| Bagian dari Alkitab Kristen | |||||
| Perjanjian Lama | |||||
|---|---|---|---|---|---|
|
|
|||||
Kitab 2 Samuel (disingkat 2 Samuel; akronim 2Sam.) merupakan salah satu kitab yang termasuk dalam kitab-kitab sejarah pada Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Dalam Tanakh atau Alkitab Ibrani, kitab ini menjadi bagian dari kitab kolektif yang bernama "Kitab Samuel", yang merupakan bagian dari narasi sejarah Israel kuno yang termasuk dalam kelompok Nevi'im, atau yang lebih tepatnya kelompok nabi-nabi awal. Terjemahan-terjemahan Alkitab bahasa Melayu yang lebih lampau (seperti Terjemahan Lama) mengeja judul kitab ini sebagai Kitab Semuel yang Kedua atau variasinya.
Istilah
suntingNama kitab ini merujuk pada tokoh Samuel, yaitu nabi dan hakim Israel terakhir yang mengurapi Saul dan Daud sebagai Raja Israel. Nama "Samuel" sendiri berakar dari kata ืฉึฐืืืึผืึตื (Syemu'el). Beberapa ahli mengungkapkan bahwa kata ini berarti "nama Allah", karena berasal dari gabungan kata ืฉึตืื (syem, har. "nama") dan ืึตื (el, har. "Allah"). Namun beberapa pakar lainnya berpendapat bahwa kata ini berarti "meminta dari Allah", karena berasal dari gabungan kata ืฉึธืืึทื (sya'al, har. "bertanya, meminta") dan ืึตื (el, har. "Allah"), yang selaras dengan ayat dari 1 Samuel 1:20.[1]
ืึทืึฐืึดื ืึดืชึฐืงึปืคืึนืช ืึทืึธึผืึดืื, ืึทืชึทึผืึทืจ ืึทื ึธึผื ืึทืชึตึผืึถื ืึตึผื; ืึทืชึดึผืงึฐืจึธื ืึถืช-ืฉึฐืืืึน ืฉึฐืืืึผืึตื, ืึดึผื ืึตืึฐืืึธื ืฉึฐืืึดืึฐืชึดึผืื. (Teks Ibrani)
Vayehi litkufot ha-yamim, vattahar Hannah vatteled ben; vatikra et-shemo Shmuel, ki mei-YHWH she'ilโtiv.Maka setahun kemudian mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamai anak itu Samuel, sebab katanya: "Aku telah memintanya dari pada TUHAN." (TB)
Namun karena beberapa alasan tertentu, banyak pula para ahli yang menentang kedua pendapat tersebut.
Isi
suntingKitab 2 Samuel adalah sambungan dari Kitab 1 Samuel. Kitab ini memuat sejarah pemerintahan Raja Daud, mula-mula atas Yudea (daerah selatan; 2 Samuel 1โ4), kemudian atas seluruh negeri termasuk daerah Israel atau utara (2 Samuel 5โ24).
Dalam kitab ini diceritakan dengan jelas dan menarik bagaimana Daud berusaha memperluas dan mengukuhkan kedudukannya. Ia harus berperang melawan musuh-musuhnya, baik di dalam maupun di luar negeri. Daud digambarkan sebagai orang yang sangat beriman, taat dan setia kepada Allah, juga sebagai orang yang mampu memperoleh kesetiaan rakyatnya. Namun, ia digambarkan juga sebagai orang yang dapat bertindak kejam, dan yang tidak segan melakukan dosa-dosa besar semata-mata untuk memenuhi keinginannya dan cita-citanya. Namun, ketika ia dihadapkan kepada dosa-dosanya oleh Natan, nabi Allah, Daud mengakui dosa-dosanya itu dan dengan rela menerima hukuman dari Allah.
Naskah sumber
sunting
- Naskah Masorah (bahasa Ibrani, abad ke-10 M)
- Septuaginta (bahasa Yunani; abad ke-3 SM)
- Naskah Laut Mati (bahasa Ibrani, abad ke-2 SM), terutama:[2]
- 1Q7 Samuel (1QSam)
- 4Q51 Samuela (4QSama)
- 4Q52 Samuelb (4QSamb)
- 4Q53 Samuelc (4QSamc)
Kepengarangan
suntingMartin Noth, pada tahun 1943, mengemukakan "Sejarah Deuteronomistis", yaitu serangkaian kitab yang disusun oleh seorang pengarang sebagai bagian dari catatan sejarah Israel, yang terdiri dari Kitab Yosua, Kitab Hakim-hakim, kedua Kitab Samuel, dan kedua Kitab Raja-raja, yang merupakan susunan sejarah teologis bangsa Israel dan dimaksudkan untuk menjelaskan hukum Allah untuk Israel di bawah bimbingan para nabi.[3] Meskipun ide Noth bahwa seluruh catatan sejarah ditulis oleh satu orang telah banyak ditinggalkan, garis besar teorinya diterima oleh banyak sarjana.[4]
Pemikiran modern dewasa ini berpendapat bahwa seluruh Sejarah Deuteronomistis, termasuk kitab ini, ditulis dengan menggabungkan sejumlah teks-teks terpisah yang berasal dari berbagai zaman.[5][6] Pandangan paling populer sekarang adalah bahwa Sejarah Deuteronomis awalnya ditulis pada zaman raja Hizkia (abad ke-8 SM); sebagian besar edisi awal berasal dari zaman cucunya, Yosia pada akhir abad ke-7 SM, dan bagian-bagian selanjutnya ditambahkan selama periode Pembuangan ke Babilonia (abad ke-6) dan karya ini kemudian diselesaikan pada sekitar tahun 550 SM.[7] Diduga pula bahwa masih ada penyuntingan setelah itu.[8]
Sumber
suntingSumber-sumber yang digunakan oleh para penulis dalam menyusun Kitab 2 Samuel diduga meliputi:[9]
- Naratif Tabut Perjanjian (2 Samuel 6:1โ20): pemindahan tabut ke Yerusalem oleh Daud โ ada perbedaan pendapat apakah bagian ini sesungguhnya terpisah dengan narasi tabut yang dirampas oleh orang Filistin dalam Kitab 1 Samuel.[10]
- Sumber Yerusalem: sumber singkat yang meliput direbutnya Yerusalem oleh Daud dari orang-orang Yebus.
- Sumber Republik: sumber dengan bias anti-monarki. Untuk kitab ini, mencakup bagian saat Daud sangat berduka atas kematian Yonatan.
- Redaksi: tambahan oleh penyunting atau redaktor untuk menyelaraskan berbagai sumber; banyak perikop yang tidak jelas berasal dari suntingan ini.
- Beragam: beberaa sumber pendek, tanpa kaitan satu sama lain, dan terpisah dari teks lainnya. Kebanyakan adalah puisi atau daftar.
Perikop
suntingJudul perikop dalam Kitab 2 Samuel menurut Alkitab Terjemahan Baru oleh LAI adalah sebagai berikut.
- Penyatuan Israel
- Daud menerima kabar kematian Saul (1:1โ16)
- Ratapan Daud karena Saul dan Yonatan (1:17โ27)
- Daud menjadi raja atas Yehuda (2:1โ7)
- Peperangan antara Daud dan Isyboset (2:8 โ 3:1)
- Anak-anak lelaki Daud (3:2โ5)
- Abner memihak Daud (3:6โ21)
- Abner dibunuh oleh Yoab (3:22โ39)
- Isyboset dibunuh (4:1โ12)
- Pemerintahan Daud
- Daud menjadi raja atas seluruh Israel (5:1โ5)
- Daud merebut Yerusalem dan menetap di sana (5:6โ10)
- Istana dan rumah tangga Daud (5:11โ16)
- Daud memukul kalah orang Filistin (5:17โ25)
- Tabut dipindahkan ke Yerusalem (6:1โ23)
- Janji TUHAN mengenai keluarga dan kerajaan Daud (7:1โ17)
- Doa syukur Daud (7:18โ29)
- Kemenangan-kemenangan Daud (8:1โ14)
- Pegawai-pegawai Daud (8:15โ18)
- Daud dan Mefiboset (9:1โ13)
- Daud berperang melawan bani Amon dan orang Aram (10:1โ19)
- Daud berbuat dosa
- Daud dan Batsyeba (11:1โ27)
- Natan memperingatkan Daud sehingga Daud menyesal (12:1โ25)
- Perang melawan bani Amon berakhir (12:26โ31)
- Pemberontakan Absalom
- Amnon dan Tamar (13:1โ22)
- Amnon dibunuh, Absalom melarikan diri (13:23โ39)
- Absalom kembali (14:1โ33)
- Absalom mengadakan persepakatan gelap (15:1โ12)
- Daud melarikan diri dari Yerusalem (15:13โ37)
- Daud bertemu dengan Ziba (16:1โ4)
- Simei mengutuki Daud (16:5โ14)
- Husai dan Ahitofel menghadap Absalom (16:15โ23)
- Nasihat Ahitofel digagalkan oleh nasihat Husai (17:1โ14)
- Daud ke Mahanaim (17:15โ29)
- Absalom terpukul kalah dan mati (18:1โ18)
- Kabar kematian Absalom disampaikan kepada Daud (18:19โ32)
- Kesedihan Daud (18:33 โ 19:8)
- Pemikiran untuk membawa Daud kembali (19:9โ14)
- Raja berangkat pulang โ Simei menyongsong raja (19:15โ23)
- Mefiboset menyongsong raja (19:24โ30)
- Barzilai ikut mengantarkan raja (19:31โ39)
- Orang-orang Israel dan orang-orang Yehuda mempertengkarkan raja (19:40โ43)
- Pemberontakan Seba (20:1โ22)
- Pegawai-pegawai Daud (20:23โ26)
- Kisah-kisah tambahan
- Orang-orang Gibeon dan keluarga Saul (21:1โ14)
- Peperangan melawan orang Filistin (21:15โ22)
- Nyanyian syukur Daud (22:1โ51)
- Perkataan Daud yang terakhir (23:1โ7)
- Pahlawan-pahlawan Daud (23:8โ39)
- Pendaftaran dan hukuman (24:1โ17)
- Mezbah didirikan dekat Yerusalem โ Tulah berhenti (24:18โ25)
Kesejarahan
suntingHidup dan prestasi Daud sangat dikagumi oleh rakyat Israel. Di zaman-zaman kemudian, jika ada musibah nasional, dan rakyat merindukan seorang raja, maka yang diinginkan ialah seorang "putra Daud". Artinya, seorang keturunan Daud yang akan bertindak seperti dia.
Tema tokoh
suntingKitab Samuel merupakan evalusi teologis terhadap jabatan raja secara umum dan keturunan raja, terutama Daud, secara khusus.[11] Tema utama kitab ini diperkenalkan dalam puisi pembukaan ("Nyanyian Hana"): 1) kekuasaan mutlak Yahweh, Allah Israel; 2) pergantian keberuntungan manusia; dan 3) jabatan raja.[12] Tema dalam Kitab 2 Samuel merupakan kelanjutan tema Daud, yang menekankan bahwa Daud naik tahta secara sah, selalu menghormati "orang yang diurapi Tuhan" (yaitu Saul) dan tidak pernah melaksanakan perebutan tahta dengan kekerasan sekalipun mempunyai beberapa kesempatan.[13]
Penyusunan kitab
suntingDalam edisi-edisi Alkitab kuno sebelum tahun abad ke-16, terutama Alkitab versi Vulgata lama yang meniru Septuaginta, nama-nama untuk kedua Kitab Samuel dan kedua Kitab Raja-raja menggunakan nama yang berbeda. Kitab yang sekarang dikenal sebagai Kitab 1 Samuel dan Kitab 2 Samuel dahulu disebut sebagai Kitab 1 Raja-raja dan Kitab 2 Raja-raja,[14] sedangkan yang sekarang dikenal sebagai Kitab 1 Raja-raja and Kitab 2 Raja-raja dahulu disebut sebagai Kitab 3 Raja-raja dan 4 Raja-raja.[15] Baru pada abad ke-16 (setelah peristiwa Reformasi Protestan), Alkitab Luther dan versi-versi Alkitab Protestan yang menirunya menggunakan pembagian modern yang kemudian dikenal luas dan bahkan akhirnya diterima juga oleh versi Kitab Suci Katolik (yang ditandai dengan perubahan nama kitab pada Nova Vulgata) hingga sekarang. Sejumlah Alkitab masih memelihara pembagian lama, misalnya, Alkitab Douay Rheims.[16]
Lebih lanjut, Kitab 1 dan 2 Samuel pada mulanya (dan hingga saat ini, pada sejumlah versi Alkitab Ibrani) merupakan kitab tunggal yang bernama "Kitab Samuel", tetapi terjemahan bahasa Yunani pertama, yang diproduksi sekitar abad ke-2 SM membaginya menjadi dua. Pembagian ini diteruskan oleh Vulgata, dan kemudian oleh versi-versi Alkitab yang digunakan oleh gereja-gereja Kristen hingga sekarang, dan kemudian dipakai oleh beberapa edisi bahasa Ibrani sekitar awal abad ke-16.[17] Naskah Ibrani modern, yang disebut Naskah Masorah, memiliki perbedaan dengan versi bahasa Yunani, dan pemecahannya masih dipelajari sampai sekarang.[18]
Lihat juga
suntingReferensi
sunting- ^ Gesenius, Friedrich Wilhelm (1846). Gesenius' Hebrew-Chaldee Lexicon. Baker Book House; 7th edition, 1979. hlm.ย 833. ISBNย 0801037360.
- ^ Transkrip Naskah Laut Mati
- ^ Gordon 1986, hlm.ย 18.
- ^ Tsumura 2007, hlm.ย 15โ19.
- ^ Knight 1995, hlm.ย 62.
- ^ Jones 2001, hlm.ย 197.
- ^ Walton 2009, hlm.ย 41โ42.
- ^ Auld 2003, hlm.ย 219.
- ^ Jones, pp. 197โ99
- ^ Eynikel 2000, hlm.ย 88.
- ^ Klein 2003, hlm.ย 312.
- ^ Tsumura 2007, hlm.ย 68.
- ^ Jones 2001, hlm.ย 198.
- ^ Catholic Encyclopedia (1913)/First and Second Books of Kings
- ^ Catholic Encyclopedia (1913)/Third and Fourth Books of Kings
- ^ Douay Rheims bible
- ^ Gordon 1986, hlm.ย 19โ20.
- ^ Bergen 1996, hlm.ย 25โ27.
Pustaka
sunting- Antara lain berdasarkan Pengantar Alkitab Lembaga Alkitab Indonesia, 2002