Telur asin

Nama Tionghoa
Hanzi tradisional: 1.
2. 鹹蛋
Hanzi sederhana: 1. 咸鸭蛋
2. 咸蛋
Kantonis Jyutping: 1. haam4 aap3 daan6
2. haam4 daan6
Pinyin: 1. ián yā dàn
2. xián dàn
Makna harfiah: telur bebek diasinkan
nama alternatif
Hanzi tradisional:
Hanzi sederhana: 咸卵
Makna literal: telur diasinkan
Nama Filipina
Tagalog: itlog na maalat
red egg
Nama Vietnam
Vietnam: hột vịt muối

Telur asin merujuk pada istilah umum untuk masakan berbahan dasar telur yang diawetkan dengan cara diasinkan (diberikan garam berlebih untuk menonaktifkan enzim perombak). Kebanyakan telur yang diasinkan adalah telur itik, meski tidak menutup kemungkinan untuk telur-telur yang lain.

Asal Usul

sunting

Orang yang memperkenalkan telur asin ini adalah warga Tionghoa. Mereka adalah sepasang suami istri yang bernama In Tjiauw Seng dan Tan Polan Nio. Mulanya, hanya disajikan untuk ritual sembahyang kepada Dewa Bumi oleh warga keturunan Tionghoa. Namun, kini telah menjadi penganan bahkan untuk oleh-oleh.[1]

Telur asin sendiri mulai diperjualbelikan mulai tahun 1959. Kala itu pasangan suami istri itu memasarkan telur asin menyusul produksi telur bebek pelari yang cukup melimpah. Cangkang telurnya berwarna biru.[1]

Awalnya, warga keturunan Tionghoa yang berada di Brebes selalu mengawetkan bahan makanan, termasuk telur. Tujuannya digunakan sebagai bekal apabila bepergian jauh.[1]

Di Indonesia, terutama di pulau Jawa telur asin biasanya diproduksi dari telur bebek pelari (Anas platyrhynchos domesticus) yang memiliki ciri khas cangkang telur yang berwarna kebiru-biruan.

Panganan ini bersifat praktis dan dapat dipadukan dengan berbagai masakan misalnya nasi jamblang, dan nasi lengko, bahkan dapat pula dimakan tanpa nasi. Nelayan yang melaut atau orang yang bepergian untuk waktu lama biasa membawa telur asin untuk bekal.

Di Jawa Tengah, daerah Brebes dikenal sebagai penghasil utama telur asin. Industri telur asin di Brebes cukup meluas hingga tersedia berbagai pilihan kualitas telur asin. Masing-masing produsen memiliki cap sendiri-sendiri yang biasanya dapat dilihat pada kulit telur. Walaupun selera orang berbeda-beda, telur asin yang dinilai berkualitas tinggi memiliki ciri-ciri bagian kuning telur berwarna jingga terang hingga kemerahan, "kering" (jika digigit tidak mengeluarkan cairan), tidak menimbulkan bau amis, dan rasa asin tidak menyengat.[2]

Di Jawa Timur juga mulai banyak penjual yang menjual berbagai macam jenis telur asin, mulai dari telur asin rasa original sampai telur asin dengan berbagai macam rasa, ada juga telur asin yang warna kuningnya kemerah-merahan, ada juga telur asin organik dan telur asin herbal yang mulai ramai produksi di Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi.[3]

Kandungan Gizi Pada Telur Asin

sunting

Kandungan gizi dan mineralnya pun cukup tinggi namun sifatnya mudah rusak, baik karena sifat alami maupun pengaruh organisme pada kulit telur. Biasanya, kerusakan telur diketahui setelah telur berada pada udara terbuka setelah 2 minggu tanpa upaya pengawetan, bisa karena pecah cangkangnya, efek mikroba yang masuk ke dalam telur, keluarnya udara pada kantong telur, berkurangnya kadar air atau karena menempelnya kotoran pada kulit luar telur.

Maka untuk mengawetkannya, diperlukan teknik khusus pengawetan salah satunya dengan cara mengasinkannya. Pengasinan ternyata memberikan efek lain selain bertambah awetnya telur dengan rata-rata penyimpanan 2-3 minggu, juga bau amis khas telur bebek menjadi berkurang, tidak berbau busuk dan rasanya lebih enak. Lebih penting lagi, telur asin memiliki kandungan gizi yang berbeda sebelum telur diasinkan, yaitu jumlah kalsium bertambah dan jumlah lemak berkurang.

Jumlah kalsium sebelum diasinkan adalah 56 mg dan setelah proses pengasinan menjadi 120 mg, sedangkan jumlah lemaknya turun dari 14,3 mg menjadi 13,6 mg. Jumlah kalsium bertambah dikarenakan masuknya mineral garam pada bagian dalam telur yang tentu saja hal ini baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi, selain itu jumlah lemak menjadi berkurang.

Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

sunting

Telur Asin khas Brebes ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTb) Indonesia dalam sidang Kemdikbud pada 6-9 Oktober 2020. Beberapa poin yang menjadi asal telur asin Brebes masuk dalam daftar WBTb Indonesia adalah karena sejarah keberadaannya yang sudah ada sejak lama sekitar tahun 1950-an. Telur asin juga sudah diwariskan lebih dari 2 generasi dan memiliki arti penting untuk masyarakat Brebes. Telur asin memiliki nilai akulturasi yang bisa diterima semua pihak dari berbagai lapisan strata sosial meski awalnya dari kultur peranakan Tionghoa. Pembuatan telur asin melibatkan pengetahuan tradisional dan teknologi tradisional yang khas dan sesuai dengan karakteristik daerahnya. Hingga kini telur asin masih terjaga kelestariannya dan generasi pembuatnya juga terus terjaga.[4]

Sesuai amanat UU No. 5 Tahun 2017 tentang 'Pemajuan Kebudayaan' pemda bisa mengalokasikan anggaran untuk pemberdayaan ekosistem WBTb telur asin. Sejak 2013-2020 sudah ada sekitar 1.239 kebudayaan Indonesia yang ditetapkan menjadi WBTb.[4]

Kandungan nutrisi telur asin

sunting

Telur asin merupakan sumber nutrisi yang kaya, dengan kandungan sebagai berikut: 1. Protein yang berperan penting dalam pertumbuhan serta perbaikan sel-sel tubuh. 2. Vitamin A, yang berfungsi untuk menjaga kesehatan mata dan mendukung sistem kekebalan tubuh. 3. Lemak, termasuk asam lemak omega-3, yang bermanfaat bagi kesehatan jantung. 4. Vitamin D, yang membantu proses penyerapan kalsium dan menjaga kesehatan tulang. 5. Vitamin B12, yang memiliki peranan penting dalam fungsi otak dan sistem saraf. 6. Kalsium, yang mendukung kesehatan tulang dan gigi. 7. Fosfor, yang berkontribusi pada kesehatan tulang serta fungsi sel. 8. Zat besi, yang membantu tubuh dalam pengangkutan oksigen melalui darah.

Jumlah kalori dalam telur asin dapat bervariasi, tergantung pada ukuran telur dan metode pengolahan yang digunakan. Berdasarkan informasi dari Fat Secret, satu butir telur asin mengandung sekitar 137 kalori. Namun demikian, nilai nutrisi ini dapat berbeda-beda tergantung pada merek dan cara pembuatan telur asin tersebut.[5]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ a b c "Asal-usul Telur Asin Oleh-Oleh Spesial Khas Brebes, Kini Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda - Semua Halaman - Sajian Sedap". sajiansedap.grid.id. Diakses tanggal 2024-06-14.
  2. ^ Lyliana, Lea (2021-08-03). "3 Cara Pilih Telur Asin yang Bagus dan Masir Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2023-01-17.
  3. ^ Pujiastuti, Sutini. "Sosialisasi Pembuatan Telur Asin Herbal Rendah Kolesterol di Sekretariat Dharma Wanita Dinas Pendidikan Banyuasin Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyu Asin Sumatera Selatan". Jurnal Polsri: 95.
  4. ^ a b tim. "Telur Asin Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia". gaya hidup. Diakses tanggal 2024-06-14.
  5. ^ Halodoc, Redaksi. "Ketahui 10 Manfaat Telur Asin untuk Kesehatan Tubuh". halodoc. Diakses tanggal 2025-03-07.

Pranala luar

sunting
Buku resep Wikibooks memiliki artikel mengenai


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kecap asin

Kecap asin adalah sejenis kecap yang rasanya asin. Kecap asin merupakan hasil fermentasi bahan nabati atau hewani berprotein tinggi di dalam larutan garam

Rasa asin

Rasa asin adalah salah satu dari rasa dasar. Sensasi ini tampaknya terdiri atas dua komponen: sinyal kadar garam rendah dan sinyal kadar garam tinggi

Cumi asin

cumi-cumi asin dalam keadaan kering adalah cumi-cumi asin telur dan cumi-cumi asin biasa. Bentuk cumi-cumi asin biasa adalah panjang dan rasanya kurang asin. Sedangkan

Keasinan

Keasinan atau salinitas adalah tingkat rasa asin atau kadar garam terlarut dalam air. Keasinan juga dapat mengacu pada kandungan garam dalam tanah. Kandungan

Ramen

kecap asin dengan mi buatan tangan. Yonezawa ramen (kota Yanezawa) Kuah rasa kecap asin. Shirakawa ramen (Shirakawa) Kuah dengan rasa kecap asin yang lebih

Penyedap rasa

Penyedap rasa adalah bahan tambahan makanan yang memberikan rasa pada bahan tertentu, sehingga suatu makanan dapat bertambah manis, asam, dan sebagainya

Sushi

mempunyai rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula. Asal-usul kata sushi adalah kata sifat untuk rasa asin yang ditulis

Surah Al-Waqi'ah

menurunkan itu? sekiranya Kami kehendaki niscaya Kami jadikan itu memiliki rasa asin lalu mengapakah kalian tidak bersyukur? Maka apakah kalian perhatikan