Kereta api Argo Wilis

Papan kereta api Argo Wilis sebelum menggunakan rangkaian generasi terbaru dan masih digunakan untuk petunjuk KA di setiap peron stasiun saja.
Kereta api Argo Wilis melintas langsung Stasiun Lempuyangan, Kota Yogyakarta.

Kereta api Argo Wilis
Peta
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi II Bandung
PendahuluEendaagsche Express
Mulai beroperasi8 November 1998 (1998-11-08)
(27 tahun, 187 hari)
Operator saat ini
Lintas pelayanan
Stasiun awalBandung
Jumlah pemberhentian12
Stasiun akhirSurabaya Gubeng
Jarak tempuh696 km [1]
Waktu tempuh rerata9 jam 43 menit [2]
Frekuensi perjalananSatu kali keberangkatan tiap hari
Jenis relRel berat
Pelayanan penumpang
KelasEksekutif dan Panoramic
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2–2 (eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 38 tempat duduk disusun 2-2 (panoramic)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, dengan tirai dan lapisan laminasi isolator panas
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas bagasiAda
Fasilitas lainLampu baca, lubang colokan jack 35 mm (1,4 in), toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, peredam suara, dan Wi-Fi
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Kecepatan operasional70–120 km/h (19–33 m/s)
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal9-10[3]

Kereta api Argo Wilis merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan panoramic yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia untuk melayani relasi BandungSurabaya Gubeng melalui lintas selatan Jawa. Kereta api ini menempuh perjalanan sejauh 696 km dalam waktu 9 jam 43 menit, meninggalkan stasiun awal pada pagi hari dan tiba di stasiun akhir pada petang maupun malam hari.[2]

Sebaliknya, perjalanan dengan rute yang sama pada keberangkatan malam hari dan kedatangan di pagi hari dilayani oleh kereta api Turangga. Untuk saat ini, kereta api Argo Wilis merupakan satu-satunya kereta api eksekutif antarkota kelas "Argo" yang tidak berangkat dari atau mengakhiri perjalanan di Stasiun Gambir. kereta api Argo Wilis melayani relasi tersebut pada jadwal pagi yang merupakan penerus dari kereta api Eendaagsche Express rute Bandoeng-Soerabaia yang diluncurkan pada tahun 1929 yang merupakan sistem pisah-sambung rangkaian di Kroya, mencerminkan efisiensi transportasi saat itu.

Nama Argo Wilis diambil dari nama gunung berapi non aktif yang terletak di tenggara Kabupaten Madiun dan selatan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur bernama Gunung Wilis, di mana letak Stasiun Madiun dan Kertosono berada.

Sejarah

sunting

Awal pengoperasian (1998–2018)

sunting
Kereta api Argo Wilis melintas di Stasiun Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, sekitar tahun 2009

Kereta api Argo Wilis diluncurkan pada 8 November 1998,[4] diresmikan oleh Menteri Perhubungan, Giri Suseno Hardihardjono di Stasiun Surabaya Gubeng dan Gubernur Jawa Barat, R. Nana Nuriana di Stasiun Bandung.[5] Pada awalnya, kereta api ini beroperasi menggunakan rangkaian kereta buatan PT. INKA keluaran 1998 yang dilengkapi bogie NT-60 (K8) dan terdapat satu perjalanan fakultatif yang beroperasi pada malam hari. Pada awal pengoperasian hingga sekitar tahun 2017, kereta api ini sering ditarik menggunakan lokomotif CC203 maupun CC201.[5]

Di awal pengoperasiannya, kereta api Argo Wilis juga membantu tugas layanan kereta lain yaitu Kereta api Turangga dan Kereta api Pasundan, kereta api ini merupakan layanan perjalanan pada malam hari dengan berstatus fakultatif. Karena memiliki tingkat keterisian yang rendah pada sekitar tahun 2008, kereta api ini pernah dijalankan sebagai kereta api fakultatif, bahkan sempat muncul wacana adanya penghapusan layanan kereta api Argo Wilis.[5]

Pada pertengahan tahun 2016, kereta api ini mulai beroperasi dengan membawa delapan atau sembilan kereta kelas eksekutif seiring peningkatan tingkat okupansi yang mengakibatkan lokomotif CC206 dijadikan sebagai lokomotif penarik untuk menggantikan lokomotif CC203/CC201.[5] Selain itu juga, ditambahkan layanan kereta eksekutif jenis priority yang hanya dijalankan pada waktu tertentu saja.

Pengoperasian saat ini (2018–sekarang)

sunting
Kereta api Argo Wilis beroperasi menggunakan rangkaian kereta baja nirkarat mulai 2018
Ilustrasi interior kereta baja nirkarat kelas eksekutif

Per 8 Juni 2018, kereta api Argo Wilis beroperasi menggunakan rangkaian kereta eksekutif baja nirkarat buatan PT INKA keluaran 2018 maupun 2019 beserta kereta makan dan kereta pembangkit.[6] Kereta kelas eksekutif ini menggunakan formasi kursi 2-2 yang dapat menampung 50 penumpang per kereta. Kursi pada kelas ini berbahan jok kulit yang dapat direbahkan dan diputar sesuai arah perjalanan kereta api.[7]

Papan nama Argo Wilis per tahun 2021
Pengiriman rangkaian Kereta api Argo Wilis ke Jakarta Kota dari Stasiun Bandung akan melintasi Stasiun Cibitung per 2020

Pada 1 Desember 2019, rute kereta api Argo Wilis sempat diperpanjang hingga Stasiun Gambir. Kereta api Argo Wilis sempat dipindahkan kepemilikan operasional ke Daerah Operasi I Jakarta serta dimutasi ke Depo Kereta Jakarta Kota (JAKK) dari Depo Kereta Bandung (BD) bersamaan dengan Kereta api Mutiara Selatan.[8] Di waktu yang sama, kereta api Argo Wilis juga menjadi kereta dengan penomoran tertinggi di Gapeka 2019 (KA 1–2), sebelum akhirnya direbut kembali oleh kereta api Argo Bromo Anggrek di Gapeka 2021. Rute kereta ini kemudian dikembalikan seperti semula sejak adanya pandemi COVID-19 dan masih berlaku hingga saat ini.

Per tahun 2021 sebelum dimulai dengan pemberlakuan grafik perjalanan kereta api (Gapeka 2021), kereta api Argo Wilis ini kembali diambil alih kepemilikan operasional ke Daerah Operasi II Bandung dari Daerah Operasi I Jakarta beserta rangkaian kereta pun dimutasi ke Depo Kereta Bandung (BD) dari Depo Kereta Jakarta Kota (JAKK).

Per 1 Juni 2023 bertepatan dengan pemberlakuan grafik perjalanan kereta api (Gapeka) 2023, kereta api Argo Wilis menambah pemberhentian di Stasiun Ciamis dan juga saling bertukar rangkaian dengan KA Turangga. Pada tanggal 3 Juni 2023, dua hari setelah pemberlakuan Gapeka 2023 diikuti peluncuran layanan bagi kereta api Argo Parahyangan, rangkaian kereta Panoramic di kereta api Argo Wilis dan Turangga di jalur selatan Pulau Jawa beroperasi setiap akhir pekan dan hari libur nasional.[9][10][11]

Kereta api Argo Wilis sempat tidak lagi melayani pemberhentian di Stasiun Ciamis saat diberlakukannya grafik perjalanan kereta api (gapeka) 2025 pada 1 Februari 2025. Namun per 15 Juli 2025, kereta api Argo Wilis kembali melayani pemberhentian di stasiun tersebut.[12]

Setelah kedelapan kereta api unggulan, Argo Lawu, Argo Dwipangga, Taksaka, Argo Bromo Anggrek, Argo Semeru, Bima, Argo Sindoro, dan Argo Muria mendapat rangkaian baja nirkarat generasi terbaru buatan PT INKA, per 1 Desember 2025, kereta api Argo Wilis dan Turangga resmi menggunakan kereta eksekutif generasi terbaru berbahan baja nirkarat buatan PT INKA, sedangkan rangkaian sebelumnya (kereta eksekutif baja nirkarat produksi tahun 2018/2019) akan dimutasi ke Depo lain. Kereta api Argo Wilis (juga Turangga) merupakan salah satu kereta api yang telah menggunakan rangkaian kereta eksekutif baja nirkarat generasi terbaru di lintas Priangan Daop 2 Bandung setelah kereta api Lodaya.[13]

Pada budaya populer

sunting

Kereta api Argo Wilis bersama kereta api lainnya diangkat menjadi lagu campur sari karya Cak Diqin, "Sepur Argo Lawu", yang menyebutkan nama-nama kereta api seperti Argo Lawu, Argo Dwipangga, Argo Wilis, Argo Muria, Argo Bromo Anggrek, dan Sri Tanjung.[14]

Stasiun pemberhentian

sunting
Peta rute geografis kereta api Argo Wilis berdasarkan Gapeka 2025

Berikut ini adalah stasiun kereta api yang dilayani oleh kereta api Argo Wilis mulai 15 Juli 2025.[15][12]

Provinsi Kota/Kabupaten Stasiun Keterangan
Jawa Barat Kota Bandung Bandung Stasiun ujung, terintegrasi dengan:
Garut Cipeundeuy Stasiun untuk pemeriksaan sarana kereta.
Kota Tasikmalaya Tasikmalaya
Ciamis Ciamis
Kota Banjar Banjar
Jawa Tengah Cilacap Kroya
Purworejo Kutoarjo Terintegrasi dengan:
Kota Surakarta Solo Balapan Terintegrasi dengan:
Daerah Istimewa Yogyakarta Kota Yogyakarta Yogyakarta Terintegrasi dengan:
Jawa Timur Kota Madiun Madiun
Nganjuk Kertosono Terintegrasi dengan:
Jombang Jombang
Kota Mojokerto Mojokerto Terintegrasi dengan:
Kota Surabaya Surabaya Gubeng Stasiun ujung, terintegrasi dengan:

Insiden

sunting

Pada 4 Februari 2013, kereta api Argo Wilis yang ditarik lokomotif CC201 menabrak mobil Toyota Avanza di Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat. Satu orang selamat, sedangkan lima orang luka parah.[16]

Pada 20 Desember 2013, terjadi kerusakan rel di km 393+8//9 antara Maos-Sikampuh. Seorang warga berhasil menghentikan kereta api Argo Wilis yang melaju kencang sehingga dapat berhenti sebelum melewati rel tersebut.[17]

Pada 17 Oktober 2023 pukul 13.17 WIB, KA Argo Wilis dengan nomor KA 6 relasi BandungSurabaya Gubeng menyerempet KA Argo Semeru dengan nomor KA 17 mengarah Jakarta Gambir yang sedang anjlok di petak jalan antara Stasiun Wates dan Sentolo, tepatnya kilometer 520+4 di Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta. Peristiwa ini menyebabkan jalur selatan Jawa di koridor Kutoarjo–Yogyakarta lumpuh total, karena arah hulu maupun hilir terhalang kedua rangkaian kereta.[18] [Informasi lebih lanjut]

Galeri

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Grafik Perjalanan Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025" (PDF) (Document). Bandung: PT Kereta Api Indonesia. 30 Desember 2024. hlm. 1661. Diakses tanggal 1 Februari 2025 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian. ; ;
  2. ^ a b Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  3. ^ "Grafik Perjalanan Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025" (PDF) (Document). Bandung: PT Kereta Api Indonesia. 30 Desember 2024. hlm. 1661. Diakses tanggal 1 Februari 2025 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian. ; ;
  4. ^ "Ujicoba perjalanan Kereta api Argo Wilis rute Bandung - Surabaya Gubeng". youtube.com. 2024-11-15. Diakses tanggal 2024-11-15.
  5. ^ a b c d "Argo Wilis, Sang Raja Selatan". Roda Sayap. 2019-07-18.[pranala nonaktif permanen]
  6. ^ "KA Argo Wilis Sudah Menggunakan Rangkaian KA Eksekutif Stainless Steel | Seputar Kereta Api". www.railway.web.id. Diakses tanggal 2018-06-13.
  7. ^ "Rangkaian Kereta Kelas Eksekutif Terbaru Mulai Dioperasikan" (Press release). PT Industri Kereta Api (Persero). Diakses tanggal 2023-05-12.
  8. ^ Susanti, Reni. Assifa, Farid (ed.). "Mulai 1 Desember 2019, Sebagian Perjalanan Kereta Api Alami Perubahan Jadwal". Kompas.com. Diakses tanggal 2019-11-02.
  9. ^ Susanti, Reni (12 Mei 2023). "Jadwal KA Argo Parahyangan Bandung–Jakarta Terbaru, Berlaku 1 Juni 2023". Kompas.com. Bandung: KG Media. Diakses tanggal 18 Mei 2023.
  10. ^ Nicha, Muslimawati (7 Juni 2023). "Makin Diminati, Kereta Panoramic Sudah Layani 7.470 Penumpang hingga Mei 2023". Kumparan. Jakarta. Diakses tanggal 10 Juni 2023.
  11. ^ Tri Nurcahyo, Agung (10 Mei 2023). "Gapeka 2023, Kereta Api Semua Kelas Termasuk Eksekutif Daop 2 Bandung Berhenti di Stasiun Ciamis". PRFM. Bandung: Pikiran Rakyat.
  12. ^ a b "Tingkatkan Aksesibilitas Transportasi Priangan Timur, KA Argo Wilis Resmi Berhenti di Stasiun Ciamis". TIMES Indonesia. Diakses tanggal 2024-07-16.
  13. ^ Ryanthie, Septia (2025-11-30). "KAI: Mulai Besok Argo Wilis dan Turangga Pakai Rangkaian Baru". Tempo.co. Diakses tanggal 2025-12-01.
  14. ^ Lirik dan Kunci Gitar untuk lagu "Sepur Argo Lawu"
  15. ^ "Grafik Perjalanan Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025" (PDF) (Document). Bandung: PT Kereta Api Indonesia. 30 Desember 2024. hlm. 90. Diakses tanggal 1 Februari 2025 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian. ; ;
  16. ^ Detikcom: KA Argo Wilis Tabrak Mobil Avanza di Tasikmalaya, 5 Orang Terluka
  17. ^ Merdeka.com: Selamatkan Penumpang, Warga Cilacap Hentikan Kereta Argo Wilis
  18. ^ Priyatna, Aditya (17 Oktober 2023). "KA Argo Semeru Kecelakaan di Kulon Progo, Saksi Mata: Ada Asap Putih, Tiba-tiba Gerbong Keluar Jalur". Kompas.com. Yogyakarta: KG Media. Diakses tanggal 17 Oktober 2023.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kereta Api Indonesia

di Kereta api Argo Bromo Anggrek, Kereta api Argo Lawu, Kereta api Argo Dwipangga, Kereta api Argo Wilis, Kereta api Taksaka, dan Kereta api Argo Parahyangan

Kereta api Argo Lawu

Kereta api Argo Lawu adalah layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan luxury yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia dengan relasi Solo Balapan–Gambir

Kereta api Argo Semeru

Kereta api Argo Semeru merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan compartment suite yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia melayani

Kereta api Argo Muria

Kereta api Argo Muria adalah layanan kereta api penumpang kelas eksekutif yang dioperasikan Kereta Api Indonesia untuk melayani relasi Semarang Tawang–Gambir

Kereta api Anggrek

Rangkaian kereta Argo Bromo Anggrek pernah dipakai untuk pengoperasian kereta api Argo Muria, Argo Lawu, dan Argo Sindoro. Setelah Kereta Api Indonesia

Industri Kereta Api

Thailand (SRT) dan peluncuran kereta api Argo Wilis dan Argo Dwipangga. 2001–Peluncuran pertama KRL Indonesia (desain PT INKA), Argo Bromo Anggrek batch 2, dan

Kereta api Turangga

tiba di stasiun akhir pada keesokan paginya, berkebalikan dengan kereta api Argo Wilis. Nama Turangga diambil dari nama hewan yang menurut kepercayaan

Kereta api Sribilah Utama

Jawa, sementara kereta kelas eksekutif buatan tahun 1998 merupakan hasil pemutasian dari rangkaian Kereta api Argo Wilis di Depo Kereta Bandung sedangkan