Keresidenan Divisi Selatan dan Timur Borneo
Residentie Zuider- en Oosterafdeeling van Borneo
Bekas keresidenan Hindia Belanda
1825–1942

Peta administrasi Keresidenan Divisi Selatan dan Timur Borneo pada tahun 1913.
Ibu kotaBanjarmasin
Sejarah
Pemerintahan
 • JenisKeresidenan
Residen[1] 
• 1825–1827 (pertama)
Martinus Hendrikus Halewijn
• 1937–1942 (terakhir)
Bauke Jan Haga
Era sejarahHindia Belanda
• Pembentukan
1825
• Digabungkan dengan Borneo dan Dependensinya[2]
1846
• Dipisahkan kembali dari Borneo dan Dependensinya[2]
1848
1859–1906
1894
• Digabungkan dengan Kegubernuran Borneo[3]
1939
1942
Didahului oleh
Digantikan oleh
Keresidenan Banjarmasin
Beberapa kerajaan dan kesultanan di Kalimantan bagian selatan dan timur
Pendudukan Jepang di Borneo Belanda
Sekarang bagian dari Indonesia, meliputi:
  1.  Kalimantan Tengah
  2.  Kalimantan Selatan
  3.  Kalimantan Timur
  4.  Kalimantan Utara
Pelat kendaraanDA[cat. 1]

Divisi Selatan dan Timur Borneo (bahasa Belanda: Zuider- en Oosterafdeeling van Borneo) atau Keresidenan Divisi Selatan dan Timur Borneo adalah sebuah keresidenan di Hindia Belanda yang berdiri sejak 1825 dan beribu kota di Banjarmasin (bahasa Belanda: Bandjermasin). Lalu, pada 1939 keresidenan ini digantikan oleh Kegubernuran Borneo (bahasa Belanda: Gouvernement Borneo) yang juga beribu kota di Banjarmasin.[7]

Pada saat ini, keresidenan ini meliputi seluruh bagian dari provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.[butuh rujukan]

Didahului oleh:
Residentie Banjermassing[6]
Kerajaan dan kesultanan di Kalimantan bagian selatan dan timur
Diteruskan oleh:
Gouvernement Borneo (digabung bersama Westerafdeling van Borneo)[3]
setelahnya
Diduduki Jepang

Wilayah administrasi

sunting

Berikut adalah daftar wilayah administrasi dari Keresidenan Selatan dan Timur Borneo, seperti afdeling, onderafdeling, distrik, dan onderdistrik.[butuh rujukan][cat. 2]

  1. Afdeling Amoentai
    1. Onderafdeeling Amoentai
      1. Distrik Amuntai
      2. Distrik Tabalong
      3. Distrik Kelua
    2. Onderafdeeling Alabioe
      1. Distrik Alabio
      2. Distrik Balangan
  2. Afdeling Banjarmasin dan Daerah Sekitarnya (Afdeeling Bandjermasin en Ommelanden)
    1. Onderafdeeling Bandjermasin
    2. Onderafdeeling Bakoempai
  3. Distrik Dayak Besar (Districk Groote Dajak), selanjutnya digantikan oleh Afdeling Dayak Besar.
  4. Afdeling Dayak Besar (Afdeeling Groote Dajak), sebelumnya bernama Distrik Dayak Besar.
    1. Onderafdeeling Beneden Kahajan
    2. Onderafdeeling Mideen Kahajan
    3. Onderafdeeling Boven Kahajan
    4. Onderafdeeling Roengan
    5. Onderafdeeling Manoehing
  5. Distrik Dayak Kecil (Districk Kleine Dajak), selanjutnya digantikan oleh Afdeling Dayak Kecil.
  6. Afdeling Dayak Kecil (Afdeeling Kleine Dajak), sebelumnya bernama Distrik Dayak Kecil.
  7. Afdeling Tanah Dusun (Afdeeling Doesoenlandeen)
    1. Onderadfeeling Boven Doesoen
      1. Distrik Boven Doesoen
        1. Onderdistrik Laoeng
        2. Onderdistrik Siang Moeroeng
      2. Distrik Mideen Doesoen
        1. Onderdistrik Montallat
        2. Onderdistrik Kwala Benangin
    2. Onderafdeeling Beneden en Oost Doesoen
  8. Afdeling Kendangan
  9. Afdeling Martapura (Afdeeling Martapoera)
  10. Afdeling Sampit
    1. Distrik Mendawai
      1. Onderdistrik Katingan Atas (Onderdistrict Boven Katingan)
      2. Onderdistrik Samba
    2. Distrik Pambuang
      1. Onderdistrik Sembulu
      2. Onderdistrik Serayan
    3. Distrik Sampit
      1. Onderdistrik Tjampaga
      2. Onderdistrik Mantaja
      3. Onderdistrik Kwayan

Residen

sunting
Kantor residen Keresidenan Selatan-Timur Borneo di Banjarmasin sekitar tahun 1910, di depannya terdapat tugu Perang Banjar.

Divisi Selatan dan Timur Borneo mulai dipimpin oleh Residen Martinus Hendrikus Halewijn pada tahun 1825. Residen terakhir dijabat Bauke Jan Haga, sebelum seluruh wilayah Borneo membentuk sebuah kegubernuran.[1]

Pendudukan Jepang

sunting


Lihat pula

sunting

Catatan

sunting
  1. ^ DA merupakan kode letter semata untuk Zuider en Ooster Afdeeling van Borneo berdasarkan urutan yang sudah ditetapkan pemerintah Hindia Belanda oleh F.N. Nieuwenhuyzen, tetapi masih ada yang menyebutkannya bahwa pelat DA merupakan singkatan dari Distrik Amandit (bahasa Belanda: District Amandit), Dayak Asli, atau Daerah Air.[4][5]
  2. ^ Isi daftarnya masih belum lengkap, jika Anda mengetahui banyak tentang daftarnya pada bagian ini tolong ditambahkan.

Referensi

sunting
  1. ^ a b Nick Terstal; Ed Visser (20 Desember 2020). "Dutch East Indies Colonial Civil Servants". WikiTree (dalam bahasa Inggris dan bahasa Belanda). Diakses tanggal 24 Juli 2025. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  2. ^ a b Nick Terstal; Ed Visser (20 Desember 2020). "Dutch East Indies Colonial Civil Servants". WikiTree (dalam bahasa Inggris dan bahasa Belanda). Diakses tanggal 30 Agustus 2025. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ^ a b Nick Terstal; Ed Visser (20 Desember 2020). "Dutch East Indies Colonial Civil Servants". WikiTree (dalam bahasa Inggris dan bahasa Belanda). Diakses tanggal 30 Agustus 2025. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  4. ^ Syaiful Anwar (4 November 2020). Eka Dinayanti (ed.). "Asal Usul Kode Plat DA di Kalimantan Selatan". Banjarmasin Post. Diakses tanggal 30 Agustus 2025.
  5. ^ Muhammad Syarifuddin (27 Mei 2023). "Kode Plat DA Bukan Singkatan". Radar Banjarmasin. Diakses tanggal 30 Agustus 2025.
  6. ^ a b Nick Terstal; Ed Visser (20 Desember 2020). "Dutch East Indies Colonial Civil Servants". WikiTree (dalam bahasa Inggris dan bahasa Belanda). Diakses tanggal 30 Agustus 2025. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  7. ^ Ezagren (2 April 2011). "Dependensi Borneo". Wikipedia bahasa Indonesia. Diakses tanggal 21 Maret 2025.

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kabupaten Kapuas

(sungai Dayak Besar dan sungai Dayak Kecil) ini termasuk dalam zuid-ooster-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal

Dayak Besar

distrik di dalam wilayah Zuid en Ooster Afdeeling van Borneo. Perkembangan selanjutnya Distrik ini ditingkatkan menjadi Afdeeling pada tahun 1869, Distrik

Dayak Kecil

sebuah distrik di dalam Zuid en Ooster Afdeeling van Borneo. Selanjutnya tahun 1898 distrik ini menjadi sebagian wilayah Afdeeling Dajaklandeen (Divisi Tanah

Kabupaten Sambas

van Nederlandisch Indië tahun 1849, wilayah ini termasuk dalam zuid-ooster-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal

Kalimantan Tengah

1845, Hindia Belanda membuat susunan pemerintahan untuk daerah zuid-ooster-afdeeling van Borneo (meliputi daerah sungai Kahayan, sungai Kapuas Murung

Kabupaten Gunung Mas

wilayah Dayak Besar termasuk daerah ini merupakan bagian dari dalam zuid-ooster-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal

Tjingal

pemerintahan swaparaja yang dikepalai seorang bumiputera bagian dari Afdeeling Pasir en de Tanah Boemboe dalam pemerintahan kolonial Hindia Belanda di

Kesultanan Kutai Kertanegara ing Martapura

Nederlandisch Indië tahun 1849, wilayah Kesultanan Kutai termasuk dalam zuid-ooster-afdeeling berdasarkan Besluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal