Kepercayaan tradisional Tionghoa (Hanzi: 中國民間信仰; Pinyin: Zhōngguó mínjiān xìnyǎng) adalah tradisi agama rakyat yang dipercayai oleh kebanyakan bangsa Tionghoa dari suku Han. Kepercayaan ini mencakup pemujaan terhadap shen ('roh') dan leluhur,[1] serta pemujaan yang ditujukan kepada para dewa dan dewi, yang dapat berupa dewa tempat atau fenomena alam, perilaku manusia, atau nenek moyang silsilah keluarga. Kepercayaan ini tidak mempunyai kitab suci resmi dan sering merupakan sinkretisme antara beberapa kepercayaan atau filsafat seperti Konfusianisme, Taoisme, dan Buddhisme yang bertahan hingga sekarang.[2] Kepercayaan tradisional Tionghoa ini juga mengutamakan lokalisme seperti dapat dilihat pada penghormatan pada datuk di kalangan Tionghoa di Sumatra sebagai pengaruh dari kebudayaan Melayu.

Penghormatan

sunting

Secara umum, kepercayaan tradisional Tionghoa mementingkan ritual penghormatan yaitu:

Penghormatan leluhur

sunting

Penghormatan leluhur adalah penghormatan kepada nenek moyang yang merupakan intisari dalam kepercayaan tradisional Tionghoa. Ini dikarenakan pengaruh ajaran Konfusianisme yang mengutamakan bakti kepada orang tua termasuk leluhur jauh.

Penghormatan dewa-dewi

sunting

Penghormatan dewa-dewi dalam kepercayaan tradisional Tionghoa tak terhitung jumlahnya, ini tergantung kepada popularitas sang dewa atau dewi. Mayoritas dewa atau dewi yang populer adalah dewa-dewi yang merupakan tokoh sejarah, kemudian dikultuskan sepeninggal mereka karena jasa yang besar bagi masyarakat Tionghoa pada zaman mereka hidup.

Galeri

sunting

Daftar Pustaka

sunting
  • Teiser, Stephen Fy (1995), ""Popular Religion". . doi:10.2307/2058743. JSTOR 2058743. S2CID 156063450.", Journal of Asian Studies, 54 (2): 378–395, doi:10.2307/2058743, JSTOR 2058743
  • Overmyer, Daniel L. (1986), Religions of China: The World as a Living System, New York: Harper & Row, ISBN 9781478609896

Referensi

sunting
  1. ^ Teiser 1995, hlm. 378.
  2. ^ Overmyer 1986, hlm. 51.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Agama

suci Beberapa agama yang sinkretik, menggabungkan keyakinan agama yang beragam dan termasuk praktik. Kepercayaan tradisional Tionghoa, misalnya: aspek-aspek

Orang Tionghoa-Indonesia

penyebar agama Islam di Jawa juga memiliki darah Cina, meskipun mereka memeluk Islam dan tidak lagi secara aktif mempraktikkan kultur Tionghoa. Kitab Sunda

Agama keselamatan Tionghoa

Agama keselamatan Tionghoa (Hanzi: 救度宗教; Pinyin: jiùdù zōngjiào) atau ajaran keselamatan Tiongkok atau juga dikenal sebagai agama rahasia Tionghua (Hanzi:

Kelenteng

kepercayaan tradisional Tionghoa. Di Indonesia, penganut kepercayaan tradisional Tionghoa sering disalahartikan sebagai penganut agama Konghucu. Padahal keduanya

Tiongkok

Republik Rakyat Tiongkok berhasil menjadi juara umum dengan perolehan 51 emas, 21 perak, dan 28 perunggu. Portal Tiongkok Republik Tiongkok Tionghoa Hanzi:

Kabupaten Nganjuk

terdapat minoritas etnis Tionghoa dan Arab yang cukup signifikan, Khususnya di kecamatan Nganjuk dan kecamatan Kertosono. Etnis Tionghoa, dan Arab umumnya tinggal

Wusheng Laomu

mengandung Teks Tionghoa. Tanpa dukungan perenderan yang baik, Anda mungkin akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan Karakter Tionghoa. Wusheng

Tionghoa

Trinidad dan Tobago Tionghoa Venezuela Tionghoa Vietnam Topik terkait Pemujaan leluhur Tionghoa Agama tradisional Tionghoa Kebangsaan Tionghoa Suku bangsa minoritas