Kereta api Kertajaya
Kereta api Kertajaya melintas Stasiun Cikampek
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
PendahuluGaya Baru Malam Utara
Mulai beroperasi1994
Operator saat iniKereta Api Indonesia
Lintas pelayanan
Stasiun awalSurabaya Pasarturi
Stasiun akhirPasar Senen
Jarak tempuh719 km
Waktu tempuh rerata10 jam 44 menit
Frekuensi perjalananSatu kali keberangkatan tiap hari
Jenis relRel berat
Pelayanan penumpang
Kelas
  • Ekonomi Premium (reguler)
  • Eksekutif dan Ekonomi (tambahan)
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2
    (kelas eksekutif) kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 80 tempat duduk, disusun 2-2, saling berhadapan ke kiri dan berhadapan ke kanan
    (kelas ekonomi premium) kursi dapat direbahkan
  • 80 tempat duduk disusun 2-2. Sebanyak 40 kursi berhadap ke kanan dan 40 kursi berhadap ke kiri
    (kelas ekonomi) kursi dapat direbahkan
Fasilitas restorasiAda (bergabung dengan kereta pembangkit)
Fasilitas observasiKaca dengan/tanpa tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas bagasiTidak
Fasilitas lainToilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, peredam suara, musala.
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional80โ€“100 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal
  • 253-254 (reguler)
  • 7017A-7018A (tambahan)

Kereta api Kertajaya merupakan layanan kereta api penumpang kelas ekonomi premium yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melayani relasi Surabaya Pasarturiโ€“Pasar Senen melalui lintas utara Jawa.

Nama Kertajaya berasal dari nama raja terakhir Kerajaan Kadiri bernama Kertajaya dengan gelar Sri Maharaja Srengga yang memerintah sekitar tahun 1194-1222 M.[1] Dengan panjang rangkaian kereta api adalah 320 m, kereta api Kertajaya merupakan kereta api dengan rangkaian kereta api antarkota terpanjang di lintas utara Pulau Jawa dan di Indonesia.[2]

Sejarah

sunting
Kereta api Kertajaya sebelum beroperasi menggunakan rangkaian kereta baja nirkarat buatan INKA, 2019

Sebelum kereta api Kertajaya diluncurkan, terdapat layanan kereta api lintas Surabayaโ€“Jakarta yang beroperasi per 25 Desember 1971, yaitu kereta api Gaya Baru Malam Utara. Setelah dilakukan rasionalisasi oleh PT KA, kereta api tersebut berhenti beroperasi per 21 Januari 2002.[3][4]

Kemudian sekitar tahun 1994, kereta api Kertajaya beroperasi. Pada awalnya, kereta api Kertajaya beroperasi menggunakan rangkaian kereta kelas ekonomi buatan Industri Kereta Api (INKA) keluaran 2003 hingga 2005. Selain itu, rangkaian kereta api ini pernah dirangkaikan dengan kereta bagasi berwarna biru sebelum terjadi kebakaran kereta bagasi pada 27 November 2013.[5]

Pada 4 Desember 2015, KAI meluncurkan kereta api Kertajaya Tambahan dengan rangkaian kereta panjang yang terdiri dari satu kereta makan pembangkit, 14 kereta ekonomi, dan satu kereta makan pembangkit kelas bisnis (MP2). Rangkaian kereta panjang tersebut kemudian sempat dialihkan untuk perjalanan reguler.[6]

Mulai tahun 2019, rangkaian kereta baja nirkarat kelas ekonomi premium buatan INKA keluaran 2019 digunakan untuk pengoperasian kereta api Kertajaya. Rangkaian kereta ini memiliki masa istirahat yang cukup lama di Stasiun Surabaya Pasarturi sehingga rangkaian keretanya digunakan untuk pengoperasian kereta api Maharani pada pagi hari sebelum diberhentikan operasionalnya mulai 1 Oktober 2021 lalu. Pada 1 April 2022, rangkaian kereta api ini yang sedang istirahat di Depo Kereta Surabaya Pasarturi digunakan untuk pengoperasian KA Ambarawa Ekspres II.

Mulai 1 April 2020, pemberhentian kereta api Kertajaya dialihkan dari Stasiun Semarang Tawang ke Stasiun Semarang Poncol.[7]

Mulai 19 Juni 2022, kereta api Kertajaya menambah pemberhentian di Stasiun Cikarang.

Stasiun pemberhentian

sunting
Peta rute geografis kereta api Kertajaya berdasarkan Gapeka 2025
Provinsi Kota/Kabupaten Stasiun[8] Keterangan Status
Jawa Timur Kota Surabaya Surabaya Pasarturi A B J
Stasiun ujung, terintegrasi dengan Commuter Line Commuter Line Arjonegoro, Blorasura, Jenggala, dan angkutan pengumpan Wirawiri Suroboyo
โ˜…
Lamongan Lamongan A B J
Terintegrasi dengan Commuter Line Arjonegoro, Blorasura, dan Jenggala
โ– 
Babat โ– 
Bojonegoro Bojonegoro A B
Terintegrasi dengan Commuter Line Commuter Line Arjonegoro dan Blorasura
โ– 
Jawa Tengah Blora Cepu B
Terintegrasi dengan Blora Jaya Commuter Line Blorasura
โ– 
Randublatung Terintegrasi dengan Blora Jaya โ– 
Grobogan Ngrombo Terintegrasi dengan Blora Jaya dan Kedung Sepur โ– 
Kota Semarang Semarang Poncol ย 3Aย  ย 3Bย  ย 4ย  ย 7ย 
Terintegrasi dengan Kedung Sepur, Blora Jaya dan bus Trans Semarang dan Trans Jateng
โ– 
Kendal Weleri โ€“ โ– 
Kota Pekalongan Pekalongan Terletak di Jalan Lintas Utara Jawa โ– 
Kota Tegal Tegal โ€“ โ– 
Brebes Brebes โ– 
Jawa Barat Kota Cirebon Cirebon Prujakan โ– 
Indramayu Jatibarang โ– 
Haurgeulis โ– 
Bekasi Cikarang LW
Terintegrasi dengan Commuter Line Cikarang, stasiun ini merupakan stasiun ujung dari Commuter Line Cikarang dan Walahar dan Jatiluhur
โ– 
Kota Bekasi Bekasi
Terintegrasi dengan Commuter Line Cikarang
โ– 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta Jatinegara
Terintegrasi dengan Commuter Line Cikarang dan layanan BRT Transjakarta
โ– 
Pasar Senen
Stasiun ujung, terintegrasi dengan Commuter Line Cikarang, BRT Transjakarta, bus kota, dan Mikrotrans.
โ˜…

Insiden

sunting

Pada 25 Maret 2004, kereta api Kertajaya relasi Surabaya Pasarturi-Jakarta Pasar Senen anjlok sebelum memasuki Stasiun Benowo di daerah Raci, Benowo, Surabaya karena KA berjalan di luar jalur yang mengakibatkan sepuluh penumpang luka.[9][10]

Pada 15 April 2006 pukul 02.10, kereta api Sembrani dan kereta api Kertajaya bertabrakan di emplasemen Stasiun Gubug. Kecelakaan itu terjadi ketika kereta api Kertajaya meninggalkan jalur kereta api sebelum waktunya saat bersilang dengan kereta api Sembrani yang datang dari arah belakang. Hal itu disebabkan oleh kerusakan pemindah kanal radio kereta api Kertajaya sehingga kabar penyusulan kereta api Kertajaya oleh kereta api Sembrani dari PPKA kepada masinis kereta api Kertajaya tidak tersampaikan dan banyaknya penumpang dalam kabin masinis. Kejadian tersebut mengakibatkan 13 orang meninggal dunia dan 26 lainnya masuk rumah sakit.

Pada 27 November 2013, kereta bagasi warna biru milik kereta api Kertajaya terbakar beserta seluruh muatannya.[5]

Pada 21 Februari 2017 pukul 04.00 WIB, penumpang ditemukan membawa seekor ular sanca kembang pada kereta 14 kereta api Kertajaya Tambahan jurusan Surabaya-Jakarta. Kemudian ular tersebut ditangkap kemudian diturunkan di Stasiun Tegal pada pukul 04.48. Penumpang tidak ada yang mengakui saat petugas keamanan dalam (PKD) dan TNI mempertanyakan kepemilikan ular tersebut.[11][12]

Pada 25 Agustus 2016 pagi, satu kereta ekonomi (K3) beserta kereta makan pembangkit (MP2) kereta api Kertajaya terbakar.

Galeri

sunting

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Yurokha Mai, Muhammad (26 Juni 2022). "Yuk Kenalan dengan KA Kertajaya, Kereta Api Penumpang dengan Rangkaian Terpanjang di Indonesia". Harian Surya. Surabaya: KG Media.
  2. ^ "Kereta api Gumarang". Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. 2024-12-03.
  3. ^ "PT. KAI Alami Defisit Anggaran Rp 230,9 Miliar Pada 2002". Tempo.co. 2003-07-16. Diakses tanggal 2020-07-18.
  4. ^ "PT KAI Pangkas Sejumlah Perjalanan KA Ekonomi". Tempo.co. 2003-09-05. Diakses tanggal 2020-07-18.
  5. ^ a b Lensa Indonesia: Gerbong Ekspedisi KA Kertajaya Mendadak Terbakar Pagi Tadi
  6. ^ Tegal Arum Diberhentikan, Kertajaya dan Tawang Jaya Beroperasi dengan Rangkaian Panjang
  7. ^ Widyawati, Ratna. "Per 1 April 2020, Ada Perubahan Perjalanan Kereta Api, Simak Jadwal dan Rute Keberangkatan". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2020-04-04.
  8. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: PT Kereta Api Indonesia (Persero). 30 Desember 2024. hlm.ย 511. Diakses tanggal 1 Februari 2025 โ€“ via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  9. ^ "Fokus Indosiar: Enam kecelakaan KA dalam 3 Bulan". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-24. Diakses tanggal 2015-09-10.
  10. ^ "KA Kertajaya Anjlok di Benowo, 10 Luka". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2004-03-25. Diakses tanggal 2019-10-07.
  11. ^ Ular di Kereta! Ada Ular Sanca di KA Kertajaya Tambahan
  12. ^ Ada Ular Sanca di KA Kertajaya Tambahan Penumpang Panik

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kereta api Sembrani

bermula saat kereta api Sembrani akan menyusul kereta api Kertajaya yang masuk di jalur 1 setelah kereta api Gumarang menyusul. Kereta api Kertajaya kemudian

Kereta api Jayakarta

panjang bersama Kereta api Kertajaya, dan Gumarang mulai 10 Februari 2021, bertepatan dengan hari perubahan grafik perjalanan kereta api 2021. Dengan berlakunya

Kereta api Tawang Jaya

rangkaian tersebut, kereta api ini menjadi salah satu dari empat kereta penumpang dengan rangkaian panjangโ€”bersama dengan kereta api Kertajaya, Gumarang, dan

Kereta api Ambarawa Ekspres

yang merupakan rangkaian dari kereta api Kertajaya. Terdiri dari 14 kereta ekonomi premium, 1 kereta makan, dan 1 kereta pembangkit. Legenda Purbaya, Angling

Kereta api Airlangga

Jatinegara. Kereta api Ambarawa Ekspres Kereta api Maharani Kereta api Tegal Ekspres Kereta api Kertajaya Kereta api Dharmawangsa "Besok, Kereta Api Baru Relasi

Kereta api Maharani

lintas tertentu).[butuh rujukan] Kereta api Maharani pertama kali beroperasi menggunakan rangkaian kereta api Kertajaya pada 7 Februari 2014 dengan tujuan

Kereta api Gumarang

beroperasi dengan rangkaian panjang bersama dengan kereta api Jayakarta, kereta api Kertajaya dan kereta api Tawang Jaya mulai tahun 2018, serta dengan KA

Kereta Api Indonesia

mengoperasikan Kereta api Kertajaya dengan membawa 14 unit kereta penumpang sekali jalan. Pada bulan Desember 2015 juga, perusahaan ini meluncurkan kereta khusus