| Ινδονησιακή Ορθόδοξη Εκκλησία | |
| Penggolongan | Gereja Ortodoks Timur |
|---|---|
| Orientasi | Gereja Ortodoks Timur |
| Kitab suci | Septuaginta, Anagignoskomena, Perjanjian Baru, Horologion, Synaxarion |
| Teologi | Diofisitisme |
| Bentuk pemerintahan | Keuskupan |
| Badan pemerintahan | Gereja Ortodoks Yunani Sejati |
| Episkop Agung | Kalinikos dari Yunani |
| Wilayah | Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang, Bogor, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua, Manado, Kalimantan Selatan, Bali, Medan, Riau, Batam, Lampung |
| Bahasa | Indonesia, Inggris, Yunani |
| Liturgi | Ritus Bizantin |
| Kantor pusat | Gereja Ortodoks Tritunggal Mahakudus Surakarta |
| Pendiri | Rm. Daniel Bambang Dwi Byantoro, Ph. D |
| Didirikan | 1991 Solo, Jawa Tengah |
| Terpecah dari | Gereja Ortodoks Timur |
| Umat | Sekitar 10.000 |
| Tempat ibadat | 47 [1] |
| Situs web resmi | https://gerejaorthodox.id/ |
Gereja Orthodox Indonesia (GOI) merupakan Gereja Kristen Orthodox asli Indonesia yang berada di bawah sinode kudus Genuine Greek Orthodox Church (GGOC) yang beraliran Orthodox Timur dan memegang teguh kalender Julian untuk penanggalan perayaan gerejanya.
Gereja ini menganut doktrin Trinitarian dan berada di bawah kepemimpinan tertinggi hierarki YM. Episkop Agung Kalinikos dari Athena dan seluruh Yunani (Sarantopoulos). GOI dipimpin oleh YM. Episkop. Daniel dari Nikopolis.[2][3]
Gereja ini bergerak secara otonom dan tidak seperti gereja yang tunduk di bawah sinode atau pemerintah negara lain seperti ROCOR dan menolak intervensi Uni Soviet terhadap Gereja Ortodoks Rusia[4].
Gereja ini memegang teguh kanon Apostolik dan Konsili-konsili serta tidak terlibat dalam Sergianisme[5] dan Ekumenisme karena menolak perubahan tradisi menjadi kalender Gregorian pada tahun 1924, tetapi tetap mempertahankan ajaran dan ritus Orthodox secara substantif, bukan kelompok bidat atau non-Trinitarian.[6][7]
Sejarah
suntingMasa Awal Karya Pelayanan
suntingSejarah Gereja Ortodoks Indonesia pada zaman modern, muncul tak lepas dari pergumulan empat pemuda, yang kemudian kita kenal salah satu dari empat pemuda itu yaitu Daniel Bambang Dwi Byantoro yang pada masa mudanya mempertanyakan fenomena begitu banyak denominasi dengan ajaran yang berbeda-beda dan saling bertentangan. Dalam pemikirannya ia berpendapat jika Alkitab itu satu, Allah itu satu, Yesus Kristus itu satu, Roh Kudus itu satu, harusnya ajaran Gereja itu satu juga. Ajaran-ajaran yang saling bertentangan ini tidak semuanya benar, kalau begitu dicarilah bagaimana ajaran Kristen yang mula-mula, ajaran Kristen zaman Para Rasul.
| Bagian dari seri tentang |
| Gereja Ortodoks Timur |
|---|
| Ikhtisar |
Dalam kegelisahan dan pertanyaannya serta kerinduan dalam menemukan Gereja mula-mula sampai suatu waktu ia menemukan jawabannya oleh Rahmat Tuhan di Seoul, Korea Selatan. Pada buku yang ia beli berjudul “The Orthodox Church" yang dituliskan oleh Episkop Kallistos Ware pada tahun 1982, saat ia mengambil sekolah teologi. Lalu pada 6 September 1983, ia mulai bergabung dengan Gereja Ortodoks[8][9] Patriarkh Ekumenikal Konstantinopel di Korea dan menjadi orang Indonesia pertama pada zaman modern yang memeluk iman Ortodoks.
Setelah dari Korea atas tuntunan Tuhan Romo Daniel muda pergi ke Yunani dan Amerika untuk melanjutkan belajar tentang Iman Rasuliah, yang Pada tahun 1987 Romo Daniel ditahbiskan menjadi Romo Diakon Daniel, sebagai rohaniawan yang selibat (tidak menikah, meskipun dalam Gereja Ortodoks juga diizinkan memiliki isteri, yaitu saat sebelum tahbisan harus sudah menikah) di Gereja Ortodoks Salib Kudus, Pittsburgh, Pa, oleh Episkop Maximos dari Pittsburgh.[10] Tahun 1988 Romo Diakon Daniel diangkat dan ditahbiskan menjadi Romo Presbyter Daniel dalam Gereja Ortodoks Jana Suci Rasul Paulus di North Royalton, Amerika oleh Episkop Maximos.
Pada tahun 1988 Romo Daniel tiba di Indonesia dan menemui keluarganya di Mojokerto, Jawa Timur untuk memberitahukan kepada mereka Iman Ortodoks,[11] sehingga mereka tertarik dan bergabung dengan Iman Ortodoks, orang pertama yang dibaptiskan menjadi umat orthodox adalah Muhammad Sugi Bassari yang memiliki nama baptis Photios pada April 1989.[8][9][12] Setelah itu Romo Daniel pergi ke Solo untuk memulai Penginjilannya dengan mendirikan “Yayasan Suara Dharma Tuhu”, yang kemudian diubah menjadi “Yayasan Orthodox Injili Indonesia”, di depan Notaris Monica Sri Widiyanti Adi Sutjipto.
Penetapan Gereja Orthodox Indonesia sebagai lembaga Gerejawi
suntingKantor Yayasan Orthodox Injili Indonesia beralamat di perumahan dosen Baturan, dengan dua orang pegawai kantor: Parluhutan Manalu (sekarang dikenal dengan nama Romo Chrysostomos Manalu yang juga salah satu dari empat pemuda yang mendirikan Gereja Orthodox di Indonesia ) dan Khristodoulos Wahyu Nugroho Utomo. Tempat Ibadah Ortodoks berada di ruang tengah kantor Yayasan. Tahun 1988-1990 karya Romo Daniel dalam menyebarkan Iman Ortodoks di Indonesia, berada di bawah ikatan hukum kanon dengan wilayah keepiskopan Pittsburgh. Komunitas-komunitas Ortodoks mulai terbentuk di sekitar Solo sejak 1991,[13][14] seorang penginjil pedesaan lulusan STTII, Sri Gunarjo (saat ini dikenal Romo Methodius), dari desa Grasak, Boyolali, bergabung dengan Gereja Ortodoks dan diangkat Romo Daniel sebagai pegawai Yayasan. Masa itu juga Romo Daniel banyak melakukan pelayanan Gereja dengan menerima undangan-undangan untuk ceramah, khotbah, dialog antar Agama, KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani), mengajar di perguruan-perguruan tinggi dan kegiatan-kegiatan lainnya.
Komunitas umat Ortodoks juga mulai terbentuk di beberapa daerah, Romo Daniel, Romo Yohanes, Romo Manalu serta Romo Lazarus Bambang Sucanto[15] bersama-sama mendaftarkan Yayasan Orthodox Injili Indonesia sebagai Lembaga Gerejawi di DEPAG RI (Departemen Agama Republik Indonesia). Sri Paus Yohanes Paulus dari Roma Katolik pernah mengutus Romo Suryo dan Romo Paulus, Pastor Katolik Roma di Kleco Solo dan Keuskupan Semarang, untuk bertemu Romo Daniel guna mengetahui keadaannya dalam memulai karya kerasulannya di Indonesia. Setelah itu kantor Yayasan pindah ke Jalan Pajajaran, Sumber Tringkilan, RT 02, RW 15 Solo[16] dan tempat Ibadah Ortodoks berpindah tempat di tingkat 2, Hotel Kaloka, di Jalan Gajah Mada, Solo.
Oleh pertolongan Tuhan melalui Eliezer Sutarno dari kantor DEPAG Solo dan Parwoto Kakanwil DEPAG Bimas Kristen Semarang, Romo Daniel, Romo Yohanes, Romo Manalu serta Romo Lazarus berhasil mendaftarkan Gereja Orthodox Indonesia (GOI) ke Dirjen Bimas Kristen yang dipimpin oleh Dirjen Soenarto Martowiloyo.
Pada tahun 1991 di bawah Dirjen Yan Kawatu, Gereja Orthodox Indonesia (GOI) secara resmi diakui sebagai Lembaga Gerejawi yang sah dengan masa percobaan selama lima tahun, yang berarti Romo Daniel juga adalah Pendiri dan Ketua Umum Gereja Orthodox Indonesia.[17] Pada masa itu setelah dua tahun Romo Daniel secara internal Lembaga Gerejawi berada di bawah Episkop Maximos dari Pittsburgh, akhirnya pelayanannya diletakan di bawah wilayah keepiskopan Agung Selandia Baru di bawah Metropolitan (Uskup Agung) Dionysios.
Kunjungan pertama ke Indonesia Metropolitan Dionysios bersama Arkhimandrit Sotirios Trambas dari Korea Selatan, menyaksikan diadakannya baptisan massal di sumber air Cakra, Tulung Agung, Klaten, serta diangkatnya Romo Daniel ke jenjang Arkhimandrit[18][19] secara jenjang keimaman juga sebagai Vikaris Episkop (wakil Episkop) untuk Indonesia bagi tugas administrasi. Masa itu juga akhirnya Arkhimandrit Romo Daniel dengan usahanya berhasil mengirim beberapa orang untuk sekolah di luar negeri, yaitu:
- (Chrysostomos) Parhulutan Manalu, pegawai Arkhimandrit Romo Daniel di kantor GOI, kuliah di Fakultas Teologi Tesalonika, Yunani
- Timotius Joko Umbar Wibowo, kuliah di Sekolah Teologi Athena, Yunani
- Margareta Latisa Wau, kuliah di Sekolah Teologi Athena, Yunani
Joko kemudian menikah dengan Margaretha dan mahasiswa itu ditahbis di Yunani menjadi Romo Timotius. Saat itu juga, ada 3 mahasiswa Indonesia yang pulang dari Amerika Serikat kembali ke Indonesia, yaitu:
- Lazarus Bambang Sucanto
- David Samiyono
- Yohanes Bambang Cahyo Wicaksono (ditahbis oleh Episkop Maximos dari Pittsburgh sebagai Romo Yohanes yang sekarang dikenal sebagai Protopresbyter Yohanes)
Bersamaan dengan itu, GOI juga mendirikan Sekolah Teologi “Salib Kudus” yang pada saat itu dimulai dengan lima mahasiswa. Namun, karena kurangnya dukungan yang kuat Sekolah Teologia tersebut tidak dapat dilanjutkan.
Riwayat legalitas
suntingYurisdiksi gereja
suntingYurisdiksi adalah wilayah/daerah tempat berlakunya sebuah undang-undang yang berdasarkan hukum, dalam hal ini Yurisdiksi dalam Gereja Ortodoks berarti Gereja-Gereja yang berada di bawah perlindungan hukum dari suatu keepiskopan dalam urusan Gereja dan administratifnya. Gereja Ortodoks Indonesia sendiri mengalami perpindahan di bawah naungan keepiskopan dalam penyelarasan visi misi Gereja Ortodoks Indonesia dimana secara Kekristenan berurusan dengan wilayah yurisdiksi keepiskopan terkait tetapi secara pertanggung jawaban. kegiatan Gerejawi di Indonesia bertanggung jawab juga pada Pemerintah Republik Indonesia. Berikut beberapa Riwayat yurisdiksi Gereja Ortodoks Indonesia yaitu:
- Tahun 1988 - 1990, berada di bawah keepiskopan Maximos dari Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat.[20]
- Tahun 1990 - 2005, berada dalam wilayah keepiskopaan Agung Selandia Baru, di bawah Metropolitan Dionysios.
- Tahun 2005 - 2019 , penerimaan dari Patriark Konstantinopel untuk Gereja Ortodoks Indonesia dalam yurisdiksi Gereja Ortodoks Rusia di luar Rusia (Russian Orthodox Church Outside of Russia, ROCOR) di bawah Metropolitan Hilarion dari keepiskopan Agung Australia dan Selandia Baru.[21]
- Tahun 2019 sampai sekarang, berada di bawah Sinode Genuine Greek Orthodox Church (GGOC).[22]
Perizinan dalam Hukum-Hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia
sunting- Tahun 1988 - 1991, Yayasan Suara Dharma Tuhu.
- Berubah nama menjadi Yayasan Injili Orthodox Indonesia.
- Mendaftarkan Yayasan Injili Orthodox Indonesia ke Departemen Agama Republik Indonesia sebagai Lembaga Gerejawi, Nomor: 189/th.1991.[23]
- Mendapatkan izin dari Departemen Agama Republik Indonesia sebagai Lembaga Gerejawi, dengan masa percobaan lima tahun.
- Tahun 1996, Penetapan Gereja Orthodox Indonesia oleh Dirjen Bimas Kristen sebagai Lembaga Gerejawi Permanen dengan Nomor Keputusan: F/Kep/HK.00.5/19/637/1996.[23]
- Tahun 2001, Pusat Gereja Orthodox Indonesia di Jakarta, terdaftar dengan SK Dirjen Bimas Kristen Departemen Agama Republik Indonesia, Nomor: F/Kep./HK.00.5/20/708/2001.
- Tahun 2006, Pembaharuan SK Dirjen Bimas Kristen Departemen Agama Republik Indonesia tentang Gereja Orthodox Indonesia sebagai Lembaga resmi dari Gereja Orthodox di Indonesia Nomor: DJ.III/Kep/HK.00.5/190/2006.
- Tahun 2019, Pembaharuan SK Dirjen Bimas Kristen, Kementerian Agama Republik Indonesia, Nomor: 505/th.2019.
Klerus
suntingEpiskop
sunting- Yang Mulia Episkop Daniel Dari Nikopolis dan Asia Timur Raya
Protopresbyter
sunting- Rm. Proto Prb. Alexios Setir Cahyadi
Presbyter
sunting- Rm. Prb. Abraham Sri Nugroho
- Rm. Prb. Daniel Andika Siagian[24]
- Rm. Prb. Antonius Bambang Setiatmodjo
- Rm. Prb. Antonius Maynar Setyo Aribowo
- Rm. Prb. Gregorius Efraent Lamorahan
- Rm. Prb. Juventius Agastiyan Kenanga Bumi
- Rm. Prb. Kirilos Meidy Tambajong
- Rm. Prb. Markus Wiyono
- Rm. Prb. Martinos Marcell Hadisaputro
- Rm. Prb. Michael Momongan
- Rm. Prb. Michael Roring
- Rm. Prb. Nikon Jemmy Frans
- Rm. Prb. Stavros Widi Putranto Kristian Daru
- Rm. Prb. Yahya Ludiawan
- Rm. Prb. Yakobus Jimmy Mboe
- Rm. Prb. Yohanes Yayak Mulyanto
- Rm. Prb. Dimitri Ivan Rosa
- Rm. Prb. Yakobus Arif
- Rm. Prb. Athansios Marion Manola Molina[25]
Presbyter Rahib
sunting
- Rm. Prb. Rahib Demetrios Hannibal Parulian Situmeang
- Rm. Prb. Rahib Thomas Andreas Dapla
- Rm. Prb. Rahib Photios Leonardus Triatma Ivan Sesariyanto
Diakon
sunting
- Rm. Dkn. Kristian Rerung
- Rm. Dkn. Kyprianus Pandu
- Rm. Dkn. Mikael Tjeng Yusuf
- Rm. Dkn. Timotius Tommy Mahulette
- Rm. Dkn. Theofilus Yudhi Tjahyadi
- Rm. Dkn. Yakobus Andjar
- Rm. Dkn. Varus Yonathan Pujo Kurniawan
- Rm. Dkn. Yohanes Robiyono
Diakon Rahib
Hypodiakon/Subdiakon
sunting- Hypodiakon Andreas Irwanto
- Hypodiakon Apostoli Faisol
- Hypodiakon Blasius Ruben
- Hypodiakon Christoforos Indra Sumatri
- Hypodiakon Yohanes Wahyu Ismoyo Sejadti
Anagnostis/Pengidung

- Anagnostis Antonius Suhanto Pakpahan
- Anagnostis Efraim Hans Situmeang
- Anagnostis Leontios Stewart Copeland Mahulette
- Anagnostis Longinus Hendra
- Anagnostis Musa Andrefico Bangun
- Anagnostis Metrophanes Dedy
- Anagnostis Nestor Nurdin Suwanda
- Anagnostis Paulus Fabiano
- Anagnostis Theodore Ambrih
- Anagnostis Yakobus Hans Jeremiah Haggai
- Anagnostis Yeremia Gavin Osmond
- Anagnostis Samuel Pardosi
- Anagnostis Spyridon Ginting Manik

Anagnostis Gereja Orthodox Indonesia di Padepokan Dharma Tuhu - Anagnostis Symeon Hery
- Anagnostis Longinus Sebastian
- Anagnostis Yohanes
- Anagnostis Alexander Nevsky Hutabarat
- Anagnostis Ahmad Arnold Hutabarat
- Anagnostis Gregorius Daud
- Anagnostis Gregorius Jason
- Anagnostis Michael
- Anagnostis Nicolas Williams
- Anagnostis Yulius
- Anagnostis Beda Sotaronggal Hanz Stevanus Nainggolan
Struktur organisasi
sunting| No | Foto | Nama | Dari | Sampai | Jabatan |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Yang Mulia Episkop Daniel dari Nikopolis | 2020 | Petahana | Pendiri | |
| 2 | Rm. Alexios Setir Cahyadi | 2020 | Petahana | Penasihat | |
| Rm. Antonius Bambang Setiatmodjo | 2020 | Petahana | |||
| 3 | Rm. Yakobus Jimmy Mboe | 2020 | Petahana | Ketua | |
| 4 | Rm. Gregorius Efraent Lamorahan | 2020 | Petahana | Sekretaris Umum | |
| 5 | Rm. Juventius | Petahana | Bendahara Umum |
| No | Nama | Dari | Sampai | Jabatan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Artemius John Thomas Matulessy | 2020 | Petahana | Sekretaris |
| 2 | Hipo Diakon. Yohanes Wahyu Ismoyo S | 2020 | Petahana | Bendahara |
| 3 | Hipo Diakon. Christoforus Indra Sumantri | 2020 | Petahana | Bidang Hukum |
| No | Nama | Dari | Sampai | Departemen |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Yohanes Roy | 2020 | Petahana | Misi/Media |
| 2 | Irene Wahyu Widuri | 2020 | Petahana | Redaksi Website |
| 3 | Chryse Tantri | 2020 | Petahana | Literatur |
| 4 | Theodora | 2020 | Petahana | |
| 5 | Anak dan Pemuda | |||
| 6 | Wanita |
Koordinator Wilayah Periode Tahun 2020 - 2023
suntingSumatera:
Jawa: Langsung Presbyter Paroikia/Ketua pengurus Paroikia masing-masing
Sulawesi, Maluku, Papua: Rm. Michael Roring
Kalimantan, Bali, NTB, NTT: Ephipanios Agung Priambodo
Parokia dan komunitas
suntingSumatra
sunting1. Komunitas Gereja Orthodox Indonesia Janasuci Gregorius dari Nazianzus Pematang Siantar, Sumatera Utara
suntingAlamat: Jl. Parapat KM 4.5, Komplek Pariama, Simpang Dua, Siantar Marimbun, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara
2. Komunitas Gereja Orthodox Indonesia Janasuci Markus dari Efesus, Sumatera Utara
Alamat: Jl. Tangguk Utama, Blok III Lingkungan XV Kelurahan Besar, Griya Martubung, Kecamatan Medan Labuhan 20251, Sumatera Utara
3. Komunitas Gereja Orthodox Indonesia Janasuci Photius Agung Pekanbaru, Riau
Alamat: Jl. Bupati Kuwalu Tambang-Kubang, Pekanbaru
4. Komunitas Gereja Orthodox Indonesia Janasuci Elizabeth, Bandar Lampung
Alamat: Jl. Kepayang Ragom Gawi Lk.II – RT/RW:005, Rajabasa Pemuka- Kec. Rajabasa, Bandar Lampung
5. Komunitas Gereja Orthodox Indonesia Janasuci Mitrophanes Chin Sung dari Cina, Kepulauan Riau
Alamat: Kompleks Naga Sakti nomor 3 jalan Raden Patah, Batam, Kepulauan Riau (ruko sebelah asuransi Sinarmas)
Kalimantan
sunting6. Komunitas Gereja Orthodox Indonesia Janasuci Silas, Banjarbaru, Kalimantan Selatan
Alamat: Jl. Guntung Rambai Asri No.4 RT.5 RW.2, Kelurahan Loktabat.
Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
7. Komunitas Gereja Orthodox Indonesia Janasuci Epiphania Kudus, Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Alamat: Jl. Pramuka II/C3 Menteng Jekan Rayat, Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Sulawesi
sunting8. Parokia Mikhael Sang Penghulu Malaikat, Manado
Alamat : Jl.Arnold Mononutu No.9, Wanea, Manado
9. Parokia Janasuci Gregorius dari Nyssa, Minahasa, Sulawesi Utara
Alamat : Desa Raringis Selatan Jaga 2, Kec.Langowan Barat, Kab.Minahasa Sulawesi Utara
10. Komunitas Gereja Orthodox Indonesia Janasuci Stefanus Sang Martir, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara
Alamat : Amurang Buyungon Lingkungan 2, Jalan Trans Sulawesi, Minahasa Selatan
11. Komunitas Gereja Orthodox Indonesia Yohanes Krisostomos, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara
Alamat: Desa Tumani Kec. Maesaan Kab. Minahasa Selatan
12. Komunitas Gereja Orthodox Indonesia Para Rasul Kudus, Makassar
Alamat : Perumahan Desa Hijau Blok C/2 Barombong, Makassar
13. Komunitas Gereja Orthodox Indonesia Janasuci Nektarios dari Pentapolis, Palu, Sulawesi Tengah
Alamat: Jl. Gunung Agung No.8, Kel Petobo, Kec.Palu Selatan
Papua
sunting14. Komunitas Gereja Orthodox Indonesia Janasuci Thomas Sang Rasul, Sorong, Papua Barat
Alamat : Jl.Sorong, Klamono Km.17 (sebelum perumahan Kehutanan/taman bunga)
15. Komunitas Gereja Orthodox Indonesia Janasuci Martir Wanita Thomias dari Alexandria, Maybrat, Papua Barat
Alamat : Jl.Moraran Kamp.Karsu Distrik Aitinyo, Kab.Maybrat, Papua Barat
16. Komunitas Gereja Orthodox Indonesia Janasuci Daniel, Manokwari, Papua Barat
Alamat: Jl. Trikora Wosi Pertamina (samping Hotel Valdos), Kecamatan Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat
Bali
sunting17. Komunitas Gereja Orthodox Indonesia Janasuci Yohanes Krisostomos, Bali
suntingAlamat : Hotel Restu Bali Jl. Legian 113, Kuta Bali
Jawa
sunting18. Komunitas Gereja Orthodox Indonesia Janasuci Athanasius dari Mesir, Jawa Timur
Alamat: Perumahan Grand Pakuwon, Cluster Adelaide 53, Surabaya, Jawa Timur
19. Komunitas Gereja Orthodox Indonesia Janasuci Susana, Kediri, Jawa Timur
Alamat: Susana, Kediri, Jawa Timur
20. Komunitas Gereja Orthodox Indonesia Janasuci Irenaeus, Banyuwangi, Jawa Timur
Alamat: Jalan Juanda 77 Jajag Banyuwangi, Jawa Timur (Soto Dewi)
21. Parokia Tritunggal Maha Kudus, Surakarta, Jawa Tengah
suntingAlamat :Jl.Pajajaran Barat No.20 RT 02/RW XV Sumber – Surakarta, Jawa Tengah
Kegiatan :
- Rabu: Sembahyang Akathist. Pukul: 18:00 WIB
- Sabtu: Sembahyang Senja Agung. Pukul 18:00 WIB
- Minggu: Sembahyang Singsing Fajar & Liturgi Suci. Pukul: 08:00 WIB
22. Parokia Janasuci Matius, Boyolali
suntingAlamat : Jl.Tentara Pelajar No.25 Dukuh Karangturi, RT 001/RW 004, Desa Mudal, Kec.Boyolali, Kab.Boyolali
Kegiatan :
- Minggu: Sembahyang Singsing Fajar & Liturgi Suci. Pukul: 08:00 WIB
- Koordinator: Romo Markus
23. Parokia Janasuci Barbara, Salatiga, Jawa Tengah
Alamat : Gracia Land no 2, gunung sari RT 04/RW 06 kel.Sidorejo kidul, Kec.Tingkir, Salatiga
Kegiatan :
- Minggu: Sembahyang Singsing Fajar & Liturgi Suci. Pukul 08:00 WIB
24. Kapel Gereja Orthodox Indonesia Archangel Barachiel Semarang, Jawa Tengah
Alamat: Jl. Depoksari Blok A No. 22 Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Semarang
25. Komunitas Gereja Orthodox Indonesia Janasuci Romanos Sang Pengidung, Purwokerto, Jawa Tengah
Alamat: Perum Puri Darmawangsa No. 18 Beji, Kec.Baturraden, Kab.Banyumas, Jawa Tengah
26. Komunitas Gereja Orthodox Indonesia Janasuci Andreas, Tegal
Alamat: Jalan Raya Pegirikan RT 01/RW 03, Talang, Tegal
27. Komunitas Gereja Orthodox Indonesia Janasuci Yustinus Martir, Yogyakarta
Alamat: Jl.Stadion Maguwoharjo O5/35 Nglarang Malangrejo Wedomartani Ngemplak Sleman, Yogyakarta
28. Komunitas Gereja Orthodox Indonesia Janasuci Gregory Palamas, Surabaya
Alamat: Jalan Medokan Sawah Timur Gg.7B Kavling 207, Surabaya - Jawa Timur
29. Komunitas Gereja Orthodox Indonesia Janasuci Nestor, Bandung
Alamat: ITC Kosambi, Jl. Baranang Siang No.F7, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40112
Kegiatan:
- Minggu: Sembahyang Singsing Fajar Singkat & Typika (jika tidak ada Romo Presbyter), Sembahyang Singsing Fajar & Liturgi Suci. Pukul: 08:00 WIB
- Koordinator: Nestorius Nurdin
30. Komunitas Gereja Orthodox Indonesia Janasuci Klemen dari Alexandria, Cikarang
Alamat: Perumahan Puri Lestari Cikarang Blok F46 nomer 27
Jabodetabek
sunting31. Parokia Hypapandi, Bogor
Alamat: Ps. Bersih, Kompleks Jl. Bogor Nirwana Residence blok D no.5, Sukamantri, Kec. Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 16610
Kegiatan:
- Jumat: Sembahyang Paraklesis. Pukul: 18:00 WIB
- Sabtu: Pembelajaran Kidung Yunani. Pukul: 18:00 WIB
- Minggu: Sembahyang Singsing Fajar & Liturgi Suci. Pukul: 08.00 WIB
- Koordinator: Romo Martinos
32. Komunitas Gereja Orthodox Indonesia Janasuci Basilius Agung, Depok

Alamat: Kontrakan Nias. Jl. Flamboyan, Jembatan Panus, Depok Lama
Kegiatan:
- Rabu: Sembahyang Akathist / Kanon Pertobatan. Pukul: 18.00 WIB
- Jumat: Sembahyang Paraklesis. Pukul: 18.00 WIB
- Sabtu: Sembahyang Senja Agung + Kanon Pertobatan. Pukul: 18.00 WIB
- Minggu: Sembahyang Singsing Fajar & Liturgi Suci. Pukul: 08.00 WIB
- Koordinator: Romo Diakon Timotius
33. Parokia Janasuci Petrus dan Paulus, Tangerang
sunting
Alamat: Ruko Melati Mas Square Blok A1 No.51, Jl. Raya Serpong, Kel.Lengkong Karya, Kec.Serpong Utara,Kota Tangerang Selatan, Banten
Kegiatan:
- Rabu: Sembahyang Akathist/Kanon Pertobatan. Pukul: 18:00 WIB
- Jumat: Sembahyang Paraklesis. Pukul: 18:00 WIB
- Sabtu: Sembahyang Senja Agung + Kanon Pertobatan. Pukul: 18:00 WIB
- Minggu: Sembahyang Singsing Fajar & Liturgi Suci. Pukul: 08:00 WIB
- Koordinator: Romo Yakobus
34. Komunitas Gereja Orthodox Indonesia Janasuci Andreas, Bekasi
suntingAlamat: Homeschooling Summarecon Jl. Ahmad Yani, Bekasi Utara
Hana'arim / Orthodox Youth
suntingDalam komunitas Gereja Orthodox Indonesia tidak hanya memiliki anggota dewasa ataupun senior, namun dibentuk juga persekutuan anak muda untuk dapat menumbuhkan iman bersama. Meskipun ditujukan untuk anak muda (17-45 tahun)[26] mereka juga menerima anggota yang masih memiliki jiwa muda.
Pranala luar
sunting- Gereja Orthodox Jilid II, Ajaran-ajaran Gereja Rasuliah Purba (Kekristenan Timur), Timothy W. Ph.D & Arkhimandrit Romo Daniel Byantoro, Ph.D
- Sejarah Singkat Gereja Orthodox Indonesia dan profil Rm. Daniel Byantoro, Ph.DDiarsipkan di Wayback Machine (diarsipkan tanggal 21 November 2023)
- Gereja Orthodox Indonesia Diarsipkan 2023-03-04 di Wayback Machine.
- Orthodoxy in Indonesia Diarsipkan 2023-03-28 di Wayback Machine.
- The Orthodox Church, a minority among the minority Diarsipkan 2022-09-13 di Wayback Machine.
- Biografi Rm. Daniel Byantoro, Ph. D
Referensi
sunting- ^ "PAROIKIA". Gereja Orthodox Indonesia. Diakses tanggal 2025-02-27.
- ^ "TENTANG". Gereja Orthodox Indonesia. Diakses tanggal 2025-02-27.
- ^ Alamsyah (2023-08-24). "Episkop Daniel dari Nikopolis Resmi Jadi Ketum Gereja Ortodoks Indonesia". NusantaraTV. Diakses tanggal 2025-02-27.
- ^ Ware, K (2002). Old Calendarists. In R. Clogg (Ed.), Minorities in Greece: Aspects of a Plural Society. London: Hurst & Company. hlm. 208–226. ISBN 9781850657057. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Hieromartyr, Hermogenes (1999-03-02). Moss, Vladimir (ed.). "Sergianism as an Ecclesiological Heresy – True Orthodox Diocese of Western Europe" [Sergianisme sebagai Kesesatan dalam Paham Gereja – True Orthodox Diocese of Western Europe]. True Orthodox Diocese of Western Europe (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-04-07. Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link)
- ^ Roudometof, V (2010). Globalization and Orthodox Christianity: The Transformations of a Religious Tradition. New York: Routledge. ISBN 9780415569502. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Chrysostomos, B., Akakios, A. (1991). "The Old Calendarists: A social psychological profile of a Greek Orthodox minority". Pastoral Psychology. 40 (2): 83–91. doi:10.1007/BF01040490. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ a b "The Birth of the Orthodox Church in Indonesia". OrthodoxyToday.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-02-10. Diakses tanggal 2025-03-01.
- ^ a b Byantoro, Daniel (1997-10-29). "History of the Orthodox Church in Indonesia". cs.ust.hk. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-10-02. Diakses tanggal 2025-03-01.
- ^ "The Orthodox Church in Indonesia". Russkiy Mir Foundation. 2009-12-23. Diakses tanggal 2025-02-27.
in 1987, Father Daniel was ordained a deacon and in 1988 a priest by Bishop Maximus of Pittsburgh
; - ^ "Umat Kristen Ortodoks di Indonesia peringati Natal besok". merdeka.com. 2016-01-06. Diakses tanggal 2025-02-27.
umat Kristen Ortodoks di Indonesia merupakan minoritas Kristen yang masuk dan berkembang di Indonesia sejak tahun 1988 lewat seorang tokoh misionaris pribumi bernama Romo Daniel Bambang Dwi Byantoro
- ^ "Orthodox Research Institute". Orthodox Research Institute. Diakses tanggal 2025-03-01.
- ^ Jayanti, Nabila (2022-07-11). Tuwo, Andreas Gerry (ed.). "Geliat Gereja Ortodoks di Indonesia". kumparanNEWS. Diakses tanggal 2025-02-28.
Geliat gereja Ortodoks di Indonesia dimulai pada 1988. Kala itu, gereja Ortodoks pertama berdiri di Solo, Jawa Tengah.
- ^ Wasita, Aris (2024-01-27). "Metropolitan Photos of Demetrias mengunjungi Gereja Ortodoks Solo". Antara Jateng. Diakses tanggal 2025-03-01.
- ^ Jason, Anthon (2025-09-18). "Orthodox Resilience in Nusantara: Navigating Identity and Legal Recognition in Indonesia's Religious Landscape". www.icrs.or.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-02.
Father Lazarus Bambang Sucanto is noted as one of the first Indonesians to embrace Orthodoxy
- ^ Rey, Larasati. "9 Potret Gereja Orthodox Pertama di Indonesia, Ternyata Ada di Solo". IDN Times Jateng (dalam bahasa In-Id). Diakses tanggal 2025-02-27. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ^ Faris, Hilman (2021). "Kerukunan umat beragama perspektif penganut Gereja Ortodoks Rusia di perumahan Kota Damai Kedamean Gresik": 54.
- ^ ARLINTA, DEONISIA (2023-07-24). "Episkop Daniel, Pemimpin Baru Gereja Ortodoks Indonesia". kompas.id. Diakses tanggal 2025-02-27.
- ^ "Penahbisan Episkop Daniel jadi harapan baru umat Gereja Orthodox Indonesia". Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia. 2023-08-24. Diakses tanggal 2025-02-28.
- ^ Bwiyantoro, Daniel (1997-10-29). "Orthodox Research Institute". Orthodox Research Institute. Diakses tanggal 2026-02-02.
On June 8th 1988, Fr. Daniel left the States for Indonesia. First, he went to his hometown of Mojokerto, East Java.
- ^ "Russian Orthodox Church Outside of Russia". www.russianorthodoxchurch.ws. 2005-02-22. Diarsipkan dari asli tanggal 2024-06-16. Diakses tanggal 2025-02-27.
On February 20, Archimandrite Daniel (Bambang Dwi Byantoro) of Indonesia, received from the Patriarchate of Constantinople in early February by His Eminence Archbishop Hilarion of Sydney and the Diocese of Australia and New Zealand
- ^ author, Metropolitan Hilarion (2019-09-16). "Australian and New Zealand Diocese (ROCOR)" (PDF). Diakses tanggal 2026-01-31.
- ^ a b Lestari, Lufiani (2018). "Studi tentang kristen ortodoks Yunani di Surabaya": 26.
- ^ "Instagram GOI - Parokia Js. Basilius Agung". Instagram. 2026-04-04. Diakses tanggal 2026-04-07.
- ^ Facebook https://www.facebook.com/share/p/18N7pNJBxf/.
- ^ "Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga HANA'ARIM Gereja Orthodox Indonesia" (PDF). Scribd. Persekutuan Pemuda Pemudi Gereja Orthodox Indonesia. hlm. 2. Diakses tanggal 2026-04-15.