Baal
Prasasti Baal dengan Petir dari Ugarit (Museum Louvre, Paris)
SimbolBanteng, domba jantan, petir
Pemujaan
Daerah
Keluarga
Orang tua
SaudaraHebat (dalam tradisi Suriah), Anat
KeturunanPidray, Tallay, Arsay[1]
Padanan
YunaniZeus[2]
Aram dan MesopotamiaHadad
HurriTeshub
ArabHubal
MesirSet (karena merupakan dewa asing di Mesir, karena Set adalah dewa orang asing โ€“ jika tidak Baal Zephon, setara dengan Baสฟal Hadad, juga disamakan dengan Horus)[3]

Baal (/หˆbeษช.ษ™l, หˆbษ‘หl/),[6][7][8] atau Ba'al (/bษ‘ห.ษ‘หl/),[9][a] adalah sebuah gelar dan sebutan kehormatan yang berarti "pemilik" atau "tuan" dalam bahasa-bahasa Semit Barat Laut yang dituturkan di Levan pada masa purbakala. Dari penggunaannya di tengah masyarakat, gelar ini kemudian mulai disematkan kepada dewa-dewi.[11] Para pakar sebelumnya mengaitkan teonim ini dengan kultus matahari dan dengan berbagai dewa pelindung yang tidak saling berkaitan, tetapi berbagai prasasti telah menunjukkan bahwa nama Baal secara khusus dikaitkan dengan dewa badai dan dewa kesuburan Hadad beserta perwujudan-perwujudan lokalnya.[12] Dewa Baal dalam tradisi Ugarit (๐Ž๐Ž“๐Ž) adalah tokoh utama dalam salah satu epos terpanjang yang masih bertahan dari Timur Dekat Kuno, yaitu Siklus Baal.

Dikenal dengan berbagai julukan seperti "penunggang awan" dan "Baal yang Menang", ia dikaitkan dengan hujan, petir, angin, kesuburan, dan kerajaan, serta sering digambarkan berlawanan dengan dewa-dewa laut dan kematian seperti Yammu dan Mot. Pemujaan Baal menyebar ke seluruh Levan, Mesir, dan kawasan Mediterania melalui kolonisasi Fenisia, dengan bentuk-bentuk pemujaan regional seperti Baal Hammon di Kartago. Dewa ini juga dikenal sebagai "yang maha perkasa", dan "yang tiada bandingannya" ("tidak ada yang di atasnya").[13]

Alkitab Ibrani mencatat penggunaan istilah ini untuk merujuk pada berbagai dewa-dewi Levan, sering kali ditujukan kepada Hadad, yang dikecam sebagai dewa palsu. Dalam Alkitab Ibrani, Baal sering muncul sebagai dewa asing atau dewa saingan, dengan para nabi seperti Elia yang menentang kultusnya, sementara dalam konteks Israel awal, gelar ini mungkin kadang-kadang merujuk pada Yahweh. Penggambaran sebagai dewa palsu ini diambil alih ke dalam agama Kekristenan dan Islam, terkadang dalam bentuk Beelzebub dalam ranah demonologi.

Sumber-sumber klasik menyebutnya sebagai Belus. Al-Qur'an juga menyebutkan penyembahan Baal, menggambarkannya sebagai dewa palsu yang ditentang oleh nabi Ilyas.

Nama

sunting

Julukan

sunting

Julukan Baสปal yang paling luas digunakan adalah "penunggang (atau penaik[14]) awan". (rkb สฟrpt, bd. rkb bสฟrbt dalam Mzm. 68:4; bahasa Ugarit rkb สฟrpt.) Julukan ini memiliki kaitan dengan "pengumpul awan" milik Zeus dan "penunggang langit" milik Yahweh.[15] Sebagaimana kata dalam bahasa Inggris ride (menunggangi), rkb juga memiliki penggunaan yang berhubungan dengan kuda serta bermakna seksual.[16]

Etimologi

sunting

Ejaan bahasa Inggris untuk istilah "Baal" diturunkan dari bahasa Yunani Bรกal (ฮ’ฮฌฮฑฮป) yang muncul di dalam Perjanjian Baru[17] dan Septuaginta,[18] serta dari bentuk Latinnya Baal, yang muncul dalam Vulgata.[18] Bentuk-bentuk ini pada gilirannya diturunkan dari bentuk bahasa Semit Barat Laut tanpa huruf vokal bสฟl (Fenisia dan Punic: ๐ค๐ค๐ค‹).[19] Makna alkitabiah dari kata ini sebagai dewa Fenisia dan dewa palsu pada umumnya diperluas selama masa Reformasi Protestan untuk menyebut segala bentuk berhala, ikon para orang kudus, atau Gereja Katolik secara umum.[20] Dalam konteks semacam itu, pelafalannya mengikuti gaya Inggris dan biasanya menghilangkan tanda apa pun di antara kedua huruf A-nya.[6] Dalam transliterasi yang ketat dari nama Semit tersebut, huruf ayin direpresentasikan, sehingga menjadi Baสฟal.

Dalam bahasa-bahasa Semit Barat Lautโ€”Ugarit, Fenisia, Ibrani, Amori, dan Aramโ€”kata baสฟal bermakna "pemilik" dan, secara luas, "tuan",[18] seorang "majikan", atau "suami".[21][22] Kognatnya meliputi kata Akkadia Bฤ“lu (๐’‚—),[b] kata Amhara bal (แ‰ฃแˆ),[23] serta kata Arab baสฟl (ุจุนู„). Bรกสฟal (ื‘ึทึผืขึทืœ) dan baสฟl masing-masing masih digunakan sebagai kata untuk "suami" dalam bahasa Ibrani dan Arab modern. Keduanya juga muncul dalam beberapa konteks yang berkaitan dengan kepemilikan benda atau kepemilikan sifat.

Bentuk femininnya adalah baสฟalah (Ibrani: ื‘ึทึผืขึฒืœึธื”;[24] Arab: ุจูŽุนู’ู„ูŽุฉ), yang berarti "nyonya" dalam pengertian pemilik perempuan atau nyonya rumah tangga[24] dan masih digunakan sebagai kata yang langka untuk menyebut "istri".[25]

Gagasan dalam keilmuan modern awal juga mencakup perbandingan dengan dewa bangsa Keltik bernama Belenus, namun hal ini sekarang secara luas ditolak oleh para pakar kontemporer.[26]

Agama Semit

sunting

Generik

sunting

Templat:See also-text Seperti halnya En dalam Sumeria, kata Akkadia bฤ“lu dan kata Semit Barat Laut baสฟal (serta bentuk femininnya baสฟalah) digunakan sebagai gelar untuk berbagai dewa-dewi dalam panteon Mesopotamia dan Semit. Hanya artikel definit, bentuk genitif, julukan, maupun konteks sajalah yang dapat menetapkan dewa mana secara khusus yang dimaksud.[27]

Hadad

sunting

Baสฟal juga digunakan sebagai nama diri pada milenium ketiga SM, saat ia muncul dalam daftar dewa-dewi di Abu Salabikh.[18] Sebagian besar keilmuan modern menegaskan bahwa Baสฟal iniโ€”yang biasanya dibedakan dengan sebutan "Sang Tuan" (ื”ื‘ืขืœ, Ha-Baสฟal)โ€”identik dengan dewa badai dan dewa kesuburan Hadad;[18][28][21] ia juga muncul dalam bentuk Baสฟal Haddu.[22][29] Para pakar berpendapat bahwa, seiring dengan meningkatnya kedudukan penting kultus Hadad, nama aslinya dipandang terlalu suci untuk diucapkan dengan lantang oleh siapa pun selain pendeta agung, sehingga nama samaran "Tuan" ("Baสฟal") digunakan sebagai gantinya, sebagaimana nama "Bel" digunakan untuk Marduk di kalangan bangsa Babilonia dan "Adonai" untuk Yahweh di kalangan bangsa Israel. Sebagian kecil pakar mengusulkan bahwa Baสฟal merupakan dewa asli Kanaan yang kultusnya disamakan dengan atau menyerap aspek-aspek dari Adad.[18] Terlepas dari hubungan asalnya, pada milenium pertama SM, keduanya menjadi entitas yang berbeda: Hadad disembah oleh Bangsa Aram dan Baสฟal disembah oleh Fenisia dan Bangsa Kanaan lainnya.[18]

Baสฟal

sunting
Patung perunggu Baal, abad ke-14โ€“12 SM, ditemukan di Ras Shamra (Ugarit kuno) di dekat pesisir Fenisia (Museum Louvre, Paris)
Patung nazar perunggu cetak padat yang melambangkan Baal, ditemukan di Tel Megiddo, berasal dari pertengahan milenium ke-2 SM (Institut Studi Kebudayaan Kuno, Chicago, Illinois)

Baสฟal banyak dibuktikan dalam prasasti-prasasti yang masih ada dan populer dalam nama-nama teoforik di seluruh kawasan Levan[30] tetapi ia biasanya disebutkan bersama dewa-dewa lain, "sedangkan ranah tindakannya sendiri jarang didefinisikan".[31] Meskipun demikian, catatan-catatan Ugarit menunjukkannya sebagai dewa cuaca, dengan kuasa khusus atas petir, angin, hujan, dan kesuburan.[31][c] Musim panas yang kering di daerah tersebut dijelaskan sebagai waktu di mana Baสฟal berada di dunia bawah, dan kembalinya ia pada musim gugur konon memicu badai yang menyuburkan kembali tanah tersebut.[31] Oleh karena itu, pemujaan Baสฟal di Kanaanโ€”di mana ia pada akhirnya menggantikan El sebagai pemimpin para dewa dan pelindung kerajaanโ€”berkaitan dengan ketergantungan wilayah tersebut pada curah hujan untuk pertaniannya, tidak seperti Mesir dan Mesopotamia yang berfokus pada irigasi dari sungai-sungai utama mereka. Kekhawatiran akan ketersediaan air untuk tanaman dan pepohonan meningkatkan peranan kultusnya, yang memusatkan perhatian pada peranannya sebagai dewa hujan.[21] Ia juga diseru selama pertempuran, yang menunjukkan bahwa ia dianggap turut campur secara aktif dalam dunia manusia,[31] tidak seperti El yang lebih berjarak. Kota Baalbek di Lebanon dinamai dari nama Baal.[34] Sebagai alternatif, Ba'al adalah pemangku takhta ilahi bersama El, di mana El berperan sebagai eksekutif sementara Ba'al adalah pemelihara kosmos.[35]

Baสฟal dari Ugarit dulunya adalah julukan untuk Hadad, tetapi seiring berjalannya waktu, julukan ini menjadi nama dewa tersebut sedangkan Hadad menjadi julukannya.[36] Baสฟal biasanya disebut sebagai putra Dagan, tetapi muncul sebagai salah satu putra El dalam sumber-sumber naskah Ugarit.[30][22][d] Baik Baสฟal maupun El dikaitkan dengan banteng dalam teks-teks Ugarit, karena keduanya melambangkan kekuatan dan kesuburan.[37] Ia menaruh permusuhan khusus terhadap ular, baik ular itu sendiri maupun sebagai perwakilan dari Yammu (har.ย "Laut"), sang dewa laut dan dewa sungai Kanaan.[38] Ia bertarung melawan Tannin (Tunnanu), "Ular yang Berbelit-belit" (Bแนฏn สฟqltn), "Lotan, Ular yang Melarikan Diri" (Ltn Bแนฏn Brแธฅ, Lewiatan dalam alkitab),[38] dan si "Perkasa yang Berkepala Tujuh" (ล lyแนญ D.ลกbสฟt Raลกm).[39][e] Konflik Baสฟal dengan Yammu kini secara umum dipandang sebagai purwarupa dari penglihatan yang tercatat dalam pasal 7 dari Kitab Daniel dalam Alkitab.[41] Sebagai penakluk laut, bangsa Kanaan dan Fenisia menganggap Baสฟal sebagai pelindung bagi para pelaut dan pedagang laut.[38] Sebagai penakluk Mot, sang dewa kematian Kanaan, ia dikenal sebagai Baสฟal Rฤpiสพuma (Bสฟl Rpu) dan dianggap sebagai pemimpin para Rephaim (Rpum), roh-roh leluhur, khususnya roh dari dinasti-dinasti yang berkuasa.[38]

Dari Kanaan, pemujaan Baสฟal menyebar ke Mesir pada masa Kerajaan Pertengahan dan ke seluruh Mediterania menyusul gelombang kolonisasi Fenisia pada awal milenium pertama SM.[30] Ia digambarkan dengan beragam julukan, dan sebelum Ugarit ditemukan kembali, julukan-julukan ini diduga merujuk pada dewa-dewa lokal yang berbeda. Namun, sebagaimana dijelaskan oleh Day, teks-teks di Ugarit mengungkapkan bahwa mereka dianggap sebagai "perwujudan lokal dari dewa tertentu ini, analog dengan perwujudan lokal Perawan Maria dalam Gereja Katolik Roma".[28] Dalam prasasti-prasasti tersebut, ia kerap digambarkan sebagai "Baสฟal yang Menang" (Aliyn atau แบขlแป‰yn Baสฟal),[22][18] "Yang paling perkasa" (Aliy atau สพAly)[22][f] atau "Pahlawan yang Paling Perkasa" (Aliy Qrdm), "Yang Berkuasa" (Dmrn), dan dalam perannya sebagai pelindung kota yaitu "Baสฟal dari Ugarit" (Baสฟal Ugarit).[47] Sebagai Baสฟal Zaphon (Baสฟal แนขapunu), ia secara khusus dikaitkan dengan istananya yang berada di puncak Jebel Aqra (Gunung แนขapฤnu kuno dan Mons Casius klasik).[47] Ia juga disebutkan sebagai "Baสฟal Bersayap" (Bสฟl Knp) dan "Baสฟal Pemilik Anak Panah" (Bสฟl แธคแบ“).[22] Prasasti-prasasti Fenisia dan Aram mendeskripsikan "Baสฟal sang Pemilik Gada" (Bสฟl Krntryลก), "Baสฟal dari Lebanon" (Bสฟl Lbnn), "Baสฟal dari Sidon" (Bสฟl แนขdn), Bสฟl แนขmd, "Baสฟal Penguasa Langit" (Baสฟal Shamem atau Shamayin),[48] Baสฟal สพAddir (Bสฟl สพdr), Baสฟal Hammon (Baสฟal แธคamon), Bสฟl Mgnm.[30]

Baสฟal Hammon

sunting

Baสฟal Hammon disembah di Kartago, sebuah koloni Tirus, sebagai dewa tertinggi mereka. Diyakini bahwa kedudukan ini berkembang pada abad ke-5 SM setelah terputusnya hubungan dengan Tirus menyusul terjadinya Pertempuran Himera pada 480 SM.[49] Seperti Hadad, Baสฟal Hammon adalah dewa kesuburan.[50] Meskipun demikian, prasasti-prasasti mengenai dewa-dewi Punik cenderung kurang memberikan informasi, dan ia telah diidentifikasikan secara beragam sebagai dewa bulan[butuh rujukan] maupun sebagai Dagan, sang dewa biji-bijian.[51] Alih-alih banteng, Baสฟal Hammon dikaitkan dengan domba jantan dan digambarkan dengan tanduknya. Catatan arkeologis tampaknya membenarkan tuduhan dalam sumber-sumber Romawi bahwa bangsa Kartago membakar anak-anak mereka sebagai pengorbanan manusia untuknya.[52] Ia disembah sebagai Baสฟal Karnaim ("Tuan Pemilik Dua Tanduk"), khususnya di sebuah tempat suci terbuka di Jebel Bu Kornein ("Bukit Dua Tanduk") di seberang teluk dari Kartago. Pasangannya adalah dewi Tanit.[53]

Julukan Hammon masih kurang jelas. Paling sering, julukan ini dihubungkan dengan kata dalam bahasa Semit Barat Laut แธฅammฤn ("anglo") dan dikaitkan dengan perannya sebagai dewa matahari.[54] Renan dan Gibson mengaitkannya dengan Hammon (sekarang Umm el-โ€˜Amed, yang terletak di antara Tirus di Lebanon dan Acre di Israel)[55] sementara Cross dan Lipiล„ski mengaitkannya dengan Haman atau Khamลn, yaitu Gunung Amanus klasik dan Pegunungan Nur modern, yang memisahkan Suriah utara dari Kilikia tenggara.[56][57]

Yudaisme

sunting
Pembantaian Nabi-nabi Baal, cukilan kayu tahun 1860 karya Julius Schnorr von Karolsfeld

Baสฟal (ื‘ึทึผืขึทืœ) muncul sekitar 90 kali dalam Alkitab Ibrani untuk merujuk pada berbagai dewa.[18] Para imam Baสฟal Kanaan disebutkan berkali-kali, paling menonjol dalam Kitab 1 Raja-raja. Banyak pakar meyakini bahwa hal ini menggambarkan upaya Izebel untuk memperkenalkan pemujaan terhadap Baสฟal dari Tirus, yaitu Melqart,[58] ke ibu kota Israel yakni Samaria pada abad ke-9 SM.[59] Menentang hal ini, Day berpendapat bahwa Baสฟal yang disembah Izebel kemungkinan besar adalah Baสฟal Shamem, Sang Tuan Penguasa Langit, sebuah gelar yang paling sering disematkan kepada Hadad, yang juga sering kali hanya digelari Baสปal.[60]

1 Raja-raja 18 mencatat kisah tentang sebuah kontes antara nabi Elia dan para imam Izebel. Kedua belah pihak mempersembahkan kurban kepada dewa mereka masing-masing: Baสปal gagal menyalakan api kurban para pengikutnya, sementara api surgawi dari Yahweh membakar habis mezbah Elia menjadi abu, bahkan setelah mezbah tersebut disiram air. Para pengamat kemudian mengikuti perintah Elia untuk membunuh para imam Baสฟal,[61] setelah itu hujan mulai turun, menunjukkan kekuasaan Yahweh atas cuaca.

Referensi lain mengenai imam-imam Baสฟal mendeskripsikan mereka membakar dupa dalam doa[62] dan mempersembahkan kurban sambil mengenakan jubah khusus.[63]

Yahweh

sunting

Gelar baสฟal dalam beberapa konteks adalah sinonim dari kata Ibrani adon ("Tuan") dan adonai ("Tuanku") yang masih digunakan sebagai nama lain untuk Tuhan bangsa Israel, Yahweh. Menurut beberapa pakar, bangsa Ibrani awal memang menggunakan nama Baสฟal ("Tuan") dan Baสฟali ("Tuanku") untuk merujuk pada Tuhan bangsa Israel, sama seperti Baสฟal di wilayah yang lebih jauh di utara merujuk pada Tuan atas Ugarit atau Lebanon.[59][11] Hal ini terjadi baik secara langsung maupun sebagai unsur ilahi dari beberapa nama teoforik Ibrani. Namun, menurut pakar lainnya, tidak ada kepastian bahwa nama Baal secara mutlak disematkan kepada Yahweh pada masa awal sejarah Israel. Komponen Baal dalam nama diri sebagian besar diterapkan pada para penyembah Baal, atau keturunan dari para penyembah Baal.[64] Nama-nama yang memuat unsur Baสฟal dan diduga merujuk pada Yahweh[65][11] mencakup nama hakim Gideon (juga dikenal sebagai Yerubaสฟal, har.ย "Tuan Berjuang"), putra Raja Saul yaitu Eshbaสฟal ("Tuan Maha Besar"), dan putra Daud yaitu Beelyada ("Tuan Mengetahui"). Nama Bealya ("Tuan adalah Yahweh"; "Yahweh adalah Baสฟal")[12] menggabungkan keduanya.[66][67] Walaupun demikian, John Day menyatakan bahwa sejauh yang menyangkut nama-nama Eshbaสปal, Meribaสปal, dan Beelyada (yaitu, Baสปaliada), belum dapat dipastikan apakah nama-nama itu sekadar menyinggung dewa Baสปal dari Kanaan, atau dimaksudkan untuk menyamakan Yahweh dengan Baสปal, atau tidak memiliki kaitan sama sekali dengan Baสปal.[68]

Upaya Izebel pada abad ke-9 SM untuk memperkenalkan pemujaan Baal dari Fenisia ke dalam kota pemerintahan Israel di Samaria sebagai tandingan bagi pemujaan terhadap Yahweh-lah yang membuat nama itu menjadi laknat bagi bangsa Israel.[59]

Pada mulanya nama Baaldigunakan oleh bangsa Yahudi untuk Tuhan mereka tanpa pembedaan, tetapi seiring dengan berkembangnya pertentangan di antara kedua agama tersebut, nama Baal ditinggalkan oleh bangsa Israel karena dianggap sebagai suatu hal yang memalukan, dan bahkan nama-nama seperti Yerubaaldiubah menjadi Yeruboset: kata Ibrani bosheth berarti "rasa malu".[69]

Eshbaสฟal menjadi Isyboset[butuh rujukan] dan Meribaสฟal menjadi Mefiboset,[70]Templat:Original research inline tetapi kemungkinan lain juga terjadi. Nama Yerubaสฟal milik Gideon disebutkan secara utuh namun dimaknai sebagai ejekan terhadap dewa Kanaan, yang menyiratkan bahwa ia berjuang dengan sia-sia.[71]Templat:Original research inline Penggunaan langsung kata Baสฟali berlanjut setidaknya sampai masa nabi Hosea, yang mencela bangsa Israel karena melakukan hal tersebut.[72]

Brad E. Kelle menyatakan bahwa rujukan mengenai praktik seksual kultis dalam penyembahan Baal di Hosea 2 adalah bukti dari situasi sejarah di mana bangsa Israel meninggalkan pemujaan Yahweh demi Baal, atau mencampuradukkan keduanya. Rujukan Hosea pada tindakan seksual merupakan metafora bagi "kemurtadan" bangsa Israel.[73]

Brian P. Irwin berpendapat bahwa "Baal" dalam tradisi Israel utara merupakan salah satu wujud Yahweh yang ditolak dan dianggap asing oleh para nabi. Dalam tradisi Israel selatan, "Baal" merupakan sesembahan yang dipuja di Yerusalem. Para penyembahnya memandang Baal selaras atau identik dengan Yahweh, dan menghormatinya dengan persembahan kurban manusia dan persembahan sajian yang harum. Pada akhirnya, para penulis Tawarikh menentang kedua versi "Baal" tersebut, sementara para penulis tradisi Deuteronomis menggunakan sebutan "Baal" untuk dewa mana pun yang tidak mereka setujui.[74]

Demikian pula, Mark S. Smith meyakini bahwa Yahweh lebih mungkin terinspirasi dari Baal dibandingkan El, karena keduanya adalah prajurit ilahi badai dan tidak memiliki ciri pasifis seperti El menurut naskah Ugarit dan Alkitab Ibrani.[75]

Baสฟal Berith

sunting

Baสฟal Berith ("Tuan Perjanjian") adalah sesembahan yang dipuja oleh bangsa Israel ketika mereka "berpaling" setelah kematian Gideon menurut Alkitab Ibrani.[76] Sumber yang sama mengisahkan bahwa putra Gideon, Abimelekh, pergi menemui kerabat ibunya di Sikhem dan menerima 70 syekel perak "dari Kuil Baสฟal Berith" untuk membantunya membunuh 70 saudaranya dari istri-istri Gideon yang lain.[77] Bagian sebelumnya menyebutkan Sikhem sebagai tempat terjadinya perjanjian Yosua antara seluruh suku-suku Israel dengan "El Yahweh, Allah kita dari Israel"[78] dan bagian selanjutnya mendeskripsikannya sebagai lokasi "Kuil El Berith".[79] Oleh karena itu, tidak jelas apakah pemujaan sesat terhadap "Baสฟalim" yang dikecam ini[76] adalah pemujaan terhadap berhala baru, ataukah ritual dan ajaran yang menempatkan Yahweh sekadar sebagai dewa lokal dalam panteon yang lebih besar. Alkitab Ibrani mencatat pemujaan terhadap Baสฟal yang mengancam Israel sejak zaman Hakim-hakim hingga masa kerajaan.[80] Namun, selama periode Hakim-hakim, pemujaan semacam itu tampaknya merupakan penyimpangan sesaat dari pemujaan terhadap Yahweh yang lebih mendalam dan konstan:

Di sepanjang semua kisah Hakim-hakim, keyakinan populer terhadap YHWH mengalir sebagai arus yang kuat. Iman ini membangkitkan para hakim, dan mengilhami para penyair, nabi, serta orang Nazir. ... Pemujaan terhadap para Baal dan Asytoret telah disisipkan secara skematis di antara pasal-pasal ini, tetapi tidak ada jejak keyakinan populer yang vital terhadap dewa asing mana pun yang dapat dideteksi dalam kisah-kisah itu sendiri. Nabi-nabi Baal muncul di Israel berabad-abad kemudian; tetapi selama zaman hakim-hakim, ketika Israel diduga sangat dipengaruhi oleh agama Kanaan, tidak ada imam atau nabi Baal, maupun isyarat lain mengenai pengaruh vital dari politeisme dalam kehidupan Israel.[81]

Para penulis tradisi Deuteronomis[82] dan bentuk terkini dari Yeremia[83] tampaknya menyuarakan pergulatan tersebut sebagai monolatri atau monoteisme melawan politeisme. Yahweh sering kali diidentifikasikan dalam Alkitab Ibrani dengan El Elyon, namun, hal ini terjadi setelah peleburan dengan El dalam sebuah proses sinkretisme agama.[84] โ€™El (Ibrani: ืืœ) menjadi istilah umum yang berarti "tuhan", alih-alih nama dewa yang disembah, dan julukan seperti El Shaddai kemudian disematkan hanya kepada Yahweh, sementara sifat Baal sebagai dewa badai dan cuaca berasimilasi dengan identifikasi Yahweh sendiri yang dikaitkan dengan badai.[85] Pada tahap selanjutnya, agama Yahwisme memisahkan diri dari warisan Kanaan-nya, pertama-tama dengan menolak pemujaan Baal pada abad ke-9 SM, lalu melalui abad ke-8 hingga ke-6 SM dengan kecaman para nabi terhadap Baal, pemujaan matahari, pemujaan di "bukit-bukit pengorbanan", praktik yang berkaitan dengan orang mati, dan berbagai hal lainnya.[86]

Beelzebub

sunting
"Beelzebub" dalam edisi tahun 1863 dari Dictionnaire Infernal karya Jacques Collin de Plancy

Baสฟal Zebub (Ibrani: ื‘ืขืœ ื–ื‘ื•ื‘, har.ย "Tuan Lalat")[87][88][g] muncul di pasal pertama Kitab 2 Raja-raja sebagai nama dewa bangsa Filistin di Ekron. Di dalamnya, Ahazia, Raja Israel, konon berkonsultasi dengan para imam Baสฟal Zebub mengenai apakah ia akan selamat dari luka-luka akibat insiden jatuhnya baru-baru ini. Nabi Elia, yang murka atas ketidaksalehan ini, kemudian meramalkan bahwa ia akan mati dengan cepat, dan menurunkan hujan api surgawi kepada para prajurit yang dikirim untuk menghukum Elia karena melakukan hal tersebut.[90] Para pakar Yahudi menafsirkan gelar "Tuan Lalat" sebagai cara bahasa Ibrani untuk menyebut Baสฟal sebagai tumpukan kotoran dan para pengikutnya sebagai hama,[91][92] meskipun pakar lain berpendapat mengenai adanya kaitan dengan kuasa untuk mendatangkan dan menyembuhkan wabah penyakit sehingga cocok dengan pertanyaan Ahazia.[93] Septuaginta menerjemahkan nama tersebut sebagai Baรคlzeboรบb (ฮฒฮฑฮฑฮปฮถฮตฮฒฮฟฯฮฒ) dan "Baสฟal Lalat" (ฮฒฮฑฮฑฮป ฮผฯ…ฮนฮฑฮฝ, Baรคl muian). Symmakus sang Ebionit menerjemahkannya sebagai Beรซlzeboรบl (ฮ’ฮตฮตฮปฮถฮตฮฒฮฟฯฮป), yang mungkin mencerminkan makna aslinya.[94][h] Kata ini telah diusulkan berasal dari Bโ€˜l Zbl, bahasa Ugarit yang bermakna "Pangeran Baal".[95][i][j][k]

Sumber-sumber klasik

sunting

Di luar konteks Yahudi dan Kristen, berbagai bentuk Baสฟal diterjemahkan secara umum dalam sumber-sumber klasik sebagai Belus (Yunani Kuno: ฮ’แฟ†ฮปฮฟฯ‚, Bฤ“ฬ‚los). Salah satu contohnya adalah Yosefus, yang menyatakan bahwa Izebel "membangun kuil bagi dewa orang Tirus, yang mereka sebut Belus";[58] hal ini merujuk pada Baสฟal dari Tirus, yakni Melqart. Herrmann mengidentifikasikan tokoh Demarus/Demarous yang disebutkan oleh Philo Byblius sebagai Baสฟal.[38]

Sementara itu, Baสฟal Hammon disamakan dengan Kronos dalam tradisi Yunani dan Saturnus dalam tradisi Romawi sebagai Saturnus Zabul.[98] Ia kemungkinan tidak pernah disamakan dengan Melqart, meskipun asersi tersebut muncul dalam keilmuan yang lebih tua.

Kekristenan

sunting

Beelzebub atau Beelzebul diidentifikasikan oleh para penulis Perjanjian Baru sebagai Setan, "pangeran" (yakni, raja) para iblis.[l][m]

Epik tahun 1667 karya John Milton berjudul Paradise Lost menggambarkan para malaikat yang jatuh berkumpul di sekeliling Setan, dan menyatakan bahwa, meskipun nama surgawi mereka telah "dihapus dan dilenyapkan", mereka akan memperoleh nama baru saat "mengembara di atas Bumi" sebagai dewa-dewa palsu. Baalim dan Asytoret diberikan sebagai nama kolektif masing-masing untuk iblis pria dan wanita yang berasal dari antara "batas aliran Efrat kuno" hingga "sungai kecil yang memisahkan Mesir dari tanah Suriah".[99]

Islam

sunting

Al-Qur'an menyebutkan bahwa Nabi Ilyas (Elia) memperingatkan kaumnya agar tidak menyembah Baสฟal.[100]

Dan sungguh, Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul. (Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu tidak bertakwa? Patutkah kamu menyembah Ba'l dan kamu tinggalkan (Allah) sebaik-baik Pencipta, (yaitu) Allah, Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu terdahulu?" Maka mereka mendustakannya, karena itu mereka sungguh akan diseret (ke dalam neraka). Kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa). Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas!" Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

โ€”โ€ŠAl-Qur'an 37:123-132

Menurut sejumlah ulama Islam abad pertengahan, konteks ayat di atas mengisahkan tentang Ilyas dan penduduk kota Baalbek yang menyembah Baal.[101]

Menurut At-Tabari, baal adalah istilah yang digunakan oleh orang Arab untuk merujuk pada segala sesuatu yang merupakan tuan atas apa pun.[102]

Ats-Tsa'labi memberikan gambaran yang lebih terperinci mengenai Baal; menurutnya, Baal adalah berhala yang terbuat dari emas, setinggi dua puluh hasta, dan memiliki empat wajah.[100]

Akar kata triliteral (ba, 'ain, lam) baสฟl muncul sebanyak tujuh kali di dalam Al-Qur'an dengan makna umum Semitnya yaitu "pemilik, suami", khususnya bermakna suami.[103] Sebagai contoh, Sarah, istri dari Ibrahim, menyebut suaminya dengan menggunakan istilah tersebut.[104][105]

Masa modern

sunting

Teori konspirasi

sunting

Pada 30 Januari 2026, Departemen Kehakiman (DOJ) Amerika Serikat merilis sebagian berkas Epstein yang menyebutkan kata "Baal".[106] Beberapa klaim daring mengaitkan pemujaan Baal dengan ritual satanik dan okultisme, serta menghubungkannya dengan tuduhan yang melibatkan pemodal Amerika sekaligus pelaku kejahatan seksual anak Jeffrey Epstein; akan tetapi, materi yang dirilis tersebut tidak memberikan dasar pembuktian yang jelas untuk penarikan kesimpulan itu. Kemunculan kata tersebut dikatakan selaras dengan teks kolom dokumen keuangan dan, setidaknya dalam satu contoh yang beredar luas, tampaknya merupakan sebuah bentuk kecacatan pengenalan karakter optis (OCR) atau hasil pemindaian di mana kata "Bank Name" (Nama Bank) salah terbaca menjadi "Baal. name".[107]

Lihat pula

sunting

Catatan

sunting
  1. ^ Ugaritic: ๐Ž๐Ž“๐Ž, romanized:ย baสฟlu;[10] Phoenician: ๐ค๐ค๐ค‹, romanized:ย baสฟl;Biblical Hebrew: ื‘ืขืœ, romanized:ย baสฟal, pelafalan [baส•al].
  2. ^ Huruf kuneiform ini identik dengan โŸจ ๐’‚— โŸฉ yang dibaca sebagai EN dalam naskah-naskah Sumeria. Dalam naskah tersebut, huruf ini bermakna 'pendeta agung' atau 'tuan' dan muncul dalam nama-nama dewa Enki dan Enlil.
  3. ^ Dalam kisah-kisah yang masih ada, kuasa Baสฟal atas kesuburan hanya mencakup tumbuh-tumbuhan. Keilmuan masa lalu mengklaim bahwa Baสฟal juga mengendalikan kesuburan manusia, namun klaim tersebut didasarkan pada salah tafsir atau prasasti yang kini dianggap meragukan.[32] Demikian pula, keilmuan abad ke-19 yang memperlakukan Baal sebagai personifikasi matahari tampaknya telah keliru. Astro-teologi dewa-dewi Timur Dekat merupakan perkembangan pada Zaman Besi yang terjadi jauh setelah asal-usul agama, dan seiring dengan perkembangannya, Bel dan Baสฟal dikaitkan dengan planet Yupiter.[33] Matahari disembah di Kanaan sebagai dewi Shapash atau dewa Shamash.
  4. ^ Herrmann berpendapat agar silsilah yang berbeda ini tidak dipandang secara harfiah, melainkan ia mengusulkan bahwa keduanya menggambarkan peran-peran Baสฟal. Sebagai dewa, ia dipahami sebagai anak El, "bapak para dewa", sementara aspek kesuburannya menghubungkannya dengan dewa biji-bijian Dagan.[30]
  5. ^ Catatan mengenai hal ini tidak utuh dan tidak jelas. Beberapa pakar menganggap sebagian atau seluruh istilah tersebut merujuk pada Litan, dan dalam bagian lain, สฟAnat menyatakan diri sebagai pihak yang menghancurkan monster-monster tersebut atas nama Baสฟal. Herrmann menganggap "ล alyaแนญu" sebagai nama diri[38] daripada menerjemahkannya sebagai "yang berkuasa" atau "tiran".[40]
  6. ^ Nama ini muncul dua kali dalam Legenda Keret yang ditemukan di Ugarit. Sebelum penemuan ini, Nyberg telah merekonstruksinya ke dalam teks Ibrani untuk Ulangan,[42] 1ย & 2ย Samuel,[43][44] Yesaya,[45] dan Hosea.[46] Menyusul verifikasinya, contoh-contoh tambahan telah diklaim dalam kitab Mazmur dan Ayub.[21]
  7. ^ "Etimologi Beelzebul telah berkembang ke beberapa arah. Bacaan varian Beelzebub (Penerjemah Suryani dan Hieronimus) mencerminkan tradisi lama yang menyamakan Beelzebul dengan dewa bangsa Filistin di kota Ekron yang disebutkan dalam 2 Raja-raja 1:2, 3, 6, 16. Baalzebub (Ibrani baห“al zฤ•bรปb) tampaknya berarti โ€œtuan lalatโ€ (HALAT, 250, tetapi bd. LXXB baal muian theon akkarลn, โ€œBaal-Lalat, dewa Akkaronโ€; Ant 9:2, 1 theon muian)."[89]
  8. ^ Arndt dkk. membalikkan hal ini, dengan mengatakan bahwa Symmakus mentranskripsikan Baรคlzeboรบb menjadi bentuk Beรซlzeboรบl yang lebih umum.[87]
  9. ^ "Sangat mungkin bahwa bโ€˜l zbl, yang bisa berarti โ€œtuan (surgawi) kediamanโ€ dalam bahasa Ugarit, diubah menjadi bโ€˜l zbb untuk menjadikan nama dewa tersebut sebagai julukan yang menghina. Bacaan Beelzebul di Mat. 10:25 karenanya akan mencerminkan bentuk nama yang benar, sebuah permainan kata pada โ€œtuan rumahโ€ (Yun. oikodespรณtฤ“s)."[96]
  10. ^ "Sebuah alternatif yang diusulkan oleh banyak orang adalah mengaitkan zฤ•bรปl dengan kata benda yang berarti 'kediaman (yang diagungkan).'"[89]
  11. ^ "Dalam perbincangan Semit kontemporer, hal itu mungkin dipahami sebagai 'tuan rumah'; jika demikian, frasa ini bisa digunakan dengan makna ganda dalam Mat. 10:25b."[97]
  12. ^ "Dalam bahasa Yunani Perjanjian Baru, beelzeboul, beezeboul (Beelzebub dalam TR dan AV) adalah pangeran para iblis (Mat. 12:24, 27; Mar. 3:22; Luk. 11:15, 18f.), yang diidentifikasikan dengan Setan (Mat. 12:26; Mar. 3:23, 26; Luk. 11:18)."[97]
  13. ^ "Selain itu, Mat 12:24; Mar 3:22; Luk 11:15 menggunakan aposisi แผ„ฯฯ‡ฯ‰ฮฝ ฯ„แฟถฮฝ ฮดฮฑฮนฮผฮฟฮฝฮฏฯ‰ฮฝ โ€˜kepala para โ†’Iblisโ€™."[93]

Referensi

sunting

Kutipan

sunting
  1. ^ S. A. Wiggins, Pidray, Tallay and Arsay in the Baal Cycle, Journal of Northwest Semitic Languages 2(29), 2003, p. 86-93
  2. ^ "Baal (ancient deity)". Encyclopedia Britannica (Edisi online). 29 March 2024.
  3. ^ Kramer 1984, hlm.ย 266.
  4. ^ M. Smith, โ€˜Athtart in Late Bronze Age Syrian Texts [dalam:] D. T. Sugimoto (ed), Transformation of a Goddess. Ishtar โ€“ Astarte โ€“ Aphrodite, 2014, p. 48-49; 60-61
  5. ^ T. J. Lewis, สฟAthtartuโ€™s Incantations and the Use of Divine Names as Weapons, Journal of Near Eastern Studies 71, 2011, p. 208
  6. ^ a b "Baal". Oxford English Dictionary (Edisi Online). Oxford University Press. Diakses tanggal 2019-12-26.ย (Subscription or participating institution membership required.)
  7. ^ "Baal". Lexico UK English Dictionary. Oxford University Press. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-12-26.
  8. ^ "Baal". Merriam-Webster Dictionary. Diakses tanggal 2019-12-26.
  9. ^ Webb, Steven K. (2012). "Baal". Webb's Easy Bible Names Pronunciation Guide.
  10. ^ De Moor & al. (1987), hlm.ย 1.
  11. ^ a b c Smith (1878), hlm.ย 175โ€“176.
  12. ^ a b AYBD (1992), "Baal (Deity)".
  13. ^ Rahmouni, Aรฏcha (2008). Divine Epithets in the Ugaritic Alphabetic Texts (dalam bahasa Inggris). BRILL. hlm.ย 84. ISBNย 978-90-04-15769-9.
  14. ^ Dahood, "Psalms II" 1966 p = 136 ยง = 68 https://archive.org/details/psaml20000unse/page/n5/mode/2up
  15. ^ JANES 5 1973 Weinfeld "Rider of the Clouds"
  16. ^ Weninger, Stefan (2011-12-23). The Semitic Languages. Berlin [u.a..]: Walter de Gruyter. ISBNย 978-3-11-025158-6.
  17. ^ Roma 11:4
  18. ^ a b c d e f g h i Herrmann (1999a), hlm.ย 132.
  19. ^ Huss (1985), hlm.ย 561.
  20. ^ Oxford English Dictionary (1885), "Baalist, n."
  21. ^ a b c d Pope (2007).
  22. ^ a b c d e f DULAT (2015), "bส•l (II)".
  23. ^ Kane (1990), hlm.ย 861.
  24. ^ a b Strong (1890), H1172.
  25. ^ Wehr & al. (1976), hlm.ย 67.
  26. ^ Belin, dalam Gilles Mรฉnage, Dictionnaire รฉtymologique de la langue franรงoise, 1750. Mรฉnage mengonstruksi derivasi dari Bel "Kasdim" maupun Belin Keltik dari dugaan kata yang berarti 'bola, bola dunia', yang kemudian menjadi 'kepala', dan 'pemimpin, tuan'
  27. ^ Halpern (2009), hlm.ย 64.
  28. ^ a b Day (2000), hlm.ย 68.
  29. ^ Ayali-Darshan (2013), hlm.ย 652.
  30. ^ a b c d e Herrmann (1999a), hlm.ย 133.
  31. ^ a b c d Herrmann (1999a), hlm.ย 134.
  32. ^ Herrmann (1999a), hlm.ย 134โ€“135.
  33. ^ Smith & al. (1899).
  34. ^ Batuman, Elif (18 December 2014), "The Myth of the Megalith", The New Yorker
  35. ^ Lewis, Theodore J. (2020). The Origin and Character of God: Ancient Israelite Religion through the Lens of Divinity. Oxford University Press. hlm.ย 73โ€“118. ISBNย 978-0190072544.
  36. ^ Allen, Spencer L (2015). The Splintered Divine: A Study of Istar, Baal, and Yahweh Divine Names and Divine Multiplicity in the Ancient Near East. Walter de Gruyter GmbH & Co KG. hlm.ย 216. ISBNย 9781614512363.
  37. ^ Miller (2000), hlm.ย 32.
  38. ^ a b c d e f Herrmann (1999a), hlm.ย 135.
  39. ^ Uehlinger (1999), hlm.ย 512.
  40. ^ DULAT (2015), "ลกlyแนญ".
  41. ^ Collins (1984), hlm.ย 77.
  42. ^ Deut.ย 33:12:HE.
  43. ^ 1 Sam.ย Sam.&chapter=2:10#HE 2:10:HE.
  44. ^ 2 Sam.ย Sam.&chapter=23:1#HE 23:1:HE.
  45. ^ Isa.ย 59:18:HE & [https://alkitab.sabda.org/?Isa%3A63%3A7&version=tb Isa
    63:7].
  46. ^ Hos.ย 7:16:HE.
  47. ^ a b Herrmann (1999a), hlm.ย 132โ€“133.
  48. ^ "Baal | ancient deity". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-08-04.
  49. ^ Moscati (2001), hlm.ย 132.
  50. ^ Lancel (1995), hlm.ย 197.
  51. ^ Lipiล„ski (1992).
  52. ^ Xella et al. (2013).
  53. ^ Lancel (1995), hlm.ย 195.
  54. ^ Walbank (1979), hlm.ย 47.
  55. ^ Gibson (1982), hlm.ย 39 & 118.
  56. ^ Cross (1973), hlm.ย 26โ€“28.
  57. ^ Lipiล„ski (1994), hlm.ย 207.
  58. ^ a b Josephus, Antiquities, 8.13.1.
  59. ^ a b c BEWR (2006), "Baal".
  60. ^ Day (2000), hlm.ย 75.
  61. ^ 1 Kingsย Kings&chapter=18#HE 18:HE
  62. ^ 2 Kingsย Kings&chapter=23:5#HE 23:5:HE.
  63. ^ 2 Kingsย Kings&chapter=10:22#HE 10:22:HE
  64. ^ Herrmann (1999a), hlm.ย 136.
  65. ^ Ayles (1904), hlm.ย 103.
  66. ^ 1 Chron.ย Chron.&chapter=12:5#HE 12:5:HE.
  67. ^ Easton (1893), "Bealiโ€ฒah".
  68. ^ Day (2000), hlm.ย 72.
  69. ^ ZPBD (1963).
  70. ^ 1 Chron.ย Chron.&chapter=9:40#HE 9:40:HE.
  71. ^ Judgesย 6:32:HE.
  72. ^ Hoseaย 2:16:HE
  73. ^ Kelle (2005), hlm.ย 137.
  74. ^ Irwin, Brian P. (1999). Baal and Yahweh in the Old Testament: A Fresh Examination of the Biblical and Extra-Biblical Data. University of St. Michael's College (Thesis).
  75. ^ van Oorschot, Jรผrgen; Witte, Markus (2019). The Origins of Yahwism. De Gruyter. hlm.ย 23โ€“43. ISBNย 978-3110656701.
  76. ^ a b Jgs.ย 8:33โ€“34:HE.
  77. ^ Jgs.ย 9:1โ€“5:HE.
  78. ^ Josh.ย 24:1โ€“25:HE.
  79. ^ Jgs.ย 9:46:HE.
  80. ^ Smith (2002), Ch.ย 2.
  81. ^ Yehezkel Kaufmann, The Religion of Israel: From Its Beginnings to the Babylonian Exile (1972), p.138-139:
  82. ^ Deut.ย 4:1โ€“40:HE
  83. ^ Jer.ย 11:12โ€“13:HE
  84. ^ Smith 2002, hlm.ย 8.
  85. ^ Smith 2002, hlm.ย 8, 135.
  86. ^ Smith 2002, hlm.ย 9.
  87. ^ a b Arndt & al. (2000), hlm.ย 173.
  88. ^ Balz & al. (2004), hlm.ย 211.
  89. ^ a b AYBD (1992), "Beelzebul".
  90. ^ 2 Kingsย Kings&chapter=1:1โ€“18#HE 1:1โ€“18:HE.
  91. ^ Kohler (1902).
  92. ^ Lurker (1987), hlm.ย 31.
  93. ^ a b Herrmann (1999b).
  94. ^ Souvay (1907).
  95. ^ Wex (2005).
  96. ^ McIntosh (1989).
  97. ^ a b Bruce (1996).
  98. ^ Jongeling, K. (1994). North-African Names from Latin Sources (dalam bahasa Inggris). Research School CNWS. ISBNย 978-90-73782-25-9.
  99. ^ Milton, Paradise Lost, Bukuย 1, barisย 419โ€“423.
  100. ^ a b Tottoli, Roberto. "Baal". Dalam Fleet, Kate; Krรคmer, Gudrun; Matringe, Denis; Nawas, John; Rowson, Everett (ed.). Encyclopaedia of Islam, THREE. Brill Online. doi:10.1163/1573-3912_ei3_COM_23985. ISSNย 1873-9830.
  101. ^ Lina Amira. "Kisah Nabi Ilyas dalam Al-Qur'an Suci" (dalam bahasa Arab). Ahmad Ghalwash, Dakwah Para Rasul, hlm. 391-39, 394.; Ibn al-Sam'ani, Tafsir Al-Sam'ani, hlm. 448.; Ahmad Hatiba, Tafsir Ahmad Hatiba, hlm. 8.; Abu Hafs Umar an-Nasafi, Tafsir An-Nasafi, hlm. 519.
  102. ^ "Tafsir Jami' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an/at-Tabari (w. 310 H)" (dalam bahasa Arab).
  103. ^ "The Quranic Arabic Corpus - Quran Dictionary". corpus.quran.com. Diakses tanggal 2023-09-30.
  104. ^ Surah Hud 11:72
  105. ^ "The Quranic Arabic Corpus - Word by Word Grammar, Syntax and Morphology of the Holy Quran". corpus.quran.com. Diakses tanggal 2023-09-30.
  106. ^ "EFTA01589335" (PDF). Departemen Kehakiman Amerika Serikat. 30 Januari 2026.
  107. ^ Schenk, Maarten (2026-02-01). "Fact Check: NO 'Baal' Bank Account In Jeffrey Epstein Bank Transfer Document To JP Morgan โ€“ Likely Scanning Error". Yahoo News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-02.

Sumber

sunting

Bacaan lanjutan

sunting

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Ali Baal Masdar

Andi Ali Baal Masdar atau lebih dikenal dengan nama Ali Baal Masdar (lahir 29 Mei 1960) seorang politikus yang berasal dari Gerindra, dan merupakan Gubernur

Baal Hammon

Baal Hammon, yang juga disebut sebagai Baสฟal Hammon atau Hamon (Punic: lbสปl แธฅmn), adalah dewa utama Carthage. Ia merupakan seorang dewa cuaca yang bertugas

Baal-Zefon

Baal-Zefon (Baal-zephon atau Baalzephon, lebih tepatnya Baสฟal Zaphon atau แนขaphon; bahasa Ibrani: ื‘ืขืœ ืฆืคื•ืŸcode: he is deprecated โ€Ž; bahasa Akkadia: dim

Ayin Baal

Ayin Baal, juga dieja Ain Baal (bahasa Arab: ุนูŠู† ุจุนุงู„code: ar is deprecated , translit.ย ayiyn baal) adalah sebuah desa yang terletak di dekat Tirus, Kegubernuran

Peristiwa Baal-Peor

Peristiwa Baal-Peor (bahasa Inggris: Heresy of Peorcode: en is deprecated ) adalah kejadian tragis penyembahan berhala bangsa Israel yang berakibat matinya

Bamot-Baal

Bamot-Baal (Bukit Baal; Bamoth-Baal) adalah suatu puncak bukit di tanah Moab yang disebutkan dalam Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen

Baal Veer

Baal Veer atau Baalveer, adalah serial televisi fantasi India yang tayang perdana pada 8 Oktober 2012 di SAB TV. Dibintangi oleh Dev Joshi dalam peran

Aras Tammauni

kedua sejak 26 Februari 2021 setelah dilantik Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Barat, Mamuju. SD Negeri Topoyo