Guo Huai | |
|---|---|
| ้ญๆทฎ | |
| Jenderal Kereta dan Kavaleri (่ป้จๅฐ่ป) | |
| Masa jabatan Juni atau Juli 250ย โ 23 Februari 255 | |
| Penguasa monarki | Cao Fang / Cao Mao |
| Jenderal Penyerang Barat (ๅพ่ฅฟๅฐ่ป) | |
| Masa jabatan 249ย โ Juni atau Juli 250 | |
| Penguasa monarki | Cao Fang |
| Jenderal Pelopor (ๅๅฐ่ป) | |
| Masa jabatan 240ย โ 249 | |
| Penguasa monarki | Cao Fang |
| Jenderal Kiri (ๅทฆๅฐ่ป) | |
| Masa jabatan 240 | |
| Penguasa monarki | Cao Fang |
| Inspektur Provinsi Yong (้ๅทๅบๅฒ) | |
| Masa jabatan 220ย โ 255 | |
| Penguasa monarki | Cao Pi / Cao Rui / Cao Fang / Cao Mao |
| Mayor (ๅธ้ฆฌ) | |
| Masa jabatan 215โ220 | |
| Penguasa monarki | Kaisar Xian dari Han |
| Kanselir | Cao Cao |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Unknown Yangqu County, Shanxi |
| Meninggal | 23 Februari 255[a] |
| Suami/istri | Kakak perempuan Wang Ling |
| Anak |
|
| Orang tua |
|
| Kerabat |
|
| Pekerjaan | Military general |
| Nama kehormatan | Boji (ไผฏๆฟ) |
| Nama anumerta | Marquis Zhen (่ฒไพฏ) |
| Kebangsawanan | Marquis Yangqu (้ฝๆฒไพฏ) |
Guo Huai (meninggal 23 Februari 255) nama kehormatan Boji adalah jenderal Wei pada Zaman Tiga Negara yang mendapat kepercayaan tinggi keluarga Sima untuk menjaga perbatasan barat Wei dari serangan Shu. Ia memulai karier militernya dibawah jenderal Xiahou Yuan dan Zhang He pada masa Akhir Dinasti Han. Bersama dengan Deng Ai, Sun Li, keluarga Xiahou, dan Chen Tai, Guo Huai berhasil mempertahankan wilayah barat Wei dari serangan Jiang Wei. Karena inilah Guo Huai menjadi disegani dan diakui lawan maupun kawan. Guo Huai adalah jenderal yang terampil dalam taktik bertahan. Ia dapat disejajarkan dengan pendahulunya, Hao Zhao. Dari 220an sampai wafat pada 255, Guo Huai membela Cao Wei dan hidup selama masa pemerintahan empat kaisarnya (Cao Pi, Cao Rui, Cao Fang, dan Cao Mao), memerintah Provinsi Yong dan Liang (mencakupi wilayah modern Gansu, Shaanxi, Ningxia, Qinghai, dan Mongolia Dalam). Ia menangkal serangkaian invasi Shu, terutama dari Jiang Wei dan juga menumpas pemberontakan setempat yang diinstigasi oleh suku barbar.[2]
Mengabdi kepada Cao Cao
suntingSaat Cao Pi memegang jabatan Jenderal Seluruh Urusan Rumah Tangga (ไบๅฎไธญ้ๅฐ) dari 211 sampai 220, ia merekrut Guo Huai sebagai pejabat biro penegakan hukum yang berada dibawahnya. Guo Huai kemudian dipindahkan untuk menjadi staf di biro urusan militer dibawah kanselir agung[3] yang dijabat oleh ayahnya, Cao Cao yang menjadi panglima perang dan orang terkuat dibawah Kaisar Xian dari Han sejak 196.[4]
Pada 215,[5] Guo Huai mengikuti Cao Cao untuk menguasai Hanzhong dari Zhang Lu. Setelah Zhang Lu dikalahkan, Xiahou Yuan ditinggalkan untuk menangkis kemungkinan serangan Liu Bei yang baru saja merebut Provinsi Yi (sekarang Sichuan dan Chongqing modern) dari Liu Zhang. Guo Huai tetap berada di Hanzhong untuk menjadi mayor (ๅธ้ฆฌ) dibawah komando Xiahou Yuan.[6]
Pada 217,[7] Liu Bei menyerang Hanzhong untuk merebutnya dari pasukan Cao. Guo Huai tidak mengikuti fase awal pertempuran karena ia jatuh sakit. Setelah Xiahou Yuan gugur dibunuh oleh Huang Zhong di Pertempuran Gunung Dingjun pada 219,[7] pasukan Cao Cao sangat panik karena komandan mereka dibunuh. Guo Huai membantu menstabilkan keadaan moril dengan dua cara: Pertama, ia bersama Du Xi mengumpulkan kembali seluruh pasukan yang terpencar akibat keguguran Xiahou Yuan, dan kedua, ia menominasi Zhang He untuk menjadi panglima menggantikan Xiahou Yuan di Hanzhong.[8]
Pada hari berikutnya, saat pasukan Cao Cao mendengar bahwa Liu Bei hendak mengarungi Sungai Han untuk menyerang mereka, kebanyakan perwira Cao Cao beropini bahwa mereka harus membangun perkemahan di pinggiran sungai dan menggunakan sungai tersebut sebagai benteng pertahanan alami untuk melawan musuh yang lebih banyak.[9] Guo Huai tidak setuju dan berkata, "Ini bukan langkah yang terbaik karena itu akan memperlihatkan kelemahan kita kepada musuh dan tidak bisa melawan balik. Kenapa kita tidak membangun benteng kita jauh dari pinggiran sungai, mengiring musuh untuk menyerang benteng kita, dan menyerang balik saat mereka di tengah jalan? Kita bisa mengalahkan Liu Bei jika kita melakukan ini".[10] Zhang He dan perwira lain mengikuti rencana Guo Huai. Saat Liu Bei melihat benteng mereka yang menjauh dari sungai, ia menjadi curiga dan tidak mengerahkan pasukan untuk menyerang mereka. Guo Huai juga memerintah pasukannya untuk memperkuat pertahanan mereka dan tunjukkan kepada pasukan Liu Bei bahwa mereka siap mati mempertahankan tempat itu. Cao Cao kagum mendengar tindakan Guo Huai, kemudian menyetujui penunjukkan Zhang He sebagai panglima perang dan Guo Huai diangkat Cao Cao untuk menjadi wakil Zhang He.[11]
Mengabdi kepada Cao Pi
suntingSetelah Cao Cao wafat pada 220, putranya Cao Pi mewarisi jabatan kanselir agung dan gelar Raja Wei (้ญ็) dibawah Dinasti Han.[12] Cao Pi memberikan Guo Huai gelar Marquis Kedua (้ๅ งไพฏ) dan menugaskannya sebagai Kepala Staf (้ทๅฒ) dibawah posisi Jenderal Penjaga Barat (้ฎ่ฅฟๅฐ่ป).[13] Kemudian pada tahun itu, Cao Pi mengangkatnya sebagai pejabat Pelindung Pasukan Yang Melawan Qiang (ๅพ็พ่ญท่ป) dan memerintahnya untuk mengikuti Zhang He dan Yang Qiu yang memimpin pasukan untuk melawan serdadu bandit Zheng Gan (้ญ็) dan barbar dari Lushui (็งๆฐด่ก) di daerah Guanzhong. Mereka sukses menjalankan misi tersebut dan mengembalikan perdamaian dan stabilitas di wilayah Guanzhong.[14]
Pada akhir 220, Cao Pi merebut kekuasaan dari Kaisar Xian dari Han, mengakhiri Dinasti Han dan mendirikan Cao Wei sebagai kaisar baru.[15] Karena Guo Huai jatuh sakit dalam perjalanan menuju Luoyang dan harus istirahat, ia telat dalam memberi selamat kepada Cao Pi atas penobatannya.[16] Kemudian, pada saat acara jamuan makan, Cao Pi dengan tegas bertanya kepada Guo Huai di depan para hadirin: "Pada masa lalu, saat Yu yang Agung memanggil seluruh pejabat untuk menghadiri apel di Tushan, Fangfeng telat hadir dan dihukum mati sebagai hukuman. Hari ini, kamu telat dalam menghadiri perayaan. Kenapa?"[17] Guo Huai menjawab, "Saya mendengar bahwa Lima Kaisar mengajar dan memerintah rakyat dengan kebajikan. Penggunaan hukuman diberlakukan mulai dari Dinasti Xia saat pemerintah mulai melemah. Hari ini karena saya hidup seperti saat pada masa Yao dan Shun, saya percaya bahwa saya tidak bernasib sama dengan Fangfeng".[18]
Jawaban lugu Guo Huai memuaskan Cao Pi yang tidak jadi menghukumnya dan mengangkatnya sebagai pejabat Inspektur Provinsi Yong dan menganugerahinya sebagai Marquis Desa Sheyang (ๅฐ้ฝไบญไพฏ). Jabatannya sebagai Inspektur Provinsi Yong kemudian diresmikan 5 tahun kemudian.[19] Di antara 220 sampai 226, Guo Huai memimpin pasukan Wei untuk menekan pemberontakan yang dilakukan oleh kepala suku Qiang, Biti (่พ่น) di Komando Anding (ๅฎๅฎ้ก; sekitar Kabupaten Zhenyuan saat ini, Gansu). Setiap kali suku Qiang dan pemimpin suku lainnya di Provinsi Yong menyatakan kesediaan mereka untuk tunduk pada kekuasaan Wei, Guo Huai selalu mengirim bawahannya untuk mengumpulkan informasi tentang klan mereka (misalnya demografi) terlebih dahulu. Ketika ia berbicara kepada para pemimpin, ia mengejutkan dan membuat mereka terkesan dengan pengetahuannya tentang klan mereka. Ia juga memperhatikan dengan saksama, dan menunjukkan pengertian terhadap kekhawatiran yang mereka miliki. Orang-orang di Provinsi Yong memujinya sebagai gubernur yang cerdas dan bijaksana.[20]
Akhir kehidupan dan meninggal
suntingPada 250, Kaisar Cao Fang mengeluarkan dekrit kekaisaran untuk berterima kasih kepada Guo Huai atas pengabdiannya selama lebih dari 30 tahun di daerah Guanzhong dan menaikkan pangkatnya menjadi Jenderal Kereta Perang dan Kavaleri (่ป้จๅฐ่ป), memberikannya otoritas kekaisaran penuh dan memerintah bahwa ia diberlakukan layaknya Sangong. Guo Huai tetap berada di Yong dan Liang untuk mengawasi operasi militer disana.[21]
Guo Huai juga dipromosikan dari seorang marquis distrik menjadi marquis kabupaten dengan gelar "Marquis Yangqu" (้ฝๆฒไพฏ), dengan marquisat yang terdiri dari 2.780 rumah tangga kena pajak. Pemerintah Wei kemudian mengambil 300 rumah tangga dari marquisatnya, menciptakan marquisat baru, dan menganugerahkannya kepada salah satu putranya dengan gelar marquis desa.[22] Guo Huai meninggal pada 23 Februari 255 pada masa pemerintahan Cao Mao. Ia diangkat secara anumerta sebagai Jenderal Tertinggi (ๅคงๅฐ่ป) dan diberi gelar anumerta "Marquis Zhen" (่ฒไพฏ).[23]
Keluarga
suntingGuo Huai menikahi adik dari jenderal Wei Wang Ling. Pada 251, saat Wang Ling memberontak di Shouchun (ๅฃฝๆฅ; di Kecamatan Shou, Anhui) melawan Wei tetapi gagal, Wang Ling bunuh diri saat dikawal ke Luoyang untuk dieksekusi mati. Pemerintahan Wei memerintah agar seluruh keluarganya dieksekusi. Saat sensor kekaisaran hendak ingin menangkap istrinya (karena istrinya adalah adik Wang Ling), banyak bawahan Guo Huai dan ribuan Qiang, Di dan Xiongnu meminta Guo Huai untuk memohon ampun kepada pemerintahan pusat, tetapi Guo Huai dengan berat hati menolak. Setelah istrinya ditangkap, banyak rakyat jelata berbaris untuk melihatnya sambil berlinang air mata, menarik tangannya, dan bahkan ingin menyerang pengawal. Kelima putra Guo Huai bertemu dengan ayahnya dan memohon-mohon sampai dahi mereka berdarah agar ayahnya dapat menyelamatkan ibunya. Guo Huai melunak setelah melihat kebaktian anaknya kepada ibu dan kemudian memerintah bawahannya untuk mengejar para pengawal. Mereka berhasil menemui pengawal itu dalam beberapa hari. Guo Huai kemudian menulis surat kepada wali penguasa Sima Yi: "Kelima putra saya siap mengorbankan diri demi ibunya. Jika ibunya tidak ada, maka mereka juga tidak ada. Tanpa kelima putra saya, saya juga tidak akan ada. Jika saya melanggar hukum karena memerintah bawahan saya untuk merebut istri saya dari pengawal, saya bersedia untuk menemui Kaisar dan bertanggung jawab atas tindakan saya!". Sima Yi kagum terhadap surat Guo Huai dan kemudian mengubah perintah, seluruh keluarga Wang Ling dihukum mati dengan pengecualian istri Guo Huai dan Sima Yi mengampuni istrinya.[24]
Di Kisah Tiga Negara
suntingGuo Huai adalah seorang karakter figuran di novel abad ke-14 Kisah Tiga Negara karya Luo Guanzhong, yang meromantisasi peristiwa sejarah pada masa Zaman Tiga Negara. Ia memulai debutnya pada bab ke-70 "Zhang Fei yang ganas mengakali Jalur Wakou, dan Huang Zhong yang lama berencana untuk merebut Gunung Tiandang". Dia membujuk Cao Hong untuk tidak mengeksekusi Zhang He yang dikalahkan oleh Zhang Fei, dan membiarkannya menyerang Jalur Jiameng. Setelah Xia Houyuan meninggal di Gunung Dingjun, dia memilih Zhang He sebagai jenderal untuk membereskan kekacauan tersebut. Di Bab 93, Cao Zhen memilihnya sebagai wakil jenderal. Setelah itu, dia berperang melawan tentara Shu Han berkali-kali. Setelah kematian Zhuge Liang, Jiang Wei memimpin Ekspedisi Utara untuk melawan Sima Zhao, mengepung Sima Zhao di Gunung Tielong, dan meminta Raja Qiang mengirim pasukan untuk membantu. Guo Huai pertama-tama mengalahkan raja Qiang, dan kemudian bergabung dengan Sima Zhao untuk mengalahkan Jiang Wei. Guo Huai mengejar Jiang Wei, yang tidak memiliki senjata dan busur tetapi tidak memiliki anak panah. Dia menembak Jiang Wei dengan busur dan anak panah, tetapi dia menghindar dan menangkap anak panah tersebut, dan ditembak mati oleh Jiang Wei.[25]
Budaya populer
suntingFilm dan televisi
sunting- Serial TV 1994 "Romance of the Three Kingdoms": dimainkan oleh Chang Yuping dan Sun Qicheng
- Serial TV 2010 "Three Kingdoms": diperankan oleh Zhang Feng
- Serial TV 2016 "Unify the Three Kingdoms": diperankan oleh Cheng Xiangyin
- Serial TV 2017 "The Advisors Alliance": diperankan oleh He Xiang
- Serial TV 2022 "The Wind Rises in Longxi": diperankan oleh Guo Jingfei
Referensi
sunting- ^ ([ๆญฃๅ ไบๅนดๆฅๆญฃๆ]็ธๆช๏ผ่ป้จๅฐ่ป้ญๆทฎ่จใ) Sanguozhi vol. 4.
- ^ de Crespigny (2007), hlm.ย 283.
- ^ (ๆๅธ็บไบๅฎๅฐ๏ผๅฌๆทฎ็ฝฒ็บ้ไธ่ณๆน๏ผ่ฝ็บไธ็ธๅ ตๆน่ญฐไปคๅฒ๏ผ ...) Sanguozhi vol. 26.
- ^ Zizhi Tongjian vol. 62.
- ^ Zizhi Tongjian vol. 67.
- ^ (... ๅพๅพๆผขไธญใๅคช็ฅ้๏ผ็ๅพ่ฅฟๅฐ่ปๅคไพฏๆทตๆๅๅ๏ผไปฅๆทฎ็บๆทตๅธ้ฆฌใ) Sanguozhi vol. 26.
- ^ a b Zizhi Tongjian vol. 68.
- ^ (ๆทต่ๅๆฐ๏ผๆทฎๆๆ็พไธๅบใๆทต้ๅฎณ๏ผ่ปไธญๆพๆพ๏ผๆทฎๆถๆฃๅ๏ผๆจ็ชๅฏๅฐ่ปๅผต้็บ่ปไธป๏ผ่ซธ็ไนๅฎใ) Sanguozhi vol. 26.
- ^ (ๅ ถๆๆฅ๏ผๅๆฌฒๆธกๆผขๆฐดไพๆปใ่ซธๅฐ่ญฐ่กๅฏกไธๆต๏ผๅไพฟไนๅ๏ผๆฌฒไพๆฐด็บ้ฃไปฅๆไนใ) Sanguozhi vol. 26.
- ^ (ๆทฎๆฐ๏ผใๆญค็คบๅผฑ่ไธ่ถณๆซๆต๏ผ้็ญญไนใไธๅฆ้ ๆฐด็บ้ฃ๏ผๅผ่่ดไน๏ผๅๆฟ่ๅพๆ๏ผๅๅฏ็ ดไนใใ) Sanguozhi vol. 26.
- ^ (ไปฅ็่๏ผๅคช็ฅๅไน๏ผๅ้็ฏ๏ผๅพฉไปฅๆทฎ็บๅธ้ฆฌใ) Sanguozhi vol. 26.
- ^ Zizhi Tongjian vol. 69.
- ^ (ๆๅธๅณ็ไฝ๏ผ่ณ็ต้ๅ งไพฏ๏ผ่ฝ็บ้ฎ่ฅฟ้ทๅฒใ) Sanguozhi vol. 26.
- ^ (ๅ่กๅพ็พ่ญท่ป๏ผ่ญทๅทฆๅฐ่ปๅผต้ใๅ ่ปๅฐ่ปๆฅ็ง่จๅฑฑ่ณ้ญ็ใ็งๆฐดๅ่ก๏ผ็็ ดๅนณไนใ้ไธญๅงๅฎ๏ผๆฐๅพๅฎๆฅญใ) Sanguozhi vol. 26.
- ^ Zizhi Tongjian vol. 69.
- ^ (้ปๅๅ ๅนด๏ผๅฅไฝฟ่ณๆๅธ่ธ้ผ๏ผ่้่ทฏๅพ็พ๏ผๆ ่จ้ ่ฟ็บ็จฝ็ใ) Sanguozhi vol. 26.
- ^ (ๅ็พค่ฃๆญกๆ๏ผๅธๆญฃ่ฒ่ฒฌไนๆฐ๏ผใๆ็ฆนๆ่ซธไพฏๆผๅกๅฑฑ๏ผ้ฒ้ขจๅพ่ณ๏ผไพฟ่กๅคงๆฎใไปๆบฅๅคฉๅๆ ถ่ๅฟๆ็้ฒ๏ผไฝไน๏ผใ) Sanguozhi vol. 26.
- ^ (ๆทฎๅฐๆฐ๏ผใ่ฃ่ไบๅธๅ ๆๅฐๆฐไปฅๅพท๏ผๅคๅๆฟ่กฐ๏ผๅง็จๅ่พใไป่ฃ้ญๅ่ไนไธ๏ผๆฏไปฅ่ช็ฅๅ ๆผ้ฒ้ขจไน่ช ไนใใ) Sanguozhi vol. 26.
- ^ (ๅธๆฑไน๏ผๆข้ ้ๅทๅบๅฒ๏ผๅฐๅฐ้ฝไบญไพฏ๏ผไบๅนด็บ็ใ) Sanguozhi vol. 26.
- ^ (ๅฎๅฎ็พๅคงๅธฅ่พ่นๅ๏ผ่จ็ ด้ไนใๆฏ็พใ่กไพ้๏ผๆทฎ่ผๅ ไฝฟไบบๆจๅๅ ถ่ฆช็๏ผ็ทๅฅณๅคๅฐ๏ผๅนดๆญฒ้ทๅนผ๏ผๅ่ฆ๏ผไธไบ็ฅๅ ถๆฌพๆฒ๏ผ่จๅๅจ่ณ๏ผๅธ็จฑ็ฅๆใ) Sanguozhi vol. 26.
- ^ (ไบๅนด๏ผ่ฉๆฐ๏ผใๆๆผขๅทไนๅฝน๏ผๅนพ่ณๅพ่ฆใๆทฎ่จๅฑๆฟ้ฃ๏ผๅๆธ็ๅบใๅจ้ๅณไธๅ้คๅนด๏ผๅคๅพๅฏ่๏ผๅ ง็ถๆฐๅคทใๆฏๆญฒไปฅไพ๏ผๆง็ ดๅปๅ๏ผ็ฆฝ่ๅฅๅฎ๏ผๅ็ธพ้กฏ่๏ผๆ็ๅไนใไปไปฅๆทฎ็บ่ป้จๅฐ่ปใๅๅไธๅธ๏ผๆ็ฏใ้ฝ็ฃๅฆๆ ใใ) Sanguozhi vol. 26.
- ^ (้ฒๅฐ้ฝๆฒไพฏ๏ผ้ๅกไบๅไธ็พๅ ซๅๆถ๏ผๅไธ็พๆถ๏ผๅฐไธๅญไบญไพฏใ) Sanguozhi vol. 26.
- ^ (ๆญฃๅ ไบๅนด่จ๏ผ่ฟฝ่ดๅคงๅฐ่ป๏ผ่ฌๆฐ่ฒไพฏใ) Sanguozhi vol. 26.
- ^ (ไธ่ชๆฐ๏ผๆทฎๅฆป๏ผ็ๆทฉไนๅฆนใๆทฉ่ช ๏ผๅฆน็ถๅพๅ๏ผๅพกๅฒๅพๆถใ็ฃๅฐๅ็พใ่กๆธ ๅธฅๆธๅไบบๅฉ้ ญ่ซๆทฎ่กจ็ๅฆป๏ผๆทฎไธๅพใๅฆปไธ้๏ผ่ซไธๆตๆถ๏ผไบบไบบๆผ่ ๏ผๆฌฒๅซ็ไนใๆทฎไบๅญๅฉ้ ญๆต่ก่ซๆทฎ๏ผๆทฎไธๅฟ่ฆ๏ผไนๅฝๅทฆๅณ่ฟฝๅฆปใๆผๆฏ่ฟฝ่ ๆธๅ้จ๏ผๆธๆฅ่้ใๆทฎไปฅๆธ็ฝๅธ้ฆฌๅฎฃ็ๆฐ๏ผใไบๅญๅๆฏ๏ผไธๆๅ ถ่บซ๏ผ่ฅ็กๅ ถๆฏ๏ผๆฏ็กไบๅญ๏ผ็กไบๅญ๏ผไบฆ็กๆทฎไนใไป่ผ่ฟฝ้๏ผ่ฅๆผๆณๆช้๏ผ็ถๅ็ฝชๆผไธป่ ๏ผ่ฆฒๅฑๅจ่ฟใใๆธ่ณ๏ผๅฎฃ็ไบฆๅฎฅไนใ) Shiyu annotation in Sanguozhi vol. 26.
- ^ Sanguo Yanyi ch. 109.
Kesalahan pengutipan: Ditemukan tanda <ref> untuk kelompok bernama "lower-alpha", tapi tidak ditemukan tanda <references group="lower-alpha"/> yang berkaitan



