Kabupaten Purbalingga
Transkripsi bahasa daerah
 • Hanacarakaꦥꦸꦂꦧꦭꦶꦁꦒ
 • Pegonڤورباليڠڮا
Lambang resmi Kabupaten Purbalingga
Julukan: 
  • Bumi Perwira
  • Bumi Knalpot
  • Bumi Rambut Palsu
Motto: 
Prasetyaning nayaka amangun praja
(Jawa) Segenap masyarakat dan pemerintah setia untuk membangun daerah
(1830 Masehi)
Peta
Peta
Kabupaten Purbalingga di Jawa
Kabupaten Purbalingga
Kabupaten Purbalingga
Peta
Kabupaten Purbalingga di Indonesia
Kabupaten Purbalingga
Kabupaten Purbalingga
Kabupaten Purbalingga (Indonesia)
Koordinat: 7°17′S 109°21′E / 7.28°S 109.35°E / -7.28; 109.35
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
Dasar hukumUU No. 13/1950
Hari jadi18 Desember 1830 (umur 195)
Ibu kotaPurbalingga
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 18
  • Kelurahan: 15
  • Desa: 224
Pemerintahan
 • BupatiFahmi Muhammad Hanif
 • Wakil BupatiDimas Prasetyahani
 • Sekretaris DaerahHerni Sulasti
 • Ketua DPRDH. R Bambang Irawan
Luas
 • Total777,64 km2 (300,25 sq mi)
Populasi
 (30 Juni 2025)[1]
 • Total1.064.475
 • Kepadatan1,400/km2 (3,500/sq mi)
Demografi
 • Agama
  • 99,16% Islam
  • 0,01% Buddha
  • 0,01% Hindu
  • 0,02% Lainnya[2]
 • BahasaIndonesia (resmi)
Jawa Banyumasan
 • IPMKenaikan 69,54 (2022)
sedang[3]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
Kode BPS
3303 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon+62 281
Pelat kendaraanR xxxx **C/*L/*Q/*U/*V/*Z
Kode Kemendagri33.03 Suntingan nilai di Wikidata
DAURp 934.782.107.000.-
Semboyan daerahPERWIRA (Pengabdian, Rapi, Wibawa, Iman, Ramah lan Aman)
Flora resmiDuwet
Fauna resmiJalak suren
Situs webwww.purbalinggakab.go.id


Kabupaten Purbalingga (bahasa Jawa: Hanacaraka: ꦥꦸꦂꦧꦭꦶꦁꦒ, Pegon: ڤورباليڠڮا) adalah sebuah wilayah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini berada di Kecamatan Purbalingga. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Pemalang di utara, Kabupaten Banjarnegara di timur dan selatan, serta Kabupaten Banyumas di barat dan selatan. Jumlah Penduduk Kabupaten Purbalingga pertengahan tahun 2023 sebanyak 1.040.109 jiwa.[2][4][5]

Geografi

sunting

Terletak pada 101° 11" BT–109°35" BT dan 7°10" LS–7°29 LS" terbentang pada ketinggian ±40 – 1.500 meter di atas permukaan laut dengan dua musim yaitu musim kemarau antara MeiSeptember dan musim Kemarau antara OktoberApril. Secara umum Purbalingga termasuk dalam iklim tropis dengan rata-rata curah hujan 3,739mm – 4,789mm per tahun. Jumlah curah hujan tertinggi berada di Kecamatan Karangmoncol, sedangkan curah hujan terendah di Kecamatan Kejobong. Suhu udara di wilayah Kabupaten Purbalingga antara 23.20 °C – 32.88 °C dengan rata-rata 24.49 °C.[6]

Purbalingga berada di cekungan yang diapit beberapa rangkaian pegunungan. Di sebelah utara merupakan rangkaian pegunungan (Gunung Slamet dan Dataran Tinggi Dieng). Bagian selatan merupakan Depresi Serayu, yang dialiri dua sungai besar Kali Serayu dan anak sungainya, Kali Pekacangan. Anak sungai lainnya yaitu seperti Kali Klawing, Kali Gintung, dan anak sungai lainnya. Ibu kota Kabupaten berada di Purbalingga, sekitar 21 km sebelah timur laut Purwokerto.

Data iklim Purbalingga, Jawa Tengah, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 31.2
(88.2)
31.3
(88.3)
31.5
(88.7)
31.4
(88.5)
31.4
(88.5)
30.8
(87.4)
30.5
(86.9)
30.9
(87.6)
31.7
(89.1)
32.4
(90.3)
31.6
(88.9)
31.3
(88.3)
31.33
(88.39)
Rata-rata harian °C (°F) 27.6
(81.7)
27.6
(81.7)
27.8
(82)
28.1
(82.6)
27.8
(82)
27.2
(81)
26.5
(79.7)
26.6
(79.9)
27.2
(81)
27.8
(82)
27.8
(82)
27.6
(81.7)
27.47
(81.44)
Rata-rata terendah °C (°F) 22.9
(73.2)
22.9
(73.2)
23.1
(73.6)
23.2
(73.8)
22.7
(72.9)
22.1
(71.8)
21.5
(70.7)
21.2
(70.2)
22.1
(71.8)
22.9
(73.2)
23.4
(74.1)
23.2
(73.8)
22.6
(72.69)
Curah hujan mm (inci) 566
(22.28)
532
(20.94)
485
(19.09)
414
(16.3)
270
(10.63)
147
(5.79)
90
(3.54)
57
(2.24)
86
(3.39)
311
(12.24)
526
(20.71)
557
(21.93)
4.041
(159,08)
Rata-rata hari hujan 20 19 19 17 12 8 5 3 4 12 19 20 158
% kelembapan 88 87 86 85 83 81 79 76 78 80 84 87 82.8
Rata-rata sinar matahari harian 6.4 6.4 6.9 7.2 7.9 7.9 8.0 8.2 8.1 7.7 7.0 6.6 7.36
Sumber #1: BMKG[7]
Sumber #2: Climate-Data.org[8]

Pemerintahan

sunting

Kepala daerah

sunting
Bupati Purbalingga
No. Bupati Awal Akhir Wakil Bupati
24 Fahmi Muhammad Hanif 20 Februari 2025 Petahana Dimas Prasetyahani

Dewan Perwakilan

sunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Purbalingga dalam empat periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2009–2014[9] 2014–2019[10] 2019–2024[11] 2024–2029[12]
PKB 5 Steady 5 Kenaikan 9 Steady 9
Gerindra (baru) 0 Kenaikan 6 Steady 6 Steady 6
PDI-P 13 Penurunan 11 Penurunan 10 Kenaikan 14
Golkar 6 Kenaikan 7 Steady 7 Penurunan 6
NasDem (baru) 1 Steady 1 Steady 1
PKS 4 Kenaikan 5 Penurunan 4 Kenaikan 7
Hanura (baru) 0 Kenaikan 2 Penurunan 0 Steady 0
PAN 5 Penurunan 4 Steady 4 Penurunan 3
Demokrat 7 Penurunan 2 Steady 2 Steady 2
PPP 2 Steady 2 Steady 2 Steady 2
PDP (baru) 2
PMB (baru) 1
Jumlah Anggota 45 Steady 45 Steady 45 Kenaikan 50
Jumlah Partai 9 Kenaikan 10 Penurunan 9 Steady 9


Kecamatan

sunting

Kabupaten Purbalingga terdiri dari 18 kecamatan, 15 kelurahan, dan 224 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 953.304 jiwa dengan luas wilayah 677,55 km² dan sebaran penduduk 1.406 jiwa/km².[13][14]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Purbalingga, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Kodepos[15] Status Daftar
Desa/Kelurahan
33.03.09 Bobotsari 16 53353 Desa
33.03.14 Bojongsari 13 53362 Desa
33.03.02 Bukateja 14 53382 Desa
33.03.04 Kaligondang 18 53391 Desa
33.03.06 Kalimanah 3 14 53371 Desa
Kelurahan
33.03.11 Karanganyar 13 53354 Desa
33.03.17 Karangjambu 6 53359 Desa
33.03.12 Karangmoncol 11 53355 Desa
33.03.10 Karangreja 7 53357 Desa
33.03.03 Kejobong 13 53392 Desa
33.03.01 Kemangkon 19 53381 Desa
33.03.18 Kertanegara 11 53358 Desa
33.03.07 Kutasari 14 53361 Desa
33.03.08 Mrebet 19 53352 Desa
33.03.15 Padamara 1 13 53372 Desa
Kelurahan
33.03.16 Pengadegan 9 53393 Desa
33.03.05 Purbalingga 11 2 53311-53319 Desa
Kelurahan
33.03.13 Rembang 12 53356 Desa
TOTAL 15 224

Demografi

sunting

Pada tahun 2023, jumlah penduduk Kabupaten Purbalingga mencapai 1.027.333 jiwa terdiri atas 519.734 laki-laki dan 507.599 perempuan dengan sex ratio sebesar 102,39. Rasio ketergantungan berada pada angka 46,44 yang berarti dari setiap 100 penduduk usia produktif terdapat 46 penduduk tidak produktif. Kelompok usia 0-19 tahun mendominasi struktur umur, sedangkan kelompok usia 20-39 tahun mulai mengecil kemudian kembali meningkat pada usia 35-39. Laju pertumbuhan penduduk tercatat 0,73 persen. Berdasarkan kelompok umur, terdapat lima kelompok umur dengan proporsi perempuan lebih besar dibanding laki-laki yaitu 55-59, 60-64, 65-69, 70-74, dan 75 tahun ke atas.[16]

Jumlah penduduk bekerja di Purbalingga pada tahun 2023 sebesar 554.597 orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 546.382 orang. Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) tahun 2023 sebesar 71,73 persen. Penduduk bekerja paling banyak berada di sektor pertanian sebesar 35,47 persen, diikuti sektor industri pengolahan 31,17 persen, perdagangan 11,85 persen, konstruksi 6,44 persen, dan transportasi 3,92 persen. Penduduk usia kerja mencapai 773.121 orang, dengan 568.558 angkatan kerja, dan 204.563 bukan angkatan kerja. Jumlah pengangguran terbuka sebesar 13.961 orang. Berdasarkan data keagamaan, penduduk Purbalingga terdiri atas 1.006.693 penganut Islam, 16.041 Kristen, 2.660 Katolik, 1.902 Hindu, 37 Buddha, dan tidak ada penganut Konghucu. Jumlah rumah ibadah terdiri atas 1.576 masjid, 1.388 langgar/mushola, 101 gereja, 6 pura, dan 2 vihara.[17]

Kesehatan

sunting
RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga

Pada tahun 2023 Kabupaten Purbalingga memiliki tujuh rumah sakit umum, seluruhnya berlokasi di pusat kota. Terdapat 22 puskesmas, 26 klinik, 1240 posyandu, dan 193 polindes. Jumlah apotek mencapai 101 unit, meningkat dari 94 pada tahun sebelumnya. Sebaran tenaga kesehatan didominasi oleh perawat sebanyak 1413 orang, diikuti bidan 774 orang, dokter 445 orang, tenaga farmasi 390 orang, dan ahli gizi 61 orang. Peserta KB aktif tercatat sebanyak 119.123 orang atau 11,59 persen dari total penduduk. Metode yang paling banyak digunakan adalah suntik 55 persen, susuk 14 persen, AKDR 13 persen, pil 11 persen, MOW 6 persen, kondom 2 persen, dan MOP 1 persen. Jumlah pasien yang masuk rumah sakit sepanjang tahun 2023 tercatat sebanyak 66.821 pasien, dengan 63.388 orang keluar hidup dan 3.433 orang meninggal dunia.[18]

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Purbalingga tahun 2023 mencapai 70,24 dengan komponen Angka Harapan Hidup sebesar 73,37 tahun. Angka tersebut meningkat dari 73,28 tahun pada tahun sebelumnya. Selama tahun 2023, sekitar 7 persen penduduk terdaftar masuk rumah sakit. Harapan Lama Sekolah tercatat 12,02 tahun dan Rata-rata Lama Sekolah sebesar 7,34 tahun. Program imunisasi dasar lengkap bagi bayi tercatat sebanyak 12.328 kasus, penanganan gizi buruk sebanyak 228 kasus, dan stunting pada balita sejumlah 1.956 kasus. Penduduk yang merokok masih cukup tinggi dengan konsumsi rokok per orang sebanyak 1.085 batang per tahun. Persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap air minum layak mencapai 91,56 persen dan akses sanitasi layak sebesar 93,77 persen. Rumah tangga dengan akses pelayanan kesehatan terdekat dalam radius ≤5 km tercatat sebesar 90,72 persen.[19]

Ekonomi dan Fasilitas

sunting

Statistik Ekonomi

sunting

Pada tahun 2023, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Purbalingga mencapai 4,78 persen. Kontribusi sektor industri pengolahan terhadap PDRB atas dasar harga berlaku sebesar 31,89 persen dengan nilai Rp9,96 triliun, diikuti sektor pertanian 21,28 persen dan sektor perdagangan 12,60 persen. Pertumbuhan sektor industri pengolahan tahun 2023 sebesar 4,90 persen, perdagangan 5,37 persen, dan pertanian 0,52 persen. Nilai PDRB ADHB mencapai Rp31,24 triliun, sedangkan ADHK sebesar Rp21,46 triliun. Sektor perdagangan ditopang oleh 134 kelompok pertokoan, 69 pasar permanen dan semi permanen, 47 pasar tanpa bangunan, serta 367 swalayan/minimarket. Pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), jumlah UMKM tercatat sebanyak 130.404 unit. Tingkat inflasi di Kabupaten Purbalingga sebesar 3,33 persen pada tahun 2023, sementara indeks kemahalan konstruksi (IKK) sebesar 96,36. Pengeluaran per kapita per bulan sebesar Rp1.015.832 terdiri dari Rp520.107 untuk makanan dan Rp495.725 untuk bukan makanan. Pengeluaran terbesar pada makanan adalah makanan dan minuman jadi (29 persen), diikuti tembakau dan sirih (14 persen), padi-padian (14 persen), sayuran (10 persen), telur dan susu (6 persen), serta sisanya makanan lain. Pada bukan makanan, komoditas perumahan dan fasilitas rumah tangga menempati porsi tertinggi sebesar 42 persen, diikuti aneka barang dan jasa (24 persen), barang tahan lama (15 persen), pajak dan asuransi (10 persen), pakaian dan alas kaki (5 persen), serta keperluan pesta dan kenduri (4 persen).[20]

Pengeluaran penduduk perkotaan sebesar Rp1.205.765, dengan rincian Rp554.417 untuk makanan dan Rp651.348 untuk bukan makanan, sedangkan di pedesaan sebesar Rp897.458, terdiri dari Rp498.724 untuk makanan dan Rp398.735 untuk bukan makanan. Pengeluaran makanan secara keseluruhan menurun hingga mencapai 51,2 persen, sementara pengeluaran bukan makanan sebesar 48,8 persen. Indeks pengeluaran per kapita yang disesuaikan untuk perhitungan IPM naik menjadi Rp10.964 ribu rupiah. Garis kemiskinan meningkat dari Rp439.208 tahun 2023 menjadi Rp460.870 pada tahun 2024. Persentase penduduk miskin menurun dari 14,99 persen menjadi 14,18 persen atau setara 136,72 ribu orang. Indeks kedalaman kemiskinan sebesar 2,1 dan indeks keparahan kemiskinan sebesar 0,5. Total belanja konsumsi rumah tangga Purbalingga tetap terdistribusi hampir merata antara kebutuhan primer dan sekunder.[21]

Industri

sunting

Bulu Mata Palsu dan Knalpot

sunting

Di Purbalingga ada banyak industri dengan bahan baku rambut manusia untuk dijadikan bulu mata palsu (eye-lash) atau juga dibuat wig atau rambut palsu serta sanggul maupun hair piece yang dipasang untuk memberikan tambahan rambut atau juga high-light secara temporer di rambut kita.[22] Keistimewaan lain adalah industri knalpot yang merupakan transformasi dari industri kuali dan panci tembaga. Knalpot Braling cukup terkenal di kalangan pemilik mobil, sebagai alternatif suku cadang murah.

Perkebunan & Pertanian

sunting

Mayoritas Masyarakyat Purbalingga Petani Padi Dan Penderes Pohon kelapa. Perkebunan kelapa yang cukup luas mejadi keunggulan daerah ini meksipun risiko penderes jatuh terpeleset akibat hujan/licin maupun karena kesulitan pemanjatan pohon kelapa yang memerlukan keahlian khusus. Sedangkan sawah penghasil padi cukup banyak meksipun sawah menyusut akibat alih fungsi menjadi rumah, ruko dll. Perlu adanya peran pemerintah Kabupaten yang bisa mensejaterahkan Petani dan Penderes itu.

Selain kedua komoditas tadi, hasil pertanian cukup banyak di Purbalingga seperti di Desa Kalikajar Penghasil Duku serta sektor perikanan yang cukup berkembang karena melimpahnya sumber daya air di Purbalingga.

RTH dan Monumen

sunting

Berikut adalah daftar RTH (Ruang Terbuka Hijau), Taman dan Monumen/Tugu di Kabupaten Purbalingga

Taman Kota Usman Janatin Purbalingga pada 2019
  • Alun-alun Purbalingga
  • Patung Jenderal Sudirman Purbalingga
  • Taman Sentul (Sentul Garden)
  • Patung Knalpot
  • Taman Maerakaca
  • Tugu Air Mancur Jl. Mayjend Sungkono
  • Hutan Kota
  • Tugu Bancar
  • Taman Kota Usman Janatin Purbalingga
  • Tugu Selamat datang Bobotsari
  • Tugu Selamat Datang Sayonara Jompo Kalimanah
  • Taman RTH Bojong
  • Monumen Tempat Lahir Jenderal Sudirman
  • Taman Makam Pahlawan Purbosaroyo
  • Taman Terbuka Hijau
  • Taman Gringsing
  • Taman Pasar Segamas

dan lain-lain

Komoditas

sunting

Pada tahun 2023, produksi padi di Kabupaten Purbalingga mengalami penurunan dari 183.759 ton menjadi 159.679 ton, sedangkan produksi jagung naik dari 27.585 ton menjadi 40.933 ton, ubi kayu dari 25.242 ton menjadi 59.181 ton, ubi jalar stabil sekitar 4.644 ton, kacang tanah naik menjadi 437,8 ton, dan kedelai turun menjadi 213,14 ton. Produksi hortikultura juga mengalami penurunan, seperti nenas dari 259.522 ton menjadi 203.344 ton, pisang dari 18.616 ton menjadi 13.001 ton, nangka dari 4.706 ton menjadi 2.657 ton, dan rambutan dari 3.538 ton menjadi 1.782 ton, kecuali durian yang naik dari 3.429 ton menjadi 7.504 ton. Sayur-sayuran seperti kol menurun dari 19.871 ton menjadi 15.913 ton, wortel dari 17.132 ton menjadi 15.610 ton, sawi dari 15.734 ton menjadi 14.279 ton, bawang daun dari 7.341 ton menjadi 5.848 ton, dan kentang dari 8.120 ton menjadi 6.185 ton. Komoditas hortikultura tahunan masih didominasi oleh buah durian, nenas, dan pisang, sedangkan komoditas sayuran utama adalah kol, wortel, sawi, bawang daun, dan kentang. Populasi ternak tahun 2023 terdiri dari sapi potong sebanyak 12.543 ekor, kambing 259.273 ekor, domba 26.067 ekor, dan kerbau 894 ekor. Populasi unggas mencakup ayam buras 829.807 ekor, ayam ras 5.957.354 ekor, dan itik 68.139 ekor. Populasi unggas mengalami peningkatan terutama pada ayam ras.[23]

Pariwisata

sunting
  • Objek wisata air Bojongsari atau terkenal dengan singkatan Owabong juga merupakan objek wisata favorit. Saat ini ada banyak arena bermain yang melengkapi Owabong ini. Di samping kolam renang juga ada kolam arus, arena Gokar, waterboom, rafting/arung jeram, terapi ikan, arena outbond dan permainan air lainnya.
  • Gua Lawa, Gua alam yang terletak di Kecamatan Karangreja, 25 km sebelah utara Purbalingga.
  • "Wisata Agro Kebun Strawberry" beserta panorama "Gunung Lompong" yang terletak di Pratin, Serang, Karangreja.
  • Wisata Kutabawa Flower Garden merupakan salah satu destinasi Wisata Serang Pratin Purbalingga. Konsep yang digunakan pada Lokawisata Purbalingga ini adalah taman bunga yang penuh warna dan cantik.

Desa Wisata Karangbanjar

sunting

Desa Wisata Karangbanjar merupakan pemukiman dengan suasana pedesaan yang alami dan aneka pusat kerajinan rumah tangga. Desa Wisata Karangbanjar merupakan salah satu tujuan wisata yang sering dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Letaknya juga sangat strategis, karena tepat sejalur dengan objek wisata andalan lainnya seperti Owabong, Taman Reptil "Sanggaluri Park", dan Taman Buah.[butuh rujukan] Di Desa Karangbanjar juga terdapat Museum Soegarda yang mengoleksi beragam mata uang, wayang dan artefak.[24] Di desa Wisata Karang Banjar ini, pengunjung dapat melihat secara langsung ke home industri proses pembuatan rambut palsu, bulu mata palsu, sapu lidi, sapu ijuk, sanggul. Ada juga fasilitas ‘homestay’ di rumah penduduk dengan biaya yang sangat terjangkau. Suasana pedesaan yang sejuk, makanan khas daerah setempat, penduduk yang ramah membuat suasana yang semakin nyaman.

  • "Purbasari Pancuran Mas", dikenal pula sebagai RiverWorld karena memiliki koleksi ikan air tawar yang lengkap seperti Arwana, Piranha dan ikan raksasa Arapaima gigas dari Sungai Amazon yang panjangnya mencapai 3 meter. Selain itu terdapat pula koleksi Unggas, Koleksi Burung dan Tanaman Hias yang menarik juga disertai area permainan anak berupa Waterboom.
  • Situ Tirta Marta (Sitama) atau lebih dikenal dengan kali tlaga, menyajikan kolam jernih dari mata air yang masih sangat alami. Disana juga terdapat wahana foto "under water" dengan berbagai hiasan di antaranya motor, tv dll. Sitama terlerak di dusun tlaga Desa Karangcegak, Kecamatan Kutasari. Berjarak 5 km dari Owabong.
  • Pendakian Gunung Slamet dapat dimulai dari Pos Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja. Rute ini termasuk rute paling populer bagi para pendaki.
  • Monumen Jenderal Soedirman, yang terletak di Desa Bantarbarang Kecamatan Rembang. Berupa patung Jenderal Soedirman dan tempat kediaman dia semasa kecil di antaranya ranjang kayu tempat dia tidur waktu bayi, perpustakaan, masjid, dan relief kisah kehidupanya.

Sanggaluri Park

sunting

Sanggaluri Park adalah sebuah wahana wisata edukasi berada di Desa Kutasari, Kabupaten Purbalingga.[butuh rujukan] Di dalam Sanggaluri Park terdapat Museum Uang Purbalingga.[25] Museum ini berisi koleksi mata uang yang kuno.[26] Koleksi uang di Museum Uang Purbalingga berasal dari Indonesia dan mancanegara.[27] Selain itu, di dalam Sanggaluri Park terdapat Museum Serangga.[28] Koleksi Museum Serangga berupa berbagai jenis serangga dari Indonesia dan mancanegara.[29] Di dalam Sanggaluri Park juga terdapat Museum Wayang dan Artefak Purbalingga.[30] Wahana lain yang ada di dalam Sanggaluri Park ialah Wahana Edukasi Narkoba, Taman Reptile, taman Burung yang berada di satu kawasan Taman Buah Kutasari. Sanggaluri Park juga memiliki wahana Outbound anak dan umum, Simulasi Manasik Haji, pengawetan serangga, pembedahan reptile dan paket kemah wisata (Sanggaluri Campsite).

Di Kabupaten Purbalingga juga terdapat museum bernama Museum Soeganda Poerbakawatja.[31]

  • Bumi perkemahan dan arena Outbound Munjul Luhur, Karangbanjar, Kalimanah, serta ada pula bumi perkemahan lain di Purbalingga yaitu bumi perkemahan Serang di desa Serang, Karangreja
  • Kolam Pemandian Walik Tirto Asri
  • Curug Karang, disebut demikian karena memiliki bebatuan hitam dan terjal dengan tiga tingkatan curug serta Curug Panyatan yang keduanya terletak di kecamatan Rembang.
  • Curug Nini, walaupun air terjunnya tidak terlalu tinggi, di bawah curug ini terdapat sumber mata air yang tidak pernah kering. Menurut ceritera rakyat setempat, di sini terdapat ikan yang tinggal kepala dan durinya saja.
  • Curug Silintang dan Silawang, curug ini terletak di desa Tlahab Lor, Karangreja.
  • Curug Ciputut, yang memiliki ketinggian 30 m, panorama alamnya sangat indah dan air curug ini juga tidak pernah kering. Di objek wisata alam ini sering di kunjungi wisatawan remaja pada saat libur. Medan menuju Curug Ciputut ini agak sulit. Justru karena tingkat kesulitan menuju lokasi wisata ini sering dijadikan sarana petualangan bagi wisatawan remaja.
  • Kabupaten Purbalingga juga memiliki objek wisata air cukup eksotik, yakni "Congot" yang merupakan pertemuan dua buah sungai, yakni Sungai Klawing dan Serayu. Objek wisata ini terletak di Desa Kedungbendo, Kecamatan Kemangkon, sekitar 15 km selatan kota Purbalingga.
  • "Usman Janatin City Park", Purbalingga. Sebelum dijadikan taman kota, dulu area ini merupakan Pasar Kota Purbalingga akan tetapi lokasi pasar telah dipindah ke bekas Stadion Wasesa (sekarang stadion berada di Kelurahan Purbalingga Kidul dengan nama "Gelora Goentoer Darjono") dengan nama (Pasar Segamas) yang merupakan salah satu pasar terbesar di Jawa Tengah. Tempat ini biasa anak muda-mudi bisa berkumpul, duduk-duduk di taman kota yang luas. Di tempat ini dilengkapi dengan LCD yang berukuran besar menayangkan serba serbi kota Purbalingga dengan perkembangannya. Di sini pula terdapat gedung Entertainment Center yang digunakan untuk acara-acara kesenian serta terdapat panggung di sisi selatannya.
  • Wisata Kayak dan Sekolah Kayak Nasional [32]
  • Wisata Curug Sumba ada di desa Tlahab Kidul Kecamatan Karangreja, perbatasan dengan Kecamatan Bobotsari. memiliki pemandangan alam yang sangat indah di fasilitasi dengan gazebo-gazebo dari bambu, bisa ditujukan untuk rekreasi santai keluarga. dan untuk berenang pengunjung dapat menikmati kolam dibawah curug dengan kedalaman mencapai 8 meter,dengan air yang bresih dan sejuk.
  • Omah Wayang

Terdapat Di Desa Selakambang yang terdiri dari macam wayang. wayang kulit, Wayang suket (terbuat dari rumput), wayang Golek dan Lain nya sejenis museum wayang.

Yoni Brengkol, Purbalingga

Transportasi

sunting

Angkutan dan Bus

sunting

Angkutan Antar Kota

sunting
Terminal Bus Purbalingga pada malam hari

Sarana transportasi utama untuk menuju dari dan ke Purbalingga adalah angkutan Bus. Tersedia berbagai macam bus baik AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi) maupun AKAP (Antar Kota Antar Provinsi). Bus-bus yang melewati Terminal Bus Purbalingga ini antara lain bus jurusan Purwokerto-Semarang, Purwokerto-Wonosobo, Purwokerto-Pemalang, Purwokerto-Pekalongan, bus jurusan Jakarta-Wonosobo (AKAP), serta bus jurusan Jakarta-Bobotsari (AKAP). Sedangkan untuk jenis minibus terdapat 4 jalur yaitu bus jurusan Purbalingga-Kejobong, Purbalingga-Rembang, Purwokerto-Bobotsari, Purbalingga-Banjarnegara.

BRT Trans Jateng sedang berhenti di Terminal Bukateja

Ada Juga Trans Jateng yang antar konevisitas transportasi Jurusan Terminal Bulupitu Purwokerto–Terminal Bukateja

Angkutan Kota dan Pedesaan

sunting

Untuk angkutan dalam kota sendiri terdapat angkot warna orange dengan route angkot:

Angkutan Kota tersebut hanya beroperasi dari pukul 06.00–18.00 WIB. Sedangkan untuk angkutan selain angkutan kota yaitu terdapat angkutan pedesaan (Angkudes) yang menghubungkan antar desa-desa di Purbalingga.

Terminal Bus

sunting

Kabupaten Purbalingga memiliki terminal tipe A, yaitu Terminal Bobotsari. selain itu, Purbalingga juga memliki terminal bus lain, berikut daftarnya Terminal Bobotsari, Terminal Purbalingga, Terminal Bukateja, Terminal Jompo, Terminal Penaruban, Terminal Kutabawa, Terminal Kejobong, dan Terminal Kemangkon.[33]

Kereta Api

sunting
Stasiun Purbalingga yang dulu terletak di kelurahan Kandang Gampang saat masih aktif

Dahulu Purbalingga memiliki stasiun kereta api akan tetapi, sekarang sudah tidak berfungsi, bahkan jalur rel kereta api di Purbalingga sudah berubah menjadi deretan jalur pertokoan atau bangunan lainnya.

Bandar Udara

sunting
Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman.

Terdapat pula sebuah bandar udara bernama Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman yang terletak di desa Wirasaba, Bukateja. Awalnya, bandara tersebut bernama Lanud Wirasaba dan berfungsi sebagai Sarana Transportasi Pesawat Udara untuk keperluan Militer. Pada 7 November 2016, Lanud Wirasaba berganti nama menjadi Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman. Bandara ini mulai beroperasi untuk penerbangan publik pada 1 Juni 2021.[34]

Olah raga

sunting

Purbalingga memiliki Klub sepak bola Persibangga Purbalingga (Persatuan Sepak bola Purbalingga) yang pada 18 Januari tahun 2011 ini menjuarai Kompetisi divisi II PSSI 2010-2011. Untuk fasilitas Olahraga di Purbalingga terdapat Stadion Gelora Goentoer Darjono yang mana stadion ini mampu menampung sekitar 15.000 penonton.[35]

Komunitas

sunting

Purbalingga memiliki Komunitas Film Independen yang sangat diperhitungkan di kancah Nasional. Berbagai ajang perfilman nasional berhasil diraih dan dimenangi, selain itu Komunitas ini juga menggelar ajang festival film independen secara rutin yang disebut PFF (Purbalingga Film Festival).[36][37] Untuk pertama kalinya pada 6 Desember 2010 Komunitas Film Independen Purbalingga memenangi Piala Citra dalam Festival Film Indonesia untuk kategori Film Pendek.[38][39][40] juga ada Komunitas Braling yang merupakan komunitas pendukung klub sepak bola Persibangga Purbalingga.

Sosial Budaya

sunting

Kondisi Sosial

sunting

Pada tahun 2023, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Purbalingga sebesar 70,24 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 69,54. Komponen pembentuk IPM mencakup angka harapan hidup sebesar 73,37 tahun, harapan lama sekolah 12,02 tahun, rata-rata lama sekolah 7,34 tahun, serta pengeluaran per kapita disesuaikan sebesar Rp10.964 ribu. Peningkatan IPM sebesar 0,7 poin dari tahun sebelumnya menjadikan Kabupaten Purbalingga menempati peringkat ke-29 dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah dan berada di urutan keempat di wilayah eks Karesidenan Banyumas setelah Banyumas, Cilacap, dan Kebumen.[41]

Garis kemiskinan Kabupaten Purbalingga tahun 2023 sebesar Rp439.208 meningkat menjadi Rp460.870 pada tahun 2024. Persentase penduduk miskin menurun dari 14,99 persen pada tahun 2023 menjadi 14,18 persen pada tahun 2024 atau setara 136,72 ribu jiwa. Jumlah rumah tangga miskin berkurang seiring peningkatan garis kemiskinan. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) menurun dari 2,52 menjadi 2,1, sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga menurun dari 0,58 menjadi 0,5.[42]

Kuliner

sunting

Makanan yang paling dikenal di Purbalingga adalah mendoan, ini adalah makanan yang dibuat dari tempe kedelai. Istimewanya, pembuatan mendoan diproses mulai dari saat membuat tempenya, jadi mendoan tak bisa dibuat dari sembarang tempe. Tempe mendoan adalah tempe tipis yang dibuat melebar/meluas. Untuk membuat mendoan, tempe ini diberi tepung yang dibumbu garam, ketumbar dan daun bawang. Digoreng sebentar sehingga masih terasa lunak, bila digoreng agak lama akan menjadi tempe "muledi" yang sedikit agak liat. Lebih lama lagi sampai kering maka disebut tempe "keripik".

Purbalingga juga dikenal sebagai tempat pabrik Slamet, yang memproduksi permen Davos sejak tahun 1931,[43][44] permen ini sangat dikenal sejak zaman dulu. Oleh-oleh istimewa lainnya apalagi kalau bukan kacang mirasa. Penampilannya bolehlah gosong dan mirip kacang kulit khas pedesaan. Namun rasanya? Banyak orang ketagihan untuk membelinya dan membawanya sebagai oleh-oleh. Berbeda dnegan kacang kulit pabrikan, kacang mirasa dibuat dengan cara merendamnya pada air sehari semalam. Keesokan harinya dilumuri garam dan dibiarkan dalam bak selama sehari semalam juga. Besoknya baru direndam air lagi selema sehari semalam. Kemudian dijemur di bawah sinar matahari, baru setelah kering disangrai dengan pasir. Jadilah kacang khas Purbalingga yang renyah dan 'kemlithik'.

Sroto (nama sebutan soto untuk wilayah Purbalingga dan Banyumas) juga terkenal. Perbedaan mendasar sroto dengan soto pada umumnya terletak pada sambalnya yaitu sambal kacang yang pedas legit, menggunakan ketupat bukan nasi, serta ditaburi suwiran daging dan remasan kerupuk. Beda Sroto Sokaraja dengan Sroto Purbalingga juga bisa dilihat dari kerupuknya. Umumnya Sroto Sokaraja menggunakan kerupuk warna warni, sedangkan Sroto Purbalingga menggunakan kerupuk merah putih. Sroto Purbalingga yang kesohor terutama sroto kriyiknya.[45] Di sini setelah daging ayam disuwir untuk sroto maka "rongkong"nya (tulang dada) digoreng kering dan disajikan sebagai lauk sroto. Rasanya garing dan kriyik-kriyik, itu sebabnya disebut sroto kriyik. Selain sroto kriyik, ada juga sroto so yang tak kalah nikmat. Sroto So[46] ini mirip pada umumnya sroto khas Purbalingga, hanya saja ada tambahan daun melinjo atau yang biasa disebut 'so' yang menambah cita rasa unik makanan berkuah ini, lokasinya sekitar 4 KM dari pusat kota yaitu berada di desa Bojong. Sroto khas lainnya biasa disebut sesuai lokasinya, seperti Sroto Bancar dan Sroto Jatisaba.

Pendidikan

sunting

Pada tahun 2023, jumlah satuan pendidikan di Kabupaten Purbalingga terdiri dari 272 TK/RA dengan 1.059 guru dan 8.758 murid, 472 SD/sederajat dengan 3.933 guru dan 65.568 murid, 77 SMP/sederajat dengan 1.754 guru dan 33.018 murid, serta 50 SMA/sederajat dengan 1.752 guru dan 36.726 murid. Rasio murid terhadap guru sebesar 8 pada TK/RA, 17 pada SD, 19 pada SMP, dan 21 pada SMA. Rasio murid terhadap sekolah sebesar 32 pada TK/RA, 139 pada SD, 429 pada SMP, dan 735 pada SMA. Rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas sebesar 7,34 tahun, sedangkan harapan lama sekolah (HLS) anak usia 7 tahun sebesar 12,02 tahun. Dibandingkan wilayah se-Banyumas Raya, HLS Kabupaten Purbalingga berada di posisi ketiga setelah Banyumas dan Cilacap. Dalam sepuluh tahun terakhir, baik RLS maupun HLS menunjukkan tren peningkatan.[47]

Beberapa perguruan tinggi yang ada di kabupaten Purbalingga yakni Universitas Jenderal Soedirman, Sekolah Tinggi Teknologi YPT Purbalingga (STT YPT), Akademi Kebidanan Perwira Husada Purbalingga[48] Universitas Terbuka, Universitas Perwira Purbalingga, dan Universitas Islam Negeri Saizu Kampus Purbalingga.

Pendidikan formal TK atau RA SD atau MI SMP atau MTs SMA atau MA SMK Perguruan tinggi Lainnya
Negeri 7 517 94 13 10 0 0
Swasta 467 215 48 18 22 2 0
Total 474 732 142 31 32 2 0

Lihat Pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Visualisasi Data Kependudukan Kementerian Dalam Negeri - Dukcapil 2023" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 24 Oktober 2023.
  2. ^ a b "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupatem Purbalingga". www.sp2010.bps.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-03-06. Diakses tanggal 1 Oktober 2021.
  3. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2021-2022". www.bps.go.id. Diakses tanggal 1 Oktober 2023.
  4. ^ "Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama Semester 1 Tahun 2025". www.dinpendukcapil.purbalinggakab.go.id. Diakses tanggal 23 Januari 2026.
  5. ^ "Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten Kota dan Agama di Provinsi Jawa Tengah, 2020". Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. 14 April 2021. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-09-13. Diakses tanggal 4 Maret 2022.
  6. ^ "sejarah daerah PURBALINGGA (jawa tengah)". sejarah daerah PURBALINGGA (jawa tengah) ~ srak sruk. Diakses tanggal 2025-11-30.
  7. ^ "Buku Peta Rata-Rata Curah Hujan Dan Hari Hujan Periode 1991-2020 Indonesia" (PDF). BMKG. hlm. 76 & 140. Diakses tanggal 24 Oktober 2024.
  8. ^ "Purbalingga, Jawa Tengah, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 24 Oktober 2024.
  9. ^ "Kabupaten Purbalingga Dalam Angka 2013". Badan Pusat Statistik Kabupaten Purbalingga. 24-02-2014. Diakses tanggal 22-04-2023.
  10. ^ "PEROLEHAN KURSI DPRD PURBALINGGA 2014-2019". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-02-21. Diakses tanggal 2020-05-14.
  11. ^ Perolehan Kursi DPRD Purbalingga 2019-2024
  12. ^ https://serayunews.com/anggota-dprd-kabupaten-purbalingga-terpilih-2024-2029-ditetapkan-ini-daftar-namanya.
  13. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  14. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  15. ^ Kode Pos Kabupaten Purbalingga
  16. ^ Purbalingga, Badan Pusat Statistik Kabupaten. "Kabupaten Purbalingga Dalam Angka 2024". purbalinggakab.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-07-19.
  17. ^ Purbalingga, Badan Pusat Statistik Kabupaten. "Kabupaten Purbalingga Dalam Angka 2024". purbalinggakab.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-07-19.
  18. ^ Purbalingga, Badan Pusat Statistik Kabupaten. "Kabupaten Purbalingga Dalam Angka 2024". purbalinggakab.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-07-19.
  19. ^ Purbalingga, Badan Pusat Statistik Kabupaten. "Kabupaten Purbalingga Dalam Angka 2024". purbalinggakab.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-07-19.
  20. ^ Purbalingga, Badan Pusat Statistik Kabupaten. "Kabupaten Purbalingga Dalam Angka 2024". purbalinggakab.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-07-19.
  21. ^ Purbalingga, Badan Pusat Statistik Kabupaten. "Kabupaten Purbalingga Dalam Angka 2024". purbalinggakab.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-07-19.
  22. ^ "Industri rambut palsu". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-05-08. Diakses tanggal 2011-02-26.
  23. ^ Purbalingga, Badan Pusat Statistik Kabupaten. "Kabupaten Purbalingga Dalam Angka 2024". purbalinggakab.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-07-19.
  24. ^ Anggraini, Novi Tyas (1 Juni 2023). "Keistimewaan Museum Soegarda Purbalingga, Punya Ribuan Koleksi Benda Bersejarah". Espos.id. Diakses tanggal 4 Juni 2025.
  25. ^ Sukmah, Fenti (31 Maret 2023). "Museum Uang Purbalingga, Spot Wisata Edukasi di Sanggaluri Park". Native Indonesia. Diakses tanggal 4 Juni 2025.
  26. ^ Dinas Komunikasi dan Informatika, Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga (1 Januari 2010). "Museum Uang". Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga. Diakses tanggal 4 Juni 2025.
  27. ^ Annisa, Dela (2 Mei 2023). "Mengintip Koleksi Museum Uang di Purbalingga, Ada Uang Zaman Majapahit". Espos Indonesia. Diakses tanggal 4 Juni 2025.
  28. ^ Disporapar Provinsi Jawa Tengah (2025). "Sanggaluri Park". Visit Jawa Tengah. Diakses tanggal 4 Juni 2025.
  29. ^ "Sanggaluri Park Purbalingga: Wisata Edukasi yang Menyenangkan". Jogja Super. 2020. Diakses tanggal 4 Juni 2025.
  30. ^ Roro (2 Januari 2019). "Museum Wayang dan Artefak". Perpustakaan Digital Budaya Indonesia. Diakses tanggal 2 Juni 2025.
  31. ^ Arthadiyanto, Eko Puji (18 April 2025). Irawan, Iwan Bagus (ed.). "Musium Prof. Dr. Soeganda Poerbakawatja". Radio Republik Indonesia. Diakses tanggal 4 Juni 2025.
  32. ^ "Wisatawan Eropa Juluki Purbalingga Kota Kayak". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-12-03. Diakses tanggal 2011-05-02.
  33. ^ radarbanyumas.co.id. "Enam Sub Terminal di Purbalingga Berubah Status Jadi Terminal Tipe C". radarbanyumas.co.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-12-18. Diakses tanggal 2022-12-18.
  34. ^ "Bandara Jenderal Soedirman Mulai Beroperasi, Ganjar : Mimpi Sejak Saya di DPR" (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2022-01-22. Diakses tanggal 2022-01-22.
  35. ^ Pemerintah Kabupaten Purbalingga. "Sarana pendukung di Kabupaten Purbalingga". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-08-21. Diakses tanggal 5 Juli 2013.
  36. ^ Kompas Online, PFF 2009[pranala nonaktif permanen]
  37. ^ "Komunitas Film Indonesia, PFF 2010". Diarsipkan dari asli tanggal 2010-10-04. Diakses tanggal 2011-02-26.
  38. ^ "Tempo Interaktif, Anak Desa Sabet Piala Citra". Diarsipkan dari asli tanggal 2010-12-12. Diakses tanggal 2011-02-26.
  39. ^ "Tempo Interaktif, Dari Desa Meraih Citra". Diarsipkan dari asli tanggal 2010-12-10. Diakses tanggal 2011-02-26.
  40. ^ "Hai Online, FFI 2010: Dari Ekskul ke Festival". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-03. Diakses tanggal 2011-02-26.
  41. ^ Purbalingga, Badan Pusat Statistik Kabupaten. "Kabupaten Purbalingga Dalam Angka 2024". purbalinggakab.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-07-19.
  42. ^ Purbalingga, Badan Pusat Statistik Kabupaten. "Kabupaten Purbalingga Dalam Angka 2024". purbalinggakab.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-07-19.
  43. ^ "Tempo interaktif, Permen Davos". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-12-04. Diakses tanggal 2011-02-26.
  44. ^ Pemerintah Kabupaten Purbalingga. "Sejarah permen davos". Purbalingga. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-06-03. Diakses tanggal 5 Juli 2013. Sejarah permen davos]
  45. ^ "Detik food, Soto kriyik Purbalingga". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-01-30. Diakses tanggal 2011-02-26.
  46. ^ "Vivanews, video Soto So Purbalingga". Diarsipkan dari asli tanggal 2010-12-15. Diakses tanggal 2011-02-26.
  47. ^ Purbalingga, Badan Pusat Statistik Kabupaten. "Kabupaten Purbalingga Dalam Angka 2024". purbalinggakab.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-07-19.
  48. ^ "Dapodik". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-01-17. Diakses tanggal 2011-02-26.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Purbalingga

Lambang Kabupaten Purbalingga Peta Kabupaten Purbalingga di Jawa Tengah Peta kecamatan di Kabupaten Purbalingga Berikut adalah daftar kecamatan dan kelurahan/desa

Stasiun Purbalingga

Stasiun Purbalingga (PBG) adalah stasiun kereta api nonaktif kelas III/kecil yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kandang Gampang, Purbalingga, Purbalingga. Stasiun

Kabupaten Pemalang

Pekalongan, Sebelah Barat Kabupaten Tegal, Sebelah Selatan Kabupaten Purbalingga dan Sebelah Utara Laut Jawa. Keberadaan manusia pada masa prasejarah

Kereta api Serayu

Tengah yang melintasi Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara, dan Kabupaten Wonosobo bernama Sungai Serayu

Bukateja, Purbalingga

kecamatan di Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan ini berjarak sekitar 12 Km dari ibu kota Kabupaten Purbalingga. Pusat pemerintahannya

Fahmi Muhammad Hanif

politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menjabat sebagai Bupati Purbalingga sejak 20 Februari 2025 untuk masa periode 2025–2030. Fahmi lahir di Tangerang

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Purbalingga

Kabupaten Purbalingga (disingkat DPRD Kabupaten Purbalingga) adalah lembaga legislatif unikameral yang berkedudukan di Kabupaten Purbalingga, provinsi

Pemilihan umum Bupati Purbalingga 2024

umum Bupati Purbalingga 2024 dilaksanakan pada 27 November 2024 untuk memilih Bupati Purbalingga periode 2025–2030. Pemilihan Bupati Purbalingga akan diselenggarakan