Guo Huai
้ƒญๆทฎ
Jenderal Kereta dan Kavaleri (่ปŠ้จŽๅฐ‡่ป)
Masa jabatan
Juni atau Juli 250ย โ€“ 23 Februari 255
Penguasa monarkiCao Fang / Cao Mao
Sebelum
Pendahulu
Wang Ling
Pengganti
Petahana
Sebelum
Jenderal Penyerang Barat (ๅพ่ฅฟๅฐ‡่ป)
Masa jabatan
249ย (249)ย โ€“ Juni atau Juli 250
Penguasa monarkiCao Fang
Jenderal Pelopor (ๅ‰ๅฐ‡่ป)
Masa jabatan
240ย (240)ย โ€“ 249ย (249)
Penguasa monarkiCao Fang
Jenderal Kiri (ๅทฆๅฐ‡่ป)
Masa jabatan
240
Penguasa monarkiCao Fang
Inspektur Provinsi Yong (้›ๅทžๅˆบๅฒ)
Masa jabatan
220ย (220)ย โ€“ 255ย (255)
Penguasa monarkiCao Pi / Cao Rui / Cao Fang / Cao Mao
Mayor (ๅธ้ฆฌ)
Masa jabatan
215โ€“220
Penguasa monarkiKaisar Xian dari Han
KanselirCao Cao
Informasi pribadi
LahirUnknown
Yangqu County, Shanxi
Meninggal23 Februari 255[a]
Suami/istriKakak perempuan Wang Ling
Anak
  • Guo Tong
  • at least four other sons
Orang tua
  • Guo Yun (ayah)
Kerabat
  • Guo Pei (brother)
  • Guo Zhen (brother)
  • Guo Liang (brother)
  • Guo Huai (niece)
PekerjaanMilitary general
Nama kehormatanBoji (ไผฏๆฟŸ)
Nama anumertaMarquis Zhen (่ฒžไพฏ)
KebangsawananMarquis Yangqu (้™ฝๆ›ฒไพฏ)
Sunting kotak info
Sunting kotak infoย โ€ข Lย โ€ข B
Bantuan penggunaan templat ini

Guo Huai (meninggal 23 Februari 255) nama kehormatan Boji adalah jenderal Wei pada Zaman Tiga Negara yang mendapat kepercayaan tinggi keluarga Sima untuk menjaga perbatasan barat Wei dari serangan Shu. Ia memulai karier militernya dibawah jenderal Xiahou Yuan dan Zhang He pada masa Akhir Dinasti Han. Bersama dengan Deng Ai, Sun Li, keluarga Xiahou, dan Chen Tai, Guo Huai berhasil mempertahankan wilayah barat Wei dari serangan Jiang Wei. Karena inilah Guo Huai menjadi disegani dan diakui lawan maupun kawan. Guo Huai adalah jenderal yang terampil dalam taktik bertahan. Ia dapat disejajarkan dengan pendahulunya, Hao Zhao. Dari 220an sampai wafat pada 255, Guo Huai membela Cao Wei dan hidup selama masa pemerintahan empat kaisarnya (Cao Pi, Cao Rui, Cao Fang, dan Cao Mao), memerintah Provinsi Yong dan Liang (mencakupi wilayah modern Gansu, Shaanxi, Ningxia, Qinghai, dan Mongolia Dalam). Ia menangkal serangkaian invasi Shu, terutama dari Jiang Wei dan juga menumpas pemberontakan setempat yang diinstigasi oleh suku barbar.[2]

Mengabdi kepada Cao Cao

sunting

Saat Cao Pi memegang jabatan Jenderal Seluruh Urusan Rumah Tangga (ไบ”ๅฎ˜ไธญ้ƒŽๅฐ‡) dari 211 sampai 220, ia merekrut Guo Huai sebagai pejabat biro penegakan hukum yang berada dibawahnya. Guo Huai kemudian dipindahkan untuk menjadi staf di biro urusan militer dibawah kanselir agung[3] yang dijabat oleh ayahnya, Cao Cao yang menjadi panglima perang dan orang terkuat dibawah Kaisar Xian dari Han sejak 196.[4]

Pada 215,[5] Guo Huai mengikuti Cao Cao untuk menguasai Hanzhong dari Zhang Lu. Setelah Zhang Lu dikalahkan, Xiahou Yuan ditinggalkan untuk menangkis kemungkinan serangan Liu Bei yang baru saja merebut Provinsi Yi (sekarang Sichuan dan Chongqing modern) dari Liu Zhang. Guo Huai tetap berada di Hanzhong untuk menjadi mayor (ๅธ้ฆฌ) dibawah komando Xiahou Yuan.[6]

Pada 217,[7] Liu Bei menyerang Hanzhong untuk merebutnya dari pasukan Cao. Guo Huai tidak mengikuti fase awal pertempuran karena ia jatuh sakit. Setelah Xiahou Yuan gugur dibunuh oleh Huang Zhong di Pertempuran Gunung Dingjun pada 219,[7] pasukan Cao Cao sangat panik karena komandan mereka dibunuh. Guo Huai membantu menstabilkan keadaan moril dengan dua cara: Pertama, ia bersama Du Xi mengumpulkan kembali seluruh pasukan yang terpencar akibat keguguran Xiahou Yuan, dan kedua, ia menominasi Zhang He untuk menjadi panglima menggantikan Xiahou Yuan di Hanzhong.[8]

Pada hari berikutnya, saat pasukan Cao Cao mendengar bahwa Liu Bei hendak mengarungi Sungai Han untuk menyerang mereka, kebanyakan perwira Cao Cao beropini bahwa mereka harus membangun perkemahan di pinggiran sungai dan menggunakan sungai tersebut sebagai benteng pertahanan alami untuk melawan musuh yang lebih banyak.[9] Guo Huai tidak setuju dan berkata, "Ini bukan langkah yang terbaik karena itu akan memperlihatkan kelemahan kita kepada musuh dan tidak bisa melawan balik. Kenapa kita tidak membangun benteng kita jauh dari pinggiran sungai, mengiring musuh untuk menyerang benteng kita, dan menyerang balik saat mereka di tengah jalan? Kita bisa mengalahkan Liu Bei jika kita melakukan ini".[10] Zhang He dan perwira lain mengikuti rencana Guo Huai. Saat Liu Bei melihat benteng mereka yang menjauh dari sungai, ia menjadi curiga dan tidak mengerahkan pasukan untuk menyerang mereka. Guo Huai juga memerintah pasukannya untuk memperkuat pertahanan mereka dan tunjukkan kepada pasukan Liu Bei bahwa mereka siap mati mempertahankan tempat itu. Cao Cao kagum mendengar tindakan Guo Huai, kemudian menyetujui penunjukkan Zhang He sebagai panglima perang dan Guo Huai diangkat Cao Cao untuk menjadi wakil Zhang He.[11]

Mengabdi kepada Cao Pi

sunting

Setelah Cao Cao wafat pada 220, putranya Cao Pi mewarisi jabatan kanselir agung dan gelar Raja Wei (้ญ็Ž‹) dibawah Dinasti Han.[12] Cao Pi memberikan Guo Huai gelar Marquis Kedua (้—œๅ…งไพฏ) dan menugaskannya sebagai Kepala Staf (้•ทๅฒ) dibawah posisi Jenderal Penjaga Barat (้Žฎ่ฅฟๅฐ‡่ป).[13] Kemudian pada tahun itu, Cao Pi mengangkatnya sebagai pejabat Pelindung Pasukan Yang Melawan Qiang (ๅพ็พŒ่ญท่ป) dan memerintahnya untuk mengikuti Zhang He dan Yang Qiu yang memimpin pasukan untuk melawan serdadu bandit Zheng Gan (้„ญ็”˜) dan barbar dari Lushui (็›งๆฐด่ƒก) di daerah Guanzhong. Mereka sukses menjalankan misi tersebut dan mengembalikan perdamaian dan stabilitas di wilayah Guanzhong.[14]

Pada akhir 220, Cao Pi merebut kekuasaan dari Kaisar Xian dari Han, mengakhiri Dinasti Han dan mendirikan Cao Wei sebagai kaisar baru.[15] Karena Guo Huai jatuh sakit dalam perjalanan menuju Luoyang dan harus istirahat, ia telat dalam memberi selamat kepada Cao Pi atas penobatannya.[16] Kemudian, pada saat acara jamuan makan, Cao Pi dengan tegas bertanya kepada Guo Huai di depan para hadirin: "Pada masa lalu, saat Yu yang Agung memanggil seluruh pejabat untuk menghadiri apel di Tushan, Fangfeng telat hadir dan dihukum mati sebagai hukuman. Hari ini, kamu telat dalam menghadiri perayaan. Kenapa?"[17] Guo Huai menjawab, "Saya mendengar bahwa Lima Kaisar mengajar dan memerintah rakyat dengan kebajikan. Penggunaan hukuman diberlakukan mulai dari Dinasti Xia saat pemerintah mulai melemah. Hari ini karena saya hidup seperti saat pada masa Yao dan Shun, saya percaya bahwa saya tidak bernasib sama dengan Fangfeng".[18]

Jawaban lugu Guo Huai memuaskan Cao Pi yang tidak jadi menghukumnya dan mengangkatnya sebagai pejabat Inspektur Provinsi Yong dan menganugerahinya sebagai Marquis Desa Sheyang (ๅฐ„้™ฝไบญไพฏ). Jabatannya sebagai Inspektur Provinsi Yong kemudian diresmikan 5 tahun kemudian.[19] Di antara 220 sampai 226, Guo Huai memimpin pasukan Wei untuk menekan pemberontakan yang dilakukan oleh kepala suku Qiang, Biti (่พŸ่น) di Komando Anding (ๅฎ‰ๅฎš้ƒก; sekitar Kabupaten Zhenyuan saat ini, Gansu). Setiap kali suku Qiang dan pemimpin suku lainnya di Provinsi Yong menyatakan kesediaan mereka untuk tunduk pada kekuasaan Wei, Guo Huai selalu mengirim bawahannya untuk mengumpulkan informasi tentang klan mereka (misalnya demografi) terlebih dahulu. Ketika ia berbicara kepada para pemimpin, ia mengejutkan dan membuat mereka terkesan dengan pengetahuannya tentang klan mereka. Ia juga memperhatikan dengan saksama, dan menunjukkan pengertian terhadap kekhawatiran yang mereka miliki. Orang-orang di Provinsi Yong memujinya sebagai gubernur yang cerdas dan bijaksana.[20]

Akhir kehidupan dan meninggal

sunting

Pada 250, Kaisar Cao Fang mengeluarkan dekrit kekaisaran untuk berterima kasih kepada Guo Huai atas pengabdiannya selama lebih dari 30 tahun di daerah Guanzhong dan menaikkan pangkatnya menjadi Jenderal Kereta Perang dan Kavaleri (่ปŠ้จŽๅฐ‡่ป), memberikannya otoritas kekaisaran penuh dan memerintah bahwa ia diberlakukan layaknya Sangong. Guo Huai tetap berada di Yong dan Liang untuk mengawasi operasi militer disana.[21]

Guo Huai juga dipromosikan dari seorang marquis distrik menjadi marquis kabupaten dengan gelar "Marquis Yangqu" (้™ฝๆ›ฒไพฏ), dengan marquisat yang terdiri dari 2.780 rumah tangga kena pajak. Pemerintah Wei kemudian mengambil 300 rumah tangga dari marquisatnya, menciptakan marquisat baru, dan menganugerahkannya kepada salah satu putranya dengan gelar marquis desa.[22] Guo Huai meninggal pada 23 Februari 255 pada masa pemerintahan Cao Mao. Ia diangkat secara anumerta sebagai Jenderal Tertinggi (ๅคงๅฐ‡่ป) dan diberi gelar anumerta "Marquis Zhen" (่ฒžไพฏ).[23]

Keluarga

sunting

Guo Huai menikahi adik dari jenderal Wei Wang Ling. Pada 251, saat Wang Ling memberontak di Shouchun (ๅฃฝๆ˜ฅ; di Kecamatan Shou, Anhui) melawan Wei tetapi gagal, Wang Ling bunuh diri saat dikawal ke Luoyang untuk dieksekusi mati. Pemerintahan Wei memerintah agar seluruh keluarganya dieksekusi. Saat sensor kekaisaran hendak ingin menangkap istrinya (karena istrinya adalah adik Wang Ling), banyak bawahan Guo Huai dan ribuan Qiang, Di dan Xiongnu meminta Guo Huai untuk memohon ampun kepada pemerintahan pusat, tetapi Guo Huai dengan berat hati menolak. Setelah istrinya ditangkap, banyak rakyat jelata berbaris untuk melihatnya sambil berlinang air mata, menarik tangannya, dan bahkan ingin menyerang pengawal. Kelima putra Guo Huai bertemu dengan ayahnya dan memohon-mohon sampai dahi mereka berdarah agar ayahnya dapat menyelamatkan ibunya. Guo Huai melunak setelah melihat kebaktian anaknya kepada ibu dan kemudian memerintah bawahannya untuk mengejar para pengawal. Mereka berhasil menemui pengawal itu dalam beberapa hari. Guo Huai kemudian menulis surat kepada wali penguasa Sima Yi: "Kelima putra saya siap mengorbankan diri demi ibunya. Jika ibunya tidak ada, maka mereka juga tidak ada. Tanpa kelima putra saya, saya juga tidak akan ada. Jika saya melanggar hukum karena memerintah bawahan saya untuk merebut istri saya dari pengawal, saya bersedia untuk menemui Kaisar dan bertanggung jawab atas tindakan saya!". Sima Yi kagum terhadap surat Guo Huai dan kemudian mengubah perintah, seluruh keluarga Wang Ling dihukum mati dengan pengecualian istri Guo Huai dan Sima Yi mengampuni istrinya.[24]

Di Kisah Tiga Negara

sunting

Guo Huai adalah seorang karakter figuran di novel abad ke-14 Kisah Tiga Negara karya Luo Guanzhong, yang meromantisasi peristiwa sejarah pada masa Zaman Tiga Negara. Ia memulai debutnya pada bab ke-70 "Zhang Fei yang ganas mengakali Jalur Wakou, dan Huang Zhong yang lama berencana untuk merebut Gunung Tiandang". Dia membujuk Cao Hong untuk tidak mengeksekusi Zhang He yang dikalahkan oleh Zhang Fei, dan membiarkannya menyerang Jalur Jiameng. Setelah Xia Houyuan meninggal di Gunung Dingjun, dia memilih Zhang He sebagai jenderal untuk membereskan kekacauan tersebut. Di Bab 93, Cao Zhen memilihnya sebagai wakil jenderal. Setelah itu, dia berperang melawan tentara Shu Han berkali-kali. Setelah kematian Zhuge Liang, Jiang Wei memimpin Ekspedisi Utara untuk melawan Sima Zhao, mengepung Sima Zhao di Gunung Tielong, dan meminta Raja Qiang mengirim pasukan untuk membantu. Guo Huai pertama-tama mengalahkan raja Qiang, dan kemudian bergabung dengan Sima Zhao untuk mengalahkan Jiang Wei. Guo Huai mengejar Jiang Wei, yang tidak memiliki senjata dan busur tetapi tidak memiliki anak panah. Dia menembak Jiang Wei dengan busur dan anak panah, tetapi dia menghindar dan menangkap anak panah tersebut, dan ditembak mati oleh Jiang Wei.[25]

Budaya populer

sunting

Film dan televisi

sunting
  • Serial TV 1994 "Romance of the Three Kingdoms": dimainkan oleh Chang Yuping dan Sun Qicheng
  • Serial TV 2010 "Three Kingdoms": diperankan oleh Zhang Feng
  • Serial TV 2016 "Unify the Three Kingdoms": diperankan oleh Cheng Xiangyin
  • Serial TV 2017 "The Advisors Alliance": diperankan oleh He Xiang
  • Serial TV 2022 "The Wind Rises in Longxi": diperankan oleh Guo Jingfei

Referensi

sunting
  1. ^ ([ๆญฃๅ…ƒไบŒๅนดๆ˜ฅๆญฃๆœˆ]็™ธๆœช๏ผŒ่ปŠ้จŽๅฐ‡่ป้ƒญๆทฎ่–จใ€‚) Sanguozhi vol. 4.
  2. ^ de Crespigny (2007), hlm.ย 283.
  3. ^ (ๆ–‡ๅธ็‚บไบ”ๅฎ˜ๅฐ‡๏ผŒๅฌๆทฎ็ฝฒ็‚บ้–€ไธ‹่ณŠๆ›น๏ผŒ่ฝ‰็‚บไธž็›ธๅ…ตๆ›น่ญฐไปคๅฒ๏ผŒ ...) Sanguozhi vol. 26.
  4. ^ Zizhi Tongjian vol. 62.
  5. ^ Zizhi Tongjian vol. 67.
  6. ^ (... ๅพžๅพๆผขไธญใ€‚ๅคช็ฅ–้‚„๏ผŒ็•™ๅพ่ฅฟๅฐ‡่ปๅคไพฏๆทตๆ‹’ๅЉๅ‚™๏ผŒไปฅๆทฎ็‚บๆทตๅธ้ฆฌใ€‚) Sanguozhi vol. 26.
  7. ^ a b Zizhi Tongjian vol. 68.
  8. ^ (ๆทต่ˆ‡ๅ‚™ๆˆฐ๏ผŒๆทฎๆ™‚ๆœ‰็–พไธๅ‡บใ€‚ๆทต้‡ๅฎณ๏ผŒ่ปไธญๆ“พๆ“พ๏ผŒๆทฎๆ”ถๆ•ฃๅ’๏ผŒๆŽจ็›ชๅฏ‡ๅฐ‡่ปๅผต้ƒƒ็‚บ่ปไธป๏ผŒ่ซธ็‡Ÿไนƒๅฎšใ€‚) Sanguozhi vol. 26.
  9. ^ (ๅ…ถๆ˜Žๆ—ฅ๏ผŒๅ‚™ๆฌฒๆธกๆผขๆฐดไพ†ๆ”ปใ€‚่ซธๅฐ‡่ญฐ่ก†ๅฏกไธๆ•ต๏ผŒๅ‚™ไพฟไน˜ๅ‹๏ผŒๆฌฒไพๆฐด็‚บ้™ฃไปฅๆ‹’ไน‹ใ€‚) Sanguozhi vol. 26.
  10. ^ (ๆทฎๆ›ฐ๏ผšใ€Œๆญค็คบๅผฑ่€Œไธ่ถณๆŒซๆ•ต๏ผŒ้ž็ญญไนŸใ€‚ไธๅฆ‚้ ๆฐด็‚บ้™ฃ๏ผŒๅผ•่€Œ่‡ดไน‹๏ผŒๅŠๆฟŸ่€ŒๅพŒๆ“Š๏ผŒๅ‚™ๅฏ็ ดไนŸใ€‚ใ€) Sanguozhi vol. 26.
  11. ^ (ไปฅ็‹€่ž๏ผŒๅคช็ฅ–ๅ–„ไน‹๏ผŒๅ‡้ƒƒ็ฏ€๏ผŒๅพฉไปฅๆทฎ็‚บๅธ้ฆฌใ€‚) Sanguozhi vol. 26.
  12. ^ Zizhi Tongjian vol. 69.
  13. ^ (ๆ–‡ๅธๅณ็Ž‹ไฝ๏ผŒ่ณœ็ˆต้—œๅ…งไพฏ๏ผŒ่ฝ‰็‚บ้Žฎ่ฅฟ้•ทๅฒใ€‚) Sanguozhi vol. 26.
  14. ^ (ๅˆ่กŒๅพ็พŒ่ญท่ป๏ผŒ่ญทๅทฆๅฐ‡่ปๅผต้ƒƒใ€ๅ† ่ปๅฐ‡่ปๆฅŠ็ง‹่จŽๅฑฑ่ณŠ้„ญ็”˜ใ€็›งๆฐดๅ›่ƒก๏ผŒ็š†็ ดๅนณไน‹ใ€‚้—œไธญๅง‹ๅฎš๏ผŒๆฐ‘ๅพ—ๅฎ‰ๆฅญใ€‚) Sanguozhi vol. 26.
  15. ^ Zizhi Tongjian vol. 69.
  16. ^ (้ปƒๅˆๅ…ƒๅนด๏ผŒๅฅ‰ไฝฟ่ณ€ๆ–‡ๅธ่ธ้˜ผ๏ผŒ่€Œ้“่ทฏๅพ—็–พ๏ผŒๆ•…่จˆ้ ่ฟ‘็‚บ็จฝ็•™ใ€‚) Sanguozhi vol. 26.
  17. ^ (ๅŠ็พค่‡ฃๆญกๆœƒ๏ผŒๅธๆญฃ่‰ฒ่ฒฌไน‹ๆ›ฐ๏ผšใ€Œๆ˜”็ฆนๆœƒ่ซธไพฏๆ–ผๅก—ๅฑฑ๏ผŒ้˜ฒ้ขจๅพŒ่‡ณ๏ผŒไพฟ่กŒๅคงๆˆฎใ€‚ไปŠๆบฅๅคฉๅŒๆ…ถ่€Œๅฟๆœ€็•™้ฒ๏ผŒไฝ•ไนŸ๏ผŸใ€) Sanguozhi vol. 26.
  18. ^ (ๆทฎๅฐๆ›ฐ๏ผšใ€Œ่‡ฃ่žไบ”ๅธๅ…ˆๆ•™ๅฐŽๆฐ‘ไปฅๅพท๏ผŒๅคๅŽๆ”ฟ่กฐ๏ผŒๅง‹็”จๅˆ‘่พŸใ€‚ไปŠ่‡ฃ้ญๅ”่™žไน‹ไธ–๏ผŒๆ˜ฏไปฅ่‡ช็Ÿฅๅ…ๆ–ผ้˜ฒ้ขจไน‹่ช…ไนŸใ€‚ใ€) Sanguozhi vol. 26.
  19. ^ (ๅธๆฑไน‹๏ผŒๆ“ข้ ˜้›ๅทžๅˆบๅฒ๏ผŒๅฐๅฐ„้™ฝไบญไพฏ๏ผŒไบ”ๅนด็‚บ็œŸใ€‚) Sanguozhi vol. 26.
  20. ^ (ๅฎ‰ๅฎš็พ—ๅคงๅธฅ่พŸ่นๅ๏ผŒ่จŽ็ ด้™ไน‹ใ€‚ๆฏ็พŒใ€่ƒกไพ†้™๏ผŒๆทฎ่ผ™ๅ…ˆไฝฟไบบๆŽจๅ•ๅ…ถ่ฆช็†๏ผŒ็”ทๅฅณๅคšๅฐ‘๏ผŒๅนดๆญฒ้•ทๅนผ๏ผ›ๅŠ่ฆ‹๏ผŒไธ€ไบŒ็Ÿฅๅ…ถๆฌพๆ›ฒ๏ผŒ่จŠๅ•ๅ‘จ่‡ณ๏ผŒๅ’ธ็จฑ็ฅžๆ˜Žใ€‚) Sanguozhi vol. 26.
  21. ^ (ไบŒๅนด๏ผŒ่ฉ”ๆ›ฐ๏ผšใ€Œๆ˜”ๆผขๅทไน‹ๅฝน๏ผŒๅนพ่‡ณๅ‚พ่ฆ†ใ€‚ๆทฎ่‡จๅฑๆฟŸ้›ฃ๏ผŒๅŠŸๆ›ธ็Ž‹ๅบœใ€‚ๅœจ้—œๅณไธ‰ๅ้ค˜ๅนด๏ผŒๅค–ๅพๅฏ‡่™œ๏ผŒๅ…ง็ถๆฐ‘ๅคทใ€‚ๆฏ”ๆญฒไปฅไพ†๏ผŒๆ‘ง็ ดๅป–ๅŒ–๏ผŒ็ฆฝ่™œๅฅๅฎ‰๏ผŒๅŠŸ็ธพ้กฏ่‘—๏ผŒๆœ•็”šๅ˜‰ไน‹ใ€‚ไปŠไปฅๆทฎ็‚บ่ปŠ้จŽๅฐ‡่ปใ€ๅ„€ๅŒไธ‰ๅธ๏ผŒๆŒ็ฏ€ใ€้ƒฝ็ฃๅฆ‚ๆ•…ใ€‚ใ€) Sanguozhi vol. 26.
  22. ^ (้€ฒๅฐ้™ฝๆ›ฒไพฏ๏ผŒ้‚‘ๅ‡กไบŒๅƒไธƒ็™พๅ…ซๅๆˆถ๏ผŒๅˆ†ไธ‰็™พๆˆถ๏ผŒๅฐไธ€ๅญไบญไพฏใ€‚) Sanguozhi vol. 26.
  23. ^ (ๆญฃๅ…ƒไบŒๅนด่–จ๏ผŒ่ฟฝ่ดˆๅคงๅฐ‡่ป๏ผŒ่ฌšๆ›ฐ่ฒžไพฏใ€‚) Sanguozhi vol. 26.
  24. ^ (ไธ–่ชžๆ›ฐ๏ผšๆทฎๅฆป๏ผŒ็Ž‹ๆทฉไน‹ๅฆนใ€‚ๆทฉ่ช…๏ผŒๅฆน็•ถๅพžๅ๏ผŒๅพกๅฒๅพ€ๆ”ถใ€‚็ฃๅฐ‡ๅŠ็พŒใ€่ƒกๆธ ๅธฅๆ•ธๅƒไบบๅฉ้ ญ่ซ‹ๆทฎ่กจ็•™ๅฆป๏ผŒๆทฎไธๅพžใ€‚ๅฆปไธŠ้“๏ผŒ่Žซไธๆตๆถ•๏ผŒไบบไบบๆ‰ผ่…•๏ผŒๆฌฒๅŠซ็•™ไน‹ใ€‚ๆทฎไบ”ๅญๅฉ้ ญๆต่ก€่ซ‹ๆทฎ๏ผŒๆทฎไธๅฟ่ฆ–๏ผŒไนƒๅ‘ฝๅทฆๅณ่ฟฝๅฆปใ€‚ๆ–ผๆ˜ฏ่ฟฝ่€…ๆ•ธๅƒ้จŽ๏ผŒๆ•ธๆ—ฅ่€Œ้‚„ใ€‚ๆทฎไปฅๆ›ธ็™ฝๅธ้ฆฌๅฎฃ็Ž‹ๆ›ฐ๏ผšใ€Œไบ”ๅญๅ“€ๆฏ๏ผŒไธๆƒœๅ…ถ่บซ๏ผ›่‹ฅ็„กๅ…ถๆฏ๏ผŒๆ˜ฏ็„กไบ”ๅญ๏ผ›็„กไบ”ๅญ๏ผŒไบฆ็„กๆทฎไนŸใ€‚ไปŠ่ผ’่ฟฝ้‚„๏ผŒ่‹ฅๆ–ผๆณ•ๆœช้€š๏ผŒ็•ถๅ—็ฝชๆ–ผไธป่€…๏ผŒ่ฆฒๅฑ•ๅœจ่ฟ‘ใ€‚ใ€ๆ›ธ่‡ณ๏ผŒๅฎฃ็Ž‹ไบฆๅฎฅไน‹ใ€‚) Shiyu annotation in Sanguozhi vol. 26.
  25. ^ Sanguo Yanyi ch. 109.


Kesalahan pengutipan: Ditemukan tanda <ref> untuk kelompok bernama "lower-alpha", tapi tidak ditemukan tanda <references group="lower-alpha"/> yang berkaitan

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Guo Ziyi

Lu). Guo Ziyi dikabarkan seorang penganut Kristen Nestorian, Guo Ziyi dilahirkan dalam keluarga pegawai negeri kelas menengah di prefektur Hua (ๅŽๅทž),

Republik Tiongkok (1912โ€“1949)

tradisional: ไธญ่ฏๆฐ‘ๅœ‹, Hanzi sederhana: ไธญๅŽๆฐ‘ๅ›ฝ; Wadeโ€“Giles: Chung hua Min-kuo, Tongyong Pinyin: JhongHuรก MรญnGuรณ, Hanyu Pinyin: Zhลnghuรก Mรญnguรณ, Dialek Taiwan: Tiong-hoรข

Sima Yi

banyak bawahan Guo Huai dan ribuan Qiang, Di dan Xiongnu meminta Guo Huai untuk memohon ampun kepada pemerintahan pusat, tetapi Guo Huai dengan berat hati

My Journey to You

tahun 2023 yang disutradarai oleh Gu Xiaosheng yang juga dikenal sebagai Guo Jingming. Serial ini dibintangi oleh Yu Shuxin, Zhang Linghe, Cheng Lei dan

Love Between Fairy and Devil

utama Yu Shuxin dan Dylan Wang, dan menampilkan Zhang Linghe, Xu Haiqiao dan Guo Xiaoting dalam peran pendukung yang menonjol. Serial ini ditayangkan di iQIYI

Taiwan

Tiongkok/Taiwan dan kebanyakan orang Republik Tiongkok/Taiwan masih mengguna Min Guo (Bahasa Tionghoa: ๆฐ‘ๅœ‹, pinyin: mรญngรบo, yang berarti: "Negara Rakyat" atau

Zhuge Liang

keturunan Zhuge Liang. Mereka menemukan Zhuge Huai di Chengdu dan membawanya ke hadapan Kaisar Wu. Zhuge Huai menolak gelar bangsawan yang diberikan oleh

Daftar tokoh Kisah Tiga Negara

Gongsun Yuan Gongsun Yue Gongsun Xu Gongsun Zan Guo Si Guo Tu Han Xuan He Jin He Man He Miao Hua Tuo Hua Xiong Ju Shou Li Jue Li Ru Liu Biao Liu Pi Liu