Kabupaten Pandeglang | |
|---|---|
Pantai Tanjung Lesung Seekor Rusa Timor di Taman Nasional Ujungkulon | |
![]() Peta | |
| Koordinat: 6ยฐ18โฒ33โณS 106ยฐ06โฒ17โณE๏ปฟ / ๏ปฟ6.3092ยฐS 106.1047ยฐE | |
| Negara | |
| Provinsi | Banten |
| Tanggal berdiri | 1 April 1874[1] |
| Dasar hukum | UU Nomor 116 Tahun 2024[2] |
| Ibu kota | Pandeglang |
| Jumlah satuan pemerintahan | Daftar
|
| Pemerintahan | |
| ย โขย Bupati | Raden Dewi Setiani |
| ย โขย Wakil Bupati | Iing Andri Supriadi |
| ย โขย Sekretaris Daerah | Ali Fahmi Sumanta |
| Luas | |
| ย โขย Total | 2.746,89ย km2 (1,060,58ย sqย mi) |
| Populasi ย (30 Juni 2024)[4] | |
| ย โขย Total | 1.413.897 |
| ย โขย Kepadatan | 510/km2 (1,300/sqย mi) |
| Demografi | |
| ย โขย Agama | |
| ย โขย Bahasa | Sunda Banten (Pandeglang) Indonesia |
| ย โขย IPM | sedang[5] |
| Zona waktu | UTC+07:00 (WIB) |
| Kode BPS | |
| Pelat kendaraan | A xxxx J*/K*/L*/M* |
| Kode Kemendagri | 36.01 |
| DAU | Rp 1.227.907.593.000.- (2020)[6] |
| Semboyan daerah | BERKAH (Bersih, elok, ramah, kuat, aman, dan hidup) |
| Fauna resmi | Badak bercula satu |
| Situs web | www |
Kabupaten Pandeglang (bahasa Sunda: แฎแฎแฎชแฎแฎฆแฎแฎฃแฎ, translit.ย Pandรฉglang), adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Banten, Indonesia. Kabupaten ini beribu kota di Kecamatan Pandeglang. Pada pertengahan 2024, jumlah penduduk Pandeglang sebanyak 1.413.897 jiwa.[4]
Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Serang di utara, Kabupaten Lebak di Timur, serta Samudra Hindia di barat dan selatan. Wilayahnya juga mencakup Pulau Panaitan (di sebelah barat, dipisahkan dengan Selat Panaitan), serta sejumlah pulau-pulau kecil di Samudra Hindia, termasuk Pulau Deli dan Pulau Tinjil. Semenanjung Ujung Kulon merupakan ujung paling barat Pulau Jawa, di mana terdapat suaka margasatwa tempat perlindungan hewan badak bercula satu yang kini hampir punah. Suku aslinya adalah Suku Sunda Banten, beberapa warga merupakan penganut penghayat kepercayaan Sunda Wiwitan.
Pusat kota Kabupaten Pandeglang terletak di 4 Kecamatan yaitu Pandeglang, Karang Tanjung, Majasari, dan Kaduhejo. Selain itu pusat wisata pantai terdapat di Carita. Terdapat 3 Gunung di Kabupaten Pandeglang yaitu Gunung Karang, Gunung Pulosari dan Gunung Aseupan.
Sebagian besar wilayah Kabupaten Pandeglang merupakan dataran rendah dan dataran bergelombang. Sungai yang mengalir di antaranya Sungai Ciliman yang mengalir ke arah barat, dan Sungai Cibaliung yang mengalir ke arah selatan.[7]
Sejarah
sunting
Nama "Pandeglang" yang sekarang digunakan ini baik sebagai Ibu Kota Kabupaten maupun sebagai nama Kabupaten hal ini ada beberapa pendapat antara lain:[butuh rujukan]
- Pandeglang yang berasal dari kata โPandai Gelangโ yang artinya orang tukang atau tempat menempa gelang. Pendapat ini terutama dikaitkan dengan legenda "Si Amuk" yang konon kabarnya pada Zaman Kesultanan Banten, di Desa Kadupandak ada seorang tukang Pandai (tukang besi) yang termasyur pandai.
Meriam Ki Amuk (samping)
- Sultan Banten yang memerintah pada waktu itu menyuruh tukang pandai besi di desa tersebut untuk membuat gelang meriam yang bernama si AMUK, karena di daerah lain tukang pandai besi tidak ada yang sanggup untuk membuatnya. Oleh karena pandai besi tersebut berhasil membuatnya maka daerah Kadupandak dan sekitarnya disebut orang Pandeglang yang selanjutnya berkembang menjadi salah satu distrik di Kabupaten Serang;
Meriam Ki Amuk (depan)
- Pandeglang berasal dari kata โPaneglaanโ yang artinya tempat melihat ke daerah lain dengan jelas. Hal ini seperti dikemukakan dalam salah satu Buku โPandeglang itu asal dari kata Paneglaan, tempat melihat ke mana-manaโ. Sedikit kita nanjak ke pasir, maka terdapat sebuah kampung namanya โSanghiyang Herangโ patilasan orang dahulu, awas (negla) melihat ke mana-mana yaitu โPandeglang sekarangโ.
- Pandeglang berasal dari kata โPani-Gelangโ yang artinya โtepung gelangโ. Pada Tahun 1527 Banten jatuh seluruhnya ke tangan Syarif Hidayatullah yang kemudian diperkuat untuk kepentingan perdagangan.
Sunda Kelapa yang diganti namanya menjadi Jayakarta sebagian dimasukan ke dalam Wilayah Banten. Cirebon kekuasaannya diserahkan kepada anaknya bernama Pangeran Pasarean yang wafat pada tahun 1552. Sedangkan Banten kekuasaannya diserahkan pada puteranya yang bernama Sultan Hasanudin (Tahun 1552-1570).
Pelabuhan Sunda Kelapa
suntingPada tahun 1568 Banten memutuskan hubungan kerajaan dengan Demak. Pengganti Hasanudin ialah Maulana Yusuf dari tahun 1570-1580. Penggantinya Maulana Muhammad (Ratu Banten) sebagai Sultan Banten III Tahun 1580-1596. Pada Tahun 1596 muncul orang-orang Belanda di Daerah yang kemudian mendirikan VOC pada tahun 1602.
Tahun 1618, Belanda berselisih dengan Banten 1612 berdiri Batavia oleh Jan Pieterszoon Coen. Sultan Banten ke IV ialah Sultan Tirtayasa pada tahun 1651-1682. Pada tahun 1680 Sultan Ageng Tirtayasa berselisih dengan Sultan Haji yang minta bantuan pada Belanda. Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap dan dipenjarakan di Batavia pada tahun 1692. Pada tahun 1750 timbul perebutan kekuasaan pada waktu Sultan Arifin (Sultan ke VI) Alim Ulama pada waktu itu mengangkat Ratu Bagus Buang.
Keadaan ini oleh Belanda dianggap berbahaya, maka diangkatlah Pangeran Gusti sebagai penggantinya. Kenyataannya bukan mereda tetapi Kiyai Tapa dan Ratu Buang mengadakan perlawanan dan pengacauan di Daerah Bogor dan Priangan. Ketika zaman Deandels nasib Banten sama dengan nasib kerajaan lainnya di Pulau Jawa. Tahun 1809 Sultan Banten yang baru yaitu Sultan Muhamad harus menyerahkan Daerah Lampung kepada Batavia. Oleh karena itu Sultan Muhamad memindahkan Ibu Kota Kesultanan Banten ke Pandeglang.
Keresidenan Banten
suntingMenurut Staatsblad Nederlands Indie No. 81 Tahun 1828 Keresidenan Banten dibagi menjadi 3 Kabupaten yaitu:
- Kabupaten Utara yaitu Kabupaten Serang;
- Kabupaten Selatan yaitu Kabupaten Lebak;
- Kabupaten Barat yaitu Kabupaten Caringin.
- Kabupaten Serang dibagi atas 11 Kewedanaan:
- 1. Kewedanaan Serang dibagi dalam Kecamatan Kalodian dan Cibening;
- 2. Kewedanaan Banten dibagi dalam Kecamatan Banten, Serang, Nejawang;
- 3. Kewedanaan Ciruas dibagi dalam Kecamatan Cilegon, Bojonegara;
- 4. Kewedanaan Cilegon dibagi dalam Kecamatan Terate, Cilegon, Bojonegara;
- 5. Kewedanaan Tanara dibagi dalam Kecamatan Tanara dan Pontang;
- 6. Kewedanaan Baros dibagi dalam Kecamatan Regas, Ander, Cicandi;
- 7. Kewedanaan Kolelet dibagi dalam Kecamatan Pandeglang dan Cadasari;
- 8. Kewedanaan Pandeglang dibagi dalam Kecamatan Pandeglang dan Cadasari;
- 9. Kewedanaan Ciomas dibagi dalam Kecamatan Ciomas Barat dan Ciomas Utara;
- 10. Kewedanaan Anyer tidak dibagi dalam Kecamatan-kecamatan;
Selanjutnya memperhatikan SK Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 24 November 1887 Np. 1/c tentang Batas Kota Serang dan Bagian Kota Pandeglang, Caringin dan Lebak Pasal 29, 31, 33, 67c dan 131 Reglement (STBL Van Nederlanch India Tahun 1925 No. 380 LN. 1924 No. 74 Pasal 1) maka ditunjuk Kewedanaan Pandeglang, Menes, Caringin dan Cibaliung.
Berdasarkan Surat Menteri Jajahan tanggal 13 dan 20 November 1873 No. LAA.AZ.No. 34/209 dan 28/2165 menetapkan bahwa: Jabatan Kliwon pada Bupati dan Patih dari Afdeling Anyer dan Serang dan Keresidenan Banten dihapuskan; Bupati mempunyai pembantu yaitu Mantri Kabupaten dengan gaji 50 gulden; Kepala Distrik mempunyai gelar Jabatan Wedana dan Onder Distrik mempunyai Gelar Jabatan Asisten Wedana; Berdasarkan Staatsblad 1874 No. 73 Ordonansi tanggal 1 Maret 1874, mulai berlaku 1 April 1874 menyebutkan pembagian daerah, di antaranya
- Kabupaten Pandeglang dibagi 9 Distrik atau Kewedanaan sebagai berikut:
- 1. Kewedanaan Pandeglang;
- 2. Kewedanaan Baros;
- 3. Kewedanaan Ciomas;
- 4. Kewedanaan Kolelet;
- 5. Kewedanaan Cimanuk;
- 6. Kewedanaan Caringin;
- 7. Kewedanaan Panimbang;
- 8. Kewedanaan Menes;
- 9. Kewedanaan Cibaliung.
- Di Pandeglang sejak tanggal 1 April 1874 telah ada pemerintahan. Lebih jelas lagi dalam Ordonansi 1887 No. 224 tentang batas-batas wilayah Keresidenan Banten, termasuk batas-batas Kabupaten Pandeglang. Dalam tahun 1925 dengan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 14 Agustus 1925 No. IX maka jelas Kabupaten telah berdiri sendiri tidak di bawah penguasaan Keresidenan Banten.
- Atas dasar dan fakta-fakta tersebut dapat diambil beberapa alternatif:
- 1. Pada tahun 1828: Pandeglang sudah merupakan Pusat Pemerintahan Distrik;
- 2. Pada tahun 1874: Pandeglang merupakan komponenKabupaten;
- 3. Pada tahun 1882: Pandeglang merupakan Kabupaten dan Distrik Kewedanaan;
- 4. Pada tahun 1925: Kabupaten Pandeglang telah berdiri sendiri.
Dari keempat kesimpulan itu atas kesepakatan bersama kita telah menentukan 1 April 1874 sebagai Hari Jadi Kota Kabupaten Pandeglang.
Geografi
suntingKabupaten Pandeglang merupakan salah satu kabupaten di wilayah Provinsi Banten. Letaknya barada di ujung paling barat Pulau Jawa dengan luas wilayah 2.746,89ย kmยฒ.[8]
Batas Wilayah
sunting| Utara | Kabupaten Serang |
| Timur | Kabupaten Lebak |
| Selatan | Samudra Hindia |
| Barat | Selat Sunda, Lampung |
Topografi
suntingBentuk Topografi wilayah Kabupaten Pandeglang di daerah tengah dan selatan pada umumnya merupakan dataran dengan ketinggian gunung-gunungnya relatif rendah, sedangkan daerah utara sekitar 14,93% dari luas Kabupaten Pandeglang merupakan dataran tinggi.
Iklim Cuaca
suntingKabupaten Pandeglang beriklim tropis seperti di wilayah Indonesia lainnya. Tipe iklim tropis di wilayah Pandeglang berdasarkan klasifikasi iklim Koppen adalah Iklim Hutan Hujan Tropis. Tingkat kelembapan nisbi di wilayah Pandeglang terbilang tinggi yakni ยฑ81% dengan suhu udara rata-rata bervariasi antara 20ยฐโ31ย ยฐC.
Oleh karena beriklim hutan hujan tropis, wilayah Kabupaten Pandeglang memiliki curah hujan yang cukup tinggi dengan jumlah curah hujan tahunan berkisar antara 2400 โ 2800ย mm per tahun dan jumlah hari hujan lebih dari 150 hari hujan per tahun.
Curah hujan maksimum terjadi pada bulan Januari dengan curah hujan bulanan lebih dari 300ย mm per bulan, sedangkan curah hujan minimum terjadi pada bulan Juli dengan curah hujan bulanan kurang dari 130ย mm per bulan.
| Data iklim Pandeglang, Banten, Indonesia | |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bulan | Jan | Feb | Mar | Apr | Mei | Jun | Jul | Agt | Sep | Okt | Nov | Des | Tahun |
| Rata-rata tertinggi ยฐC (ยฐF) | 29.7 (85.5) |
30.1 (86.2) |
30.8 (87.4) |
31.2 (88.2) |
31.5 (88.7) |
31.4 (88.5) |
31.4 (88.5) |
31.5 (88.7) |
32 (90) |
32 (90) |
31.5 (88.7) |
30.8 (87.4) |
31.16 (88.15) |
| Rata-rata harian ยฐC (ยฐF) | 25.6 (78.1) |
25.8 (78.4) |
26.2 (79.2) |
26.5 (79.7) |
26.7 (80.1) |
26.3 (79.3) |
26 (79) |
25.9 (78.6) |
26.4 (79.5) |
26.6 (79.9) |
26.5 (79.7) |
26.2 (79.2) |
26.23 (79.23) |
| Rata-rata terendah ยฐC (ยฐF) | 21.5 (70.7) |
21.6 (70.9) |
21.6 (70.9) |
21.8 (71.2) |
21.9 (71.4) |
21.2 (70.2) |
20.6 (69.1) |
20.4 (68.7) |
20.8 (69.4) |
21.3 (70.3) |
21.7 (71.1) |
21.6 (70.9) |
21.33 (70.4) |
| Presipitasi mm (inci) | 401 (15.79) |
351 (13.82) |
305 (12.01) |
265 (10.43) |
185 (7.28) |
119 (4.69) |
95 (3.74) |
68 (2.68) |
85 (3.35) |
160 (6.3) |
313 (12.32) |
441 (17.36) |
2.788 (109,77) |
| Rata-rata hari hujan | 17 | 15 | 15 | 14 | 11 | 8 | 6 | 4 | 5 | 9 | 14 | 18 | 136 |
| % kelembapan | 85 | 84 | 84 | 83 | 83 | 81 | 79 | 78 | 79 | 80 | 82 | 83 | 81.8 |
| Rata-rata sinar matahari bulanan | 140 | 151 | 183 | 211 | 225 | 233 | 269 | 261 | 232 | 216 | 194 | 177 | 2.492 |
| Sumber #1: BMKG[9] | |||||||||||||
| Sumber #2: Weatherbase[10] & Climate-Data.org[11] | |||||||||||||
Pemerintahan
suntingDaftar Bupati
suntingBerikut adalah daftar Bupati Pandeglang secara definitif sejak tahun 1848 pasca berdirinya Kabupaten Pandeglang dan sebagai bagian dari sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah di Indonesia.[12]
| Nomor urut | Bupati | Potret | Partai | Awal | Akhir | Masa jabatan | Periode | Wakil | Ref. | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | ย | Tjondronegoro Djajanegara (1803โtidak diketahui) |
Non Partisan | 1848 | 16 September 1849 | 0โ1 tahun | 1 | Tidak ada | ||
| 2 | Natadiningrat | Non Partisan | 16 September 1849 | 10 Maret 1866 | 16ย tahun, 175ย hari | 2 | Tidak ada | |||
| 3 | R.T. Pandji Gondokoesoemo | Non Partisan | 10 Maret 1866 | 2 Juli 1874 | 8ย tahun, 114ย hari | 3 | Tidak ada | |||
| Lowong | 2 Juli 1874 | 28 September 1874 | 88ย hari | โ | Tidak ada | |||||
| 4 | Soetaadiningrat | Non Partisan | 28 September 1874 | 28 Agustus 1899 | 24ย tahun, 334ย hari | 4 | Tidak ada | |||
| 5 | Abdoel Gafoer Soerawinangoen | Non Partisan | 28 Agustus 1899 | 1 Februari 1900 | 157ย hari | 5 | Tidak ada | |||
| 6 | Soeraadiningrat (tidak diketahuiโ1925) |
Non Partisan | 1 Februari 1900 | 6 Desember 1910 | 10ย tahun, 308ย hari | 6 | Tidak ada | |||
| 7 | Astrawidjaja | Non Partisan | 6 Desember 1910 | 11 Agustus 1914 | 4ย tahun, 0ย hari | 7 | Tidak ada | |||
| 8 | Hasan Kartaadiningrat | Non Partisan | 11 Agustus 1914 | 9 Agustus 1927 | 12ย tahun, 246ย hari | 8 | Tidak ada | |||
| 9 | Djoemhawan Wiriaatmadja (1880โ1943) |
Non Partisan | 9 Agustus 1927 | 28 Februari 1941 | 13ย tahun, 203ย hari | 9 | Tidak ada | |||
| 10 | Djoemhana Wiriaatmadja (1904โ1975) |
Non Partisan | 28 Februari 1941 | 1945 | 3โ4 tahun | 10 | Tidak ada | |||
| 11 | Abdoel Halim (1889โ1959) |
Non Partisan | 1945 | Februari 1947 | 1โ2 tahun | 11 | Tidak ada | [13][14] | ||
| 12 | Sudibja | Non Partisan | Februari 1947 | 1948 | 0โ1 tahun | 12 | Tidak ada | |||
| 13 | Djaja Rukmantara | Non Partisan | 1948 | 1949 | 0โ1 tahun | 13 | Tidak ada | |||
| 14 | Hollan Sukmadiningrat | PNI | 1949 | 1956 | 6โ7 tahun | 14 | Tidak ada | |||
| 15 | Mochammad Noch Kartanegara | Non Partisan | 1956 | 1956 | 0 tahun | 15 | Tidak ada | |||
| 16 | Lamri Suriaadimadja (1901โ1957) |
Non Partisan | 1957 | 13 September 1957 | 0 tahun | 16 | Tidak ada | |||
| 17 | Mukdas Suriahaminata | Non Partisan | 1957 | Maret 1958 | 0โ1 tahun | 17 | Tidak ada | |||
| 18 | Mohammad Ebby (tidak diketahuiโ1982) |
Militer | 1959 | 1961 | 1โ2 tahun | 18 | Tidak ada | |||
| 19 | Sjachra Sastrakusumah (tidak diketahuiโ1974) |
Militer | 1961 | 1964 | 2โ3 tahun | 19 | Tidak ada | |||
| 20 | Sjamsudin Natadisastra | Non Partisan | 1964 | 1968 | 3โ4 tahun | 20 | Tidak ada | |||
| 21 | Karna Suwanda (1930โ2014) |
Non Partisan | 1968 | 1970 | 1โ2 tahun | 21 | Tidak ada | |||
| 1970 | 1975 | 4โ5 tahun | 22 | Tidak ada | ||||||
| 1975 | 1980 | 4โ5 tahun | 23 | Tidak ada | ||||||
| 22 | Suyaman | Non Partisan | Oktober 1980 | 5 November 1985 | 5ย tahun, 16ย hari | 24 | Tidak ada | |||
| 5 November 1985 | 5 November 1990 | 5ย tahun, 0ย hari | 25 | Tidak ada | ||||||
| 23 | Mochammad Zein (1937โ2019) |
Non Partisan | 5 November 1990 | 6 November 1995 | 5ย tahun, 1ย hari | 26 | Tidak ada | |||
| 24 | Yitno (1944โ2019) |
Non Partisan | 6 November 1995 | 6 November 2000 | 5ย tahun, 0ย hari | 27 | Tidak ada | |||
| 25 | Achmad Dimyati Natakusumah (lahir 1966) |
PPP | 6 November 2000 | 25 Oktober 2005 | 4ย tahun, 353ย hari | 28 (2000) |
Mudjio 2000โ2005 |
|||
| 25 Oktober 2005 | 28 Oktober 2009 | 4ย tahun, 3ย hari | 29 (2005) |
Erwan Kurtubi 2005โ2009 |
||||||
| 26 | Erwan Kurtubi (1950โ2023) |
Golkar | 10 Maret 2011 | 10 Maret 2016 | 5ย tahun, 0ย hari | 30 (2010) |
Heryani 2011โ2016 |
[15][16] | ||
| 27 | Irna Narulita (lahir 1970) |
PDI-P | 23 Maret 2016 | 23 Maret 2021 | 5ย tahun, 0ย hari | 31 (2015) |
Tanto Warsono Arban 2016โ2025 |
[17] | ||
| 26 April 2021 | 20 Februari 2025 | 3ย tahun, 300ย hari | 32 (2020) |
[18][19] | ||||||
| 28 | Dewi Setiani (lahir 1968) |
Gerindra | 20 Februari 2025 | Petahana | 1ย tahun, 83ย hari | 33 (2024) |
Iing Andri Supriadi 2025โsekarang |
[20] | ||
Dewan Perwakilan
suntingBerikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Pandeglang dalam tiga periode terakhir.
| Partai Politik | Jumlah Kursi dalam Periode | |||
|---|---|---|---|---|
| 2014โ2019[21][22] | 2019โ2024[23] | 2024โ2029 | ||
| PKB | 5 | |||
| Gerindra | 7 | |||
| PDI-P | 5 | |||
| Golkar | 8 | |||
| NasDem | (baru) 4 | |||
| PKS | 5 | |||
| Hanura | 2 | |||
| PAN | 1 | |||
| PBB | 2 | |||
| Demokrat | 6 | |||
| Perindo | (baru) 1 | |||
| PPP | 5 | |||
| Jumlah Anggota | 50 | |||
| Jumlah Partai | 11 | |||
Kecamatan
suntingKabupaten Pandeglang terdiri dari 35 kecamatan, 13 kelurahan dan 326 desa dengan jumlah penduduk pada tahun 2017 diperkirakan sebesar 1.175.148 jiwa dan luas wilayah 2.746,89 kmยฒ dengan kepadatan 428 jiwa/kmยฒ.[24][25]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Pandeglang, adalah sebagai berikut:
| Kode Kemendagri |
Kecamatan | Jumlah Kelurahan |
Jumlah Desa |
Kodepos[26] | Status | Daftar Desa/Kelurahan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 36.01.07 | Angsana | 9 | 42277 | Desa | ||
| 36.01.20 | Banjar | 11 | 42252 | Desa | ||
| 36.01.10 | Bojong | 8 | 42274 | Desa | ||
| 36.01.22 | Cadasari | 11 | 42251 | Desa | ||
| 36.01.28 | Carita | 10 | 42269 | Desa | ||
| 36.01.03 | Cibaliung | 9 | 42285 | Desa | ||
| 36.01.27 | Cibitung | 10 | 42287 | Desa | ||
| 36.01.05 | Cigeulis | 9 | 42282 | Desa | ||
| 36.01.26 | Cikedal | 10 | 42266 | Desa | ||
| 36.01.04 | Cikeusik | 14 | 42286 | Desa | ||
| 36.01.02 | Cimanggu | 12 | 42284 | Desa | ||
| 36.01.18 | Cimanuk | 11 | 42271 | Desa | ||
| 36.01.15 | Cipeucang | 10 | 42272 | Desa | ||
| 36.01.23 | Cisata | 9 | 42279 | Desa | ||
| 36.01.16 | Jiput | 13 | 42263 | Desa | ||
| 36.01.19 | Kaduhejo | 10 | 42253 | Desa | ||
| 36.01.25 | Karang Tanjung | 4 | - | 42231-42234 | Kelurahan | |
| 36.01.33 | Koroncong | 12 | 42256 | Desa | ||
| 36.01.12 | Labuan | 9 | 42264 | Desa | ||
| 36.01.34 | Majasari | 5 | - | 42221-42227 | Kelurahan | |
| 36.01.17 | Mandalawangi | 15 | 42261 | Desa | ||
| 36.01.30 | Mekarjaya | 8 | 42254 | Desa | ||
| 36.01.13 | Menes | 12 | 42262 | Desa | ||
| 36.01.08 | Munjul | 9 | 42276 | Desa | ||
| 36.01.09 | Pagelaran | 13 | 42265 | Desa | ||
| 36.01.21 | Pandeglang | 4 | - | 42212-42219 | Kelurahan | |
| 36.01.06 | Panimbang | 6 | 42281 | Desa | ||
| 36.01.24 | Patia | 10 | 42267 | Desa | ||
| 36.01.11 | Picung | 9 | 42275 | Desa | ||
| 36.01.32 | Pulosari | 9 | 42257 | Desa | ||
| 36.01.14 | Saketi | 14 | 42273 | Desa | ||
| 36.01.31 | Sindangresmi | 9 | 42278 | Desa | ||
| 36.01.35 | Sobang | 8 | 42289 | Desa | ||
| 36.01.29 | Sukaresmi | 10 | 42268 | Desa | ||
| 36.01.01 | Sumur | 7 | 42283 | Desa | ||
| TOTAL | 13 | 326 |
Demografi
suntingKecamatan dengan penduduk terbanyak adalah kecamatan Mandalawangi disusul kecamatan Labuan dan kecamatan Cikeusik
| Kecamatan | Wilayah (kmยฒ) | Populasi | Kepadatan (/kmยฒ) |
|---|---|---|---|
| Mandalawangi | 62,647 | 80,19 | 560 |
| Labuan | 62,273 | 15,66 | 3.651 |
| Cikeusik | 61,462 | 322,76 | 154 |
| Panimbang | 60,486 | 132,84 | 569 |
| Majasari | 59,995 | 19,57 | 2.154 |
| Saketi | 53,289 | 54,13 | 748 |
| Pandeglang | 47,552 | 16,85 | 2.29 |
| Cimanuk | 47,391 | 23,64 | 1.597 |
| Kaduhejo | 47,347 | 33,57 | 1.009 |
| Menes | 44,462 | 22,41 | 1.593 |
| Cimanggu | 43,893 | 259,73 | 143 |
| Picung | 43,447 | 56,74 | 600 |
| Pagelaran | 43,200 | 42,76 | 792 |
| Sobang | 41,947 | 138,88 | 272 |
| Cigeulis | 41,798 | 176,21 | 277 |
| Sukaresmi | 41,568 | 57,30 | 588 |
| Bojong | 41,259 | 50,72 | 666 |
| Karang Tanjung | 41,063 | 19,07 | 1.563 |
| Cadasari | 40,388 | 26,20 | 1.181 |
| Banjar | 38,974 | 30,50 | 999 |
| Carita | 38,710 | 41,87 | 766 |
| Cikedal | 38,218 | 26,00 | 1.182 |
| Jiput | 37,565 | 53,04 | 562 |
| Pulosari | 36,588 | 31,33 | 849 |
| Cipeucang | 35,002 | 21,16 | 1.328 |
| Cibaliung | 34,381 | 221,88 | 177 |
| Patia | 33,241 | 45,48 | 607 |
| Angsana | 32,025 | 64,84 | 418 |
| Munjul | 28,386 | 75,25 | 303 |
| Sumur | 28,265 | 258,54 | 41 |
| Cisata | 26,637 | 27,71 | 10 |
| Sindangresmi | 26,340 | 65,20 | 330 |
| Mekarjaya | 25,734 | 31,34 | 663 |
| Cibitung | 24,834 | 180,72 | 110 |
| Koroncong | 24,559 | 17,86 | 956 |
| Kabupaten Pandeglang | 1,434,926 | ย 2,742 | 12,178 |
Berdasarkan visualisasi data kependudukan Kemendagri pertanggal 31 Desember 2024 Jumlah Penduduk Pandeglang: 1.434.926 Orang.[27]
Pendidikan
sunting| Pendidikan formal | TK atau RA | SD atau MI | SMP atau MTs | SMA atau MA | SMK | Perguruan tinggi | Lainnya | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Negeri | 1 | 886 | 123 | 22 | 10 | 0 | 1 | |||||
| Swasta | 29 | 150 | 136 | 67 | 40 | 5 | 6 | |||||
| Total | 30 | 1.036 | 259 | 89 | 48 | 5 | 7 | |||||
| Data sekolah di kabupaten Pandeglang Sumber:[28] | ||||||||||||
Transportasi
sunting- Tidak ada rute kereta api, tetapi untuk ke Kabupaten Pandeglang bisa melalui Stasiun Rangkasbitung, yang kemudian dilanjutkan dengan menaiki angkutan kota arah Pandeglang di Terminal Mandala, Lebak.
- Angkutan kota wilayah Kabupaten Pandeglang dan beberapa rute yang menghubungkan Kabupaten Lebak dengan Kabupaten Serang.
Stasiun kereta api
suntingKabupaten Pandeglang memiliki 14 stasiun nonaktif di Jalur kereta api LabuanโRangkasbitung dan 2 stasiun Jalur kereta api SaketiโBayah yang sudah berhenti beroperasi, di antaranya
- EKS Stasiun Babakanlor
- EKS Stasiun Cibiuk
- EKS Stasiun Cikaduwen
- EKS Stasiun Cimanggu
- EKS Stasiun Cimenyan
- EKS Stasiun Cipeucang
- EKS Stasiun Jasugi
- EKS Stasiun Kadukacang
- EKS Stasiun Kalumpang
- EKS Stasiun Kenanga
- EKS Stasiun Labuan
- EKS Stasiun Menes
- EKS Stasiun Pandeglang
- EKS Stasiun Saketi
- EKS Stasiun Sekong
- EKS Stasiun Sodong
Terminal
suntingRuas jalan tol
suntingKomunikasi dan Media Massa
suntingStasiun TV
suntingStasiun Radio
suntingSejumlah stasiun radio yang beroperasi di wilayah ini:
- Radio Adhiswara FM 90.6 Mhz
- Radio Female FM 97.9ย MHz
- Radio Angkasa FM 98.9ย MHz
- Radio Paranti FM 105.6 Mhz
- Radio Berkah FM 97.3 Mhz
- Radio Akarsari FM 92.20 Mhz
- EโRadio Fm 95.9ย MHz
- Radio Krakatau FM 93.7 Mhz
- Radio Labuan FM 93.3 Mhz
- Radio Nadafa FM 91.0 Mhz
- Radio Arjuna FM 100.0 Mhz
- Radio Female FM 97.9ย MHz
- RIS FM 107.9ย MHz
- Radio Ujungkulon FM 95.10 Mhz
Makanan Khas
suntingKabupaten Pandeglang memiliki beberapa makanan khas yaitu:
- Balok Cikedal Pandeglang
- Emping Menes
- Apem
- Angeun Lada
- Rabeg
- Jojorong
- Bubur Sop Labuan
- Otak-otak Labuan
Pariwisata
suntingKabupaten Pandeglang memiliki beberapa tempat wisata, yaitu:
- Dataran tinggi Gunung Karang-Pulosari-Aseupan
- Alun-Alun Pandeglang
- Kampung Domba
- Pemandian Air Panas Cisolong
- CAS Waterpark
- DM Wisata Air
- Curug Leuwibumi
- Situs Salakanagara Cihunjuran
- Pemandian Alam Mata Air Citaman
- Pantai Carita
- Curug Putri Carita Pandeglang
- Curug Ciajeng Pandeglang
- Curug Cinoyong Pandeglang
- Taman Hutan Raya Pandeglang
- Mutiara Carita
- Cindewulung Bed & Resto
- Archipelago Carita
- Pantai Pandan Carita
- Pantai Bama
- Pantai Ciputih
- Pantai Tanjung Lesung
- Pantai Batu Hideung
- Curug Gendang
- Pemandian Cikoromoy
- Taman Nasional Ujung Kulon
- Kramat Syech Asnawi Caringin
- Kramat Syech Daud Cikaduen
- Kramat Syech Husen Carita
- Pulau Popole & Lowongan
Referensi
sunting- ^ "SEJARAH SINGKAT KABUPATEN PANDEGLANG". Website Resmi Kabupaten Pandeglang. 20 September 2017. Diakses tanggal 20 September 2017.[pranala nonaktif permanen]
- ^ "Undang-undang (UU) Nomor 116 Tahun 2024 tentang Kabupaten Pandeglang di Provinsi Banten". peraturan.bpk.go.id. Diakses tanggal 4 April 2026.
- ^ BPS Kabupaten Pandeglang (2018). Statistik Daerah Kabupaten Pandeglang 2018. BPS Kabupaten Pandeglang. hlm.ย 1. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-02-07. Diakses tanggal 2019-02-05.
- ^ a b c "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 31 Juli 2024.
- ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-12-01. Diakses tanggal 13 Februari 2022.
- ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 1 Oktober 2021.
- ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-28. Diakses tanggal 2008-01-18.
- ^ "Profil Pandeglang" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-09-09. Diakses tanggal 2020-09-13.
- ^ "Buku Peta Rata-Rata Curah Hujan Dan Hari Hujan Periode 1991-2020 Indonesia" (PDF). BMKG. hlm.ย 73 & 137. Diakses tanggal 13 September 2024.
- ^ "PANDEGLANG, INDONESIA". Weatherbase. Diakses tanggal 13 September 2020.
- ^ "Pandeglang, Banten, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 13 September 2020.
- ^ Notosusanto, Bambang; Eka Purnomosidi (2020). Dalam Dekapan Pandeglang: Kumpulan Catatan Kecilku Tentang Pandeglang. Jejak Publisher. hlm.ย 161โ171. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Nur Immamah, Siti (2017). Ulama Birokrat: Kiprah Abuya TB. Abdul Halim Kadu Peusing Dalam Memperjuangkan Banten. Laboratorium Bantenologi UIN Syarif Hidayatullah. ISBNย 978-602-6671-18-1. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ "Abuya Tubagus Abdul Halimย : Ulama dan Birokrat dari Pandeglang". Pemerintah Provinsi Banten. Jaringan Informasi Kearsipan Provinsi Banten. 21 Januari 2019. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-02-16. Diakses tanggal 16 Februari 2023.
- ^ "Gubernur Banten Lantik Ibu Tirinya Jadi Wakil Bupati Pandeglang". Tempo.co. Pandeglang. 10 Maret 2011. Diakses tanggal 16 Februari 2023.
- ^ "Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang Berakhir". Krakatau Radio. Pandeglang. 10 Maret 2016. Diakses tanggal 16 Februari 2023.
- ^ Ridho, Rasyid (23 Maret 2016). "Hari Ini Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang Dilantik". Sindo News. Serang. Diakses tanggal 16 Februari 2023.
- ^ "Irna-Tanto Resmi Jadi Paslon Terpilih di Pilkada Pandeglang 2020". Bingar.id. Pandeglang. 18 Februari 2021. Diakses tanggal 16 Februari 2023.
- ^ "Pelantikan Bupati Pandeglang dan Wali Kota Tangsel". Pemerintah Provinsi Banten. Serang: Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Banten. 27 April 2021. Diakses tanggal 16 Februari 2023.
- ^ Redaksi (2025-02-20). "Hari Ini Dewi-Iing Dilantik Presiden Prabowo". tangselpos.id. Diakses tanggal 2025-06-24.
- ^ Perolehan Kursi DPRD Pandeglang 2014-2019
- ^ Puskapol UI (11 November 2014). "Hasil Pemilu 2014 Provinsi Banten". Diakses tanggal 13 Maret 2019.
- ^ Nusantara, Suara (2019-08-25). "Dilantik Besok, Ini Daftar 50 Nama Anggota DPRD Pandeglang Periode 2019-2024 - Suara Nusantara". Suara Nusantara | Inspirasi Anak Negeri. Diakses tanggal 2023-02-03.
- ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
- ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
- ^ Kode Pos Kabupaten Pandeglang
- ^ "Visualisasi Data Kependudukan". gis.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 2025-02-27.
- ^ Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) Wilayah Kab. Pandeglang Diarsipkan 2010-12-27 di Wayback Machine.
Bacaan lebih lanjut
sunting- BPS Kabupaten Pandeglang (2018). Kabupaten Pandeglang Dalam Angka 2018. BPS Kabupaten Pandeglang.
- BPS Kabupaten Pandeglang (2018). Statistik Daerah Kabupaten Pandeglang 2018. BPS Kabupaten Pandeglang.
- BPS Kabupaten Pandeglang (2018). Statistik Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Pandeglang 2018. BPS Kabupaten Pandeglang.
