Terapi makanan Tionghoa (Hanzi: 食療; Pinyin: shíliáo; harfiah: 'terapi makanan') atau terapi nutrisi atau terapi pola makan merupakan pengobatan paling dasar dalam pengobatan tradisional Tionghoa untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit. Berbagai jenis makanan dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit. Diet yang diresepkan bukan hanya untuk mengobati penyakit, tetapi juga mempertahankan kesehatan yang baik. Bawang putih misalnya, dapat digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan, diare, disentri, dan batuk rejan. Karena bawang putih membunuh bakteri, detoksifikasi racun, menguatkan perut dan meningkatkan pencernaan, bawang putih juga dapat mencegah flu.

Terapi makanan Tionghoa sudah dipraktikkan sejak tahun 2000 sebelum masehi, tetapi dokumentasi yang tepat ditemukan sekitar tahun 500 sebelum masehi. Niejing, yang ditulis sekitar tahun 300 sebelum masehi, adalah dasar dari terapi makanan ini. Terapi makanan ini menggolongkan makanan menjadi 4 kelompok, 5 rasa berdasarkan sifat dan karakteristiknya.

Selama dinasti Chay (16 sebelum masehi), terapi makanan ditetapkan sebagai bidang khusus. Kerajaan ini bahkan punya spesialis makanan yang menyiapkan masakan untuk raja. Pada masa dinasti Tang (608 - 906 masehi), terapi makanan menjadi populer dan diterbitkan buku klasik tentang hal ini.

Pustaka

sunting
  • Anderson, Eugene N. (2013), "Folk Nutritional Therapy in Modern China", dalam TJ Hinrichs and Linda L. Barnes (eds.) (ed.), Chinese Medicine and Healing: An Illustrated History, Cambridge, Mass.: The Belknap Press of Harvard University Press, hlm. 259–260, ISBN 978-0-674-04737-2 .
  • Barnes, Linda L. (2013), "A World of Chinese Medicine and Healing: Part Two", dalam TJ Hinrichs and Linda L. Barnes (eds.) (ed.), Chinese Medicine and Healing: An Illustrated History, Cambridge, Mass.: The Belknap Press of Harvard University Press, hlm. 334–378, ISBN 978-0-674-04737-2 .
  • Engelhardt, Ute (2001), "Dietetics in Tang China and the first extant works of material dietetica", dalam Elisabeth Hsü (ed.) (ed.), Innovation in Chinese Medicine, Cambridge: Cambridge University Press, hlm. 173–191, ISBN 0-521-80068-4 .
  • Flaws, Bob (1995a), The Tao of Healthy Eating: Dietary Wisdom According to the Traditional Chinese Medicine, Boulder, Colorado: Blue Poppy Press.
  • Flaws, Bob (1995b), The Book of Jook: Chinese Medicinal Porridges—A Healthy Alternative to the Typical Western Breakfast, Boulder, Colorado: Blue Poppy Press.
  • Simonds, Nina (1999), A Spoonful of Ginger: Irresistible Health-Giving Recipes from Asian Kitchens, New York: Knopf.
  • Young, Grace (1999), The Wisdom of the Chinese Kitchen: Classic Family Recipes for Celebration and Healing, New York: Simon and Schuster.
  • Zhao, Zhuo; Ellis, George (1998), The Healing Cuisine of China: 300 Recipes for Vibrant Health and Longevity, Rochester, Vermont: Healing Arts Press.
  • Lu, Henry C. Chinese system of Food Cures (1989, Pelanduk Publications Malaysia Sdn Bhd, ISBN 978-967-978-253-0)
  • Kastner, Joerg. Chinese Nutrition Therapy: Dietetics in Traditional Chinese Medicine (2008, Thieme Medical Publishers, ISBN 3-13-130962-8)

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Hidangan Tionghoa-Indonesia

makanan dan masakan telah menjadi makanan sehari-hari penduduk Indonesia, baik bagi pribumi ataupun keturunan Tionghoa. Makanan ini biasanya dimakan dengan

Memek (makanan)

Memek adalah kudapan khas Pulau Simeulue di Aceh, Indonesia. Makanan ini mirip bubur dan terbuat dari beras ketan dan pisang. Memek ditetapkan sebagai

Tahun Baru Imlek

terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama (Hanzi: 正月; pinyin: zhēng yuè) di penanggalan Tionghoa dan berakhir

Orang Tionghoa-Indonesia

Orang Tionghoa Indonesia (juga disebut orang Tionghoa), adalah salah sebuah kelompok masyarakat di Indonesia adalah orang Indonesia yang leluhurnya bermigrasi

Sumatera Utara

Simalungun, Pakpak Dairi, dan Karo, kemudian Nias, dan juga Tionghoa, memiliki beragam makanan khas berbahan daging babi. Olahan daging babi yang lebih dikenal

Indonesia

bahan makanan dan teknik memasak dari bangsa Melayu sendiri, India, Timur tengah, Tionghoa, dan Eropa. Semua ini bercampur dengan ciri khas makanan Indonesia

Pengobatan tradisional Tionghoa

delapan cara pengobatan: Tui na (推拿) - terapi pijat Akupunktur (針灸) Obat herbal Tionghoa (中药) Terapi makanan Tionghoa (食 疗) Qigong (氣功) dan latihan meditas

Jawa Tengah

sebagian kecil masyarakat Brebes dan Cilacap. Selain itu ada pula warga Tionghoa-Indonesia, Arab-Indonesia dan India-Indonesia sebagai pendatang yang tersebar