| KRL CLI-125 KRL SFC120-V | |
|---|---|
KRL seri CLI-125 berhenti di Stasiun Tambun. | |
| Jenis bakal pelanting | Kereta Rel Listrik |
| Beroperasi | Ya |
| Produsen | CRRC Qingdao Sifang |
| Perakitan | Qingdao, Tiongkok |
| Konstruksi | 2024–2025 |
| Mulai beroperasi | 01 Juni 2025; 347 hari |
| Tanggal rehabilitasi | F |
| Jml. sudah diproduksi | 132 unit (11 set) |
| Jml. beroperasi | 132 unit (11 set) |
| Formasi | 12 kereta per rangkaian |
| Kapasitas | 42 tempat duduk 54 tempat duduk |
| Operator | KAI Commuter |
| Depo | Manggarai |
| Jalur dilayani | |
| Data teknis | |
| Konstruksi bodi | Baja nirkarat (Stainless Steel) |
| Panjang kereta | 20.460 mm (20,46 m) (TC) 19.600 mm (19,6 m) (M/T) |
| Lebar | 3.000 mm (3,0 m) |
| Tinggi | 3.954 mm (3,954 m) |
| Tinggi lantai | 1.110 mm (1,11 m) |
| Pintu | 4 pintu di setiap sisi |
| Kelajuan maksimum | 120 km/h (75 mph) |
| Sistem traksi | CRRC Zhuzhou Times Electric IGBT-VVVF Inverter[1] tPower-TN30 (UR1/JP36) |
| Sistem pembangkit | 1.500 V DC Listrik aliran atas |
| Elektrifikasi | 1.500 V DC |
| Penangkap arus | Pantograf |
| Bogie | SWM-120C2 SWT-120C2 |
| Sistem keselamatan | Train Control Monitoring System Sistem Pintu Anti Terjepit[1] |
| Alat perangkai | Shibata Semipermanen |
| Konfigurasi tempat duduk | Mendatar |
| Lebar sepur | 1.067 mm (3 ft 6 in) Lebar sepur Cape |
Kereta Rel Listrik seri SFC120-V atau secara resmi disebut CLI-125[2] adalah kereta rel listrik yang yang dirancang dan diproduksi oleh CRRC Qingdao Sifang di Qingdao, Shandong, Tiongkok, dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Pehubungan RI.[3][4] KRL ini memiliki kode model pabrikan CRRC SFM138,[5] dengan kode internal KAI Commuter yaitu CLI-125.
Sejak 1 Juni 2025, kereta rel listrik ini mulai dioperasikan oleh KAI Commuter di Lin Bogor dan Lin Cikarang.[6]
Sejarah
sunting
Latar belakang dan proses produksi
suntingKRL seri SFC120-V dipesan sebagai buntut dari polemik impor KRL bekas tahun 2023 yang mengakibatkan pembatalan impor KRL bekas dari Jepang. Melalui Penyertaan Modal Negara (PMN), pemerintah membiayai pembelian KRL seri ini.[7][8]
Alih-alih membeli KRL dari pabrikan Jepang, KAI Commuter memutuskan untuk memesan KRL dari Tiongkok. Anne Purba, yang saat itu menjadi Sekretaris Perusahaan KAI Commuter, menepis rumor yang beredar mengenai tekanan pemerintah Tiongkok yang akan diterima apabila KAI Commuter membeli KRL dari pabrikan Jepang. Menurutnya, pengadaan KRL dari CRRC Qingdao Sifang sama sekali bebas dari tekanan pihak manapun, dan telah melalui pertimbangan dari BPKP dan LKPP. KAI Commuter menyatakan bahwa spesifikasi teknis, desain KRL buatan Tiongkok mendekati yang dibutuhkan Indonesia.[9]
Pada awalnya, KAI Commuter hanya memesan sejumlah 3 rangkaian KRL seri ini, namun pada Juli 2024, pemesanan bertambah sebanyak 8 rangkaian. Sehingga secara keseluruhan KAI Commuter memesan KRL seri SFC120-V sebanyak 11 rangkaian dari CRRC Qingdao Sifang, dengan masing-masing rangkaian memiliki terdiri dari 12 kereta.[10]
Proses impor
suntingSeluruh unit KRL seri ini diimpor dalam kondisi sepenuhnya terakit dan siap digunakan. Rangkaian pertama KRL seri SFC120-V tiba di Indonesia sejak 31 Januari 2025 melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, tepat satu tahun setelah penandatanganan kontrak pembelian yaitu pada 31 Januari 2024 di Beijing, Tiongkok.[3][11] Lalu dikirim oleh KAI Commuter menuju Depo KRL Depok melalui Stasiun Pasoso menggunakan lokomotif disertai beberapa kereta tanpa penggerak guna pengereman pada keesokan harinya, Sabtu tanggal 1 Februari 2025.[12]
Pada 11 Maret 2025, tiba di Pelabuhan Tanjung Priok sebanyak 2 rangkaian KRL seri SFC120-V, yaitu rangkaian dua dan tiga, dengan total 24 unit.[1] Kemudian pada bulan berikutnya, di pelabuhan yang sama, rangkaian empat dan lima kembali tiba.[13]
Uji coba dan sertifikasi kelaikan
suntingGuna memastikan keandalan sarana untuk operasional serta sertifikasi kelaikan oleh Balai Pengujian Perkeretaapian Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI, rangkaian pertama SFC120-V menjalani tahap uji coba sejak 10 Februari 2025. Uji coba tersebut dilakukan di jalur kereta api Bogor–Jakarta Kota sejauh 4.000 km.[14][15]


Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 49 Tahun 2023 tentang Standar, Tata Cara Pengujian, dan Sertifikasi Kelaikan Kereta Api Kecepatan Normal Dengan Penggerak Sendiri.[14] Pengujian tersebut terdiri dari Uji Rancang Bangun dan Rekayasa, Uji Statis dan Uji Dinamis.
Uji Rancang Bangun dan Rekayasa meliputi: evaluasi dokumen dan uji daya tahan.
Evaluasi dokumen dilakukan untuk mengetahui kesesuaian antara dokumen rancang bangun dan rekayasa dengan fisik sarana perkeretaapian.
Adapun, uji daya tahan merupakan kegiatan pengujian untuk mengetahui fungsi dan kinerja seluruh sistem dan peralatan pada kereta dengan penggerak sendiri secara dinamis tanpa ada kegagalan pada sistem dan peralatan kereta dengan penggerak sendiri. Uji daya tahan dijalankan sesuai rencana pengoperasian hingga mencapai kilometer tempuh tertentu yang ditetapkan, yaitu sejauh 4.000 km untuk produk pertama atau purwarupa, dan 2.000 km untuk produk lanjutan atau rangkaian ke-dua dan seterusnya.
Sedangkan Uji Statis meliputi pengujian: dimensi, rasio selisih berat statis roda, pengereman, keretakan, sirkulasi udara, temperatur, kelistrikan, kebisingan, intensitas cahaya, peralatan komunikasi, kebocoran, emisi gas buang, pembebanan, dan klakson.
Adapun, Uji Dinamis meliputi pengujian: ruang batas sarana dan panjang selang pneumatik dan kabel, pengereman, temperatur laher, kualitas pengendaraan, pembebanan dan kemampuan tarik, percepatan, kelistrikan, dan kebisingan.
Pada pada tanggal 21 April 2025, bersama KRL seri iE305, KRL seri SFC120-V dikirim dari Depo KRL Depok menuju Stasiun Manggarai untuk persiapan pameran dalam peringatan 100 tahun pengoperasian kereta rel listrik di Jalur kereta api lintas Jakarta yang diselenggarakan pada tanggal 22 April 2025 di Stasiun Jakarta Kota. KRL seri SFC120-V dipamerkan di jalur 4 Stasiun Jakarta Kota, bersandingan dengan KRL seri iE305 yang berada di jalur 3, dan berbagai KRL seri lainnya.[16]
Mulai beroperasi
suntingPada Minggu tanggal 1 Juni 2025, KAI Commuter secara resmi mengoperasikan tiga rangkaian KRL seri CLI-125 di Lin Cikarang dan Lin Bogor, peresmian tersebut dilakukan di Stasiun Manggarai oleh Direktur utama KAI Commuter saat itu, Asdo Artriviyanto. Sebanyak satu rangkaian dioperasikan Lin Cikarang, dan dua lainnya dioperasikan pada Lin Bogor. Sebelum diresmikan, rangkaian pertama CLI-125 telah menjalani perjalanan perdana sejak fajar di hari tersebut.[17][18] Adapun setelah melakukan peresmian, Direktur utama KAI Commuter bersama dengan beberapa direksi dan jurnalis melakukan perjalanan menuju Stasiun Bogor dari Stasiun Manggarai.[19]

Desain
suntingEksterior
suntingDesain tampak luar KRL ini sama dengan yang digunakan pada Basis Model Zhengzhou Metro Line 7 (SFM 106) dan SFM 58. Hanya saja perbedaan terdapat yaitu pada pintu dari CLI-125 ketika terbuka tetap berada di dalam dinding kereta, sementara yang digunakan pada Zhengzhou Metro, pintunya terbuka ke bagian luar kereta pada setiap ujungnya. serta perbedaan lainnya terlihat pada bingkai jendela di samping badan rangkaian kereta yang mana pada milik Zhengzhou Metro Line 7 (SFM 106) memiliki ukuran bingkai jendela yang besar sementara milik CLI - 125 (SFM 138) memiliki ukuran bingkai Jendela yang lebih kecil dengan adanya fitur jendela darurat, hal tersebut menyesuaikan adanya rak bagasi atas kereta yang dimiliki CLI- 125 di dalamnya, Lalu CLI-125 memiliki fitur keamanan berupa Penghalau rintangan (anti climber) dan dengan bemper tambahan berwarna merah (karena bawaan kereta ini tidak pakai bemper bawah warna merah itu). Adapun badan kereta menggunakan bahan baja nirkarat, dengan corak yang oleh KAI Commuter disebut sebagai Growing, yang dalam Bahasa Indonesia disebut dengan Bertumbuh.[1][20]
Interior
suntingPada bagian dalam, CLI-125 memiliki desain interior khas kereta metro buatan negara asalnya serta juga dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan dan fasilitas untuk kenyamanan penumpang. Beberapa di antaranya adalah alat pemadam api dan kotak Pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) yang masing-masing ditempatkan di ujung setiap kereta, dan juga Sensor Anti Jepit pada Pintu otomatisnya.
CLI-125 juga memiliki formasi kursi prioritas yang berbeda dibandingkan seri-seri sebelumnya. Kursi prioritas tersedia di setiap bangku yang berada di sisi pintu, ditandai dengan warna abu-abu untuk membedakannya dari kursi biasa. Kursi prioritas ini terdiri dari dua jenis, yaitu yang dapat dilipat dan yang tidak dapat dilipat. Kursi prioritas yang dapat dilipat dirancang untuk memudahkan pengguna kursi roda agar dapat mendapatkan ruang yang aman. Kursi yang digunakan pada CLI-125 memiliki sarung yang bermotif ondel-ondel dan tanjidor, dua kesenian khas Betawi.
Selain itu, di setiap kereta juga terdapat papan informasi digital yang menampilkan peta perjalanan, waktu, serta lokasi terkini kereta, guna membantu penumpang selama perjalanan. Dan juga terdapat bel pintu (doorchime) yang berbunyi ketika kereta buka atau tutup pintu di Stasiun[21]
Kemudian, Hal Unik yang terdapat pada Rangkaian CLI-125 adalah tidak adanya jendela pada bagian kursi prioritas di setiap ujung rangkaiannya serta pada rangkaian ini juga memiliki gangway (sambungan rangkaian) yang lebar yang membuat akses penggerakan penumpang saat berpindah rangkaian dari dalam kereta jadi semakin mudah dan adanya indikator temperatur suhu udara di dalam kabin rangkaian serta informasi terkait stasiun pemberhentian berikutnya.
-
Bagian interior pada KRL SFC120-V (CLI-125)
-
Kursi prioritas pada KRL SFC120-V (CLI-125)
-
Kursi prioritas yang tidak dapat dilipat dan kursi prioritas yang dapat dilipat sekaligus sebagai ruang kosong untuk kursi roda atau Kereta bayi saat kursi dilipat pada KRL SFC120-V (CLI-125)
-
Sistem layar informasi penumpang (PIDS) pada KRL SFC120-V (CLI-125)
Daftar rangkaian
sunting| Susunan rangkaian | ||||||||||||
| Nomor | 1 (TC1) | 2 (M1) | 3 (M2) | 4 (T) | 5 (T) | 6 (M3) | 7 (M4) | 8 (T) | 9 (T) | 10 (M1) | 11 (M2) | 12 (TC2) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| CLI-125.1001F (TS 01)[22] | CLI-125.1001 K1 1 25 01 |
CLI-125.1002 K1 1 25 02 |
CLI-125.1003 K1 1 25 03 |
CLI-125.1004 K1 1 25 04 |
CLI-125.1005 K1 1 25 05 |
CLI-125.1006 K1 1 25 06 |
CLI-125.1007 K1 1 25 07 |
CLI-125.1008 K1 1 25 08 |
CLI-125.1009 K1 1 25 09 |
CLI-125.1010 K1 1 25 10 |
CLI-125.1011 K1 1 25 11 |
CLI-125.1012 K1 1 25 12 |
| CLI-125.2001F (TS 02)[22] | CLI-125.2001 K1 1 25 13 |
CLI-125.2002 K1 1 25 14 |
CLI-125.2003 K1 1 25 15 |
CLI-125.2004 K1 1 25 16 |
CLI-125.2005 K1 1 25 17 |
CLI-125.2006 K1 1 25 18 |
CLI-125.2007 K1 1 25 19 |
CLI-125.2008 K1 1 25 20 |
CLI-125.2009 K1 1 25 21 |
CLI-125.2010 K1 1 25 22 |
CLI-125.2011 K1 1 25 23 |
CLI-125.2012 K1 1 25 24 |
| CLI-125.3001F (TS 03)[22] | CLI-125.3001 K1 1 25 25 |
CLI-125.3002 K1 1 25 26 |
CLI-125.3003 K1 1 25 27 |
CLI-125.3004 K1 1 25 28 |
CLI-125.3005 K1 1 25 29 |
CLI-125.3006 K1 1 25 30 |
CLI-125.3007 K1 1 25 31 |
CLI-125.3008 K1 1 25 32 |
CLI-125.3009 K1 1 25 33 |
CLI-125.3010 K1 1 25 34 |
CLI-125.3011 K1 1 25 35 |
CLI-125.3012 K1 1 25 36 |
| CLI-125.4001F (TS 04) | CLI-125.4001 K1 1 25 49 |
CLI-125.4002 K1 1 25 50 |
CLI-125.4003 K1 1 25 51 |
CLI-125.4004 K1 1 25 52 |
CLI-125.4005 K1 1 25 53 |
CLI-125.4006 K1 1 25 54 |
CLI-125.4007 K1 1 25 55 |
CLI-125.4008 K1 1 25 56 |
CLI-125.4009 K1 1 25 57 |
CLI-125.4010 K1 1 25 58 |
CLI-125.4011 K1 1 25 59 |
CLI-125.4012 K1 1 25 60 |
| CLI-125.5001F (TS 05) | CLI-125.5001 K1 1 25 61 |
CLI-125.5002 K1 1 25 62 |
CLI-125.5003 K1 1 25 63 |
CLI-125.5004 K1 1 25 64 |
CLI-125.5005 K1 1 25 65 |
CLI-125.5006 K1 1 25 66 |
CLI-125.5007 K1 1 25 67 |
CLI-125.5008 K1 1 25 68 |
CLI-125.5009 K1 1 25 69 |
CLI-125.5010 K1 1 25 70 |
CLI-125.5011 K1 1 25 71 |
CLI-125.5012 K1 1 25 72 |
| CLI-125.6001F (TS 06) | CLI-125.6001 K1 1 25 73 |
CLI-125.6002 K1 1 25 74 |
CLI-125.6003 K1 1 25 75 |
CLI-125.6004 K1 1 25 76 |
CLI-125.6005 K1 1 25 77 |
CLI-125.6006 K1 1 25 78 |
CLI-125.6007 K1 1 25 79 |
CLI-125.6008 K1 1 25 80 |
CLI-125.6009 K1 1 25 81 |
CLI-125.6010 K1 1 25 82 |
CLI-125.6011 K1 1 25 83 |
CLI-125.6012 K1 1 25 84 |
| CLI-125.7001F (TS 07) | CLI-125.7001 K1 1 25 85 |
CLI-125.7002 K1 1 25 86 |
CLI-125.7003 K1 1 25 87 |
CLI-125.7004 K1 1 25 88 |
CLI-125.7005 K1 1 25 89 |
CLI-125.7006 K1 1 25 90 |
CLI-125.7007 K1 1 25 91 |
CLI-125.7008 K1 1 25 92 |
CLI-125.7009 K1 1 25 93 |
CLI-125.7010 K1 1 25 94 |
CLI-125.7011 K1 1 25 95 |
CLI-125.7012 K1 1 25 96 |
| CLI-125.8001F (TS 08)[23] | CLI-125.8001 K1 1 25 109 |
CLI-125.8002 K1 1 25 110 |
CLI-125.8003 K1 1 25 111 |
CLI-125.8004 K1 1 25 112 |
CLI-125.8005 K1 1 25 113 |
CLI-125.8006 K1 1 25 114 |
CLI-125.8007 K1 1 25 115 |
CLI-125.8008 K1 1 25 116 |
CLI-125.8009 K1 1 25 117 |
CLI-125.8010 K1 1 25 118 |
CLI-125.8011 K1 1 25 119 |
CLI-125.8012 K1 1 25 120 |
| CLI-125.9001F (TS 09)[24] | CLI-125.9001 K1 1 25 121 |
CLI-125.9002 K1 1 25 122 |
CLI-125.9003 K1 1 25 123 |
CLI-125.9004 K1 1 25 124 |
CLI-125.9005 K1 1 25 125 |
CLI-125.9006 K1 1 25 126 |
CLI-125.9007 K1 1 25 127 |
CLI-125.9008 K1 1 25 128 |
CLI-125.9009 K1 1 25 129 |
CLI-125.9010 K1 1 25 130 |
CLI-125.9011 K1 1 25 131 |
CLI-125.9012 K1 1 25 132 |
| CLI-125.1101F (TS 10)[25] | CLI-125.1101 K1 1 25 133 |
CLI-125.1102 K1 1 25 134 |
CLI-125.1103 K1 1 25 135 |
CLI-125.1104 K1 1 25 136 |
CLI-125.1105 K1 1 25 137 |
CLI-125.1106 K1 1 25 138 |
CLI-125.1107 K1 1 25 139 |
CLI-125.1108 K1 1 25 140 |
CLI-125.1109 K1 1 25 141 |
CLI-125.1110 K1 1 25 142 |
CLI-125.1111 K1 1 25 143 |
CLI-125.1112 K1 1 25 144 |
| CLI-125.1201F (TS 11)[25] | CLI-125.1201 K1 1 25 145 |
CLI-125.1202 K1 1 25 146 |
CLI-125.1203 K1 1 25 147 |
CLI-125.1204 K1 1 25 148 |
CLI-125.1205 K1 1 25 149 |
CLI-125.1206 K1 1 25 150 |
CLI-125.1207 K1 1 25 151 |
CLI-125.1208 K1 1 25 152 |
CLI-125.1209 K1 1 25 153 |
CLI-125.1210 K1 1 25 154 |
CLI-125.1211 K1 1 25 155 |
CLI-125.1212 K1 1 25 156 |
Insiden dan Kecelakaan
sunting- Pada 27 April 2026 sekitar pukul 20.40 WIB,[26] Taksi Green SM dilaporkan mengalami hubungan pendek arus listrik[27] dan berhenti di perlintasan sebidang tidak resmi di Jalan Ampera, Bekasi Timur yang berjarak 300 meter dari Stasiun Bekasi Timur.[28][29] Kendaraan tersebut lalu tertabrak oleh KRL Commuter Line Lin Lingkar Cikarang (PLB 5181) relasi Cikarang–Angke yang saat itu menggunakan sarana CLI-125 TS11 (SFC120-V).[30] Hal ini menyebabkan kedua jalur tidak dapat dilalui oleh KRL Commuter Line dari arah berlawanan.
Referensi
sunting- ^ a b c d Hayat, Wiji Nur. "24 Gerbong KRL China Tiba di Pelabuhan Priok, Ini Dia Penampakannya". CNBC Indonesia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-03-11. Diakses tanggal 2025-03-11.
- ^ https://commuterline.id/informasi-publik/berita/tingkatkan-layanan-commuter-line-kai-commuter-operasikan-tiga-rangkaian-krl-baru-fasilitas-dan-teknologi-di-cli-125-yang-terbaru-untuk-memudahkan-para-pengguna
- ^ a b Adi, Bhaskoro. "Tanda Tangan Kontrak di Beijing, KAI Commuter Gandeng CRRC Sifang untuk Sarana KRL Jabodetabek - Harian Haluan". Tanda Tangan Kontrak di Beijing, KAI Commuter Gandeng CRRC Sifang untuk Sarana KRL Jabodetabek - Harian Haluan. Diakses tanggal 2025-02-24.
- ^ Sundoro, Danang (02 Februari 2024). "Tiga Rangkaian KRL Baru Sudah Sesuai Spesifikasi Teknis". Radio Republik Indonesia. Diakses tanggal 25 Februari 2025.
- ^ "SFM138动车组 - 动车组列车 - 记录高速动车组列车及城市轨道交通列车发展历程 —— 慧伊创新科技(北京)有限公司". www.china-emu.cn. Diakses tanggal 2025-02-25.
- ^ Hayat, Wiji Nur. "Penumpang Rute Ini Beruntung, Bisa Jajal KRL Baru Produksi China". CNBC Indonesia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-02-15. Diakses tanggal 2025-02-27.
- ^ Media, Kompas Cyber (2023-06-23). "Batal Impor KRL Bekas, Luhut Bakal Impor 3 Rangkaian KRL Baru dari Jepang". KOMPAS.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-19. Diakses tanggal 2025-02-24.
- ^ "KAI Terima Suntikan Dana PMN Rp2 Triliun untuk Pengadaan KRL, Animo Penumpang Commuter Line Makin Tinggi". www.tvonenews.com. 2025-02-15. Diakses tanggal 2025-02-24.
- ^ Media, Kompas Cyber (2024-02-06). "KCI Bantah Menolak Impor KRL Jepang karena Diancam China". KOMPAS.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-04-28. Diakses tanggal 2025-02-27.
- ^ Mahardhika, Lorenzo Anugrah (2024-07-01). "RI Impor KRL Asal China, PT KAI Mau Tambah 8 Trainset Lagi". Bisnis.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-02-24. Diakses tanggal 2025-02-24.
- ^ Adventy, Artha (2025-01-31). "1 Trainset KRL Impor dari China Tiba di Tanjung Priok Hari Ini". Bisnis.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-03-15. Diakses tanggal 2025-02-24.
- ^ Andrean, Joko. "KRL Baru dari China Sudah Tiba di Indonesia! Pengiriman Pertama Sampai di Depo Depok - Timenews". KRL Baru dari China Sudah Tiba di Indonesia! Pengiriman Pertama Sampai di Depo Depok - Timenews. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-02-24. Diakses tanggal 2025-02-24.
- ^ Liputan6.com (2025-04-28). "KAI Commuter Kembali Terima 2 KRL Baru dari China". liputan6.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-04-29. Diakses tanggal 2025-05-01. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ a b "Permenhub No. 49 Tahun 2023". Database Peraturan | JDIH BPK. Diakses tanggal 2025-03-12.
- ^ Dwi Purnama, Iqbal (2025-02-10). "KAI Commuter Gelar Uji Dinamis Rangkaian KRL Baru, Berlangsung di Luar Jam Sibuk". iNews Finance. Diakses tanggal 2025-02-13.
- ^ antaranews.com (2025-04-22). "KAI Commuter hadirkan parade KRL lawas rayakan 100 tahun operasi KRL". Antara News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-04-23. Diakses tanggal 2025-04-24.
- ^ antaranews.com (2025-06-02). "Rangkaian KRL CLI-125 perkuat layanan perkotaan dan kawasan transit". Antara News. Diakses tanggal 2025-06-05.
- ^ Faturachman, Reka. "Dua Rangkaian KRL Baru Untuk Jalur Bogor Resmi Beroperasi, Ada 12 Kereta dan Bisa Angkut Hingga 300 Penumpang - Radar Bogor". Dua Rangkaian KRL Baru Untuk Jalur Bogor Resmi Beroperasi, Ada 12 Kereta dan Bisa Angkut Hingga 300 Penumpang - Radar Bogor. Diakses tanggal 2025-06-05.
- ^ "Penumpang KRL Meningkat usai Pramono Anung Wajibkan ASN Naik Transportasi Umum Tiap Rabu". Tempo. 1 Juni 2025 | 13.00 WIB. Diakses tanggal 2025-06-05.
- ^ https://ekonomi.republika.co.id/berita/sx7t4q490/krl-baru-cli125-dari-china-mulai-beroperasi-fokus-di-lintas-bogor-dan-cikarang
- ^ "Kursi Prioritas Tersedia di Semua Sisi Pintu KRL Baru Impor dari Cina". Tempo. 1 Juni 2025 | 13.59 WIB. Diakses tanggal 2025-06-05.
- ^ a b c AlphaRP Railway (2025-04-19), KERETA KRL TERBARU BUATAN ANAK BANGSA PT INKA ! Update KRL INKA EA 207, KRL CRRC, Tokyu 8500 JALITA, diakses tanggal 2025-04-21
- ^ AlphaRP Railway (2025-06-27), 🔴 PENGIRIMAN TRAINSET 8 KRL BARU DARI CHINA ! Hunting KRL CRRC SFC 120-V CLI.125 TS-8 ke Dipo Depok, diakses tanggal 2025-07-01
- ^ AlphaRP Railway (2025-06-27), 🔴 PENGIRIMAN TRAINSET 9 KRL BARU DARI CHINA ! Hunting KRL CRRC SFC 120-V CLI.125 TS-9 ke Dipo Depok, diakses tanggal 2025-07-01
- ^ a b Mas Nyaman (2025-07-25), ALHAMDULILLAH KRL BARU CRRC TS 12 Sudah Sampai Di Indonesia, Pengiriman KRL CRRC SIFANG CLI 125 1201, diakses tanggal 2025-07-27
- ^ "KRL dan KA Bromo Anggrek tabrakan di Stasiun Bekasi Timur". BBC News Indonesia. 2026-04-27. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamaTirto-Hanang - ^ Irwinsyah, Fachrul. "Cerita Warga Saksikan Taksi Tertabrak KRL yang Jadi Pemicu KA Argo Bromo vs KRL". kumparan. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ "Kronologi KA Argo Bromo dan KRL Tabrakan di Bekasi, Bermula Tabrak Taksi". Kompas. 27 April 2026. Diakses tanggal 27 April 2026.
- ^ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamaRRI-Seprianto