Liga Super
Badan yang mengaturI-League
NegaraIndonesia
KonfederasiAFC
Dibentuk2008; 18ย tahun laluย (2008), sebagai Liga Super Indonesia
2017; 9ย tahun laluย (2017), sebagai Liga 1
2025; 1ย tahun laluย (2025), sebagai Liga Super
Jumlah tim18
Tingkat pada piramida1
Degradasi keKejuaraan
Piala domestikPiala Indonesia
Piala ligaPiala Liga Indonesia
Piala internasionalLiga Champions Dua AFC
Liga Challenge AFC
Kejuaraan Klub ASEAN
Juara bertahan ligaPersib Bandung (gelar ke-5)
(2025โ€“26)
Klub tersuksesPersib Bandung (5 gelar)
SponsorBRI
Televisi penyiarIndosiar
Vidio
Nex Parabola
Sin Po TV
YouTube (Liga1Match)
Situs webSitus web resmi
2026โ€“27

Liga Super (sebelumnya bernama Liga 1) atau yang secara resmi dikenal sebagai BRI Super League karena alasan sponsor,[1] adalah liga profesional tingkat pertama dalam sistem liga sepak bola di Indonesia. Liga Super diikuti oleh 18 klub dan menggunakan sistem promosi dan degradasi, dengan I-League sebagai operator resmi dari liga ini.

Kasta teratas liga sepak bola profesional di Indonesia dimulai sejak musim 2008โ€“09, dengan nama asli Indonesia Super League (Liga Super Indonesia) hingga tahun 2015.[2] Sebelum PSSI membentuk dan menyelenggarakan Liga Super Indonesia sebagai liga sepak bola profesional pertama di Indonesia, nama kompetisi tingkat atas sebelumnya di Indonesia adalah Divisi Utama Liga Indonesia dari musim 1994โ€“95 hingga 2007โ€“08.[3] Sebelum reformasi pada tahun 2008, kompetisi nasional menggunakan format turnamen.[2] Liga ini telah melalui beberapa perubahan nama: Liga 1 yang dimulai pada tahun 2017,[4] dan Liga Super yang dimulai pada tahun 2025.[5]

Sebanyak empat puluh tiga klub telah berkompetisi di kasta teratas sepak bola Indonesia sejak dimulainya Indonesia Super League pada tahun 2008. Delapan klub telah mendapat gelar juara: Persib Bandung (2014, 2023โ€“24, 2024โ€“25, 2025โ€“26), Persipura Jayapura (2008โ€“09, 2010โ€“11, 2013), Bali United (2019, 2021โ€“22), Arema (2009โ€“10), Sriwijaya (2011โ€“12), Bhayangkara Presisi (2017), Persija Jakarta (2018), dan PSM Makassar (2022โ€“23).[6][7][8] Hanya empat klub yang telah bermain di setiap musim hingga saat ini: Arema, Madura United, Persib Bandung, dan Persija Jakarta.[9] Semen Padang juga mendapat gelar juara di Liga Prima Indonesia 2011โ€“12 selama era dualisme di sepak bola Indonesia.[7][8]

Sejarah

sunting

Awal Mula

sunting

Pada tahun 1994, PSSI menggabungkan tim-tim dari Perserikatan, sebuah liga populer bagi klub amatir yang mewakili asosiasi sepakbola regional, dan Galatama, sebuah liga yang kurang populer yang terdiri dari tim semi-profesional, untuk membentuk Liga Indonesia. Upaya ini memadukan fanatisme di Perserikatan dan profesionalisme di Galatama dengan tujuan meningkatkan kualitas sepakbola Indonesia. Langkah ini menandai sistem berjenjang dalam kompetisi sepakbola Indonesia.[10] Babak grup seperti di Perserikatan digabungkan dengan sistem kompetisi penuh yang diikuti dengan babak semifinal dan final seperti di Galatama.[11]

Pembentukan

sunting

Era kompetisi modern dimulai pada tahun 2008 dengan Indonesia Super League (ISL). Musim pertama dimulai dengan 18 klub. Gol pertama Indonesia Super League dicetak oleh Ernest Jeremiah dari Persipura Jayapura dalam hasil imbang 2โ€“2 melawan Sriwijaya FC. 18 anggota pertama dari kompetisi yang baru Indonesia Super League menyusul hasil akhir klasemen musim 2008โ€“09 adalah Persipura Jayapura, Persiwa Wamena, Persib Bandung, Persik Kediri, Sriwijaya FC, Persela Lamongan, Persija Jakarta, PSM Makassar, Pelita Jaya, Arema Malang, Persijap Jepara, Persiba Balikpapan, PKT Bontang, Persitara Jakarta Utara, PSMS Medan, Deltras Sidoarjo, Persita Tangerang, dan PSIS Semarang. Awalnya, Persiter Ternate dan Persmin Minahasa lolos pendaftaran tetapi mereka gagal lolos verifikasi untuk menjadi anggota pendiri Indonesia Super League.[12]

Dualisme

sunting

Karena sepak bola di Indonesia sangat dipolitisasi dengan faksi-faksi saingan yang saling menggulingkan, konflik menjadi hal yang biasa sebelum tahun 2017. Konflik terburuk terjadi pada tahun 2011. Setelah pelantikan dewan PSSI baru pada tahun 2011, seorang anggota Komite Eksekutif PSSI dan ketua Komite Kompetisi, Sihar Sitorus, menunjuk PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) sebagai operator liga baru yang menggantikan PT Liga Indonesia (LI) karena LI gagal menyediakan laporan pertanggungjawaban kepada PSSI.[13] Sitorus, salah satu politisi di PSSI, mengumumkan Liga Premier Indonesia sebagai kompetisi tingkat atas baru di Indonesia.[14] Setelah munculnya Liga Primer Indonesia (LPI), PSSI tidak mengakui keabsahan ISL. Tim-tim ISL seperti PSM Makassar, Persema Malang, dan Persibo Bojonegoro, yang telah memboikot operator ISL karena keputusan wasit dan manajemen, dengan senang hati beralih ke LPI bersama-sama dengan pecahan dari tim ISL yang ada.[15] Namun, musim LPI tahun 2011 dihentikan di tengah musim, karena terus terjadi perpecahan di dalam PSSI; liga baru, Liga Prima Indonesia (Indonesian Premier League; IPL) menggantikannya pada akhir tahun 2011 untuk musim 2011โ€“12.[16]

Sebelum terjadinya perpecahan di PSSI, Sitorus memicu kontroversi lebih lanjut ketika ia mengatakan bahwa kompetisi baru akan dibagi menjadi dua wilayah dan akan ada penambahan enam klub di divisi teratas, yang membuat banyak anggota asosiasi marah.[17] Sebanyak 14 tim yang seharusnya menjadi peserta Indonesia Premier League memilih untuk mendukung Liga Super Indonesia yang terus berjalan di bawah dukungan faksi pro-IPL, meskipun dianggap sebagai kompetisi ilegal.[18] PSSI resmi, yang didukung oleh FIFA dan AFC, tidak mengakui ISL selama dua musim.[19] Sementara itu, Liga Premier Indonesia menjadi liga kasta teratas dari tahun 2011 hingga 2013 dengan hanya 11 tim.[20][21]

Dalam sebuah kongres luar biasa PSSI pada tanggal 17 Maret 2013, anggota asosiasi mengecam Sitorus dan memutuskan bahwa Liga Super Indonesia akan kembali menjadi kompetisi tingkat atas, menyusul pembubaran Liga Primer Indonesia.[22] Sitorus dan lima anggota dewan PSSI lainnya diberhentikan dari dunia sepak bola karena peran mereka dalam perpecahan (dikenal secara lokal sebagai dualisme) yang mengganggu sepak bola Indonesia.[23]

Dewan PSSI yang baru juga memutuskan bahwa tujuh tim terbaik dari Liga Primer Indonesia 2013 akan bergabung dengan liga yang bersatu setelah dilakukan verifikasi. Semen Padang, Persiba Bantul, Persijap Jepara, dan PSM Makassar lolos verifikasi, sedangkan Perseman Manokwari, Persepar Palangkaraya, dan Pro Duta tidak lolos, sehingga musim 2014 diikuti oleh 22 tim.[24][25]

Intervensi Pemerintah dan Suspensi FIFA

sunting

Dampak dari perpecahan tersebut menghantui sepak bola Indonesia selama bertahun-tahun setelah penggabungan kembali. Pada tanggal 18 April 2015, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi secara resmi melarang kegiatan PSSI setelah PSSI menolak untuk mengakui rekomendasi dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), sebuah lembaga di bawah kementerian, bahwa Arema Cronus dan Persebaya ISL tidak boleh lolos verifikasi ISL karena masih ada klub lain yang menggunakan nama yang sama.[26] Sebelumnya, Nachrawi telah mengirimkan tiga surat peringatan. Namun, PSSI menolak untuk menjawab panggilannya hingga batas waktu yang ditentukan.[27] Akibatnya, PSSI secara resmi menghentikan semua kompetisi di musim 2015 setelah rapat Komite Eksekutif PSSI pada tanggal 2 Mei 2015 menyebut intervensi pemerintah sebagai keadaan memaksa.[28]

Intervensi pemerintah juga membuat FIFA menghukum Indonesia dengan suspensi satu tahun dari semua aktivitas sepak bola karena badan dunia tersebut menganggap campur tangan negara dalam masalah sepak bola sebagai pelanggaran terhadap anggotanya, PSSI.[29] Selama masa suspensi, beberapa turnamen digelar untuk mengisi kekosongan, dimulai dari Piala Presiden 2015, yang dijuarai Persib Bandung, hingga Piala Bhayangkara yang menutup serangkaian turnamen yang tidak diakui tersebut.[30]

Pada tanggal 13 Mei 2016, FIFA secara resmi mengakhiri suspensi, menyusul pencabutan surat keputusan oleh menteri Indonesia pada tanggal 10 Mei 2016.[31] Tak lama setelah itu, sebuah turnamen jangka panjang dengan format kompetisi penuh, Indonesia Soccer Championship (ISC), muncul.[32] Di mana pada musim itu Persipura Jayapura menjadi Kampiun ISC 2016.[33]

Perubahan Nama Pertama

sunting

Pada tahun 2017, kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia diubah namanya secara resmi menjadi Liga 1. Perubahan nama juga diberlakukan untuk Divisi Utama (menjadi Liga 2) dan Liga Nusantara (menjadi Liga 3).[4] Operator dari kompetisi ini juga berubah dari PT Liga Indonesia (LI) menjadi PT Liga Indonesia Baru (LIB).[34]

Bhayangkara adalah juara pertama dari kompetisi ini dengan nama kedua di musim 2017. Sesuai dengan sifat kontroversial sepak bola Indonesia, penobatan ini memicu kecaman dari para penggemar. Bhayangkara, sebuah tim yang dikelola oleh Kepolisian Indonesia yang tidak memiliki basis penggemar, menang karena unggul head-to-head melawan Bali United, sebuah tim dengan dukungan yang berkembang pesat karena manajemen profesional modernnya, setelah kedua tim memiliki poin yang sama di akhir musim.[35] Bali United akhirnya mendapat gelar juara pada 2019,[36] menyusul Persija Jakarta pada 2018.[37]

Pandemi COVID-19 mulai mengguncang Indonesia sampai musim 2020 dinyatakan batal.[38]

Untuk musim 2021โ€“22 mengingat kompetisi berjalan masih di tengah pandemi COVID-19, Kompetisi Liga 1 harus melakukan beberapa terobosan supaya berjalan dengan aman. Sistem kompetisi tersebut menggunakan sistem gelembung atau bubble to bubble menjadi pilihan, yaitu ketika setiap kontestan Liga 1 berkumpul terpusat di satu pulau dan semua tim Liga 1 tidak ada yang bermain di kandangnya sendiri, sistem kompetisi yang baru tersebut agar nantinya tidak menjadi klaster baru penyebaran virus COVID-19.[39]

Musim 2022โ€“23 diganggu oleh tragedi Stadion Kanjuruhan dan selesai tanpa degradasi.[40]

Musim 2023โ€“24 memperkenalkan play-off kejuaraan setelah musim reguler.[41]

Musim 2024โ€“25 berisi wakil dari setiap pulau untuk pertama kalinya.[42]

Perubahan Nama Kedua

sunting

Pada tahun 2025, kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia diubah namanya untuk kedua kalinya menjadi Liga Super. Perubahan nama juga diberlakukan untuk Liga 2 (menjadi Kejuaraan).[5] Operator dari kompetisi ini juga berubah dari PT Liga Indonesia Baru menjadi I-League.[43]

Pada 15 Januari 2026, seiring dengan pergantian logo BRI sebagai sponsor utama kompetisi tersebut dalam rangka ulang tahun ke-130 pada 16 Desember 2025, logo Liga Super mengalami sedikit penyesuaian, dimana logo BRI yang dipakai sejak tahun 2020 diganti dengan logo BRI yang baru, dan warna resmi kompetisi ini mengadopsi warna "Nusantara Blue" dan "Cakrawala Blue" yang bertujuan untuk menyelaraskannya dengan warna korporat baru yang digunakan BRI.[44] Perubahan logo tersebut mulai diimplementasikan secara on-air di pekan ke-18 Liga Super pada 23 Januari 2026.[45] Juara pertama dari kompetisi ini dengan nama ketiga adalah Persib Bandung pada musim 2025โ€“26, yang mendapat gelar juara berkat head-to-head melawan Borneo Samarinda, walaupun kedua tim berakhir dengan poin yang sama.[46]

Format kompetisi

sunting

Format kompetisi menggunakan format satu wilayah di mana sebelumnya (terakhir 2007) menggunakan format dua wilayah.[47][48] Gelar juara akan ditentukan dari jumlah poin paling banyak selama 34 pertandingan dan diikuti oleh kriteria head-to-head, jumlah selisih gol, jumlah memasukkan gol, jumlah poin fair play, dan undian. Juara akan mewakili Indonesia di babak grup Liga Champions Dua Asia. Sedangkan peringkat ke-2 akan mewakili Indonesia di babak kualifikasi Liga Champions Dua Asia. Tiga tim penghuni terbawah klasemen akan langsung terdegradasi dan digantikan oleh tiga tim terbaik dari Kejuaraan yang promosi.

Klub

sunting

Sebanyak 18 klub akan berkompetisi pada musim 2026โ€“27.

Tim Lokasi Stadion
Adhyaksa Banten Kabupaten Serang
(Pabuaran)
Stadion Internasional Banten
Arema Kabupaten Malang
(Kepanjen)
Kanjuruhan
Bali United Kabupaten Gianyar
(Blahbatuh)
Kapten I Wayan Dipta
Bhayangkara Presisi Lampung Kota Bandar Lampung Sumpah Pemuda
Borneo Samarinda Kota Samarinda Segiri
Dewa United Banten Kabupaten Serang
(Pabuaran)
Stadion Internasional Banten
Garudayaksa Kabupaten Bogor
(Cibinong)
Pakansari
Madura United Kabupaten Pamekasan
(Tlanakan)
Gelora Madura Ratu Pamelingan
Malut United Kota Ternate Gelora Kie Raha
Persebaya Kota Surabaya Gelora Bung Tomo
Persib Kota Bandung Gelora Bandung Lautan Api
Persija DKI Jakarta Stadion Internasional Jakarta (Jakarta Utara)
Persijap Kabupaten Jepara
(Jepara Kota)
Gelora Bumi Kartini
Persik Kota Kediri Brawijaya
Persita Kabupaten Tangerang
(Kelapa Dua)
Arena Indomilk
PSIM Kota Yogyakarta Mandala Krida
PSM Kota Makassar Gelora B. J. Habibie (Kota Parepare)
PSS Kabupaten Sleman
(Depok)
Maguwoharjo

Regulasi pemain asing

sunting

Mulai musim 2025โ€“26 setiap klub Super League dapat memiliki hingga 11 pemain asing, dengan maksimal 8 pemain asing yang dapat didaftarkan dalam satu pertandingan.[49] Tetapi jumlah pemain asing yang dapat masuk ke daftar susunan pemain bertambah menjadi 9 pemain asing, dengan maksimal 7 pemain asing di lapangan.[50]

Riwayat kompetisi

sunting

Hasil dari musim ke musim

sunting
Musim Nama turnamen Juara Runner-up
1994โ€“95 Divisi Utama Liga Indonesia
(Liga Dunhill)
Persib Bandung Petrokimia Putra
1995โ€“96 Mastrans Bandung Raya PSM Makassar
1996โ€“97 Liga Kansas Persebaya Surabaya Bandung Raya
1997โ€“98 Ligina Kompetisi tidak selesai (krisis politik)[51]
1998โ€“99 PSIS Semarang Persebaya Surabaya
1999โ€“2000 Liga Bank Mandiri PSM Makassar Pupuk Kaltim
2001 Persija Jakarta PSM Makassar
2002 Petrokimia Putra Persita Tangerang
2003 Persik Kediri PSM Makassar
2004 Persebaya Surabaya PSM Makassar
2005 Liga Djarum Persipura Jayapura Persija Jakarta
2006 Persik Kediri PSIS Semarang
2007โ€“08 Sriwijaya PSMS Medan
2008โ€“09 Indonesia Super League
(Djarum ISL)
Persipura Jayapura Persiwa Wamena
2009โ€“10 Arema Indonesia Persipura Jayapura
2010โ€“11 Persipura Jayapura Arema Indonesia
2011โ€“12 Indonesian Premier League Semen Padang Persebaya 1927
2011โ€“12 Indonesia Super League Sriwijaya Persipura Jayapura
2013 Persipura Jayapura Arema Indonesia
2014 Persib Bandung Persipura Jayapura
2015 QNB League Kompetisi tidak selesai (dibekukan pemerintah/FIFA)[52]
2016[a] Indonesia Soccer Championship A
(Torabika Soccer Championship)
Persipura Jayapura Arema Cronus
2017 Go-Jek Traveloka Liga 1 Bhayangkara Bali United
2018 Go-Jek Liga 1 Persija Jakarta PSM Makassar
2019 Shopee Liga 1 Bali United Persebaya Surabaya
2020 Kompetisi dibatalkan (pandemi COVID-19)[52]
2021โ€“22 BRI Liga 1 Bali United Persib Bandung
2022โ€“23 PSM Makassar Persija Jakarta
2023โ€“24 Persib Bandung Madura United
2024โ€“25 Dewa United
2025โ€“26 BRI Super League Borneo Samarinda

Catatan:

  1. ^ Bukan kompetisi resmi yang berafiliasi dengan PSSI, AFC & FIFA.

Klub tersukses

sunting

Klub yang dicetak tebal berkompetisi di musim saat ini. Klub yang dicetak miring sudah tidak aktif.

Klub Juara Runner-up Musim Juara Musim Runner-up
Persib Bandung 5 1 1994โ€“95, 2014, 2023โ€“24, 2024โ€“25, 2025โ€“26 2021โ€“22
Persipura Jayapura 4 3 2005, 2008โ€“09, 2010โ€“11, 2013 2009โ€“10, 2011โ€“12 (ISL), 2014
PSM Makassar 2 5 1999โ€“2000, 2022โ€“23 1995โ€“96, 2001, 2003, 2004, 2018
Persebaya Surabaya 2 3 1996โ€“97, 2004 1998โ€“99, 2011โ€“12 (IPL), 2019
Persija Jakarta 2 2 2001, 2018 2005, 2022โ€“23
Bali United 2 1 2019, 2021โ€“22 2017
Persik Kediri 2 โ€“ 2003, 2006
Sriwijaya 2 โ€“ 2007โ€“08, 2011โ€“12 (ISL)
Arema 1 2 2009โ€“10 2010โ€“11, 2013
Bandung Raya 1 1 1995โ€“96 1996โ€“97
PSIS Semarang 1 1 1998โ€“99 2006
Petrokimia Putra 1 1 2002 1994โ€“95
Semen Padang 1 โ€“ 2011โ€“12 (IPL)
Bhayangkara Presisi 1 โ€“ 2017
Pupuk Kaltim โ€“ 1 1999โ€“2000
Persita Tangerang โ€“ 1 2002
PSMS Medan โ€“ 1 2007โ€“08
Persiwa Wamena โ€“ 1 2008โ€“09
Madura United โ€“ 1 2023โ€“24
Dewa United โ€“ 1 2024โ€“25
Borneo Samarinda โ€“ 1 2025โ€“26

Penghargaan

sunting

Pencetak gol terbanyak

sunting
Tahun Pemain Klub Gol
1994โ€“95 Indonesia Peri Sandria Bandung Raya 34
1995โ€“96 Montenegro Dejan Gluscevic 30
1996โ€“97 Brasil Jacksen F. Tiago Persebaya Surabaya 26
1997โ€“98 Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto[p 1] Pelita Jaya 20
1998โ€“99 Gabon Alain Mabenda PSDS Deli Serdang 11
1999โ€“2000 Indonesia Bambang Pamungkas Persija Jakarta 24
2001 Kamerun Sadissou Bako Barito Putera 22
2002 Indonesia Ilham Jaya Kesuma Persita Tangerang 26
2003 Chili Oscar Aravena PSM Makassar 31
2004 Indonesia Ilham Jaya Kesuma Persita Tangerang 22
2005 Uruguay Cristian Gonzรกles[p 2] Persik Kediri 25
2006 29
2007โ€“08 32
2008โ€“09 Indonesia Boaz Solossa Persipura Jayapura 28
Uruguay Cristian Gonzรกles[p 2] Persik Kediri dan Persib Bandung
2009โ€“10 Paraguay Aldo Barreto Bontang 19
2010โ€“11 Indonesia Boaz Solossa Persipura Jayapura 22
2011โ€“12 Brasil Beto Gonรงalves[p 2] Sriwijaya 25
2013 Indonesia Boaz Solossa Persipura Jayapura 25
2014 Kamerun Emmanuel Kenmogne Persebaya ISL 25
2017 Belanda Sylvano Comvalius Bali United 37
2018 Serbia Aleksandar Rakiฤ‡ PS TIRA 21
2019 Kroasia Marko ล imiฤ‡ Persija Jakarta 28
2021โ€“22 Indonesia Ilija Spasojeviฤ‡ Bali United 23
2022โ€“23 Brasil Matheus Pato Borneo Samarinda 25
2023โ€“24 Brasil David da Silva Persib Bandung 30
2024โ€“25 Brasil Alex Martins Dewa United 26
2025โ€“26 Brasil David da Silva Malut United 23

Catatan:

  1. ^ Pada saat kompetisi dihentikan.
  2. ^ a b c Pemain belum dinaturalisasi menjadi warga negara Indonesia pada saat kompetisi berlangsung.

Pemain terbaik

sunting
Musim Pemain Klub
1994โ€“95 Indonesia Widodo C. Putro Petrokimia Putra
1995โ€“96 Indonesia Ronny Wabia Persipura Jayapura
1996โ€“97 Indonesia Nur'alim Bandung Raya
1998โ€“99 Indonesia Ali Sunan PSIS Semarang
1999โ€“2000 Indonesia Bima Sakti PSM Makassar
2001 Indonesia Bambang Pamungkas Persija Jakarta
2002 Indonesia Ilham Jaya Kesuma Persita Tangerang
2003 Indonesia Musikan Persik Kediri
2004 Indonesia Ponaryo Astaman PSM Makassar
2005 Indonesia Christian Warobay Persipura Jayapura
2006 Indonesia Maman Abdurrahman PSIS Semarang
2007โ€“08 Liberia Zah Rahan Krangar Sriwijaya
2008โ€“09 Indonesia Boaz Solossa Persipura Jayapura
2009โ€“10 Indonesia Kurnia Meiga Arema Indonesia
2010โ€“11 Indonesia Boaz Solossa Persipura Jayapura
2011โ€“12 Saint Kitts dan Nevis Keith Gumbs Sriwijaya
2013 Indonesia Boaz Solossa Persipura Jayapura
2014 Indonesia Ferdinand Sinaga Persib Bandung
2017 Portugal Paulo Sรฉrgio Bhayangkara
2018 Nepal Rohit Chand Persija Jakarta
2019 Brasil Renan Silva Borneo
2021โ€“22 Jepang Taisei Marukawa Persebaya Surabaya
2022โ€“23 Belanda Wiljan Pluim PSM Makassar
2023โ€“24 Meksiko Francisco Rivera Madura United
2024โ€“25 Spanyol Tyronne del Pino Persib Bandung
2025โ€“26 Argentina Mariano Peralta Borneo Samarinda

Penjaga gawang terbaik

sunting
Musim Pemain Klub
2013 Korea Selatan Yoo Jae-hoon Persipura Jayapura
2025โ€“26 Indonesia Nadeo Argawinata Borneo Samarinda

Pemain muda terbaik

sunting
Musim Pemain Klub
2013 Indonesia Syakir Sulaiman Persiba Balikpapan
2017 Indonesia Rezaldi Hehanusa Persija Jakarta
2018 Indonesia Osvaldo Haay Persebaya Surabaya
2019 Indonesia Todd Rivaldo Ferre Persipura Jayapura
2021โ€“22 Indonesia Marselino Ferdinan Persebaya Surabaya
2022โ€“23 Indonesia Ilham Rio Fahmi Persija Jakarta
2023โ€“24 Indonesia Fajar Fathur Rahman Borneo Samarinda
2024โ€“25 Indonesia Arkhan Fikri Arema
2025โ€“26 Indonesia Dony Tri Pamungkas Persija Jakarta

Pelatih terbaik

sunting
Musim Pelatih/Manager Klub
2013 Brasil Jacksen F. Tiago Persipura Jayapura
2018 Brasil Stefano Cugura Persija Jakarta
2019 Brasil Stefano Cugurra Bali United
2021โ€“22 Indonesia Aji Santoso Persebaya Surabaya
2022โ€“23 Portugal Bernardo Tavares PSM Makassar
2023โ€“24 Kroasia Bojan Hodak Persib Bandung
2024โ€“25
2025โ€“26

Penghargaan gol terbaik

sunting
Musim Pemain Klub Lawan Tanggal
2017 Indonesia Septian David Maulana Mitra Kukar Persiba Balikpapan 10 November 2017
2019 Brasil David da Silva Persebaya Surabaya Arema 12 Desember 2019
2021โ€“22 Portugal Carlos Fortes Arema Persija Jakarta 5 Februari 2022
2022โ€“23 Brasil Matheus Pato Borneo Samarinda Bali United 3 April 2023
2024โ€“25 Indonesia Rizky Ridho Persija Jakarta Arema 9 Maret 2025
2025โ€“26 Indonesia Muhammad Iqbal PSIM Yogyakarta Madura United 17 Mei 2026

Tim Fair Play

sunting
Musim Klub
2017 Perseru Serui
2018 Barito Putera
2019 TIRA-Persikabo
2021โ€“22 Madura United
2022โ€“23 Bhayangkara
2023โ€“24 Borneo Samarinda
2024โ€“25 Malut United
2025โ€“26 Borneo Samarinda

Sponsor

sunting

Liga Indonesia telah bekerjasama dengan beberapa sponsor sejak 1994. Sponsornya telah mampu menentukan nama sponsor dari liga ini. Daftar di bawah ini merinci siapa saja sponsornya dan apa nama dari kompetisi ini:[53]

Periode Sponsor Nama Liga Ref.
1994โ€“1996 Dunhill Liga Dunhill [54]
1996โ€“1997 Kansas Liga Kansas [55]
1997โ€“1999 Tidak ada sponsor Ligina (Liga Indonesia) โ€“
1999โ€“2004 Bank Mandiri Liga Bank Mandiri [56]
2004โ€“2008 Djarum Super Liga Djarum [57]
2008โ€“2011 Djarum Indonesia Super League [58]
2011โ€“2014 Tidak ada sponsor Indonesia Super League [59]
2015 QNB Group QNB League [60]
2016 Torabika Torabika Soccer Championship [61]
2017 Go-Jek dan Traveloka Go-Jek Traveloka Liga 1 [62]
2018 Go-Jek Go-Jek Liga 1 [63]
2019โ€“2020 Shopee Shopee Liga 1 [64][65]
2021โ€“2025 Bank Rakyat Indonesia BRI Liga 1 [list 1]
2025โ€“sekarang BRI Super League [1]

Referensi yang dibundel:

Hak siar

sunting

Saat Ini

sunting
Penyiar Liputan Tahun Ringkasan
Emtek TV gratis 2018โ€“2027 Sebagian besar pertandingan besar hanya tersedia melalui antena terestrial digital. Lima hingga sembilan pertandingan per minggu disiarkan langsung di Indosiar untuk sejumlah stasiun transmisi seperti siaran nasional dan daerah.
Streaming Disiarkan langsung di Vidio Premier (Berbayar). Lima hingga tujuh pertandingan yang disiarkan langsung (termasuk pertandingan besar) diperlukan langganan (Hanya disiarkan untuk penonton Indonesia) dan Pertandingan yang disiarkan langsung yang bukan di Vidio Premier (tidak termasuk pertandingan besar) tersedia gratis, dengan highlight gratis dan liputan penuh gratis dari 306 pertandingan yang tersedia di Indonesia dan negara lain melalui permintaan (saluran Indosiar dan saluran resmi Vidio Liga Super).
TV berbayar 2021โ€“2027 Pertandingan yang tersedia untuk pelanggan Nex Parabola.
Sin Po Media TV gratis 2025โ€“sekarang Disiarkan langsung di Sin Po TV.

Sebelumnya

sunting
Tahun Penyiar
TV gratis TV berbayar Streaming
2008โ€“2012 ANTV โ€” โ€”
2013 VIVA
2014 MNC Media
Kompas TV
K-Vision Domikado
2015 MNC Media
NET.
Lippo Group
Matrix Garuda
2017 tvOne Orange TV iflix
SportsFix
2018 O Channel
tvOne
Orange TV
Matrix Garuda
IndiHome
SportsFix
2019 O Channel/Moji Matrix Garuda
IndiHome
โ€”
2020โ€“2022 MVN
IndiHome
Vision+
2022โ€“2023 IndiHome โ€”
2023โ€“2025 โ€” MVN

Hak komersial

sunting
Periode Mitra
2013โ€“2015[70] BV Sports
2017โ€“2020[71] Gelora Trisula Semesta
2021โ€“sekarang[71] Karya Kreasi Bangsa

Lihat juga

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ a b Triyogo, Arkhelaus Wisnu (7 Juli 2025). "PT LIB Ubah Nama Kompetisi Liga 1 Jadi BRI Super League". Tempo.
  2. ^ a b "Selamat Datang Liga (Profesional) Indonesia". Detik.com. 11 Juli 2008.
  3. ^ "Liga Indonesia Paling Hobi Ganti Nama: 6 Kali Sejak 1994". CNN Indonesia. 9 Juli 2025.
  4. ^ a b "PSSI Ubah ISL Jadi Liga 1". Bola.net. 20 Januari 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-04-03. Diakses tanggal 19 April 2023.
  5. ^ a b Robbani, Muhammad (7 Juli 2025). "Rebranding, Liga 1 Ganti Nama Jadi Super League". sepakbola. detikcom. Diakses tanggal 7 Juli 2025.
  6. ^ "Musim". Liga Indonesia Baru. Diarsipkan dari asli tanggal 15 Maret 2024.
  7. ^ a b "Liga Indonesia". Arsip Sepakbola Indonesia.
  8. ^ a b Zaki, Muhammad; Nugho, Archie (2025-05-06). "DAFTAR JUARA Liga Indonesia (1994โ€“2025)". goal.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-05-18.
  9. ^ Setiawan, Angga; Dennys, Ferril (2 April 2020). "Klub Indonesia yang Tak Pernah Tergusur dari Liga 1 sejak Era ISL". Kompas.com.
  10. ^ "BRI Liga 1". PSSI - Football Association of Indonesia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-11-08. Diakses tanggal 2024-12-04.
  11. ^ Putra, Gerry (2016-09-29). "Sejarah Kompetisi Sepakbola di Indonesia: Dari Masa Pra-Kemerdekaan Hingga (Menuju) Liga Profesional". FourFourTwo. Diarsipkan dari versi asli pada 2016-10-25. Diakses tanggal 2023-04-19.
  12. ^ "ISL, Premier League Rasa Indonesia". KOMPAS.com. 2008-07-10. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-15. Diakses tanggal 2023-04-19.
  13. ^ Anamisme, Mugiwara (2013-05-05). "IPL, ISL dan Dampak Dualisme Sepakbola Nasional". KOMPASIANA. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-18. Diakses tanggal 2023-04-19.
  14. ^ "PSSI Jangan Didikte dari Belakang". Detik.com. 14 September 2011.
  15. ^ Widiastuti, Rina (2011-01-08). "Liga Super Indonesia Menantang Liga Primer Indonesia". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-10-28. Diakses tanggal 2023-04-19.
  16. ^ Afroni, Donny (11 Oktober 2011). "Widjajanto: Nama Liga Prima Indonesia Diputuskan Komite Eksekutif". Goal.com. Diarsipkan dari versi asli pada 11 Oktober 2011.
  17. ^ Al-Yamani, Zaky (2011-09-30). "Penentang Liga Super 24 Tim Bertambah". www.viva.co.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-18. Diakses tanggal 2023-04-19.
  18. ^ "14 Klub Liga Indonesia Ancam Gelar Liga Tandingan". sepakbola. detikcom. 2011-10-13. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-18. Diakses tanggal 2023-04-19.
  19. ^ Karami, Luzman Rifqi (8 Januari 2013). "Pernyataan Djohar Dikecam Klub-klub ISL". VIVA.co.id.
  20. ^ Sammy, Abdullah; Akhmad, Chairul (2011-10-13). "Liga Indonesia Musim Depan Bernama Indonesia Premier League". Republika Online. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2011-12-16. Diakses tanggal 2023-04-19.
  21. ^ Tarmizi, Tasrief (11 Januari 2013). "IPL diikuti 16 klub". Antara.
  22. ^ Afroni, Donny (2013-03-17). "Liga Tetap Bernama Indonesia Super League". Goal.com. Diarsipkan dari versi asli pada 2013-03-20. Diakses tanggal 2023-04-19.
  23. ^ Dhanniary, Anry (2013-05-07). "6 Exco PSSI Dihukum 10 Tahun". Viva.co.id. Diakses tanggal 2024-12-17.
  24. ^ "ISL dan IPL Akhirnya Bersatu". KORAN KALTIM. 2013-03-17. Diarsipkan dari versi asli pada 2015-04-07. Diakses tanggal 2023-04-19.
  25. ^ Rahadi, Fernan (2013-12-12). "Tidak Lolos Verifikasi, Tiga Tim IPL Dimasukkan Divisi Utama". Republika Online. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2014-03-21. Diakses tanggal 2023-04-19.
  26. ^ Kardi, Dika Dania (2015-04-18). "Kronologi Keputusan Final Pembekuan PSSI". olahraga. CNN Indonesia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-18. Diakses tanggal 2023-04-19.
  27. ^ Vetriciawizach (2015-04-18). "Menpora Resmi Bekukan PSSI". olahraga. CNN Indonesia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-06-28. Diakses tanggal 2023-04-19.
  28. ^ "Force Majeur, PSSI Hentikan Semua Kompetisi". PSSI - Football Association of Indonesia. 2015-05-02. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-19. Diakses tanggal 2023-04-19.
  29. ^ Salusi, Novitasari Dewi (30 Desember 2015). "PSSI Disanksi FIFA". sepakbola. detikcom.
  30. ^ Aditya, Lucas (5 April 2016). "Setahun Pembekuan PSSI, Apa Kabar Sepakbola Indonesia?". Detik.com.
  31. ^ Laksamana, Nugyasa (13 Mei 2016). "FIFA Resmi Cabut Sanksi terhadap Indonesia". Kompas.com. Kompas Cyber Media.
  32. ^ Firdausy, Farabi (16 Januari 2016). "PT Liga Indonesia & Klub Sepakat Lepas Nama Indonesia Super League". Goal.com. Diarsipkan dari versi asli pada 10 Januari 2018.
  33. ^ Jati, Aning (2016-12-18). "Perjalanan Penuh Lika-Liku Persipura hingga Jadi Kampiun TSC 2016". Bola.com. Diakses tanggal 2022-04-20.
  34. ^ Pradigdo, Benediktus Gerendo (16 Maret 2017). "PSSI Tunjuk PT Liga Indonesia Baru Jadi Operator Kompetisi 2017". bola.com.
  35. ^ Divianta, Dewi (13 November 2017). "Akhir Drama Liga 1, Bhayangkara FC Juara". liputan6.com.
  36. ^ Pradigdo, Benediktus Gerendo (18 Desember 2020). "Kisah Sukses Bali United Juara Liga 1 2019: Buah Manis Memperkuat Pertahanan pada Awal Musim". Bola.com.
  37. ^ Dewi, Aulia (14 Agustus 2021). "Mengenang Momen Persija Jakarta Juara Liga 1 2018, Akankah Terulang Musim Ini?". Bola.com.
  38. ^ "Kompetisi Liga 1 dan 2 Musim 2020โ€“2021 Resmi Dibatalkan". PSSI โ€“ Football Association of Indonesia. 20 Januari 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 Januari 2021. Diakses tanggal 20 Januari 2021.
  39. ^ "PSSI Jelaskan Format Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 di Tengah Pandemi". Goal.com. 30 Mei 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-04. Diakses tanggal 2021-08-29.
  40. ^ Rohman, Abdul (5 Maret 2023). Melati, Metta Rahma (ed.). "Liga 2 2022/2023 Dihentikan, Liga 1 Otomatis Tanpa Degradasi". Bolasport.com.
  41. ^ "Apa Itu Championship Series di Liga 1?". CNN Indonesia. 23 Februari 2024.
  42. ^ Zilky, Ahmad; Jaya, Eris Eka (10 Maret 2024). "Tiga Tim Promosi ke Liga 1, Warna Baru untuk Liga Indonesia". Kompas.com.
  43. ^ Prasatya, Randy (12 Juli 2025). "LIB Rebranding Jadi ILeague". Detik.com.
  44. ^ Putri, Karunia (16 Desember 2025). "BRI Rebranding: Transformasi jadi Bank Universal Modern dan Luncurkan Logo Baru". Katadata.co.id. Diakses tanggal 15 Januari 2026.
  45. ^ Hasil Akhir - Persis vs Borneo FC Samarinda FC | BRI Super League 2025/26. Indosiar. 23 Januari 2026 โ€“ via Vidio.
  46. ^ K, Putra Rusdi (23 Mei 2026). "Persib Juara Super League Berkat Head to Head". Detik.com.
  47. ^ Karami, Luzman Rifqi (26 Agustus 2011). "Sejarah Kompetisi Sepak Bola Indonesia". VIVA.co.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-14. Diakses tanggal 2022-09-10.
  48. ^ "Liga Super Indonesia (ISL) dari Masa ke Masa". VIVA.co.id. 7 November 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-09-21. Diakses tanggal 2022-09-10.
  49. ^ Syachniar, Zaro Ezza; Sidik, Jafar M. (7 Juli 2025). "Liga Indonesia musim depan boleh daftarkan 11 pemain asing". Antara.
  50. ^ Raya, Mercy (28 Juli 2025). "Regulasi Pemain Asing Super League, Ferry Paulus: 7 Main, 9 di DSP". Detik.com.
  51. ^ "5 Kisah Liga Indonesia Berhenti di Tengah Musim". CNN Indonesia. 2023-01-18. Diakses tanggal 2024-12-16.
  52. ^ a b "5 Kisah Liga Indonesia Berhenti di Tengah Musim". CNN Indonesia. 2023-01-18. hlm.ย 2. Diakses tanggal 2024-12-16.
  53. ^ Arsa, Radifa (28 Juni 2023). "Sejarah Sponsorship Liga Indonesia hingga Liga 1: Dominasi Perusahaan Rokok Sampai Bank Plat Merah". Bola.com.
  54. ^ Sufiyanto, Tengku (2016-08-23). "Cerita Produk Rokok yang Pernah 'Merajai' Sepakbola Indonesia". INDOSPORT.com. hlm.ย 2. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-12. Diakses tanggal 2021-02-07.
  55. ^ Sufiyanto, Tengku (2016-08-23). "Cerita Produk Rokok yang Pernah 'Merajai' Sepakbola Indonesia". INDOSPORT.com. hlm.ย 3. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-10-10. Diakses tanggal 2022-10-08.
  56. ^ "State bank to sponsor Ligina". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). 12 Februari 2000.
  57. ^ Sufiyanto, Tengku (2016-08-23). "Cerita Produk Rokok yang Pernah 'Merajai' Sepakbola Indonesia". INDOSPORT.com. hlm.ย 4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-10-09. Diakses tanggal 2022-10-08.
  58. ^ Sufiyanto, Tengku (2016-08-23). "Cerita Produk Rokok yang Pernah 'Merajai' Sepakbola Indonesia". INDOSPORT.com. hlm.ย 5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-10-09. Diakses tanggal 2022-10-08.
  59. ^ Lazuardi, Glery (8 November 2013). Esvandi, Dodi (ed.). "ISL 2014 Kemungkinan Tanpa Sponsor Rokok". TribunNews.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 November 2013. Diakses tanggal 3 November 2014.
  60. ^ "Liga & BVSport Gandeng QNB Group". www.ligaindonesia.co.id. 3 April 2015. Diarsipkan dari versi asli pada 5 April 2015. Diakses tanggal 3 April 2015.
  61. ^ Mansur, Ali (18 April 2016). Itah, Israr (ed.). "Dipastikan Bergulir, Indonesia Soccer Championship Berganti Nama". Jakarta: Republika. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 April 2016.
  62. ^ Febrianto, Luthfie (10 April 2017). "Jadi Sponsor Liga 1, Gojek-Traveloka Sumbang Rp 180 Miliar". liputan6.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 April 2017.
  63. ^ "Ini Penyebab Berubahnya Titel Sponsor Liga 1 2018". liga-indonesia.id. 22 Maret 2018. Diarsipkan dari versi asli pada 5 Agustus 2018. Diakses tanggal 22 Maret 2018.
  64. ^ Adnan, Rais (10 Mei 2019). "Ini Logo Dan Sponsor Utama Liga 1 2019". Goal. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Mei 2019. Diakses tanggal 10 Mei 2019.
  65. ^ Adiyaksa, Muhammad (5 Februari 2020). "Emtek Kembali Jadi Official Broadcaster Liga 1 2020". liputan6.com. Jakarta: Bola.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-18. Diakses tanggal 5 Februari 2020.
  66. ^ Adiyaksa, Muhammad (5 Agustus 2021). "BRI Diperkenalkan sebagai Sponsor Utama Baru Liga 1 pada 12 Agustus 2021". bola.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-04. Diakses tanggal 5 Agustus 2021.
  67. ^ Hasan, Zainal (31 Maret 2022). Ibrahim, Herry (ed.). "Banyak Sisi Positif, BRI Siap Kembali Jadi Sponsor Utama Liga 1 Musim Depan". Indosport. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-10-09. Diakses tanggal 31 Maret 2022.
  68. ^ Wibowo, Hendry (2023-06-26). "Resmi! BRI Kembali Jadi Sponsor Utama Liga 1 2023 / 2024". Bola.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-28. Diakses tanggal 2023-06-26.
  69. ^ Yaksa, Muhammad Adi (26 Juni 2024). "PT LIB Umumkan Emtek Group Tetap Menjadi Official Broadcaster dan BRI sebagai Sponsor Liga 1 Musim Depan". Bola.com.
  70. ^ "KPPU Selidiki Dugaan Monopoli & Pengaturan Hak Siar ISL oleh PSSI". Detik.com. 19 Maret 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-22. Diakses tanggal 2022-11-14.
  71. ^ a b "Mengapa PT GTS Tak Lagi Produksi Siaran Langsung Liga 1?". kumparan.com. 20 Juli 2022.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Super Junior

Records Blog: SUPER JUNIOR "SORRY SORRY" ALBUM ZOOMS TO #1!". universalrecph.blogspot.com. "Super Junior wins No. 1 on Music Bank in just two weeks after

Rising Star Indonesia (musim 2)

putaran kedua (Super Two) dengan vote tertinggi dari lawannya dengan expert memberikan vote YES sebanyak 5%. Di putaran kedua (Super Two Finalist) ini

Piala Indonesia

Indonesia, klub-klub dari luar Liga Super memiliki kesempatan untuk menghadapi klub-klub besar yang selalu menghuni Liga Super. Bagi klub-klub divisi terendah

Layvin Kurzawa

bola profesional Prancis yang bermain sebagai bek kiri untuk klub Liga Super, Persib Bandung. Kurzawa memulai kariernya di AS Monaco pada tahun 2010

Vinรญcius Jรบnior

de Espaรฑa Two appearances in Supercopa de Espaรฑa, one appearance in UEFA Super Cup, two appearances and three goals in FIFA Club World Cup Two appearances

Sergio Ramos

in UEFA Super Cup, two appearances in Supercopa de Espaรฑa, two appearances and two goals in FIFA Club World Cup One appearance in UEFA Super Cup, one

Adam Przybek

bola profesional Wales yang bermain sebagai penjaga gawang untuk klub Liga Super Indonesia, Persib Bandung. Przybek memulai kariernya bersama West Bromwich

Liga 1 (Indonesia) 2017

menggantikan Liga Super Indonesia. Musim ini dimulai pada 15 April 2017. Persib Bandung merupakan juara bertahan dari edisi terakhir Liga Super Indonesia di