Kereta api Brawijaya melintas langsung Stasiun Gondangdia | |||||
![]() | |||||
| Informasi umum | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Jenis layanan | Kereta api antarkota | ||||
| Status | Beroperasi | ||||
| Daerah operasi | Daerah Operasi VIII Surabaya | ||||
| Mulai beroperasi | 10 Maret 2021 | ||||
| Operator saat ini | Kereta Api Indonesia | ||||
| Lintas pelayanan | |||||
| Stasiun awal | Gambir | ||||
| Stasiun akhir | Malang | ||||
| Jarak tempuh | 881 km | ||||
| Waktu tempuh rerata | 12 jam 2 menit | ||||
| Frekuensi perjalanan | Satu kali keberangkatan tiap hari | ||||
| Jenis rel | Rel berat | ||||
| Pelayanan penumpang | |||||
| Kelas | Eksekutif dan priority | ||||
| Pengaturan tempat duduk |
| ||||
| Fasilitas restorasi | Ada | ||||
| Fasilitas observasi | Kaca panorama dupleks, dengan blinds, lapisan laminasi isolator panas. | ||||
| Fasilitas bagasi | Ada | ||||
| Fasilitas lain | Lampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, peredam suara. | ||||
| Teknis sarana dan prasarana | |||||
| Lebar sepur | 1.067 mm | ||||
| Kecepatan operasional | 70-120 km/jam | ||||
| Pemilik jalur | Ditjen KA, Kemenhub RI | ||||
| Nomor pada jadwal | 37-38 [1] | ||||
| |||||
Kereta api Brawijaya merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan priority yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia (KAI) yang melayani relasi GambirโMalang melalui Semarang TawangโSolo Jebres.[2]
Asal-usul jenama
suntingNama Brawijaya berasal dari raja dengan nama yang sama yang memerintah Kemaharajaan Majapahit. Brawijaya hanya dikenal dalam naskah babad dan sumber sekunder yang dibuat jauh setelah keruntuhan Majapahit (seperti Babad Tanah Jawi atau Serat Kandha) dan tidak dikenal dalam bukti-bukti sejarah primer (seperti prasasti).[3]
Pengoperasian
suntingKereta api Brawijaya diluncurkan pada 10 Maret 2021 di Stasiun Gambir untuk membantu tugas KA yang beroperasi sebelumnya seperti kereta api Jayabaya di koridor SemarangโSurabaya yang merupakan bagian dari jalur utara Pulau Jawa, serta jalur tengah lainnya seperti Majapahit, Matarmaja melalui SemarangโSurakarta, dan Gajayana melalui CirebonโPurwokerto.
Kereta api Brawijaya juga menggantikan secara tidak langsung posisi layanan kereta api Bangunkarta yang sebelumnya melayani relasi Surabaya GubengโGambir melewati jalur KA Solo JebresโSemarang Tawang dengan kelas eksekutif, namun rute kereta api Bangunkarta ini pun diperpendek sampai Jombang dan Pasar Senen serta dialihkan ke jalur tengah Jawa (via CirebonโPurwokerto) dengan kelas eksekutif dan ekonomi.
Setiba di Malang, rangkaian kereta api Brawijaya ini akan dipakai untuk layanan kereta api Arjuno Ekspres dengan relasi MalangโSurabaya Gubeng dan sebaliknya.
Perjalanan kereta api ini menempuh jarak 881ย km dalam waktu sekitar 12 jam 55 menit[1] dan kereta api Brawijaya menambah pemberhentian di Stasiun Cikarang mulai 1 Maret 2022.
Per pertengahan Mei 2023 sebelum dimulai dengan pemberlakuan grafik perjalanan kereta api (Gapeka 2023), kereta api Brawijaya ini diambil alih kepemilikan operasional ke Daerah Operasi VIII Surabaya dari Daerah Operasi I Jakarta beserta rangkaian kereta pun dimutasi ke Depo Kereta Malang, yang disebabkan dua kereta baru yang akan datang di Gapeka 2023, yakni kereta api Argo Semeru dan Pandalungan yang sama-sama kepemilikan operasional ke Daerah Operasi I Jakarta.
Mulai 3 Mei 2024, kereta api Brawijaya sudah menggunakan rangkaian kereta eksekutif baja ringan yang merupakan lungsuran dari kereta api Sembrani, yang kini Kereta api Sembrani sudah mendapatkan rangkaian baja nirkarat dari lungsuran kereta api Argo Bromo Anggrek.
Stasiun pemberhentian
sunting
| Provinsi | Kota/Kabupaten | Stasiun[4] | Keterangan | Status |
|---|---|---|---|---|
| Daerah Khusus Ibukota Jakarta | Gambir | Stasiun ujung, terintegrasi dengan bus BRT Transjakarta |
โ | |
| Jatinegara | Terintegrasi dengan Commuter Line Cikarang dan BRT Transjakarta |
โฒ | ||
| Jawa Barat | Kota Bekasi | Bekasi | Terintegrasi dengan Commuter Line Cikarang |
โ |
| Bekasi | Cikarang | Terintegrasi dengan Commuter Line Cikarang, Walahar, dan Jatiluhur |
โ | |
| Kota Cirebon | Cirebon | Terletak di Jalan Lintas Utara Jawa | โ | |
| Jawa Tengah | Kota Tegal | Tegal | โ | โ |
| Kota Pekalongan | Pekalongan | Terletak di Jalan Lintas Utara Jawa | โ | |
| Kota Semarang | Semarang Tawang | ย 2ย ย 3Aย ย 3Bย ย 4ย ย 7ย Terintegrasi dengan Kedung Sepur, bus Trans Semarang dan Trans Jateng |
โ | |
| Kota Surakarta | Solo Jebres | Y Terintegrasi dengan Commuter Line Yogyakarta dan Batik Solo Trans |
โ | |
| Jawa Timur | Kota Madiun | Madiun | โ | โ |
| Nganjuk | Nganjuk | โ | ||
| Kertosono | D P Terintegrasi dengan Commuter Line Dhoho dan Penataran |
โ | ||
| Kota Kediri | Kediri | โ | ||
| Tulungagung | Tulungagung | โ | ||
| Kota Blitar | Blitar | โ | ||
| Blitar | Wlingi | โ | ||
| Malang | Kepanjen | โ | ||
| Kota Malang | Malang Kotalama | โ | ||
| Malang | Stasiun ujung, terintegrasi dengan: | โ | ||
Legenda
| โ | Stasiun ujung (terminus) |
| โ | Berhenti untuk semua arah |
| โฒ | Berhenti hanya mengarah ke Gambir (satu arah) |
Insiden
suntingPada tanggal 15 Desember 2021, pukul 04.20 WIB, seorang warga tewas akibat tertabrak kereta api Brawijaya tujuan Jakarta di Kelurahan Tangkil, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.[5]
Pada tanggal 23 Oktober 2023, pukul 03.00 WIB, kereta api Brawijaya menuju Malang menabrak truk muatan pasir di perlintasan tanpa sebidang di Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur; tepatnya di petak antara Stasiun Papar dan Kediri di jalur percabangan KertosonoโMalang. Meskipun tidak ada korban jiwa atau luka pada kejadian tersebut, lokomotif mengalami kerusakan karena tersangkut truk. Imbas dari kejadian tersebut, lalu lintas kereta api di petak antara Kertosono dan Kediri mengalami gangguan sehingga KA Gajayana nomor 56 dari Jakarta Gambir serta Malabar nomor 122 dari Bandung harus dialihkan melalui jalur utama selatan Jawa di koridor KertosonoโSurabaya dan jalur percabangan TarikโSidoarjo.[6]
Pada 09 Februari 2024, pukul 22.51 WIB, kereta api Brawijaya menuju Gambir tertemper mobil di KM 6+1/2 petak jalan Stasiun Alastua - Semarang Tawang. Akibat kejadian ini 2 orang mengalami luka - luka dan dilarikan ke RS Sultan Agung. Kereta api Brawijaya mengalami keterlambatan sekitar 26 menit akibat pertistiwa ini.[7]
Lihat pula
suntingReferensi
sunting- ^ a b Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2023 (PDF). Bandung: PT Kereta Api Indonesia (Persero). 14 April 2023. hlm.ย 56. Diakses tanggal 12 Mei 2023 โ via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
- ^ Achmad, Nirmala Maulana (2021-03-10). "KA Brawijaya Rute Stasiun Gambir-Malang Resmi Beroperasi Hari Ini". Kompas.com. KG Media. Diakses tanggal 2021-03-11.
- ^ Midaada, Avirista (2023-03-16). "Asal Usul Nama Brawijaya dalam 2 Naskah Kuno Era Majapahit". iNews Media Group. Surabaya: MNC Media. Diakses tanggal 2025-02-07.
- ^ "Grafik Perjalanan Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025" (PDF) (Document). Bandung: PT Kereta Api Indonesia. 30 Desember 2024. hlm.ย 155. Diakses tanggal 1 Februari 2025 โ via Direktorat Jenderal Perkeretaapian. ; ;
- ^ "Berjalan di Atas Rel, Warga Blitar Tewas Tertabrak KA Brawijaya". FaktualNews.co. 2021-12-15. Diakses tanggal 2026-02-06.
- ^ Midaada, Avirista (29 Oktober 2023). "Kereta Brawijaya Tabrak Truk, Perjalanan KA Jakarta-Malang Terganggu". iNews Media Group. Surabaya: MNC Media.
- ^ Babel, Yulianto (2024-02-11). "Daop 4 Semarang: KA Brawijaya Tertemper Mobil di Alas Tua Semarang, Dua Orang Luka-luka". Halo Semarang. Diakses tanggal 2026-02-06.
Pranala luar
sunting
Media terkait kereta api Brawijaya di Wikimedia Commons
- (Indonesia) Situs web resmi PT Kereta Api Indonesia

