Krian | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Trans Jatim di Terminal Krian | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Sidoarjo | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Nawari, SH., S.Sos., MM. | ||||
| Populasi (2024) | |||||
| • Total | 132.811 jiwa | ||||
| Kode pos | 61262 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.15.11 | ||||
| Kode BPS | 3515170 | ||||
| Luas | 25,89 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 22 | ||||
| |||||
Krian adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Krian merupakan pusat ekonomi Sidoarjo bagian barat yang berada di persimpangan strategis. Dari arah barat ke timur dilintasi jalan nasional yang menghubungkan Mojokerto dengan Surabaya, ke utara berbatasan langsung dengan Kabupaten Gresik, dan ke arah selatan terdapat jalur menuju Prambon hingga Mojosari. Pusat kecamatan Krian merupakan daerah yang ramai dengan berbagai pusat perdagangan seperti Pasar Krian Lama dan Pasar Krian Baru, hingga pusat perbelanjaan modern seperti Ramayana.[1][2] Selain itu, Krian juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti Terminal Krian, Stasiun Krian, SAMSAT Krian, taman kota, hingga RSUD Sidoarjo Barat.[3][4]
Lokasinya yang dekat dengan Surabaya membuat Krian menjadi daerah industri, terutama di sepanjang jalan nasional dan Bypass. Banyak perusahaan besar yang berdiri di wilayah ini seperti Charoen Pokphand (pabrik pakan ternak), Sumber Group (perusahaan bus), hingga Kiat Ananda (jasa penyimpanan dingin). Selain itu, juga terdapat sentra usaha kecil seperti industri tahu yang banyak ditemukan di Krian. Dengan bertambahnya volume kendaraan, maka sejak tahun 1990-an dibangun Jalan Bypass Krian untuk mempercepat arus kendaraan tanpa melewati pusat kota Krian.[5] Nama Krian juga disematkan pada ruas Jalan Tol Krian–Legundi–Bunder–Manyar walaupun letak exit tol-nya tidak berada di Krian.[6]
Geografi
sunting
Krian adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Sidoarjo bagian barat. Seperti wilayah lainnya di Sidoarjo, geografi Krian berupa dataran rendah. Sebagian besar wilayahnya berupa areal pemukiman dan industri karena merupakan bagian dari aglomerasi Kota Surabaya. Namun, areal persawahan juga masih banyak ditemukan.
Salah satu sungai penting Kecamatan Krian adalah Kali Mas (anak sungai Brantas) yang menjadi pembatas dengan Kabupaten Gresik di utara. Di sungai tersebut terdapat jembatan besar bernama Jembatan Legundi. Sebagian besar wilayah Krian berada di selatan sungai, kecuali satu kampung kecil yaitu Patuk Pulo di Desa Sidomulyo. Kampung ini dikelilingi oleh wilayah Gresik dan terhubung ke selatan sungai dengan jembatan kecil.
Batas wilayah Kecamatan Krian adalah sebagai berikut:[7]
| Utara | |
| Timur | Kecamatan Waru dan Kecamatan Sukodono |
| Selatan | Kecamatan Wonoayu dan Kecamatan Prambon |
| Barat | Kecamatan Balongbendo |
Sejarah
sunting
Krian merupakan wilayah di Sidoarjo yang memiliki sejarah yang panjang. Salah satu peninggalan sejarah tertua di Krian adalah Prasasti Kamalagyan yang ditemukan di Desa Tropodo. Prasasti ini dikeluarkan oleh raja Kahuripan yaitu Airlangga pada tahun 959 Saka atau 1037 M. Prasasti ini untuk memperingati dibangunnya bendungan di Waringin Sapta di aliran Sungai Brantas untuk mengatasi banjir.[8] Beberapa tahun sesudahnya, Krian menjadi bagian dari Kadipaten Terung yang berada dalam kekuasaan Kerajaan Majapahit. Menurut Prasasti Canggu, Terung adalah salah satu pelabuhan penyeberangan penting di Majapahit.[9]
Pada akhir abad ke-15, terjadi perang besar antara Raden Kusen (Adipati Terung) di pihak Majapahit melawan saudaranya sendiri yaitu Raden Patah yang menjadi pendiri Kesultanan Demak. Perang tersebut berakhir dengan runtuhnya Kerajaan Majapahit. Nama Kadipaten Terung diabadikan menjadi dua nama desa yaitu Desa Terung Wetan dan Terung Kulon di Kecamatan Krian. Peninggalan Kadipaten Terung sekarang disimpan dalam sebuah museum sederhana bernama Museum Kreweng.[10] Di dekat museum tersebut juga terdapat Candi Terung serta wisata religi populer yaitu makam atau pesarean Raden Putri Ayu Ontjat Tondo Wurung yang merupakan putri dari Adipati Terung.[9]
Pada masa kolonial Belanda, Krian mengalami kemajuan yang pesat sehingga dijadikan pusat dari Kawedanan Krian. Krian saat itu menjadi daerah pembantu bupati yang membawahi kecamatan di Sidoarjo bagian barat yang mencakup Kecamatan Krian, Balongbendo, Tarik, Wonoayu, dan Prambon. Beberapa peninggalan sejarah dari zaman kolonial adalah pabrik gula, kantor kawedanan, dan bangunan kuno lainnya. Kantor kawedanan sendiri sekarang menjadi perpustakaan sedangkan pabrik gula sudah ditutup dan terbengkalai sejak pendudukan Jepang.[11]
Daftar kelurahan, desa, dan dusun
suntingKecamatan Krian terdiri dari 19 desa dan 3 kelurahan yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:
| No. | Nama Kelurahan / Desa | Tipe | Nama Dusun / Dukuh / Lingkungan | Ref |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Barengkrajan | Desa | Barengkrajan, Badas, Bantengan, Sidorono | [7] |
| 2 | Gamping | Desa | Gamping Tengah, Gamping Wetan, Pekalongan | [7] |
| 3 | Jatikalang | Desa | Jatirejo, Jatisari, Kalangan | [7] |
| 4 | Jerukgamping | Desa | Jeruk, Gamping Kulon | [7] |
| 5 | Junwangi | Desa | Babadan, Junwatu, Kenep, Kwangen | [7] |
| 6 | Katerungan | Desa | Katerungan, Bakalan | [7] |
| 7 | Keboharan | Desa | Boharan, Kanigoro, Patoman | [7] |
| 8 | Kemasan | Kelurahan | Kemasan, Kemasan Selatan, Mojosantren, Semaji | [7] |
| 9 | Kraton | Desa | Kraton, Parengan, Sidomukti, Sidowaras | [7] |
| 10 | Krian | Kelurahan | Krajan Barat, Krajan Tengah, Krajan Timur, Jagalan, Gresikan, Kauman, Magersari, Ngingas | [7] |
| 11 | Ponokawan | Desa | Ponokawan, Karangpoh | [7] |
| 12 | Sedenganmijen | Desa | Mijen, Ngaglik I, Ngaglik II | [7] |
| 13 | Sidomojo | Desa | Luwung, Mojokemuning, Tundungan | [7] |
| 14 | Sidomulyo | Desa | Jrebeng, Patuk, Patuk Pulo, Sidodukuh, Sidotemu | [7] |
| 15 | Sidorejo | Desa | Sidorejo, Bareng, Bendomungal, Madubronto, Semampir, Sidorame, Sidorenggo | [7] |
| 16 | Tambak Kemerakan | Kelurahan | Bibis Bunder, Bibis Barat, Bibis Timur, Bibis Pande, Margomulyo, Tambak Utara, Tambak Selatan, Tambak Tengah | [7] |
| 17 | Tempel | Desa | Tempel, Bakalan, Dongol, Ngagrok, Wadang | [7] |
| 18 | Terik | Desa | Terik, Sumber | [7] |
| 19 | Terungkulon | Desa | Terungkulon, Kasak, Kembangsore | [7] |
| 20 | Terungwetan | Desa | Terungwetan | [7] |
| 21 | Tropodo | Desa | Tropodo, Areng-areng, Balepanjang, Klagen | [7] |
| 22 | Watugolong | Desa | Sidogolong, Sidorangu, Tambakwatu, Tenggulunan | [7] |
Agama
sunting
Krian memiliki jumlah penduduk lebih dari 132 ribu jiwa menurut data BPS tahun 2024. Sebagian besar penduduknya beragama Islam yaitu sekitar 129 ribu atau sekitar 97%. Krian memiliki Masjid Besar Miftahul Abidin yang letaknya strategis di pusat kecamatan. Walaupun didominasi oleh Agama Islam, terdapat banyak pusat peribadatan lain yang ikonik di Krian seperti Kelenteng Teng Swie Bio untuk umat Tri Dharma dan Gereja Paroki Santa Monika untuk umat katolik. Krian juga memiliki salah satu institusi pendidikan islami terkemuka di Sidoarjo yakni Pesantren Modern Al Amanah Junwangi di Desa Junwangi. Saat ini Ponpes Junwangi juga memiliki cabang di Wonosalam (Jombang) dan Kras (Kediri). Salah satu tokoh Islam terkenal di Krian adalah KH. Sahlan Tholib.
Tempat terkenal
sunting
Pusat perbelanjaan dan industri
sunting- Pasar Baru Krian
- Pasar Krian lama
- Ramayana Krian
- PT Charoen Pokphand Indonesia Krian - pabrik pakan ternak
- PT. Jayamas Medica Industri - pabrik alat kesehatan dengan merk Onemed
- Kiat Ananda Cold Storage - perusahaan penyimpanan dingin
- Sentra industri tahu Tropodo - pabrik tahu di wilayah ini disorot karena menggunakan bahan bakar sampah plastik yang berpotensi membahayakan kesehatan.[12]
- Sentra industri tempe Sedenganmijen[13]
Transportasi
sunting

- Stasiun Krian
- Stasiun Boharan
- Terminal Krian
- PO Sumber Group - perusahaan yang mengoperasikan bus Sugeng Rahayu, sebelumnya bernama Sumber Kencono
- PT. RAPI Trans Logistik - perusahaan logistik darat
Fasilitas kesehatan
sunting- RSUD Sidoarjo Barat
- RSU Al-Islam H.M. Mawardi
- RS Mitra Sehat Mandiri
- Puskesmas Krian
- Puskesmas Barengkrajan
Lainnya
sunting- Kraton Waterpark
- Taman Abhirupa
- Masjid Besar Miftahul Abidin
- Klenteng Teng Swie Bio Krian
- SAMSAT Krian - sekarang pindah ke SAMSAT Trosobo, sedangkan SAMSAT Krian berubah menjadi Payment Point yang hanya melayani pembayaran pajak tahunan
- Pondok Pesantren Junwangi
- Pesarean Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung
Galeri
sunting-
Peron pemberangkatan Terminal Krian
-
Kantor Terminal Krian
-
Stasiun Krian (2020)
-
Salah satu usaha tahu di Tropodo
Referensi
sunting- ^ M Saiful Rohman (2025-07-22). "Pasar Krian Sidoarjo Akan Dibangun dengan Konsep Modern pada 2026". RADAR SIDOARJO.
- ^ Anita Susanti (2015). "EVALUASI KINERJA SIMPANG LIMA KRIAN DAN UPAYA PENANGANANNYA DI KABUPATEN SIDOARJO". Jurnal Rekayasa Teknik Sipil. 3 (2). Universitas Negeri Surabaya.
- ^ Suparno (2022-08-24). "Dibangun Hanya Dalam 5 Bulan, RSUD Sidoarjo Barat Resmi Beroperasi". DETIK JATIM.
- ^ Lambertus Hurek (2017-08-12). "TERMINAL KRIAN Sepi Angkot, Ramai PKL". RADAR SURABAYA.
- ^ Yunisa Yus Kumara, Artono (2025). "DAMPAK PEMBANGUNAN JALAN RAYA BYPASS KRIAN TERHADAP MOBILITAS DAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI KECAMATAN KRIAN TAHUN 1990–2013". Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah. 16 (2). Universitas Negeri Surabaya.
- ^ Muhammad Firman Syah (2025-10-03). "Warga Gresik Selatan Usul Nama Gerbang Tol Krian Diganti karena Membingungkan". RADAR GRESIK.
- ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w Kabupaten Sidoarjo Dalam Angka 2025. BPS Kabupaten Sidoarjo. 2025-02-28.
- ^ Armenson Diga Sandi (2015). "BANJIR SUNGAI BRANTAS MASA RAJA AIRLANGGA ABAD XI". Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah. 3 (1). Universitas Negeri Surabaya.
- ^ a b Nur Fadhilah Fitrotin (2014). "KEDUDUKAN DAERAH TERUNG (KRIAN-SIDOARJO) PADA MASA MENJELANG AKHIR MAJAPAHIT (1478-1526)". Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah. 2 (1). Universitas Negeri Surabaya.
- ^ Suparno (2020-10-01). "Museum Kreweng di Sidoarjo yang Beratap Langit dan Beralaskan Tanah". DETIK.
- ^ Reffi Dhinar (2024-01-17). "Walking Tour Mengenang Sejarah Kawedanan Krian". wordholic.com - KATA REFFI.
- ^ Runik Sri Astuti (2025-05-11). "Industri Tahu di Sidoarjo Kembali Gunakan Bahan Bakar Sampah Plastik, Apa Saja Dampaknya?". KOMPAS.
- ^ Diky Putra Sansiri (2026-02-01). "Ruwat Desa Sedengan Mijen Krian Sidoarjo, Tumpeng Tempe Raksasa Jadi Daya Tarik Wisata". RADAR SURABAYA BISNIS.
