📑 Table of Contents
Lukisan dari Anlegory of Folly (awal abad ke-16) oleh Quentin Matsys.

Kebodohan adalah keadaan dan situasi di saat kurangnya pengetahuan terhadap sesuatu informasi yang bersifat subjektif. Hal ini tidak sama dengan tingkat kecerdasan yang rendah (kedunguan), seperti kualitas intelektual dan tingkat pendidikan yang dimiliki seseorang. Kata "bodoh" adalah kata sifat yang menggambarkan keadaan di saat seseorang tidak menyadari sesuatu hal, tetapi masih memiliki kemampuan untuk memahaminya. Istilah bodoh dapat ditempatkan seperti dalam kalimat "Seseorang memiliki kemahiran dalam matematika, tetapi sama sekali bodoh dalam ilmu bahasa". Di sisi lain secara umum, kata bodoh sering ditempatkan seperti dalam kalimat "Orang itu bodoh karena membiarkan hal itu terjadi". Penggunaan istilah bodoh pada contoh kalimat yang kedua tersebut bermakna sebuah ucapan penghinaan yang merendahkan kualitas kecerdasan seseorang, tetapi sebenarnya itu tidak tepat dalam hal makna sebenarnya.

Lihat pula

sunting
  • Kejahilan
  • Avidya, kebodohan sebagai konsep dalam Vedanta. Vidya adalah pengetahuan. Secara harfiah, Avidya adalah tidak berpengetahuan.

Bacaan lanjutan

sunting
  • Avital Ronell (2002). Stupidity. University of Illinois Press. ISBNย 978-0-252-07127-0.
  • Alice von Hildebrand (2008-01-29). "When is Stupidity a Sin?".
  • Edmund Bergler (1998). The talent for stupidity: the psychology of the bungler, the incompetent, and the ineffectual. International Universities. ISBNย 978-0-8236-6345-3.
  • L. Loewenfeld (1909). "รœber die Dummbeit: Eine Umschau in Gebiete menschlicher Unzulรคnglichkeit" (dalam bahasa German). Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • Paul Tabori (1962). The natural science of stupidity. Prentice-Hall International.
  • Steven J. Bartlett (2005). "Moral Intelligence and the Pathology of Human Stupidity". The pathology of man: a study of human evil. C.C. Thomas. ISBNย 978-0-398-07557-6.
  • William B. Helmreich (2011). What Was I Thinking? The Dumb Things We Do and How to Avoid Them. Taylor. ISBNย 978-1589795976.
  • Giancarlo Livraghi (2009). The Power of Stupidity. Pescara: Monti&Ambrosini. ISBNย 978-88-89479-15-5.
  • Robert J. Sternberg, ed. (2003). Why Smart People Can Be So Stupid. Yale University Press. ISBNย 978-0-300-10170-6.
  • Stephen Greenspan (2008). "Foolish action in adults with intellectual disabilities: the forgotten problem of risk-unawareness". Dalam Laraine Masters Glidden (ed.). International Review of Research in Mental Retardation. Vol.ย 36. Academic Press. ISBNย 978-0-12-374476-0.

Pranala luar

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Hidung Yahudi

Joseph; Fishberg, Maurice (1906), "Nose", Jewish Encyclopedia. Helmreich, William B (1982), The Things They Say Behind Your Back: Stereotypes and the

Daftar tokoh yang meninggal akibat pandemi Covid-19

country from coronavirus". Globo. Diakses tanggal 29 Maret 2020. "William Helmreich, sociologist of US Jewry and inveterate New Yorker, dies of coronavirus"

Alan Dershowitz

Melbourne University Press, 2007. Dershowitz, Alan. "Echoes of 1938" in Helmreich, William B.; Rosenblum, Mark; Schimel, David. (eds.). The Jewish Condition:

Uranium

1126/science.212.4501.1369. PMIDย 17746246. Diakses tanggal 13 Juni 2023. Helmreich, J.E. Gathering Rare Ores: The Diplomacy of Uranium Acquisition, 1943โ€“1954

Chavrusa

Learning (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-01-30. Helmreich, William B. (2000). The World of the Yeshiva: An Intimate Portrait of Orthodox

Deklarasi Balfour

hari ini." Hal ini dideskripsikan secara serupa oleh William Helmreich dan Francis Nicosia. Helmreich mencatat bahwa: "Ini mewakili sebagian elaborasi gagasan