Trietilamina
Skeletal formula of triethylamine
Ball-and-stick model of the triethylamine molecule
Ball-and-stick model of the triethylamine molecule
Space-filling model of the triethylamine molecule
Space-filling model of the triethylamine molecule
Nama
Nama IUPAC
Trietilamina
Nama lain
N,N-Dietiletanamina
TEA
TEN
N,N,N-Trietilamina
Penanda
Model 3D (JSmol)
Nomor EC
Nomor RTECS {{{value}}}
  • CCN(CC)CC
Sifat
C6H15N
Massa molar 101,19 g·mol−1
Densitas 0,726 g/cm3
Titik lebur −114,7 °C (−174,5 °F; 158,5 K)
Titik didih 89,7 °C (193,5 °F; 362,8 K)
Bahaya
Frasa-R R11 R20 R21 R22 R35
Frasa-S S3 S16 S26 S29 S36 S37 S39 S45
Titik nyala -15 °C (5 °F)
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
checkY verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi

Trietilamina adalah senyawa kimia yang memiliki rumus N(CH2CH3)3 dan umumnya disingkat menjadi Et3N. Kadang-kadang ia juga disingkat menjadi TEA, tetapi singakatan ini dapat dirancukan dengan trietanolamin yang juga disingkat dengan singkatan yang sama. Trietilamina sering dijumpai dalam proses-proses sintesis organik karena bentuk amina bertrisubstituennya yang simetris dan berwujud cair pada suhu kamar. Trietilamina memiliki aroma busuk ikan yang mirip dengan amonia. Diisopropiletilamina (basa Hünig) sering digunakan sebagai pengganti trietilamina. Trietilamina juga bertanggungjawab terhadap aruma tumbuhan Crataegus.[1]

Trietilamina umumnya dipakai dalam sintesis organik sebagai basa, umumnya untuk pembuatan ester dan amida dari asil klorida.[2] Reaksi ini akan menghasilkan asam klorida yang akan kemudian bereaksi dengan trietilamina dan menghasilkan garam trietilamonium klorida. Trietilamina oleh karenanya menghilangkan asam klorida dari larutan reaksi sehingga reaksi dapat berjalan dengan penuh (R, R' = alkil, aril):

R2NH + R'C(O)Cl + Et3N → R'C(O)NR2 + Et3NH+Cl-

Sama seperti amina tersier lainnya, ia mengatalisis pembentukan busa uretana dan resin epoksi. Basa ini juga sangat berguna dalam reaksi dehidrohalogenasi dan oksidasi Swern.

Trietilamina dengan mudah teralkilasi dan membentuk garam amonium kuarterner:

RI + Et3N → Et3NR+I-

Referensi

sunting
  1. ^ The Hawthorn, BBC
  2. ^ Sorgi, K. L. "Triethylamine" in Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis, 2001 John Wiley & Sons, New York. DOI: 10.1002/047084289X.rt217

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Reaksi Heck

adalah trifenilfosfina, PHOX atau BINAP. Basa yang digunakan adalah trietilamina, kalium karbonat atau natrium asetat. Beberapa ulasan telah dipublikasikan

Kromatografi lapis tipis

etil asetat, asetonitril, aseton, 2-propanol/n-butanol, air, metanol, trietilamina, asam asetat, asam format (paling kuat). Pelat lapisan tipis C18 adalah

Oksidasi Swern

oksalil klorida, dimetil sulfoksida (DMSO) dan basa organik, seperti trietilamina. Reaksi ini dikenal dengan karakternya yang ringan dan toleransi yang

Diazo

dengan rumus umum R₂C=N–NHTs dapat direaksikan dengan basa, seperti trietilamina, untuk menghasilkan senyawa diazo, misalnya dalam sintesis krotil diazoasetat

Tonka (bahan bakar)

hubungannya dengan mainan yang memiliki nama serupa. Komposisinya sekitar 50% trietilamina dan 50% xilidina /T1-Kerosene , paling sering digunakan dengan asam nitrat

R-Stoff

Perang Dunia Kedua untuk campuran 57% xylidine H2N-C6H3(CH3)2 dan 43% trietilamina N(CH2CH3)3 (fraksi massa). R-Stoff digunakan sebagai propelan bahan bakar

Dietilamina

etanol dan amonia. Dietilamina diperoleh bersama dengan etilamina dan trietilamina. Produksi tahunan ketiga etilamina tersebut diperkirakan pada tahun 2000

Kura-kura

bahwa mereka dapat belajar merespons berbagai bahan kimia berbau seperti trietilamina dan sinamaldehida, yang dideteksi oleh indera penciuman di hidung. Sinyal