Pralaya (Dewanagari: เคชเฅเคฐเคฒเคฏ;ย ,IAST:ย Pralaya,;ย arti: "Kehancuran") adalah suatu konsep dalam eskatologi agama Hindu. Secara umum istilah pralaya mengacu kepada empat fenomena yang berbeda,[1][2][3] tapi kini lebih sering digunakan untuk mengacu kepada kehancuran atau pemusnahan jagat raya saat genapnya masa satu kalpa (kurun waktu sekitar 4,32 milyar tahun) yang disebut Brahmapralaya.[4][5]

Pralaya lainnya yaitu: Nityapralaya, kehancuran benda mati dan makhluk hidup yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari; Prakritapralaya, air bah yang tercipta dari prakerti (kekuatan alam) yang mengakhiri riwayat segala makhluk hidup setelah genapnya 1000 kali Mahayuga (siklus empat zaman); dan Atyantikapralaya, lenyapnya atman seseorang karena telah bersatu Brahman (kebenaran sejati).[6] Sebagai konsep yang direferensikan dalam sastra Hindu sejak zaman Upanishad,[7] konsep pralaya telah banyak dibahas dalam filsafat dan kosmologi Hindu.

Referensi

sunting
  1. ^ Soifer, Deborah A. (8 November 1991). Myths of Narasimha and Vamana, The: Two Avatars in Cosmological Perspective (dalam bahasa Inggris). State University of New York Press. hlm.ย 70. ISBNย 978-1-4384-2063-9.
  2. ^ Williams, George M. (2008-03-27). Handbook of Hindu Mythology (dalam bahasa Inggris). OUP USA. hlm.ย 236. ISBNย 978-0-19-533261-2.
  3. ^ Bรคumer, Bettina (1996). Kalatattvakosa (dalam bahasa Inggris). Motilal Banarsidass Publishers. hlm.ย 31. ISBNย 978-81-208-1402-8.
  4. ^ Dalal, Roshen (2010). Hinduism: An Alphabetical Guide (dalam bahasa Inggris). Penguin Books India. hlm.ย 312. ISBNย 978-0-14-341421-6.
  5. ^ Johnson, W.J. (2009). A Dictionary of Hinduism. Oxford University Press. hlm.ย 165, 241. ISBNย 978-0-19-861025-0.
  6. ^ Barz, Richard Keith; Theil-Horstmann, Monika (1989). Living Texts from India (dalam bahasa Inggris). Otto Harrassowitz Verlag. hlm.ย 146. ISBNย 978-3-447-02967-4.
  7. ^ Basu, Baman Das (2007). The Sacred Books of the Hindus (dalam bahasa Inggris). Cosmo Publications. hlm.ย 207. ISBNย 978-81-307-0553-8.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Pralaya (novel)

Pralaya ((Hanzi: ๆญป็ฅžๆฐธ็”Ÿ, bahasa Inggris: Deathโ€™s Endcode: en is deprecated ) adalah sebuah novel fiksi ilmiah karya penulis Tionghoa Liu Cixin. Novel tersebut

Perang Medangโ€“Sriwijaya

Perang Medangโ€“Sriwijaya, disebut juga Pralaya (harf. 'Penghancuran') dalam prasasti Pucangan, adalah konflik militer antara dua kerajaan saingan, yaitu

Medang

kota Medang di Mataram. Letusan Gunung Merapi ini dikenal dengan sebutan "Pralaya Mataram" (bencana Mataram). Di Jawa Timur ibu kota baru Medang berada di

Jipang, Cepu, Blora

M), Raja Airlangga menyebut Lwaram (Jipang) sebagai kawasan pengendali pralaya. Titik tengah antara Kerajaan Medang Kuno dan Kerajaan Sriwijaya. Kenyataan

Pakubuwana XIII

adat keraton. Jenazah diberangkatkan dari keraton menggunakan Kereta Rata Pralaya alias Rata Laya, yang pernah digunakan saat upacara pemakaman Susuhunan

Ratu Sakti

kejadian di era Nilakendra hanyalah kondisi lanjutan yang mengarah pada zaman pralaya (kerusakan). Carita Parahyangan menuliskan, Aja tinut de sang kawuri polah

Hamengkubuwana IX

penunggang mengikuti iring-iringan. Sesuai dengan tradisi, kereta Kyai Rata Pralaya yang membawa jenazah Sultan Hamengkubuwana dilewatkan di antara dua beringin

Silsilah raja-raja Sunda

netral dalam hal ini. Serangan Wurawuri yang dalam Prasasti Calcuta disebut Pralaya itu terjadi tahun 1019 M. Sriwijaya sendiri musnah pada tahun 1025 karena