Stasiun Babat
Kereta Api Indonesia
B11 J31 A24

Tampak depan Stasiun Babat, 2020
Lokasi
Koordinat7°6′23″S 112°10′19″E / 7.10639°S 112.17194°E / -7.10639; 112.17194
Ketinggian+7 m
Operator
Letak
Jumlah peron4 (satu peron sisi yang rendah dan tiga peron pulau yang tinggi)
Jumlah jalur7 (jalur 3 dan 4: sepur lurus)
LayananKereta api penumpang
Lintas tengah Jawa
Lintas utara Jawa
Lokal dan komuter

Kereta api barang
Lintas utara Jawa
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiI[2]
Sejarah
Dibuka1900
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Logo PT KAI Antar Kota Stasiun berikutnya
Lamongan Lintas Utara Jawa
Bojonegoro
menuju Pasar Senen atau Gambir
Stasiun sebelumnya Stasiun berikutnya
Bowerno
menuju Cepu
Commuter Line Blorasura Pucuk
Bowerno
menuju Bojonegoro
Commuter Line Arjonegoro
Bojonegoro–Surabaya Pasarturi–Sidoarjo, p.p.
Pucuk
menuju Sidoarjo
Terminus Commuter Line Arjonegoro
Babat–Surabaya Pasarturi–Sidoarjo, p.p.
Commuter Line Arjonegoro
Babat–Surabaya Pasarturi, p.p.
Pucuk
Commuter Line Jenggala
Babat–Mojokerto via Sepanjang, p.p.
Pucuk
menuju Mojokerto
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Cetak tiket mandiri Ruang/area tunggu Pemesanan langsung di loket Layanan pelanggan Pusat informasi Musala Toilet Ruang menyusui Isi baterai Area merokok 
Jenis persinyalan
Lokasi pada peta
Peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Babat (BBT) adalah stasiun kereta api kelas I yang terletak di Babat, Babat, Lamongan. Stasiun kereta api lintas utara Jawa ini yang terletak pada ketinggian +7 meter termasuk dalam pengelolaan Daerah Operasi VIII Surabaya serta KAI Commuter dan merupakan stasiun kereta api paling barat di Kabupaten Lamongan. Walaupun bangunan stasiun ini lebih besar daripada Stasiun Lamongan, kereta api yang melintas lebih banyak yang berhenti di Lamongan.

Kereta api yang tidak berhenti/melintas langsung di stasiun ini adalah Kereta api Anggrek, Sembrani, Blambangan Ekspres, Pandalungan, Argo Anjasmoro, serta kereta api barang selain Parcel ONS dan angkutan Semen Indonesia.

Sejarah

sunting

Generasi pertama

sunting

Pada 24 September 1896, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) mendapat konsesi izin pembangunan jalur kereta api baru. Jalur ini akan menghubungan Stasiun Gundih yang sudah ada sebelumnya dengan calon stasiun baru NIS di Surabaya (kini Stasiun Pasarturi).[4]: 109  Dengan berbekal konsesi tersebut, NIS mulai membangun jalurnya dengan sepur sempit 1.067 mm. Mengingat terbatasnya dana dan biaya, semua stasiun dan perhentian yang terletak di lintas tersebut sangat sederhana dan terbuat dari kayu, termasuk Stasiun Babat. Stasiun ini diresmikan berbarengan dengan peresmian lintas Babat–Lamongan pada tanggal 15 Agustus 1900 dan pada 1 Februari 1903, jalur kereta api Gundih–Surabaya telah selesai dibangun.[4]: 119 

Pada 12 Januari 1914, koran Algemeen Handelsblad memberitakan bahwa Stasiun Babat generasi pertama akan dirombak guna mendukung kelancaran angkutan barang dan persiapan pembangunan jalur cabang ke Merakurak.[5]

Generasi kedua

sunting
Sisi barat halaman depan Stasiun Babat, 2019

Bangunan Stasiun Babat generasi pertama kemudian diperbesar dengan mengganti kanopi kecil dengan kanopi pelana—serupa kanopi di Stasiun Lempuyangan, Stasiun Bojonegoro, dan Stasiun Surabaya Pasarturi—serta mengubah bangunan yang sebelumnya semipermanen menjadi permanen.

Kemungkinan, bangunan stasiun generasi kedua ini mulai dipergunakan pada kisaran tahun 1920-an. Adapun buktinya, yaitu memiliki fisik yang cenderung serupa dengan stasiun-stasiun NIS lainnya yang juga diresmikan pada dekade tahun 1920-an, seperti Stasiun Tuban dan Stasiun Wonogiri. Stasiun-stasiun tersebut memiliki kemiripan di struktur atapnya, bangunan utama, dan adanya kanopi yang menaungi teras depan dan peron sisi.

Bangunan Stasiun Babat generasi kedua ini hingga kini masih tetap dipertahankan.

Bangunan dan tata letak

sunting
Kereta api Ambarawa Ekspres saat meninggalkan Stasiun Babat, 2020. Terdapat peron baru di antara jalur 4 dan 5 dari kejauhan.

Pada awalnya, stasiun ini menggunakan sistem persinyalan mekanik dan memiliki enam jalur kereta api dengan jalur 3 merupakan sepur lurus ditambah dua sepur badug yang mengarah ke gudang di sebelah barat stasiun, satu sepur badug masing-masing di sisi timur laut dan barat daya stasiun, serta satu sepur badug yang terdapat di antara jalur 3 dan 4 yang lama. Setelah jalur ganda menuju Stasiun Bojonegoro dioperasikan per 22 April 2014[6] dan menuju Stasiun Kandangan per 8 Mei 2014,[7] jumlah jalurnya bertambah menjadi tujuh. Sepur badug di area tengah tersebut diubah menjadi jalur 4 yang baru sebagai sepur lurus arah Surabaya, sedangkan jalur 3 dijadikan sebagai sepur lurus arah Semarang saja. Selain itu, sistem persinyalannya telah diganti dengan sistem persinyalan elektrik.

Sejak November 2019, terdapat peron pulau baru yang terletak di antara jalur 4 dan 5 yang baru serta peron pulau yang terletak di antara jalur 2 dan 3 sudah dipanjangkan, sehingga jumlah peron di stasiun ini kini berjumlah empat buah: satu peron sisi dan tiga peron pulau. Stasiun ini juga memiliki depo lokomotif dan pemutar rel, tetapi sudah lama tidak dipakai lagi.

Jalur 7 Sepur belok
Jalur 6 Sepur belok
Jalur 5 Sepur belok
Sepur lurus jalur tunggal dari dan ke arah Jombang (nonaktif)
Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota ke arah timur
(Pucuk) B Commuter Line Blorasura, tujuan Surabaya Pasarturi
A Commuter Line Arjonegoro, tujuan Sidoarjo
Peron pulau, pintu terbuka di sebelah kiri
Jalur 4 Sepur lurus arah Surabaya Pasarturi
Jalur berjalan langsung kereta api ke arah timur
Jalur 3 Sepur lurus arah Gundih
Jalur berjalan langsung kereta api ke arah barat
Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota ke arah barat
B Commuter Line Blorasura, tujuan Cepu (Bowerno)
A Commuter Line Arjonegoro, tujuan Bojonegoro
Peron pulau, pintu terbuka di sebelah kanan
Jalur 2 Sepur belok
(Pucuk) A Commuter Line Arjonegoro, dari dan tujuan Surabaya Pasarturi/Sidoarjo
J Commuter Line Jenggala, dari dan tujuan Mojokerto
Peron pulau
Jalur 1 Sepur lurus jalur tunggal dari dan ke arah Tuban (nonaktif)
Sepur belok
Peron sisi
Lantai 1 Bangunan utama stasiun

Di sebelah barat stasiun ini terdapat jalur cabang yang akan berakhir di Tuban (dari jalur 1) dan Jombang (dari jalur 5), tetapi kedua jalur cabang tersebut sudah dinonaktifkan. Berdasarkan Perpres No. 80 Tahun 2019, jalur menuju Tuban hingga Merakurak ini direncanakan akan kembali diaktifkan supaya mendukung pemerataan dan percepatan pembangunan di sekitar wilayah Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan).[8] Selain itu, rencana reaktivasi jalur ini juga tercantum dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional tahun 2018.[9]

Layanan kereta api

sunting

Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 15 Juli 2025.[10]

Penumpang

sunting

Antarkota

sunting
Lintas tengah Jawa
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Campuran
Sancaka Utara Eksekutif Cilacap Surabaya Pasarturi Via Solo BalapanGambringan
Ekonomi
Harina Eksekutif Bandung Via PadalarangCikampek

Rangkaian kereta api ini bertukar dengan kereta api Mutiara Selatan, terutama pada jadwal pagi.

Ekonomi Premium
Lintas utara Jawa
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Eksekutif
Sembrani Tambahan Priority Surabaya Pasarturi Gambir Via Semarang TawangCirebon

Pemberhentian hanya untuk perjalanan menuju Jakarta.

Eksekutif
Campuran
Gumarang Eksekutif Pasar Senen Surabaya Pasarturi Via CirebonSemarang Tawang
Ekonomi
Dharmawangsa Eksekutif Via Cirebon PrujakanSemarang Poncol

Rangkaian kereta api ini bertukar dengan kereta api Brantas.

Ekonomi
Kertajaya Tambahan Eksekutif Via Cirebon PrujakanSemarang Poncol
Ekonomi
Jayabaya Eksekutif Malang Via Semarang PoncolSurabaya Pasarturi

Rangkaian kereta api ini bertukar dengan kereta api Gaya Baru Malam Selatan.

Ekonomi
Ekonomi
Ambarawa Ekspres Ekonomi Premium Semarang Poncol Surabaya Pasarturi Perjalanan ke Semarang pada jadwal pagi dan sebaliknya pada jadwal siang.
Ekonomi Perjalanan ke Semarang pada jadwal siang dan sebaliknya pada jadwal pagi.
Kertajaya Ekonomi Premium Pasar Senen Via Cirebon PrujakanSemarang Poncol
Airlangga Ekonomi

Lokal (Commuter Line)

sunting
Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
Lintas utara Jawa
B Blorasura Cepu Surabaya Pasarturi
A Arjonegoro Babat Perjalanan satu arah hanya jadwal malam.
Sidoarjo Perjalanan menuju Sidoarjo hanya jadwal pagi, sedangkan sebaliknya hanya jadwal sore.
Bojonegoro Hanya jadwal siang.
J Jenggala Babat Mojokerto Via WonokromoKrian

Perjalanan menuju Mojokerto hanya jadwal pagi, sedangkan sebaliknya hanya jadwal sore.

Barang

sunting
Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
Lintas utara Jawa
Angkutan Semen Indonesia Babat Kampung Bandan Via Cirebon PrujakanSemarang Poncol

Kegiatan bongkar muat dan langsiran hanya dilakukan di Jakarta Gudang

Angkutan logistik ONS Parcel Utara Kampung Bandan Surabaya Pasarturi Via Cirebon PrujakanSemarang Tawang

Kegiatan bongkar muat dan langsiran hanya dilakukan di Jakarta Gudang

Galeri

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. ^ Data Stasiun Kereta Api (2017) Diarsipkan 2020-12-04 di Wayback Machine., Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
  3. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  4. ^ a b Reitsma, S.A. (1928). Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen. Weltevreden: G. Kolff & Co.
  5. ^ "Uit Tjepoe schrijft men aan het N. v. d. D. v. N.-I-:". Algemeen Handelsblad. 12-01-1914. hlm. 10. ;
  6. ^ Aziz, Abd (2014-04-22). Syafputri, Ella (ed.). "Rel jalur ganda Surabaya-Bojonegoro tersambung 55 km". ANTARA News. Diakses tanggal 2020-04-18.
  7. ^ Ritonga, Efri NP, ed. (2014-05-09). "Rel Ganda Tersambung, Bulan Depan Kereta Ditambah". Tempo.co. Diakses tanggal 2020-04-19.
  8. ^ Lampiran Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 80 Tahun 2019 Tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik – Bangkalan – Mojokerto, Surabaya – Sidoarjo – Lamongan, Kawasan Bromo - Tengger - Semeru, Serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan
  9. ^ Rencana Induk Perkeretaapian Nasional 2018 (PDF). Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan. 2018.
  10. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Pranala luar

sunting
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Bowerno
menuju Gundih
Gundih–Surabaya Pasarturi Gembong
Tangkir
menuju Merakurak
Merakurak–Babat Terminus
Terminus Babat–Jombang Nguwok
menuju Jombang

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Wingko babat

Wingko atau sering disebut juga Wingko babat (Hanacaraka: ꦮꦶꦁꦏꦺꦴꦧꦧꦠ꧀) adalah makanan tradisional khas Indonesia. Wingko adalah sejenis kue yang terbuat

Babat, Lamongan

Moropelang dan Babat. Stasiun Babat di lintas utara Pulau Jawa melayani layanan kereta api antarkota dan lokal. Terminal Babat Babat Banaran Bedahan

Jalur kereta api Babat–Jombang

431 km, melewati 7 stasiun dengan bangunan permanen, 13 perlintasan sebidang, dan 8 sungai. Pada 1 Desember 1916, perusahaan Babat–Djombang Stoomtram

Kereta api lokal Surabaya–Babat

relasi Surabaya Pasarturi–Babat. Adanya operasional KRD Babat bertujuan agar stasiun-stasiun kecil di antara Surabaya Pasar Turi-Babat dapat diakses dengan

Babat–Djombang Stoomtram Maatschappij

mengoperasikan trem uap yang menghubungkan Stasiun Jombang Kota dengan Stasiun Babat melalui Jalur kereta api Babat–Jombang. Saat ini seluruh jalurnya termasuk

Jalur kereta api Merakurak–Babat

Jalur kereta api Merakurak–Babat adalah salah satu jalur kereta api nonaktif yang berada di Jawa Timur; termasuk dalam Wilayah Aset VIII Surabaya. Jalur

Stasiun Lamongan

selesai 1 April 1900, dan Lamongan–Babat selesai 15 Agustus 1900. Proyek jalur Surabaya (Pasarturi)–Lamongan–Babat ini merupakan bagian dari proyek besar

Stasiun Kandangan

dari dan menuju Stasiun Indro, Gresik. Setelah jalur ganda menuju Stasiun Babat dioperasikan per 8 Mei 2014 kemudian menuju Stasiun Surabaya Pasarturi