Parasetamol
Data klinis
PengucapanParasetamol: /หŒpรฆrษ™หˆsiหtษ™mษ’l/ย simakโ“˜
Asetaminofen: /ษ™หŒsiหtษ™หˆmษชnษ™fษชn/ย simakโ“˜
Nama dagangAnak Sumang, Dumin, Pamol, Panadol, Sanmol, Sumagesic, Tempra, Tylenol, dan masih banyak lagi[1]
AHFS/Drugs.commonograph
MedlinePlusa681004
License data
Kategori
kehamilan
  • AU: A
  • Tidak dites namun umumnya aman
Rute
pemberian
Oral, rektal, Intravena (IV)
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
Data farmakokinetika
Bioavailabilitas63โ€“89%[2]:โ€Š73โ€Š
Pengikatan protein10โ€“25%[3]
MetabolismeUtama di hati[6]
MetabolitAPAP gluc, APAP sulfat, NAPQI, APAP-GSH, APAP-cys[4]
Onset aksiAwitan pereda nyeri berdasarkan rute:
Mulutย โ€“ 37ย menit[5]
Bukalย โ€“ 15ย menit[5]
Intravenaย โ€“ 8ย menit[5]
Waktu paruh eliminasi1โ€“4 jam[6]
EkskresiUrin (85โ€“90%)[6]
Pengenal
  • N-(4-hidroksifenil)etanamida
    N-(4-hidroksifenil)asetamida
Nomor CAS
PubChem CID
IUPHAR/BPS
DrugBank
ChemSpider
UNII
KEGG
ChEBI
ChEMBL
Ligan PDB
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.002.870 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC8H9NO2
Massa molar151.163 g/mol
Model 3D (JSmol)
Kerapatan1.263ย g/cm3
Titik leleh169ย ยฐC (336ย ยฐF) [7][8]
Titik didih420ย ยฐC (788ย ยฐF)
Kelarutan dalam air7.21ย g/kg (0ย ยฐC)[9]

8.21ย g/kg (5ย ยฐC)[9]
9.44ย g/kg (10ย ยฐC)[9]
10.97ย g/kg (15ย ยฐC)[9]
12.78ย g/kg (20ย ยฐC)[9]

~14ย mg/mL (20ย ยฐC)
  • CC(NC1=CC=C(O)C=C1)=O
  • InChI=1S/C8H9NO2/c1-6(10)9-7-2-4-8(11)5-3-7/h2-5,11H,1H3,(H,9,10)ย checkY
  • Key:RZVAJINKPMORJF-UHFFFAOYSA-Nย checkY
ย ย (verify)

Parasetamol atau asetaminofen adalah obat analgesik dan antipiretik yang banyak dipakai untuk meredakan sakit kepala ringan akut, nyeri ringan hingga sedang,[10] serta demam. Manfaatnya dalam penanganan demam kurang tepercaya. Berbeda dengan obat analgesik yang lain seperti aspirin dan ibuprofen, parasetamol memiliki sifat antiinflamasi (antiradang) yang sangat lemah sehingga tidak dapat menggantikan obat-obat tersebut pada penanganan sejumlah penyakit.[11] Obat ini cukup aman pada dosis standar tetapi overdosis mudah terjadi karena ia muncul pada banyak sediaan obat. Obat ini termasuk obat bebas di Indonesia.

Pada jangka waktu yang pendek, efek samping umum paracetamol mencakup mual dan nyeri perut.[12][13] Penggunaan jangka panjang dapat mengakibatkan berkurangnya kadar hemoglobin, salah satu ciri pendarahan saluran cerna,[14] dan hasil uji fungsi hati yang abnormal.[15] Terdapat hubungan antara dosis tinggi parasetamol dan peningkatan kematian serta efek samping pada sistem peredaran darah (strok, serangan jantung), saluran pencernaan (ulkus, pendarahan),[13][14][16] dan ginjal. Obat ini juga dapat meningkatkan risiko munculnya hipertensi.[17] Peningkatan kejadian serangan asma dan gangguan perkembangan serta reproduktif tampak pada keturunan perempuan dengan penggunaan jangka panjang paracetamol selama kehamilan. Kebenaran akan paracetamol sebagai penyebab utamanya masih belum jelas.[17] Bukti hubungan antara penggunaan paracetamol selama kehamilan dan gangguan spektrum autisme serta gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas ditemukan memiliki kekuatan sedang.[18][19] Oleh karena itu, penggunaan paracetamol pada masa kehamilan dianjurkan dilakukan pada dosis efektif yang paling rendah dalam waktu yang sesingkat mungkin.[17][20][21]

Dosis harian maksimum bagi orang dewasa adalah 3 - 4 gram.[22][23][24] Dosis yang lebih tinggi dapat mengakibatkan efek racun, antara lain kegagalan fungsi hati.[25] Keracunan parasetamol adalah penyebab utama kegagalan hati akut di Barat dan merupakan penyebab overdosis obat paling banyak di Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru.[26][27][28]

Parasetamol pertama kali dibuat pada tahun 1877 atau 1852.[29] Ia merupakan obat paling umum untuk penanganan nyeri dan demam baik di Amerika Serikat dan Eropa.[30] Ia termasuk dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[31] Parasetamol tersedia sebagai obat generik dengan berbagai bentuk obat dagang seperti Tylenol dan Panadol.[32] Pada tahun 2018, obat ini adalah obat ke-20 yang paling banyak diresepkan di Amerika Serikat, dengan lebih dari 27 juta resep.[33][34]

Asal kata

sunting

Kata asetaminofen dan parasetamol berasal dari singkatan nama kimia bahan tersebut:

Versi Amerika N-asetil-para-aminofenol asetominofen
Versi Inggris Para-asetil-amino-fenol parasetamol[butuh rujukan]

Sejarah

sunting

Sebelum penemuan asetaminofen, kulit sinkona digunakan sebagai agen antipiretik, selain digunakan untuk menghasilkan obat antimalaria, kina.[butuh rujukan]

Karena pohon sinkona semakin berkurang pada 1880-an, sumber alternatif mulai dicari. Terdapat dua agen antipiretik yang dibuat pada 1880-an; asetanilida pada 1886 dan fenasetin pada 1887. Pada masa ini, parasetamol telah disintesis oleh Harmon Northrop Morse melalui pengurangan p-nitrofenol bersama timah dalam asam asetat gletser. Biarpun proses ini telah dijumpai pada tahun 1873, parasetamol tidak digunakan dalam bidang pengobatan hingga dua dekade setelahnya. Pada 1893, parasetamol telah ditemui di dalam air kencing seseorang yang mengambil fenasetin, yang memekat kepada hablur campuran berwarna putih dan berasa pahit. Pada tahun 1899, parasetamol dijumpai sebagai metabolit asetanilida. Namun penemuan ini tidak dipedulikan pada saat itu.[butuh rujukan]

Pada 1946, Lembaga Studi Analgesik dan Obat-obatan Sedatif telah memberi bantuan kepada Departemen Kesehatan New York untuk mengkaji masalah yang berkaitan dengan agen analgesik. Bernard Brodie dan Julius Axelrod telah ditugaskan untuk mengkaji mengapa agen bukan aspirin dikaitkan dengan adanya methemoglobinemia, sejenis keadaan darah tidak berbahaya. Di dalam tulisan mereka pada 1948, Brodie dan Axelrod mengaitkan penggunaan asetanilida dengan methemoglobinemia dan mendapati pengaruh analgesik asetanilida adalah disebabkan metabolit parasetamol aktif. Mereka membela penggunaan parasetamol karena memandang bahan kimia ini tidak menghasilkan racun asetanilida.[butuh rujukan]

Penggunaan

sunting

KEMASAN

   Paracetamol tablet 500ย mg.
   Paracetamol sirup 125ย mg/5 ml.
   Paracetamol sirup 160ย mg/5 ml.
   Paracetamol sirup 250ย mg/5 ml.
   Paracetamol suppositoria.

DOSIS DAN ATURAN PAKAI Paracetamol Tablet

   Dewasa dan anak  di atas 12 tahun: 1 tablet, 3 โ€“ 4 kali sehari.
   Anak-anak 6 โ€“ 12 tahun: ยฝ โ€“ 1, tablet 3 โ€“ 4 kali sehari.

Paracetamol Sirup 125ย mg/5 ml

   Anak usia 0 โ€“ 1 tahun: ยฝ sendok takar (5 mL), 3 โ€“ 4 kali sehari.
   Anak usia 1 โ€“ 2 tahun: 1 sendok takar (5 mL), 3 โ€“ 4 kali sehari.
   Anak usia 2 โ€“ 6 tahun: 1 โ€“ 2 sendok takar (5 mL), 3 โ€“ 4 kali sehari.
   Anak usia 6 โ€“ 9 tahun: 2 โ€“ 3 sendok takar (5 mL), 3 โ€“ 4 kali sehari.
   Anak usia 9 โ€“ 12 tahun: 3 โ€“ 4 sendok takar (5 mL), 3 โ€“ 4 kali sehari.[butuh rujukan]

Demam

sunting

Parasetamol digunakan sebagai penurun suhu tubuh pada kondisi demam.[35] Namun demikian, sifatnya sebagai obat antipiretik, terutama untuk pasien dewasa, masih belum cukup diteliti sehingga manfaatnya masih belum jelas.[36] Maka dari itu, parasetamol disebut diresepkan berlebihan untuk indikasi ini. Selain itu, data klinis dengan kualitas rendah mengantarkan pada kesimpulan bahwa dalam penatalaksanaan pilek, parasetamol dapat meredakan hidung yang tersumbat atau beringus tetapi tidak mengatasi gejala pilek lain seperti sakit tenggorokan, malaise, bersin, ataupun batuk.[37]

Parasetamol yang diberikan kepada pasien yang dirawat di instalasi rawat intensif menurunkan suhu tubuh 0,2โ€“0,3ย ยฐC lebih banyak dibandingkan dengan intervensi kontrol serta tidak berpengaruh terhadap tingkat kematian.[38] Pemberian parasetamol tidak mengubah luaran pasien demam yang menderita strok.[39] Namun demikian, terdapat hasil yang tidak bersesuaian pada pemberian parasetamol dalam menangani sepsis: terdapat temuan tingkat kematian lebih tinggi, tingkat kematian lebih rendah, dan tingkat kematian yang tidak berbeda.[38] Dalam penatalaksanaan demam dengue, parasetamol tidak memberikan manfaat dan mengakibatkan kenaikan kadar enzim liver yang mungkin menandakan kerusakan hati.[40] Secara keseluruhan, tidak terdapat bukti yang cukup dalam penggunaan rutin obat antipiretik, termasuk parasetamol, secara untuk pasien yang dirawat inap dan mengalami demam beserta infeksi.[41]

Efikasi parasetamol pada anak-anak yang mengalami demam belum dapat disimpulkan.[42] Parasetamol tidak dianjurkan digunakan hanya untuk menurunkan suhu tubuh tetapi dapat dipertimbangkan untuk anak dengan demam yang tampak terganggu.[43] Parasetamol sendiri tidak mencegah kejadian kejang karena demam.[43][44] Pada kejadian kedaruratan, penurunan suhu tubuh sebanyak 0,2ย ยฐC pada anak setelah pemberian dosis lazim parasetamol masih meragukan dalam penatalaksanaan.[36] Maka dari itu, sejumlah dokter menganjurkan penggunaan dosis yang lebih tinggi untuk penurunan suhu hingga 0,7ย ยฐC.[45] Sejumlah metaanalisis menunjukkan bahwa parasetamol sendiri kurang efektif daripada ibuprofen pada pasien anak,[46] termasuk anak dengan usia lebih muda daripada 2 tahun,[47] dengan catatan pada tingkat keamanan yang sama.[48] Eksaserbasi (kekambuhan) asma muncul dengan frekuensi yang mirip pada penggunaan kedua obat tersebut.[49] Pemberian parasetamol dan ibuprofen secara bersamaan untuk anak di bawah lima tahun tidak direkomendasikan tetapi pemberiannya dapat dilakukan bergantian jika perlu.[43]

Nyeri

sunting

Parasetamol digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang seperti sakit kepala, nyeri otot, nyeri radang sendi minor, dan sakit gigi selain nyeri yang disebabkan pilek, flu, terkilir, dan dismenorea.[50] Obat ini dianjurkan khusus untuk nyeri akut ringan hingga sedang sebab manfaat penggunaannya dalam perawatan nyeri kronis (jangka panjang) tidak cukup terbukti.[51]

Nyeri sistem otot dan rangka

sunting

Manfaat parasetamol dalam perawatan kondisi sistem otot dan rangka seperti osteoartritis dan nyeri punggung belum pasti.[51]

Parasetamol ditemukan hanya memberikan manfaat yang kecil dan tidak penting secara klinis dalam penanganan osteoartritis.[51][52] Pedoman tata laksana osteoartritis milik American College of Rheumatology dan Arthritis Foundation menyebutkan bahwa ukuran efek pada uji klinis parasetamol ialah sangat kecil, menunjukkan bahwa sebagian besar orang tidak mendapatkan efeknya.[53] Pedoman tersebut menganjurkan parasetamol pada kondisi tertentu dalam penggunaan jangka pendek dan sesuai episode manifestasi klinis bagi mereka yang tidak dapat menoleransi obat antiinflamasi nonsteroid. Individu yang menggunakan parasetamol secara rutin perlu memantau toksisitasnya di liver.[53] Pada dasarnya, hal yang sama dianjurkan oleh EULAR untuk tata laksana osteoartritis tangan.[54]

Parasetamol tidak efektif untuk menangani nyeri punggung bawah akut.[51][55] Penilaian penggunaan parasetamol untuk nyeri punggung kronis atau radikular belum sampai pada tingkat uji klinis acak terkendali. Bukti yang mendukung penggunaan parasetamol untuk kasus-kasus tersebut tidak cukup.[52][55][56]

Efek Samping

sunting

Pada dosis yang direkomendasikan, parasetamol tidak mengiritasi lambung, memengaruhi koagulasi darah, atau memengaruhi fungsi ginjal. Namun, pada dosis besar (lebih dari 2000ย mg per hari) dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan bagian atas. Hingga tahun 2010, parasetamol dipercaya aman untuk digunakan selama masa kehamilan.

Kelebihan Dosis

sunting

Penggunaan parasetamol di atas rentang dosis terapi dapat menyebabkan gangguan hati. Pengobatan toksisitas parasetamol dapat dilakukan dengan cara pemberian asetilsistein (N-asetil sistein) yang merupakan prekusor glutation, membantu tubuh untuk mencegah kerusakan hati lebih lanjut.[butuh rujukan]

Mekanisme Aksi

sunting

Mekanisme aksi utama dari parasetamol adalah hambatan terhadap enzim siklooksigenase (COX, cyclooxygenase), dan penelitian terbaru menunjukkan bahwa obat ini lebih selektif menghambat COX-2. Meskipun mempunyai aktivitas antipiretik dan analgesik, tetapi aktivitas antiinflamasinya sangat lemah karena dibatasi beberapa faktor, salah satunya adalah tingginya kadar peroksida dapat lokasi inflamasi. Hal lain, karena selektivitas hambatannya pada COX-2, sehingga obat ini tidak menghambat aktivitas tromboksan yang merupakan zat pembekuan darah.[butuh rujukan]

Referensi

sunting
  1. ^ "International Listings for Paracetamol". Diakses tanggal 11 January 2016.
  2. ^ Working Group of the Australian and New Zealand College of Anaesthetists and Faculty of Pain Medicine (2010). Macintyre, PE; Schug, SA; Scott, DA; Visser, EJ; Walker, SM (ed.). Acute Pain Management: Scientific Evidence (PDF) (Edisi 3rd). Melbourne, Australia: National Health and Medical Research Council. ISBNย 9780977517459. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2012-10-21. Diakses tanggal 2016-09-22.
  3. ^ "Tylenol, Tylenol Infants' Drops (acetaminophen) dosing, indications, interactions, adverse effects, and more". Medscape Reference. WebMD. Diakses tanggal 10 May 2014.
  4. ^ "Acetaminophen Pathway (therapeutic doses), Pharmacokinetics". Diakses tanggal 13 January 2016.
  5. ^ a b c Pickering G, Macian N, Libert F, Cardot JM, Coissard S, Perovitch P, Maury M, Dubray C (September 2014). "Buccal acetaminophen provides fast analgesia: two randomized clinical trials in healthy volunteers". Drug Des. Devel. Ther. 8: 1621โ€“1627. doi:10.2147/DDDT.S63476. PMCย 4189711. PMIDย 25302017. bAPAP has a faster time of antinociception onset (15 minutes, P<0.01) and greater antinociception at 50 minutes (P<0.01, CT1) and 30 minutes (P<0.01, CT2) than ivAPAP and sAPAP. All routes are similar after 50 minutes.ย ... In postoperative conditions for acute pain of mild to moderate intensity, the quickest reported time to onset of analgesia with APAP is 8 minutes9 for the iv route and 37 minutes6 for the oral route. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  6. ^ a b c "Codapane Forte Paracetamol and codeine phosphate PRODUCT INFORMATION" (PDF). TGA eBusiness Services. Alphapharm Pty Limited. 29 April 2013. Diakses tanggal 10 May 2014.
  7. ^ Karthikeyan, M.; Glen, R. C.; Bender, A. (2005). "General Melting Point Prediction Based on a Diverse Compound Data Set and Artificial Neural Networks". Journal of Chemical Information and Modeling. 45 (3): 581โ€“590. doi:10.1021/ci0500132. PMIDย 15921448.
  8. ^ "melting point data for paracetamol". Lxsrv7.oru.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-06-30. Diakses tanggal 19 March 2011.
  9. ^ a b c d e Granberg RA, Rasmuson AC (1999). "Solubility of paracetamol in pure solvents". Journal of Chemical & Engineering Data. 44 (6): 1391โ€“95. doi:10.1021/je990124v.
  10. ^ "PARASETAMOL (ASETAMINOFEN) | PIO Nas". pionas.pom.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-10-29. Diakses tanggal 2021-10-29.
  11. ^ Ellison, Norig (2002-05). "Goodman & Gilman's The Pharmacological Basis of Therapeutics, 10th Edition". Anesthesia & Analgesia. 94 (5): 1377. doi:10.1097/00000539-200205000-00085. ISSNย 0003-2999.
  12. ^ Moore, R. Andrew; Moore, Nicholas (2016-07-01). "Paracetamol and pain: the kiloton problem". European Journal of Hospital Pharmacy (dalam bahasa Inggris). 23 (4): 187โ€“188. doi:10.1136/ejhpharm-2016-000952. ISSNย 2047-9956. PMCย 6451482. PMIDย 31156845. Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
  13. ^ a b Conaghan, Philip G.; Arden, Nigel; Avouac, Bernard; Migliore, Alberto; Rizzoli, Renรฉ (2019-04-01). "Safety of Paracetamol in Osteoarthritis: What Does the Literature Say?". Drugs & Aging (dalam bahasa Inggris). 36 (1): 7โ€“14. doi:10.1007/s40266-019-00658-9. ISSNย 1179-1969. PMCย 6509082. PMIDย 31073920. Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
  14. ^ a b Roberts, Emmert; Nunes, Vanessa Delgado; Buckner, Sara; Latchem, Susan; Constanti, Margaret; Miller, Paul; Doherty, Michael; Zhang, Weiya; Birrell, Fraser (2016-03-01). "Paracetamol: not as safe as we thought? A systematic literature review of observational studies". Annals of the Rheumatic Diseases (dalam bahasa Inggris). 75 (3): 552โ€“559. doi:10.1136/annrheumdis-2014-206914. ISSNย 0003-4967. PMCย 4789700. PMIDย 25732175. Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
  15. ^ Leopoldino, Amanda O; Machado, Gustavo C; Ferreira, Paulo H; Pinheiro, Marina B; Day, Richard; McLachlan, Andrew J; Hunter, David J; Ferreira, Manuela L (2019-02-25). "Paracetamol versus placebo for knee and hip osteoarthritis". Cochrane Database of Systematic Reviews. 2019 (8). doi:10.1002/14651858.cd013273. ISSNย 1465-1858. PMCย 6388567. PMIDย 30801133. Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
  16. ^ Choueiri, Toni K.; Je, Youjin; Cho, Eunyoung (2014). "Analgesic use and the risk of kidney cancer: A meta-analysis of epidemiologic studies". International Journal of Cancer (dalam bahasa Inggris). 134 (2): 384โ€“396. doi:10.1002/ijc.28093. ISSNย 1097-0215. PMCย 3815746. PMIDย 23400756. Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
  17. ^ a b c McCrae, J. C.; Morrison, E. E.; MacIntyre, I. M.; Dear, J. W.; Webb, D. J. (2018). "Long-term adverse effects of paracetamol โ€“ a review". British Journal of Clinical Pharmacology (dalam bahasa Inggris). 84 (10): 2218โ€“2230. doi:10.1111/bcp.13656. ISSNย 1365-2125. PMCย 6138494. PMIDย 29863746. Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
  18. ^ Bauer, Ann Z.; Kriebel, David; Herbert, Martha R.; Bornehag, Carl-Gustaf; Swan, Shanna H. (2018-05-01). "Prenatal paracetamol exposure and child neurodevelopment: A review". Hormones and Behavior. Endocrine Disrupting Chemicals and Behavior (dalam bahasa Inggris). 101: 125โ€“147. doi:10.1016/j.yhbeh.2018.01.003. ISSNย 0018-506X.
  19. ^ Gou, Xiaoyun; Wang, Yan; Tang, Ying; Qu, Yi; Tang, Jun; Shi, Jing; Xiao, Dongqiong; Mu, Dezhi (2019-03-01). "Association of maternal prenatal acetaminophen use with the risk of attention deficit/hyperactivity disorder in offspring: A meta-analysis". Australian & New Zealand Journal of Psychiatry (dalam bahasa Inggris). 53 (3): 195โ€“206. doi:10.1177/0004867418823276. ISSNย 0004-8674.
  20. ^ Toda, Katsuhiro (2017-10-01). "Is acetaminophen safe in pregnancy?". Scandinavian Journal of Pain (dalam bahasa Inggris). 17 (1): 445โ€“446. doi:10.1016/j.sjpain.2017.09.007. ISSNย 1877-8879.
  21. ^ Black, Eleanor; Khor, Kok Eng; Kennedy, Debra; Chutatape, Anuntapon; Sharma, Swapnil; Vancaillie, Thierry; Demirkol, Apo (2019). "Medication Use and Pain Management in Pregnancy: A Critical Review". Pain Practice (dalam bahasa Inggris). 19 (8): 875โ€“899. doi:10.1111/papr.12814. ISSNย 1533-2500.
  22. ^ "Paracetamol for adults: painkiller to treat aches, pains and fever". nhs.uk (dalam bahasa Inggris). 2019-07-24. Diakses tanggal 2021-10-29.
  23. ^ "What are the recommended maximum daily dosages of acetaminophen in adults and children?". www.medscape.com. Diakses tanggal 2021-10-29.
  24. ^ Machado, Gustavo C.; Maher, Chris G.; Ferreira, Paulo H.; Pinheiro, Marina B.; Lin, Chung-Wei Christine; Day, Richard O.; McLachlan, Andrew J.; Ferreira, Manuela L. (2015-03-31). "Efficacy and safety of paracetamol for spinal pain and osteoarthritis: systematic review and meta-analysis of randomised placebo controlled trials". BMJ (dalam bahasa Inggris). 350: h1225. doi:10.1136/bmj.h1225. ISSNย 1756-1833. PMCย 4381278. PMIDย 25828856. Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
  25. ^ "Acetaminophen Monograph for Professionals". Drugs.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-10-29.
  26. ^ Daly, Frank F. S.; Fountain, John S.; Murray, Lindsay; Graudins, Andis; Buckley, Nicholas A. (2008). "Guidelines for the management of paracetamol poisoning in Australia and New Zealand โ€” explanation and elaboration". Medical Journal of Australia (dalam bahasa Inggris). 188 (5): 296โ€“302. doi:10.5694/j.1326-5377.2008.tb01625.x. ISSNย 1326-5377.
  27. ^ Hawkins, Leonard C.; Edwards, John N.; Dargan, Paul I. (2007-06-01). "Impact of Restricting Paracetamol Pack Sizes on Paracetamol Poisoning in the United Kingdom". Drug Safety (dalam bahasa Inggris). 30 (6): 465โ€“479. doi:10.2165/00002018-200730060-00002. ISSNย 1179-1942.
  28. ^ Larson, Anne M.; Polson, Julie; Fontana, Robert J.; Davern, Timothy J.; Lalani, Ezmina; Hynan, Linda S.; Reisch, Joan S.; Schiรธdt, Frank V.; Ostapowicz, George (2005). "Acetaminophen-induced acute liver failure: Results of a United States multicenter, prospective study". Hepatology (dalam bahasa Inggris). 42 (6): 1364โ€“1372. doi:10.1002/hep.20948. ISSNย 1527-3350.
  29. ^ Hillman, Susan Kay (2012). "Pharmacology in Athletic Training". Core Concepts in Athletic Training and Therapy. doi:10.5040/9781718209770.ch-018.
  30. ^ "Essentials of Emergency Medicine". 2003. doi:10.5005/jp/books/10275.
  31. ^ Roth, Lukas; Adler, Melissa; Jain, Tanvi; Bempong, Daniel (2018-03-28). "Monographs for medicines on WHO's Model List of Essential Medicines". Bulletin of the World Health Organization. 96 (6): 378โ€“385. doi:10.2471/blt.17.205807. ISSNย 0042-9686.
  32. ^ Hamilton, Richard J; Rowley, Ayana K (2009-06-23). "Book Review: Tarascon Pocket Pharmacopoeia: 2009 Deluxe Lab-Coat Pocket Edition, 10th Edition". Annals of Pharmacotherapy. 43 (7โ€“8): 1377โ€“1378. doi:10.1345/aph.1m199. ISSNย 1060-0280.
  33. ^ "The Top 300 of 2019". clincalc.com. Diakses tanggal 2021-10-29.
  34. ^ "Acetaminophen - Drug Usage Statistics, ClinCalc DrugStats Database". clincalc.com. Diakses tanggal 2021-10-29.
  35. ^ Prescott, L. F. (2000-03). "Paracetamol: past, present, and future". American Journal of Therapeutics. 7 (2): 143โ€“147. ISSNย 1075-2765. PMIDย 11319582.
  36. ^ a b Warwick, C. (2008-11). "Paracetamol and fever management". The Journal of the Royal Society for the Promotion of Health. 128 (6): 320โ€“323. doi:10.1177/1466424008092794. ISSNย 1466-4240. PMIDย 19058473.
  37. ^ Li, Siyuan; Yue, Jirong; Dong, Bi Rong; Yang, Ming; Lin, Xiufang; Wu, Taixiang (2013-07-01). "Acetaminophen (paracetamol) for the common cold in adults". The Cochrane Database of Systematic Reviews. 2013 (7): CD008800. doi:10.1002/14651858.CD008800.pub2. ISSNย 1469-493X. PMCย 7389565. PMIDย 23818046.
  38. ^ a b Chiumello, D.; Gotti, M.; Vergani, G. (2017-04). "Paracetamol in fever in critically ill patients-an update". Journal of Critical Care. 38: 245โ€“252. doi:10.1016/j.jcrc.2016.10.021. ISSNย 1557-8615. PMIDย 27992852.
  39. ^ de Ridder, Inger R.; den Hertog, Heleen M.; van Gemert, H. Maarten A.; Schreuder, A. H. C. M. L. Tobien; Ruitenberg, Annemieke; Maasland, E. Lisette; Saxena, Ritu; van Tuijl, Jordie H.; Jansen, Ben P. W. (2017-04). "PAIS 2 (Paracetamol [Acetaminophen] in Stroke 2): Results of a Randomized, Double-Blind Placebo-Controlled Clinical Trial". Stroke. 48 (4): 977โ€“982. doi:10.1161/STROKEAHA.116.015957. ISSNย 1524-4628. PMIDย 28289240.
  40. ^ Deen, Jacqueline; von Seidlein, Lorenz (2019-05). "Paracetamol for dengue fever: no benefit and potential harm?". The Lancet. Global Health. 7 (5): e552 โ€“ e553. doi:10.1016/S2214-109X(19)30157-3. ISSNย 2214-109X. PMIDย 31000122.
  41. ^ Ludwig, Jennifer; McWhinnie, Hazel (2019-05-23). "Antipyretic drugs in patients with fever and infection: literature review". British Journal of Nursing (Mark Allen Publishing). 28 (10): 610โ€“618. doi:10.12968/bjon.2019.28.10.610. ISSNย 2052-2819. PMIDย 31116598.
  42. ^ Meremikwu, M.; Oyo-Ita, A. (2002). "Paracetamol for treating fever in children". The Cochrane Database of Systematic Reviews. 2002 (2): CD003676. doi:10.1002/14651858.CD003676. ISSNย 1469-493X. PMCย 6532671. PMIDย 12076499.
  43. ^ a b c "Recommendations | Fever in under 5s: assessment and initial management | Guidance | NICE". web.archive.org. 2021-02-10. Diakses tanggal 2025-05-11.
  44. ^ Hashimoto, Risa; Suto, Maiko; Tsuji, Mariko; Sasaki, Hatoko; Takehara, Kenji; Ishiguro, Akira; Kubota, Masaya (2021-04). "Use of antipyretics for preventing febrile seizure recurrence in children: a systematic review and meta-analysis". European Journal of Pediatrics. 180 (4): 987โ€“997. doi:10.1007/s00431-020-03845-8. ISSNย 1432-1076. PMIDย 33125519.
  45. ^ de Martino, Maurizio; Chiarugi, Alberto (2015-12). "Recent Advances in Pediatric Use of Oral Paracetamol in Fever and Pain Management". Pain and Therapy. 4 (2): 149โ€“168. doi:10.1007/s40122-015-0040-z. ISSNย 2193-8237. PMCย 4676765. PMIDย 26518691.
  46. ^ Narayan, Kaajal; Cooper, Simon; Morphet, Julia; Innes, Kelli (2017-08). "Effectiveness of paracetamol versus ibuprofen administration in febrile children: A systematic literature review". Journal of Paediatrics and Child Health. 53 (8): 800โ€“807. doi:10.1111/jpc.13507. ISSNย 1440-1754. PMIDย 28437025.
  47. ^ Tan, Eunicia; Braithwaite, Irene; McKinlay, Christopher J. D.; Dalziel, Stuart R. (2020-10-01). "Comparison of Acetaminophen (Paracetamol) With Ibuprofen for Treatment of Fever or Pain in Children Younger Than 2 Years: A Systematic Review and Meta-analysis". JAMA network open. 3 (10): e2022398. doi:10.1001/jamanetworkopen.2020.22398. ISSNย 2574-3805. PMCย 7599455. PMIDย 33125495.
  48. ^ Pierce, Catherine A.; Voss, Bryan (2010-03). "Efficacy and safety of ibuprofen and acetaminophen in children and adults: a meta-analysis and qualitative review". The Annals of Pharmacotherapy. 44 (3): 489โ€“506. doi:10.1345/aph.1M332. ISSNย 1542-6270. PMIDย 20150507.
  49. ^ Sherbash, Mohamed; Furuya-Kanamori, Luis; Nader, Joanne Daghfal; Thalib, Lukman (2020-03-23). "Risk of wheezing and asthma exacerbation in children treated with paracetamol versus ibuprofen: a systematic review and meta-analysis of randomised controlled trials". BMC pulmonary medicine. 20 (1): 72. doi:10.1186/s12890-020-1102-5. ISSNย 1471-2466. PMCย 7087361. PMIDย 32293369. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  50. ^ Bertolini, Alfio; Ferrari, Anna; Ottani, Alessandra; Guerzoni, Simona; Tacchi, Raffaella; Leone, Sheila (2006). "Paracetamol: new vistas of an old drug". CNS drug reviews. 12 (3โ€“4): 250โ€“275. doi:10.1111/j.1527-3458.2006.00250.x. ISSNย 1080-563X. PMCย 6506194. PMIDย 17227290.
  51. ^ a b c d Saragiotto, Bruno T.; Abdel Shaheed, Christina; Maher, Chris G. (2019-12-31). "Paracetamol for pain in adults". BMJ (Clinical research ed.). 367: l6693. doi:10.1136/bmj.l6693. ISSNย 1756-1833. PMIDย 31892511.
  52. ^ a b Machado, Gustavo C.; Maher, Chris G.; Ferreira, Paulo H.; Pinheiro, Marina B.; Lin, Chung-Wei Christine; Day, Richard O.; McLachlan, Andrew J.; Ferreira, Manuela L. (2015-03-31). "Efficacy and safety of paracetamol for spinal pain and osteoarthritis: systematic review and meta-analysis of randomised placebo controlled trials". BMJ (Clinical research ed.). 350: h1225. doi:10.1136/bmj.h1225. ISSNย 1756-1833. PMCย 4381278. PMIDย 25828856.
  53. ^ a b Kolasinski, Sharon L.; Neogi, Tuhina; Hochberg, Marc C.; Oatis, Carol; Guyatt, Gordon; Block, Joel; Callahan, Leigh; Copenhaver, Cindy; Dodge, Carole (2020-02). "2019 American College of Rheumatology/Arthritis Foundation Guideline for the Management of Osteoarthritis of the Hand, Hip, and Knee". Arthritis Care & Research. 72 (2): 149โ€“162. doi:10.1002/acr.24131. ISSNย 2151-4658. PMCย 11488261. PMIDย 31908149.
  54. ^ Kloppenburg, Margreet; Kroon, Fรฉline Pb; Blanco, Francisco J.; Doherty, Michael; Dziedzic, Krysia S.; Greibrokk, Elsie; Haugen, Ida K.; Herrero-Beaumont, Gabriel; Jonsson, Helgi (2019-01). "2018 update of the EULAR recommendations for the management of hand osteoarthritis". Annals of the Rheumatic Diseases. 78 (1): 16โ€“24. doi:10.1136/annrheumdis-2018-213826. ISSNย 1468-2060. PMIDย 30154087.
  55. ^ a b Qaseem, Amir; Wilt, Timothy J.; McLean, Robert M.; Forciea, Mary Ann; Clinical Guidelines Committee of the American College of Physicians; Denberg, Thomas D.; Barry, Michael J.; Boyd, Cynthia; Chow, R. Dobbin (2017-04-04). "Noninvasive Treatments for Acute, Subacute, and Chronic Low Back Pain: A Clinical Practice Guideline From the American College of Physicians". Annals of Internal Medicine. 166 (7): 514โ€“530. doi:10.7326/M16-2367. ISSNย 1539-3704. PMIDย 28192789.
  56. ^ Saragiotto, Bruno T.; Machado, Gustavo C.; Ferreira, Manuela L.; Pinheiro, Marina B.; Abdel Shaheed, Christina; Maher, Christopher G. (2016-06-07). "Paracetamol for low back pain". The Cochrane Database of Systematic Reviews. 2016 (6): CD012230. doi:10.1002/14651858.CD012230. ISSNย 1469-493X. PMCย 6353046. PMIDย 27271789.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Donald Trump

Black Blackwell B. Bush L. Bush Cain Clarke Coates Conway Copeland Crane Dolan Duke Falwell Feulner Fiorina Gaines Gorka B. Graham F. Graham Kahn King

Timothy Michael Dolan

Timothy Michael Dolan (lahir 6 Februari 1950) adalah seorang Kardinal Gereja Katolik Roma dan uskup. Ia ditunjuk oleh Paus Benediktus XVI menjadi Uskup

Cublak-cublak Suweng

pengiring dalam permainan tradisional Jawa yang memiliki nama yang sama yaitu Dolanan Cublak-cublak Suweng. Permainan tradisional cublak-cublak suweng biasa

Lir-ilir

terutama di pesisir pulau Jawa. Tembang Lir-ilir dikenal sebagai tembang dolanan atau lagu daerah Jawa Tengah, dalam liriknya menggunakan kata perumpamaan

Beton bertulang

Materials Science. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-04-07. Nilson, Darwin, Dolan. Desain Struktur Beton . the MacGraw-Hill Education, 2003. p. 80-90. "Techno

Justin Bieber

(2012)". Entertainment Weekly. Time Inc. Diakses tanggal June 17, 2012. Dolan, Jon (June 15, 2012). "Believe". Rolling Stone. Wenner Media. Diakses tanggal

Didi Kempot

"Cucakrowo" "Dalan Tembus" "Dalan Anyar" "Den" "Dudu Jodone" "Duduk Manis" "Dolanan Dakon" "Dompet Kulit" "Eling Kowe" "Empek-Empek" "Entenono" "Gawe Gelo"

UFO

M. Dolan, UFOs and the National Security State: An Unclassified History, Volume One: 1941โ€“1973, 2000, Keyhole Publishing, ISBN 0-9666885-0-3. Dolan is