Penari Bali di depan Barong, raja roh baik dalam wujud seperti singa dalam kebudayaan Bali.

Roh (bahasa Arab: روح, ruuh) adalah unsur non-materi yang ada dalam jasad yang diciptakan Tuhan sebagai penyebab adanya kehidupan. Roh adalah pengendali jiwa dan raga, roh bertindak sebagai pikiran jiwa dan raga, jiwa merasakan seolah-olah pikiran itu asli dari diri sendiri, sebenarnya roh itulah yang bersandiwara sebagai pikiran manusia.

Pandangan Islam

sunting

Ruh-ruh manusia ketika berada di alam ruh

sunting

Menurut agama Islam, manusia merupakan makhluk terakhir yang diciptakan Allah Ta'ala, setelah diciptakan-Nya makhluk lain seperti malaikat, jin, alam semesta, hewan (binatang), tumbuhan dan lainnya. Allah menciptakan manusia dengan dipersiapkan untuk menjadi makhluk yang paling sempurna. Karena, manusia diciptakan untuk menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi dan memakmurkannya. Potensi lain yang dimiliki oleh manusia adalah ruh.[1]

Pada persiapan pertama, Allah mengambil perjanjian dan kesaksian dari calon manusia, yaitu ruh-ruh manusia yang berada di alam arwah. Allah mengambil sumpah kepada mereka sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an di dalam surah Al A'raf, yang berbunyi

...dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap ruh mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul, (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar pada hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (Al A’raf: 172)

Dengan kesaksian dan perjanjian ini maka seluruh manusia lahir ke dunia dianggap sudah memiliki nilai, yaitu nilai fitrah beriman kepada Allah dan ajaran yang lurus.

Ruh berasal dari kata "Ar Riyaah" yang berarti "angin" (sesuatu yang tak terlihat, tapi berenergi)

Pandangan Kristen

sunting

Etimologi

sunting

Roh atau roh (Ibrani רוח baca: ru-ach) adalah unsur pertama yang membentuk kehidupan manusia. Paulus menyebutkan bahwa manusia terdiri dari tiga unsur: roh, jiwa dan tubuh (1 Tes 5:23). Unsur tubuh jasmani adalah wadah yang dapat kita raba, jiwa disebut juga nyawa ada di dalam darah, sedangkan unsur pertama yaitu roh adalah yang memberi manusia kesadaran. Tubuh jasmani dapat binasa, tetapi roh manusia bersifat kekal.

Tuhan adalah Roh

sunting

Kepercayaan Kristen mengakui bahwa Tuhan adalah Roh (Yohanes 4:24). Yesus Kristus menyebut Tuhan sebagai Bapa yang dari padaNya Ia datang. Roh Tuhan menjadi Manusia Yesus.

Roh Kudus

sunting

Roh Kudus adalah Roh TUHAN itu sendiri. Roh Kudus tidak diciptakan, melainkan keluar dari Bapa (Yohanes 15:26). Manusia-manusia yang menerima Roh Kudus akan mendapat karunia Roh sesuai dengan yang diberikan Roh itu kepadanya(1 Korintus 12:4)

Arwah

sunting

Arwah adalah jiwa manusia yang sudah meninggal dunia. Kristen memercayai bahwa setiap arwah orang benar, ketika mereka meninggal, arwahnya dikatakan ditempatkan oleh Malaikat Tuhan ke Firdaus Allah, dalam pangkuan Abraham (Lukas 16:23), sedangkan orang yang tidak benar maka arwahnya akan ditempatkan di Hades.[butuh rujukan]

Roh-roh jahat

sunting
  • Iblis disebut juga Satan dipercayai Kristen sebagai seorang pribadi roh (tunggal, bukan jamak) yang berasal dari penghulu malaikat yang memberontak kepada Allah, lalu diusir dari Sorga.
  • Setan-setan yang juga disebut roh-roh jahat bermakna banyak, adalah sepertiga jumlah malaikat yang terpengaruh Iblis, ikut memberontak, dan lalu diusir dari Sorga, dan dijatuhkan ke Bumi. Baik Iblis maupun roh-roh jahat mempunyai kecenderungan menggoda umat manusia supaya berbuat dosa agar kelak mendapat hukuman Tuhan di Neraka setelah Hari Penghakiman.

Catatan kaki

sunting
  1. ^ Miswanto, MA, Agus (2012). Agama, Keyakinan, dan Etika. Magelang: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Studi Islam Universitas Muhammadiyah Magelang. hlm. 13. ISBN 978-602-18110-0-9.

Referensi

sunting

Lihat pula

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Roh Kudus

Konsep Roh Kudus dikenal dalam beberapa agama. Dalam Yudaisme, Roh Kudus adalah kekuatan ilahi, kualitas, dan pengaruh Yahweh atas alam semesta atau atas

Roh Kudus (Kristen)

Roh Kudus adalah pribadi atau entitas (hipostasis) ketiga dari Tritunggal: Allah Tritunggal dimanifestasikan sebagai Bapa, Putra, dan Roh Kudus, dengan

Karunia-karunia Roh Kudus

karunia-karunia Roh Kudus dipahami sebagai hal-hal yang dimiliki oleh orang Kristen yang pertama kali didapatkan oleh para rasul. Karunia-karunia Roh Kudus ini

Animisme

Animisme (dari bahasa Latin anima atau "roh") adalah kepercayaan kepada makhluk halus dan roh merupakan asas kepercayaan agama yang mula-mula muncul di

Doa Rosario

dipenuhi Roh Kudus, dan mulai berbicara dalam bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakan. (Kis 2:2,4) Bapa, semoga Roh Kudus-Mu

Ngalaksa

kepercayaan lokal masyarakat terhadap Nyi Pohaci Sanghyang Sri dan Karuhun (roh-roh nenek moyang) yang telah tiada. Nyi Pohaci adalah nama lain dari Dewi Sri

Tritunggal

hipostasis yang sehakikat (konsubstansial)—Bapa, Anak/Putra (Yesus Kristus), dan Roh Kudus—sebagai "satu Allah dalam tiga Pribadi Ilahi". Ketiga pribadi ini dapat

Tujuh karunia Roh Kudus

Tujuh karunia Roh Kudus adalah sebuah penyebutan tujuh karunia spiritual yang berasal dari para penulis patristik, yang kemudian dipadukan oleh lima nilai