| Sima You | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pangeran Xian dari Qi (齊献王) | |||||||||
| Pangeran Qi (齊王) | |||||||||
| Masa jabatan | 9 Februari 266 – 27 April 283 | ||||||||
| Pendahulu | Cao Fang | ||||||||
| Penerus | Sima Jiong | ||||||||
| Kelahiran | 246 | ||||||||
| Kematian | 27 April 283 (usia 37) | ||||||||
| Keturunan |
| ||||||||
| |||||||||
| Wangsa | Sima | ||||||||
| Ayah | Sima Zhao | ||||||||
| Ibu | Wang Yuanji | ||||||||
Sima You (Hanzi: 司馬攸; Pinyin: Sīmǎ Yōu; 246[a] – 27 April 283[1]), nama kehormatan Dayou (大猷), nama anumerta Pangeran Xian dari Qi (齐献王) adalah seorang pangeran kekaisaran Dinasti Jin Barat di Tiongkok. Ia merupakan putra kedua dari Sima Zhao, wali penguasa negara Cao Wei selama Zaman Tiga Negara, dan istrinya, Wang Yuanji, putri dari Wang Su dan cucu perempuan Wang Lang. Ia merupakan putra angkat dari pamannya, Sima Shi yang tidak memiliki putra kandung. Istrinya merupakan putri dari Jia Chong dan istri pertamanya, Li Wan. Li Wan sendiri merupakan putri dari Li Feng. Salah satu anaknya, Sima Jiong, merupakan salah satu dari delapan pangeran yang mengikuti Pemberontakan Delapan Pangeran.
Kehidupan
suntingKehidupan awal
suntingSima You lahir pada tahun 246 dari Sima Zhao, putra kedua dari Sima Yi, dan Wang Yuanji. Pada masa kecil ia dikenal sangat pintar, menyukai orang-orang yang berbudi luhur, dan selalu siap membantu orang lain. Ia juga gemar membaca karya sastra klasik dan mahir menulis, terutama surat, sehingga menjadi panutan di zamannya. Bakat dan prestisenya bahkan melampaui kakak laki-lakinya, Sima Yan dan bahkan kakeknya Sima Yi sangat mengaguminya. Karena pamannya Sima Shi tidak memiliki putra kandung, Sima You diangkat sebagai anak Sima Shi.
Pada tahun 251, jenderal Wei Wang Ling memberontak di Shouchun. Sima Yi memimpin pasukan untuk menumpaskan pemberontakannya dan Sima You yang muda diajak oleh kakeknya ikut ke medan perang. Setelah pertempuran itu, Sima You diangkat sebagai Marquis Paviliun Changle. Pada tahun 255, ayah angkatnya, Sima Shi, meninggal dunia karena penyakit tidak lama setelah menumpas pemberontakan Guanqiu Jian dan Wen Qin. Sima You yang baru berusia 10 tahun mewarisi gelar Marquis Wuyang.[2] Sima You menunjukkan kesedihan yang sangat mendalam, membuat mereka yang hadir terharu atas budi luhur yang ditunjukkan Sima You. Sima You menjaga ibu angkatnya, Yang Huiyu dan menunjukkan budi luhur yang tinggi.
Awalnya, ia direncanakan akan menjadi wali penguasa menggantikan Sima Shi namun pada akhirnya tidak jadi karena alasan usia yang masih terlalu muda. Sima Shi digantikan oleh ayahnya, Sima Zhao, sebagai wali penguasa.[b] Sima Zhao sempat memikirkan untuk menjadikan Sima You sebagai ahli waris utamanya supaya ia dapat mengembalikan kekuasaan kepada garis keturunan Sima Shi, tetapi pada akhirnya memilih putra sulungnya, Sima Yan sebagai ahli waris.
Karir
suntingSima You menjabat sebagai pejabat istana dan diberikan komando militer sebagai Kolonel Infanteri yang dapat ia laksanakan dengan sangat baik. Ia kemudian diberikan gelar Marquis Anchang pada 264. Tahun depannya, Sima Yan menggulingkan Cao Huan dan mendeklarasikan dirinya sebagai Kaisar Wu dan mendirikan Dinasti Jin Barat. Sima You kemudian diberikan gelar Pangeran Qi.[3]
Sima You bertanggung jawab atas urusan militer dan menenangkan negara serta rakyat. Pada saat itu, Sima Yan memerintahkan agar para pangeran yang diberi wilayah kekuasaan dapat memilih pejabat mereka sendiri. Meskipun Sima You mengajukan petisi tiga kali untuk menentang hal ini, petisi tersebut tidak diterima. Namun, ketika ada kekosongan jabatan pejabat di negara yang diberi wilayah kekuasaan, Sima You bersikeras agar mereka diangkat oleh istana dan tidak membuat pengaturan sendiri. Selain itu, semua biaya makanan dan pakaian keluarga kerajaan ditanggung oleh keluarga kerajaan pada saat itu. Namun, Sima You mengatakan bahwa ia dapat hidup dari uang sewa dan pajak negara yang diberi wilayah kekuasaan dan berulang kali mengatakan bahwa ia tidak membutuhkan dukungan keuangan dari keluarga kerajaan, tetapi hal itu tidak diterima. Meskipun Sima You tinggal di Luoyang dan tidak pergi ke negara yang diberi wilayah kekuasaan, para prajurit dan pejabat negara tersebut akan memberikan uang sewa dan pajak yang mereka kumpulkan kepada mereka. Setiap kali ada yang sakit atau meninggal, Sima You juga akan memberikan uang untuk membantu mereka. Ketika terjadi bencana alam yang menyebabkan gagal panen, Sima You akan memberikan bantuan dan pinjaman kepada masyarakat di negara yang menerima hibah tanah tersebut, serta mengurangi sewa dan pajak agar mereka dapat melunasi hutang tersebut pada tahun panen yang baik. Semua ini membuat masyarakat di negara yang menerima hibah tanah tersebut sangat mempercayainya.[4] Sima You kemudian dipromosikan menjadi Jenderal Kavaleri dan diberi gelar Grand Master dari Tiga Yang Mulia. Meskipun jabatannya tinggi, ia tetap rendah hati dan memperlakukan orang dengan integritas. Karena Sima You populer, meskipun Jenderal Kavaleri seharusnya membubarkan pasukannya sesuai adat, beberapa ribu anak buahnya menolak untuk pergi. Sima Yan akhirnya mengizinkan mereka untuk terus mengabdi di bawah Sima You. Sima You kemudian dipindahkan menjadi Jenderal Angkatan Darat, diberi gelar Pengawal Biasa, dan menjabat sebagai Guru Muda Putra Mahkota. Beberapa tahun kemudian, ia diangkat menjadi Guru Besar Putra Mahkota. Pada tahun kedua Xianning (276), ia menggantikan Jia Chong sebagai Menteri Pekerjaan Umum.[5]
Kematian
suntingSebelum meninggal, Sima Zhao memberi wasiat kepada Sima Yan dan Sima You untuk hidup berdampingan dengan damai, meminta agar tragedi Liu Chang, Pangeran Huainan pada masa Dinasti Han,[c] dan Cao Zhi, Pangeran Si dari Chen dari Cao Wei,[d] tidak terulang. Ibu mereka, Wang Yuanji juga mewasiatkan kedua saudara hal yang sama sebelum meninggal sambil menangis kepada Sima Yan, "Taofu masih ruam sementara kamu tidak cukup bijak sebagai kakak. Setelah kematian saya, kalian berdua tidak bakal saling memberikan toleransi. Maka, saya memercayakannya kepadamu. Tolong jangan melupakan kata-kata saya".[6] Tetapi setelah Sima Yan menunjuk putranya, Sima Zhong sebagai pangeran mahkota, friksi antara kedua saudara dimulai karena Sima Yan khawatir banyak pejabat masih memandang Sima You sebagai pangeran mahkota yang pantas. Insiden pertama terjadi diantara Agustus 272 sampai 274,[7] dimana saat Xiahou He masih menjabat sebagai Intendan Henan, Kaisar Wu jatuh sakit dan pemerintahan Jin berniat untuk melantik Sima You sebagai pangeran mahkota ketimbang Sima Zhong. Xiahou He bertanya kepada Jia Chong, "hubungan anda dengan kedua menantu-mu seimbang. Seorang ahli waris harus dipilih berdasarkan kebajikannya". Jia Chong tidak banyak mengomentari pernyataan Xiahou He. Mendengar insiden tersebut, Sima Yan melantik Xiahou He sebagai Menteri Rumah Tangga dan mencopot komando militer Jia Chong, walaupun ia tetap mempertahankan gelar bangsawan dan perlakuan Jia Chong di pemerintahan.[8]
Setelah Penaklukan Wu oleh Jin, Sima Yan mulai jatuh sakit dan putra mahkota Sima Zhong secara mental tidak kompeten. Para pejabat mengharapkan bahwa Sima You dapat menggantikan Sima Yan sebagai kaisar. Namun saat itu, Sima You menyinggung dua menteri favorit Sima Yan, Xun Xu dan Feng Yu. Keduanya takut akan penurunan pangkat mereka apabila Sima You naik taktha. Jadi, keduanya meminta Sima Yan untuk mengirim Sima You kembali ke wilayah kekuasaannya. Pada 28 Januari 283,[9][10] Sima Yan mengeluarkan titah yang mengangkat Sima You sebagai Marsekal Agung dan memerintahnya memegang kekuasaan militer di Provinsi Qing. Ia kemudian diperintahkan kembali ke Qi. Sima You kesal saat mendengarkan bahwa Xun Xu dan Feng Yu menghasut kaisar untuk memerintahnya pulang ke Qi, sangat marah sampai ia jatuh sakit. Keputusan ini juga diprotes oleh kedua kakaknya, Putri Jingzhao dan Putri Changshan.[11] Sima Yan mengirim tabib kekaisaran untuk memeriksa Sima You. Para tabib tersebut menebak pikiran Sima Yan dan mengatakan bahwa Sima You tidak sakit. Akibatnya, Sima You didesak untuk segera berangkat meskipun kondisinya semakin memburuk. Sima You tidak punya pilihan selain pergi meskipun sakit. Meskipun sakit parah, ia tetap berdandan dan bertingkah normal, yang membuat Sima Yan berpikir bahwa ia berpura-pura sakit. Pada 27 April 283, Sima You meninggal muntah darah.[12]
Saat Sima Yan mendengar kematian Sima You, ia menangis tersedu-sedu. Namun Feng Yu menasihati kaisar, "Nama Pangeran Qi lebih dari sekedar nama saja, dan ia telah memenangkan banyak hati rakyat. Kematiannya hari ini merupakan sebuah anugerah bagi negara. Yang Mulia tidak perlu bersedih".[13] Selepas itu, Sima Yan berhenti menangis. Saat Sima Yan berkabung, Sima Jiong yang mewarisi gelar Pangeran Qi melontarkan keluhan kepada kaisar mengenai tabib istana yang berbohong soal kesehatan Sima You. Mendengar keluhan tersebut, Sima Yan mengeksekusi mati tabib istana yang diutus kepada Sima You. Sima You diberikan nama anumerta Xian.
Keluarga
suntingKakek-nenek
sunting- Sima Yi, kakek
- Zhang Chunhua, nenek
Orang tua
sunting- Sima Zhao, ayah
- Wang Yuanji, ibu
- Sima Shi, ayah angkat dan paman kandung, Sima You diangkat karena Sima Shi tidak memiliki putra kandung.
- Yang Huiyu, ibu angkat
Istri
suntingCatatan kaki
sunting- ^ Although Sima You's biography in Book of Jin indicated that he was 36 (by East Asian reckoning) when he died, his biography also indicated that he was 10 (by East Asian reckoning) when Sima Shi died (in March 255). In addition, his biography also indicated that he was older than 18 (by East Asian reckoning) when the "five-rank peerage" system was reinstated (in 264), which would not be the case if his birth year is 248. Thus, his age at death should be greater than 36 (by East Asian reckoning).
- ^ There were some (e.g. Shan Tao) who advised Sima Zhao not to disinherit Sima Yan. Shan Tao's advice to Zhao was recorded in vol.78 of Zizhi Tongjian (晋王欲以攸为世子,山涛曰:“废长立少,违礼不祥。”). Being chosen as heir due to his status as the eldest son of the main wife was one reason why Sima Yan did not disinherit Sima Zhong.
- ^ Liu Chang merupakan adik dari Kaisar Wen dari Han yang meninggal karena Kaisar Wen menilai Liu Chang menjadi ancaman bagi kekuasaan.
- ^ Cao Zhi merupakan putra dari Cao Cao dan adik dari Cao Pi. Cao Zhi diduga dibunuh oleh Cao Pi karena Cao Pi merasa Cao Zhi mengancam kekuasaannya.
Referensi
sunting- ^ According to Sima Yan's biography in Book of Jin, Sima You died on the guichou day of the 3rd month of the 4th year of the Taikang era of his reign. This corresponds to 27 Apr 283 on the Julian calendar. [(太康四年三月)癸丑,大司马齐王攸薨。] Jin Shu, vol.03
- ^ 《晉書》:及景帝崩,攸年十歲,哀動左右,大見稱歎。襲封舞陽侯。
- ^ 《晉書》本傳稱“復曆散騎常侍、步兵校尉,時年十八,綏撫營部,甚有威惠。五等建,改封安昌侯,遷衛將軍。”,但若按照本傳文末司馬攸的生卒(36歲),十八歲時是為咸熙二年(265年),五等爵於前一年建立,疑生卒有誤。
- ^ 《齊王攸傳》:「而時有水旱,國內百姓則加振貸,須豐年乃責,十減其二,國內賴之。」
- ^ ([咸宁二年]八月...己亥,...司空贾充为太尉,镇军大将军齐王攸为司空。) Jin Shu, vol.03
- ^ 太后臨崩,亦流涕謂帝曰:「桃符性急,而汝為兄不慈,我若不起,恐必不能相容。以是屬汝,勿忘我言。」
- ^ According to the chronology of Jia Chong's biography in Book of Jin, the incident between him and Xiahou He took place after he was made sikong. According to Emperor Wu's biography in the same work, Jia Chong was made sikong in caAugust 272. ([泰始八年]秋七月,以车骑将军贾充为司空。; the month corresponds to 11 Aug to 9 Sep 272 in the Julian calendar). Vol.26 of the same work indicated that by 274, Xiahou He was already Minister of the Household. Thus, the incident must have happened between Aug 272 and 274. Vol.80 of Zizhi Tongjian dated this incident to 276 (2nd year of the Xian'ning era). While Emperor Wu's biography in Book of Jin did record that he was gravely ill in that year, if both Jin Shu and Tongjian were correct, it would mean that Xiahou He was first Minister of the Household in 274, then became Intendant of Henan before becoming Minister of the Household again after the incident.
- ^ (初,帝疾笃,朝廷属意於攸。河南尹夏侯和谓充曰:“卿二女婿,亲疏等耳,立人当立德。”充不答。及是,帝闻之,徙和光禄勋,乃夺充兵权,而位遇无替。) Book of Jin, vol.40
- ^ "兩千年中西曆換算". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-09-05. Diakses tanggal 2020-10-03.
- ^ 《晉書·武帝紀》:〔太康三年〕冬十二月甲申,以司空齊王攸爲大司馬、督青州諸軍事……〔四年三月〕癸丑,大司馬齊王攸薨。
- ^ Fang, Xuanling, ed. (648). 列傳第十二 [Historical Biography 12]. 晉書 [Book of Jin] (dalam bahasa Chinese). Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ^ 本傳作「三十六」,誤
- ^ 《齊王攸傳》:馮紞侍側曰:「齊王名過其實,而天下歸之。今自薨隕,社稷之福也。陛下何哀之過!」
- Chen, Shou. Records of the Three Kingdoms (Sanguozhi).
- Fang, Xuanling. Book of Jin (Jin Shu).
- Pei, Songzhi. Annotated Records of the Three Kingdoms (Sanguozhi zhu).
- Sima, Guang. Zizhi Tongjian.