
| Bagian dari seri tentang |
| Buddhisme |
|---|
Sima (Pali: sฤซmฤ), juga dikenal sebagai uposathฤgฤra dan aula penahbisan (bahasa Inggris: ordination hall), adalah sebuah bangunan Buddhis yang secara khusus disucikan dan diperuntukkan bagi pelaksanaan upacara penahbisan Buddhis (upasampadฤ) dan upacara-upacara lainnya, seperti pembacaan Pฤแนญimokkha.[1][2] Aula penahbisan terletak di dalam batas (sฤซmฤ) yang mendefinisikan "ruang tempat semua anggota komunitas lokal tunggal harus berkumpul sebagai Sangha (samagga saแน gha) yang lengkap di tempat yang ditunjuk untuk perbuatan atau tindakan (kamma) monastik."[3] Konstitusi sฤซmฤ diatur dan didefinisikan oleh Vinaya, dengan kitab komentar dan kitab subkomentarnya.[3]
Tradisi Burma
sunting
Dalam bahasa Burma, bangunan sima disebut thein (Burma: แแญแแบ), diturunkan dari istilah Pali sฤซmฤ, berarti "batasan". Sebuah thein merupakan ciri umum vihara-vihara di Burma (kyaung), meskipun thein mungkin tidak selalu terletak di dalam kompleks vihara itu sendiri.[4] Aula-aula penahbisan Shan, disebut sim (แแญแแบแ), digunakan secara eksklusif untuk acara-acara yang terbatas bagi para anggota sangha monastik.[5][6]
Pentingnya ruang penahbisan di era pra-kolonial dicontohkan oleh keberadaan sima, seperti Maha Pahtan Haw Shwe Ordination Hall (แแแฌแแแนแแฌแแบแธแแฑแฌแแฝแพแฑแแญแแบแแฑแฌแบแแผแฎแธ), sebagai salah satu dari tujuh bangunan yang wajib ada (แแแบแธแแแบแแแนแแแฌแ) dalam pemekaran Mandalay sebagai ibu kota kerajaan Burma.[7][8]
Tradisi Thai
suntingDi Thailand, aula-aula penahbisan disebut ubosot (Thai: เธญเธธเนเธเธชเธ, pelafalan [สรน.boห.sรฒt]) or bot (เนเธเธชเธเน, [bรฒหt]), berasal dari istilah Pali uposathฤgฤra, artinya sebuah aula yang digunakan untuk upacara-upacara pada hari-hari uposatha ("sabat Buddhis").[9] Ubosot merupakan titik fokus vihara-vihara di Thailand Tengah, sedangkan titik fokus vihara-vihara di Thailand Utara adalah stupa.[5] Di Thailand bagian timur laut (Isan), aula-aula penahbisan dikenal sebagai sim (เธชเธดเธก), seperti di Laos (Lao: เบชเบดเบก) dan wilayah Negara Bagian Tai-Shan Myanmar (แแญแแบแ). Ubosot, sebagai bangunan utama wat tersebut, juga digunakan untuk layanan umum.[4][5]
Dalam tradisi Thailand, batas ubosot ditandai oleh delapan batu batas yang dikenal sebagai bai sema, yang menunjukkan sฤซmฤ. Bai sema tertua berasal dari periode Dwarawati.[10] Batu-batu sema berdiri di atas dan menandai luk nimit (เธฅเธนเธเธเธดเธกเธดเธ), bola batu yang dikubur di titik-titik mata angin yang membatasi area suci. Bola batu kesembilan, biasanya lebih besar, dikubur di bawah rupang Buddha utama ubosot. Sisi pintu masuk sebagian besar ubosot menghadap ke timur.[butuh rujukan] Meskipun bangunan wihan (vihara) juga menyimpan rupang Buddha, bangunan ini berbeda dari ubosot karena wihan tidak ditandai oleh batu sema. Di area seberang pintu masuk di ujung bagian dalam, biasanya terdapat rupang Buddha terbesar di ubosot yang biasanya digambarkan dalam sikap meditasi atau sikap menaklukkan Mฤra.
Referensi
sunting- ^ Murphy, Stephen A. (2014). "Sema Stones in Lower Myanmar and Northeast Thailand: A Comparison". Before Siam: Essays in Art and Archaeology. River Books & The Siam Society.
- ^ O'Connor, Richard A. (2009). "Place, Power and People: Southeast Asia's Temple Tradition". Arts Asiatiques. 64 (1): 116โ123. doi:10.3406/arasi.2009.1692.
- ^ a b Kieffer-Pรผlz, Petra (1997). "Rules for the sฤซmฤ Regulation in the Vinaya and its Commentaries and their Application in Thailand". Journal of the International Association of Buddhist Studies (dalam bahasa Inggris). 20 (2): 141โ153. ISSNย 0193-600X.
- ^ a b O'Connor, Richard A. (2009). "Place, Power and People: Southeast Asia's Temple Tradition". Arts Asiatiques. 64 (1): 116โ123. doi:10.3406/arasi.2009.1692.
- ^ a b c Tannenbaum, Nicola (1990). "The Heart of the Village: Constituent Structures of Shan Communities". Crossroads: An Interdisciplinary Journal of Southeast Asian Studies. 5 (1): 23โ41. JSTORย 40860287.
- ^ Sao Tern Moeng (1995). "Shan-English Dictionary". Dunwoody Press.
- ^ แแแบแฆแธ. "แแแนแแแฑแธแแผแญแฏแทแแแบแแแบแธแแแบ แแแนแ (แ) แแฌแ แแผแฏแแผแแบแแฝแแบแธแแถแแพแฏ แแ แแฌแแญแฏแแบแแพแฏแแบแธแแผแฎแธแ แฎแธ". Ministry of Information (dalam bahasa Burma). Diakses tanggal 2020-05-17.
- ^ The seven requisite edifices in founding Mandalay include the city walls (แแแบแธแแผแญแฏแทแแญแฏแธ), the city moat (แแปแฏแถแธแแฑแฌแบ), Atumashi Monastery (แกแแฏแแแพแญแแปแฑแฌแแบแธแแฑแฌแบแแผแฎแธ), the Pitakataik (Mandalay) (แแญแแแแบแแญแฏแแบแแฑแฌแบแแผแฎแธ), the Thudhamma Zayat (แแฏแแแนแแฌแแแแบแแฑแฌแบแแผแฎแธ), Kuthodaw Pagoda (แแฏแแญแฏแแบแแฑแฌแบแแฏแแฌแธ), and the Maha Pahtan Ordination Hall (แแแฌแแแนแแฌแแบแธแแฑแฌแแฝแพแฑแแญแแบแแฑแฌแบแแผแฎแธ).
- ^ Architecture of Thailand. A Guide to Traditional and Contemporary Forms. Nithi Sthapitanonda; Brian Mertens.
- ^ Kieffer-Pรผlz, Petra (1997). "Rules for the sฤซmฤ Regulation in the Vinaya and its Commentaries and their Application in Thailand". Journal of the International Association of Buddhist Studies (dalam bahasa Inggris). 20 (2): 141โ153. ISSNย 0193-600X.
Bacaan lanjutan
sunting- Karl Dรถhring: Buddhist Temples Of Thailand. Berlin 1920, dicetak ulang oleh White Lotus Co. Ltd., Bangkok 2000, ISBN 974-7534-40-1
- K.I. Matics: Introduction To The Thai Temple. White Lotus, Bangkok 1992, ISBN 974-8495-42-6
- No Na Paknam: The Buddhist Boundary Markers of Thailand. Muang Boran Press, Bangkok 1981 (tanpa ISBN)
- Carol Stratton: What's What in a Wat, Thai Buddhist Temples. Silkworm Books, Chiang Mai 2010, ISBN 978-974-9511-99-2