Sebuah foto yang konon menampilkan penampakan hantu
Ilustrasi hantu bajak laut karya Howard Pyle.
Ilusi optik hantu semi-buatan yang diciptakan dengan berdiri di depan lampu mobil pada malam berkabut.

Hantu adalah roh dari orang atau hewan yang telah mati yang menampakkan wujudnya dalam kehidupan kini. Definisi dari hantu pada umumnya berbeda untuk setiap agama, peradaban, maupun adat istiadat. Dalam banyak kebudayaan, hantu tidak didefinisikan sebagai zat yang baik maupun jahat. Sebutan setan, iblis, genderuwo, dan sebagainya, lebih umum digunakan untuk merujuk kepada hantu yang jahat. Sedangkan hantu yang baik yang dianggap mempunyai kemampuan untuk menolong manusia, disebut dengan bermacam nama yang berbeda, seperti sebutan untuk Datuk, Te Cu Kong (penguasa tanah, dalam agama Kong Hu Cu), dan lainnya.

Kepercayaan akan keberadaan dunia akhir dan roh-roh orang mati sudah ada semenjak manusia menganut kepercayaan animisme atau pemujaan roh nenek moyang pada masa sebelum manusia mengenal tulisan. Berbagai ritual keagamaan, penguburan, pengusiran roh jahat dan ritual spiritual lainnya dirancang khusus untuk menenangkan roh orang mati. Hantu sendiri umumnya dideskripsikan sebagai suatu zat yang seperti manusia, walaupun terdapat pula kisah mengenai hantu hewan.[1][2] Mereka diyakini menghuni tempat, objek atau orang tertentu yang terkait dengan mereka pada saat mereka masih hidup.

Berdasarkan konsensus ilmu pengetahuan, hantu itu bukan konsep yang sah secara ilmiah.[3] Keberadaan mereka tidak dapat difalsifikasi[3] dan kegiatan berburu hantu telah digolongkan sebagai ilmu semu atau pseudosains.[4][5][6] Walaupun sudah diselidiki selama berabad-abad, tidak ada satu pun bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa suatu tempat dihuni oleh roh orang mati.[4][7]

Hantu dalam agama-agama monotheis

sunting

Dalam Islam, hantu dikelompokkan sebagai setan dari golongan jin yang kerap mengganggu manusia. Jin dikenali sebagai mahkluk halus yang tinggal di dalam alam lain. Bagaimanapun, kumpulan jin ini bisa memasuki alam manusia. Ada sebagian jin yang membuat hubungan dengan manusia dan patuh terhadap manusia, dengan tujuan menyesatkan manusia seperti merusakkan akidah. Persahabatan ini dikenali sebagai saka.

Dalam Alkitab, mengacu pada kitab Yesaya dan Wahyu, hantu bisa dirunut asal-usulnya sebagai malaikat berdosa pengikut Lucifer yang jatuh ke bumi. Berdasar kitab Wahyu jumlah mereka disimbolkan sepertiga jumlah bintang.

Macam-macam hantu dalam tradisi Indonesia

sunting

Masyarakat Indonesia mengenal berbagai jenis hantu/makhluk spiritual. Berikut adalah jenis-jenis hantu yang dikenal di Indonesia:

Sumatera

sunting

Aceh

sunting

Sumatera Utara

sunting

Sumatera Selatan

sunting
  • Hantu Banyu

Sumatera Barat

sunting

Jambi

sunting

Bangka Belitung

sunting
  • Mencadin
  • Mawang
  • Nek Gergasi
  • Penebuk Ati
  • Sumiati
  • Antu Lelep
  • Buyut
  • Antu Pulong
  • Anton
  • Hantu Beringin
  • Hantu Berasu
  • Buruk Punggung

Riau

sunting
  • Antu Balawu

Kalimantan

sunting

Kalimantan Timur

sunting

Kalimantan Selatan

sunting

Kalimantan Barat

sunting

Kalimantan Tengah

sunting
  • Hantuen
  • Hantu Kambe

Kalimantan Utara

sunting
  • Hantu Lungun

Bali

sunting

Nusa Tenggara Barat

sunting
  • Hantu Asap
  • Selaq

Nusa Tenggara Timur

sunting
  • Kakar Tana

Jawa

sunting

Banten

sunting
  • Hantu Ririwa

Jakarta

sunting
  • Jin Tomang
  • Pastor Kepala Buntung
  • Hantu Maryam

Jawa Tengah

sunting

sunting

Sulawesi

sunting
  • Poppo
  • Parakang
  • Longga
  • Sumiati

Lain-lain

sunting

Beberapa urban legend juga mengenal berbagai macam bentuk hantu yang biasanya terkait dengan riwayat sebab-akibat kematian orang yang menjadi hantu. Meskipun bukan merupakan hantu, beberapa bentuk makhluk supranatural dikenal pula dalam mitos masyarakat, yang dianggap sebagai cara seseorang dalam menempuh ilmu tertentu atau mencari kemuliaan:

Masyarakat Jawa mengelompokkan Mahluk Supranatural (hantu) dalam 9 kelompok besar yang kemudian masih dibagi lagi menjadi beberapa jenis hantu-hantu lainnya di dalam kelompok tersebut, ke sembilan kelompok besar hantu tersebut dipergunakan dan disebutkan dalam suluk pewayangan seperti ini: "Jin, Setan, Peri, Perayangan, Ilu-ilu, Banaspati, Genderuwo, Memedi, Tetek-an". Hal ini digunakan untuk menggambarkan dengan lengkap seluruh mahluk halus dengan singkat, tanpa menyebut satu persatu jenis mahluk halus yang jumlahnya ratusan, sebagaimana yang dikenali di dalam masyarakat Jawa dan Budaya Jawa yang dikenal sangat kental dengan hal-hal supranatural.

Hantu Di Luar Negeri

sunting

Jepang

sunting
  • Kuchisake Onna
  • Teke-Teke
  • Sadako
  • Kappa
  • Hanako
  • Nukekubi
  • Rokurokubi
  • Akaname
  • Yuki Onna
  • Toshio
  • Yurei
  • Onryo
  • Ubume
  • Goryo
  • Funayurei
  • Zashiki Warashi
  • Jorogumo
  • Gashadokuro
  • Okiku
  • Yotsuya Kaidan
  • Yamanba
  • Jorogumo
  • Jikininki
  • Uji No Hashishime
  • Nopperabou

Cina

sunting

Thailand

sunting
  • Mae Nak Phra Khanong
  • Phi Am
  • Phi Lang Kluang
  • Pret
  • Krasue
  • Mae Nak

Amerika Serikat

sunting
  • Bell Witch
  • Wendigo
  • Black Eye Children

Maroko

sunting
  • Aica Kandicha

Malaysia

sunting

Inggris

sunting
  • Bloody Mary
  • Anne Boleyn

Swedia

sunting
  • Gjenganger

Rumania

sunting
  • Drakula/vampir pengisap darah
  • Valak

Korea

sunting
  • Gumiho
  • Gwishin
  • Cheukshin

India

sunting
  • Nishi Dak

Belanda

sunting
  • Flying Dutchman

Kanada

sunting
  • Siren Head

Swiss

sunting
  • Hantu Wanita Baju Putih Di Terowongan Belchen

Rusia

sunting
  • Rusalka

Filipina

sunting
  • Manananggal
  • Aswang
  • Tiyanak

Kolombia

sunting
  • La Patasola

Meksiko

sunting
  • La Llorona
  • Charlie

Brunei Darussalam

sunting
  • Kuntilanak

Venezuela

sunting
  • La Sayona

Spanyol

sunting
  • El Cuco

Laos

sunting
  • Phi Ped

Pakistan

sunting
  • Pichal Peri

Singapura

sunting
  • Kuntilanak

Polandia

sunting
  • Strzyga

Brazil

sunting
  • Pisadeira

Bangladesh

sunting
  • Shakchunni

Irlandia

sunting
  • Banshee

Mesir

sunting
  • Mumi

Lihat pula

sunting

Bibliografi

sunting
  • Finucane, R. C., Appearances of the Dead: A Cultural History of Ghosts, Prometheus Books, 1984, ISBN 0-87975-238-6.
  • Hervey, Sheila, Some Canadian Ghosts, in series, Original Canadian Pocket Book[s], Richmond Hill, Ont.: Pocket Books, 1973, SBN 671-78629-6
  • Hole, Christina, Haunted England, Batsford: London, 1950.

Bacaan lebih lanjut

sunting
  • Fairly, John & Welfare, Simon, Arthur C. Clarke's World of Strange Powers, Putnam: New York, 1985.
  • Felton, D., Haunted Greece and Rome: Ghost Stories From Classical Antiquity, University of Texas Press, 1999.
  • Johnston, Sarah Iles, Restless Dead: Encounters Between the Living and the Dead in Ancient Greece, University of California Press, 1999.
  • MacKenzie, Andrew, Apparitions and Ghosts, Arthur Barker, 1971.
  • Moreman, Christopher, Beyond the Threshold: Afterlife Beliefs and Experiences in World Religions, Rowman & Littlefield, 2008.

Referensi

sunting
  1. ^ Hole, hlm. 150โ€“163
  2. ^ Cohen, Daniel (1984). The encyclopedia of ghosts. Dodd, Mead. hlm.ย 8. ISBNย 978-0-396-08308-5. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-14. Diakses tanggal 2018-03-31.
  3. ^ a b Bunge, Mario. Philosophy of Science: From Problem to Theory Diarsipkan 2023-08-14 di Wayback Machine.. Transaction Publishers; 1998. ISBN 978-1-4128-2423-1. hlm. 178โ€“.
  4. ^ a b Regal, Brian (15 October 2009). Pseudoscience: A Critical Encyclopedia. ABC-CLIO. hlm.ย 75โ€“77. ISBNย 978-0-313-35508-0. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-14. Diakses tanggal 2018-03-31.
  5. ^ Raford, Benjamin. "Ghost-Hunting Mistakes: Science and Pseudoscience in Ghost Investigations". Committee for Skeptical Inquiry. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-03-28. Diakses tanggal 8 Juli 2017.
  6. ^ Levy, Rob; Levy, Stephanie. "Hearing ghost voices relies on pseudoscience and fallibility of humanย perception". The Conversation. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-09-25. Diakses tanggal 8 Juli 2017.
  7. ^ Radford, Benjamin. "Are Ghosts Real?โ€” Evidence Has Not Materialized". Live Science. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-05-08. Diakses tanggal 8 Juli 2017.

Pranala luar

sunting