Stasiun Tarik
Kereta Api Indonesia
PD55 J09

Tampak depan calon bangunan baru Stasiun Tarik, 2023
Lokasi
Koordinat7°27′22″S 112°31′23″E / 7.45611°S 112.52306°E / -7.45611; 112.52306
Ketinggian+16 m
Operator
Otoritas transportasiDirektorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda
Letak
Jumlah peron4 (satu peron sisi yang tinggi, dua peron pulau yang tinggi, dan satu peron pulau yang cukup tinggi)
Jumlah jalur5:
  • jalur 1: sepur lurus jalur ganda arah Surakarta
  • jalur 3: sepur lurus jalur ganda arah Surabaya
  • jalur 4: sepur lurus jalur tunggal dari dan ke arah Sidoarjo
LayananLokal: Commuter Line Dhoho dan Penataran
Komuter: Commuter Line Jenggala
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiII[2]
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Stasiun berikutnya
Kedinding
Perjalanan satu arah
Commuter Line Dhoho
Lingkar Jawa Timur
Via Kertosono-Blitar-Malang berlawanan arah jarum jam
Mojokerto
Commuter Line Dhoho
Surabaya Kota-Malang via Kertosono-Blitar berlawanan arah jarum jam
Mojokerto
menuju Malang
Commuter Line Dhoho
Surabaya Kota-Blitar via Kertosono berlawanan arah jarum jam
Mojokerto
menuju Blitar
Commuter Line Dhoho
Surabaya Kota-Kertosono berlawanan arah jarum jam
Mojokerto
menuju Kertosono
Mojokerto
Perjalanan satu arah
Commuter Line Penataran
Lingkar Jawa Timur
Via Malang-Blitar-Kertosono searah jarum jam
Kedinding
Commuter Line Penataran
Malang-Surabaya Kota via Blitar-Kertosono searah jarum jam
Commuter Line Penataran
Blitar-Surabaya Kota via Kertosono searah jarum jam
Commuter Line Penataran
Kertosono-Surabaya Kota searah jarum jam
Tulangan
menuju Indro
Commuter Line Jenggala
Indro–Mojokerto via Sidoarjo, p.p.
Mojokerto
Terminus
Kedinding
menuju Indro
Commuter Line Jenggala
Indro–Mojokerto via Sepanjang, p.p.
Kedinding
menuju Babat
Commuter Line Jenggala
Babat–Mojokerto via Sepanjang, p.p.
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Ruang/area tunggu Pemesanan langsung di loket Pusat informasi Musala Toilet Ruang menyusui Isi baterai Area merokok 
Jenis persinyalan
  • * Elektrik tipe Ansaldo[4] (s.d. 2014)
Lokasi pada peta
Peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Tarik (TRK) merupakan stasiun kereta api kelas II yang terletak di Tarik, Tarik, Sidoarjo. Stasiun yang terletak pada ketinggian +16 m ini termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya dan hanya melayani penumpang kereta api lokal. Stasiun ini juga melayani penyusulan antarkereta api dan berjarak 37,8 km arah barat dari Surabaya Kota.

Stasiun ini merupakan stasiun yang lokasinya paling barat di Kabupaten Sidoarjo. Stasiun ini cukup ramai karena terletak di dekat pusat Kecamatan Tarik, tepatnya di sebelah timur jalan raya Balongbendo-Tarik.

Dahulu Stasiun Tarik di Operasikan pada tanggal 16 Oktober 1880 dengan ber operasi nya jalur Mojokerto-Sidoarjo, untuk menghubungkan ke Surabaya.

Bangunan dan tata letak

sunting

Stasiun ini memiliki lima jalur kereta api. Pada awalnya jalur 2 merupakan sepur lurus arah Surabaya Kota maupun Solo Balapan dan jalur 4 merupakan sepur lurus percabangan arah Sidoarjo via Tulangan. Jalur cabang tersebut sempat dinonaktifkan sejak tahun 1972, tetapi mulai tahun 2014 diaktifkan kembali sebagai bagian dari relokasi rel ke arah barat akibat dari banjir lumpur panas Sidoarjo. Bersamaan dengan diaktifkannya jalur cabang tersebut, sistem persinyalan elektrik yang lama (tipe Ansaldo) di stasiun ini digantikan dengan tipe SIL-02 produksi PT Len Industri.

Setelah jalur ganda segmen MojokertoSepanjang dioperasikan per 1 Desember 2023 oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian,[5] tata letak jalur di stasiun ini diubah. Jalur 1 dijadikan sebagai sepur lurus baru untuk arah Solo Balapan, jalur 3 dijadikan sebagai sepur lurus baru untuk arah Surabaya Kota, dan jalur 2 diubah menjadi sepur belok. Jalur 4 dan 5 kini hanya dapat melayani pemberhentian kereta api dari dan ke arah Sidoarjo via Tulangan saja karena wesel yang menghubungkan keduanya dari dan ke arah Surabaya Kota via Krian sudah dicabut. Terdapat sepur badug baru yang arah masuknya dari sisi barat jalur 5. Emplasemen stasiun ini diperpanjang hingga melewati tikungan besar yang terletak di sebelah timur bangunan stasiun. Kini, emplasemen stasiun ini memiliki panjang sekitar 1,2 km; menjadikan emplasemen stasiun tersebut merupakan yang terpanjang di Daop VIII sekaligus di Pulau Jawa. Sistem persinyalan elektrik di stasiun ini diganti lagi dengan yang terbaru produksi Elsicom.

| Sepur badug
Jalur 5 (Tulangan) J Commuter Line Jenggala, tujuan Indro via Sidoarjo
Peron pulau
Jalur 4 Sepur lurus dari dan ke arah Sidoarjo
(Tulangan) J Commuter Line Jenggala, tujuan Indro via Sidoarjo dan tujuan Mojokerto (Mojokerto)
Peron pulau
Jalur 3 Sepur lurus arah Wonokromo
Jalur berjalan langsung kereta api ke arah timur
(Kedinding) P Commuter Line Penataran, tujuan Surabaya Kota (rute memutar searah jarum jam)
J Commuter Line Jenggala, tujuan Babat/Indro via Krian
Jalur 2 (Kedinding) D Commuter Line Dhoho, tujuan Surabaya Kota/Malang/Blitar/Kertosono (rute memutar berlawanan arah jarum jam) (Mojokerto)
P Commuter Line Penataran, tujuan Surabaya Kota (rute memutar searah jarum jam)
J Commuter Line Jenggala, tujuan Babat/Indro via Krian dan tujuan Mojokerto
Peron pulau
Jalur 1 Sepur lurus arah Solo Balapan
Jalur berjalan langsung kereta api ke arah barat
D Commuter Line Dhoho, tujuan Surabaya Kota/Malang/Blitar/Kertosono (rute memutar berlawanan arah jarum jam) (Mojokerto)
J Commuter Line Jenggala, tujuan Mojokerto
Peron sisi
G Bangunan utama stasiun

Operasional stasiun ini sudah menggunakan bangunan baru berukuran lebih besar yang dibangun oleh oleh Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur (BTP Jatim, sekarang BTP Surabaya) Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Posisi bangunan baru stasiun ini berada di sebelah timur bangunan lama. Bangunan lama stasiun ini masih dipertahankan meskipun sudah tidak digunakan. Peron-peron pulau di stasiun ini sudah dibangun ulang menjadi peron tinggi dan panjang agar memudahkan naik turun penumpang kereta api serta dilengkapi kanopi agar penumpang yang menunggu kereta api tidak lagi basah kuyup kehujanan maupun terkena panas terik matahari. Selain itu, dibangun pula jembatan penyeberangan di dekat bangunan baru stasiun agar penumpang yang ingin berpindah peron tidak harus melalui jalur rel.

Dahulu ke arah barat stasiun ini, sebelum Stasiun Mojokerto, terdapat bekas Perhentian Bangsal yang sudah tidak aktif karena tingkat pemasukan penumpang yang rendah dan akhirnya dibongkar imbas proyek jalur ganda tersebut.

Layanan kereta api

sunting

Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 1 Juli 2025.[6]

Lokal dan komuter (Commuter Line)

sunting
Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
J Jenggala Indro Mojokerto Via KrianWonokromo

Hanya jadwal siang.

Via TulanganSidoarjo

Perjalanan menuju Gresik dua kali pada jadwal pagi dan sekali pada jadwal siang, sedangkan sebaliknya hanya sekali masing-masing pada jadwal pagi dan siang.

Babat Via KrianWonokromo

Perjalanan menuju Babat hanya jadwal petang, sedangkan sebaliknya hanya jadwal pagi.

P Penataran Surabaya Kota Surabaya Kota Perjalanan memutar searah jarum jam via MalangBlitarKertosono.
Malang Perjalanan memutar searah jarum jam via BlitarKertosono pada jadwal pagi.
Blitar Perjalanan searah jarum jam via Kertosono pada jadwal pagi.
Kertosono Perjalanan searah jarum jam pada jadwal pagi.
D Dhoho Surabaya Kota Perjalanan memutar berlawanan arah jarum jam via KertosonoBlitarMalang.
Malang Perjalanan memutar berlawanan arah jarum jam via KertosonoBlitar pada jadwal sore.
Blitar Perjalanan berlawanan arah jarum jam via Kertosono pada jadwal pagi.
Kertosono Perjalanan berlawanan arah jarum jam pada jadwal malam.

Insiden

sunting

Pada dini hari tanggal 24 April 2004, dua kereta api pengangkut BBM bersinggungan di tikungan yang berjarak 300 meter sebelah barat Stasiun Tarik sehingga mengakibatkan beberapa gerbong terbakar. Akibat kecelakaan itu, sedikitnya delapan gerbong KA pengangkut BBM jenis premium itu keluar dari rel sejauh 3 hingga 5 meter.[7]

Galeri

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. ^ PT Kereta Api Indonesia (Persero) (21 Januari 2020). "Selayang Pandang Daerah Operasi 8 Surabaya" (PDF). e-PPID PT Kereta Api Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-10-08. Diakses tanggal 5 Oktober 2020.
  3. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  4. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46).
  5. ^ Kurnia, Dadang (1 Desember 2023). "Jalur Ganda Mojokerto-Sepanjang Beroperasi, Perjalanan Kereta Lebih Singkat". Republika. Surabaya: MahakaX.
  6. ^ "Grafik Perjalanan Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025" (PDF) (Document). Bandung: PT Kereta Api Indonesia. 30 Desember 2024. Diakses tanggal 1 Februari 2025 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian. ; ;
  7. ^ "Kereta Api Pengangkut BBM Bertabrakan di Sidoarjo". Liputan6.com. Liputan6.com. 24 April 2004. Diakses tanggal 31 Januari 2018.

Pranala luar

sunting

(Indonesia) Jadwal Commuter Line Wilayah VIII Surabaya

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Bangsal Solo Balapan–Wonokromo Kedinding
menuju Wonokromo
Terminus Solo Balapan–Wonokromo
Tarik–Sidoarjo
Tulangan
menuju Wonokromo

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Tarik, Sidoarjo

tersebar di area tersebut. Tarik dilalui oleh jalur kereta api utama lintas selatan Jawa, dan memiliki stasiun (Stasiun Tarik). Stasiun ini juga memiliki percabangan

Stasiun Kedinding

Stasiun Kedinding (KDN) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Kedinding, Tarik, Sidoarjo. Stasiun yang terletak pada ketinggian +13

Kereta api Sangkuriang

ini adalah stasiun kereta api yang dilayani oleh kereta api Sangkuriang mulai 1 Mei 2026. Kereta api Sangkuriang terparkir di jalur 5 Stasiun Bandung menjelang

Stasiun Mojokerto

masa pendudukan Jepang saat Perang Dunia II. Ke arah timur stasiun ini, sebelum Stasiun Tarik, terdapat bekas Perhentian Bangsal yang sudah tidak aktif

Stasiun Tulangan

stasiun ini, sebelum Stasiun Tarik, terdapat Stasiun Prambon yang juga ditutup pada tahun 1972 bersama jalur kereta apinya saat itu, tetapi stasiun tersebut

Kereta api Pandalungan

di stasiun-stasiun berikut. Legenda Wikimedia Commons memiliki media mengenai kereta api Pandalungan. Kereta api Pandalungan tujuan Jember ditarik oleh

Tabrakan kereta api Bekasi Timur 2026

proses pemulihan supaya jalur kereta api dan stasiun dapat digunakan kembali. Proses ini diawali dengan ditariknya lokomotif CC 206 13 86 milik Argo Bromo

Stasiun Prambon

bangunan stasiun ini, terdapat gudang yang kini sudah tidak digunakan. Stasiun ini diresmikan bersamaan dengan pembukaan jalur kereta api Tarik–Sidoarjo