Malaysia Masters 2026 (secara resmi dikenal sebagai PERODUA Malaysia Masters 2026 presented by DAIHATSU untuk alasan sponsor) adalah turnamen bulu tangkis yang diselenggarakan di Arena Unifi, Kuala Lumpur, Malaysia dari tanggal 19 hingga 24 Mei 2026 dengan total hadiah 500.000 dolar AS.
Malaysia Masters 2026 adalah turnamen kesepuluh dalam rangkaian seri Tur Dunia BWF 2026 dan termasuk dalam kategori turnamen BWF Kelas 2 – Level 4 atau Super 500. Turnamen ini diselenggarakan oleh Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia di bawah naungan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) dan merupakan edisi ketujuh belas Malaysia Masters, yang telah dihelat sejak tahun 2009. Sebanyak lima kategori dipertandingkan pada Malaysia Masters 2026: tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.[1]
Lokasi
sunting
Turnamen ini dihelat di Arena Unifi, Kuala Lumpur, Malaysia. Terdapat empat lapangan yang digunakan untuk menyelenggarakan pertandingan dan dilengkapi oleh teknologi Instant Review System.[1]
Jadwal
sunting
Turnamen ini diselenggarakan selama enam hari dengan babak kualifikasi berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026 dan babak utama berlangsung dari Selasa, 19 Mei 2026 hingga Minggu, 24 Mei 2026.[1] Tiket penonton dijual seharga 12–460 ringgit dengan anak-anak hingga usia 3 tahun tidak dipungut biaya. Selain itu, terdapat pula paket tiket terusan.[2]
^Seluruh pertandingan babak pertama ganda putra dan ganda putri diselenggarakan pada hari Selasa, kecuali pertandingan yang melibatkan peserta dari babak kualifikasi serta finalis Thailand Terbuka 2026 dan Baoji Tiongkok Masters 2026.
^Finalis Thailand Terbuka 2026 dan Baoji Tiongkok Masters 2026 akan mulai bertanding pada hari Rabu, kecuali harus bertanding pada babak kualifikasi. Seluruh pertandingan babak kualifikasi diselenggarakan pada hari Selasa.
Peserta
sunting
Penyelenggaraan turnamen terdiri atas babak kualifikasi dan babak utama dengan sistem gugur. Babak utama diikuti maksimal 32 peserta untuk setiap kategori dengan komposisi 28 peserta langsung lolos ke babak utama ditambah 4 peserta dari babak kualifikasi. Babak kualifikasi diadakan jika jumlah peserta yang mendaftar melebihi kuota maksimal peserta babak utama pada kategori terkait.[1] Penentuan daftar peserta dilakukan berdasarkan peringkat dunia yang dirilis pada 7 April 2026 dan penentuan unggulan dilakukan berdasarkan peringkat dunia yang dirilis pada 12 Mei 2026.[3] Pengundian bagan pertandingan dilakukan pada 12 Mei 2026.[4]
Total hadiah uang untuk turnamen ini adalah 500.000 dolar AS atau sekitar 8,85 miliar rupiah dengan distribusi hadiah uang sesuai peraturan BWF ditunjukkan tabel di bawah ini.[1]
WC = Peserta yang dipilih lolos langsung ke babak utama
PFQ = Peserta yang dipromosikan dari babak kualifikasi
PMD = Peserta yang dipromosikan ke babak utama
PFR = Peserta yang dipromosikan dari daftar tunggu
SWM = Peserta yang ditempatkan pada posisi bagan unggulan untuk menggantikan peserta unggulan yang mengundurkan diri
w/o = Peserta lolos ke babak selanjutnya tanpa bertanding
r / w/d = Peserta mengundurkan diri
Hak siar
sunting
Secara global, BWF menyiarkan Malaysia Masters 2026 melalui kanal YouTube BWF TV. Selain itu, BWF menjual hak siar kepada beberapa saluran penyiaran berikut.[6]
Cooke, pertama kali menyampaikan ide film ini kepada teman mereka, Allison Anders, saat liburan Natal di San Francisco pada awal tahun 2000-an. Film ini
Lunt, Daniel J.; Farnsworth, Alex; Jones, Lewis A.; Kelland, Sarah-Jane; Allison, Peter A. (2019-03-06). "Ecological niche modelling does not support climatically-driven
Miramax Films, Buena Vista Pictures $1,268,636 1995 Four Rooms Elspeth Allison Anders ("The Missing Ingredient" segment) Miramax Films, Buena Vista Pictures
dangdut Indonesia 1992 - Allison Iraheta, penyenyi Amerika Serikat 1992 - Aprilio Manganang, pemain voli Indonesia 1997 - Anders Antonsen, pebulu tangkis
sutradara; Mark Levinson dan Scott M. Rosenfelt, produser Border Radio – Allison Anders, Dean Lent dan Kurt Voss; Marcus DeLeon, produser The Chocolate War
sependapat dengan sudut pandang Allison (yaitu, saya lebih optimis), saya tertarik dengan metode yang digunakannya." Dale Allison menekankan kelemahan ingatan