Pangerak (bahasa Kanayatn: Pangaraga) adalah sebutan untuk pembantu pambakal (Kepala Desa) pada masa zaman kolonial dahulu di Kalimantan Selatan. Para pangerak diangkat sesuai luas wilayah anak-anak kampung yang dikuasai pambakal. Para pangerak merupakan pembantu dan tangan kanan pambakal untuk:

  1. mengepalai wilayah-wilayah kampung.
  2. maerak (merodi) orang-orang kampung.
  3. mengumpul orang-orang.
  4. menangih pajak tanah.
  5. menagih pajak kepala.
  6. menagih pajak erakan.

Pengumuman kepada penduduk kampung oleh pangerak ditugaskan kepada tukang bandi yang dengan memacu sebuah babandi (gong kecil) berkeliling desa menyampaikan suatu instruksi pekerjaan.

Pada masa sekarang Pagerak dipakai untuk wilayah Rukun Warga, misalnya digunakan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kesultanan Banjar

Pambakal: Kepala Kampung yang menguasai beberapa anak kampung yang dipimpin Pangerak sebagai pembantu Pambakal. Mantri: pangkat kehormatan untuk orang-orang

Panglima Bukhari

diterima hangat oleh penduduk Kampung Hantarukung. Dengan bantuan Pangerak Yuya (pangerak = kepala dusun/ketua RW), Bukhari berhasil mengorganisir kekuatan

Amuk Hantarukung

Bukhari, seorang ajudan Sultan Muhammad Seman, bersama adiknya Santar dan Pangerak Yuya. "Sejarah Amuk Hantarukung Kandangan, Ketika Para Pejuang Rakyat Gugur

Pambakal

Desa. Pada zaman dahulu pambakal dibantu oleh seorang wakil, juru tulis, pangerak, kepala padang, kepala sungai, dan kepala hutan dan panakawan sesuai dengan