Stasiun Cikudapateuh
Kereta Api Indonesia
B17G17

Peron Stasiun Cikudapateuh saat matahari terbit pada 2023
Lokasi
Koordinat6°55′08″S 107°37′33″E / 6.9187787°S 107.625867°E / -6.9187787; 107.625867
Ketinggian+691 m
Operator
Letak
Jumlah peron2
Jumlah jalur2
LayananCommuter Line (Bandung Raya dan Garut)
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
  • CTH
  • 1432[2]
  • PATEUH
KlasifikasiIII/kecil[2]
Sejarah
Dibuka20 Februari 1899
Nama sebelumnyaStopplaats Tjikoedah Pateuh
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Stasiun berikutnya
Kiaracondong
Perjalanan satu arah
Commuter Line Bandung Raya
Cicalengka–Purwakarta
Bandung
menuju Purwakarta
Bandung
menuju Padalarang
Commuter Line Bandung Raya
Padalarang–Cicalengka
Kiaracondong
menuju Cicalengka
Bandung
menuju Purwakarta
Commuter Line Garut Kiaracondong
menuju Garut
Layanan penghubung
Halte sebelumnya Metro Jabar Trans Halte berikutnya
Simpang Samoja - Malabar
Perjalanan satu arah
Koridor Pengumpan 1
transfer di Kantor Pos Kosambi
Pasar Kosambi Jalan Baranang Siang
Halte sebelumnya TMB Trans Metro Bandung Halte berikutnya
Jalan Mangga
menuju Cicaheum
Koridor 2
transfer di Kantor Pos Kosambi
Pasar Kosambi Jalan Baranang Siang
menuju Elang
Jalan Mangga
menuju Antapani
Koridor 5
transfer di Kantor Pos Kosambi
Pasar Kosambi Jalan Baranang Siang
Perjalanan satu arah
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Ruang/area tunggu Pemesanan langsung di loket Pusat informasi Musala Toilet Isi baterai 
Jenis persinyalan
Lokasi pada peta
Peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Cikudapateuh (CTH) adalah stasiun kereta api yang terletak di perbatasan antara Samoja di selatan dengan Kacapiring di utara, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Stasiun yang terletak pada ketinggian +691 m ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung. Stasiun ini hanya melayani penumpang kereta api lokal Commuter Line saja.

Sejarah

sunting

Dalam rubrik surat pembaca de Preangerbode, tercatat bahwa pada tanggal 15 Oktober 1897 akan dibuka beberapa perhentian (stopplaats) baru di lintas Bandung, yakni Cimindi, Cibodas, dan Ciledug, berdasarkan pengumuman dari Staatsspoorwegen (SS). Stopplaats ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan kereta api lokal bagi kaum inlander (pribumi). Menanggapi pembukaan perhentian tersebut, muncul surat pembaca yang termuat dalam de Preangerbode edisi 11 Oktober 1897, bahwa perlu diadakan perhentian tambahan di antara Halte Kiaracondong dan Stasiun Bandung, yang dapat diberi nama Kaca-Kaca Wetan, Cikudapateuh, atau Cihapit, agar warga Kejaksan Ilir, Lengkong, Cianten, dan Cikawas tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mencapai Stasiun Bandung. Juga mempertimbangkan penutupan Stasiun Kiaracondong, karena pada masa itu, halte ini lokasinya lebih jauh dari Bandung dan sedikit penumpang inlander yang naik turun di situ.[4]

Staatsspoorwegen (SS) akhirnya memutuskan bahwa nama perhentian yang disetujui adalah Tjikoedah Pateuh (Cikudapateuh). Perhentian ini dibuka bersama dengan Perhentian Gadobangkong, Andir, Rancakendal, dan Haurpugur. Rencana pembukaan perhentian-perhentian tersebut diiklankan di surat kabar de Preanger-bode pada 13 Februari 1899 oleh Eksploitasi Barat Staatsspoorwegen, yang mengumumkan bahwa perhentian-perhentian tersebut mulai beroperasi pada tanggal tanggal 20 Februari 1899.[5]

Catatan perjalanan kereta api yang berangkat dari perhentian ini adalah iklan SS yang termuat dalam de Preangerbode tanggal 2 Agustus 1900, yang memuat informasi perjalanan kereta luar biasa (KLB) untuk kelas 1, 2, dan 3 pada 4—6 Agustus 1900.[6] Karena semakin banyak yang menggunakan kereta api dari perhentian tersebut, SS memutuskan untuk meningkatkan stasiun ini menjadi Halte (setara stasiun kecil) pada tahun 1904.[7] Pada Desember 1907, SS membangun bangunan kecil sebagai ruang tunggu penumpang, hanya karena lonjakan penumpang yang terus meningkat membuat penumpang terpaksa berada di tempat terbuka.[8]

Pada tahun 1918, dilaksanakan proyek pembangunan jalur Bandung—CiteureupMajalaya serta Citeureup—Banjaran—Pengalengan pada tahun 1921. Untuk jalur yang menuju ke perkebunan teh, maka dibangun jalur Bandung ke Kopo (Soreang) dan kemudian ke Ciwidey. Jalur kereta api yang terwujud adalah Bandung—Ciwidey dan Dayeuhkolot—Majalaya.[9]

Stasiun Cikudapateuh ini tidak memiliki PPKA, tidak memiliki kendali persinyalan, serta pemberangkatan kereta api hanya dilakukan oleh kondektur setelah sinyal keluar dinyatakan aman.

Bangunan dan tata letak

sunting

Stasiun Cikudapateuh hanya memiliki dua jalur serta tidak mempunyai wesel. Dahulunya, stasiun ini mempunyai jalur cabang ke Ciwidey, markas kavaleri, dan lain-lain, tetapi kini semua jalur cabang tersebut sudah tidak aktif. Jalur tersebut sebenarnya tidak berawal dari stasiun ini, tetapi dimulai dari sebuah wesel percabangan di petak jalan antara stasiun ini dan Stasiun Kiaracondong.

Ke arah barat, menuju Stasiun Bandung terdapat percabangan nonaktif menuju ke TapiocaFabriek Haji HapLiongKie (Pabrik Tapioka Haji HapLiongKie). Percabangan tersebut diketahui dari peta zaman kolonial Hindia Belanda tahun 1921 yang diterbitkan oleh Leiden University.

B17G17

G

Lantai peron

Jalur 2 (Bandung)      Commuter Line Garut menuju Padalarang/Purwakarta

(Bandung)      Commuter Line Bandung Raya menuju Padalarang/Purwakarta

Peron pulau
Jalur 1      Commuter Line Garut menuju Cibatu/Garut (Kiaracondong)

     Commuter Line Bandung Raya menuju Cicalengka (Kiaracondong)

Peron sisi
Bangunan utama stasiun

Layanan kereta api

sunting

Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 1 Februari 2026.[10]

Lokal (Commuter Line)

sunting
Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
B Commuter Line Bandung Raya Cicalengka Purwakarta Perjalanan searah hanya pada malam hari.
Padalarang
C Commuter Line Garut Garut Purwakarta Perjalanan menuju Purwakarta hanya pada siang hari, sedangkan sebaliknya pada pagi dan malam hari.
Padalarang Perjalanan searah hanya pada pagi hari.
Cibatu Perjalanan menuju Padalarang hanya pada pagi hari, sedangkan sebaliknya pada malam hari.

Antarmoda pendukung

sunting

Angkutan pendukung yang tersedia di Stasiun Cikudapateuh antara lain:[11]

Jenis Angkutan Umum No. Trayek Trayek Tujuan Akhir
Metro Jabar Trans FD1 Simpang Soetta KiaracondongPasar Baru ABC Pasar Baru ABC (di Halte Kantor Pos Kosambi)
Trans Metro Bandung K2 CicaheumElang Cicaheum (di Halte Kantor Pos Kosambi)
Elang (di Halte Kantor Pos Kosambi)
K5 AntapaniStasiun Hall Antapani (di Halte Kantor Pos Kosambi)
DAMRI Reguler D11 CibiruLeuwipanjang Cibiru (di Halte Kantor Pos Kosambi)
Leuwipanjang (di Halte Kantor Pos Kosambi)

Galeri

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46).
  4. ^ "Van Bandoeng schrijft men aan het Nieuwsblad". de Preanger-bode. 1897-10-11. Diakses tanggal 2024-10-01.
  5. ^ Schafsma, S. (1899-02-13). "Staatsspoorwegen Westerlijnen". De Preanger-bode. hlm. 3. Diakses tanggal 2024-10-01.
  6. ^ "Staatsspoorwegen op Java - Westerlijnen (advertentie)". de Preangerbode. 2 Agustus 1900. Diakses tanggal 2024-12-08.
  7. ^ "Men deelt ons mede..." de Preangerbode. 28 Februari 1904. Diakses tanggal 2024-12-08.
  8. ^ "Tjikoedapateuh Vooruit!". de Preangerbode. 11 Desember 1907. Diakses tanggal 2024-12-08.
  9. ^ Finesso 2010, hlm. 3.
  10. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  11. ^ "Angkutan Umum | Angkot Kota Bandung – TRANSPORTASI UMUM". transportasiumum.com (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2017-09-14. Diakses tanggal 2018-04-30.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Bandung
menuju Bogor
Bogor–Padalarang–Kasugihan Kiaracondong
menuju Kasugihan
Bandung
Terminus
Bandung–Ciwidey Cibangkonglor
menuju Ciwidey

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Jalur kereta api Bandung–Ciwidey

Bandung selatan ke Stasiun Bandung atau ke Batavia. Aslinya, jalur kereta api ini tidak dimulai dari emplasemen Stasiun Cikudapateuh, tetapi pada petak

Commuter Line Garut

Nagreg Kereta api Lokal Cibatu berhenti di Stasiun Bandung Kereta api Lokal Cibatuan berhenti di Stasiun Cikudapateuh tahun 2023 Commuter Line Jatiluhur dan

Kota Bandung

Commuter Line per tanggal 1 Juni 2023), Cimindi, Andir, Ciroyom dan Cikudapateuh. Terdapat dua kereta Commuter Line yang melayani Kota Bandung, yakni

Stasiun Bandung

penimbunan barang di beberapa tempat di dekat Stasiun Bandung, yaitu Jalan Cibangkong, Jalan Cikudapateuh, daerah Kosambi, Kiaracondong, Braga, Pasirkaliki

Commuter Line Bandung Raya

persiapan berhenti di Stasiun Cikudapateuh, 2021 Kereta api Lokal Bandung Raya sedang berhenti di Stasiun Cikudapateuh Kereta api Commuter Line Bandung

Stasiun Kiaracondong

area bongkar muat di Cikudapateuh (kemungkinan sekarang Gudang Persediaan); pembangunan emplasemen langsir baru di barat Stasiun Bandung (bekas pabrik

Kereta api pengumpan KCJB

Whoosh dari kawasan Kota Bandung dan Kota Cimahi menuju hub kereta cepat di Stasiun Padalarang. Kereta api ini mulai beroperasi melayani penumpang umum pada

Stasiun Majalaya

Stasiun Majalaya (MJA) adalah stasiun kereta api nonaktif yang terletak di Majalaya, Majalaya, Bandung. Stasiun yang terletak pada ketinggian +672 m ini