Sikhem (bahasa Ibrani: שְׁכֶם, Šəḵem; bahasa Arab: شكيم, Šakim) adalah sebuah kota kuno yang terletak di daerah pegunungan tengah Kanaan, di wilayah yang sekarang menjadi bagian dari Tepi Barat, Palestina. Kota ini memiliki sejarah panjang yang mencakup berbagai periode, mulai dari zaman Kanaan kuno, masa pemerintahan Israel kuno, hingga masa Kekaisaran Romawi. Sikhem memainkan peran penting dalam sejarah agama Yahudi, Kristen, dan Islam, serta menjadi situs penting bagi berbagai peristiwa dalam Alkitab.

32°12′11″N 35°18′40″E / 32.20306°N 35.31111°E / 32.20306; 35.31111

Sikhem
Sikhem di Israel
Sikhem
Letak di peta Israel
Nama alternatifNablus
Lokasitepi barat sungai Yordan
Jeniskota
Sejarah
Didirikanabad ke-19 SM
Ditinggalkan200 M

Etimologi

sunting

Nama "Sikhem" secara harfiah berarti "bahu" atau "punggung" dalam bahasa Ibrani, yang kemungkinan merujuk pada lokasi geografis kota ini yang terletak di antara dua gunung, yaitu Gunung Ebal di utara dan Gunung Gerizim di selatan.

Lokasi Geografis

sunting

Sikhem terletak di lembah yang subur di wilayah pegunungan tengah Palestina, sekitar 63 kilometer sebelah utara Yerusalem. Lokasinya di antara dua gunung utama membuatnya menjadi jalur perdagangan dan perlintasan penting di Kanaan. Saat ini, situs kuno Sikhem dikenal sebagai Tell Balata, yang terletak di dekat kota modern Nablus.

Sejarah

sunting

Zaman Kanaan Kuno

sunting

Sikhem pertama kali dihuni pada milenium ke-4 SM, selama periode Zaman Perunggu Awal. Pada Zaman Perunggu Tengah (sekitar 1900–1550 SM), Sikhem menjadi kota-kota yang diperkuat dengan tembok dan pusat budaya penting di Kanaan. Kota ini juga disebutkan dalam surat-surat Amarna sebagai kota yang berpengaruh di bawah kekuasaan seorang penguasa bernama Labayu.

Zaman Israel Kuno

sunting

Sikhem muncul sebagai kota yang signifikan dalam sejarah Israel kuno. Menurut Alkitab, kota ini menjadi tempat Abram pertama kali mendirikan mezbah kepada Allah setelah tiba di Kanaan (Kejadian 12:6-7). Sikhem juga disebutkan sebagai lokasi perjanjian antara Allah dan bangsa Israel, yang diperbarui oleh Yosua setelah Penaklukan Kanaan (Yosua 24:1-25).

Pada masa setelah kematian Raja Salomo, Sikhem menjadi ibu kota Kerajaan Israel Utara di bawah pemerintahan Raja Yerobeam (1 Raja-raja 12:25). Meskipun ibu kota akhirnya dipindahkan ke Tirza dan kemudian Samaria, Sikhem tetap memiliki peran penting dalam sejarah politik dan keagamaan Israel.

Zaman Kekaisaran Asyur dan Babilonia

sunting

Setelah kehancuran Kerajaan Israel Utara pada abad ke-8 SM oleh Asyur, Sikhem mengalami penurunan status. Namun, kota ini tetap dihuni selama masa pembuangan Babel, meskipun peran politiknya menurun.

Zaman Helenistik dan Romawi

sunting

Pada periode Helenistik, kota ini dihuni oleh orang-orang Samaria, yang membangun kuil di Gunung Gerizim sebagai tempat ibadah utama mereka. Pada masa Kekaisaran Romawi, Sikhem digantikan oleh kota Flavia Neapolis (sekarang Nablus), yang didirikan pada abad ke-1 M. Sikhem perlahan kehilangan kepentingannya dan akhirnya ditinggalkan.

Signifikansi Keagamaan

sunting

Dalam Yudaisme

sunting

Sikhem adalah situs penting dalam Yudaisme. Selain menjadi tempat mezbah pertama Abram, kota ini juga dianggap sebagai lokasi penguburan Yusuf, salah satu leluhur suku Israel (Yosua 24:32). Sikhem sering disebutkan dalam konteks perjanjian Allah dengan Israel.

Dalam Kekristenan

sunting

Bagi umat Kristen, Sikhem penting karena peristiwa yang disebutkan dalam Injil Yohanes 4:5-6, di mana Yesus berbicara dengan seorang perempuan Samaria di sebuah sumur dekat Sikhem, yang dikenal sebagai "Sumur Yakub."

Dalam Islam

sunting

Dalam tradisi Islam, Sikhem dan sekitarnya dihormati sebagai tempat yang terkait dengan nabi-nabi kuno, termasuk Yusuf dan Yakub. Sumur Yakub juga dianggap sebagai situs suci.

Arkeologi

sunting

Penggalian arkeologi di Tell Balata dimulai pada awal abad ke-20 oleh tim dari Jerman dan Amerika. Temuan penting mencakup sisa-sisa tembok kota, gerbang, dan tempat kudus yang diduga terkait dengan kisah Alkitab. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa Sikhem adalah pusat administratif penting selama Zaman Perunggu.

Warisan Budaya

sunting

Meskipun Sikhem kini berada dalam reruntuhan, warisannya tetap hidup melalui tradisi agama dan sejarah. Kota ini menjadi simbol perjanjian antara Allah dan umat-Nya, serta sebagai saksi bisu perjalanan sejarah panjang kawasan tersebut.

Lihat Pula

sunting

Referensi

sunting
  1. Albright, W. F. (1938). The Excavation of Tell Balata (Shechem). Journal of Biblical Literature.
  2. Mazar, A. (1992). Archaeology of the Land of the Bible. New York: Doubleday.
  3. Smith, G. A. (1894). The Historical Geography of the Holy Land.

Sumber dan pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Yusuf dalam Islam

[Joseph] in Shechem' (Joshua 24:32). Why in Shechem of all places? R. Chama b. R. Chanina said: From Shechem they stole him, and to Shechem we will return

Garam

Diakses tanggal 12 October 2013. Gevirtz, Stanley (1963). "Jericho and Shechem: A Religio-Literary Aspect of City Destruction". Vetus Testamentum. 13

Israel

yang penting lainnya berlokasi di Tepi Barat, meliputi Makam Yusuf di Shechem, Gereja Kelahiran dan Kuburan Rahel di Betlehem, dan Gua Machpelah di Hebron

Tell Balata

pada akhir abad ke-2 SM. Excavations done at former Israelite capital Shechem Haaretz service and Cnaan Liphshiz (March 2, 2010). "Palestinian archeology

Gerbang Damaskus

Shkhem (bahasa Ibrani: שער שכםcode: he is deprecated ‎), berarti Gerbang Shechem, atau Gerbang Nablus. Dari nama dalam bahasa Arab, Bab al-Nasr (bahasa

Makam Yusuf

the Omphalos of Shechem". Vetus Testamentum. Vol. 82. Brill. hlm. 476–486. ; Wright, George R. H (1987). "An Egyptian God at Shechem". As on the first

Orang Samaria

Orang Samaria merayakan Paskah di Gunung Gerizim, dekat Nablus modern dan Shechem kuno, 2006 Jumlah populasi ~900 (2024) Daerah dengan populasi signifikan

Yerusalem

atas ayat tersebut dan targumim, menempatkan Salem di Israel Utara dekat Shechem (atau Sikhem), sekarang Nablus, sebuah kota yang cukup penting dalam tulisan