Kabupaten Sanggau
Sangau , Sungai Sanggau
Lambang resmi Kabupaten Sanggau
Peta
Peta
Kabupaten Sanggau di Kalimantan
Kabupaten Sanggau
Kabupaten Sanggau
Peta
Kabupaten Sanggau di Indonesia
Kabupaten Sanggau
Kabupaten Sanggau
Kabupaten Sanggau (Indonesia)
Koordinat: 0ยฐ06โ€ฒN 110ยฐ36โ€ฒE๏ปฟ / ๏ปฟ0.1ยฐN 110.6ยฐE๏ปฟ / 0.1; 110.6
Negaraย Indonesia
ProvinsiKalimantan Barat
Tanggal berdiri-
Dasar hukumUndangโ€“undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953
Hari jadi7 April 1616[1]
Ibu kotaKapuas[2]
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 15
  • Kelurahan: 6
Pemerintahan
ย โ€ขย BupatiYohanes Ontot
ย โ€ขย Wakil BupatiSusana Herpena
ย โ€ขย Sekretaris DaerahAswin Khatib
ย โ€ขย Ketua DPRDHendrikus Hengki
Luas
ย โ€ขย Total12.857,70ย km2 (4,964,39ย sqย mi)
Populasi
ย โ€ขย Total497.023
ย โ€ขย Kepadatan39/km2 (100/sqย mi)
DemonimDayak, Melayu, Tionghoa, Jawa
Demografi
ย โ€ขย Agama
  • 33,92% Islam
  • 0,67% Buddha
  • 0,03% Hindu
  • 0,03% Konghucu
  • 0,02% Kepercayaan[3]
ย โ€ขย BahasaIndonesia, Dayak, Melayu Sanggau
ย โ€ขย IPMKenaikan 66,91 (2022)
Sedang[4]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
Kode BPS
6105 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon+62 564 dan
+62 563
Pelat kendaraanKB xxxx D*
Kode Kemendagri61.03 Suntingan nilai di Wikidata
APBD-
DAURp 849.509.085.000,- (2020)
Semboyan daerahSanggau Bangga Mengukir Sejarah
Flora resmiSabang Merah
Fauna resmiKuau Raja, Kucing Dahan, dan Arwana.
Situs webwww.sanggau.go.id


Kabupaten Sanggau adalah salah satu Daerah Tingkat II di Provinsi Kalimantan Barat Indonesia. Ibu kotanya adalah Kapuas. Pada pertengahan tahun 2024, jumlah penduduk Kabupaten Sanggau sebanyak 497.023 jiwa.[3][5]

Kabupaten Sanggau terletak di tengah-tengah dan berada di bagian utara Provinsi Kalimantan Barat, dengan luas daerah 12.857,70ย kmยฒ dan kepadatan penduduk 29 jiwa per kmยฒ. Letak geografis Kabupaten Sanggau berada di antara 1ยฐ 10" LU dan 0ยฐ 35" LS serta di antara 109ยฐ 45", 111ยฐ 11" BT.[butuh rujukan]

Sejarah

sunting

Pada kontrak 1756, Sultan Tamjidullah I dari Banjarmasin dengan VOC-Belanda mendaftarkan Sanggau dalam wilayah pengaruh Kesultanan Banjarmasin.[6][7] Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indiรซ tahun 1849, wilayah ini termasuk dalam wester-afdeeling berdasarkan Bรชsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8.[8]

Geografis

sunting

Batas Wilayah

sunting

Kabupaten Sanggau memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:[butuh rujukan]

Utara Serian, Sarawak, Malaysia Timur
Timur Kabupaten Sintang dan Kabupaten Sekadau
Selatan Kabupaten Ketapang
Barat Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak

Iklim

sunting

Kabupaten Sanggau beriklim tropis dengan rata-rata curah hujan tertinggi mencapai 196ย mm terjadi pada bulan Januari dan terendah mencapai 54ย mm terjadi pada bulan Juli. Pada umumnya Kabupaten Sanggau merupakan daerah dataran tinggi yang berbukit dan rawa-rawa yang dialiri oleh beberapa sungai seperti Sungai Kapuas dan Sungai Sekayam.[butuh rujukan]

Topografi

sunting

Adapun jenis tanah yang terdapat di Kabupaten Sanggau adalah jenis podsolik yang hampir merata di seluruh kecamatan.[butuh rujukan]

Jenis tanah yang terdapat di Kabupaten Sanggau adalah jenis tanah podsolik merah kuning batuan dan padat yang hampir di seluruh kecamatan dengan luas mencapai sekitar 576,910 ha.

Geologi

sunting

Formasi geologi antara lainj adalah Formasi kwartir, Kapur, Trias, Pistosen, Instruksif dan Plutonik Basa menengah, Intruksif Plutonik Asam, Seksi Hablur Intruksif dan Plutonik Lapisan Batu dan Permo Karbon.[butuh rujukan]

Pemerintahan

sunting

Kepala daerah

sunting

Yohanes Ontot dan Susana Herpena menjabat sebagai bupati dan wakil bupati Sanggau untuk periode 2025-2030. Mereka menang pada pemilu bupati Sanggau 2024. Yohanes dan Susana dilantik oleh Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, pada 20 Februari 2025 di Istana Negara Jakarta.[9]

No. Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Wakil Bupati
17 Yohanes Ontot 20 Februari 2025 Petahana Susana Herpena

Dewan Perwakilan

sunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Sanggau dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014โ€“2019[10] 2019โ€“2024[11] 2024โ€“2029[12]
PKB 3 Kenaikan 4 Penurunan 3
Gerindra 5 Penurunan 3 Kenaikan 5
PDI-P 7 Steady 7 Kenaikan 9
Golkar 5 Kenaikan 6 Kenaikan 7
NasDem 4 Steady 4 Steady 4
PKS 0 Steady 0 Kenaikan 1
Hanura 5 Steady 5 Penurunan 1
PAN 3 Penurunan 1 Kenaikan 3
Demokrat 5 Steady 5 Steady 5
PSI (baru) 1 Penurunan 0
Perindo (baru) 2 Penurunan 1
PPP 1 Steady 1 Steady 1
PKPI 2 Penurunan 1
Jumlah Anggota 40 Steady 40 Steady 40
Jumlah Partai 10 Kenaikan 12 Penurunan 11

Wilayah administratif

sunting

Kabupaten Sanggau terdiri dari 15 kecamatan, 6 kelurahan, dan 163 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 482.500 jiwa dengan luas wilayah 12.857,80 kmยฒ dan sebaran penduduk 38 jiwa/kmยฒ.[13][14]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Sanggau, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
61.03.12 Balai 12 Desa
61.03.06 Beduai 5 Desa
61.03.05 Bonti 9 Desa
61.03.21 Entikong 5 Desa
61.03.04 Jangkang 11 Desa
61.03.01 Kapuas 6 20 Desa
Kelurahan
61.03.08 Kembayan 11 Desa
61.03.14 Meliau 19 Desa
61.03.02 Mukok 9 Desa
61.03.03 Noyan 5 Desa
61.03.09 Parindu 14 Desa
61.03.07 Sekayam 10 Desa
61.03.11 Tayan Hilir 15 Desa
61.03.10 Tayan Hulu 11 Desa
61.03.13 Toba 7 Desa
TOTAL 6 163


Demografi

sunting

Suku Bangsa

sunting
Kantor bupati Sanggau.

Suku bangsa yang ada di Kabupaten Sanggau adalah:[butuh rujukan]

Selain suku-suku setempat terdapat pula suku-suku lain yang merupakan pendatang, seperti suku Jawa, Tionghoa, Sunda, Batak, Minang, Bugis, Madura, Toraja, Bima, Flores.[butuh rujukan]

Jumlah penduduk

sunting

Jumlah penduduk di Kabupaten Sanggau pada 2010 tercatat sebanyak 407.989 jiwa terdiri atas 211.304 Laki-laki dan 196.685 Perempuan dengan laju Pertumbuhan sebesar 1,63ย % per tahun. Jumlah penduduk terbesar terdapat di Kecamatan Kapuas dengan jumlah penduduk sebanyak 78.702 jiwa sedangkan jumlah penduduk yang terkecil terdapat di Kecamatan Noyan dengan jumlah penduduk sebanyak 9.872 jiwa.[butuh rujukan]

Jumlah Penduduk Berdasarkan Administrasi Kependudukan Menurut Jenis Kelamin dan Sex Rasio Kab. Sanggau

No. Kecamatan Jenis Kelamin Sex Rasio
Laki-Laki Perempuan Jumlah
1 T o b a 6.597 5.890 12.487 112
2 M e l i a u 25.458 23.020 48.478 111
3 Kapuas 42.396 41.873 84.269 101
4 M u k o k 9.869 9.335 19.204 106
5 Jangkang 14.914 13.313 28.227 112
6 B o n t i 11.285 10.404 21.689 108
7 Parindu 18.755 17.558 36.313 107
8 Tayan Hilir 17.048 15.625 32.673 109
9 B a l a i 12.113 11.094 23.207 109
10 Tayan Hulu 17.904 16.489 34.393 109
11 Kembayan 14.119 13.266 27.385 106
12 Beduwai 5.772 5.400 11.172 107
13 N o y a n 5.446 4.834 10.280 113
14 Sekayam 17.054 15.511 32.565 110
15 Entikong 8.776 7.876 16.652 111
Jumlah 227.506 211.488 438.994 1.631

Kepadatan penduduk

sunting

Kepadatan penduduk Kabupaten Sanggau rata-rata 32 jiwa per km2, dengan jumlah kepadatan penduduk terbesar adalah Kecamatan Kapuas yakni 57 jiwa per km2 dan paling jarang penduduknya adalah kecamatan Toba sebesar 11 jiwa per km2. Masalah pokok dalam bidang kependudukan antara lain adalah jumlah penduduk yang besar, tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi, penyebaran penduduk yang belum merata, komposisi penduduk yang tidak seimbang serta arus urbanisasi dari desa ke kota. [butuh rujukan]

Agama di kabupaten Sanggau (2010)

ย ย Katolik Roma (49.16%)
ย ย Islam (33.15%)
ย ย Protestan (15.94%)
ย ย Lainnya (1.76%)

Agama

sunting

Pada 2010, Badan Pusat Statistik mencatat bahwa terdapat 200.798 umat Katolik (49.16%), 135.394 Muslim (33.15%), 65.105 adalah umat Protestan (15.94%), 3.168 adalah umat Buddha (0.78%), 479 adalah umat Konghucu (0.12%), 167 adalah umat Hindu (0.04%) dan selebihnya memilih lainnya dan tidak menjawab.[butuh rujukan]

Pariwisata

sunting

Rumah Kuta

sunting

Rumah Kuta merupakan bangunan Istana Kerajaan Sanggau pada zaman dahulu, yang berada di Kelurahan Ilir Kota, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. Bangunan ini dibangun oleh Sultan Zainudin dari Dinasti Surya Negara pada masa perpindahan pusat ibu kota kerajaan dari Mengkiang ke Kampong Kantu'. Saat ini, Rumah kuta dijadikan sebagai pusat Kebudayaan Melayu Sanggau dan kediaman resmi Sri Paduka Yang Mulia Raja Sanggau Surya Negara.[butuh rujukan]

Bangunan yang sudah berumur empat ratus tahun lebih ini sudah mengalami renovasi, namun tidak mengurangi bentuk asli dari bangunan lamanya. Sampai saat ini Istana Surya Negara masih terpelihara dengan baik. Bangunan yang memiliki luas ยฑ 1000 m2 ini memiliki lima belas ruang, yaitu ruang tamu, ruangan dengan singasana bernuansa emas yang digunakan sebagai ruang musyawarah dan pemberian titah.[butuh rujukan]

Pancur Aji

sunting

Pancur Aji merupakan salah satu objek wisata alam yang terdapat di Kabupaten Sanggau, yang terletak kurang lebih 4ย km dari kota Sanggau. Lokasi ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua atau roda empat. Konon, lokasi ini merupakan persembunyian Bujang Melaka membentengi diri dari kejaran musuh.[butuh rujukan]

Arung jeram

sunting

Kabupaten Sanggau memiliki lokasi arum jeram yang terletak Entikong di Kecamatan antara Suruh Tembawang ke kota Entikong Kecamatan Entikong, kurang lebih 115 Km dari kota Sanggau. Arung jeram Suruh tembawang memiliki 20 riam yang terjal dengan waktu tempuh dari Entikong ke Suruh Tembawang 5 sampai 12 jam tergantung kondisi air, serta memiliki tikungan sungai yang sempit.[butuh rujukan]

Sipatn Lotup (air panas)

sunting

Objek wisata sumber air panas ini terletak di kampung Peruntan, Desa Sape, Kecamatan Jangkang yang dapat dikunjungi melalui jalan darat dari Kecamatan Kembayan menuju Jangkang atau dari kota Sanggau melalui Kecamatan Mukok selanjutnya menuju lokasi air panas tersebut dengan jarak tempuh kurang lebih 70ย km dari kota Sanggau.[butuh rujukan]

Sumber air panas ini oleh penduduk setempat dinamakan Sipatn Lotup yang artinya air mendidih. Keunikan sumber air panas Sipatn Lotup ini berasal dari mata air yang di panaskan oleh panas bumi dengan temperatur 52 - 550C.[butuh rujukan]

Gunung Tiong Kandang

sunting

Gunung Tiong Kandang merupakan salah satu objek wisata alam dan kawasan hutan lindung yang terletak di Dusun Mangkit dan Dusun Mak Ijing dengan jarak 83ย km dari kota Sanggau, dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua atau roda empat melalui Dusun Mangkit dengan jarak 2,5 km sampai di Pedagi, atau melalui Dusun Mak Ijing dengan jarak 2,8 km sampai ke pedagi. Di tengah-tengah gunung Tiong Kandang, sebuah batu dengan ketinggian 160ย cm berbentuk pintu masuk oleh masyarakat menuju puncak gunung, sedangkan kiri kanan batu terdapat jurang yang sangat dalam.[butuh rujukan]

Objek wisata gunung Tiong Kandang terdapat lokasi air terjun yaitu air terjun Kajang memiliki tiga tingkatan yang terletak di sebelah utara Dusun mangkit dan Air terjun Nosok dengan ketinggian 6 m di sebelah selatan Dusun mangkit, serta terdapat batu berbentuk kulintang serta batu pengasih di puncak gunung Tiong Kandang.[butuh rujukan]

Jembatan Tayan

sunting
Objek Wisata, Jembatan Tayan

Jembatan Tayan yang terletak di Kabupaten Sanggau terbagi menjadi dua bagian. Panjang totalnya adalah 1.480 m dengan jalan penghubung sepanjang 3,7ย km yang terbagi menjadi 3 bagian. Lebar Jembatan Tayan adalah 11,5 m yang digunakan untuk dua jalur dan dua lajur.[15] Jembatan Tayan melintang di Sungai Kapuas dan melewati Pulau Tayan, di Kecamatan Tayan Hilir.[butuh rujukan]

Riam Odong

sunting

Riam Odong merupakan salah satu objek wisata air terjun yang terletak di Dusun Engkolai, Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau.[butuh rujukan]

Kuliner Tradisional

sunting
  • Sungkui, merupakan kuliner khas masyarakat Melayu Sanggau dan menjadi identitas utama Sanggau yang pembuatannya menggunakan beras yang dibungkus dengan daun dan dimasak secara khas. Sungkui biasanya disajikan dengan Opor ayam dan sambal nenas. Penganan tradisional ini biasa disajikan saat hari raya idulfitri dan pada acara adat Melayu lainnya.[butuh rujukan]
  • Ajan merupakan kuliner tradisional yang terbuat dari beras ketan dimasak dalam seruas bambu. Ajan pada dasarnya merupakan makanan khas Melayu tetapi lambat lain diserap oleh masyarakat lainnya. Makanan ini biasanya disajikan saat hari raya idulfitri dan pesta Gawai.[butuh rujukan]
  • Boramp/beram) minuman tradisional masyarakat Dayak yang terbuat dari beras ketan yang difermentasi sampai menjadi air. Beram merupakan minuman yang mengandung alkohol.[butuh rujukan]
  • Pansuh (bahasa Melayu Sanggau)/ Ponsouh (bahasa Dayak Bokidoh) merupakan masakan tradisional asli Sanggau yang biasanya terbuat dari daging ayam, ikan, dll yang dimasak di dalam seruas bambu.[butuh rujukan]
  • Tempoyak atau disebut juga tempuyak/empuyak (bahasa Melayu Sanggau)/tompek (bahasa Dayak Jangkang) merupakan penganan tradisional yang berbahan dasar durian yang di fermentasi.[butuh rujukan]
  • Jorok (Bahasa Melayu Sanggau), yaitu sayur-sayuran yang difermentasi sehingga menghasilkan cita rasa keasaman. Umumnya sayuran yang difermentasi yaitu daun ubi dan sawi.[butuh rujukan]
  • Rusip olahan fermentasi ikan oleh masyarakat Melayu Sanggau[butuh rujukan]
  • Lempok durian, merupakan panganan dodol khas Melayu Sanggau yang berbahan dasar durian. Biasanya mudah di jumpai saat musim durian.
  • Keturi piring, olahan khas ikan Keturi yang dijemur melingkar mengikuti piring khas masyarakat Melayu Sanggau khususnya Balai Sebut.[butuh rujukan]
  • Ikan Salai, merupakan ikan yang diawetkan menggunakan asap. Umumnya dibuat oleh masyarakat Balai sebut, Kec. Jangkang[butuh rujukan]
  • Pekasam/Jikot (bahasa Dayak pandu), yaitu daging yang difermentasi sehingga menghasilkan citarasa keasaman biasanya dibuat dari bahan daging ikan.[butuh rujukan]

Ekonomi

sunting

Ekonomi Sanggau ditopang oleh dua komoditas utama,yakni karet dan sawit.[butuh rujukan]

Transportasi

sunting

Sebagian besar transportasi di Kabupaten Sanggau masih mengandalkan transportasi sungai seperti sampan, speedboat dan lain-lain. Daerah ini juga masih mengandalkan transportasi umum seperti bus, angkutan dalam kota dan lain-lain.[butuh rujukan]

Pendidikan

sunting

Tersedia lebih dari 670 fasilitas sekolah di Kabupaten Sanggau.[16] Mulai dari Taman Kanak-kanak, Rumah Anak, Sekolah Dasar baik swasta maupun negeri, Sekolah Menengah Pertama baik swasta maupun negeri, Sekolah Menengah Atas baik swasta maupun negeri, Sekolah Menengah Kejuruan baik swasta maupun negeri Serta Sekolah Dasar Luar Biasa, seperti di bawah ini:

Nomor Jenis Sekolah Jumlah
1 Taman Kanak-kanak 35 Sekolah
2 Rumah Anak 2 Sekolah
3 Sekolah Dasar Luar Biasa 2 Sekolah
4 Negeri 476 Sekolah
5 Swasta 12 Sekolah
6 Sekolah Menengah Pertama Negeri 48 Sekolah
7 Swasta 44 Sekolah
8 Sekolah Menengah Atas Negeri 14 Sekolah
9 Swasta 19 Sekolah
10 Sekolah Menengah Kejuruan 14 Sekolah

Referensi

sunting
  1. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-10-11. Diakses tanggal 2015-10-07.
  2. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-04-20. Diakses tanggal 2020-11-27.
  3. ^ a b c "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2023" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 12 Januari 2025.
  4. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan 2022-2023". www.bps.go.id. Diakses tanggal 24 November 2023.
  5. ^ "Kabupaten Sanggau Dalam Angka 2021" (pdf). www.sanggaukab.bps.go.id. hlm.ย 8, 84, 189. Diakses tanggal 16 April 2021.
  6. ^ Hindia Belanda (1965). Bandjermasin (Sultanate), Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 V.O.C.: Bataafse Republik, Inggeris dan Hindia Belanda 1635-1860 (PDF). Arsip Nasional Republik Indonesia, Kompartimen Perhubungan dengan Rakjat. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-08-31. Diakses tanggal 2020-08-11.
  7. ^ Tijdschrift voor Nederlandsch-Indiรซ (1861). "Tijdschrift voor Nederlandsch-Indiรซ". 23 (1โ€“2): 218. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-03-09. Diakses tanggal 2011-04-26. ;
  8. ^ Staatsblad van Nederlandisch Indiรซ,voor het jaar 1849. Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie. 27 Agustus 1849. hlm.ย 2. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-03-09. Diakses tanggal 2020-08-11. ; Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link)
  9. ^ "Bupati dan Wakil Bupati Sanggau Periode 2025-2030 Dilantik di Istana Negara". Diakses tanggal 24 November 2023.
  10. ^ Perolehan Kursi DPRD Sanggau 2014-2019
  11. ^ "Perolehan Kursi DPRD Sanggau 2019-2024". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-03-13. Diakses tanggal 2020-05-24.
  12. ^ https://dprd.sanggau.go.id/arsip/5358.
  13. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  14. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  15. ^ Novrianto, R., dan Waluyo, D., ed. (April 2016). Membangun Infrastruktur dari Pinggiran: Rahasia Satu Tahun Membangun Infrastruktur Indonesia (PDF). Pustaka Spirit. hlm.ย 54. ISBNย 978-602-1118-66-5. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2023-05-25. Diakses tanggal 2023-05-25. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link)
  16. ^ Data SIMNUPTK LPMP Kalbar tahun 2009

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kalimantan Barat

untuk menaklukan kembali daerah-daerah yang memisahkan diri di antaranya Sanggau, Sintang dan Lawai (Kabupaten Melawi), sedangkan daerah-daerah lainnya

Kesultanan Sanggau

Kesultanan Sanggau ( Bahasa Sanggau dengan Aksara Arab: ูƒุณูˆู„ุชุงู†ู† ุณฺ ฺฌุงูˆ ) adalah sebuah Pemerintahan di Negeri Sanggau pada abad ke 14, Kesultanan Sanggau berdiri

Kerajaan Sanggau

Kerajaan Sanggau ( Bahasa Sanggau dengan Aksara Arab Melayu (Jawi): ูƒุฑุงุฌุงุกู† ุณฺ ุงูˆ ) adalah sebuah kerajaan yang berkelanjutan dari Kerajaan Labai Lawai

Bahasa Sanggau

bahasa acak Bahasa Sanggau adalah sebuah bahasa dalam rumpun bahasa Melayu yang menghuni sebagian besar wilayah Kabupaten Sanggau hingga sekarang. Penggunaan

Entikong, Sanggau

Entikong adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Indonesia. Entikong memiliki jalur perbatasan darat dengan negara Malaysia khususnya

Yohanes Ontot

adalah adalah seorang pensiunan birokrat yang menjabat sebagai Bupati Sanggau masa jabatan 2025โ€“2030. Ia menjabat sejak 20 Februari 2025 setelah dilantik

Indonesia

Bulungan di abad 16. Sementara di Kalimantan Barat telah berdiri Kesultanan Sanggau di abad 14 dan Mempawah di abad 18. Islam diperkirakan berkembang di Sulawesi

Katedral Sanggau

Gereja Katedral Sanggau atau yang bernama lengkap Paroki Katedral Hati Kudus Yesus adalah sebuah gereja katedral Katolik di Sanggau, Kalimantan Barat