Borneol
(+)-Borneol
(+)-Borneol
(-)-Borneol
(-)-Borneol
Nama
Nama IUPAC
rel-(1R,2S,4R)-1,7,7-Trimetilbisiklo[2.2.1]heptan-2-ol
Nama lain
1,7,7-Trimetilbisiklo[2.2.1]heptan-2-endo-ol
endo-2-Bornanol, kamfer borneo
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChEBI
ChEMBL
ChemSpider
Nomor EC
KEGG
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
Nomor UN 1312
  • InChI=1S/C10H18O/c1-9(2)7-4-5-10(9,3)8(11)6-7/h7-8,11H,4-6H2,1-3H3/t7-,8+,10+/m1/s1ย checkY
    Key:ย DTGKSKDOIYIVQL-WEDXCCLWSA-Nย checkY
  • InChI=1/C10H18O/c1-9(2)7-4-5-10(9,3)8(11)6-7/h7-8,11H,4-6H2,1-3H3/t7-,8+,10+/m1/s1
    Key:ย DTGKSKDOIYIVQL-WEDXCCLWBQ
  • O[C@H]1C[C@H]2CC[C@]1(C)C2(C)C
Sifat
C10H18O
Massa molar 154,25ย gยทmolโˆ’1
Penampilan gumpalan tidak berwarna sampai putih
Bau pedas, seperti kamfer.
Densitas 1.011 g/cm3 (20 ยฐC)[1]
Titik lebur 208ย ยฐC (406ย ยฐF; 481ย K)
Titik didih 213ย ยฐC (415ย ยฐF; 486ย K)
sedikit larut (D-form)
Kelarutan larut dalam kloroform, etanol, aseton, eter, benzena, toluena, dekalin, tetralin
โˆ’1,26ร—10โˆ’4ย cm3/mol
Bahaya
Lembar data keselamatan External MSDS
Piktogram GHS GHS02: Mudah terbakar
Keterangan bahaya GHS {{{value}}}
H228
P210, P240, P241, P280, P370+P378
Titik nyala 65ย ยฐC (149ย ยฐF; 338ย K)
Senyawa terkait
Senyawa terkait
Bornan (hidrokarbon)
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25ย ยฐC [77ย ยฐF], 100ย kPa).
checkYย verifikasiย (apa iniย checkYNย ?)
Referensi

Borneol adalah senyawa organik bisiklik dan turunan terpena. Gugus hidroksil pada senyawa ini ditempatkan pada posisi endo. Diastereomer ekso disebut isoborneol. Menjadi kiral, borneol ada sebagai enantiomer, keduanya ditemukan di alam.

Reaksi

sunting

Borneol dioksidasi menjadi sebuah keton (kapur barus).

Kejadian

sunting

Senyawa ini dinamai pada tahun 1842 oleh ahli kimia asal Prancis yakni Charles Frรฉdรฉric Gerhardt.[2] Borneol dapat ditemukan pada beberapa tumbuhan Heterotheca,[3] Artemisia, Rosmarinus officinalis,[4] Dipterocarpaceae, Blumea balsamifera dan Kaempferia galanga.[5]

Borneol adalah salah satu senyawa kimia yang ditemukan di kastoreum (eksudat kekuningan dari kantung biwara dewasa). Senyawa ini dikumpulkan dari makanan nabati biwara.[6]

Sintesis

sunting

Borneol dapat disintesis dengan reduksi kapur barus melalui reduksi Meerwein โ€“ Ponndorf โ€“ Verley (proses reversibel). Reduksi kapur barus dengan natrium borohidrida (cepat dan ireversibel) menghasilkan diastereomer isoborneol.

Synthesis of the borneol isomer isoborneol via reduction of camphor.

Kegunaan

sunting

D-borneol dulunya adalah enatiomer yang paling banyak tersedia secara komersial, sedangkan enatiomer yang lebih banyak tersedia secara komersial sekarang adalah l-borneol yang juga terdapat di alam.

Borneol dari pohon keruing digunakan dalam pengobatan tradisional Cina. Deskripsi awal ditemukan di buku Bencao Gangmu.

Borneol adalah komponen dari banyak minyak asiri[7] dan merupakan pengusir serangga alami.[8] Borneol juga menghasilkan sensasi pendinginan yang dimediasi TRPM8 yang mirip dengan mentol.[9]

Laevo-borneol digunakan dalam wewangian. Ini memiliki jenis bau balsamic dengan aspek pinus, kayu dan kapur barus.

Toksikologi

sunting

Borneol dapat menyebabkan iritasi mata, kulit, dan pernafasan; serta berbahaya jika tertelan.[10] Paparan akut dapat menyebabkan sakit kepala, mual, muntah, pusing, sakit kepala ringan, dan sinkop. Paparan pada tingkat yang lebih tinggi atau dalam jangka waktu yang lebih lama dapat menyebabkan kegelisahan, kesulitan berkonsentrasi, mudah tersinggung, dan kejang.[11]

Iritasi kulit

sunting

Borneol telah terbukti memiliki sedikit atau bahkan tidak menimbulkan efek iritasi ketika diaplikasikan pada kulit manusia dengan dosis yang digunakan dalam formulasi pewangi yang halus.[12] Paparan pada kulit dapat menyebabkan sensitisasi dan reaksi alergi di kemudian hari meskipun dalam jumlah kecil.[11]

Turunan

sunting

Gugus Bornil adalah radikal univalen C10H17 yang berasal dari borneol melalui penghilangan hidroksil dan juga dikenal sebagai 2-bornil.[13] Isobornil adalah radikal univalen C10H17 yang berasal dari isoborneol.[14] Fenkol isomer struktural juga merupakan senyawa yang banyak digunakan yang berasal dari minyak asiri tertentu.

Bornil asetat adalah ester asetat dari borneol.

Referensi

sunting
  1. ^ Lide, D. R., ed. (2005). CRC Handbook of Chemistry and Physics (Edisi 86). Boca Raton (FL): CRC Press. hlm.ย 3.56. ISBNย 0-8493-0486-5.
  2. ^ C. Gerhardt (1842) "Sur la transformation de l'essence de valรฉriane en camphre de Bornรฉo et en camphre des laurinรฉes" (On the transformation of the essence of valerian into Borneo camphor and into laurel camphor), Comptes rendus, 14ย : 832-835. From p. 834: "Je donne, par cette raison, ร  l'hydrogรจne carbonรฉ de l'essence de valรฉriane, le nom de bornรฉรจne, et, au camphre lui-mรชme, celui de bornรฉol." (I give, for this reason [namely, that the compound that Gerhardt had obtained from valerian oil was identical to that obtained by Pelouze from camphor from Borneo], to the hydrocarbon from valerian essence, the name bornรฉรจne, and, to camphor itself, that of borneol.)
  3. ^ Lincoln, D.E., B.M. Lawrence. 1984. "The volatile constituents of camphorweed, Heterotheca subaxillaris". Phytochemistry 23(4): 933-934
  4. ^ Begum, A.; Sandhya, S.; Shaffath Ali, S.; Vinod, K. R.; Reddy, S.; Banji, D. (2013). "An in-depth review on the medicinal flora Rosmarinus officinalis (Lamiaceae)". Acta Scientiarum Polonorum. Technologia Alimentaria. 12 (1): 61โ€“73. PMIDย 24584866.
  5. ^ Wong, K. C.; Ong, K. S.; Lim, C. L. (2006). "Composition of the essential oil of rhizomes of Kaempferia Galanga L.". Flavour and Fragrance Journal. 7 (5): 263โ€“266. doi:10.1002/ffj.2730070506.
  6. ^ The Beaver: Its Life and Impact. Dietland Muller-Schwarze, 2003, page 43 (book at google books)
  7. ^ Plants containing borneol Diarsipkan 2015-09-23 di Wayback Machine. (Dr. Duke's Phytochemical and Ethnobotanical Databases)]
  8. ^ "Chemical Information". sun.ars-grin.gov. Diarsipkan dari asli tanggal 2004-11-07. Diakses tanggal 2008-03-02.
  9. ^ Chen, GL; Lei, M; Zhou, LP; Zeng, B; Zou, F (2016). "Borneol Is a TRPM8 Agonist that Increases Ocular Surface Wetness". PLOS ONE. 11 (7): e0158868. Bibcode:2016PLoSO..1158868C. doi:10.1371/journal.pone.0158868. PMCย 4957794. PMIDย 27448228.
  10. ^ Material Safety Data Sheet. Fisher Scientific.
  11. ^ a b HAZARDOUS SUBSTANCE FACT SHEET (PDF)
  12. ^ Bhatia, S.P.; Letizia, C.S.; Api, A.M. (November 2008). "Fragrance material review on borneol". Food and Chemical Toxicology (dalam bahasa Inggris). 46 (11): S77 โ€“ S80. doi:10.1016/j.fct.2008.06.031. PMIDย 18640181.
  13. ^ "Definition of BORNYL". www.merriam-webster.com.
  14. ^ "Definition of ISOBORNYL". www.merriam-webster.com.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Propilen glikol

Chemical compoundTemplat:SHORTDESC:Chemical compound

Kitosan

Chemical compoundTemplat:SHORTDESC:Chemical compound

Natrium lauret sulfat

Chemical compoundTemplat:SHORTDESC:Chemical compound

Gel silika

Chemical compoundTemplat:SHORTDESC:Chemical compound

Asam glikolat

Templat:US Patent (1939). "Glycolic Acid MSDS". ICSC:NENG1537 International Chemical Safety Cards (WHO/IPCS/ILO). CDC/NIOSH. Diakses tanggal 2006-06-08. Glycolic

Asam absisat

merupakan sumber dari ABA dan dapat ditranspor ke luar daun. "Abscisic Acid Chemical Name". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-09-29. Diakses tanggal 2010-05-03

Polimer konduktif

Chemical compoundTemplat:SHORTDESC:Chemical compound

Asam sorbat

Chemical compoundTemplat:SHORTDESC:Chemical compound