggap berlebihan. Maeda menghubungkan kesuksesan internasional film tersebut, terlepas dari banyaknya konten Jepang itu sendiri, dengan penggambaran yang jelas dari pandangan Jepang mengenai hidup dan mati. Ia menemukan skala konseptual dari film tersebut memiliki kesamaan dengan Hollywood (sesuatu yang ia anggap kurang dalam kebanyakan film Jepang).[108]
Pengulas Takurล Yamaguchi memberikan nilai sebesar 85% untuk film tersebut dan menemukan penggambaran subjeknya yang cukup menawan. Ia memuji dampak emosional dan humor yang tenang, perpaduan pemandangan Jepang utara dengan musik selo dari Hisaishi, dan semangat Jepang dalam film tersebut.[109] Kritikus media Sadao Yamane menemukan keindahan bergerak yang berasal dari gerakan tangan Sasaki yang tangkas ketika mengajari Daigo mengenai persiapan tubuh dan meyakini bahwa pembacaan sebelumnya dari naskah asli akan memperdalam pemahaman penonton mengenai tindakan tersebut.[110] Mark Schilling dari The Japan Times memberikan empat dari lima bintang untuk film tersebut, memuji akting meskipun mengkritik idealisasi yang tampak dari pengurus pemakaman. Ia menyimpulkan bahwa film tersebut "membuat kasus yang baik mengenai adat pemakaman Jepang."[111]
Ulasan internasional
sunting
Secara internasional, Okuribito menerima ulasan yang beragamโkebanyakan dari ulasan tersebut merupakan ulasan positif. Ebert memberikan empat bintang kepada film tersebut[71] dan menyebutnya sebagai "sangat kuat pada dasarnya"[58] dengan menyoroti sinematografi, musik dan pemeran Yamazaki sebagai Sasaki. Ia menemukan bahwa film ini "berfungsi dengan sempurna" dan "sangat baik dalam memperoleh akhir menyeluruh dari narasi".[58] Derek Armstrong dari AllMovie memberikan empat dari lima bintang untuk film tersebut dan menyebutnya sebagai "sebuah film dengan keindahan lirik" yang "penuh dengan kebahagiaan kecil".[112] Dalam sebuah ulasan empat bintang, Byrnes menggambarkan film tersebut sebagai "meditasi bergerak pada kefanaan hidup" yang menunjukkan "hebatnya kemanusiaan" dan menyimpulkan bahwa "film ini merupakan film yang indah tetapi membutuhkan dua sapu tangan."[51] Howell memberikan tiga dari empat bintang untuk film ini dan memuji akting serta sinematografi. Ia menulis bahwa Okuribito "secara diam-diam menumbangkan ekspektasi estetika dan emosional" tanpa menghilangkan "maksud yang baik"[63] Dalam sebuah ulasan tiga setengah bintang, Claudia Puig dari USA Today memuji Okuribito sebagai film yang "disusun dengan indah" serta, meskipun dapat diprediksi, "emosional, menyentuh" dan "sangat mendalam".[113]
Philip French dari The Observer memuji Okuribito sebagai film yang "mengharukan, sangat menghibur", yang "dikomposisikan dengan cermat" oleh sutradaranya.[114] Sharkey menganggapnya sebagai "perjalanan yang memilukan secara emosional dengan seorang pria pendiam", yang diperankan dengan baik oleh "aktor yang bergerak dengan mudah, dan tenang" dalam berbagai adegan.[54] Dalam Entertainment Weekly, Owen Gleiberman memberikan nilai Bโ untuk film ini, dengan pertimbangan "lembut dan, terkadang, agak gemas", meskipun dapat memengaruhi siapa saja yang kehilangan orang tuanya.[115] Barber menganggap Okuribito sebagai "menyentuh, sederhana, [dan] lumayan lucu" dan patut ditonton (meskipun pada akhirnya dapat diprediksi).[116] Mike Scott memberikan tiga setengah dari empat bintang untuk film ini dan menggambarkannya sebagai "sorotan inspiratif mengenai kehidupan dan kehilangan" dengan humor yang secara sempurna melengkapi "kisah menyentuh dan bermakna", tetapi mendorong karakter untuk "menampakkan wajah di depan kamera".[67]
Sementara itu, Kevin Maher dari The Times menggambarkan Okuribito sebagai "komedi yang emosional" dengan "tombol tekan menangis" yang melelahkan, meskipun ia menganggapnya diselamatkan oleh kualitas akting, penyutradaraan yang "terarah", dan jalur suara yang "memukau".[117] Ulasan lainnya diterbitkan dalam The Daily Telegraph, yang menggambarkan film tersebut sebagai "daya tarik yang murah hati secara emosional dan aman" yang tidak layak mendapatkan Academy Award.[118] Philip Kennicott menulis dalam The Washington Post bahwa film tersebut "dipoles dengan baik", dapat diprediksi tetapi siap untuk mematahkan tabu, tenggelam dalam kematian namun tidak mampu menghindari "selera sentimentalitas orang Jepang yang menjengkelkan".[119] Dalam majalah Variety, Eddie Cockrell menulis bahwa film tersebut menawarkan "gambaran menarik" mengenai upacara pemakaman tetapi seharusnya memiliki waktu tayang yang jauh lebih singkat.[120] Paatsch memberi tiga dari lima bintang untuk Okuribito serta menyebutnya sebagai "film sedih nan aneh" yang "dibuka dengan kehalusan dan ketepatan yang perlahan memikat penonton", tetapi beberapa adegan, seperti montase, dinilai sebagai "perkembangan indah yang tidak diperlukan".[60] Edward Porter dari The Sunday Times menulis bahwa kesuksesan film tersebut di Academy Awards dapat disalahkan pada "keadaan Academy yang menyukai sentimentalitas yang hambar".[121]
Keith Phipps dari The A.V. Club memberikan nilai C- , menulis bahwa meskipun menampilkan "adegan indah dari kehidupan pedesaan" dan adegan pemakaman yang "cukup puitis", pada akhirnya film tersebut "menetes dari satu emosi berlebihan ke emosi berikutnya".[122] A. O. Scott menulis dalam The New York Times bahwa film tersebut "sangat biasa-biasa saja", dapat diprediksi, dan dangkal dalam kombinasi humor dan melodrama. Terlepas dari momen yang terkadang menyentuh, ia menganggap Okuribito "menarik terutama sebagai indeks dari selera Academy yang pemalu dan konvensional".[123] Tony Rayns dari Film Comment memberikan ulasan pedas yang mencela naskahnya sebagai "kikuk dan kentara yang memalukan", akting "seadanya", dan film tersebut hanya sebagai "pujian bagi jenazah yang berpenampilan baik".[124] Adams memberi dua dari empat bintang untuk Okuribito, memuji adegan pemakaman yang emosional dan visual yang menarik serta "sangat memperhatikan tekstur, cita rasa, dan suasana semi-pedesaan Jepang", tetapi menyayangkan prediktabilitas alur cerita; ia menulis bahwa "Setelah empat puluh lima menit, [para penonton] sudah menyiapkan mentalnya untuk setiap babak yang akan dihadapi Daigo Kobayashi, lalu bernegosiasiย โ dan merasa sial bila Takita tidak mampu mewujudkannya".[53]
Penghargaan
suntingDalam upacara Penghargaan Akademi Jepang ke-32 yang diadakan pada Februari 2009, Okuribito mendominasi kompetisi tersebut. Film tersebut menerima tiga belas nominasi, memenangkan sepuluh di antaranya, termasuk Film Tahun Ini, Permainan Latar Tahun Ini (Koyama), Sutradara Tahun Ini (Takita), dan Penampilan Menakjubkan oleh seorang Aktor dalam sebuah Peran Utama (Motoki).[125] Pada kategori Penampilan Menakjubkan oleh seorang Aktris dalam sebuah Peran Utama, Hirosue kalah dengan Tae Kimura dari All Around Us, sementara pada kategori Prestasi Menakjubkan dalam Penyutradaraan Seni, Tomio Ogawa dari Okuribito kalah dengan Towako Kuwashima dari Paco and the Magical Book. Hisaishi, yang dinominasikan untuk dua Prestasi Menakjubkan dalam penghargaan Musik, menang untuk lagunya dari film animasi Studio Ghibli Ponyo.[48] Dalam menanggapi kemenangan tersebut, Motoki berkata, "Saya merasa seperti semuanya terhubung secara ajaib dalam keseimbangan dengan Okuribito pada kali ini".[l][48]
Okuribito diajukan di Academy Awards ke-81 sebagai perwakilan Jepang untuk penghargaan Film Berbahasa Asing Terbaik. Meskipun sebelas film Jepang sebelumnya telah memenangkan Academy Awards dalam kategori lainnya, seperti Film Fitur Animasi Terbaik dan Rancangan Kostum Terbaik, penghargaan Film Berbahasa Asing Terbaik menjadi yang paling disoroti dalam industri film Jepang.[a][126] Okuribito tidak diharapkan untuk menang, karena persaingan ketat dari perwakilan Israel dan Prancis (masing-masing Waltz with Bashir karya Ari Folman dan The Class karya Laurent Cantet), tetapi akhirnya menjadi pemenang dalam upacara yang diselenggarakan pada Februari 2009.[3] Hal ini dianggap sebagai kejutan bagi beberapa kritikus film,[127] dan David Itzkoff dari The New York Times menyebut Okuribito sebagai "Film yang Mengalahkan Anda untuk Piala Oscar".[128] Motoki, yang memperkirakan perwakilan "menakjubkan" dari Israel akan menang, juga terkejut; ia menyebut dirinya sendiri sebagai "gantungan yang hanya mengamati upacara tersebut" dan menyesal karena "tidak berjalan dengan lebih percaya diri" pada saat kedatangannya.[m][38]
Okuribito mendapat pengakuan di berbagai festival film, termasuk Audience Choice Award di Festival Film Internasional Hawaii ke-28, Grand Prix des Amรฉriques di Festival Film Dunia Montreal ke-32,[129] dan Film Naratif Terbaik di Festival Film Internasional Palm Springs ke-20.[130] Motoki terpilih sebagai aktor terbaik dalam beberapa upacara, termasuk Festival Film Asia,[131] Asia Pacific Screen Awards,[132] dan Blue Ribbon Awards;[133] ia juga menjadi pilihan pemirsa untuk aktor terbaik di Golden Rooster Awards.[134] Pada Penghargaan Film Hong Kong ke-29, Okuribito terpilih sebagai Film Asia Terbaik, mengalahkan tiga film Tiongkok dan Ponyo.[135] Setelah upacara Penghargaan Film Olahraga Nikkan ke-21, ketika Okuribito memenangkan Film Terbaik dan Sutradara Terbaik, Takita mengungkapkan keterkejutannya atas penghargaan film tersebut, dengan mengatakan "Saya tidak tahu seberapa baik karya saya akan diterima."[n][136] Pada Desember 2009, film tersebut telah memenangkan 98 penghargaan.[137]
Dampak
sunting
Setelah kesuksesan film tersebut, Sakata Location Box mempersiapkan sebuah layanan keramahtamahan yang disebut Mukaebitoโplesetan dari judul film ini dalam bahasa Jepang (Okuribito) yang artinya "orang yang mengambil atau menjemput", bukan "orang yang mengantar". Layanan tersebut mengelola lokasi pembuatan film dan menyediakan peta lokasi tersebut untuk wisatawan.[40] Pada tahun 2009, Location Box membuka gedung yang dijadikan sebagai kantor agen NK untuk umum.[138] Dengan membayar tiket masuk, pengunjung bisa masuk dan melihat alat peraga dari film tersebut. Di bawah program penciptaan lapangan kerja, antara tahun 2009 dan 2013 Location Box menerima ยฅ30 juta dari pemerintah Prefektur Yamagata dan ยฅ8 juta dari pemerintah Kota Sakata sebagai dana pemeliharaan dan administrasi gedung.[44] Lokasi tersebut menarik hampir 120.000 pengunjung pada tahun 2009, walau jumlahnya menurun dengan cepat; pada tahun 2013 terdapat kurang dari 9.000 pengunjung. Kekhawatiran akan keselamatan karena usia bangunan menyebabkan pemerintah kota Sakata mengakhiri sewa dengan Location Box, dan gedung ditutup kembali pada akhir Maret 2014. Saat itu, divisi Pariwisata Kota sedang mempertimbangkan beberapa opsi, seperti membatasi kunjungan ke dua lantai pertama.[138] Bangunan yang digunakan sebagai kafe Concerto dibuka untuk umum sejak tahun 2009 sebagai Museum Concerto Kaminoyama,[45] dan bioskop Sakata Minato-za juga dibuka untuk wisatawan.[46] Kampung halaman Takita di Takaoka, Toyama, mengelola Museum Sumber Daya Film; staf melaporkan bahwa terkadang lebih dari seratus penggemar Takita berkunjung setiap hari.[139]
Kesuksesan film tersebut mendorong minat yang lebih besar terhadap pemakaman dan nลkanshi.[61] Bahkan model kendaraan yang terlihat dalam film tersebut juga dijual: Mitsuoka Limousine Type 2-04, sebuah versi yang lebih kecil dan murah dari kendaraan dalam film tersebut, dipasarkan pada 24 Februari 2009. Pabriknya, Mitsuoka Motors, terletak di Prefektur Toyama yang merupakan kampung halaman Takita.[140] Pada tahun 2013, Mitsuki Kimura, dari keluarga nลkanshi, mendirikan Akademi Okuribito bersama dengan perawat dan wirausahawan Kei Takamaru. Akademi ini menawarkan pelatihan dalam pemakaman, pengawetan, dan praktik terkait.[141]
Catatan penjelas
sunting- ^ a b Sebelum kategori tersebut dihadirkan pada tahun 1956, tiga film Jepang yang menerima penghargaan kehormatan di antaranya: Rashomon (Akira Kurosawa; 1951), Gate of Hell (Teinosuke Kinugasa; 1954), dan Samurai, The Legend of Musashi (Hiroshi Inagaki; 1955) (MMPAJ). Film bersama Jepang-Soviet berjudul Dersu Uzala (Akira Kurosawa; 1975) memenangkan penghargaan tersebut, tetapi diserahkan untuk Uni Soviet (Armstrong).
- ^ Juga disebut pemandi mayat (ๆนฏ็ๅธซ, yukanshi); yukan adalah upacara pembersihan tubuh yang diadakan sebelum nลkan dilakukan.
- ^ Untuk pembahasan lebih rinci mengenai posisi kegare dan kematian dalam masyarakat Jepang, lihat Okuyama 2013, hlm.ย 8โ12.
- ^ Motoki, Masahiro; Silver Insects, ed. (1993). Tenkลซ SeizaโHill Heaven ๅคฉ็ฉบ้ๅบงโHill Heaven [Tenkuu SeizaโHill Heaven] (dalam bahasa Jepang). Tลa Dลbunshoin International. ISBNย 978-4-8103-7183-3.
- ^ Asli: ใใใฎ่ทๆฅญใฏใจใฆใใในใใชใขในใงใใใ็จฎใใจใญใใใฏใงใใใใๆ ็ปใฎไธ็ใซ่ฟใใจๆใใใใงใใ.
- ^ Karya-karya Takita dalam genre film merah muda meliputi Chikan Onna Kyลshi (Guru Perempuan yang Mengganggu, 1981), Renzoku Bลran (Kekerasan Pemerkosaan Berantai, 1983) dan Mahiru no Kirisaki-Ma (Pencabik Tengah Hari, 1984) (Suzuki 2012). Sebelum menyutradarai Okuribito, banyak karyanya yang meraih pengakuan dan penghargaan internasional: film 2003 When the Last Sword Is Drawn, yang membuat Takita memenangkan Penghargaan Akademi Jepang pertamanya untuk Film Terbaik (Sapia staff 2009). Pencapaian karier semacam itu merupakan sesuatu yang luar biasa bagi sutradara di Jepang pada 1970-an dan 1980-an; pemenang Penghargaan Akademi Jepang Masayuki Suo, membuat debutnya dengan Kandagawa Pervert Wars (Suzuki 2012).
- ^ Motoki lahir pada tahun 1965 di Saitama dan membuat debut akting profesionalnya pada tahun 1981 dalam drama TV 2-nen B-gumi Senpachi Sensei (Mr Senpachi of Class 2-B). Pada tahun 1989, ia memenangkan Penghargaan Akademi Jepang untuk Aktor Baru Terbaik untuk perannya dalam Four Days of Snow and Blood (Weekly Biz staff 2009).
- ^ Dalam Himitsu, kepribadian istri yang meninggal dari seorang pria mengambil alih tubuh putri remaja pasangan itu; Hirosue berperan sebagai ibu dan anak (Schilling 2009, Funereal flick). Ia dinominasikan di Penghargaan Akademi Jepang untuk penampilannya (Nippon Academy-shล Association, 2000).
- ^ Menurut Takita, penyertaan seorang transwanita dalam adegan pembuka memperlihatkan "kesantuan dan kesungguhan dari ritual tersebut serta mengindikasikan bahwa film tersebut tidak akan menjadi film yang "terlalu berat" (Takita 2008, 03:30โ03:55).
- ^ Asli: ishibumi (ใใใถใฟ) "Monumen batu bertulis".
- ^ Hal tersebut merupakan kebiasaan orang Jepang untuk melakukan haka-mairi (ๅขๅใ) dengan mengunjungi haka (ๅข) keluarga, sebuah monumen makam bagi para leluhur yang sudah tiada.
- ^ Original: ไปๅใฎใใใใใณใจใใฃใฆใใใฎใฏใในใฆใฎใใฉใณในใๅฅ่ทก็ใซใคใชใใฃใฆใใฃใใฃใฆใใๆใใใใพใใ
- ^ Okuribito bukanlah satu-satunya film Jepang yang meraih Penghargaan Academy dalam upacara tahun 2009; La Maison en Petits Cubes karya Kunio Katล meraih Film Pendek Animasi Terbaik (Oscar) (Tourtellotte & Reynolds 2009).
- ^ Asli: "ใไฝๅใใฉใใใใตใใซๅใๅ ฅใใใใใๅใใใชใใฃใใใจใ"
Referensi
sunting- ^ Staf Box Office Mojo.
- ^ Sosnoski 1996, hlm.ย 70.
- ^ a b c Olsen 2009.
- ^ Kim 2002, hlm.ย 225โ257; Okuyama 2013, hlm.ย 4.
- ^ Plutschow 1990, hlm.ย 30.
- ^ Pharr 2006, hlm.ย 134โ135.
- ^ Hosaka 2014, hlm.ย 58.
- ^ Ide 2009, hlm.ย 2.
- ^ a b Takabe & Wakatsuki 2009, hlm.ย 194โ195.
- ^ Iwata 2008, hlm.ย 9.
- ^ Takabe & Wakatsuki 2009, hlm.ย 195.
- ^ Takabe & Wakatsuki 2009, hlm.ย 196.
- ^ Schilling 2009, Funereal flick; Hale 2009.
- ^ Takita 2008, 00:50โ01:10.
- ^ Yoshida 2010, hlm.ย 43.
- ^ Schilling 2009, Funereal flick; Takabe & Wakatsuki 2009, hlm.ย 198.
- ^ a b c Blair 2009, Departures (Japan).
- ^ Tourtellotte & Reynolds 2009; Gray 2009.
- ^ Takita 2008, 1:32โ1:40.
- ^ Mullins 2010, hlm.ย 102.
- ^ Handa 2010, hlm.ย 64, 76; Tanabe 2009, hlm.ย 9.
- ^ a b c d e f Tanabe 2009, hlm.ย 9.
- ^ a b Okuyama 2013, hlm.ย 13.
- ^ Handa 2010, hlm.ย 74โ75; Okuyama 2013, hlm.ย 3.
- ^ Handa 2010, hlm.ย 73โ74.
- ^ a b Handa 2010, hlm.ย 75.
- ^ a b Handa 2010, hlm.ย 74.
- ^ Handa 2010, hlm.ย 76โ77.
- ^ Handa 2010, hlm.ย 77.
- ^ Okuyama 2013, hlm.ย 313.
- ^ Weekly Biz staff 2009.
- ^ a b Schilling 2009, Funereal flick.
- ^ Nomura 2008, hlm.ย 60.
- ^ a b Blair 2009, Just a Minute.
- ^ Takabe & Wakatsuki 2009, hlm.ย 199; Hale 2009.
- ^ Nomura 2008, hlm.ย 60; Tsukada 2008, hlm.ย 2; Takabe & Wakatsuki 2009, hlm.ย 199.
- ^ Iwata 2008, hlm.ย 8; Tourtellotte & Reynolds 2009.
- ^ a b Tourtellotte & Reynolds 2009.
- ^ Hagiwara 2009, hlm.ย 8.
- ^ a b Hagiwara 2009, hlm.ย 9.
- ^ Takabe & Wakatsuki 2009, hlm.ย 198.
- ^ Nomura 2008, hlm.ย 59; Takabe & Wakatsuki 2009, hlm.ย 199.
- ^ Takabe & Wakatsuki 2009, hlm.ย 199.
- ^ a b Yamagata News Online staff 2014.
- ^ a b Yamagata Community Shinbun staff 2009.
- ^ a b Yamagata Television System staff 2009.
- ^ Takita 2008, 06:08โ06:16.
- ^ a b c Nippon Academy-shล Association, 2009.
- ^ Takita 2008, 06:28โ06:50.
- ^ Takita 2008, 06:17โ06:28.
- ^ a b c d e f Byrnes 2009.
- ^ Mike Scott 2009; Barber 2009.
- ^ a b c Adams 2009.
- ^ a b c Sharkey 2009.
- ^ a b Okuyama 2013, hlm.ย 5.
- ^ Okuyama 2013, hlm.ย 17.
- ^ Mullins 2010, hlm.ย 103.
- ^ a b c Ebert, Great Movies.
- ^ Okuyama 2013, hlm.ย 16.
- ^ a b Paatsch 2009.
- ^ a b Moore 2009.
- ^ Takita 2008, 09:35โ09:55.
- ^ a b c d Howell 2009.
- ^ Okuyama 2013, hlm.ย 8.
- ^ Ebert, Departures; Mike Scott 2009.
- ^ Adams 2009; Sharkey 2009.
- ^ a b Mike Scott 2009.
- ^ Okuyama 2013, hlm.ย 10.
- ^ Katsuta 2008, hlm.ย 11; Iwata 2008, hlm.ย 8.
- ^ Ebert, Great Movies; Ebert, Departures.
- ^ a b Ebert, Departures.
- ^ Okuyama 2013, hlm.ย 18.
- ^ a b c Takabe & Wakatsuki 2009, hlm.ย 203.
- ^ Kinema Junpo; Schilling 2009, Producer; Blair 2009, Yojiro Takita; Kilday 2009, Regent.
- ^ Tourtellotte & Reynolds 2009; Schilling 2009, Producer.
- ^ Eiga Ranking Dot Com staff; Blair 2009, 'Departures' welcomed; Schilling 2009, Funereal flick.
- ^ Eiga Ranking Dot Com staff; Blair 2009, 'Departures' welcomed; Schilling 2009, Funereal flick; .Takabe & Wakatsuki 2009, hlm.ย 203
- ^ Schilling 2009, Producer.
- ^ Shinohara 2013, hlm.ย 81.
- ^ Shinohara 2013, hlm.ย 82.
- ^ Frater 2008; Danielsen.
- ^ Box Office Mojo staff.
- ^ British Board of Film Classification.
- ^ Tourtellotte & Reynolds 2009; Box Office Mojo staff.
- ^ Takahashi 2008.
- ^ WorldCat, Okuribito.
- ^ Billboard Japan; Universal Music.
- ^ CinemaCafรฉ.net staff 2008.
- ^ WorldCat, ใใใใณใจย : ใใขใ&ใใงใญใปใใผใน /; WorldCat, ใใใใณใจย : on record.
- ^ Handa 2010, hlm.ย 59.
- ^ Handa 2010, hlm.ย 58, 76.
- ^ Staf Asahi Shimbun 2010, hlm.ย 1; Staf Asahi Shimbun 2010, hlm.ย 2.
- ^ Staf Asahi Shimbun 2010, hlm.ย 1.
- ^ Cinema Topics Online staff 2009.
- ^ Releases.
- ^ Tabouring 2010.
- ^ Spurlin 2010.
- ^ Mathews 2010.
- ^ Spurlin 2010; Mathews 2010.
- ^ Rotten Tomatoes.
- ^ Metacritic.
- ^ Shioda 2008, hlm.ย 62.
- ^ Nomura 2008, hlm.ย 61.
- ^ Fukunaga 2008, hlm.ย 11.
- ^ Yamane 2008, hlm.ย 5.
- ^ Katsuta 2008, hlm.ย 11.
- ^ Watanabe 2008, hlm.ย 20.
- ^ Maeda 2008.
- ^ Yamaguchi.
- ^ Yamane 2012, hlm.ย 352.
- ^ Schilling 2008, 'Okuribito'.
- ^ Armstrong.
- ^ Puig 2009.
- ^ French 2009.
- ^ Gleiberman 2009.
- ^ Barber 2009.
- ^ Maher 2009.
- ^ The Daily Telegraph 2009.
- ^ Kennicott 2009.
- ^ Cockrell 2008.
- ^ Potter 2009.
- ^ Phipps 2009.
- ^ A. O. Scott 2009.
- ^ Rayns 2009.
- ^ Kilday 2009, Regent; Nippon Academy-shล Association, 2009.
- ^ Sapia staff 2009.
- ^ Adams 2009; Armstrong; Howell 2009.
- ^ Itzkoff 2009.
- ^ Kilday 2009, Regent.
- ^ Kilday 2009, Palm Springs.
- ^ Asian Film Awards.
- ^ APSA, 2009 Winners.
- ^ Sports Nippon staff 2009.
- ^ Oricon staff 2008; Ping and Ying 2008.
- ^ Hong Kong Film Awards Association.
- ^ Nikkan Sports, Best Film.
- ^ Schilling 2009, A decade.
- ^ a b Staf Yomiuri Shimbun 2014.
- ^ Takabe & Wakatsuki 2009, hlm.ย 3.
- ^ Sลma 2009, hlm.ย 1; Kyodo News Staff 2009.
- ^ Staf Aera 2013.
Karya yang dikutip
sunting- Adams, James (11 Juni 2009). "What a nice funeralย โ and dull too". The Globe and Mail. Toronto. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-05. Diakses tanggal 24 Mei 2014.
- Staf Aera (30 September 2013). "Jakkan 31-sai no kลchล ga 'Okuribito Akademฤซ' ni kaketa omoi" ๅผฑๅ 31ๆญณใฎๆ ก้ทใใใใใใณใจใขใซใใใผใใซๆธใใๆใ [Youthful 31-year-old President Thoughts on Building the 'Okuribito Academy']. Aera (dalam bahasa Jepang). Osaka. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Oktober 2013. Diakses tanggal 20 Juni 2014.
- Armstrong, Derek. "Departures (review)". Allmovie. Rovi. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-24. Diakses tanggal 24 Mei 2014. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
- Staf Asahi Shimbun (2 April 2010). "Bei Akademฤซ-shล wo jushล sita, eiga Okuribito taibล no butaika eiga no sono ato wo egaku, aratana kandล no monogatari" ็ฑณๅฝใขใซใใใผ่ณใๅ่ณใใใๆ ็ปใใใใใณใจใๅพ ๆใฎ่ๅฐๅๆ ็ปใฎใใฎๅพใๆใใๆฐใใชๆๅใฎ็ฉ่ช [Academy Award-winning Departures Hoped-for Theatrical Adaptation Depicting What Happens After the Movie, A New Moving Tale]. Doraku (dalam bahasa Jepang). Osaka: Asahi Shimbun. Diarsipkan dari asli tanggal 12 Mei 2013. Diakses tanggal 20 Juni 2014.
- Asia Pacific Screen Academy (26 November 2009). "2009 Winners Annouced [sic]". Brisbane: Asia Pacific Screen Academy. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-08. Diakses tanggal 8 Juni 2014.
- Asian Film Awards (2009). "3rd AFA Nominees and Winners". Hong Kong: Asian Film Awards. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-10. Diakses tanggal 4 Juni 2014.
- Barber, Nicholas (6 Desember 2009). "Departures (12A)". The Independent. London. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-24. Diakses tanggal 24 Mei 2014.
- Billboard Japan staff. "Okuribito orijinaru ใป saundotorakku" ใใใใณใจใใชใชใธใใซใปใตใฆใณใใใฉใใฏ [Departures Original Soundtrack]. Billboard Japan (dalam bahasa Jepang). Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-08. Diakses tanggal 8 Juni 2014.
- Blair, Gavin J. (13 April 2009). "'Departures' welcomed at Japan boxoffice". Hollywood Reporter. Los Angeles. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-15. Diakses tanggal 15 Juni 2014.
- Blair, Gavin J. (16 April 2009). "Yojiro Takita looks for foreign opportunities". Hollywood Reporter. Los Angeles. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-15. Diakses tanggal 15 Juni 2014.
- Blair, Gavin J. (1 Juli 2009). "Departures (Japan)". Hollywood Reporter. Los Angeles. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-15. Diakses tanggal 15 Juni 2014.
- Blair, Iain (28 Mei 2009). "Just a Minute With: Japan's Oscar-winning Yojiro Takita". Reuters. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-15. Diakses tanggal 15 Juni 2009.
- Staf Box Office Mojo. "Departures". Box Office Mojo. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-22. Diakses tanggal 22 Mei 2014. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
- British Board of Film Classification (5 Oktober 2009). "Departures". London: British Board of Film Classification. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-22. Diakses tanggal 24 November 2012.
- Byrnes, Paul (12 Oktober 2009). "Departures". The Sydney Morning Herald. Sydney. Diarsipkan dari asli tanggal 19 Agustus 2014. Diakses tanggal 23 Mei 2014.
- Staf CinemaCafรฉ.net (31 Juli 2008). "Okuribito imฤji songu de AIรHisaishi Jล ni yoru ishoku no coraborฤshon ga jitsugen!" ใใใใใณใจใใคใกใผใธใฝใณใฐใงAIรไน ็ณ่ญฒใซใใ็ฐ่ฒใฎใณใฉใใฌใผใทใงใณใๅฎ็พ๏ผ [Ai and Joe Hisaishi Realize Novel Collaboration with Departures Image Song]. CinemaCafรฉ.net (dalam bahasa Jepang). Tokyo. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Juni 2015. Diakses tanggal 11 Juni 2014.
- Staf Cinema Topics Online (20 Januari 2009). "Hon'nendo eiga-shล souname!! Okuribito iyoiyo 3-gatsu 18-nichi (sui) DVD rirฤซsu!" ๆฌๅนดๅบฆๆ ็ป่ณ็ทใชใ!!ใใใใใณใจใใใใใ๏ผๆ18ๆฅ๏ผๆฐด๏ผ๏ผค๏ผถ๏ผคใชใชใผใน๏ผ [This Year Swept the Film Awards!! Departures Finally to be Released 18 March!]. Cinema Topics Online (dalam bahasa Jepang). Tokyo. Diarsipkan dari asli tanggal 29 November 2014. Diakses tanggal 3 Juni 2014.
- Cockrell, Eddie (2 September 2008). "Review: 'Departures'". Variety. Los Angeles. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-27. Diakses tanggal 24 Mei 2014.
- The Daily Telegraph staff (3 Desember 2009). "Departures, review". The Daily Telegraph. London. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-24. Diakses tanggal 24 Mei 2014.
- Danielsen, Shane (4 Desember 2009). "Oscar race a big deal for small countries". Variety. Los Angeles. Diarsipkan dari asli tanggal 30 Desember 2014. Diakses tanggal 14 Juni 2014.
- Ebert, Roger (27 Mei 2014). "Departures". rogerebert.com. Chicago. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-24. Diakses tanggal 24 Mei 2014.
- Ebert, Roger (5 Desember 2011). "Departures (2009)". rogerebert.com. Chicago. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-22. Diakses tanggal 5 Desember 2011.
- Staf Eiga Ranking Dot Com. "Okuribito no shลryaku jลhล" ใใใใใณใจใใฎ่ฉณ็ดฐๆ ๅ ฑ [More details on Departures]. Eiga Ranking Dot Com (dalam bahasa Jepang). Diarsipkan dari asli tanggal 30 April 2015. Diakses tanggal 23 Mei 2014.
- Frater, Patrick (10 November 2008). "ContentFilm nabs 'Departures' rights". Variety. Los Angeles. Diarsipkan dari asli tanggal 30 Desember 2014. Diakses tanggal 14 Juni 2014.
- French, Philip (6 Desember 2009). "Departures". The Observer. London. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-24. Diakses tanggal 24 Mei 2014.
- Fukunaga, Seiji (12 September 2008). "Yลซmoa no aru shi no monogatari" ใฆใผใขใขใฎใใๆญปใฎ็ฉ่ช [A Tale about Death with a Sense of Humour]. Yomiuri Shimbun (dalam bahasa Jepang) (Edisi Evening). Tokyo. hlm.ย 11. ;
- Gleiberman, Owen (27 Mei 2009). "Departures". Entertainment Weekly. New York. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-24. Diakses tanggal 24 Mei 2014.
- Gray, Jason (27 Februari 2009). "Departures tops Japanese box office following Oscar win". Screen Daily. London. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-12. Diakses tanggal 3 Juni 2014. ; ;
- Hagiwara, Kichirล (Musim semi 2009). "Eiga Okuribito soshite Mukaebito toshite" ๆ ็ปใใใใใณใจใใใใฆใใใใใณใจใใจใใฆ [The Film Departures, then as Pick-ups] (PDF). Future Sight (dalam bahasa Jepang) (44). Yamagata: 8โ9. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2014-07-14. Diakses tanggal 10 Juni 2014. ; ;
- Hale, Mike (15 Mei 2009). "From 'Pink Films' to Oscar Gold". The New York Times. New York. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-15. Diakses tanggal 15 Juni 2014.
- Handa, Takuya (Juni 2010). "ใฝใผใซใปใใญใผๅบ่ซย : ๆญป็่ฆณใจใใใใใณใจใใไธญๅฟใซ(I)" [Saul Bellow's View of Life and Death with Special Reference to Okuribito (1)] (PDF). Fukuoka University Review of Literature & Humanities (dalam bahasa Jepang). 42 (1). Fukuoka: Universitas Fukuoka: 57โ82. ISSNย 0285-2764. Diarsipkan dari asli (pdf) tanggal 2014-06-05. Diakses tanggal 2016-02-12. ;
- Hong Kong Film Awards Association staff. "Dรฌ 29 jiรจ xiฤnggวng diร nyวng jฤซn xiร ng jiวng dรฉ jiวng mรญngdฤn" ็ฌฌ29ๅฑ้ฆๆธฏ้ปๅฝฑ้ๅ็ๅพ็ๅๅฎ [List of Winners at the 29th Hong Kong Film Awards] (dalam bahasa Tionghoa). Hong Kong: Hong Kong Film Awards Association. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-08. Diakses tanggal 8 Juni 2014.
- Hosaka, Takashi (2014). Isha ga kangaeru "migoto"-na saiki no mukaekata ๅป่ ใ่ใใใ่ฆไบใใชๆๆใฎ่ฟใๆน [What a Doctor Thinks is a "Splendid" Way of Facing End-of-Life] (dalam bahasa Jepang). Tokyo: Kakukawa Shoten. ISBNย 978-4-04-110667-9. ;
- Howell, Peter (12 Juni 2009). "Departures: Sentimental journey". Toronto Star. Toronto. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-24. Diakses tanggal 24 Mei 2014.
- Ide, Kenji (3 Maret 2009). "Dai 38-kai eiga Okuribito to nihonjin no shiseikan" ็ฌฌ๏ผ๏ผๅใๆ ็ปใใใใใณใจใใจๆฅๆฌไบบใฎๆญป็่ฆณ [No. 38: The Film "Departures" and Japanese Views of Life and Death]. China Internet Information Center (dalam bahasa Jepang). Diarsipkan dari asli tanggal 2013-01-20. Diakses tanggal 3 Juni 2014. ;
- Itzkoff, Dave (23 Februari 2009). "'Departures': The Film That Lost Your Oscars Pool for You". The New York Times. New York. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-15. Diakses tanggal 15 Juni 2014.
- Iwata, Mayuko (12 September 2008). "Shi no fลซkei ha kiyoku utsukushii" ๆญปใฎ้ขจๆฏใฏๆธ ใ็พใใ [Scenes of Death are Pure Beauty]. Chunichi Shimbun (dalam bahasa Jepang) (Edisi Evening). Nagoya. hlm.ย 8.
- Katsuta, Tomomi (12 September 2008). "Ikigami/Okuribito" ใคใญใฌใ/ใใใใณใจ [Ikigami/Okuribito]. Mainichi Shimbun (dalam bahasa Jepang) (Edisi Evening). Tokyo. hlm.ย 11. ;
- Kennicott, Philip. "Departures". The Washington Post. Washington, D.C. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-24. Diakses tanggal 24 Mei 2014.
- Kilday, Gregg (19 Januari 2009). "Palm Springs picks 'Departures'". Hollywood Reporter. Los Angeles. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-04. Diakses tanggal 4 Juni 2014.
- Kilday, Gregg (5 Mei 2009). "Regent acquires 'Departures' rights". Hollywood Reporter. Los Angeles. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-04. Diakses tanggal 4 Juni 2014.
- Kim, Hyunchul (2002). "The Purification Process of Death: Mortuary Rites in a Japanese Rural Town". Asian Ethnology. 71 (2). Aichi. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-06-15. Diakses tanggal 2016-02-12. ;
- Kinema Junpo staff. "Okuribito" ใใใใณใจ [Departures]. Kinema Junpo (dalam bahasa Jepang). Tokyo. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-30. Diakses tanggal 30 Mei 2014.
- Kobayashi, Chiho (4 Desember 2008). "Sakuhin-shล & kantoku-shลโOkuribito Takita Yลjirล kantoku kiji wo insatsu suru" ไฝๅ่ณ๏ผ็ฃ็ฃ่ณใผใใใใใณใจใๆป็ฐๆดไบ้็ฃ็ฃ่จไบใๅฐๅทใใ [Best Film and Best Director AwardsโDepartures Director Yลjirล Takita will Publish an Account]. Nikkan Sports (dalam bahasa Jepang). Tokyo. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-08. Diakses tanggal 8 Juni 2014.
- Kyodo News Staff (24 Februari 2009). "Mitsuoka Jidลsha no reikyลซsha "Okuriguruma" wo hatsubai" ๅ ๅฒก่ชๅ่ปใฎ้ใใ ใ่ปใใใใใใใใพใใ็บๅฃฒ [Mitsuoka Motors' Okuribito Hearse to be Put on Sale]. 47new (dalam bahasa Jepang). Tokyo: Kyodo News. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-02-27. Diakses tanggal 3 Juni 2014. ;
- Maeda, Yลซichi (13 September 2008). "Okuribito 90-ten (100-ten manten-chลซ)" ใใใใใณใจใ90็น๏ผ100็นๆบ็นไธญ๏ผ [Departures 90/100]. ่ถ ๆ ็ปๆน่ฉ (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 1 Juni 2014.
- Maher, Kevin (6 Desember 2009). "Departures". The Times. London. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-09-13. Diakses tanggal 23 Mei 2014. ;
- Mathews, Jeremy (12 Januari 2010). "Departures". DVD Talk. Internet Brands. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-23. Diakses tanggal 23 Mei 2014. ;
- Metacritic staff. "Departures Reviews". Metacritic. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-24. Diakses tanggal 12 Mei 2014.
- Motion Picture Producers Association of Japan staff. "Shuppin sakuhin ใป jushล-reki" ๅบๅไฝๅใปๅ่ณๆญด [Exhibition of Works and Awards] (dalam bahasa Jepang). Tokyo: Motion Picture Producers Association of Japan. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-06-22. Diakses tanggal 22 Mei 2014.
- Mullins, Mark R. (2010). "From Departures to Yasukuni Shrine: Caring for the Dead and the Bereaved in Contemporary Japanese Society" (PDF). Japanese Religions. 35 (1 & 2). Kyoto: NCC Center for the Study of Japanese Religions: 101โ112. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2014-11-26. Diakses tanggal 3 Juni 2014. ; ;
- Moore, Roger (10 Juli 2009). "The dirty little secret of Oscar winner 'Departures'". Los Angeles Times. Los Angeles. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-15. Diakses tanggal 15 Juni 2014.
- Nippon Academy-shล Association staff. "Dai 23-kai Nihon Akademฤซ-shล yลซshลซ sakuhin" ็ฌฌ23ๅๆฅๆฌใขใซใใใผ่ณๅช็งไฝๅ [23rd Japan Academy Prize] (dalam bahasa Jepang). Tokyo: Nippon Academy-shล Association. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-10-31. Diakses tanggal 21 Agustus 2014. ;
- Nippon Academy-shล Association staff. "Dai 22-kai Nihon Akademฤซ-shล yลซshลซ sakuhin" ็ฌฌ22ๅๆฅๆฌใขใซใใใผ่ณๅช็งไฝๅ (dalam bahasa Jepang). Tokyo: Nippon Academy-shล Association. Diarsipkan dari asli tanggal 14 July 2014. Diakses tanggal 4 Juni 2014. ;
- Nomura, Masaaki (15 September 2008). "Intฤbyลซ: Takita Yลjirล" ใคใณใฟใผใใฅใผ๏ผๆป็ฐๆดไบ้ [Interview: Yลjirล Takita]. Kinema Junpล (dalam bahasa Jepang) (1516). Tokyo: 58โ61. ;
- Okuyama, Yoshiko (April 2013). "Shinto and Buddhist Metaphors in Departures". Journal of Religion and Film. 17 (1, art. 39). Omaha: University of Nebraska Omaha. ISSNย 1092-1311. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-15. Diakses tanggal 18 Juli 2014. ;
- Oricon staff (14 September 2008). "Motoki Masahiro, jibun ga okurareru koro "ลnen no meisaku" to natta Okuribito mitai" ๆฌๆจ้ ๅผใ่ชๅใใใใใใ้ "ๅพๅนดใฎๅไฝ"ใจใชใฃใใใใใใณใจใ่ฆณใใ [Masahiro Motoki, When it is His Time to Depart, he Wants to See his "Old Classic" Departures]. Oricon (dalam bahasa Jepang). Tokyo. Diarsipkan dari asli tanggal 2 Desember 2014. Diakses tanggal 8 Juni 2014.
- Paatsch, Leigh (14 Oktober 2009). "Film reviewย โ Departures". Herald Sun. Melbourne. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-23. Diakses tanggal 23 Mei 2014.
- Pharr, Susan J. (2006). "Burakumin Protest: The Incident at Yลka High School". Dalam Weiner, Michael (ed.). Race, Ethnicity and Migration in Modern Japan: Indigenous and Colonial Others. London: Routledge. hlm.ย 133โ145. ISBNย 978-0-415-20856-7.
- Phipps, Keith (28 Mei 2009). "Departures". The A.V. Club. Chicago. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-23. Diakses tanggal 23 Mei 2014.
- Ping, Yan; Ying, Bai (13 September 2008). "Jฤซnjฤซ guรณjรฌ yวngzhวn jวxรญng bฤnjiวng diวnlว" ้้ธกๅฝ้ ๅฝฑๅฑไธพ่ก้ขๅฅๅ ธ็คผ [Rooster International Film Festival Awards Ceremony Held]. 163.com (dalam bahasa Tionghoa). Guangzhou: NetEase. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-10. Diakses tanggal 10 Juni 2014.
- Plutschow, Herbert E. (1990). Chaos and Cosmos: Ritual in Early and Medieval Japanese Literature. Leiden: E. J. Brill. ISBNย 978-90-04-08628-9.
- Porter, Edward (5 Desember 2009). "Departures". The Times. London. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-09-13. Diakses tanggal 23 Mei 2014. ;
- Puig, Claudia (31 Mei 2009). "'Departures' is an emotional, poignant trip". USA Today. Tysons Corner, Virginia. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-24. Diakses tanggal 24 Mei 2014.
- Rayns, Tony (MeiโJuni 2009). "Departures review". Film Comment. New York. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-24. Diakses tanggal 24 Juli 2014.
- Rotten Tomatoes staff. "Okuribito (Departures)ย โ Rotten Tomatoes". Rotten Tomatoes. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-22. Diakses tanggal 24 Juli 2011.
- Rovi staff. "Departures|Releases". Allmovie. Rovi. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-22. Diakses tanggal 22 Mei 2014.
- Staf Sapia (April 2009). "Okuribito to Tsumiki no Ie ga Akademฤซ-shล wo dลji ni jushล" ใใใใใณใจใใจใใคใฟใใฎใใใใใขใซใใใผ่ณใๅๆใซๅ่ณ [Departures and La Maison en Petits Cubes Win Academy Awards at the Same Time]. Sapia (dalam bahasa Jepang). Tokyo: SAPIXๅฐๅญฆ้จ. Diarsipkan dari asli tanggal 28 Februari 2009. Diakses tanggal 3 Juni 2014.
- Schilling, Mark (5 September 2008). "'Okuribito'". The Japan Times. Tokyo/Osaka. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-15. Diakses tanggal 15 Juni 2014.
- Schilling, Mark (20 Februari 2009). "Funereal flick out to reap Japan an Oscar". The Japan Times. Tokyo/Osaka. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-15. Diakses tanggal 15 Juni 2014.
- Schilling, Mark (28 Agustus 2009). "Producer casts wider net". Variety. Los Angeles. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Desember 2014. Diakses tanggal 14 Juni 2014.
- Schilling, Mark (11 Desember 2009). "A decade when Japan's cinema stood up to Hollywood menace". The Japan Times. Tokyo/Osaka. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-15. Diakses tanggal 15 Juni 2014.
- Scott, A. O. (28 Mei 2009). "Making a Living Handling Death". The New York Times. New York. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-24. Diakses tanggal 2017-04-03.
- Scott, Mike (28 Agustus 2009). "Oscar-winning 'Departures' a surprisingly uplifting examination of loss". The Times-Picayune. New Orleans. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-23. Diakses tanggal 23 Mei 2014.
- Sharkey, Betsy (29 Mei 2009). "'Departures' is an emotionally wrenching trip with a quiet man". Los Angeles Times. Los Angeles. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-23. Diakses tanggal 23 Mei 2014.
- Shinohara, Yลซko (2013). "Eiga Okuribito no eigo jimaku ni okeru ibunka yลso (nihon-teki yลซhyลsei) no hon'yaku hลryaku ni kansuru kลsaku" ๆ ็ปใใใใใณใจใใฎ่ฑ่ชๅญๅนใซใใใ็ฐๆๅ่ฆ็ด (ๆฅๆฌ็ๆๆจๆง)ใฎ็ฟป่จณๆน็ฅใซ้ขใใ่ๅฏ [A Study of Strategies for Translating Culture-Specific Items in the English Subtitles of the film Departures] (PDF). ็ฟป่จณ็ ็ฉถใธใฎๆๅพ Invitation to Translation Studies (dalam bahasa Jepang) (9). Tokyo: Japanese Association of Independent Television Stations: 81โ98. ISSNย 2185-5307. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 24 Mei 2014.
- Shioda, Tokitoshi (15 September 2008). "Kessaku" ๅไฝ [Masterpiece]. Kinema Junpล (dalam bahasa Jepang) (1516). Tokyo: 62โ63. ;
- Sลma, Manabu (26 Februari 2009). "Kiseki no "banguruwase"!? Okuribito ni naze gaikokugo eiga-shล ni kagayaita no ka!" ๅฅ่ทกใฎ"็ช็ใใ"!?ใใใใใใณใจใใฏใชใๅคๅฝ่ชๆ ็ป่ณใซ่ผใใใฎใ! [Miraculous 'upset'!? Departures is crowned the best foreign-language film of the year!]. The Nikkei (dalam bahasa Jepang). Tokyo. Diarsipkan dari asli tanggal 29 November 2014. Diakses tanggal 2 Juni 2014.
- Sosnoski, Daniel, ed. (1996). Introduction to Japanese Culture. Rutland/Tokyo: Tuttle. ISBNย 978-0-8048-2056-1.
- Sports Nippon staff (15 Januari 2009). "Motoki Masahiro shuen Okuribito Burลซ Ribon-shล ni kettei" ๆฌๆจ้ ๅผไธปๆผใใใใใณใจใใใซใผใชใใณ่ณใซๆฑบๅฎ [Masahiro Motoki, star of Departures, chosen for Blue Ribbon Award]. Sports Nippon (dalam bahasa Jepang). Tokyo. Diarsipkan dari asli tanggal 29 November 2014. Diakses tanggal 8 Juni 2014.
- Spurlin, Thomas (24 Januari 2010). "Departures". DVD Talk. Internet Brands. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-23. Diakses tanggal 23 Mei 2014. ;
- Suzuki, Yosiaki (5 April 2012). "Takita Yลjirล, Suo Masayuki: Pinku eiga kara sudatta mei-kantoku ลi" ๆป็ฐๆดไบ้ใๅจ้ฒๆญฃ่กไปใใใณใฏๆ ็ปใใๅทฃ็ซใฃใๅ็ฃ็ฃๅคใ [Yลjirล Takita, Masayuki Suo: Many Famous Film Directors Come Out of Pink Film]. News Post Seven (dalam bahasa Jepang). Tokyo. Diarsipkan dari asli tanggal 17 April 2015. Diakses tanggal 3 Juni 2014.
- Tabouring, Franck (28 Januari 2010). "Departures". DVD Verdict. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-07. Diakses tanggal 7 Juni 2014. ;
- Takabe, Tsutomu; Wakatsuki, Yลซji (2009). Mล hitori no Okuribito ใใใฒใจใใฎใใใใใณใจใ [Another "Okuribito"] (dalam bahasa Jepang). Tokyo: Toho Publishing. ISBNย 978-4-8094-0786-4.
- Takahashi, Masahiro (10 September 2008). "Eiga de kikaku, manga wo tsukuru "komikaraizu" ga ryลซsei" ๆ ็ปใงไผ็ปใๆผซ็ปใไฝใใใใณใใซใฉใคใบใใ้็ [In the Movies, Planning for Comics, Komikaraizu is Flourishing]. Asahi Shimbun (dalam bahasa Jepang). Osaka. Diarsipkan dari asli tanggal 26 November 2014. Diakses tanggal 22 Mei 2014.
- Takita, Yลjirล (2008). "Interview with Yลjirล Takita" Departures (DVD). E1 Entertainment. OCLCย 785846111.
- Tanabe, Hideyuki (2 Maret 2009). "Dai 81-kai Bei Akademฤซ-shล gaikokygo eiga jushล Okuribito" ็ฌฌ๏ผ๏ผๅ็ฑณใขใซใใใผ่ณ ๅคๅฝ่ชๆ ็ปๅ่ณ ใใใใใณใจใ [81st American Academy Awards Foreign-Language Film Winner Okuribito]. Mainichi Shimbun (dalam bahasa Jepang). Tokyo. hlm.ย 9. ;
- Tourtellotte, Bob; Reynolds, Isabel (23 Februari 2009). "Mortician tale "Departures" surprises with Oscar". Reuters. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-23. Diakses tanggal 23 Februari 2009. ;
- Tsukada, Izumi (15 September 2008). FACE08ใๆฌๆจ้ ๅผ [Face 08: Motoki Masahiro]. Kinema Junpo (dalam bahasa Jepang) (1516). Tokyo: 1โ3. ;
- "Okuribito orijinaru saundotorakku [CD]" ใใใใใณใจใใชใชใธใใซใตใฆใณใใใฉใใฏ [CD] ['Departures' Original Soundtrack [CD]] (dalam bahasa Jepang). Universal Music. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-08. Diakses tanggal 8 Juni 2014.
- Watanabe, Shลko (12 September 2008). "Okuribito: Sugasugashiku shi to mukiau" ใใใใณใจ๏ผใใใใใใ ๆญปใจๅใๅใ [Departures: Freshly Facing Death]. The Nikkei (dalam bahasa Jepang) (Edisi Evening). Tokyo. hlm.ย 20. ;
- Weekly Biz staff (9 Mei 2009). "Gachi! Bout.52.51 Masahiro Motoki/Yลjirล Takita" ใฌใ๏ผBOUT.52.51 ๆฌๆจ้ ๅผ/ๆป็ฐๆดไบ้. Weekly Biz (dalam bahasa Jepang). Diarsipkan dari asli tanggal 30 November 2014. Diakses tanggal 3 Juni 2014.
- WorldCat staff. "Okuribito: on record: Onkyล piano torio (piano bansล/baiorin ใป chero pฤto-fu tsuki)" ใใใใณใจย : on recordย : ใชใณใญใงใฆใใขใใใชใช(ใใขใไผดๅฅ/ใใคใชใชใณใปใใงใญใใผใ่ญไปใ) [Departures on Record: Music for an Acoustic Trio]. WorldCat. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-24. Diakses tanggal 24 Juni 2014.
- WorldCat staff. "Okuribito: piano & chero ใป pฤซsu" ใใใใณใจย : ใใขใ&ใใงใญใปใใผใน [Departuresย : Piano and Cello Pieces]. WorldCat. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-24. Diakses tanggal 24 Juni 2014.
- WorldCat staff. "Okuribito". WorldCat. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-22. Diakses tanggal 22 Mei 2014.
- Yamagata Community Shinbun staff (22 Mei 2009). "Okuribito no roke-chi bลซmu Kaminoyama mo atsui zo!" ใใใใณใจใญใฑๅฐใใผใ ใไธๅฑฑใ็ฑใใ๏ผ [Departures Film Location Boom: Kaminoyama is Hot, Too!]. Yamagata Community Shinbun (dalam bahasa Jepang). Yamagata. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-11. Diakses tanggal 11 Juni 2014. ;
- Yamagata News Online staff (22 Februari 2014). "Okuribito roke-chi, raigetsu de kaikan he rลkyลซ-ka, nyลซkansha mo genshล ใป Sakata" ใใใใใณใจใใญใฑๅฐใๆฅๆใง้้คจใธใ่ๆฝๅใๅ ฅ้คจ่ ใๆธๅฐใป้ ็ฐ [Departures Location to be Closed Next Month Due to Age, Decline in VisitorsใปSakata]. Yamagata News Online (dalam bahasa Jepang). Yamagata. Diarsipkan dari asli tanggal 29 November 2014. Diakses tanggal 9 Juni 2014.
- Yamagata Television System staff (13 Mei 2009). "Okuribito de Minato-za fukkatsu" ใใใใใณใจใใงใๆธฏๅบงใๅพฉๆดป [Minato-za Restored in Departures]. Yamagata Television System (dalam bahasa Jepang). Yamagata. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-15. Diakses tanggal 11 Juni 2014. ;
- Yamaguchi, Takurล. "Okuribito" ใใใใณใจ [Departures]. Eiga Judge (dalam bahasa Jepang). Diarsipkan dari asli tanggal 28 Februari 2009. Diakses tanggal 2 Juni 2014. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
- Yamane, Sadao (12 September 2008). "Okuribito: zetsumyล no te no ugoki ni kokoro-utarete" ใใใใใณใจใ๏ผ็ตถๅฆใชๆใฎๅใใซๅฟๆใใใ [Okuribito: Touched by Exquisite Hand Movements]. Asahi Shimbun (dalam bahasa Jepang) (Edisi Evening). Osaka. hlm.ย 5. ;
- Yamane, Sadao (2012). "ๆ ็ปใ็ซใกไธใใ็ฌ้". Nihon eiga jihyล henshลซ 2000โ2010 ๆฅๆฌๆ ็ปๆ่ฉ้ๆ 2000โ2010 [Collected Commentary on Japanese Film 2000โ2010] (dalam bahasa Jepang). Tokyo: Kokusho Kankลkai. hlm.ย 350โ353. ISBNย 978-4-336-05482-1.
- Staf Yomiuri Shimbun (22 Februari 2014). "Okuribito roke-chi, sangatsu-matsu de kลkai shลซryล he" ใใใใใณใจใใญใฑๅฐใ๏ผๆๆซใงๅ ฌ้็ตไบใธ [Okuribito Shooting Locations to be Opened to the Public from Late March]. Yomiuri Shimbun (dalam bahasa Jepang). Tokyo. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-10. Diakses tanggal 9 Juni 2014. ;
- Yoshida, Narihiko (2010). Aidea wo katachi ni suru shigoto-jutsu: bijinesu ใป purodyลซsฤ no nanatsu no nลryoku ใขใคใใขใใซใฟใใซใใไปไบ่ก: ใใธใในใปใใญใใฅใผใตใผใฎ๏ผใคใฎ่ฝๅ [Giving Shape to an Idea: Seven Skills of Business Producers] (dalam bahasa Jepang). Tokyo: Toyo Keizai. ISBNย 978-4-492-04367-7. ;
Pranala luar
sunting- (Jepang) Situs resmi
- (Inggris) Situs resmi Amerika Serikat
| Didahului oleh: The Counterfeiters |
Film Berbahasa Asing Terbaik 2008 |
Diteruskanย oleh: The Secret in Their Eyes |