Diagram hipotesis suplementer, sebuah model populer dari komposisi Taurat. Deuteronomis ditampilkan dengan huruf D.

Deuteronomis (bahasa Inggris: Deuteronomist; disingkat Dtr[1] atau D) dalam artian sempit merujuk kepada dokumen sumber yang menekankan pasal-pasal inti (12-26) dari Kitab Ulangan (bahasa Inggris: Book of Deuteronomy). Sedangkan dalam artian luas, deuteronomis merujuk pada kelompok yang lebih luas yang di dalamnya termasuk Kitab Ulangan dan Sejarah Deuteronomistis, yaitu Kitab Yosua, Kitab Hakim-hakim, kedua kitab Samuel dan kedua kitab Raja-raja, dan kadang termasuk Kitab Yeremia.[2] Selain itu, istilah "Deuteronomik" (Deuteronomic) dan "Deuteronomistis" (Deuteronomistic) juga digunakan untuk merujuk pada hal yang berhubungan dengan Deuteronomis. Jika ada perbedaan di antara keduanya, Deuteronomik terkadang merujuk pada pasal intinya dan Deuteronomistis pada keseluruhan kitab Ulangan dan Sejarah Deuteronomistis.[3][4]

Sejarah Deuteronomistis

sunting

Sejarah Deuteronomistis atau Riwayat Deuteronomistis merupakan sebutan yang diberikan oleh pakar kritik Alkitab bagi kitab-kitab hukum setelah Tetrateukh (Kitab Kejadian hingga Bilangan), yaitu Kitab Ulangan, Kitab Yosua, Kitab Hakim-hakim, 1 dan 2 Samuel serta 1 dan 2 Raja-raja (dan juga terkadang Kitab Yeremia). Menurut pendapat beberapa pakar, kitab-kitab tersebut diduga disusun pada sekitar tahun 400 SM.

Menurut beberapa pakar, Tetrateukh sebagai hasil komposisi yang dilakukan oleh Redaktor P kembali diredaksi, dan ke dalamnya disisipkan "Kitab Perjanjian" (Keluaran 20:22 โ€“ 23:33). Tetrateukh kemudian diperluas dengan ditambahkannya beberapa kitab, yaitu dari kitab Ulangan sampai Kitab 2 Raja-raja. Hasil peredaksian yang dilakukan oleh para redaktor Dtr tersebut adalah Eneateukh yang merupakan karya sejarah yang sangat besar yang disebut dengan "Sejarah Deuteronomistis" (DtrG). Sejak saat itulah proses kanonisasi Kitab Kejadian โ€“ Kitab 2 Raja-raja telah selesai. Belakangan, kitab Eneateukh kembali dipecah menjadi dua bagian besar, yaitu Taurat atau Pentateukh (Kitab Kejadian sampai Ulangan) dan Kitab Nabi-Nabi Awal (Kitab Yosua sampai Raja-raja).

Pada kenyataannya, orang Yahudi percaya bahwa kitab-kitab Pentateukh sudah lengkap pada zaman Yosua yaitu saat bangsa Israel memasuki tanah Kanaan setelah keluar dari Mesir pada abad ke-15 SM. Ketika Bait Suci Pertama didirikan, Pentateukh ditempatkan secara khusus di dalam Tabut Perjanjian di dalam ruang Mahakudus. Salinan kitab ini dibawa ke dalam Pembuangan ke Babel dan dibawa kembali ke Tanah Israel oleh Ezra pada [[abad ke-6 SM. Hal ini didukung oleh catatan sejarah kuno Yahudi, antara lain Talmud, maupun para sejarawan, misalnya Flavius Yosefus (37-100 M).[5]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ See, e.g., Knoppers, Gary N.; Greer, Jonathan S. (2010). "Deuteronomistic History". doi:10.1093/OBO/9780195393361-0028.
  2. ^ Albertz 2000, hlm.ย 2โ€“4.
  3. ^ Spieckermann 2001, hlm.ย 338.
  4. ^ Van Seters 2015, hlm.ย 79-82, "Scholars generally designate these strata as 'deuteronomic' (dt) for the material belonging to the core document of the Josiah reform and 'Deuteronomistic' (dtr) for one or more subsequent strata that belong to later redactions and to the larger Deuteronomic History..."
  5. ^ Flavius Yosefus, "Sejarah Kuno Orang Yahudi", tahun 93 M]].

Daftar pustaka

sunting

Tanggapan

sunting

Umum

sunting

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Hipotesis dokumen

Elohis; ditulis sekitar 850 SM di kerajaan Israel di utara. Sumber D, atau Deuteronomis; ditulis sekitar 621 SM di Yerusalem selama masa pembaruan agama. Sumber

Kitab Ulangan

perjanjian yang disebut "Hukum Deuteronomis", kemudian berkembang hingga menjadi semacam pengantar untuk kitab-kitab Sejarah Deuteronomis. Selain itu, terdapat

Elohis

empat dokumen sumber yang menggarisbawahi Taurat, bersama dengan Yahwis Deuteronomis dan sumber Imamat. Dinamai Elohis karena banyak memakai kata Elohim untuk

Baal

menentang kedua versi "Baal" tersebut, sementara para penulis tradisi Deuteronomis menggunakan sebutan "Baal" untuk dewa mana pun yang tidak mereka setujui

Kitab Kejadian

dan perluasan materi dari sumber Yahwis (atau "non-Keimaman"). (Sumber Deuteronomis tidak muncul dalam Kitab Kejadian). Para ilmuwan menggunakan contoh cerita

Teologi kerajaan

Raja-raja diuraikan tentang pemerintahan Daud dan Salomo. Sesuai sejarah Deuteronomis dalam 2 Samuel 7:11; 23:5 dan teologi Sion dalam Mazmur 132, terdapat

Kitab 2 Samuel

berbagai zaman. Pandangan paling populer sekarang adalah bahwa Sejarah Deuteronomis awalnya ditulis pada zaman raja Hizkia (abad ke-8 SM); sebagian besar

Alkitab Ibrani

dokumen, dan menjadi teori yang menonjol selama 200 ratus tahun terakhir. Deuteronomis yang dikaitkan dengan kitab Ulangan (Deuteronomy) dalam Pentateukh juga