Tetrapoda
Rentang waktu:
Devon Akhir - Sekarang [1]
Berbagai hewan tetrapoda, dari kiri ke kanan: Mercurana myristicapaulstris, Dermophis mexicanus, Tachyglossus aculeatus, Equus quangga, Pseudotrapelus sinaitus, dan Sterna maxima.
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Klad: Teleostomi
Superkelas: Tetrapoda
Jaekel, 1909[2]
Subkelompok

Tetrapoda (Yunani ฯ„ฮตฯ„ฯฮฑฯ€ฮฟฮดฮท tetrapoda, Latin quadrupedal, "berkaki-empat") adalah kelompok hewan vertebrata yang sejatinya memiliki empat kaki. Tetrapoda mencakup seluruh hewan amfibi dan amniota beserta dengan turunan evolusinya, baik yang masih lestari maupun yang sudah punah, seperti burung, mamalia, dan reptil. Beberapa hewan tetrapoda seperti ular, kadal tanpa kaki, dan sesilia telah mutasi pada gen Hox sehingga kakinya tereduksi dan menjadi hewan tetrapoda tanpa kaki.[3]

Tetrapoda awal berasal dari Sarcopterygii atau ikan bersirip tabung, yang kemudian berevolusi menjadi hewan semiakuatik yang dikenal sebagai tetrapodomorpha, sekitar 390 juta tahun lalu di periode Devon.[4] Vertebrata berkaki yang berevolusi setelahnya diketahui muncul pada pertengahan periode Devon dan fosilnya banyak diidentifikasi berasal dari periode Devon akhir, yang diketahui hidup di lingkungan akuatik. Sementara itu, nenek moyang bersama tetrapoda yang mampu melakukan lokomosi darat diperkirakan muncul pada periode Mississippian (awal periode karbon, sekitar 350 juta tahun lalu).[5]

Klasifikasi

sunting

Superkelas tetrapoda terbagi menjadi 4 kelas, yaitu:[6]

Amfibi

sunting

Amfibi berasal dari bahasa Yunani yaitu Amphi yang berarti dua dan Bios yang berarti hidup. Oleh karena itu, amfibi diartikan sebagai hewan yang mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di darat dan di air. Amfibi adalah vertebrata yang memiliki dua fase kehidupan pada dua lingkungan yang berbeda. Ketika menetas hidup di air dan bernafas dengan insang, kemudian saat dewasa hidup di darat dan bernafas dengan paru-paru. Seiring dengan pertumbuhan paru-paru dan kakinya berkembang, amfibi pun dapat berjalan di darat. Amfibi merupakan hewan dengan kelembaban kulit yang tinggi, tidak tertutupi oleh rambut dan mampu hidup di air maupun di darat.[6]

Aves

sunting

Burung adalah anggota kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang memiliki bulu dan sayap. Fosil tertua burung ditemukan di Jerman dan dikenal sebagai Archaeopteryx. Jenis-jenis burung begitu bervariasi, mulai dari burung kolibri yang kecil mungil hingga burung unta, yang lebih tinggi dari orang. Diperkirakan terdapat sekitar 8.800 โ€“10.200 spesies burung di seluruh dunia; sekitar 1.500 jenis di antaranya ditemukan di Indonesia. Berbagai jenis burung ini secara ilmiah digolongkan ke dalam kelas Aves.[6]

Mamalia

sunting

Mamalia merupakan hewan vertebrata yang muncul pada zaman mesosoikum dan saat ini mendiami seluruh relung muka bumi mulai dari daratan, lautan, sepanjang pantai, danau, sungai, bawah tanah, pohon dan bahkan di udara yang tersebar mulai dari daerah kutub sampai daerah tropis. Mamalia secara garis besar adalah sekelompok organisme yang bertulang belakang, berdarah panas dan menyusui atau memiliki kelenjar mammae. Mamalia memiliki karakter struktural yang membedakan dari kehidupan vertebrata lain.[6]

Reptil

sunting

Nama reptilia diambil dari model cara hewan berjalan (latin: reptum yang artinya melata atau merayap) dan studi tentang reptilia disebut Herpetology. Kelas reptilia merupakan suatu kelompok yang beraneka ragam dengan banyak garis keturunan yang sudah punah. Terdapat sekitar 7000 spesies, sebagian besar kadal, ular, penyu atau kura-kura, dan buaya. Ini adalah pengelompokan tradisional dan didasarkan pada kemiripan semua tetrapoda tersebut.[6]

Referensi

sunting
  1. ^ Alexander, Pyron R. (July 2011). "Divergence Time Estimation Using Fossils as Tematic Biology". Systematic Biology. 60 (4): 466โ€“481. doi:10.1093/sysbio/syr047. PMIDย 21540408. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-01-31. Diakses tanggal 2019-09-08.
  2. ^ Sues, Hans-Dieter (2019). "Authorship and date of publication of the name Tetrapoda". Journal of Vertebrate Paleontology. 39: e1564758. doi:10.1080/02724634.2019.1564758. S2CIDย 91387343.
  3. ^ Di-Poรฏ, Nicolas; Montoya-Burgos, Juan I.; Miller, Hilary (2010). "Changes in Hox genes' structure and function during the evolution of the squamate body plan". Nature. 464 (7285): 99โ€“103. Bibcode:2010Natur.464...99D. doi:10.1038/nature08789. PMIDย 20203609.
  4. ^ Narkiewicz, Katarzyna; Narkiewicz, Marek (2015). "The age of the oldest tetrapod tracks from Zacheล‚mie, Poland". Lethaia. 48 (1): 10โ€“12. Bibcode:2015Letha..48...10N. doi:10.1111/let.12083. ISSNย 0024-1164.
  5. ^ Hedges, S. B.; Marin, J.; Suleski, M.; Paymer, M.; Kumar, S. (2015). "Tree of Life reveals clock-like speciation and diversification". Molecular Biology Evolution. 32: 834โ€“845.
  6. ^ a b c d e Maya, Sri; Nur, Rizki Amalia (2021-07-13). ZOOLOGI VERTEBRATA. CV WIDINA MEDIA UTAMA. ISBNย 978-623-6092-85-9.

Pranala luar

sunting

Devonian tetrapods

sunting

Carboniferous tetrapods

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Tetrapod (struktur)

Tetrapod adalah salah satu jenis struktur dalam bidang teknik pantai yang digunakan untuk mencegah terjadinya erosi akibat cuaca dan arus sejajar pantai

Tanah Lot

pemerintah Bali melalui Proyek Pengamanan Daerah Pantai Bali melakukan memasang tetrapod sebagai pemecah gelombang dan memperkuat tebing di sekeliling Pura berupa

Devon (zaman)

August 2007). "Devonian climate change, breathing, and the origin of the tetrapod stem group". Integrative and Comparative Biology. 47 (4): 510โ€“523. doi:10

Pantai

ditempuh untuk memecahkan gelombang di antaranya dengan menggunakan tumpukan tetrapod yang terbuat dari beton pada jarak tertentu dari garis pantai. Hutan bakau

Lepidodendron

Falcon-Lang, H.J. (2010). "Rainforest collapse triggered Pennsylvanian tetrapod diversification in Euramerica". Geology. 38 (12): 1079โ€“1082. doi:10.1130/G31182

Revetmen

bidang teknik pantai, tetrapod adalah struktur beton dengan empat kaki yang digunakan sebagai unit pemecah gelombang. Bentuk tetrapod dirancang untuk mendisipasi

Karnivor

Falcon-Lang, H.J. (2010). "Rainforest collapse triggered Pennsylvanian tetrapod diversification in Euramerica" (PDF). Geology. 38 (12): 1079โ€“1082. doi:10

Hewan berkuku genap

nama: authors list (link) "A 'consensus cladogram' for artiodactyls". Tetrapod Zoology. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-05-16. Diakses tanggal 24 February