Dekomposisi termal, atau termolisis, adalah suatu dekomposisi kimiawi yang disebabkan oleh panas. Suhu dekomposisi suatu zat adalah suhu ketika zat tersebut terdekomposisi secara kimiawi.

Reaksi dalam dekomposisi termal biasanya bersifat endotermik karena panas diperlukan untuk memecah ikatan kimia dalam senyawa yang mengalami dekomposisi. Jika dekomposisi cukup eksotermik, lingkaran balikan positif tercipta menghasilkan pelarian termal dan mungkin menyebabkan terjadinya ledakan.

Contoh

sunting
CaCO3 โ†’ CaO + CO2
Reaksi ini digunakan untuk membuat kapur tohor, yang merupakan produk penting dalam industri.[4]
Peralatan yang digunakan Priestley dalam percobaannya pada gas
  • Ketika air dipanaskan hingga lebih dari 2000ย ยฐC, sebagian kecil dari air tersebut akan terurai menjadi OH, oksigen monoatomik, hidrogen monoatomik, O2, dan H2.[6][7]

Dekomposisi senyawa nitrat, nitrit dan amonium

sunting

Kemudahan terdekomposisi

sunting

Ketika logam berada dekat bagian bawah deret reaktivitas, senyawa tersebut secara umum terurai dengan mudah pada suhu tinggi. Hal ini dikarenakan ikatan kuat yang terbentuk antara tiap atomnya menuju bagian atas deret tersebut, serta ikatan kuat tidak mudah terpecah.[8] Misalnya, tembaga berada dekat bagian bawah deret reaktivitas, dan tembaga(II) sulfat (CuSO4), mulai terurai pada suhu sekitar 200ย ยฐC, bertambah cepat pada suhu yang lebih tinggi hingga sekitar 560ย ยฐC. Sebaliknya, kalium yang berada di bagian atas deret tersebut, serta kalium sulfat (K2SO4) tidak terurai pada titik lelehnya sekira 1069ย ยฐC, atau bahkan pada titik didihnya.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Clugston, Michael; Flemming, Rosalind (2000). Advanced Chemistry (dalam bahasa Inggris). Oxford University Press. hlm.ย 290โ€“91. ISBNย 0-199-14633-0.
  2. ^ Satterfield, Charles N.; Feakes, Frank (Maret 1959). "Kinetics of the thermal decomposition of calcium carbonate". AlChE Journal (dalam bahasa Inggris). 5 (1): 115โ€“122. doi:10.1002/aic.690050124.
  3. ^ Narsimhan, G. (1961). "Thermal decomposition of calcium carbonate". Chemical Engineering Science (dalam bahasa Inggris). 16 (1โ€“2): 7โ€“20. doi:10.1016/0009-2509(61)87002-4.
  4. ^ Hills, A.W.D. (1968). "The mechanism of the thermal decomposition of calcium carbonate". Chemical Engineering Science (dalam bahasa Inggris). 23 (4): 297โ€“320. doi:10.1016/0009-2509(68)87002-2.
  5. ^ Almqvist, Ebbe (2003). History of Industrial Gases (dalam bahasa Inggris). Springer Science & Business Media. hlm.ย 23. ISBNย 0-306-47277-5.
  6. ^ Baykara, S (2004). "Hydrogen production by direct solar thermal decomposition of water, possibilities for improvement of process efficiency". International Journal of Hydrogen Energy (dalam bahasa Inggris). 29 (14): 1451โ€“1458. doi:10.1016/j.ijhydene.2004.02.014.
  7. ^ S. P. S. Badwal; etย al. (2017). "Thermolysisโ€”Thermal Decomposition of H2O, CO2, NH3, CH4". Dalam Uosaki, Kohei (ed.). Electrochemical Science for a Sustainable Society: A Tribute to John Oโ€™M Bockris (dalam bahasa Inggris). Springer. hlm.ย 248. ISBNย 3-319-57310-1. ; ;
  8. ^ Jones, Alan V.; Clemmet, Mike; Higton, Avril; Golding, Elaine (1999). Access to Chemistry (dalam bahasa Inggris). Royal Society of Chemistry. hlm.ย 80. ISBNย 0-854-04564-3.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Pirolisis

pemecahan struktur kimia menjadi fase gas. Pirolisis adalah kasus khusus termolisis. Pirolisis ekstrem, yang hanya meninggalkan karbon sebagai residu, disebut

Diazo

digunakan sebagai prekursor karbena, yang dapat dihasilkan melalui proses termolisis atau fotolisis, misalnya dalam penataan ulang Wolff. Dalam hal ini, senyawa

Nitrogen

planar) bergantung pada kebasaan logam, dan juga produk dekomposisinya (termolisis), yang dapat bervariasi antara nitrit (misalnya, natrium), oksida (kalium

Distilasi kering

untuk memecah garam-garam mineral. Misalnya pemecahan sulfat melalui termolisis, menghasilkan gas sulfur dioksida dan sulfur trioksida yang dapat dilarutkan

Fosforus

dapat dihasilkan sebagai zat perantara sementara dalam larutan dengan termolisis reagen prekursor organofosforus. Pada suhu yang lebih tinggi lagi, P2

Besi

memproduksi serbuk karbonil besi, bentuk yang sangat reaktif dari logam besi. Termolisis besi pentakarbonil menghasilkan gugus tiga-inti, triferum dodekakarbonil

Alkoksida

alkoksida logam mengalami dekomposisi termal pada rentang ~100โ€“300ย ยฐC. Termolisis ini dapat terjadi pada fase logam atau oksida serbuk berukuran nano, tergantung

Atom karbon/Monokarbon

lebih rendah pada pembentukan atom karbon. Atom karbon dihasilkan dalam termolisis 5-diazotetrazole setelah ekstruksi 3 ekuivalen dinitrogen: CN6 โ†’ :C: +