| Nama | |
|---|---|
| Nama IUPAC (preferensi)
Heksadekan-1-ol | |
| Nama lain
Setanol, Setil alkohol, Etal, Etol, Heksadekanol, Heksadesil alkohol, Palmitil alkohol
| |
| Penanda | |
Model 3D (JSmol)
|
|
| ChEBI | |
| ChEMBL | |
| ChemSpider |
|
| Nomor EC | |
| KEGG | |
PubChem CID
|
|
| Nomor RTECS | {{{value}}} |
| UNII | |
CompTox Dashboard (EPA)
|
|
| |
| |
| Sifat | |
| C16H34O | |
| Massa molar | 242,45ย gยทmolโ1 |
| Penampilan | Kristal atau serpihan putih |
| Bau | Sangat samar, seperti lilin |
| Densitas | 0,811 g/cm3 |
| Titik lebur | 49,3ย ยฐC (120,7ย ยฐF; 322,4ย K) |
| Titik didih | 344ย ยฐC (651ย ยฐF; 617ย K) |
| Tak larut | |
| Kelarutan | Sangat larut dalam eter, benzena, dan kloroform. Larut dalam aseton. Sedikit larut dalam alkohol. |
| log P | 7,25[2] |
| Keasaman (pKa) | 16,20 |
| โ183,5ยท10โ6 cm3/mol | |
| Indeks bias (nD) | 1,4283 (79 ยฐC) |
| Viskositas | 53 cP (75 ยฐC) |
| Bahaya | |
| Titik nyala | 185ย ยฐC (365ย ยฐF; 458ย K) |
| Dosis atau konsentrasi letal (LD, LC): | |
LD50 (dosis median)
|
5000 mg/kg (tikus besar, oral) |
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25ย ยฐC [77ย ยฐF], 100ย kPa). | |
| Referensi | |
Setil alkohol, juga dikenal sebagai heksadekan-1-ol dan palmitil alkohol, adalah sebuah alkohol lemak C-16 dengan rumus CH3(CH2)15OH. Pada suhu kamar, setil alkohol memiliki bentuk padatan atau serpihan putih seperti lilin. Nama setil berasal dari minyak ikan paus (minyak cetacea, dari bahasa Latin: cetus, har.ย 'paus', dari bahasa Yunani Kuno: ฮบแฟฯฮฟฯ, translit.ย kฤtos, har.ย 'ikan besar'),[3] bahan asal setil pertama kali diisolasi.[4]
Pembuatan
suntingSetil alkohol ditemukan pada tahun 1817 oleh kimiawan Prancis Michel Chevreul ketika dia memanaskan spermaceti, zat lilin yang diperoleh dari minyak paus sperma, dengan kalium kaustik (kalium hidroksida). Serpihan-serpihan setil alkohol tertinggal saat pendinginan.[5] Produksi modern didasarkan pada reduksi kimiawi etil palmitat.[6]
Kemunculan dan kegunaan
suntingSenyawa eter kimil alkohol, yang berasal dari setil alkohol dan gliserol, adalah komponen dari beberapa membran lipid.
Setil alkohol digunakan dalam industri kosmetik sebagai pengabur pada sampo, atau sebagai pelembap, pengemulsi atau bahan pengental dalam pembuatan krim dan losion kulit.[7] Setil alkohol juga digunakan sebagai pelumas untuk mur dan baut, dan merupakan bahan aktif dalam beberapa "penutup kolam cair" (membentuk lapisan permukaan yang tidak mudah menguap untuk mengurangi penguapan air, kehilangan kalor penguapan laten yang terkait, dan dengan demikian menahan panas di dalam kolam). Selain itu, senyawa ini juga dapat digunakan sebagai ko-surfaktan non-ionik dalam aplikasi emulsi.[8]
Efek samping
suntingOrang yang memiliki eksem dapat sensitif terhadap setil alkohol,[9][10] meskipun hal ini mungkin disebabkan oleh kotoran dan bukan oleh setil alkohol itu sendiri.[11] Namun, setil alkohol terkadang termasuk dalam obat yang digunakan untuk pengobatan eksem.[12]
Senyawa terkait
suntingReferensi
sunting- ^ Merck Index, Edisi ke-11, 2020.
- ^ "Hexadecan-1-ol_msds".
- ^ M. Raneft, D.; Eaker, H.; W. Davis, R. (2001). "A guide to the pronunciation and meaning of cetacean taxonomic names" (PDF). Aquatic Mammals. 27 (2): 185. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 27 Maret 2016. Diakses tanggal 22 Januari 2024.
- ^ Nordegren, Thomas (2002). The A-Z Encyclopedia of Alcohol and Drug Abuse. Universal Publishers. hlm.ย 165. ISBNย 1-58112-404-X.
- ^ Booth, James Curtis (1862). The Encyclopedia of Chemistry, Practical and Theoretical. Philadelphia, H.C. Baird. hlm.ย 429.
- ^ "Cetyl alcohol". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). 20 Juli 1998. Diakses tanggal 22 Januari 2024.
- ^ Smolinske, Susan C (1992). Handbook of Food, Drug, and Cosmetic Excipients. CRC Press. hlm.ย 75โ76. ISBNย 0-8493-3585-X.
- ^ Golemanov, Konstantin; Tcholakova, Slavka; Denkov, Nikolai D.; Gurkov, Theodor (April 2006). "Selection of surfactants for stable paraffin-in-water dispersions, undergoing solidโliquid transition of the dispersed particles". Langmuir. 22 (8): 3560โ3569. doi:10.1021/la053059y. ISSNย 0743-7463. PMIDย 16584227.
- ^ Gaul, LE (1969). "Dermatitis from cetyl and stearyl alcohols". Archives of Dermatology. 99 (5): 593. doi:10.1001/archderm.1969.01610230085016. PMIDย 4238421.
- ^ Soga, F; Katoh, N; Kishimoto, S (2004). "Contact dermatitis due to lanoconazole, cetyl alcohol and diethyl sebacate in lanoconazole cream". Contact Dermatitis. 50 (1): 49โ50. doi:10.1111/j.0105-1873.2004.00271j.x. PMIDย 15059111. S2CIDย 19854024.
- ^ Komamura, H; Doi, T; Inui, S; Yoshikawa, K (1997). "A case of contact dermatitis due to impurities of cetyl alcohol". Contact Dermatitis. 36 (1): 44โ6. doi:10.1111/j.1600-0536.1997.tb00921.x. PMIDย 9034687. S2CIDย 23444831.
- ^ Kato N; Numata T; Kanzaki T (1987). "Contact dermatitis due to Japanese pharmacopeia cetyl alcohol". Skin Research. 29 (suppl 3): 258โ262.