Stasiun Bandung
Kereta Api Indonesia Whoosh
B16C16KC03

Pintu masuk selatan Stasiun Bandung yang hanya diperuntukkan kereta api lokal, 2025
Nama lainStasiun Hall
Lokasi
Koordinat6°54′51″S 107°36′09″E / 6.91417°S 107.60250°E / -6.91417; 107.60250
Ketinggian+709 m
Operator
Letak
Jumlah peron4 (satu peron sisi dan tiga peron pulau)
Jumlah jalur10 (jalur 3 dan 4: sepur lurus)
LayananKereta api penumpang
Kereta pengumpan/feeder
Lokal

Kereta api barang
Lintas selatan Jawa
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
ArsitekF.J.A. Cousin
Gaya arsitekturArt deco
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiBesar tipe A[2]
Sejarah
DibukaMei 17, 1884; 142 tahun lalu (1884-05-17)
Dibangun kembali1930, 1990
Perusahaan awalStaatsspoorwegen
Penumpang
20248.396/hari[a] (KAI)
Peringkat6
Operasi layanan
Stasiun sebelumnyaStasiun berikutnya
Cimahi
menuju Padalarang
Feeder KCJBTerminus
Stasiun sebelumnyaLogo PT KAI Antar KotaStasiun berikutnya
TerminusLintas Utara JawaCimahi
menuju Pasar Senen atau Gambir
KiaracondongLintas Selatan JawaTerminus
Stasiun sebelumnyaStasiun berikutnya
Cikudapateuh
Perjalanan satu arah
Commuter Line Bandung Raya
Cicalengka–Purwakarta
Ciroyom
menuju Purwakarta
Ciroyom
menuju Padalarang
Commuter Line Bandung Raya
Padalarang–Cicalengka, p.p.
Cikudapateuh
menuju Cicalengka
Ciroyom
menuju Purwakarta
Commuter Line Garut
Purwakarta–Cicalengka–Garut, p.p.
Cikudapateuh
menuju Garut
Layanan penghubung
Halte sebelumnyaMetro Jabar TransHalte berikutnya
RS Kebon Jati
Perjalanan satu arah
Koridor 2
transfer di SMA Pasundan
Perintis Kemerdekaan
Banceuy
Perjalanan satu arah
Koridor 3
transfer di Stasiun Timur
Stasiun Bandung
menuju BEC
Stasiun Timur
Perjalanan satu arah
Koridor 3
transfer di Stasiun Bandung
SMAN 6 Bandung
menuju BEC
Astana Anyar RSIA Kota Bandung
Perjalanan satu arah
Koridor 4Balai Kota
Banceuy - Suniaraja
Perjalanan satu arah
Koridor Pengumpan 2
transfer di Stasiun Timur
Perintis Kemerdekaan
Gedung Pakuan - Kebon Sirih
Perjalanan satu arah
Koridor Pengumpan 2
transfer di Stasiun Bandung
Simpang H. Mesri - Kebon Kawung
Stasiun Bandung Pintu SelatanKoridor Pengumpan 2
transfer di SMA Pasundan
Paskal 23
Perjalanan satu arah
Pasar BaruKoridor Pengumpan 2SMA Pasundan
Perjalanan satu arah
Halte sebelumnyaTMB Trans Metro BandungHalte berikutnya
Stasiun Bandung Pintu Selatan
menuju Cicaheum
Koridor 2
transfer di SMA Pasundan
RS Kebon Jati
Perjalanan satu arah
Stasiun Timur
menuju Cicaheum
Koridor 2SMA Pasundan
Perjalanan satu arah
Perintis Kemerdekaan
menuju Cicaheum
Koridor 2
transfer di Stasiun Timur
Stasiun Bandung Pintu Selatan
Perjalanan satu arah
KEB Hana Bank
Perjalanan satu arah
Koridor 5
transfer di SMA Pasundan
Stasiun Bandung Pintu Selatan
Terminus
Stasiun Timur
menuju Antapani
Koridor 5
Terminus
SMA Pasundan
Perjalanan satu arah
Perintis Kemerdekaan
menuju Antapani
Koridor 5
transfer di Stasiun Timur
Stasiun Bandung Pintu Selatan
Perjalanan satu arah
Simpang H. Mesri - Kebon KawungKoridor Pengumpan 1
transfer di Stasiun Bandung
Griya Pasteur
Perjalanan satu arah
Stasiun Bandung Pintu Selatan
Terminus
Koridor Pengumpan 1
transfer di SMA Pasundan
Paskal 23
Perjalanan satu arah
SMA Pasundan
Perjalanan satu arah
Koridor Pengumpan 1
Terminus
Stasiun Timur
Stasiun Bandung Pintu Selatan
Perjalanan satu arah
Koridor Pengumpan 1
transfer di Stasiun Timur
Perintis Kemerdekaan
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Parkir sepeda Cetak tiket mandiri Ruang/area tunggu Pemesanan langsung di loket Mesin tiket Layanan pelanggan Pusat informasi Musala Toilet Tempat naik/turun Pos kesehatan Galeri ATM Pertokoan/area komersial Restoran Ruang menyusui Ruang kerja bersama Isi baterai Area merokok Troli Sistem pengenalan wajah Air minum Eskalator 
Jenis persinyalan
Cagar budaya Indonesia
Stasiun Kereta Api Bandung
No. SKPeraturan Daerah Kota Bandung No. 7 Tahun 2018
Tanggal SK2018
PemilikPT Kereta Api Indonesia (Persero)
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Lokasi pada peta
Peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Bandung (BD), juga dikenal sebagai Stasiun Hall,[b] adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A di Kota Bandung yang terletak di perbatasan antara Kebonjeruk, Andir dan Pasirkaliki, Cicendo. Pintu selatan Stasiun Bandung terletak di Jalan Stasiun Timur, sedangkan pintu utara terletak di Jalan Kebon Kawung. Stasiun ini berada pada ketinggian 709 meter di atas permukaan laut dan merupakan salah satu stasiun kereta api utama di wilayah Bandung Raya. Stasiun ini dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi II Bandung dan KAI Commuter.

Stasiun ini melayani seluruh kereta api yang melintasi maupun memiliki stasiun ujung di Kota Bandung yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia, kecuali kereta api Kahuripan, Serayu, Pasundan, dan Kutojaya Selatan. Keempat kereta api tersebut hanya dilayani di Stasiun Kiaracondong, stasiun kereta api utama lainnya di Kota Bandung.

Pada awalnya, Stasiun Bandung hanya terdapat satu gedung stasiun; tetapi setelah dilakukan perbaikan oleh Pemerintah Kota Bandung, stasiun ini sekarang terbagi menjadi dua bagian yang tetap di dalam satu kawasan, yaitu sisi utara stasiun hanya melayani keberangkatan kereta api antarkota dan kereta api pengumpan Whoosh, sedangkan sisi selatan stasiun melayani keberangkatan kereta api lokal Commuter Line. Sejak tahun 2014, Commuter Line Bandung Raya dan Commuter Line Garut tidak dilayani di pintu utara stasiun, tetapi hanya dilayani di pintu selatan. Hal ini guna untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang dan calon penumpang di stasiun ini.[5]

Berdasarkan jumlah penumpang kereta api antarkota yang dirilis PT Kereta Api Indonesia (KAI) antara Januari–Oktober 2024, Stasiun Bandung menjadi stasiun kereta api tersibuk keenam di Indonesia dengan mencatatkan 2.560.639 penumpang berdasarkan total jumlah penumpang naik maupun turun.[a]

Stasiun ini juga dikenal sebagai terminal angkutan kota (angkot) karena juga dijadikan tempat singgah banyak angkot menuju berbagai tujuan.[5]

Sejarah

sunting

Generasi pertama (1884–1928)

sunting
Bangunan Stasiun Bandung generasi pertama

Dalam buku Wajah Bandoeng Tempo Dulu (1984) karangan Haryoto Kunto, gagasan awal pembangunan Stasiun Bandung berkaitan dengan pembukaan perkebunan di Bandung sekitar tahun 1870. Pembangunan dimulai sekitar tahun 1883. Pada Agustus 1883, telah dimulai penggalian, pekerjaan bangunan, dan pembuatan jalan akses ke bangunan stasiun.[7] Stasiun ini kemudian diresmikan pada 17 Mei 1884 oleh Staatsspoorwegen (SS) pada masa pemerintahan Bupati Koesoemadilaga; pada waktu yang sama juga dibuka jalur kereta Batavia–Bandung melalui Bogor dan Cianjur.[8]

Pada saat itu, para tuan tanah perkebunan (Preangerplanters) menggunakan jalur kereta api untuk mengirimkan hasil perkebunannya ke Batavia dengan lebih cepat. Untuk menampung dan menyimpan hasil perkebunan yang akan diangkut dengan kereta, maka dibangunlah gudang-gudang penimbunan barang di beberapa tempat di dekat Stasiun Bandung, yaitu Jalan Cibangkong, Jalan Cikudapateuh, daerah Kosambi, Kiaracondong, Braga, Pasirkaliki, Ciroyom, dan Andir. Setelah peresmian jalur Bandung–Surabaya pada 1 November 1894, para pemilik pabrik dan perkebunan gula dari Jawa Tengah dan Timur (Suikerplanters) menyewa kereta api menuju Bandung untuk mengikuti Kongres Pengusaha Perkebunan Gula yang pertama. Kongres tersebut merupakan hasil pertemuan Pengurus Besar Perkumpulan Pengusaha Perkebunan Gula (Bestuur van de Vereniging van Suikerplanters) di Surabaya pada tahun 1896.[8]

Bangunan stasiun ini sempat mendapatkan renovasi berulang sebanyak tiga kali semenjak pertama kali peletakan batu pertama pada 1882; yakni pada 1900, 1906, dan 1909. Pada tahun 1920, SS mewacanakan untuk mengganti stasiun yang ada dengan stasiun pulau. Namun, upaya ini gagal karena masalah keuangan dan upaya penghematan biaya pembangunan.[9]

Pada tahun 1918, dilaksanakan proyek pembangunan jalur baru Bandung–RancaekekJatinangorTanjungsari–Citali, kemudian dibangun lintas Bandung–CiteureupMajalaya setahun kemudian, dan dibangun jalur Citeureup-Banjaran–Pengalengan pada tahun 1921. Untuk jalur yang menuju ke perkebunan teh, maka dibangun jalur Bandung ke Kopo (Soreang) dan kemudian ke Ciwidey. Jalur kereta api yang terwujud adalah Bandung–Ciwidey dan Dayeuhkolot–Majalaya.[8]

Bangunan stasiun generasi pertama ini terus bertahan hingga akhir tahun 1920-an. Mengingat pentingnya stasiun ini, diresmikanlah sebuah monumen (tugu) di depan pintu selatan stasiun pada tanggal 6 April 1925 yang dirancang E.H. de Roo, dibangun untuk memperingati 50 tahun Staatsspoorwegen (SS) berkarya di Jawa. Tugu itu diyakini sebagai hadiah dari Wali Kota Bandung kepada SS atas jasa-jasanya berhasil mempersatukan Jawa dengan kereta api. Tugu itu diterangi seribu lampu dan diresmikan dengan upacara yang dihadiri warga Bandung dan petinggi-petinggi SS.[10][11]

Generasi kedua (1928–sekarang)

sunting
Bangunan sisi selatan Stasiun Bandung yang sudah menggunakan gaya art deco. Di depannya berdiri tugu peringatan 50 Tahun SS.

Dalam majalah Spoor- en Tramwegen 24 Juli 1928, beberapa tahun setelah peringatan lima puluh tahun SS, Kepala Jawatan Ir. Staargard mengumumkan renovasi stasiun. Ia mengatakan bahwa bangunan stasiun generasi pertama dianggap "stasiun tua dan kuno" pada 1925. Bagian kanopi sisi selatan stasiun, yang telah dibangun sejak pertama kali stasiun dibuka, dan ditambah dengan atap kanopi sisi utara pada tahun 1901, kemudian diperpanjang dengan kanopi bertiang T yang terbuat dari beton bertulang. Hal ini bertujuan agar penumpang tidak kepanasan atau kehujanan saat menunggu kereta api.[9] Bangunan stasiun baru ini rampung pada 1930. Pada proses renovasi ini, bangunan stasiun lama dibongkar dan digantikan dengan bangunan baru yang mengikuti gaya Art Deco, dan dirancang oleh F.J.A. Cousin yang merupakan arsitek in-house Staatsspoorwegen.[12]

Pada saat peresmian Stasiun Bandung baru, surat kabar Javabode menuliskan bahwa masyarakat sekitar merayakannya selama dua hari secara berturut-turut. Kereta api merupakan sarana transportasi hasil produksi perkebunan Bandung, seperti kina, teh, kopi, dan karet, sehingga pertumbuhan ekonomi di kota tersebut berkembang pesat.[8]

Generasi ketiga (1989–sekarang)

sunting
Tampak depan stasiun utara. Tampak desain lobby untuk penurunan penumpang dan atap berbentuk limas segitiga di bagian tengah bangunan yang digunakan sebagai ruang tunggu. Pada bagian kanan dan kiri bangunan, terdapat ruangan tampak lebih kecil untuk pintu kedatangan dan keberangkatan
Bangunan sisi utara

Di atas bekas Balai Yasa Bandung, dibuka bangunan stasiun generasi ketiga (sebagai pintu keberangkatan sisi utara) yang kemudian dibuka pada Kamis, 27 April 1989 oleh Menteri Perhubungan saat itu, Azwar Anas. Biaya pembangunan stasiun sisi utara ini mencapai Rp1,1 miliar, dengan lahan parkir yang dirasa cukup untuk menampung sekitar 100 unit mobil.[13]

Di sela-sela pembukaan tersebut, Anas sempat berpidato, bahwa PJKA harus bisa memperbaiki kualitas pelayanan serta meningkatkan pemasaran agar dapat bersaing dengan kendaraan jalan raya.[13]

Bangunan dan tata letak

sunting

Arsitektur dan letak bangunan

sunting
Bagian dalam ruang tunggu stasiun
Bagian dalam stasiun, dengan papan nama versi 2017

Bangunan sisi selatan Stasiun Bandung bergaya Art Deco, ditandai dengan bentuk bangunan yang cenderung kubus pada hall depan. Fasad bangunan didesain mengikuti fasad lama stasiun (bangunan lama stasiun ini bergaya Indische Empire seperti stasiun-stasiun SS lainnya), tetapi didominasi oleh bidang-bidang transparan yang membuatnya berbeda dengan arsitektur lama.[14]

Pintu utara stasiun ini dahulunya merupakan bekas Balai Yasa Bandung yang kini sudah dinonaktifkan, sementara pintu selatan dijadikan sebagai pintu masuk kedua. Di hadapan stasiun berderet-deret kantor Daerah Operasi II Bandung yang halamannya juga dibuat untuk lahan parkir stasiun, mess, kantor Reska Multi Usaha Bandung, unit polisi khusus kereta api, dan unit kesehatan KAI. Di sebelah timur laut stasiun terdapat kantor pusat KAI. Ke arah barat stasiun ini terdapat bekas Stasiun Bandung Gudang yang sudah tidak aktif karena sudah tidak ada lagi aktivitas pengangkutan barang di sana serta digantikan oleh pusat perbelanjaan Paskal Hyper Square.

Bangunan stasiun sisi selatan telah ditetapkan sebagai cagar budaya Kelas A berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandung No. 7 Tahun 2018, beserta sejumlah bangunan kolonial lainnya di Kota Bandung.[15]

Tata letak jalur

sunting
Stasiun Bandung dari arah timur, terlihat jembatan penyeberangan khusus penumpang, pembangunannya hampir rampung

Stasiun ini memiliki sepuluh jalur kereta api; terdiri dari tujuh jalur utama dengan jalur 3 dan 4 merupakan sepur lurus ditambah tiga jalur untuk aktivitas langsir kereta api. Semua jalur digunakan untuk pemberhentian kereta api dan juga sebagai titik langsiran kereta api. Semua kereta api penumpang yang melintas di jalur kereta api Bogor–Padalarang–Kasugihan/lintas selatan Jawa pasti berhenti di stasiun ini.

Stasiun ini dilengkapi dengan depo lokomotif di barat laut kompleks stasiun dan depo kereta yang cukup besar dan batasnya sampai ke Stasiun Ciroyom serta memiliki pemutar rel.

Stasiun ini memiliki jembatan penyeberangan penumpang untuk menghubungkan penumpang, baik dari stasiun utara maupun dari stasiun selatan, menuju peron. Selain itu, dilakukan peninggian peron jalur 1 dan peron antara jalur 2 dan 3, serta pemanjangan peron antara jalur 4 dan 5 dan peron antara jalur 6 dan 7, untuk menunjang penumpang menuju jembatan tersebut. Oleh karena itu, penumpang yang dari/menuju peron tidak lagi menyeberangi jalur rel.[16]

B16C16KC03

Lantai 2Penyeberangan antarperon dan antarbangunan melalui jembatan penyebrangan
Lantai 1Bangunan utara stasiun (hanya untuk keberangkatan dan kedatangan KA antarkota serta pengumpan kereta cepat Whoosh)
Jalur 10Jalur langsir sekaligus sepur simpan
Jalur 9
Peron pulau (dalam pembangunan)
Jalur 8Jalur langsir sekaligus sepur simpan
Jalur 7(Cimahi)     Feeder KCJB dari dan tujuan Padalarang
Peron pulau
Jalur 6Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota
(Cimahi)     Feeder KCJB dari dan tujuan Padalarang
Jalur 5Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota
Peron pulau
Jalur 4Sepur lurus
Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota
Jalur 3Sepur lurus
Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota
(Ciroyom/Cimindi)     Commuter Line Garut tujuan Purwakarta dan Padalarang(Cikudapateuh)
     Commuter Line Bandung Raya tujuan Purwakarta dan Padalarang
Peron pulau
Jalur 2Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota
Jalur 1(Ciroyom/Cimindi)     Commuter Line Garut tujuan Purwakarta, Padalarang, Cibatu, dan Garut(Cikudapateuh)
     Commuter Line Bandung Raya tujuan Purwakarta, Padalarang, dan Cicalengka
Peron sisi
Bangunan selatan stasiun (hanya untuk keberangkatan dan kedatangan kereta api lokal)

Fasilitas

sunting

Stasiun ini sering dijadikan sebagai stasiun kereta api percontohan oleh KAI supaya mutu pelayanan dibuat setara dengan bandara. Oleh karena itu, KAI menjadikan stasiun ini sebagai stasiun kereta api pertama di Indonesia yang menerapkan sistem cetak tiket boarding pass sejak Februari 2016[17] serta sistem pemeriksaan bagasi dengan sinar-X pada Oktober 2018.[18]

Dalam rangka menjawab kebutuhan kerja penumpang kereta api, KAI bersama Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia (BUMN) meresmikan ruang kerja bersama di sembilan stasiun kereta api besar di Jawa. Ruang kerja bersama itu diresmikan oleh Menteri BUMN saat itu, Rini Soemarno di Stasiun Bandung pada 6 April 2019. Ruang kerja bersama ini dilengkapi meja kursi dan tersambung dengan internet melalui Wi-Fi.[19]

Pada 28 September 2022, PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah melakukan uji coba proses keberangkatan KA antarkota menggunakan sistem pengenalan wajah di stasiun ini, sebelumnya rencana ketersediaan fasilitas ini akan digunakan di semua stasiun keberangkatan penumpang di Indonesia. Setelah melakukan uji coba di Stasiun Bandung selama empat bulan, fasilitas tersebut sudah digunakan pada semua stasiun KA utama lainnya, yaitu Stasiun Kiaracondong, Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, Madiun, Surabaya Gubeng, Malang di lintas selatan, Jakarta Gambir, Jakarta Pasar Senen, Bekasi, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang Poncol, Semarang Tawang, Surabaya Pasarturi, Jember di lintas utara Pulau Jawa, dan Medan di lintas Sumatera Utara.[20][21]

Persinyalan

sunting
Sinyal keluar buatan Siemens di barat emplasemen Stasiun Bandung yang kini telah diganti dengan sinyal baru buatan LEN.

Stasiun ini merupakan stasiun kereta api di Indonesia yang pertama kali menggunakan sistem persinyalan elektrik. Pada 1970, stasiun ini mulai menggunakan yang diproduksi oleh Siemens dengan seri DrS60.[3][22] Pada Desember 2021, sebagai bagian dari upaya modernisasi persinyalan, sistem persinyalan elektrik lama produksi Siemens digantikan dengan sinyal baru produksi PT Len Industri pada. Upaya ini dilakukan karena sistem persinyalan elektrik lama tersebut sudah digunakan selama 50 tahun.[23] Bersamaan dengan itu, lintasan jalur rel antara stasiun ini dengan Stasiun Ciroyom dijadikan sebagai jalur tunggal ganda atau sepur kembar.

Ciri khas

sunting

Stasiun ini memiliki bel stasiun dengan instrumental dari lagu pop Sunda yang berjudul "Manuk Dadali", "Karatagan Pahlawan", dan "Sabilulungan" pada keberangkatan dan kedatangan kereta api penumpang.

Layanan kereta api

sunting

Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 1 Mei 2026.[24]

Penumpang

sunting

Antarkota

sunting
Lintas selatan Jawa
Nama kereta apiKelasRelasi perjalananKeterangan
Eksekutif
Argo WilisPanoramicBandungSurabaya GubengVia TasikmalayaYogyakarta
Eksekutif
TuranggaPanoramic
Eksekutif
Campuran
PapandayanPanoramicBandungGarutVia Cibatu

Bertukar rangkaian dengan kereta api Parahyangan dan kelanjutan dari segmen Jakarta GambirBandung.

Eksekutif
Ekonomi Premium
Baturraden EkspresEksekutifPurwokertoVia TasikmalayaKroya

Dihentikan sementara


Ekonomi Premium
PangandaranPanoramicBanjarVia Tasikmalaya

Bertukar rangkaian dengan kereta api Parahyangan dan kelanjutan dari segmen Jakarta GambirBandung.

Eksekutif
Ekonomi Premium
Lodaya (reguler & tambahan)EksekutifSolo BalapanVia TasikmalayaKroya
Ekonomi/Ekonomi Premium
SangkuriangCompartment SuiteSurabaya GubengVia TasikmalayaYogyakarta

Perjalanan kereta api ini berlanjut sampai dengan Stasiun Ketapang.

Eksekutif
Ekonomi Premium
Mutiara SelatanEksekutifVia TasikmalayaYogyakarta
Ekonomi Premium
MalabarEksekutifMalang
Ekonomi Premium
Ekonomi
CikurayEkonomiBandungGarutVia Cibatu

Kelanjutan dari segmen Jakarta Pasar SenenBandung.

Ekonomi Premium
Lintas utara Jawa
Nama kereta apiKelasRelasi perjalananKeterangan
Eksekutif
ParahyanganLuxuryBandungGambirVia PurwakartaCikampek

Bertukar rangkaian dengan kereta api Gajayana, Argo WilisTurangga, dan Pandalungan.

Panoramic
Priority
Eksekutif
Campuran
ParahyanganPanoramicBandungGambirVia Purwakarta

Bertukar rangkaian dengan kereta api Malabar jadwal malam.

Eksekutif
Ekonomi Premium
PapandayanPanoramicVia PadalarangPurwakarta

Bertukar rangkaian dengan kereta api Parahyangan.

Eksekutif
Ekonomi Premium
PangandaranPanoramic
Eksekutif
Ekonomi Premium
CiremaiEksekutifSemarang TawangVia PurwakartaCikampek
Ekonomi
HarinaEksekutifSurabaya PasarturiVia PadalarangCikampek

Layanan kereta api pada jadwal pagi bertukar rangkaian dengan kereta api Mutiara Selatan.

Ekonomi Premium
Ekonomi
CikurayEkonomiBandungPasar SenenVia PurwakartaCikampek
Ekonomi Premium

Kereta pengumpan/feeder

sunting
Nama kereta apiRelasi perjalananKeterangan
KC Feeder KCJBBandungPadalarang

Lokal (Commuter Line)

sunting
Nama kereta apiRelasi perjalananKeterangan
B Commuter Line Bandung RayaCicalengkaPurwakartaPerjalanan searah hanya pada malam hari.
Padalarang
G Commuter Line GarutGarutPurwakartaPerjalanan menuju Purwakarta hanya pada siang hari, sedangkan sebaliknya pada pagi dan malam hari.
PadalarangPerjalanan searah hanya pada pagi hari.
CibatuPerjalanan menuju Padalarang hanya pada pagi hari, sedangkan sebaliknya pada malam hari.

Barang

sunting
Nama kereta apiRelasi perjalananKeterangan
Lintas selatan Jawa
Angkutan ONS Parcel SelatanBandungSurabaya KotaVia TasikmalayaLempuyangan

Antarmoda pendukung

sunting

Angkutan pendukung yang tersedia di Stasiun Bandung antara lain:[25]

Stasiun Utara (Halte Stasiun Bandung)

sunting
Jenis Angkutan UmumNo. TrayekTrayekTujuan Akhir
Metro Jabar Trans3BaleendahBECBEC
FD2Simpang Cicadas KiaracondongPlaza Telkom RajawaliPlaza Telkom Rajawali
Trans Metro BandungF1Stasiun BandungGunung BatuStasiun Bandung
Shuttle KCIC (DAMRI)Stasiun TegalluarStasiun BandungStasiun Tegalluar
Bandung Tour on Bus (hanya pada akhir pekan)Braga CitywalkHoliday Inn PasteurHoliday Inn Pasteur

Stasiun Selatan (Terminal Stasiun Hall)

sunting
Jenis Angkutan UmumNo. TrayekTrayekTujuan Akhir
Metro Jabar Trans4LeuwipanjangUNPAD DipatiukurUNPAD Dipatiukur
FD2Simpang Cicadas KiaracondongPlaza Telkom RajawaliSimpang Cicadas Kiaracondong
Trans Metro BandungK2CicaheumElangCicaheum
K5AntapaniStasiun BandungAntapani
F1Stasiun BandungGunung BatuGunung Batu

Stasiun Timur (Halte Stasiun Timur)

sunting
Jenis Angkutan UmumNo. TrayekTrayekTujuan Akhir
Metro Jabar Trans3BaleendahBECBEC
FD2Simpang Cicadas KiaracondongPlaza Telkom RajawaliPlaza Telkom Rajawali
Trans Metro BandungK2CicaheumElangCicaheum
K5AntapaniStasiun BandungAntapani
F1Stasiun BandungGunung BatuGunung Batu
DAMRI RegulerKBPAlun-alun BandungSubanglarang (via Tol)Subanglarang

Galeri

sunting

Catatan

sunting
  1. ^ a b Data penumpang harian diperoleh dari menjumlahkan angka penumpang naik dan turun, kemudian dibagi 305.[6]
  2. ^ Mengacu pada penamaan tempat, istilah "Stasiun Hall" saat ini hanya digunakan oleh subterminal yang berada di selatan stasiun.[4] Oleh karena itu, istilah tersebut umumnya hanya ditujukan pada area bangunan stasiun selatan beserta terminal itu sendiri.

Referensi

sunting
  1. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ^ a b Susanti, D.M. (Januari 2008). Kajian atas Pengelolaan Pengetahuan dalam Pengoperasian Teknologi Persinyalan Kereta Api (Studi Kasus Daop 2 Bandung) (S2). Program Magister Studi Pembangunan, Sekolah Arsitektur, Pengembangan, dan Perencanaan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung.
  4. ^ Hasan, Fuad; Agustian, Yanyan; Setiawan, Asep; Ash Siddiq, Raden Herdian Bayu (2019). "Feasibility Study of Sub Terminal Stasiun Hall Bandung City Period 2009-2019" (PDF). International Journal of Innovation, Creativity and Change. 6 (5).
  5. ^ a b "Angkutan Umum: Angkot Kota Bandung". Transportasiumum.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-09-14. Diakses tanggal 14 September 2017.
  6. ^ Bahfein, Suhaela (2024-11-14). "Pasar Senen Jadi Stasiun KA Terpadat Sepanjang 2024". Kompas.com. Jakarta: KG Media. Diakses tanggal 2024-11-14.
  7. ^ "NEDERLANDSCH-INDIE. BATAVIA, 22 AUGUSTUS". Java-bode : nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie. 1883-08-22. Diakses tanggal 2025-05-08.
  8. ^ a b c d Finesso 2010, hlm. 3.
  9. ^ a b R. 1928, hlm. 47.
  10. ^ Reitsma, S.A. (1925). Boekoe Peringetan dari Staatsspoor-en-Tramwegen di Hindia Belanda. Weltevreden, Batavia: Topografische Inrichting.
  11. ^ R. (1 September 1926). "Het gemeentelijk geschenk van Bandoeng aan de Staatsspoor-en-Tramwegen". Indie: Illustreerd Tijdschrift voor Nederland en Kolonien. 10 (12): 190.
  12. ^ Sulistyani 2022, hlm. 58.
  13. ^ a b "KA Harus Bersaing dg Angkutan Jalan Raya". 29 April 1989.
  14. ^ Pradipta, P.P.; Faqih, M. (2015). "Gaya Art Deco Pada Revitalisasi Stasiun Selatan Bandung". Jurnal Sains dan Seni ITS. 4 (2): 71–74.
  15. ^ "Open Data". opendata.bandung.go.id. Diakses tanggal 2024-09-10.
  16. ^ Fatimah, Siti. "Wajah Baru Stasiun Bandung dengan Skybridge yang Instagrammable". detikcom. Trans Media. Diakses tanggal 2021-05-01.
  17. ^ Haryadi, Malvyandie (22 Februari 2016). Haryadi, Malvyandie (ed.). "Mulai Senin, Stasiun Bandung Berlakukan Aturan Boarding Pass, Ini yang Harus Dilakukan Penumpang". Tribunnews.com. Tribun Jabar. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-09-14. Diakses tanggal 14 September 2017.
  18. ^ Indonesia, PT. Content First. "Optimalkan keamanan, Stasiun KA Bandung operasikan x-ray". elshinta.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-11-07. Diakses tanggal 2018-11-07.
  19. ^ Aminuddin (6 April 2019). "KAI Punya Coworking Space di 9 Stasiun Kereta Api, Ini Daftarnya". Tempo.co. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-06-07. Diakses tanggal 11 Desember 2019.
  20. ^ Rahayu, Riri (2022-09-30). Hidayat, Ali Akhmad Noor (ed.). "Tidak Perlu Lagi Pakai KTP, PT KAI Uji Coba Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Bandung". Tempo.co. Bandung. Diakses tanggal 2022-10-04.
  21. ^ Sri Rahayu, Isna (9 Juni 2023). "Boarding Kereta Api Hanya dengan "Face Recognition", Registrasinya Kurang dari 1 Menit". Kompas.com. Jakarta: KG Media. Diakses tanggal 10 Juli 2023.
  22. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-02-27. Diakses tanggal 2020-05-09.
  23. ^ Nantika Jelita, Insi (2021-02-19). "Kucurkan Rp13,8 M, Ini Progam Padat Karya KA Kemenhub di Jabar". Media Indonesia. Media Group. Diakses tanggal 2021-05-01.
  24. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  25. ^ "Angkutan Umum | Angkot Kota Bandung – TRANSPORTASI UMUM". transportasiumum.com (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2017-09-14. Diakses tanggal 2018-04-30.

Daftar pustaka

sunting

Pranala luar

sunting
Stasiun sebelumnyaPiktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api IndonesiaStasiun berikutnya
Bandung Gudang
menuju Bogor
Bogor–Padalarang–KasugihanCikudapateuh
menuju Kasugihan
TerminusBandung–CiwideyCikudapateuh
menuju Ciwidey

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

C (bahasa pemrograman)

2nd). Prentice Hall. ISBN 0-13-110362-8. Kernighan, Brian; Ritchie, Dennis (1988). The C Programming Language (Edisi 2nd). Prentice Hall. ISBN 978-0131103627

Daftar anggota AVN Hall of Fame

AVN (Adult Video News) Hall of Fame adalah sebuah penghargaan untuk menghormati orang-orang dalam pekerjaan mereka di industri hiburan dewasa sejak tahun

Daryl Hall

Daryl Hall (lahir 11 Oktober 1946) adalah seorang penyanyi R&B, rok, dan Soul berkebangsaan Amerika Serikat. Dia terkenal sebagai salah satu pendiri dan

Sleman City Hall

Sleman City Hall adalah sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Didirikan pada 2018, mal ini dimiliki dan dikelola

Lewis Hall

Lewis Kieran Hall (lahir 8 September 2004) adalah seorang pemain sepak bola profesional asal Inggris yang bermain sebagai gelandang atau bek kiri untuk

Japan Racing Association Hall of Fame

Horse Racing Hall of Fame (Jepang: 競馬の殿堂code: ja is deprecated ) adalah sebuah ruang peringatan pacuan kuda Jepang yang diresmikan pada tanggal 2 September

Aluminium

digunakan proses Hall-Heroult. Cara ini ditemukan oleh dua orang yang umurnya sama (23 tahun) tetapi ditempat yang berbeda yakni Charles Martin Hall di Amerika

Terri Hall

Terri Hall (lahir Terri Marie Hall; 25 Januari 1953 – 5 Juni 2007) adalah seorang aktris pemeran film porno asal Amerika Serikat yang aktif selama Zaman