tvOne
Logo saat ini sejak 14 Februari 2023
JenisJaringan televisi
NegaraIndonesia
Wilayah siaranNasional
Seluruh dunia (melalui YouTube)
AfiliasiNickelodeon (2004โ€“2006)
Kantor pusatKawasan Industri Pulo Gadung JIEP, Jl. Rawa Terate II, Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur
SloganTerdepan Mengabarkan
BahasaBahasa Indonesia
Format gambar1080i HDTV 16:9
(diturunkan ke 576i 16:9 untuk umpan SDTV dan PAL)
PemilikALatief Corporation (2002โ€“2007)
Visi Media Asia (2007โ€“sekarang)
Perusahaan indukBakrie Group
Saluran seinduk
Diluncurkan17 Januari 2002ย (2002-01-17) (siaran percobaan)
30 Juli 2002ย (2002-07-30) (siaran resmi; sebagai Lativi)
14ย Februari 2008; 18 tahun laluย (2008-02-14) (sebagai tvOne)
PendiriAbdul Latief
Nama sebelumnyaLativi (2002โ€“2008)
Ketersediaan
Terestrial
Digital terestrial (DVB-T2)lihat #Jaringan siaran
Media streaming
Viva.co.idTonton langsung
IndiHome TVTonton langsung
tvonenews.com

PT Lativi Media Karya (tvOne, dahulu bernama Lativi) adalah Jaringan televisi swasta nasional di Indonesia yang berfokus pada konten berita. Berawal dari penggunaan nama Lativi, jaringan televisi ini diluncurkan pada tanggal 30 Juli 2002 dan awalnya dimiliki oleh ALatief Corporation, milik pengusaha Abdul Latief. Sempat dikenal dengan programnya yang berbasis klenik, erotisme, berita kriminalitas dan beberapa hiburan ringan lainnya, sejak tahun 2007, saham mayoritas dan pengelolaan Lativi tidak lagi dikuasai oleh Latief.

Pada tanggal 14 Februari 2008 pukul 19.30 WIB, Lativi secara resmi berganti nama menjadi tvOne, dengan komposisi program 70% berita, sisanya gabungan program olahraga dan hiburan. Direktur Utama tvOne saat ini adalah Taufan Eko Nugroho,[1][2] dan kepemilikannya kini berada di bawah Grup Bakrie (melalui PT Visi Media Asia Tbk) yang juga memiliki jaringan televisi antv.

Menurut sebuah laporan yang dikeluarkan Reuters Institute for the Study of Journalism dan Universitas Oxford pada tahun 2021, jaringan televisi tvOne merupakan media yang paling banyak diakses oleh masyarakat Indonesia, dengan 53% responden mengaku mengaksesnya.[3]

Sejarah

sunting

Lativi

sunting

tvOne awalnya didirikan dengan nama Pasaraya TV (PRTV, dengan nama perusahaan PT Pasaraya Media Karya). Sesuai namanya, PRTV memiliki keterikatan dengan Pasaraya, yaitu sebuah perusahaan ritel yang dimiliki oleh ALatief Corporation (milik Abdul Latief). PRTV awalnya diharapkan Latief bisa menjadi media promosi bagi Pasaraya.[4] Khusus perusahaannya sendiri, PT Pasaraya Media Karya sebenarnya sudah didirikan sejak 15 Oktober 1991, dan awalnya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penerbitan majalah promosi Pasaraya bernama Pasaraya Belanja, akan tetapi kemudian menjadi badan usaha/hukum dari televisi baru ini.[5][6] PRTV mendapat izin siaran nasionalnya bernomor No. 799/MP/PM/1999 dari Departemen Penerangan pada 25 Oktober 1999,[7][8] setelah sebelumnya menjadi pemenang dari seleksi pendirian televisi yang diumumkan Deppen pada 12 Oktober 1999 (bersama 4 televisi swasta lain yaitu DVN TV, MTI TV, Trans TV dan GIB).

Setahun kemudian, pada tanggal 7 Agustus 2000,[9] PRTV mengubah namanya menjadi Lativi yang diambil dari nama pendirinya (La(tief)tivi), dan nama perusahaannya menjadi PT Lativi Media Karya. Siaran percobaannya mulai berlangsung sejak 17 Januari 2002[10][11] di DKI Jakarta, dan resmi diluncurkan pada 30 Juli 2002. Lativi awalnya dapat dinikmati di tujuh kota, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Medan dari petang hingga malam hari.[8] Waktu siarnya saat itu hanya selama 8 jam (16.00-24.00 WIB), yang kemudian menjadi 12 jam (12.00-24.00 WIB) per 6 November 2002 dan 17,5 jam (06.30-00.00 WIB) pada 1 Agustus 2003.[12] Untuk menyukseskan televisi barunya ini, Latief sebelumnya sudah merekrut bekas orang-orang yang pernah terlibat dalam dunia penyiaran seperti Chrys Kelana dari RCTI, dan membangun studio serta kebutuhan siaran lainnya di Pulo Gadung, Jakarta Timur.[13][14] Latief awalnya cukup optimis dengan kehadiran Lativi: pada 2003, ia mengklaim bahwa perusahaan miliknya ini akan menjadi televisi swasta pertama (dari 5 televisi baru) yang mencapai titik impas-nya di akhir tahun tersebut.[15]

Awalnya, Lativi tidak dimaksudkan sebagai televisi yang cenderung pada kelas bawah dan menyiarkan program-program agak keras (lebih bersifat umum) seperti menayangkan sinetron,[16] film Barat atau film Mandarin,[17] dan bahkan sempat mencoba dengan tayangan edukatif dokumenter berbahasa Inggris.[18] Lativi juga sempat menggandeng Nickelodeon untuk menyiarkan acara serial animasi darinya seperti Dora The Explorer, SpongeBob SquarePants, dan Blue's Clues (kemudian pindah ke Global TV) pada tahun 2004.[19] Di bulan Ramadan, Lativi juga dikenal dengan acara Pildacil (Pemilihan Da'i Cilik) yang cukup populer dan ditayangkan beberapa kali,[20] dan pernah juga menyiarkan Liga Italia Serie A pada tahun 2004 hingga 2005. Seperti disampaikan oleh Chrys Kelana (petinggi Lativi) di tahun 2003, program-program mereka (saat itu) disusun dengan strategi flanking programme, di mana berusaha menayangkan acara yang berbeda di saat sejumlah televisi lain menayangkan acara serupa.[17]

Namun, seiring dengan sulitnya mencari keuntungan dan terus merugi (Rp 10-20 miliar/bulan),[21] maka Lativi sejak 2004 mulai mencoba menyiarkan acara-acara yang kontroversial (terutama pada malam hari). Acara tersebut banyak yang berbau erotisme (seperti Layar Tancap, Bisikan Nafsu, acara dangdut dan Komedi Tengah Malam),[22][23][24] kekerasan (seperti WWE SmackDown yang pernah memakan korban dari anak-anak),[25][26] mistis (seperti Pemburu Hantu dan Rahasia Alam Gaib), dan berita kriminalitas yang vulgar (seperti Brutal dan Tikam).[27][28] Tak pelak, program-program Lativi sering menimbulkan polemik dan kontroversi di berbagai kalangan masyarakat.

Tidak hanya menuai kontroversi terkait programnya, Lativi pada saat itu disebutkan mengalami manajemen yang buruk. Pemiliknya, Abdul Latief dianggap terlalu ingin cepat untung, meskipun hanya bermodal pinjaman bank yang akhirnya justru membuahkan masalah (lihat #Kepemilikan). Latief disebut ikut campur dalam manajemen dan bahkan pemrograman Lativi. Ia juga tidak mau mengeluarkan dana besar (meskipun industri penyiaran bersifat padat modal), seperti lebih mengutamakan program tayang ulang atau re-run berkali-kali dan berkualitas rendah, kurang memberikan fasilitas dan bantuan operasional yang memadai, menunggak gaji karyawannya beberapa kali, dan lainnya yang akhirnya membuat sejumlah karyawan mengundurkan diri. Perekrutan presenter lebih banyak didasarkan pada fisik seseorang (seperti kecantikan) dibanding kapabilitas, begitu juga pada pejabat penting seperti produser acara. Budaya internal perusahaan pun juga dipenuhi unsur nepotisme dengan mengandalkan koneksi dibanding profesionalitas, termasuk di pimpinannya. Lativi pun disebut gagal membangun citra dan basis program yang kuat di mata pemirsanya.[12][29]

Setelah diakuisisi Bakrie, pada 2007 Lativi mulai mengurangi acaranya yang kontroversial, namun masih tetap menayangkan acara hiburan seperti drama Asia, serial animasi dan lainnya. Pada September 2007, Lativi berhasil mendapatkan hak siar Liga Utama Inggris 2007โ€“2008.[30] Salah satu bentuk perubahan pasca beralih kepemilikan ada pada logo Lativi, di mana logo rajawali[31] ALatief Corporation dihilangkan dan hanya menjadi tulisan "Lativi" saja.

tvOne

sunting

Mulai Kamis, 14 Februari 2008 pukul 00.00 WIB, Lativi secara resmi berganti nama menjadi tvOne. Kepastian peresmian nama baru ini disampaikan direktur utama tvOne, Erick Thohir, dalam jumpa pers pada 13 Februari 2008. Perubahan nama ini adalah upaya strategi manajemen untuk memberikan sesuatu yang berbeda di industri pertelevisian Indonesia. Peresmian tvOne (dalam acara berjudul "Sejuta Pilihan Satu Kepastian") tersebut dilaksanakan di Plenary Hall, Gedung Jakarta Convention Center, dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono, dan ditayangkan secara langsung mulai pukul 19.30 WIB. Sebelum pergantian nama itu, tercatat beberapa program yang akan ditayangkan oleh tvOne sudah disiarkan terlebih dahulu beberapa hari sebelumnya di layar Lativi, seperti Apa Kabar Indonesia yang mulai tayang 3 hari sebelumnya, 11 Februari 2008.[32] tvOne juga sempat mempertahankan beberapa program Lativi yang dianggap sesuai, seperti dokumenter Khatulistiwa dan Panji sang Penakluk.[33]

Perubahan menjadi tvOne ini juga diiringi perombakan total pada identitas, programming, target pasar dan lainnya. Berbeda dengan Lativi yang dikenal sebagai televisi kelas bawah dan berbasis hiburan, tvOne kali ini bertransformasi menjadi televisi berita berskala nasional (kedua di Indonesia, setelah MetroTV) yang berkarakter inovatif dan beritanya bersifat cepat, akurat, dan eksklusif, serta pasarnya menargetkan kelas atas. Selain acara berita, tvOne juga menayangkan acara olahraga dan hiburan dalam jumlah yang lebih sedikit dan sudah diseleksi.[34][35] Dibandingkan dengan televisi berkonsep berita lain, memang tvOne cukup berhasil dengan sering menempati posisi No. 1 dari pesaingnya,[36] meskipun tentunya jauh jika dibandingkan dengan yang berbasis hiburan.[37] Keberhasilan tersebut, menurut analis terjadi karena tvOne mampu mengutamakan pemberitaan yang terkini, tetapi tetap hangat, interaktif dan santai; dapat menghadirkan konten yang eksklusif; serta kesuksesan membangun citra positif dengan hadirnya sosok wartawan senior Karni Ilyas dalam wadah BangOne dan acara Indonesia Lawyers Club.[38] Selama tahun-tahun awal bersiaran, tvOne mengklaim telah menginspirasi masyarakat Indonesia yang berusia 15 tahun ke atas agar berpikiran maju dan melakukan perbaikan bagi diri sendiri serta masyarakat sekitar melalui berbagai program berita dan olahraga lokal dan internasional yang dimilikinya.[39]

Pada tanggal 15 April 2017, tvOne untuk pertama kalinya sejak 9 tahun kembali mulai menayangkan program hiburan, seperti drama Turki dan acara permainan seperti Super Family 100. Beberapa drama Turki dan acara permainan yang ditayangkan oleh tvOne, sebelumnya juga pernah ditayangkan oleh antv. Namun untuk jangka panjang, tvOne akan mengarahkan program-program hiburan yang ditayangkan untuk segmentasi pria dan remaja, yang dimulai dengan kembalinya Radio Show pada awal tahun 2017. Dengan format baru ini, tvOne diharapkan dapat melampaui peringkat Trans TV dan Trans7 dalam klasemen tahunan Nielsen, di mana kedua jaringan televisi tersebut sedang mengalami stagnasi pada saat ini. Sayangnya, proses reposisi tvOne harus terhenti per 31 Juli 2017 hingga batas waktu yang tidak ditentukan, diduga karena adanya friksi antara redaksi dengan programming mengenai penjadwalan, serta rating drama Turki dan acara permainan yang tayang di tvOne malah cenderung rendah dan tidak sesuai harapan. tvOne pun kembali seperti semula, menjadi TV yang fokus ke tayangan berita dan olahraga. Meskipun batal menjadi televisi berbasis hiburan, tetapi tvOne kemudian juga mencoba peruntungan dengan penayangan film-film klasik dalam negeri, yang umumnya bertema serius seperti sejarah.[40]

Kepemilikan

sunting

Lativi awalnya seperti telah dijelaskan dimiliki oleh Abdul Latief, yang merupakan mantan Menaker pada era Presiden Soeharto. Hingga dilepas kepemilikannya pada 2007, secara resmi 100% kepemilikan Lativi ada pada Latief, walaupun pada tahun 2003 Lativi sudah dikabarkan akan dilepas kepada Tomy Winata.[17] Namun, pada akhirnya Latief justru "tersandung" dengan televisi miliknya ini akibat kredit macet yang terbongkar ke publik pada Mei 2005,[9] yang pada akhirnya memaksanya melepaskan kepemilikan atas Lativi.

Kredit macet ini bermula ketika di awal bersiaran, untuk membantu pengembangannya, Lativi meminjam dana dari Bank Mandiri sebesar Rp 328 miliar.[41] Sialnya, Lativi justru tidak bisa menghasilkan keuntungan yang memadai karena programnya tidak mendapatkan rating yang bagus, sehingga kredit ke Bank Mandiri tersebut macet. Walaupun pihak Lativi sudah membantah hal ini,[42] kenyataannya pemerintah tetap menyatakan bahwa Lativi telah gagal bayar dan melakukan tindak pidana sehingga pada 2005-2006, Direktur Utama Lativi Hasyim Sumiyana, Komisaris Utama Lativi Abdul Latief dan mantan Direktur Utamanya Usman Ja'far ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung.[43] Alasannya, Latief hanya membayar Rp 50 miliar dari hutangnya tersebut (yang telah berbunga sehingga menjadi Rp 450 miliar). Akibat kemacetan kredit tersebut, Lativi praktis kini berada di bawah penguasaan Bank Mandiri selaku kreditor. Melihat situasi tersebut (ditambah keuangan Lativi yang terus memburuk dan siarannya yang makin tidak menguntungkan), sejumlah investor berminat untuk mengakuisisi Lativi, seperti Chairul Tanjung, pemilik Trans TV dan TV3 Malaysia pada 2005. Keduanya tampak serius, bahkan Trans TV sudah memasukkan hal ini dalam rencana kerjanya serta TV3 melakukan uji tuntas dan berunding langsung dengan Latief di Malaysia.[44][45][46] Begitu juga dengan Mahaka Media yang dipimpin Erick Thohir juga sempat berencana membelinya.[47]

Namun, yang pada akhirnya mendapatkan Lativi justru adalah Bakrie Group. Pihak Bakrie sudah melakukan penjajakan untuk membeli Lativi dari Agustus 2006,[48] tetapi baru bisa terlihat ketika tangan kanan mereka, konsorsium Capital Managers Asia Pte. Ltd. melakukan pelunasan pada seluruh hutang Lativi di Bank Mandiri pada Maret 2007.[49] Dengan itulah, selain ditambah keinginan Latief yang memang ingin fokus pada bisnis ritelnya, pihak Bakrie kemudian mengakusisi Lativi dari tangan Abdul Latief di tahun itu juga dengan harga Rp 600-700 miliar, dan ditambah berbagai hal totalnya sekitar Rp 1,4 triliun. (Untuk pengusutan kasus Abdul Latief dkk, tampaknya menguap dan tidak ada kejelasan setelah peristiwa ini).[50] Lativi menjadi dimiliki oleh Bakrie bersama Erick Thohir (Mahaka Media) dan Rosan Roeslani. Mereka menggunakan wadah perusahaan PT Visi Media Asia (VIVA) yang menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 49%, ditambah dengan PT Redal Semesta (anak usaha VIVA) 31%, Good Response Ltd. 10% serta Promise Result Ltd. 10%.[34][51] Manajemen Lativi dirombak setelah pergantian kepemilikan tersebut, dengan kini di bawah Erick, Anindya Bakrie serta Ardi Bakrie yang kemudian mengubah namanya menjadi tvOne dan segmentasinya menjadi TV berita.[52] Sampai tahun 2010, komposisi kepemilikan saham tvOne masih dimiliki oleh beberapa pihak, hingga kemudian akhirnya seluruhnya beralih pada VIVA, menjadikannya sebagai pemegang saham mutlak di jaringan televisi ini sebesar 99%.[53]

Sejak akuisisi pada 2007 tersebut, Bakrie tetap menguasai tvOne lewat kepemilikan saham di Visi Media Asia (VIVA) sampai saat ini. Walaupun ada rumor pada awal 2013 yang disampaikan oleh Surya Paloh dan isu dalam rencana RUPS VIVA bahwa mereka akan menjual sahamnya kepada pemilik grup Media Nusantara Citra, Hary Tanoesoedibjo pada tahun 2013 senilai US$ 1,2-2 miliar (Rp 10-19 triliun), tetapi hal itu dibantah oleh Aburizal Bakrie, kemudian oleh Hary Tanoe dan terakhir oleh VIVA itu sendiri sehingga rencana itu dipastikan batal.[54][55][56] Di samping HT, kabar lain juga mengatakan bahwa di tahun yang sama, Chairul Tanjung dari CT Corp juga menargetkan untuk mengakuisisi VIVA (termasuk tvOne di dalamnya yang bisa katakan merupakan upaya kedua kalinya), bahkan CT sudah menyampaikan bahwa ia siap membeli VIVA dengan modal Rp 17,2 triliun (US$ 1,8 miliar) langsung secara tunai. Walaupun demikian, rencana ini kemudian tidak terjadi.[57][58]

Identitas

sunting

Logo

sunting

Logo tvOne sejak muncul di tahun 2008 tetap sama, dengan hanya mengalami perubahan-perubahan minor. Perubahan tersebut, seperti penambahan peta pada 25 Februari 2011 (yang bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-3, "Menuju Satu Dunia") dan perubahan huruf "tv" dan "ne" menjadi putih pada 2 Maret 2012. Secara garis besar, komponen dari logo tersebut bermakna:

  • Warna merah-putih melambangkan kebanggaan tvOne sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
  • Warna putih pada tulisan "tvOne" melambangkan kejujuran dalam menyampaikan berita, sedangkan warna merah sebagai latar belakang melambangkan keberanian, membuat tvOne menjadi terpercaya dan terdepan.
  • Angka satu dalam bola dunia melambangkan simbol persatuan untuk berkembang bersama menjadi No. 1 dengan semangat profesional yang tinggi.
  • Kalimat berbahasa Inggris one dan peta dunia menunjukkan kesiapan tvOne dalam kancah pertelevisian global dan merupakan simbol berkembangnya tvOne dalam jaringan informasi internasional yang dapat menjadi kebanggaan bangsa Indonesia yang ingin selalu maju.[32][59] Namun per tanggal 14 Februari 2023 (tepat pada ulang tahun tvOne yang ke-15), peta pada bola dunia dihilangkan dan kembali lagi ke logo sejak awal berdiri dengan menampilkan desain datar.

Langkah-langkah logo tvOne dikembalikan dengan desain datar lebih mudah kepada tim redaksi akan cara peraturannya:

  • Tahap I: Memulai cuplikan station identification baru muncul setelah acara Mengungkap Tabir saat ukuran safe area ini menjadi 16:9 saat dari layar 4:3.
  • Tahap II: Logo tvOne dengan lingkaran berisi angka satu miring dan peta ini diganti menjadi logo sederhana di pojok kanan atas saat on-air selama acara siaran langsung Kabar Arena.
  • Tahap III: Saat menayangkan acara khusus 15 Jam Mengabarkan Special Report, apabila layar safe area diperluas semula menjadi 16:9 saja.

Nama tvOne artinya "TV satu" (ternyata kadang-kadang lebih sama dengan jaringan televisi publik pertama di Malaysia yang dimiliki oleh Radio Televisyen Malaysia, TV1), yang dipilih sebagai harapan agar jaringan televisi ini menjadi No. 1 di Indonesia.[35] Selain itu, nama tvOne dipilih karena dianggap keren dan mudah diingat. Sedangkan slogan yang digunakannya, "Memang Beda" (sama seperti siaran pertamanya LatiVi) merupakan tanda bawah tvOne akan berbeda dari televisi manapun di Indonesia, karena mengutamakan kombinasi acara berita dan olahraga;[33] "Terdepan Mengabarkan" menjadi bukti bahwa tvOne menjadi televisi berita dengan rating tertinggi dan tercepat memberitakan informasi.[60]

Mulai bulan awal Februari 2024, logo tvOne dengan tanda tulisan HD yang artinya high-definition untuk meningkatkan kualitas gambar lebih tajam selanjutnya ada tampilan logo resmi ulang tahun ke-16 dalam bertajuk "Tetap Nomor Satu" berserta dengan TV Pemilu dalam bertajuk "Mengawal Demokrasi" di pojok kanan atas, digunakan selama pemilihan umum nasional di seluruh Indonesia hingga mancanegara pada tahun 2024.

Slogan utama

sunting

Sebagai Lativi

  • Saluran Penuh Nilai Dan Makna (17 Januari 2002-7 Agustus 2004)
  • Pasti (akronim dari Pas di Hati, 7 Agustus 2004-31 Desember 2006)
  • Berani Beda (1 Januari-31 Desember 2007)
  • Memang Beda (1 Januari-13 Februari 2008)

Sebagai tvOne

  • Memang Beda (14 Februari 2008-14 Februari 2010, 2 Maret 2012-14 Februari 2023)
  • Terdepan Mengabarkan (14 Februari 2010-2 Maret 2012, 14 Februari 2023-sekarang)
  • Menuju Satu Dunia (24 Februari 2011-2 Maret 2012)
  • Kami Kabarkan, Anda Putuskan (selama Pilkada dan Pemilu serentak)

Slogan spesial HUT

sunting
  • Nomor Satu (2009, 2010 dan 2015)
  • Menuju Satu Dunia (2011)
  • Indonesia Hebat (2012)
  • Inspirasi Dunia (2016)
  • Penyumbang Suara Rakyat (2017)
  • Mengawal NKRI (2018)
  • Beda itu Indah (2019)
  • Bersatu Untuk Maju (2020)
  • Bersama Kita Bangkit (2021)
  • Indonesia Bangkit (2022)
  • Semangat Indonesia Bersatu (2023)
  • Tetap Nomor Satu (2024)
  • Kolaborasi Untuk Negeri (2025)
  • Indonesia Berzikir (2026)

Program

sunting

Sebagian besar acara yang disiarkan oleh tvOne merupakan acara berita, dengan sebagian lainnya merupakan acara olahraga, keagamaan, hingga infomersial. tvOne aslinya bersiaran 24 jam sehari, tetapi menurut aturan pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 idealnya tvOne hanya bersiaran secara nasional maksimal 21,6 jam sehari (90%); sisanya diisi oleh siaran lokal.

Berita dan faktual

sunting

Kabar adalah acara induk berita di jaringan ini, yang telah tayang saat masih bernama Lativi. Kabar terdiri dari beragam acara seperti Kabar Pagi, Kabar Siang, Kabar Petang, Kabar Utama, dan Kabar Hari Ini; serta acara di luar berita utama (seperti Kabar Arena, Kabar Dunia, dan Kabar Pasar). tvOne juga menayangkan acara gelar wicara Apa Kabar Indonesia yang menggabungkan berita dan gelar wicara dengan suasana yang lebih 'hangat' seperti halnya acara pagi di luar negeri; acara ini kemudian tayang di pagi dan malam hari serta memicu lahirnya acara-acara serupa di jaringan televisi berita lain di Indonesia.

Acara gelar wicara saat ini di antaranya Coffee Break, Dua Sisi, dan E-Talkshow; sebelumnya pernah menayangkan acara seperti Indonesia Lawyers Club tayang hingga tahun 2020. Acara majalah berita yang ditayangkan di antaranya Fakta dan Menyingkap Tabir.

Olahraga

sunting

Olahraga merupakan salah satu fokus acara tvOne, yang terlihat pada identitasnya (yang terkadang mencantumkan tulisan news + sports, diterjemahkan "berita + olahraga", di bawah logo). Hingga tahun 2021, tvOne memegang beberapa hak siar beberapa kompetisi olahraga seperti acara sepakbola Bundesliga (bekerja sama dengan Mola), acara seni bela diri campuran One Pride MMA, serta acara tinju dengan nama Live World Boxing.

Di tahun 2009, tvOne sempat menyiarkan kompetisi sepakbola bergengsi Spanyol La Liga selama 3 musim yakni 2009-10 hingga 2011-12. Kemudian, di tahun 2014, tvOne resmi memiliki hak siar dalam ajang sepak bola bergengsi di dunia Piala Dunia FIFA 2014 bersama antv. Pada tanggal 13 Oktober 2021, tvOne sempat mendapatkan hak siar Bundesliga hanya musim 2021โ€“22 Hingga 2024โ€“25 tayang bersama antv mulai musim 2022-2025. Selain tvOne, antv juga ikut bersama-sama mendapatkan hak siar Bundesliga dengan bekerja sama dengan pemilik lisensi Mola TV. Dimulai dari pekan ke-8, tvOne akan menyiarkan 76 pertandingan Bundesliga atau 2 pertandingan per minggunya, menggantikan NET. pada musim 2020โ€“2021.[61] Selain itu, pertandingan sepakbola lain yang pernah disiarkan tvOne seperti Liga 1 dan Liga 2 (domestik).

Lainnya

sunting

Acara keagamaan saat ini, seluruhnya agama Islam, di antaranya Damai Indonesiaku dan Rumah Mamah Dedeh. Damai Indonesiaku menjadi acara tausiyah akhir pekan yang populer hingga memicu acara serupa di jaringan televisi lain di Indonesia. Di samping itu, tvOne juga menayangkan acara seperti Hidup Sehat dan Indonesia Plus.

Di tahun 2017, tvOne juga pernah menayangkan seri televisi dari Turki yang sebelumnya pernah tayang di antv, seperti Shehrazat dan Orphan Flowers, serta program kuis Famili 100 untuk musim ke-7 dengan nama Super Family 100 yang sebelumnya juga pernah tayang di antv.[62]

Biro

sunting

Domestik

sunting

Internasional

sunting

Jaringan siaran

sunting

Hingga tahun 2020, tvOne didukung oleh 39 stasiun pemancar,[63] seluruhnya dimiliki oleh tvOne. Berikut ini adalah stasiun afiliasi dan pemancar tvOne (sejak berlakunya UU Penyiaran, stasiun TV harus membangun stasiun TV afiliasi di daerah-daerah/bersiaran secara berjaringan dengan stasiun lokal). Data dikutip dari data Izin Penyelenggaraan Penyiaran Kominfo[64] dan berbagai sumber.[65]

Keterangan: yang dicetak miring berarti masih berupa stasiun relay dan belum memiliki siaran lokalnya sendiri.

Nama JaringanNama StasiunDaerahFrekuensi Digital (DVB-T2)[66]Nama Multipleksing Digital (DVB-T2)[67]
PT Lativi Media KaryatvOneDKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi34 UHFtvOne Jakarta
PT Lativi Media Karya Bali dan Kepulauan RiautvOne BaliKota Denpasar, Singaraja, Buleleng, Kintamani, Karangasem, Gilimanuk42 UHFantv Bukit Bakung, Wanagiri, Ularan, Gilimanuk, Kintamani, dan Lempuyang
tvOne BatamBatam44 UHFRCTI Batam
PT Lativi Media Karya Yogyakarta dan LampungtvOne YogyakartaYogyakarta, Bantul, Wonosari, Sleman, Wates, Solo35 UHFtvOne Yogyakarta
tvOne LampungBandar Lampung, Kota Metro36 UHFantv Bandar Lampung
PT Lativi Media Karya BandungtvOne BandungBandung, Cimahi, Padalarang, Cianjur38 UHFantv Bandung
PT Lativi Media Karya Semarang-PadangtvOne SemarangSemarang, Ungaran, Kendal, Demak, Jepara, Kudus39 UHFtvOne Semarang
tvOne PurwokertoPurwokerto, Banyumas, Purbalingga, Kebumen, Cilacap[68]37 UHFtvOne Banyumas
tvOne TegalBrebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan42 UHFGTV Tegal
tvOne PadangPadang, Pariaman, Bukittinggi, Padang Panjang, Solok39 UHFantv Padang, Bukittinggi, dan Solok
PT Lativi Media Karya Surabaya dan JambitvOne SurabayaSurabaya, Lamongan, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Bangkalan32 UHFantv Surabaya
tvOne JambiJambiTrans TV Jambi / Trans TV Sarolangun
PT Lativi Media Karya Kendari dan PontianaktvOne KendariKendari39 UHFMetroTV Kendari
tvOne PontianakPontianak41 UHFTrans TV Pontianak
PT Lativi Media Karya Banjarmasin dan BengkulutvOne BanjarmasinBanjarmasin, Martapura, Marabahan42 UHFtvOne Banjarmasin
tvOne BengkuluBengkulu40 UHFRCTI Bengkulu
PT Lativi Media Karya Manado dan SamarindatvOne ManadoManado35 UHFTrans TV Manado
tvOne SamarindaSamarinda, Bontang47 UHFtvOne Samarinda / tvOne Bontang
PT Lativi Media Karya Makassar dan AmbontvOne MakassarMakassar, Maros, Sungguminasa, Pangkajene40 UHFRCTI Makassar
tvOne AmbonAmbon45 UHFtvOne Ambon
PT Lativi Media Karya Palembang dan PalangkarayatvOne PalembangPalembang,Lempuing, Ogan Komering Ilir35 UHFTrans7 Palembang/Trans7 Lempuing
tvOne PalangkarayaPalangkaraya42 UHFTrans TV Palangkaraya
PT Lativi Media Karya Medan dan PekanbarutvOne MedanMedan40 UHFantv Medan
tvOne PekanbaruPekanbaru45 UHFtvOne Pekanbaru
PT Lativi Media Karya Aceh dan GorontalotvOne AcehBanda Aceh38 UHFantv Banda Aceh
tvOne GorontaloGorontalo31 UHFTrans TV Gorontalo, Boliyohuto, Kwandang dan Tilamuta
PT Lativi Media Karya Bangka Belitung dan TernatetvOne BabelPangkal Pinang36 UHFRCTI Pangkalpinang
tvOne TernateTernate40 UHFTrans TV Ternate
PT Lativi Media Karya Kupang dan MamujutvOne KupangKupang35 UHFRCTI Kupang
tvOne MamujuMamuju37 UHFRCTI Mamuju
PT Lativi Media Karya Papua dan SorongtvOne PapuaJayapura34 UHFTrans7 Jayapura
tvOne SorongSorong
PT Lativi Media Karya Lombok dan PalutvOne LombokMataram38 UHFSCTV Mataram / SCTV Lombok Tengah
tvOne PaluPalu44 UHFRCTI Palu
PT Lativi Media Karya Cirebon dan MagetantvOne CirebonCirebon, Indramayu35 UHFantv Cirebon
tvOne MadiunKota Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Ponorogo31 UHFantv Madiun
PT Lativi Media Karya Garut dan KediritvOne GarutGarut, Tasikmalaya, Ciamisantv Garut
tvOne KediriKediri, Pare, Kertosono, Jombang, Blitar, Tulungagung42 UHFGTV Kediri
PT Lativi Media Karya Sukabumi dan JembertvOne SukabumiSukabumi37 UHFantv Sukabumi
tvOne JemberJember33 UHFantv Jember
PT Lativi Media Karya PurwakartatvOne PurwakartaPurwakarta42 UHFantv Purwakarta
PT Lativi Media Karya Sumedang dan MalangtvOne SumedangSumedang31 UHFantv Sumedang / antv Majalengka
tvOne MalangMalang43 UHFGTV Malang
PT Lativi Media Karya NunukantvOne NunukanNunukan38 UHFtvOne Nunukan
PT Lativi Media Karya ManokwaritvOne ManokwariManokwari34 UHFSCTV Manokwari
PT Lativi Media Karya BantentvOne PandeglangPandeglang40 UHFtvOne Pandeglang
tvOne CilegonCilegon, Serang41 UHFtvOne Cilegon
tvOne MalingpingMalingping, Lebak42 UHFtvOne Malingping
PT Lativi Media Karya 2tvOne PematangsiantarPematang Siantar35 UHFantv Pematangsiantar
PT Lativi Media Karya 3tvOne TarakanTarakan39 UHFtvOne Tarakan
tvOne BungoBungo
PT Lativi Media Karya 4tvOne TanjungpinangTanjung Pinang
PT Lativi Media Karya 5tvOne SitubondoSitubondo
tvOne PurworejoPurworejo
PT Lativi Media Karya 6tvOne BanyuwangiBanyuwangi40 UHFGTV Banyuwangi
PT Lativi Media Karya 7tvOne SumenepSumenep, Pamekasan
tvOne MajalengkaMajalengka31 UHFantv Sumedang / antv Majalengka
PT Lativi Media Karya 8tvOne KuninganKuningan35 UHFantv Cirebon
tvOne PatiPati dan Rembang32 UHFtvOne Pati
PT Lativi Media Karya 9tvOne BontangBontang
PT Lativi Media Karya 10tvOne BalikpapanBalikpapan32 UHFGTV Balikpapan
tvOne TanjungbalaiTanjungbalai
tvOne KolakaKolaka
tvOne MalinauMalinau46 UHFtvOne Malinau
tvOne Tanah DatarBatusangkar, Tanah Datar39 UHFantv Tanah Datar
tvOne BloraBlora, Cepu40 UHFtvOne Blora
tvOne MagelangMagelang

Manajemen

sunting

Daftar direktur utama

sunting
No.NamaMasa jabatan
1Usman Ja'far2002โ€”2003
2Hasyim Sumiana2003โ€”2006
3Medina Latief Harjani2006โ€”2007
4Erick Thohir2007โ€”2010
5Anindra Ardiansyah Bakrie2010โ€”2017
6Ahmad R. Widarmana2017โ€”2023
7Taufan Eko Nugroho2023โ€”2025
8Maria Goretti Limi (Plt)2025โ€”sekarang

Direksi saat ini

sunting
No.NamaJabatan
1Maria Goretti Limi(Plt) Presiden Direktur
2Karni IlyasWakil Presiden Direktur
3Arnie YuliartiningsihDirektur Pemasaran dan Penjualan
4Helmy Rizani RifaiDirektur Keuangan
5Harya M. HidayatDirektur Hubungan Bisnis dan Pemerintah
6Lalu Mara SatriawangsaDirektur Pemberitaan
7Pemimpin Redaksi
8Reva Deddy UtamaWakil Pemimpin Redaksi

Komisaris saat ini

sunting
No.NamaJabatan
1Anindra Ardiansyah BakriePresiden Komisaris
2Tina TalisaKomisaris
3Neil R. Tobing

Kontroversi

sunting

Era Lativi

sunting

Lativi sempat memperoleh kecaman publik saat menayangkan program gulat SmackDown pada jam tayang yang dapat ditonton anak-anak, saat seorang anak berusia 9 tahun tewas setelah menirukan adegan dari program gulat tersebut. Lativi sempat mengubah jam tayang program tetapi memutuskan untuk menghentikan penayangan setelah memperoleh peringatan.

Era tvOne

sunting

Netralitas

sunting

Secara umum, banyak pihak mempertanyakan netralitas tvOne, karena sering kali menyajikan pemberitaan yang cenderung tidak berimbang. Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama yang pada 2013 menjabat sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta sempat secara terbuka marah saat diwawancarai tvOne. Joko Widodo marah karena merasa dibohongi dan kemudian disudutkan saat diwawancarai mengenai 100 hari kinerja Gubernur DKI Jakarta,[69] sedangkan Basuki marah karena merasa difitnah dengan pemberitaan yang tidak logis.[70]

Pada pemilihan umum Presiden 2014, tvOne, beserta keempat televisi (RCTI, GlobalTV, MNCTV, dan Trans TV) memperoleh kritikan tajam karena memberikan porsi berita lebih banyak kepada pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa beserta Koalisi Merah Putih ketimbang pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.[71] Kritikan yang sama juga dilontarkan kepada 5 stasiun televisi lainnya.[72] KPI secara pribadi juga menyorot MetroTV dan tvOne karena dianggap tidak berimbang dalam pemberitaan seputar Pilpres 2014.[73]

Pelanggaran iklan

sunting

Pada bulan Agustus 2011, TVOne bersama dua televisi swasta nasional (SCTV dan Trans TV) ditegur keras oleh KPI pusat dikarenakan menyelipkan iklan niaga ke tayangan Adzan Maghrib. Hingga dikenakan sanksi dan peringatan pada tanggal 4 Agustus 2011, dan dikenakan surat no.538/K/KPI/08/11 terkait pelanggaran iklan.[74] Tidak hanya itu saja, tvOne juga merupakan salah satu dari 11 jaringan televisi yang diberi sanksi oleh KPI karena melanggar aturan iklan kampanye Pilpres 2014.[75]

Konten tidak layak siar

sunting

Pada waktu pencarian korban dan puing-puing setelah jatuhnya pesawat AirAsia, tvOne sempat dikecam dan ditegur oleh AirAsia karena menampilkan gambar jasad mengapung yang diduga korban AirAsia.[76] Begitu pula saat terjadi peristiwa ledakan bom di Sarinah pada 2016, di mana tvOne menampilkan visualisasi mayat yang terletak di dekat pos polisi Sarinah, yang begitu jelas tanpa diblur. Hal ini juga bersama 6 televisi swasta lainnya (termasuk MetroTV, TVRI, NET., Trans7, iNews, dan Indosiar), dan 1 radio Elshinta melakukan hal yang serupa hingga diberi sanksi dan gugatan oleh KPI.[77][78]

Eksploitasi korban dalam wawancara

sunting

tvOne mendapat kecaman keras dari berbagai pihak setelah tayangan Indonesia Lawyers Club pada 13 Oktober 2013 yang mengundang salah satu anak-anak yang dekat dengan pelaku kekerasan seksual. Dalam acara tersebut, korban diwawancara dan diminta untuk menceritakan kehidupan sehari-harinya dan kedekatannya dengan pelaku dalam siaran langsung. Remotivi berpendapat bahwa wawancara tersebut sebagai "eksploitasi anak" karena dapat berdampak traumatik kepada anak serta melanggar pedoman Komisi Penyiaran Indonesia.[79]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Alamat stasiun tvOne di Jakarta Diarsipkan 2014-08-09 di Wayback Machine. diterbitkan oleh bayu kusuma wijaya selaku direksi tvone.
  2. ^ VIVA, Tim. "Profilโ€“tvOne Corporate Website". www.tvonenews.tv (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2017-07-11. Diakses tanggal 2017-07-07.
  3. ^ "Digital Media Reports 2021 - Indonesia". Reuters Institute for the Study of Journalism, University of Oxford. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-03-03. Diakses tanggal 28 Oktober 2021.
  4. ^ "Demokrasi dan globalisasi: meretas jalan menuju kejatidirian". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-13. Diakses tanggal 2021-01-23.
  5. ^ "Data penerbitan pers nasional tahun 1998". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-13. Diakses tanggal 2021-02-27.
  6. ^ "Prospektus VIVA 2011" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2022-02-25. Diakses tanggal 2021-02-27.
  7. ^ "LIMA TEVE SWASTA BARU, BEREBUT IKLAN DAN KAVLING DI UDARA". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-11-17. Diakses tanggal 2021-02-27.
  8. ^ a b "Company Profile". Diarsipkan dari asli tanggal 2006-10-22. Diakses tanggal 2006-10-22.
  9. ^ a b "Televisi Batavia". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-11-17. Diakses tanggal 2022-08-17.
  10. ^ "Buku Pinter Televisi". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-11-18. Diakses tanggal 2021-11-18.
  11. ^ "Gamma, Volume 3,Masalah 42-50". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-11-27. Diakses tanggal 2022-11-27.
  12. ^ a b "Reposisi program berita stasiun televisi baru studi kasus program berita Lativi sore di Stasiun Televisi Lativi". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-11-27. Diakses tanggal 2022-11-27.
  13. ^ "Tanggapan masyarakat Desa Srobyong Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara terhadap tayangan pemilihan dai cilik (Pildacil) di Lativi". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-11-20. Diakses tanggal 2021-11-20.
  14. ^ "Membuka Kejadian Menonjol Media Massa Indonesia Sejak Era Reformasi Sampai 2000". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-13. Diakses tanggal 2021-01-23.
  15. ^ "Mengamati daun-daun kecil kehidupan". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-13. Diakses tanggal 2021-11-18.
  16. ^ "Pertemuan dalam pipa: cerita dari Riau". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-13. Diakses tanggal 2021-02-27.
  17. ^ a b c "Seni Menggelindingkan TV Baru". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-08-18. Diakses tanggal 2021-02-27.
  18. ^ "Matinya rating televisi". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-13. Diakses tanggal 2021-02-27.
  19. ^ "Terbang dengan Dora dan Spongebob". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-05-09. Diakses tanggal 2021-02-27.
  20. ^ "Mainstreaming Islam in Indonesia: Television, Identity, and the Middle Class". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-13. Diakses tanggal 2021-02-27.
  21. ^ "Informasi & peluang bisnis SWA sembada, Volume 22,Masalah 8-12". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-13. Diakses tanggal 2021-02-27.
  22. ^ "Lativi Bisa Dilaporkan ke Polisi". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-05-13. Diakses tanggal 2021-02-27.
  23. ^ "Inilah Acara TV Bermuatan Seks dan Kekerasan Versi KPI". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-05-18. Diakses tanggal 2021-02-27.
  24. ^ "Erotisme, tiara amara dan tv kabel". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-05-19. Diakses tanggal 2021-02-27.
  25. ^ "Lativi Resmi Stop Smack Down". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-05-18. Diakses tanggal 2021-02-27.
  26. ^ "Komnas Perlindungan Anak: Stop Tayangan "Smackdown"". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-03-24. Diakses tanggal 2021-02-27.
  27. ^ "Program Tayangan Mistis, Kekerasan dan Seksual Diprotes!". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-03-18. Diakses tanggal 2021-02-27.
  28. ^ "Media, kematian, dan identitas budaya minoritas: representasi etnik Tionghoa dalam iklan dukacita". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-13. Diakses tanggal 2021-02-27.
  29. ^ "Tinjauan logo stasiun televisi di Indonesiaย : studi kasus di LATIVI". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-11-27. Diakses tanggal 2022-11-27.
  30. ^ "Lativi Siarkan Langsung Liga Utama Inggris 2007/2008". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-03-18. Diakses tanggal 2021-02-27.
  31. ^ "Bahana: Bulanan Kristiani popular". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-13. Diakses tanggal 2021-03-03.
  32. ^ a b "Lativi Menjelma Menjadi tvOne". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-11-19. Diakses tanggal 2021-11-19.
  33. ^ a b "Strategi repositioning dan rebranding media televisi pasca akuisisiย : studi tentang strategi repasitioning dan rebranding Lativi menjadi TVOne". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-11-27. Diakses tanggal 2022-11-27.
  34. ^ a b "Lativi Menjadi TVOne". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-04-12. Diakses tanggal 2021-01-23.
  35. ^ a b "Berubah Jadi tvOne, Lativi Ganti Format". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-03-24. Diakses tanggal 2021-11-19.
  36. ^ "Media Power in Indonesia: Oligarchs, Citizens and the Digital Revolution". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-13. Diakses tanggal 2021-11-19.
  37. ^ "Tempo, Volume 37,Masalah 1-5". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-13. Diakses tanggal 2021-11-20.
  38. ^ "Repositioning dan Rebranding, Titik Balik TV One". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-11-27. Diakses tanggal 2022-11-27.
  39. ^ "BAB IV" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2022-11-27. Diakses tanggal 2022-11-27.
  40. ^ "TVOne, Drama Turki, dan PKI". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-11-20. Diakses tanggal 2021-11-20.
  41. ^ "Ekonomi Politik Media Penyiaran". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-12. Diakses tanggal 2021-01-23.
  42. ^ "Lativi Membantah Memiliki Kredit Macet". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-03-24. Diakses tanggal 2021-01-23.
  43. ^ "Lativi Lunasi Seluruh Utang di Bank Mandiri". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-05-18. Diakses tanggal 2021-01-23.
  44. ^ "Trans TV Siap Ambil Alih Lativi". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-05-06. Diakses tanggal 2021-01-23.
  45. ^ "Nego dengan TV3 di Malaysia, Latief Mangkir Diperiksa Lagi". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-05-18. Diakses tanggal 2021-01-23.
  46. ^ "Raja Media - Rupert Murdoch dan Peta Bisnis Televisi di Indonesia". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-13. Diakses tanggal 2021-01-23.
  47. ^ "Pemilik Jak-TV Incar Lativi". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-05-13. Diakses tanggal 2021-01-23.
  48. ^ "Lativi Segera Beralih ke ANTV". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-05-10. Diakses tanggal 2021-01-23.
  49. ^ "Lativi di Bawah Bendera Bakrie?". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-05-10. Diakses tanggal 2021-01-23.
  50. ^ "STIGMA Tuntut Kejaksaan Seret Abdul Latief". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-31. Diakses tanggal 2021-01-24.
  51. ^ "tvOne Dimodali Rp 400 M Untuk 2009". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-05-13. Diakses tanggal 2021-01-23.
  52. ^ "Ardi Bakrie Gaya Si Bungsu di Puncak TV One". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-05-17. Diakses tanggal 2021-01-23.
  53. ^ "Lapkeu VIVA 2011" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2022-02-25. Diakses tanggal 2021-02-27.
  54. ^ "Hary Tanoe: tvOne dan antv batal dijual". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-03-10. Diakses tanggal 2021-01-23.
  55. ^ "TV One Mau Dijual? Ini Kata Ical". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-05-06. Diakses tanggal 2021-01-23.
  56. ^ "Bakrie Batal Jual ANTV dan TVOne ke Hary Tanoe". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-05-07. Diakses tanggal 2021-01-23.
  57. ^ "Chairul Tanjung Akui Akan Beli TVOne, ANTV dan Vivanews". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-31. Diakses tanggal 2021-01-24.
  58. ^ "Soal Pembelian Visi Media, HT Kalah Bersaing dari Chairul Tanjung". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-30. Diakses tanggal 2021-01-24.
  59. ^ "FILOSOFI BERDIRINYA tvOne LOGO DAN TAG LINE tvOne VISI dan MISI tvOne VISIย :". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-11-27. Diakses tanggal 2022-11-27.
  60. ^ BAB II[pranala nonaktif permanen]
  61. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-10-26. Diakses tanggal 2021-10-14.
  62. ^ Dika, Christiya (13 April 2017). "5 Serial Turki yang Tayang di TvOne Mulai Sabtu Ini". Tabloid Bintang. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-01-06. Diakses tanggal 6 Januari 2022.
  63. ^ Dongoran, Hussein Abri (2020). "Modal Besar TVRI: Ratusan Pemancar, Aset Triliunan, dan APBN". Tempo.co. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-23. Diakses tanggal 3 Agustus 2020.
  64. ^ "DAFTAR IZIN PENYELENGGARAAN PENYIARAN LEMBAGA PENYIARAN TELEVISI YANG SUDAH DITERBITKAN OLEH MENTERI KOMINFO SAMPAI DENGAN NOVEMBER 2017" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-01-27. Diakses tanggal 2021-01-20.
  65. ^ "Tentang ANTV dari Awal". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-11-27. Diakses tanggal 2021-11-27.
  66. ^ "Peta ISR TV Digital - SDPPI Maps". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-04-19. Diakses tanggal 2021-03-08.
  67. ^ "Dashboard TV Digital". Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-01-23. Diakses tanggal 23 Januari 2022.
  68. ^ "LPSTV". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-11-23. Diakses tanggal 2021-11-23.
  69. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-10-01. Diakses tanggal 2015-09-29.
  70. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-01-02. Diakses tanggal 2015-09-29.
  71. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-30. Diakses tanggal 2015-09-29.
  72. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-30. Diakses tanggal 2015-09-29.
  73. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-30. Diakses tanggal 2015-09-29.
  74. ^ "Kontroversi tayangan azan di TV". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). 2012-04-28. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-06-09. Diakses tanggal 2023-06-09.
  75. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-30. Diakses tanggal 2015-09-29.
  76. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-01-02. Diakses tanggal 2015-02-22.
  77. ^ Arsyad, Eko Priliawito, Irwandi (2016-01-16). "Bom Sarinah, KPI Beri Sanksi 7 TV dan Satu Radio". www.viva.co.id. Diakses tanggal 2023-12-17. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  78. ^ "Terkait Tragedi Sarinah, KPI Jatuhkan Sanksi 8 Lembaga Penyiaran". Komisi Penyiaran Indonesia. 2016-01-15. Diakses tanggal 2025-07-05.
  79. ^ "Eksploitasi Anak di Televisi Diarsipkan 2015-10-26 di Wayback Machine.", Remotivi.co.id. Diakses 17 Oktober 2015.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Makau

hlm.ย 522. Yu, Hong (2 February 2020). "Commentary: Macau, China's other One Country, Two Systems model, seems to be working just fine". CNA (dalam bahasa

USS Zumwalt

menyelamatkan program ini, program ini diakusisi dan berganti nama sebagai DD(X) dan dikerjakan ulang dengan saksama. Awal pendanaan untuk DDG-1000 termasuk

One Sweet Day

II Men โ€“ One Sweet Day". VG-lista. Diakses tanggal May 23, 2015. ERROR in "Scotland": Invalid date format. Expected: YYYYMMDD or YYYY-MM-DD. "Official

Gotta Be You

Expected: YYYYMMDD or YYYY-MM-DD. "Official Singles Chart on {dateSlash} โ€“ Top 100". Official Charts Company. "Gotta Be You - EP by One Direction". iTunes. Diarsipkan

Hari Pi

setiap bulan Maret tanggal 14 (3/14 pada format tanggal month/day atau mm/dd) karena 3, 1, dan 4 adalah tiga angka penting pertama dari konstanta ฯ€. Pada

Who's That Chick?

ERROR in "Scotland": Invalid date format. Expected: YYYYMMDD or YYYY-MM-DD. "January 2011/41/ Official Scottish Singles Sales Chart on {dateSlash} โ€“

Dish TV

DTH service provider lainnya seperti Airtel digital TV, Reliance Big TV, DD Direct+, Tata Sky, Sun Direct, dan Videocon D2H. Berikut ini adalah daftar

What Makes You Beautiful

YYYY-MM-DD. "Official Singles Chart on {dateSlash} โ€“ Top 100". Official Charts Company. "One Direction Chart History (Hot 100)". Billboard. "One Direction