Terapi gen.

Terapi gen adalah suatu teknik terapi yang digunakan untuk memperbaiki gen-gen mutan (abnormal/cacat) yang bertanggung jawab terhadap terjadinya suatu penyakit.[1] Pada awalnya, terapi gen diciptakan untuk mengobati penyakit keturunan (genetik) yang terjadi karena mutasi pada satu gen, seperti penyakit fibrosis sistik.[2] Penggunaan terapi gen pada penyakit tersebut dilakukan dengan memasukkan gen normal yang spesifik ke dalam sel yang memiliki gen mutan.[2] Terapi gen kemudian berkembang untuk mengobati penyakit yang terjadi karena mutasi di banyak gen, seperti kanker.[2] Selain memasukkan gen normal ke dalam sel mutan, mekanisme terapi gen lain yang dapat digunakan adalah melakukan rekombinasi homolog untuk melenyapkan gen abnormal dengan gen normal, mencegah ekspresi gen abnormal melalui teknik peredaman gen, dan melakukan mutasi balik selektif sehingga gen abnormal dapat berfungsi normal kembali.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ a b "RNA Therapeutic, Pendekatan Baru Dalam Terapi Gen" (PDF). Majalah Ilmu Kefarmasian (www.jurnal.farmasi.ui.ac.id). II (2): 51โ€“61. 2005-08. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2007-01-24. ;
  2. ^ a b c (Inggris) Kam Man Hui (1994). Gene therapy: from laboratory to the clinic. World Scientific Pub Co Inc. ISBN 978-981-02-1655-9. Halaman 2-4


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Terapi

Terapi (dalam Yunani: ฮธฮตฯฮฑฯ€ฮตฮฏฮฑ), atau pengobatan, adalah remediasi masalah kesehatan, biasanya mengikuti diagnosis. Orang yang melakukan terapi disebut

Biologi molekuler

baik. Beberapa penelitian klinis dan terapi medis yang berakar dari biologi molekuler termasuk dalam ranah terapi gen. Kini, penerapan biologi molekuler

Novalia Pishesha

menjadi fondasi bagi inovasi terapi medis berbasis imun. Sebagai seorang ilmuwan, Novalia Pishesha berfokus pada pengembangan terapi imun yang dapat merekayasa

Plasmid

Plasmid juga dapat digunakan untuk transfer gen ke sel manusia sebagai pengobatan potensial dalam terapi gen sehingga dapat mengekspresikan protein yang

Generasi Beta

mereka kemungkinan akan lebih terpapar pada teknologi biomedis seperti terapi gen dan alat kesehatan berbasis Internet of Things (IoT). Salah satu tantangan

Gen V

Gen V adalah serial televisi superhero Amerika Serikat, yang dikembangkan oleh Craig Rosenberg, Evan Goldberg dan Eric Kripke, berperan sebagai spin-off

Kemoterapi

penekanan transplant rejection (lihat immunosupresi dan DMARD). Kanker Terapi gen Perawatan kanker eksperimental Pasien dan Informasi Kanker: Kemoterapi

Achmad Valen Akbar

Mega Konser Armada Cinta Repvblik - 02 April 2026 D'Academy 7 Mega Konser Gen Z - 14 April 2026 D'Academy 7 Mega Konser Untuk Perempuan Indonesia - 21