Stasiun Bojonggede
KAI Commuter
B23

Stasiun Bojonggede
Lokasi
Koordinat6°29′30″S 106°47′39″E / 6.49167°S 106.79417°E / -6.49167; 106.79417
Ketinggian+140 m
Operator
Otoritas transportasiDirektorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda
Letak
km 42+965 lintas JakartaManggaraiBogor[1]
Jumlah peronDua peron sisi yang tinggi dan satu peron pulau di antara jalur 1 dan 2 yang agak tinggi
Jumlah jalur2
LayananCommuter Line Bogor
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
  • BJD
  • 0708[2]
  • BOJONG
KlasifikasiBesar tipe C[2]
Sejarah
Dibuka31 Januari 1873
Elektrifikasi1 Mei 1930
Nama sebelumnya
  • Halte Bodjong Gedeh
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Stasiun berikutnya
Citayam Commuter Line Bogor
Jakarta Kota–Bogor
Cilebut
menuju Bogor
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Parkir sepeda Lift Tangga naik/turun Jalur difabel Pemesanan langsung di loket Mesin tiket Parkir sepeda Toilet Musala Pertokoan/area komersial Restoran Isi baterai Air minum Pengering payung/payung gratis 
Lokasi pada peta
Peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Bojonggede (BJD) merupakan stasiun kereta api kelas besar tipe C yang terletak di Desa Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Stasiun yang terletak pada ketinggian +140 meter ini hanya melayani layanan KRL Commuter Line. Dengan jarak 42,8 km arah selatan dari Jakarta Kota, stasiun ini merupakan stasiun yang paling padat saat pagi maupun sore hari dikarenakan banyaknya penglaju yang tinggal di sini sehingga terkadang juga KRL menjadi penuh sesak saat berhenti di stasiun ini, dan juga banyak penumpang yang turun di stasiun ini pada saat jam pulang kantor.

Pada tahun 2022, Kementerian Perhubungan melaksanakan pekerjaan fisik proyek pembangunan jembatan penyeberangan usai penandatanganan kontrak kerja pembangunan jembatan layang yang menghubungkan stasiun ini dengan terminal tipe C Bojong Gede yang berada 400 meter di barat laut stasiun ini.[3][4]

Tata letak

sunting
Bojong Gede Skybridge, akses stasiun dari Terminal Bojong Gede

Stasiun ini memiliki dua jalur kereta api. Sejak 2015, stasiun ini diperpanjang peronnya agar dapat memuat rangkaian KRL 12 kereta.[5]

B23

G Bangunan utama stasiun
P
Lantai peron
Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan
Jalur 2 (Citayam)      Commuter Line Bogor menuju Jakarta Kota
Peron pulau
Jalur 1      Commuter Line Bogor menuju Bogor (Cilebut)
Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan
G Bangunan utama stasiun


Layanan kereta api

sunting
Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
Commuter Line Bogor Bogor Jakarta Kota

Antarmoda penghubung

sunting
Jenis angkutan umum Trayek Rute
KaBogor Bus K2 Terminal Bojonggede–AEON Sentul City (via Stadion Pakansari)

Insiden

sunting

Pada 21 November 2012, tanah longsor mengakibatkan jalur kereta api terputus di antara Stasiun Bojonggede dan Stasiun Cilebut. Secara otomatis Stasiun Bojonggede menjadi stasiun terakhir untuk perjalanan KRL tujuan Bogor. Jalur kereta api yang terkena longsor ini berhasil diperbaiki dalam waktu 8 hari.[6]

Referensi

sunting
  1. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ^ Mahendra, Rizky Adha. "Pemkab Bogor Mulai Bebaskan Lahan Proyek Sky Bridge Stasiun Bojong Gede". detikcom. Diakses tanggal 2022-03-11.
  4. ^ Zakaria, Shabrina (2022-06-03). Ramadhan, Bilal (ed.). "Pekerjaan Fisik Skybridge Bojonggede Sudah Mulai Berjalan". REPUBLIKA.co.id. Diakses tanggal 2022-07-06.
  5. ^ Baiduri, MC Nieke Indrietta (2015-09-15). Baiduri, MC Nieke Indrietta (ed.). "KRL 12 Gerbong, Ini 15 Stasiun yang Peronnya Diperpanjang". Tempo. Diakses tanggal 2018-06-20.
  6. ^ Ksp, Robert Adhi, ed. (2012-11-21). "Tanah Longsor, Rel Menggantung Antara Cilebut-Bojonggede". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-06-20.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Citayam Jakarta–Bogor Cilebut
menuju Bogor

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Bojonggede, Bogor

Bojonggede (Aksara Sunda: ᮘᮧᮏᮧᮀᮌᮨᮓᮦ) adalah sebuah kecamatan di bagian utara-tengah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pada awalnya Bojonggede adalah bagian

KRL Bojonggede Ekspres

dan menjadi KRL Commuter Line (KRL AC) Bojonggede - Jakartakota dengan pemberangkatan dari Stasiun Bojonggede jam 06.10 WIB pada pagi hari dan jam 18

Pabuaran, Bojonggede, Bogor

adalah sebuah kelurahan di kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Di Kelurahan ini terdapat Stasiun Citayam, Pasar Citayam dan Rumah

Tabrakan kereta api Ratujaya 1968

BB201 11 dari arah Stasiun Bojonggede. KA 406 pun harus ditahan terlebih dahulu di Stasiun Depok, menunggu KA 309 untuk tiba di stasiun ini juga. Pada pukul

Stadion Pakansari

dan fasilitas panjat dinding. Stasiun KRL Commuter Line terdekat dengan stadion ini yaitu stasiun Bojonggede dan stasiun Cibinong, keduanya berada di Lin

Stasiun Citayam

Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Secara administratif stasiun ini berada di perbatasan antara dua wilayah tersebut. Stasiun yang terletak

KRL Commuter Line

dengan Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Bekasi, Stasiun Kranji, Stasiun Bojonggede, Stasiun Citayam, Stasiun Depok, Stasiun Depok Baru, Stasiun Parung Panjang

Stasiun Depok

Depok. Sejak 25 Maret 2021, stasiun ini, bersama Stasiun Bekasi, Tanah Abang, Kranji, Jakarta Kota, Depok Baru, Bojonggede, Citayam, Parung Panjang, dan