Obat disosiatif
Kelas obat-obatan
Struktur kimia dari ketamin, salah satu disosiatif yang paling terkenal.
Pengenal kelas
PenggunaanRekreasional, spiritual, medis
Mekanisme aksiAntagonisme reseptor NMDA (sebagian besar disosiatif)
Target biologisReseptor NMDA (sebagian besar disosiatif)
Kelas kimiaAdamantane, arylcyclohexylamine, diarylethylamine, morphinan, inhalan sederhana, dan lainnya
Dalam Wikidata

Disosiatif, secara kolokial disebut disso, adalah subgolongan halusinogen yang mendistorsi persepsi penglihatan dan pendengaran serta menghasilkan perasaan lepas โ€” disosiasi โ€” dari lingkungan dan/atau diri sendiri. Meskipun banyak jenis obat yang mampu memberikan efek tersebut, disosiatif bersifat unik karena mereka menghasilkan efek halusinogenik dengan cara yang dapat mencakup disosiasi, penurunan pengalaman sensorik secara umum, halusinasi, keadaan seperti mimpi, atau anestesi.[1]

Meskipun sebagian besar mekanisme aksi utama disosiatif terkait dengan antagonisme reseptor NMDA, beberapa dari zat ini (yang bekerja secara non-selektif dan memengaruhi sistem dopamin[2] dan/atau opioid[3]) mungkin mampu menginduksi euforia yang lebih langsung dan berulang, atau gejala yang lebih mirip dengan efek "narkoba keras" atau obat-obatan terlarang pada umumnya. Hal inilah yang kemungkinan menyebabkan disosiatif dianggap adiktif dengan potensi penyalahgunaan yang cukup hingga sedang, tidak seperti psikedelik. Meskipun beberapa disosiatif seperti fensiklidin (PCP) memiliki sifat stimulan, sebagian besar disosiatif tampak memiliki efek depresan umum dan dapat menghasilkan sedasi, depresi pernapasan, mual, disorientasi, analgesia, anestesi, ataksia, gangguan kognitif dan memori, serta amnesia.

Contoh-contoh disosiatif meliputi arylcyclohexylamine seperti ketamin dan fensiklidin (PCP); morphinan seperti dekstrometorfan (DXM); inhalan seperti dinitrogen oksida (N2O); diarylethylamine seperti diphenidine; dan adamantane seperti memantin, di antara yang lainnya.

Efek

sunting

Efek dari disosiatif dapat meliputi disosiasi sensorik, halusinasi, mania, katalepsi, analgesia (pereda nyeri), dan amnesia.[4][5][6] Menurut Pender (1972), "kondisi ini disebut sebagai anestesi disosiatif karena pasien benar-benar tampak terlepas dari lingkungannya."[7] Baik Pender (1970) maupun Johnstone et al. (1959) melaporkan bahwa pasien yang berada di bawah pengaruh anestesi baik dari ketamin maupun fensiklidin cenderung melakukan gerakan tanpa tujuan dan mengalami halusinasi (atau "mimpi"[8]) selama dan setelah anestesi. Beberapa pasien merasa halusinasi tersebut bersifat euforia, sementara yang lain merasa terganggu.

Pada dosis sub-anestesi (di bawah dosis bius), disosiatif mengubah banyak proses kognitif dan persepsi yang sama dengan yang dipengaruhi oleh obat halusinogen lainnya seperti meskalin, LSD, dan psilosibin; oleh karena itu, mereka sering dikontraskan dan juga dianggap sebagai halusinogenik.[9][10][11] Perbedaan subjektif yang paling signifikan antara disosiatif dan halusinogen klasik (seperti LSD dan meskalin) adalah efek pelepasan (detachment), yang meliputi: depersonalisasi, perasaan tidak nyata, terputus dari diri sendiri, atau tidak mampu mengendalikan tindakan sendiri; dan derealisasi, perasaan bahwa dunia luar tidak nyata atau bahwa seseorang sedang bermimpi.[12]

Kegunaan

sunting

Kegunaan medis

sunting

Banyak disosiatif seperti ketamin digunakan sebagai anestesi untuk pembedahan atau pereda nyeri dalam konteks medis seperti di rumah sakit. Namun, karena adanya kemungkinan reaksi psikotomimetik (menyerupai psikosis), obat-obatan ini terkadang digunakan dengan enggan.[13][14] Disosiatif morphinan tertentu seperti dekstrometorfan juga digunakan dalam dosis sub-psikoaktif untuk meredakan batuk.[15]

Ketamin juga saat ini sedang dipelajari dan menunjukkan hasil yang menjanjikan sebagai kandidat antidepresan yang bekerja cepat.[16][17] Zat ini juga dapat berfungsi sebagai pengobatan paliatif untuk C-PTSD dan nyeri kronis.[18][19][20]

Penggunaan rekreasional

sunting

Beberapa obat disosiatif digunakan secara rekreasional. Ketamin dan nitrous oxide (gas tawa) termasuk dalam kategori club drugs. Phencyclidine (PCP atau debu malaikat) tersedia sebagai narkoba jalanan. Sirup obat batuk berbasis Dextromethorphan (sering dilabeli DXM) dikonsumsi oleh beberapa pengguna pada tingkat yang lebih tinggi dari anjuran medis untuk mendapatkan efek disosiatifnya. Secara historis, kloroform dan dietil eter juga pernah digunakan secara rekreasional.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Snyder, Solomon H. (1980). "Phencyclidine". Nature. 285 (5764): 355โ€“6. Bibcode:1980Natur.285..355S. doi:10.1038/285355a0. PMIDย 7189825. S2CIDย 208653777.
  2. ^ Giannini, AJ; Eighan, MS; Loiselle, RH; Giannini, MC (1984). "Comparison of haloperidol and chlorpromazine in the treatment of phencyclidine psychosis". Journal of Clinical Pharmacology. 24 (4): 202โ€“4. doi:10.1002/j.1552-4604.1984.tb01831.x. PMIDย 6725621. S2CIDย 42278510.
  3. ^ Giannini, A. James; Nageotte, Catherine; Loiselle, Robert H.; Malone, Donald A.; Price, William A. (1984). "Comparison of Chlorpromazine, Haloperidol and Pimozide in the Treatment of Phencyclidine Psychosis: Da-2 Receptor Specificity". Clinical Toxicology. 22 (6): 573โ€“9. doi:10.3109/15563658408992586. PMIDย 6535849.
  4. ^ Pender, John W. (1970). "Dissociative Anesthesia". California Medicine. 113 (5): 73. PMCย 1501800. PMIDย 18730444.
  5. ^ Johnstone, M.; Evans, V.; Baigel, S. (1959). "Sernyl (C1-395) in Clinical Anaesthesia". British Journal of Anaesthesia. 31 (10): 433โ€“9. doi:10.1093/bja/31.10.433. PMIDย 14407580.
  6. ^ Oduntan, S. A.; Gool, R. Y. (1970). "Clinical trial of ketamine (ci-581): A preliminary report". Canadian Anaesthetists' Society Journal. 17 (4): 411โ€“6. doi:10.1007/BF03004705. PMIDย 5429682.
  7. ^ Pender, John W. (October 1972). "Dissociative Anesthesia". California Medicine. 117 (4): 46โ€“7. PMCย 1518731. PMIDย 18730832.
  8. ^ Virtue, RW; Alanis, JM; Mori, M; Lafargue, RT; Vogel, JH; Metcalf, DR (1967). "An anaesthetic agent: 2-orthochlorophenyl, 2-methylamino cyclohexanone HCl (CI-581)". Anesthesiology. 28 (5): 823โ€“33. doi:10.1097/00000542-196709000-00008. PMIDย 6035012. S2CIDย 34414786.
  9. ^ Mason, Oliver J.; Morgan, Celia J.M.; Stefanovic, Ana; Curran, H Valerie (2008). "The Psychotomimetic States Inventory (PSI): Measuring psychotic-type experiences from ketamine and cannabis". Schizophrenia Research. 103 (1โ€“3): 138โ€“42. doi:10.1016/j.schres.2008.02.020. PMIDย 18387788. S2CIDย 807162.
  10. ^ Gouzoulis-Mayfrank, E.; Heekeren, K.; Neukirch, A.; Stoll, M.; Stock, C.; Obradovic, M.; Kovar, K.-A. (2005). "Psychological Effects of (S)-Ketamine and N,N-Dimethyltryptamine (DMT): A Double-Blind, Cross-Over Study in Healthy Volunteers". Pharmacopsychiatry. 38 (6): 301โ€“11. doi:10.1055/s-2005-916185. PMIDย 16342002. S2CIDย 260241166.
  11. ^ Krupitsky, EM; Grinenko, AY (1997). "Ketamine psychedelic therapy (KPT): a review of the results of ten years of research". Journal of Psychoactive Drugs. 29 (2): 165โ€“83. doi:10.1080/02791072.1997.10400185. PMIDย 9250944. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-08-19. Diakses tanggal 2010-10-25.
  12. ^ Vollenweider, F; Geyer, MA (2001). "A systems model of altered consciousness: integrating natural and drug-induced psychoses". Brain Research Bulletin. 56 (5): 495โ€“507. doi:10.1016/S0361-9230(01)00646-3. PMIDย 11750795. S2CIDย 230298.
  13. ^ Adams HA (December 1997). "[S-(+)-ketamine. Circulatory interactions during total intravenous anesthesia and analgesia-sedation]" [S-(+)-ketamine. Circulatory interactions during total intravenous anesthesia and analgesia-sedation]. Der Anaesthesist (dalam bahasa Jerman). 46 (12): 1081โ€“7. doi:10.1007/s001010050510. PMIDย 9451493. S2CIDย 36323023.
  14. ^ Barrett W, Buxhoeveden M, Dhillon S (October 2020). "Ketamine: a versatile tool for anesthesia and analgesia". Current Opinion in Anesthesiology. 33 (5): 633โ€“638. doi:10.1097/ACO.0000000000000916. PMIDย 32826629. S2CIDย 221236545.
  15. ^ Rossi, S, ed. (2013). Australian Medicines Handbook. Adelaide: The Australian Medicines Handbook Unit Trust. ISBNย 978-0-9805790-9-3.[halamanย dibutuhkan]
  16. ^ Sanacora G, Frye MA, McDonald W, Mathew SJ, Turner MS, Schatzberg AF, etย al. (April 2017). "A Consensus Statement on the Use of Ketamine in the Treatment of Mood Disorders". JAMA Psychiatry. 74 (4): 399โ€“405. doi:10.1001/jamapsychiatry.2017.0080. PMIDย 28249076. S2CIDย 28320520.
  17. ^ Marcantoni WS, Akoumba BS, Wassef M, Mayrand J, Lai H, Richard-Devantoy S, Beauchamp S (December 2020). "A systematic review and meta-analysis of the efficacy of intravenous ketamine infusion for treatment resistant depression: January 2009 - January 2019". J Affect Disord. 277: 831โ€“841. doi:10.1016/j.jad.2020.09.007. PMIDย 33065824. S2CIDย 223557698.
  18. ^ Oyetunji, Aderonke; Huelga, Christian; Bunte, Kailee; Tao, Rachel; Bellman, Val; Oyetunji, Aderonke; Huelga, Christian; Bunte, Kailee; Tao, Rachel; Bellman, Val (2023). "Use of ketamine for depression and suicidality in cancer and terminal patients: Review of current data". AIMS Public Health. 10 (3): 610โ€“626. doi:10.3934/publichealth.2023043. PMCย 10567968. PMIDย 37842268.
  19. ^ Midega, Thais Dias; Chaves, Renato Carneiro de Freitas; Ashihara, Carolina; Alencar, Roger Monteiro; Queiroz, Verรดnica Neves Fialho; Zelezoglo, Giovana Roberta; Vilanova, Luiz Carlos da Silva; Olivato, Guilherme Benfatti; Cordioli, Ricardo Luiz; Bravim, Bruno de Arruda; Corrรชa, Thiago Domingos (2022). "Ketamine use in critically ill patients: a narrative review". Revista Brasileira de Terapia Intensiva. 34 (2). doi:10.5935/0103-507X.20220027-en. PMCย 9354105.
  20. ^ Ragnhildstveit, Anya; Roscoe, Jeremy; Bass, Lisa C.; Averill, Christopher L.; Abdallah, Chadi G.; Averill, Lynnette A. (January 2023). "The potential of ketamine for posttraumatic stress disorder: a review of clinical evidence". Therapeutic Advances in Psychopharmacology. 13: 204512532311541. doi:10.1177/20451253231154125. PMCย 9989422. PMIDย 36895431.

Pranala luar

sunting