Kereta api Gaya Baru Malam Selatan

Papan kereta api Gaya Baru Malam Selatan sebelum menggunakan rangkaian generasi terbaru dan masih digunakan untuk petunjuk KA di setiap peron stasiun saja.
Kereta api Gaya Baru Malam Selatan arah Surabaya (via Purwokerto) melintas Stasiun Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kereta api Gaya Baru Malam Selatan
Peta
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi VIII Surabaya
Pendahulu
  • Ekspres Gaja Baru (28 September 1964 - 14 Juni 1968)
Mulai beroperasi17 Februari 1975ย (1975-02-17)
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang harian2.000 penumpang per hari (rata-rata)[butuh rujukan]
Lintas pelayanan
Stasiun awalSurabaya Gubeng
Jumlah pemberhentianLihat di bawah
Stasiun akhirPasar Senen
Jarak tempuh820 km
Waktu tempuh rerata12 jam 29 menit[1]
Frekuensi perjalananSatu kali keberangkatan tiap hari
Jenis relRel berat
Pelayanan penumpang
KelasEksekutif dan Ekonomi
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 72 tempat duduk disusun 2-2 (kelas ekonomi)
    kursi dapat direbahkan dan diputar searah lajur kereta
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca dupleks dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas bagasiAda
Fasilitas lainToilet, alat pemadam api ringan, penyejuk udara, rem darurat.
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional81.5 s.d. 120 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal89-90

Kereta api Gaya Baru Malam Selatan (GBMS) merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk melayani relasi Surabaya Gubengโ€“Pasar Senen melalui Cirebon Prujakanโ€“Purwokerto. Walaupun memiliki nama khas dari kereta api yang beroperasi pada "malam" hari, kini sebagian besar perjalanan GBMS dilakukan pada siang hari.

Kereta api Gaya Baru Malam Selatan merupakan salah satu layanan kereta api tertua (mulai beroperasi) yang masih beroperasi dengan nama yang sama sejak pertama kali diperkenalkan.

Jenama

sunting

Ekspres Gaja Baru

sunting
Warta mengenai tarif Ekspres Djaya yang dimuat di Harian Suara Merdeka, 15 Juni 1968.

Pada tahun 1964, Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) meresmikan penggunaan kereta penumpang baru dengan sistem rem udara tekan yang didatangkan secara utuh dari pabrik Nippon Sharyo, Jepang, untuk Kereta Api Kilat Bandungโ€“Jakarta pp, yang mulai beroperasi pada 20 April 1964.[2]

Dengan menggunakan rangkaian berjenis sama, pada tanggal 28 September 1964, PNKA membuka layanan kereta api Ekspres Gaja Baru, sebagai layanan ekspres siang, dengan melayani tiga rute pulang pergi sekaligus, yaitu Gambirโ€“Purwokertoโ€“Surabaya Kota melalui lintas tengah, Gambirโ€“Surabaya Pasarturi melalui lintas utara, dan Bandungโ€“Surabaya Kota melalui lintas selatan.[3]

Pada tanggal 17 November 1966, PNKA menetapkan jadwal baru sekaligus menghadirkan layanan ekspres malam pada rute Jakartaโ€“Surabaya baik melalui jalur selatan maupun utara.[4] Pada tanggal 14 Juni 1968, kereta api Ekspres Gaja Baru jadwal siang mendapatkan jenama baru yaitu Limited Express Djaya atau dalam Bahasa Indonesia disebut Ekspres Terbatas Djaya,[5] sedangkan layanan malam tetap menggunakan nama "Gaja Baru". Kereta api Limited Express Djaya bertahan hingga tahun 1973.

Pada 6 Januari 1969, PNKA menghapus KA Gaja Baru Malam Selatan. Sementara itu, Gaja Baru Malam Utara masih tetap bertahan. Pada saat yang sama pula, Djaja pun ditambahkan layanan kelas 2 (BW/AC) dengan persediaan tiket terbatas.[6]

Gaja Baru Malam

sunting

Kemudian pada 1971, diluncurkan kereta api Gaja Baru Malam dengan relasi Gambirโ€“Surabaya Pasarturi melalui lintas utara Jawa.

Pada tanggal 17 Februari 1975, diluncurkan sempalan dari kereta api Gaja Baru Malam, yakni kereta api Gaja Baru Malam Selatan, layanan baru ini memiliki relasi Surabaya Kotaโ€“Jakarta melalui lintas tengah Jawa (via Purwokerto). Pada 1976, kereta api Gaja Baru Malam mengalami penjenamaan ulang menjadi kereta api Gaja Baru Malam Utara.

Gaya Baru Malam Selatan Lebaran

sunting

Pada dekade 1980-an, diluncurkan layanan khusus musim libur, yakni kereta api Gaya Baru Malam Selatan Lebaran, yang kemudian berubah menjadi kereta api Gaya Baru Malam Selatan Utama. Pada tahun 1990, kereta api Gaya Baru Malam Selatan Utama mengalami penjenamaan ulang menjadi kereta api Jayabaya, lalu menjadi Jayabaya Selatan (bukan kereta api Jayabaya).

Pada 15 Juni 2017, PT KAI kembali meluncurkan kereta api Gaya Baru Malam Selatan Lebaran. Dikarenakan okupansi yang tinggi, layanan ini beroperasi secara reguler setelah musim lebaran dengan nama kereta api Gaya Baru Malam Selatan Premium. Pada 28 September 2017, kereta api Gaya Baru Malam Selatan Premium berubah menjadi kereta api Jayakarta Premium, dan menjadi kereta api terpanjang di jalur selatan Jawa.

Sejarah pengoperasian

sunting
Kereta api Gaya Baru Malam Selatan saat beroperasi menggunakan rangkaian kereta lama kelas ekonomi โ€“ melintas langsung Stasiun Cikampek, 2019

Kereta api yang pertama kali beroperasi pada 17 Februari 1975 ini merupakan penerus dari layanan kereta api Ekspres Gaja Baru yang pernah beroperasi tanggal 28 September 1964 hingga berubah menjadi Limited Express Djaja pada tahun 1968.

Sejak 1 Januari 2019, kereta api ini merupakan salah satu dari lima layanan kereta api kelas ekonomi yang subsidi-nya dihentikan oleh pemerintah.[7] Bersamaan dengan kereta api Brantas, kereta api ini juga mengalami penambahan layanan kelas eksekutif mulai 1 September 2019.[8]

Seiring dengan berlakunya Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2019 pada 1 Desember 2019, kereta api Gaya Baru Malam Selatan mulai beroperasi menggunakan rangkaian kereta kelas ekonomi setelah dilakukan penyesuaian tempat duduk, dengan jumlah kursi yang semula 106 kursi dikurangi menjadi 80 kursi untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.[9]

Sekitar Tahun 2020, operasional kereta api Gaya Baru Malam Selatan dipindahkan dari Daerah Operasi I Jakarta ke Daerah Operasi VIII Surabaya. Seiring dengan perubahan tersebut, rangkaian kereta dimutasi dari Depo Kereta Jakarta Kota (JAKK) ke Depo Kereta Sidotopo (SDT) di Surabaya, sebagai bagian dari pertukaran layanan operasional dengan kereta api Jayakarta.

Kereta api Gaya Baru Malam Selatan menambah pemberhentian di Stasiun Cikarang terhitung sejak 1 Februari 2022.[10]

Sebagai bagian dari perbaikan pada layanan kelas ekonomi, mulai 14 Maret 2024, kereta api Gaya Baru Malam Selatan menggunakan rangkaian kereta ekonomi generasi baru hasil modifikasi Balai Yasa Manggarai keluaran 2024 dengan 72 tempat duduk.[11]

Pada 12 Desember 2024, kereta api Gaya Baru Malam Selatan kembali mengalami peningkatan layanan berupa perubahan sarana, dengan menggunakan rangkaian kereta campuran kelas eksekutif dan ekonomi bertipe baja nirkarat generasi baru buatan PT INKA keluaran 2024. Rangkaian tersebut terdiri dari satu kereta pembangkit, empat kereta eksekutif, satu kereta makan, empat kereta ekonomi, dan satu kereta bagasi.

Mulai tanggal 1 Februari 2025, tepatnya bertepatan dengan pemberlakuan grafik perjalanan kereta api (Gapeka) 2025 kereta api Gaya Baru Malam Selatan saling bertukar rangkaian dengan kereta api Jayabaya yang beroperasi di relasi yang berbeda.

Tarif kereta api ini berkisar antara Rp 360.000โ€“Rp 600.000, tergantung pada kelas, waktu pemesanan dan jarak yang ditempuh penumpang.

Stasiun pemberhentian

sunting
Peta rute geografis kereta api Gayabaru Malam Selatan berdasarkan Gapeka 2025
Provinsi Kota/Kabupaten Stasiun[12] Keterangan Status
Daerah Khusus Ibukota Jakarta Pasar Senen
Stasiun ujung, terintegrasi dengan Commuter Line Cikarang dan layanan BRT Transjakarta
โ˜…
Jatinegara
Terintegrasi dengan Commuter Line Cikarang dan layanan BRT Transjakarta
โ–ฒ
Jawa Barat Kota Bekasi Bekasi
Terintegrasi dengan Commuter Line Cikarang
โ– 
Bekasi Cikarang LW
Terintegrasi Commuter Line Cikarang, Jatiluhur, dan Walahar
โ– 
Subang Pegaden Baru โ€“ โ– 
Indramayu Haurgeulis โ– 
Jatibarang โ– 
Kota Cirebon Cirebon Prujakan โ– 
Cirebon Arjawinangun โ– 
Ciledug โ– 
Jawa Tengah Tegal Prupuk โ– 
Brebes Ketanggungan โ– 
Bumiayu โ– 
Banyumas Purwokerto Terintegrasi dengan layanan bus Teman Bus (Trans Banyumas) dan Trans Jateng โ– 
Cilacap Kroya โ€“ โ– 
Kebumen Gombong โ– 
Kebumen โ– 
Purworejo Kutoarjo P
Terintegrasi dengan Commuter Line Prambanan Ekspres
โ– 
Klaten Klaten Y AS
Terintegrasi dengan Commuter Line Yogyakarta dan kereta api Bandara Internasional Adi Soemarmo
โ– 
Kota Surakarta Purwosari Y BK AS
Terintegrasi dengan Commuter Line Yogyakarta, Batara Kresna, KA Bandara Adi Soemarmo, dan layanan bus Batik Solo Trans
โ– 
Sragen Sragen โ€“ โ– 
Daerah Istimewa Yogyakarta Kulon Progo Wates P YA
Terintegrasi dengan Commuter Line Prambanan Ekspres dan Lin Yogyakarta International Airport
โ– 
Kota Yogyakarta Lempuyangan Y
Terintegrasi dengan Commuter Line Yogyakarta dan layanan bus Trans Jogja Istimewa
โ– 
Jawa Timur Ngawi Walikukun โ€“ โ– 
Kota Madiun Madiun โ– 
Madiun Caruban โ– 
Nganjuk Nganjuk โ– 
Kertosono D
Terintegrasi dengan Commuter Line Dhoho
โ– 
Jombang Jombang โ– 
Kota Mojokerto Mojokerto D J
Terintegrasi dengan Commuter Line Dhoho dan Jenggala
โ– 
Kota Surabaya Wonokromo A D P J SP
Terintegrasi dengan Commuter Line Arjonegoro, Dhoho, Penataran, Tumapel, Jenggala, Sindro, Supas, dan bus Trans Semanggi Suroboyo di Terminal Joyoboyo
โ–ผ
Surabaya Gubeng A D P J SP
Stasiun ujung, terintegrasi dengan Commuter Line Arjonegoro, Dhoho, Penataran, Tumapel, Jenggala, Sindro, Supas, dan angkutan pengumpan Wirawiri Suroboyo
โ˜…

Legenda

โ˜… Stasiun ujung (terminus)
โ–  Berhenti untuk semua arah
โ–ฒ Berhenti hanya mengarah ke Pasar Senen (satu arah)
โ–ผ Berhenti hanya mengarah ke Surabaya Gubeng (satu arah)

Insiden

sunting
  • Bertepatan Hari Natal, 25 Desember 2001, sekitar pukul 04.33 WIB, Kereta api Empu Jaya dengan nomor perjalanan 146 menabrak Kereta api Gaya Baru Malam Selatan dengan nomor perjalanan 153 yang sedang menunggu silang di jalur 3 emplasemen Stasiun Ketanggungan Barat, Brebes. Tabrakan tersebut terjadi sebab KA 146 melanggar sinyal masuk Stasiun Ketanggungan Barat yang beraspek merah (tanda bahwa kereta harus berhenti). Peristiwa ini mengakibatkan 31 orang tewas dan 53 lainnya luka berat termasuk masinis dari KA 146.[13]
  • Pada Tanggal 2 Oktober 2010 pukul 02:39, KA 34 Bima menyerempet kereta paling belakang KA 144 Gaya Baru Malam Selatan yang berhenti di Stasiun Purwosari. KA Gaya Baru Malam Selatan masuk di jalur 1 untuk disusul KA Bima, tetapi rangkaian paling belakang dari KA Gaya Baru Malam Selatan tidak sepenuhnya masuk ke jalur 1, yang membuat sepur lurus terhalang oleh rangkaian KA GBMS. Akibatnya Kereta api Bima menyerempet rangkaian belakang KA Gaya Baru Malam Selatan dan menyebabkan seorang penumpang tewas dan 4 orang terluka. Kesalahan PPKA Stasiun Purwosari menjadi penyebab kecelakaan ini.
  • Sekitar pukul 13.00, tanggal 27 November 2020, kereta api Gaya Baru Malam Selatan menabrak Truk jungkit di perlintasan kereta api tanpa palang pintu Dusun Bodeh, Kayen, Bandarkedungmulyo, Jombang. Diduga sopir mendengarkan musik dengan kencang sehingga tidak mendengar peringatan dari temannya di belakang. Kejadian ini mengakibatkan sopir dan kernet truk tewas.[14]
  • Pada 14 Januari 2024, kereta api Gaya Baru Malam Selatan menabrak mobil di perlintasan sebidang pada km 150+3 petak jalan antara Stasiun Srowotโ€“Brambanan, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Lokomotif mengalami kerusakan dan berhenti luar biasa (BLB) di Stasiun Brambanan. Imbas dari kejadian tersebut, lalu lintas kereta api jalur selatan dan tengah Jawa koridor Yogyakartaโ€“Surakarta sempat tersendat.[15]
  • 9 Juni 2024, pada kereta ekonomi 1 KA Gaya Baru Malam Selatan nomor 105 muncul asap tebal, diduga akibat korsleting listrik. Sehingga berhenti cukup lama di stasiun Ketanggungan, Brebes. Pada pukul 21.35 WIB, KA GBMS kembali melanjutkan perjalanan dan dilakukan penggantian kereta ekonomi 1 di stasiun Cirebon. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini.[16]

Galeri

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Nasional di Pulau Jawa Tahun 2025" (PDF) (Document). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Diakses tanggal 1 Februari 2025. ;
  2. ^ Tim Telaga Bakti Nusantara & Asosiasi Perkeretaapian Indonesia 1997, hlm.ย 412.
  3. ^ Tim Telaga Bakti Nusantara & Asosiasi Perkeretaapian Indonesia 1997, hlm.ย 413.
  4. ^ "Perubahan2 Kereta Api Seluruh Djawa". Kompas. 16 November 1966.
  5. ^ "Tarip KA Express Siang dan Malam lewat Semarang". Suara Merdeka. 1968-06-15.
  6. ^ "PN Kereta Api (Pengumuman/Iklan)". Sinar Harapan. 3 Januari 1969.
  7. ^ Merdeka.com (2018-12-31). Melani, Agustina (ed.). "Pemerintah Cabut Subsidi 5 Kereta Ekonomi pada 2019". Liputan6.com.
  8. ^ "KA Gaya Baru dan KA Brantas Melayani Kelas Eksekutif dan Ekonomi". Kereta Api Kita. 2019-09-01.
  9. ^ Kusbiantoro, Didik. "KA Gaya Baru Malam Selatan dipercantik, kelas ekonomi rasa eksekutif". ANTARA News. Diakses tanggal 2019-12-01.
  10. ^ Liputan6.com (2022-02-02). "Stasiun Cikarang Sudah Melayani Rute Kereta Api Jarak Jauh". liputan6.com. Diakses tanggal 2024-12-10. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  11. ^ Furoka, Muhammad. "Mulai 14 Maret, KA Gaya Baru Malam Selatan Gunakan Kereta Ekonomi New Generation". Tribun News. Jakarta: KG Media. Diakses tanggal 2024-03-15.
  12. ^ "Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025" (PDF) (Document). Bandung: PT Kereta Api Indonesia (Persero). 30 Desember 2024. hlm.ย 256. Diakses tanggal 1 Februari 2025 โ€“ via Direktorat Jenderal Perkeretaapian. ; ;
  13. ^ Tabrakan Kereta di Brebes Tidak Menghambat Perjalanan Kereta Lainnya Diarsipkan 2014-08-19 di Wayback Machine. tempo.co.id
  14. ^ Arifin, Reporter: Zainul (2020-11-27). "Bunyikan Musik, Truk Tertabrak Kereta Api di Jombang, 2 Orang Tewas". Berita Online Jawa Timur. Diakses tanggal 2024-12-10.
  15. ^ Pangaribowo, Wisang (14 Januari 2024). "Kecelakaan KA Gaya Baru Malam Selatan Vs Mobil di Klaten, Sejumlah Kereta Alami Keterlambatan". Kompas.com. Yogyakarta: KG Media.
  16. ^ Rumpakaadi, Lugas (2024-07-10). "Korsleting Listrik Timbulkan Asap Tebal, Kereta Api Gaya Baru Malam Selatan BLB di Stasiun Ketanggungan, Penumpang Dievakuasi". Radar Banyuwangi. Diakses tanggal 2024-07-11.

Daftar pustaka

sunting
  • Tim Telaga Bakti Nusantara; Asosiasi Perkeretaapian Indonesia. Sejarah Perkeretaapian Indonesia. Vol.ย 2. Bandung: Angkasa. ISBNย 9796651688. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kereta api Bima

dari "Biru Malam". Kereta api Bima pertama kali beroperasi pada 1 Juni 1967, dengan rute lintas selatan Jawa. Kereta api ini dilengkapi kereta tidur berwarna

Kereta api Jayakarta

sempalan dari kereta api Gaya Baru Malam Selatan. Jayabaya Selatan merupakan penjenamaan ulang dari kereta api Gaya Baru Malam Selatan Lebaran yang kemudian

Kereta api Kertajaya

api Kertajaya saat melintas di Walet, Tambun Papan nama Kereta api Kertajaya Kereta api Airlangga Kereta api Dharmawangsa Kereta api Gaya Baru Malam Selatan

Kereta api Mutiara Timur

2025 Kereta api Mutiara Selatan Kereta api Wijayakusuma Kereta api Blambangan Ekspres Kereta api Jayabaya Kereta api Gaya Baru Malam Selatan Kereta api Baturraden

Kereta api Progo

Natal, sekitar pukul 04.33 WIB, Kereta api Empu Jaya dengan nomor perjalanan 146 menabrak Kereta api Gaya Baru Malam Selatan dengan nomor perjalanan 153 yang

Kereta api Jayabaya

kereta api Jayabaya hanya memiliki kelas ekonomi plus berlivery awal (yang menjadi livery kesepakatan untuk semua kereta di Indonesia). Kereta api ini

Kereta api Batavia

rangkaian dengan kereta api Gaya Baru Malam Selatan. Pola tersebut memungkinkan penggunaan hanya tiga rangkaian untuk mengoperasikan dua kereta api berbeda. Peluncuran

Stasiun Surabaya Gubeng

Satu-satunya kereta api yang melintas langsung/tidak berhenti di stasiun ini adalah KA Parcel ONS Selatan. Berdasarkan jumlah penumpang kereta api antarkota