Suzerenitas merupakan situasi ketika suatu komunitas, daerah, kampung, desa, kerajaan, atau bahkan seseorang merupakan ‘jajahan’ suatu entitas yang lebih besar dan kuat. Entitas yang lebih besar dan kuat tersebut, yang disebut suzerenus, menerima upeti dari ‘jajahannya’ sebagai imbalan atas otonomi yang diberikannya. Situasi suzerenitas ini biasanya terjadi setelah terjadi penundukan (dalam arti militeristik) dan penguasaan pihak yang disebut terakhir oleh yang pertama. Eropa pada abad pertengahan–sebelum Westphalia, ditandai dengan benturan antar kekuatan suzerenus. Benturan ini pun bukan sesuatu yang aneh pada masa itu.

Referensi

sunting
  • Garver, John W. Protracted Contest: Sino-Indian Rivalry in the Twentieth Century. Seattle: U of Washington P, 2001.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Negara-negara bawahan dan taklukan Kesultanan Utsmaniyah

bawahan dan taklukan, biasanya di pinggiran Kekaisaran Ottoman di bawah suzerainty (kekuasaan) dari Porte (pemerintah pusat) Ottoman, di mana kontrol langsung

Majapahit

Jayanegara ini menandakan bahwa Majapahit memegang kekuasaan tinggi (suzerainty) atas raja Pandia di India Selatan. Hikayat Raja-Raja Pasai mencatat banyak

Wilayah Majapahit

Jayanegara ini menandakan bahwa Majapahit memegang kekuasaan tinggi (suzerainty) atas raja Pandia di India Selatan. Hikayat Raja-Raja Pasai mencatat banyak

Kekhalifahan Fathimiyah

power, reincorporated it in the Abbasid caliphate and established Ayyubid suzerainty not only over Egypt and Syria but, as mentioned above, temporarily over

Baabullah dari Ternate

Land- en Volkenkunde, 64, p. 18-9.[5] Buru later fell under Tidore's suzerainty for a while; see Hubert Jacobs (1980) Documenta Malucensia, Vol. II. Rome:

Rumania

Sebaliknya, Moldavia, Wallachia dan Transilvania menjadi bagian dari suzerainty Utsmaniyah, dengan hak otonomi internal. Kepangeranan Wallachia, Moldavia

Invasi Mongol ke Jawa

to attack Annam and Java, whose leaders both briefly acknowledged the suzerainty of the dragon throne Lo, Jung-pang (2012) [1957], Elleman, Bruce A. (ed

Kerajaan Skotlandia

orang-orang Skotlandia, diakui adanya satu monark, atau Raja Utama. Di bawah suzerainty dari seorang Raja Utama, terdapat para ketua suku dan raja-raja kecil