Stasiun Benteng

Emplasemen Stasiun Benteng pada pagi hari, difoto dari perlintasan tak sebidang Jalan Jatipurwo-Sawahpulo
Nama lainBenteng
Surabaya Benteng
Basis
Lokasi
Koordinat7°13′1″S 112°44′36″E / 7.21694°S 112.74333°E / -7.21694; 112.74333
Ketinggian+4 m
Operator
Letak
km 5+740 lintas Sidotopo-Benteng[1]
Jumlah jalur8 (jalur 3: sepur lurus, dan 2 sepur non aktif)
LayananLintas utara Jawa: Angkutan peti kemas
Lintas timur Jawa: Angkutan BBM Pertamina
Lintas selatan Jawa: Angkutan BBM Pertamina
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiI[2]
Sejarah
Dibuka1 Juli 1901
Nama sebelumnyaStation Soerabaja-Fort Prins Hendrik
Fasilitas dan teknis
Jenis persinyalan
  • Mekanik tipe Siemens & Halske semiotomatis
Lokasi pada peta
Peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Benteng (SBE, sebelumnya BET) adalah stasiun kereta api barang kelas I yang terletak di Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, Jawa Timur; termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya pada ketinggian +4 meter. Letak stasiun ini bersebelahan dengan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut V.

Stasiun ini tidak melayani angkutan penumpang, tetapi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan ketel dari tempat pengisian bahan bakar minyak (BBM) High Speed Diesel (HSD) di kawasan pelabuhan, serta melayani pengiriman BBM ke Malang dan Madiun. Jalur di sebelah barat stasiun akan membelok ke utara serta berakhir di Depo BBM Pertamina Bandaran dan kereta api angkutan peti kemas menuju Kampung Bandan melalui Surabaya Pasarturi di jalur utara Pulau Jawa.

Papan nama stasiun pada bangunan utama stasiun bertuliskan Benteng (nama stasiun yang sesungguhnya), sedangkan pada papan nama yang dipasang di sisi Jalan Hang Tuah (barat stasiun) bertuliskan Beteng. Sebenarnya dibagian Sepur badug ada wesel untuk 2 jalur lagi tetapi 2 jalur tersebut sudah tidak dipakai, tidak diketahui untuk apa ke-2 jalur itu karna samar samar menuju tempat Kontainer Stasiun Benteng

Sejarah

sunting
Emplasemen Stasiun Benteng, 2020

Nama "Benteng" berasal dari sebuah benteng yang diyakini terletak di tempat stasiun ini berada, yaitu Benteng Prins Hendrik. Nama lama stasiun ini pun bernama Station Soerabaja-Fort Prins Hendrik.[3] Nama "Prins Hendrik" saat itu digunakan sebagai pembeda dengan nama stasiun kereta api lainnya di Surabaya, seperti Stasiun Surabaya Kota, Stasiun Surabaya Pasarturi, dan lain-lain. Dahulu, benteng yang telah berdiri sejak 1837 ini berfungsi sebagai alat pertahanan dan keamanan di Hindia Belanda. Saat ini, jejak benteng tersebut sudah tidak ada, dan berganti dengan kawasan pergudangan swasta.[4][5] Kini, daerah bekas benteng tersebut menjadi Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut V.

Tahun 1889 bekas benteng tersebut terintegrasi dengan perhentian milik Oost-Java Stoomtram Maatschappij—sebagai bagian dari proyek pembangunan Trem Kota Surabaya.[6] Meski sudah membangun jalur kereta api menuju Pelabuhan Kalimas pada 1 Januari 1886, Staatsspoorwegen (SS) ikut serta dalam pengembangan kawasan Fort Prins Hendrik sebagai kawasan pertahanan dan pelabuhan, sehingga SS juga membuka rute ke jalur tersebut. SS membuka jalur ini pada 1 Jui 1901.[7]: 115 

Namun, dalam perkembangannya, Madoera Stoomtram Maatschappij (Madoera Tram/MT), juga ikut mengembangkan kawasan bekas Fort Prins Hendrik. Dalam Soerabaiasch Handelsblad tanggal 29 Juli 1901, MT diizinkan untuk membangun emplasemen untuk menyimpan gerbong barang, di area bekas benteng Prins Hendrik.[8] Bahkan, ketika ingin memperluas area pergudangannya, MT sudah mengajukan izin kepada Departemen Badan Usaha Milik Negara Hindia Belanda untuk memperluas area pergudangannya.[9]

Bangunan dan tata letak

sunting

Stasiun ini memiliki delapan jalur kereta api dengan jalur 3 merupakan sepur lurus. Bangunan stasiun ini masih mempertahankan ciri khas SS/DKA. Dahulu, stasiun ini (bersama Stasiun Kalimas) berfungsi sebagai stasiun barang tempat hasil bumi dan barang-barang tersebut dikirim maupun diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Perak maupun Pelabuhan Ujung. Selain itu, terdapat terusan rel ke utara menuju Pelabuhan Tanjung Perak dan Stasiun Kalimas, tetapi jalur tersebut kini dijadikan sebagai jalur menuju depot minyak Pertamina Bandaran.

Galeri

sunting

Layanan kereta api

sunting
Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
Lintas utara Jawa
Angkutan BBM Pertamina [10] Benteng Malang Kotalama
Angkutan peti kemas Kampung Bandan Via Segitiga Mesigit–Semarang Tawang

Kegiatan langsiran dan bongkar muat hanya dilakukan di Stasiun Jakarta Gudang

Lintas selatan Jawa
Angkutan BBM Pertamina [10] Benteng Madiun

Referensi

sunting
  1. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ^ Oegema, J.J.G. (1982). De Stoomtractie op Java en Soematra. Deventer: Kluwer. hlm. 207.
  4. ^ Monuments and sites, Indonesia = Monumen dan situs, Indonesia. ICOMOS Indonesia., International Council on Monuments and Sites. Bandung, West Java: PF Books. 1999. ISBN 979-9283-03-5. OCLC 49050727. Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
  5. ^ Dick, H. W. (Howard W.) (2003). Surabaya, city of work : a socioeconomic history, 1900-2000. Singapore: Singapore University Press. ISBN 9971-69-264-3. OCLC 54391045.
  6. ^ Oost-Java Stoomtram Maatschappij (1902). Verslag der Oost-Java Stoomtram Maatschappij. Den Haag: OJS.
  7. ^ Reitsma, S.A. (1928). Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen. Weltevreden: G. Kolff & Co.
  8. ^ "Aan de Madoera Stoomtram Maatschappij". Soerabaiasch Handelsblad, 2de Blad. 29 Juli 1901.
  9. ^ "Madora Stoomtram Mij". de Indische Courant. 19 Desember 1927. hlm. 2.
  10. ^ a b Sudarsih, A. (2014). "Sepur Ketel BBM Jawa-Sumatera". Majalah KA. Vol. 98. PT Ilalang Sakti Komunikasi. hlm. 5–6.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Sidotopo Lintas Surabaya
Surabaya Gubeng–Benteng
Terminus


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Stasiun Sidotopo

berbagai sarana khusus lainnya. Selain jalur yang mengarah menuju Stasiun Benteng, dulunya terdapat pula sebuah jalur yang sangat panjang untuk langsir

Benteng Baluwerti

Benteng Baluwerti (bahasa Jawa: ꦧꦺꦠꦺꦁꦧꦭꦸꦮꦂꦠꦶcode: jv is deprecated , translit. Bètèng Baluwarti) merupakan sebuah dinding yang mengelilingi kawasan Keraton

Jalur kereta api lintas Surabaya

kereta api ini akan membangun stasiun barang terpadu yang diberi nama Station Fort Prins Hendrik (sekarang Stasiun Benteng), yang terletak di atas bekas

Benteng Vredеburg

Benteng Vredeburg (bahasa Jawa: ꦩꦸꦱꦶꦪꦸꦩ꧀ꦧꦺꦠꦺꦁꦮ꦳ꦿꦺꦣꦼꦧꦸꦂꦒ꧀code: jv is deprecated , translit. Musiyum Bètèng Vrèdheburg) adalah sebuah bangunan benteng pertahanan

Stasiun Surabaya Pasarturi

Surabaya Pasarturi Stasiun Surabaya Gubeng Stasiun Surabaya Kota Stasiun Wonokromo Stasiun Surabayan Stasiun Benteng Data penumpang harian diperoleh dari menjumlahkan

Stasiun Pasar Senen

Stasiun Pasar Senen (PSE) (juga disebut sebagai Stasiun Senen atau Jakarta Pasar Senen) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Senen

Stasiun Madiun

Stasiun Madiun (MN) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Madiun Lor, Manguharjo, Kota Madiun. Stasiun ini merupakan stasiun kereta

Stasiun Jatinegara

Stasiun Jatinegara (JNG) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di perbatasan antara Kecamatan Jatinegara dan Matraman, tepatnya di